Oleh: Indonesian Children | Desember 3, 2009

Waspadai Infeksi Saluran Kemih Pada Anak : Bila berulang beresiko mengganggu Ginjal.

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. ISK merupakan kasus yang sering terjadi dalam dunia kedokteran. Walaupun terdiri dari berbagai cairan, garam, dan produk buangan, biasanya urin tidak mengandung bakteri. Jika bakteri menuju kandung kemih atau ginjal dan berkembang biak dalam urin, terjadilah ISK. Jenis ISK yang paling umum adalah infeksi kandung kemih yang sering juga disebut sebagai sistitis. Gejala yang dapat timbul dari ISK yaitu perasaan tidak enak berkemih (disuria, Jawa: anyang-anyangen). Tidak semua ISK menimbulkan gejala, ISK yang tidak menimbulkan gejala disebut sebagai ISK asimtomatis.

Infeksi saluran kemih biasa di lingkungan anak-anak. Semua yang berhubungan dengan UTI disebabkan oleh bakteri yang masuk ke saluran kemih terbuka dan bergerak ke atas kandung kemih dan kadangkala ginjal. Jarang terjadi, pada infeksi akut, bakteri bisa memasuki aliran darah dari ginjal dan menyebabkan infeksi pada aliran darah (sepsis) atau pada organ-organ lainnya. ISK merupakan penyakit penting pada anak, karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak.

Bila tidak ditanggulangi secara serius, ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih, hipertensi, ataupun gagal ginjal yang memerlukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. Karena itu, perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk.

Selama masa bayi, anak laki-laki lebih sering mengalami UTI. Setelah masa bayi, anak perempuan lebih sering mengalaminya. UTI lebih sering terjadi pada anak perempuan disebabkan saluran kemih mereka pendek membuat bakteri mudah bergerak ke saluran kemih. Bayi laki-laki yang belum disunat(karena bakteri cenderung tersimpan di bawah kulit khitan) dan anak kecil dengan sembelit akut juga lebih mudah mendapatkan UTI.

UTI pada anak usia sekolah yang lebih tua dan remaja sedikit berbeda dari UTI pada orang dewasa. Bayi yang lebih muda dan anak-anak yang mengalami UTIs, meskipun begitu, lebih sering terjadi memiliki berbagai struktur yang tidak normal pada sistem saluran kemih mereka yang membuat mereka lebih mudah terkena infeksi saluran kemih.

Ketidaknormalan ini termasuk vesicoureteral reflux (ketidaknormalan pada saluran kencing-pipa yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih-yang membuat air seni melewati bagian belakang dari kandung kemih ke atas ginjal) dan jumlah keadaan yang menyumbat aliran air seni. Sebanyak 50% bayi yang baru lahir dan bayi dengan UTI dan 20 sampai 30% pada usia sekolah dengan UTI mengalami beberapa ketidaknormalan.

Hingga 50% bayi dan anak prasekolah dengan UTI-khususnya mereka yang demam-mengalami infeksi kandung kemih dan ginjal. Jika ginjal terinfeksi dan reflex menjadi parah, 5 sampai 20 % anak mengalami ginjal yang terluka. Jika sedikit atau tidak ada reflux, sangat sedikit anak-anak yang mengalami luka di ginjalnya. Luka menjadi perhatian karena hal ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan kerusakan fungsi ginjal pada masa dewasa.

ISK dapat mengenai semua orang, mulai bayi baru lahir sampai dengan orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.ISK lebih sering ditemukan pada bayi atau anak kecil dibandingkan dengan dewasa. Pada bayi sampai umur tiga bulan, ISK lebih sering pada laki-laki daripada perempuan, tetapi selanjutnya lebih sering pada perempuan daripada laki-laki.

Penyebab

ISK terjadi sebagai akibat masuknya kuman ke dalam saluran kemih. Biasanya kuman berasal dari tinja atau dubur, masuk ke saluran kemih bagian bawah atau uretra, kemudian naik ke kandung kemih dan dapat sampai ke
ginjal. Kuman dapat juga masuk ke saluran kemih melalui aliran darah dari tempat lain yang melebar, terdapat sumbatan saluran kemih, kandung kemih yang membesar dan lain-lain. 

Sama seperti penyakit infeksi lainnya, ISK akan lebih mudah terjadi pada anak dengan gizi buruk atau sistem kekebalan tubuh anak rendah. Anak yang mengalami sembelit atau sering menahan-nahan air kemih (kencing) pun dapat berisikoterkena ISK.

ISK terdiri dari 2 jenis :

ISK primer

Berdasarkan adanya gejala sistemik, ISK primer dibagi menjadi dua:

  1. ISK lokal, diterapi dengan antibiotika lokal.
  2. ISK dengan gejala sistemik, diterapi dengan antibiotika sistemik. Antibiotika yang sering digunakan yaitu amoksisilin.

ISK sekunder

ISK ini merupakan akibat dari penyakit atau kelainan yang lain. ISK berulang merupakan pertanda dari ISK sekunder, karena penanganan ISK yang tidak tepat. Penatalaksanaan ISK sekunder sesuai dengan penyebab ISK tersebut. Penyebab ISK sekunder biasanya adalah obstruksi saluran kemih (seperti batu saluran kemih, pembesaran prostat, dan striktur uretra).

Gejala:

Kadang tanpa gejala, dan didiagnosis setelah terjadi komplikasi gagal ginjal. Pada bayi baru lahir, gejalanya tidak khas, sehingga sering tidak terpikirkan, misalnya suhu tidak stabil (demam atau suhu lebih rendah dari normal), tampak sakit, mudah terangsang atau irritable, tidak mau minum, muntah, mencret, perut kembung, air kemih
berwarna kemerahan atau tampak kuning. Bayi yang baru lahir atau bayi dengan UTI bisa tidak memiliki gejala selain demam. Kadangkala mereka tidak makan dengan baik, lembam (lesu), muntah, atau mengalami diare. Anak yang lebih tua dengan infeksi kandung kemih biasanya mengalami rasa sakit selama buang air kecil, keinginan untuk buang air kecil dengan sering dan segera, dan rasa sakit pada bagian kandung kemih.

Mereka kemungkinan mengalami kesulitan buang air kecil atau menunda buang air kecil (incontinence). Air kencing tercium berbau busuk. Anak yang menderita infeksi ginjal biasanya mengalami rasa sakit di sebelah atau di belakang ginjal yang terinfeksi, demam, menggigil dan gejala umum karena sakit (malaise).

Pada bayi lebih dari satu bulan, dapat berupa demam, air kemih berwarna kemerahan, mudah terangsang, tampak sakit, nafsu makan berkurang, muntah, diare, perut kembung atau tampak kuning. Pada anak usia prasekolah atau sekolah, gejala ISK dapat berupa demam dengan atau tanpa menggigil, sakit di daerah pinggang, sakit waktu
bermih, buang air kemih sedikit-sedikit tetapi sering, rasa ingin berkemih, air kemih keruh atau
berwarna kemerahan.

Diagnosis

Seorang dokter mendiagnosa UTI dengan meneliti air seni. Latihan bertoilet anak-anak bisa menghasilkan contoh air seni dengan buang air kecil ke dalam sebuah cangkir setelah secara menyeluruh membersihkan saluran kemih yang terbuka. Dokter memperoleh air kemih dari anak kecil dan bayi dengan memasukkan sebuah lempengan, elastis, pipa steril (kateter) melalui saluran kemih terbuka ke dalam kandung kemih. Pada bayi, dokter kadangkala mengeluarkan air kemih dari kandung kemih dengan jarum yang dimasukkan melalui kulit persis di atas tulang pubic. Air kemih yang dikumpulkan di tas plastik terikat pada daerah kelamin anak tidak membantu sekali karenan hal ini seringkali terkontaminasi dengan bakteri dan benda lainnya dari kulit.

Untuk mendeteksi sel darah putih dan bakteri pada air kemih, yang terjadi pada UTI, laboratorium meneliti air kemih dengan mikroskop dan melakukan beberapa pemeriksaan kimia. Laboratorium juga melakukan pembiakan pada air kemih untuk meningkatkan dan mengidentifikasi bakteri apapun yang ada. Pembiakan adalah pemeriksaan yang paling signifikan.

Umumnya, anak laki-laki pada segala usia dan anak perempuan yang lebih muda dari 2 tahun yang mengalami meskipun UTI tunggal membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat ketidaknormalan struktur pada sistem saluran kemih. Anak perempuan yang lebih tua yang telah mengalami infeksi berulang juga membutuhkan pemeriksaan ini. Pemeriksaan tersebut termasuk ultrasonic, yang mengidentifikasi ketidaknormalan penghalang ginjal, dan penghindar cystourethrography, yang mengidentifikasi lebih lanjut ketidaknormalan pada ginjal, saluran kemih, dan kandung kemih dan bisa mengidentifikasi ketika aliran air kemih berbalik sebagian (reflux).

Untuk cystourethrography penghindar, sebuah kateter dipasang melalui saluran kemih ke kandung kemih, sebuah pewarna dimasukkan melalui chateter, dan sinar-X digunakan sebelum dan setelah anak buang air kecil. Pemeriksaan lain, radionuclide cystourethrography, adalah cara yang sama seperti cystourethrography penghindar, kecuali jika senyawa radioaktiv ditempatkan pada kandung kemih dan gambar diambil menggunakan sebuah nuclear scanner.

Prosedur ini menekan ovarium anak atau testis untuk mengurangi radiasi dibandingkan dengan cystourethrography. Meskipun begitu, radionuclide cystourethrography lebih berguna sekali untuk mengikuti penyembuhan pada reflux dibandingkan mendiagnosanya, karena struktur tidak menguraikan dengan baik sebagaimana cystourethrography.

Jenis lain pada pemindaian nuklir kemungkinan digunakan untuk memastikan diagnosa pada pyelonephritis dan mengidentifikasikan luka pada ginjal.

Penanganan:

  • Jika terdapat kecurigaan terhadap ISK, maka perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu pemeriksaan air kemih, rutin dan biakan air kemih. Hasil pemeriksaan urinalisis dapat segera diketahui, sedangkan hasil biakan air kemih memerlukan waktu satu minggu.
  • Ada tiga hal yang penting yang biasa dilakukan jika pasien sudah didiagnosis sebagaii ISK, yaitu pertama, memberantas infeksi: kedua, mendeteksi, mencegah, dan mengobati infeksi berulang dan ketiga mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih serta menanggulanginya jika ada
  • Infeksi Saluran Kemih  diobati dengan antibiotik. Anak yang kelihatan sangat kesakitan atau yang pemeriksaam awalnya menhasilkan dugaan infeksi  diberikan antibiotik sebelum hasil biakan tersedia. Sebaliknya, dokter menunggu hasil pembiakan untuk memastikan diagnosa. Anak yang sangat sakit dan setiap bayi yang baru lahir diberikan antibiotik melalui mulut. Pengobatan biasanya berakhir 7 sampai 14 hari. Anak yang membutuhkan pemeriksaan untuk diagnosa ketidaknormalan struktur seringkali melanjutkan pengobatan antibiotik pada dosis rendah sampai pemeriksaan selesai.
  • Beberapa anak dengan kelainan struktural pada saluran kemih membutuhkan operasi untuk memperbaiki masalahnya. Yang lainnya membutuhkan antibiotik setiap hari untuk mencegah infeksi. Kelainan ringan tertentu hilang dengan sendirinya dan tidak membutuhkan pengobatan.
  • Untuk memberantas infeksi, diberikan obat pembunuh kuman (antimikroba atau antibiotik) selama 7-10 hari. Sedapat mungkin obat pembunuh kuman ini diberikan sesuai dengan hasil uji kepekaan kuman yang diketahui
    dari hasil biakan air kemih. Untuk mendeteksi infeksi berulang, perlu dilakukan pemeriksaan biakan air kemih secara berkala, dan kalau terdapat infeksi, maka infeksi ini diobati dengan antibiotik
    yang sesuai.
  • Untuk mendeteksi kelainan anatomi dan fungsional saluran kemih, biasanya dokter melakukan pemeriksaan fisik yang lebih teliti dan kalau perlu dilakukan pemeriksaan pencitraan/radiologis seperti USG atau pemeriksaan rontgen terhadap ginjal dan saluran kemih. Jika ditemukan kelainan pada saluran kemih, maka tata laksana selanjutnya disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan apakah memerlukan tindakan pembedahan atau tidak.

Pencegahan

  • Pencegahan UTI adalah sulit, namun pengetahuan kesehatan yang sesuai bisa membantu. Anak perempuan harus diajarkan untuk membersihkan sendiri dari depan ke belakang (begitu sebaliknya dari belakang ke depan) setelah buang air besar untuk memperkecil kesempatan bakteri memasuki saluran air kemih terbuka.
  • Anak penderita Alergi khususnya dengan gangguan dermatitis atopi atau eksim pada kulit dilaporkan lebih beresiko terjadi infeksi saluran kemih. Sampai saat ini masih belum diketahui sebabnya mengapa hal itu terjadi. Diduga pada alergi kulit sering mengenai sekitar kemalua. Pada laki-laki sering merah dan gatal pada ujung penis sedangkan pada perempuan sering merah dan gatal di sekitar vagina.
  • Menghindari mandi bathtub dengan sabun gelembung terlalu sering, yang bisa mengiritasi kulit sekitar saluran air kemih yang terbuka baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan, bisa membantu mengurangi resiko ISK.
  • Sunat pada anak laki-laki mengurangi resiko ISK selama bayi sekitar 10 kali, meskipun hal ini tidak jelas apakah hal ini bermanfaat bagi dirinya adalah sebuah alasan yang cukup untuk melakukan sunat. Buang air kecil teratur dan buang air besar teratur bisa mengurangi resiko infeksi saluran kencing

Dengan mengenali Infeksi sedini mungkin, mengatasi infeksi serta mendeteksi dan menanggulangi kelainan yang ditemukan, maka akibat yang lebih berat, yaitu gagal ginjal yang memerlukan cuci darah atau cangkok ginjal dapat dicegah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: