Oleh: Indonesian Children | Januari 23, 2010

Terlalu Murah Hati, Pertanda Penyakit Bipolar Maniak

Terlalu Murah Hati, Pertanda Penyakit Bipolar Maniak

Seorang dokter di Amerika memiliki pasien yang hobi memberi mobil baru pada setiap orang yang datang ke dealer mobilnya. Tindakan murah hati yang dilakukan orang itu ternyata bukan sekedar murah hati, tapi sudah jadi penyakit bipolar maniak. Kenneth Robbins, MD adalah psikiater yang memiliki pasien dengan penyakit bipolar maniak tersebut. Menurutnya, sang pasien adalah seorang pemilik dealer mobil yang cukup sukses. Uniknya, setiap kali ia panik, ia memberikan mobil pada siapa saja yang berada di dealernya.

“Pasien yang saya tangani saat ini sangat murah hati. Ia punya dealer mobil dan setiap kali panik, ia memberikan mobil-mobilnya pada orang-orang yang ada di dealernya atau memberi uang, cek, bahkan ketika ia tidak memiliki uang lagi,” ujar Kenneth Robbins, MD dari University of Wisconsin-Madison seperti dikutip dari Health, Kamis (15/10/2009). Robbins mengatakan bahwa gejala yang dialami pasiennya sudah termasuk ke dalam penyakit bipolar maniak. “Ia terlalu murah hati untuk kategori manusia normal, tidak bisa berpikir logis, merasa terobsesi dan emosinya tidak stabil. Orang dengan penyakit ini juga merasa tidak perlu tidur dan selalu berenergi,” jelas Robbins.

Penyakit yang sering disebut depresi maniak ini menimpa hampir 6 juta orang dewasa di Amerika, atau sekitar 2,5 persen populasi dewasa. Kebanyakan penderitanya berawal dari depresi kecil. Menurut Robbins, seseorang yang dikategorikan sebagai bipolar maniak memiliki gejala-gejala diantaranya :

Peningkatan energi dan aktivitas mental

1. Terlalu percaya diri dan cenderung melebih-lebihkan diri
2. Perilaku agresif dan meledak-ledak
3. Merasa sangat bahagia dan euforia berlebihan
4. Bicara sangat cepat, tidak terkontrol dan sulit dimengerti
5. Melakukan hal-hal yang berbahaya dan ekstrim
6. Bertindak sembrono, ceroboh, ugal-ugalan
7. Sering berhalusinasi
8. Tidak merasa perlu tidur

“Orang yang terkena penyakit ini bagaikan memiliki empat wajah. Terkadang mereka bersemangat, tapi beberapa saat kemudian mereka sedih, panik, ketakutan dan sebagainya. Tipe penyakit ini berbeda-beda, tergantung durasi dan intensitas depresinya. Orang-orang seperti ini membutuhkan obat penstabil mood,” ujar Robbins.

KORAN INDONESIA SEHAT
https://koranindonesiasehat.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: