Oleh: Indonesian Children | April 30, 2010

Anak Obesitas Lebih Rentan Cedera Kaki

Anak Obesitas, Lebih Mudah Kena Cedera Kaki

Anak-anak memang rentan mengalami cedera saat bermain atau berjalan. Tapi tidak semua anak mengalami pola cedera yang sama. Anak yang obesitas cenderung lebih banyak mengalami cedera di kaki, pergelangan kaki dan telapak kaki.

Dr Wendy J. Pomerantz dari Cincinnati Children’s Hospital Medical Center di Ohio menemukan anak yang mengalami obesitas lebih sering mengalami cedera di bagian kaki dan lebih sedikit cedera di bagian kepala dan wajah dibandingkan dengan anak yang memiliki berat badan normal. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam jurnal Pediatrics.

Namun tim peneliti tidak memiliki informasi mengenai apa penyebab anak-anak dalam penelitian ini mengalami cedera. Tim berspekulasi bahwa anak-anak yang memiliki berat badan berlebih lebih rentan terluka saat berjalan atau berlari. Sedangkan anak-anak yang kurus cenderung mengalami cedera akibat suatu kegiatan atau olahraga yang memiliki risiko cedera kepala.

“Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan kemungkinan anak-anak terluka, selain itu anak yang obesitas cenderung membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama,” ujar Pomeratz, seperti dikutip dari Reuters.

Pomeratz dan tim menambahkan dalam laporannya bahwa anak yang obesitas akan merasakan sakit yang lebih parah akibat cederanya dan bisa menyebabkan cacat dibandingkan dengan anak yang memiliki berat badan normal.

Sedangkan bagi orang dewasa yang mengalami obesitas cenderung lebih sering mengalami keseleo, urat tegang dan dislokasi dibandingkan dengan orang dewasa berberat badan normal. Tapi orang dewasa yang obesitas lebih sedikit mengalami cedera otak dan organ internal.

Untuk menyelidiki apakah anak yang obesitas juga memiliki pola cedera yang sama, maka peneliti mengumpulkan data mulai Januari 2005 hingga Maret 2008. Informasi yang didapatkan sebanyak lebih dari 23.000 anak berusia 3-14 tahun mengalami cedera dan 1 dari 6 anak mengalami obesitas.

Didapatkan sekitar 30 persen anak obesitas mengalami cedera di tubuh bagian bawah sedangkan anak normal hanya sebesar 18 persen. Sedangkan anak obesitas lebih sedikit mengalami cedera di kepala atau wajah yaitu sebesar 10 persen sedangkan anak normal sebesar 15 persen. Selain itu kasus kaki terkilir terjadi dua kali lebih sering pada anak yang mengalami obesitas.

“Kami sekarang sedang mencoba mencari tahu alasan dari perbedaan ini, diharapkan nantinya dapat mengembangkan strategi baru untuk mencegah cedera misalnya anak obesitas memerlukan jenis sepatu tertentu yang dapat melindungi pergelangan kaki saat berjalan atau berlari,” tambahnya.

Salah satu cara untuk mencegah obesitas adalah dengan melakukan olahraga, karenanya anak yang obesitas harus didukung oleh fasilitas latihan yang memadai salah satunya peralatan yang dapat melindunginya dari cedera kaki.

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com

http://korananakindonesia.wordpress.com/

Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved


Responses

  1. Numpang lewat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: