Oleh: Indonesian Children | Desember 17, 2009

Sulitnya Pencegahan dan Deteksi Dini Penderita Bunuh Diri

Bunuh diri, merupakan kematian yang disebabkan diri sendiri dan disengaja. Ide, Isyarat dan usaha bunuh diri sering menyertai gangguan depresi dan merupakan keadaan gawat darurat yang saat ini meningkat. Ide bunuh diri terjadi pada orang yang rentan dari berbagai stressor.Bahkan kasus bunuh diri bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa saja bahkan merambah pada usia anak-anak dan remaja.

Masalah yang sering dijumpai pada bunuh diri adalah krisis yang menyebabkan penderitaan yang berat dan perasaan putus asa dan tidak berdaya, konflik antara bertahan untuk hidup dan stres yang tidak dapat ditahan, sempitnya pilihan yang dimiliki dan harapan untuk membebaskan diri

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan, Angka kematian akibat bunuh diri pertahun sebanyak 1 juta jiwa. Sekitar 50 persen dari kajadian bunuh diri disebabkan gangguan jiwa dan penyalahgunaan Alkohol atau obat-obatan. Sedangkan angka percobaan bunuh diri mencapai 10-20 kali bunuh diri.

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan masyarakat, karena saat ini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa yang telah mengalami berbagai gangguan jiwa, namun juga sudah merambah sampai kalangan anak-anak dan remaja.

Gangguan kesehatan jiwa menjadi faktor predisposisi terpenting terjadinya bunuh diri, karena mereka yang terkena gangguan jiwa ternyata 10 kali berisiko melakukan bunuh diri dibanding yang tidak mengalami gangguan jiwa. Hal ini terkait juga dengan Depresi dan peristiwa kehidupan yang stressfull dan faktor genetik.

Untuk megetahui seseorang mencoba melakukan percobaan bunuh diri dan kemungkinan orang itu memikirkan tentang bunuh diri. Dari berbagai penelitian telah membuktikan bahwa terdapat kemungkinan untuk mengindentifikasi orang-orang yang seperti tipe ini. Jika kita memiliki perasaan yang sensitif dan terbuka.
Kasus bunuh diri dikalangan remaja belakangan ini mulai meningkat. Semakin tahun peningkatan kasus bunuh diri semakin meningkat. Dari data tersebut usia pelaku bunuh diri ada yang berusia belasan tahun.

Deteksi Dini
Meskipun sulit untuk mengetahui secara pasti karakteristik orang yang berencana bunuh diri. Tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada orang yang akan mencoba melakukan bunuh diri, Ada beberapa hal yang dapat dijadikan isyarat pada remaja yang ingin mengakhiri hidupnya, diantaranya mereka yang semula periang berubah menjadi pemurung, yang tadinya mudah bergaul, tiba-tiba menarik diri dari pergaulan dan lingkungannya.

Dari berbagai penelitian, ternyata mereka yang berisiko tinggi melakukan bunuh diri adalah jenis kelamin pria dengan usia di atas 45 tahun. status pernikahan single, tidak mempunyai pekerjaan, isolasi sosial. Sedangkan pasien yang melakukan usaha atau tindakan bunuh diri biasanya pada pasien adalah mereka yang menderita penyakit fisik kronis dan menderita ganggaun mental.

Dr Widodo Judarwanto SpA
KORAN INDONESIA SEHAT
Htpp://koranindonesiasehat.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: