Oleh: Indonesian Children | Desember 16, 2009

Deteksi Dini Penyakit kanker Pada Anak

Deteksi Dini Penyakit kanker Pada Anak

Kanker adalah salah satu penyakit pembunuh terbesar di dunia, kasus-kasus Kanker di dunia tidak hanya menyerang orang dewasa saja akan tetapi pada anak-anakpun resiko terkena kanker tetap ada, diperkirakan dari seluruh kasus Kanker 2% hingga 4% meyerang anak-anak, hal ini menyumbangkan 10% kematian pada anak-anak. Di Indonesia sendiri menurut data-data yang ada ditemukan rata-rata sekitar 4.000 pasien Kanker anak yang baru setiap tahunnya.

Belum diketahui pasti apa penyebab Kanker pada anak-anak. Contoh yang nyata adalah Kanker yang menyerang pada bayi-bayi yang baru dilahirkan, para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan penyimpangan pertumbuhan sel yang diakibatkan cacat Genetika di dalam kandungan. Pada anak yang lebih besar para ahli menduga pemicunya adalah faktor dari lingkungan dan makanan yang dikonsumsi yang tidak sehat yang banyak mengandung bahan-bahan kimia tambahan, atau pemicu dari Kanker ini adalah dikarenakan Radiasi dan Infeksi Virus, atau bisa pula perpaduan antara faktor-faktor tersebut diatas.
Kasus Kanker yang terjadi pada anak-anak yang paling banyak adalah kasus Kanker Darah atau dalam ilmu medis disebut Leukemia, kasus Kanker ini mencapai antara 25%-30% dari seluruh kasus Kanker pada anak-anak. Kemudian kasus-kasus Kanker yang lainnya adalah Retinoblastoma (Kanker Retina Mata), Limfoma (Kanker Kelenjar Getah Bening), Neuroblastoma (Kanker Saraf), Tumor Wilms (Kanker Ginjal), Rabdomiosarkoma (Kanker Otot Lurik), dan Osteosarkoma (Kanker Tulang).

Sama halnya seperti kasus-kasus Kanker pada orang dewasa, Kanker pada anak-anakpun kemungkinan besar dapat disembuhkan apabila dapat di deteksi dan ditemukan dalam stadium dini. Namun melakukan deteksi Kanker pada anak memang cukup sulit dan tidak mudah, hal ini dikarenakan anak-anak belum dapat memahami dan menceritakan gejala-gejala yang dirasakan. Maka dari itu peran dari orang disekitarnya sangatlah penting, guna mendeteksi gejala-gejala yang timbul.

Hal-hal yang perlu diketahui mengenai gejala-gejala Kanker yang timbul pada anak:

  • Kanker Darah (Leukemia)
    Gejala-gejala yang perlu diketahui dan diwaspadai serta sering ditemukan pada Kasus Leukemia antara lain adalah; Wajah Pucat, Lemah, Demam yang tidak jelas sebabnya dan tidak dapat sembuh oleh Antibiotik, pendarahan yang tidak jelas sebabnya, permukaan pada kulit berubah dan tampak lebam biru kehitaman walaupun tidak terbentur, terasa Nyeri pada anggota gerak (tulang), perut bengkak dank eras, pembesaran pada kelenjar getah bening.
  • Kanker Otak
    Gejala yang perlu diwaspadai adalah; sakit kepala yang apabila semakin lama semakin berat, disertai mual hingga muntah yang seakan-akan menyemprot yang diakibatkan tekanan dari dalam kepala yang meningkat. Hal ini dapat pula disertai dengan gangguan bicara, gangguan pada penglihatan, gangguan pada keseimbangan, kejang-kejang, kesadaran menurun, bahkan dapat terjadi perubahan prilaku. Cirri-ciri khusus apabila kasus ini terjadi pada bayi adalah ubun-ubunnya yang tampak menonjol.
  • Kanker Retina Mata (Retinoblastoma)
    Kanker ini diperkirakan banyak menyerang bayi-bayi yang berusia 6 bulan – 2 tahun. Gejala-gejala yang timbul antara lain adanya bercak putih pada bagian tengah mata yang seolah-olah bersinar apabila terkena cahaya (seperti mata kucing). Gejala lain yang timbul adalah terganggunya penglihatan, juling mendadak, pada stadium lanjut bola mata menonjol keluar.
  • Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma Maligna)
    Pada kanker jenis ini kebanyakan menyerang anak-anak usia 5-7 tahun, para orang tua harus waspada bila terjadi pembengkakan progresif kelenjar-kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan usus tanpa disertai radang dan rasa nyeri. Apabila pembengkakan ini terjadi pada usus maka dapat menyebabkan sumbatan pada usus terkait dengan gejala sakit pada bagian perut, muntah-muntah, tidak bisa buang air besar disertai demam. Apabila pembengkakan tumbuh disekitar dada maka hal ini dapat menyebabkan terdorongnya atau tertekannya saluran nafas sehingga penderita akan mengalami sesak nafas, rona muka menjadi biru dan selain itu si penderita tampak lemah, lesu disertai nafsu makan yang menurun.
  •  Kanker Saraf (Neuroblastoma)
    Kanker jenis ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh manusia. Pada anak-anak paling sering terjadi di dekat ginjal, daerah pinggang, leher dan rongga dada, serta mata. Bila terjadi pada daerah mata hal ini dapat menyebabkan bola mata menonjol keluar, kelopak mata bengkak dan berwarna biru atau kelopak mata turun, dan pupil melebar. Bila terdapat di tulang belakang, dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan yang cepat. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab, tanpa nyeri, sehingga penderita mendadak pincang. Gejala lain adalah muncul benjolan-benjolan di kepala, atau perut membesar dan keras.
  • Kanker Ginjal (Nefroblastoma)
    Nefroblastoma atau sering disebut Tumor Wilms ini paling banyak menyerang anak usia antara 3-4 tahun, tapi dapat pula menyerang bayi yang baru lahir. Gejalanya ditandai dengan kencing berdarah, rasa tidak enak di perut, dan bila sudah cukup besar perut tampak membesar dan bila diraba terasa keras.
  • Kanker otot (Rabdomiosarkoma)
    Kanker jenis ini dapat menyerang otot manusia dimana saja, pada anak biasanya lebih sering menyerang pada daerah kepala, leher, kandung kemih, prostate, dan vagina. Gejala yang ditimbulkan oleh Kanker ini tidak sama tergantung dari letak kanker tersebut, apabila terjadi di rongga mata, dapat menyebabkan mata menonjol keluar, dan benjolan di mata. Bila di telinga dapat menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di saluran kemih menyebabkan gangguan berkemih. Jika mengenai otot lurik anggota gerak, menimbulkan pembengkakan.
  • Kanker Tulang (Osteosarkoma)
    Kanker ini biasanya lebih sering menyerang anak usia antara 10-20 tahun. Kanker ini dapat menyerang setiap bagian tulang, namun yang paling banyak ditemukan adalah yang menyerang tungkai lengan dan pinggul, hal ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri dan pembengkakan pada tulang. Kadang didahului benturan keras, contohnya seperti tiba-tiba jatuh yang tidak jelas penyebabnya

    Para orang tua sebaiknya lebih jeli dalam mengawasi tumbuh kembang putra-putrinya, apabila menemukan gejala-gejala seperti di atas pada bayi dan anak-anak anda, segera konsultasikan pada dokter. Pengobatannya pada dasarnya sama dengan orang dewasa, yaitu kombinasi antara operasi, kemoterapi, radiasi, dan transplantasi sumsum tulang.

    Sedang untuk upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah, para ibu hamil sebaiknya menghindari radiasi, menghindari polusi dan asap rokok, selalu menyantap makanan sehat dan menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan kimia tambahan, dan mengandung pengawet, mengurangi konsumsi lemak, serta membiasakan anak-anak untuk hidup sehat.

 

Audi Yudhasmara

 

KORAN ANAK INDONESIA

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

http://korananakindonesia.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Anak Indonesia  Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: