Oleh: Indonesian Children | Januari 23, 2010

Waspadai Stroke Pada Anak

Waspadai, Stroke Pada Anak

Stroke adalah gangguan pembuluh darah di otak, ternyata juga bisa dialami oleh anak-anak. Jared Dienst, bocah laki-laki berumur 7 tahun yang didiagnosis mengalami stroke. Awalnya Jared terjatuh di sebuah taman bermain St. Catherine’s Park, Manhattan sambil memegang kepalanya pada tanggal 23 Juni 2008. Sebelum terjatuh Jared sempat bilang ke ibunya bahwa kepalanya sakit, setelah sang ibu memberinya air putih Jared langsung kembali bermain dan menolak untuk beristirahat. Saat jatuh tersebut Jared langsung tidak bisa berjalan dan nada bicaranya menjadi tidak jelas. Jared mengalami kesulitan dalam menggerakkan lengan kirinya. Ketika dibawa ke rumah sakit dokter mengira Jared mengalami kejang dan menyarankan untuk melakukan CT scan, MRI kemudian dokter melakukan observasi selama satu malam.

Keesokan harinya Dr Barry E. Kosofsky dari bagian neurologi anak menunjukkan hasil scan yang memperlihatkan adanya bagian kecil dari otak yang mengalami kerusakan. Hal ini disebut dengan ischemic stroke, kerusakan ini kemungkinan disebabkan oleh adanya gumpalan darah di otak. “Saya sangat kaget mendengarnya, karena jujur saja saya dan istri belum pernah mendengar stroke pada anak-anak,” ujar Jonathan Dienst sang ayah, seperti diberitakan New York Times.

Dua hari sebelum kejadian, Jared masih menjadi anak yang bahagia. Anak kelas 2 sekolah dasar itu punya badan atletis, tampan dan senang bermain baseball dan bola basket di taman. Sekarang ia tidak bisa berjalan, tidak lancar berbicara bahkan ia harus berjuang untuk sekedar mengingat apa warna gudang dirumahnya.

Dr Packard dan Dr Kosofsky menuturkan butuh waktu untuk membantu proses penyembuhan Jared, seiring jalannya waktu otak Jared bisa beradaptasi dan memperbaiki kondisi. “Kebanyakan anak-anak bisa mendapatkan kesembuhan setelah terkena stroke, beberapa diantaranya sembuh total tapi ada juga yang mengalami cacat,” ujar Dr Packard.

Empat hari setelah terkena stroke, Jared sudah menunjukkan kemajuan seperti dapat memegang hidung dengan tangan kanannya meskipun masih gagal untuk tangan kiri. Karena perkembangan tersebut, dokter kemudian menyarankan Jared untuk mengikuti proses terapi. Memasuki Februari 2009, Jared semakin menunjukkan kemajuan. Dokter telah memperbolehkannya melakukan aktivitas ringan seperti bersepeda atau berenang. Hingga akhirnya pada September 2009, Jared telah diperbolehkan bermain basket kembali.

Dr Rebecca N. Ichord, direktur program stroke anak-anak di Children’s Hospital of Philadelphia, mengungkapkan stroke adalah penyebab kematian keenam pada anak-anak. Meskipun jarang, tapi penyakit ini bisa mempengaruhi ribuan bayi atau anak-anak setiap tahunnya. Sampai saat ini dokter belum mengetahui dengan pasti apa penyebabnya, tapi dokter menyarankan agar orangtua lebih cermat dan waspada dalam memperhatikan tingkah laku anaknya.

KORAN INDONESIA SEHAT
https://koranindonesiasehat.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: