Oleh: Indonesian Children | Desember 9, 2009

ANEMIA DEFISIENSI BESI

ANEMIA DEFISIENSI BESI

Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh. Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh

Anemia yg disebabkan kurangnya zat besi untuk sintesis hemoglobin. Zat besi (Fe) diperlukan untuk pembuatan heme dan hemoglobin (Hb). Kekurangan Fe mengakibatkan kekurangan Hb. Walaupun pembuatan eritrosit juga menurun, tiap eritrosit mengandung Hb lebih sedikit dari pada biasa sehingga timbul anemia hipokromik mikrositik.

Diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia dan lebih dari 50% penderita ini adalah ADB dan terutama mengenai bayi,anak sekolah, ibu hamil dan menyusui. Di Indonesia masih merupakan masalah gizi utama selain kekurangaan kalori protein, vitamin A dan yodium. Penelitian di Indonesia mendapatkan prevalensi ADB pada anak balita sekita 30-40%, pada anak sekolah 25-35% sedangkan hasil SKRT 1992 prevalensi ADB pada balita sebesar 55,5%. ADB mempunyai dampak yang merugikan bagi kesehatan anak berupa gangguan tumbuh kembang, penurunan daya tahan tubuh dan daya konsentrasi serta kemampuan belajar sehingga menurunkan prestasi belajar di sekolah.

Penyebab

Kekurangan Fe dapat terjadi bila : makanan tidak cukup mengandung Fe, komposisi makanan tidak baik untuk penyerapan Fe (banyak sayuran, kurang daging), gangguan penyerapan Fe (penyakit usus, reseksi usus), kebutuhan Fe meningkat (pertumbuhan yang cepat, pada bayi dan adolesensi, kehamilan) dan perdarahan kronik atau berulang (epistaksis, hematemesis, ankilostomiasis).Bila Hb sangat rendah dan keadaan ini berlangsung lama dapat terjadi payah jantung.

DIAGNOSIS

  • Harus dicermati riwayat faktor predisposisi dan etiologi :Kebutuhan meningkat secara fisiologis,masa pertumbuhan yang cepat, menstruasi , infeksi kronis, Kurangnya besi yang diserap, asupan besi dari makanan tidak adekuat, malabsorpsi besi, Perdarahan , Perdarahan saluran cerna (tukak lambung, penyakit Crohn, colitis ulserativa)
  • Pucat, lemah, lesu, gejala pika
  • Pemeriksaan Fisik : anemis, tidak disertai ikterus, organomegali dan limphadenopati, stomatitis angularis, atrofi papil lidah, ditemukan takikardi ,murmur sistolik dengan atau tanpa pembesaran jantung

Pemeriksaan penunjang

  • Hemoglobin, Hct dan indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC) menurun
  • Hapus darah tepi menunjukkan hipokromik mikrositik
  • Kadar besi serum (SI) menurun dan TIBC meningkat , saturasi menurun
  • Kadar feritin menurun dan kadar Free Erythrocyte Porphyrin (FEP) meningkat
  • sumsum tulang : aktifitas eritropoitik meningkat

PENYAKIT YANG MIRIP (Diagnosis Banding)

Anemia hipokromik mikrositik :

  • Thalasemia (khususnya thallasemia minor) :
    • Hb A2 meningkat
    • Feritin serum dan timbunan Fe tidak turun
  • Anemia karena infeksi menahun :
    • biasanya anemia normokromik normositik. Kadang-kadang terjadi anemia hipokromik mikrositik
    • Feritin serum dan timbunan Fe tidak turun
  • Keracunan timah hitam (Pb)
    • terdapat gejala lain keracunan P
  • Anemia sideroblastik :
    • terdapat ring sideroblastik pada pemeriksaan sumsum tulang

 

Penanganan

  • Pemberian preparat besi (ferosulfat/ferofumarat/feroglukonat) dosis 4-6 mg besi elemental/kg BB/hari dibagi dalam 3 dosis, diberikan di antara waktu makan. Preparat besi ini diberikan sampai 2-3 bulan setelah kadar hemoglobin normal.
  • Asam askorbat 100 mg/15 mg besi elemental (untuk meningkatkan absorbsi besi).
  • Bedah , Untuk penyebab yang memerlukan intervensi bedah seperti perdarahan karena diverticulum Meckel.
  • Makanan gizi seimbang terutama yang mengandung kadar besi tinggi yang bersumber dari hewani (limfa,hati, daging) dan nabati (bayam, kacang-kacangan)

 

Evaluasi

  • Periksa kadar hemoglobin setiap 2 minggu
  • Kepatuhan orang tua dalam memberikan obat
  • Gejala sampingan pemberian zat besi yang bisa berupa gejala gangguan gastro-intestinal misalnya konstipasi, diare, rasa terbakar diulu hati, nyeri abdomen dan mual. Gejala lain dapat berupa pewarnaan gigi yang bersifat sementara.
  • Penimbangan berat badan setiap bulan
  • Perubahan tingkah laku
  • Daya konsentrasi dan kemampuan belajar pada anak usia sekolah dengan konsultasi ke ahli psikologi
  • Aktifitas motorik

 

Pencegahan

  • Upaya penanggulangan AKB diprioritaskan pada kelompok rawan yaitu BALITA,anak usia sekolah, ibu hamil dan menyusui, wanita usia subur termasuk remaja putri dan pekerja wanita.
  • Upaya pencegahan efektif untuk menanggulangi AKB adalah dengan pola hidup sehat dan upaya-upaya pengendalian faktor penyebab dan predisposisi terjadinya AKB yaitu berupa penyuluhan kesehatan, memenuhi kebutuhan zat besi pada masa pertumbuhan cepat, infeksi kronis/berulang pemberantasan penyakit cacing dan fortifikasi besi.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Lanzkowsky P. Iron Deficiency Anemia. Pediatric Hematology and Oncology. Edisi ke-2. New York; Churchill Livingstone Inc, 1995 : 35-50.
  • Nathan DG, Oski FA. Iron Deficiency Anemia. Hematology of Infancy and Childhood. Edisi ke-1. Philadelphia; Saunders, 1974 : 103-25.
  • Schwart E. Iron Deficiency Anemia. Dalam : Behrman RE, Kliegman RM, Jenson HB, Penyunting. Nelson Textbook of Pediatrics. Edisi ke-16. Philadelphia ; Saunders, 2000 : 1469-71.

 

dr Widodo Judarwanto SpA, Children Allergy clinic dan Picky Eaters Clinic Jakarta. Phone 5703646   0817171764 – 70081995.

email : judarwanto@gmail.com,

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: