Oleh: Indonesian Children | Desember 17, 2009

Gangguan Jiwa pada Anak dan Remaja

Gangguan jiwa bisa dialami semua usia, namun risiko paling besar mengalami gangguan tersebut ada pada anak, remaja, dan usia lanjut. Semakin dini usia terkena gangguan, maka semakin berat. Sementara, manifestasi gangguan tersebut muncul pada usia remaja.

Pada anak dan remaja, mekanisme pertahanan jiwa belum matang karena masih dalam proses perkembangan atau pembentukan. Maka, kemampuan membentengi jiwanya belum kuat. Akibatnya, mudah mengalami berbagai gangguan

Demikian pula pada orangtua atau usia lanjut, mekanisme pertahanan jiwanya sudah cenderung kaku, tidak lagi fleksibel sehingga risiko mengalami gangguan jiwa lebih besar. Mekanisme pertahanan jiwa adalah mekanisme yang selalu ada pada setiap manusia untuk mengatasi berbagai permasalahan dari luar.

Gangguan psikiatris pada anak dan remaja bentuknya macam-macam, namun pada umumnya akan mengganggu proses perkembangan kepribadian. Akibatnya, ditemukan berbagai gangguan kepribadian dan gangguan jiwa yang berat. Semakin dini usia terkena, maka gangguan semakin berat dan biasanya manifetasi dari gangguan tersebut muncul pada usia remaja.

Pada gangguan jiwa berat (psikiatri skizofrenia), kebanyakan pertama kali muncul pada usia remaja. Hal itu, karena pada usia tersebut seseorang dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan. Jika tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut, anak bisa “jatuh”. Sedangkan jika diruntut ke belakang, permasalahan atau gangguan itu dimulai sejak kecil. Jadi prosesnya panjang dan munculnya pada usia remaja.

Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan, remaja adalah usia yang rentan, konsep diri nya belum matang, masih terlalu mudah meniru perilaku dari idolanya, kemampuan analisisnya masih rendah, kemampuan kontrol emosi juga masih rendah.

Spontanitas, mereka secara spontan melakukan suatu kegiatan tanpa pertimbangan rasional dan analisa berpikir, ketika salah seorang teman mereka merokok dan terlihat “gentleman” di mata mereka maka secara mencuri – curi mereka akhirnya merokok.

Penyalahgunaan obat, masa remaja adalah masa transisi, mereka membutuhkan sebuah pembentukan identitas sehingga ketika ada masalah yang menekan psikologis mereka, kemudian mereka tidak menemukan seseorang yang mau membantu mereduksi tekanan psikologis mereka akhirnya mereka melarikan diri ke obat – obatan terlarang, minuman keras bahkan narkotika.

Dr Widodo Judarwanto SpA
KORAN ANAK INDONESIA
Htpp://korananakindonesia.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: