Oleh: Indonesian Children | Desember 9, 2009

Penyakit Mata : KATARAK

Kebutaan merupakan sebuah penyakit pada mata yang disebabkan orang tidak bisa melihat. Glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan setelah katarak di Indonesia, penanggulangannya belum menjadi prioritas. Penanganan kebutaan nasional lebih diarahkan pada katarak yang umumnya dapat diatasi. Operasi katarak yang selama ini dilakukan bersama oleh Perdami dan Yayasan Dharmais dengan unit mobil memang sudah amat membantu, karena jangkauannya mencapai 70-75 persen dari seluruh operasi katarak yang dapat dilakukan setiap tahun. Kita sudah tidak dapat mengharap lagi kedatangan pesawat Orbis seperti pada akhir tahun 1982 lalu yang mengoperasi pasien katarak di dalam kabin pesawat. Para dokter ahli mata Orbis hanya melakukan keterampilan, yang sebenarnya sudah tidak menjadi soal bagi para dokter ahli mata Indonesia. Penanganan massal katarak di Indonesia harus dilakukan dengan sumber daya manusia Indonesia sendiri, kendati bantuan lembaga donor asing dan badan sosial dalam negeri tetap dibutuhkan.

Katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya. Keadaan ini memperburuk penglihatan seseorang dan akan menjadi buta jika lewat, atau tidak dirawat. Masalah katarak berbeda dengan masalah mata glaukoma.

Katarak Pada Penderita Diabetes Melitus

Katarak adalah kekeruhan lensa. Pada pasien diabetes mellitus, katarak timbul akibat gangguan jalur poliol. Terdapat penimbunan sorbitol dalam lensa sehingga menimbulkan pembentukkan katarak dan kebutaan.

Gejala yang timbul adalah kekaburan penglihatan tanpa nyeri. Pemeriksaan yang dilakukan adalah ketajaman penglihatan dan melihat lensa melalui slit lamp, oftalmoskop, senter tangan atau kaca pembesar. Sebaiknya keadaan pupil berdilatasi. Lensa katarak memiliki ciri berupa edema lensa. Fundus okuli menjadi semakin sulit dilihat sampai reaksi fundus tidak ada sama sekali.
Katarak pada pasien diabetes mellitus dapat terjadi dalam tiga bentuk yaitu:

  1. Pasien dengan dehidrasi berat, asidosis dan hiperglikemia yang nyata. Pada lensa akan terlihat kekeruhan berupa garis akibat kapsul lensa berkerut. Bila dehidrasi lama akan terjadi kekeruhan lensa, kekeruhan akan hilang bila terjadi rehidrasi dan kadar gula normal kembali.
  2. Pasien diabetes juvenille da tua tidak terkontrol. Katarak akanterjadi serentak pada kedua mata dalam 48 jam, bentuk dapat snow flake atau bentuk piring subkapsuler.
  3. katarak pada pasien diabetes dewasa. Gambaran secara histologik dan biokimia sama dengan katarak pasien non diabetik.

Katarak Diabetes Sejati

Pada diabetes juvenillis yang parah kadang-kadang timbul katarak bilateral secara akut. Lensa mungkin menjadi opak total selama beberapa minggu.  Pada lensa akan terlihat kekeruhan tebaran salju subkapsuler yang sebagian jernih denagn pengobatan.

Katarak Senillis pada Pasien Diabetes

Pada pengidap diabetes, skelosis nuklear senillis, kelainan subkapsuler posterior, dan kekeruhan korteks terjadi lebih sering dan lebih dini.

Terapi yang diberikan pada pasien diabetes melitus dengan komplikasi katarak adalah kontrol kadar gula darah dan bedah katarak. Bedah katarak bertujuan untuk mengangkat lensa dengan prosedur intrakapsular dan ekstrakapsular

dr Widodo Judarwanto SpA, Children Allergy clinic dan Picky Eaters Clinic Jakarta. Phone 5703646   0817171764 – 70081995.

email : judarwanto@gmail.com,

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: