Oleh: Indonesian Children | Desember 3, 2009

Infeksi Pada Kehamilan : Rubela

Infeksi Pada Kehamilan : Rubela

Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Virus ini menular lewat udara. Rubela juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubela selama di dalam kandungan beresiko cacat.

Rubella ( German Measles ) disebabkan oleh infeksi single – stranded RNA togavirus yang ditularkan via pernafasan dengan kejadian tertinggi antara bulan Maret sampai Mei, melalui vaksinasi yang intensif angka kejadian semakin menurun.

Infeksi virus ini sangat menular dan periode inkubasi berkisar antara 2 – 3 minggu

DIAGNOSIS :

Diagnosa ditegakkan melalui pemeriksaan serologi.

IgM akan cepat memberi respon setelah keluar ruam dan kemudian akan menurun dan hilang dalam waktu 4 – 8 minggu

IgG juga memberikan respon setelah keluar ruam dan tetap tinggi selama hidup

Diagnosa ditegakkan dengan adanya peningkatan titer 4 kali lipat dari hemagglutination-inhibiting (HAI) antibody dari dua serum yang diperoleh dua kali selang waktu 2 minggu atau setelah adanya IgM

Diagnosa Rubella juga dapat ditegakkan melalui biakan dan isolasi virus pada fase akut.

Ditemukannya IgM dalam darah talipusat atau IgG pada neonatus atau bayi 6 bulan mendukung diagnosa infeksi Rubella.

DAMPAK TERHADAP KEHAMILAN :

10 – 15% wanita dewasa rentan terhadap infeksi Rubella. Perjalanan penyakit tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan ibu hamil dapat atau tidak memperlihatkan adanya gejala penyakit.

Derajat penyakit terhadap ibu tidak berdampak terhadap resiko infeksi janin. Infeksi yang terjadi pada trimester I memberikan dampak besar terhadap janin.

Infeksi fetal :

  1. Tidak berdampak terhadap bayi dan janin dilahirkan dalam keadaan normal
  2. Abortus spontan
  3. Sindroma Rubella kongenital

Secara spesifik, infeksi pada trimester I berdampak terjadinya sindroma rubella kongenital sebesar 25% ( 50% resiko terjadi pada 4 minggu pertama ), resiko sindroma rubella kongenital turun menjadi 1% bila infeksi terjadi pada trimester II dan III

SINDROMA RUBELLA KONGENITAL :
Intra uterine growth retardation simetrik
Gangguan pendengaran
Kelainan jantung :PDA (Patent Ductus Arteriosus) dan hiplasia arteri pulmonalis
Gangguan Mata :
Katarak
Retinopati
Mikroptalmia
Hepatosplenomegali
Gangguan sistem saraf pusat :
Mikrosepalus
Panensepalus
Kalsifikasi otak
Retardasi psikomotor
Hepatitis
Trombositopenik purpura

 

Pemeriksaan rubella harus dikerjakan pada semua pasien hamil dengan mengukur IgG . Mereka yang non-imune harus memperoleh vaksinasi pada masa pasca persalinan. Tindak lanjut pemeriksaan kadar rubella harus dilakukan oleh karena 20% yang memperoleh vaksinasi ternyata tidak memperlihatkan adanya respon pembentukan antibodi dengan baik.

Infeksi rubella tidak merupakan kontra indikasi pemberian ASI

Tidak ada terapi khusus terhadap infeksi Rubella dan pemberian profilaksis dengan gamma globulin pasca paparan tidak dianjurkan oleh karena tidak memberi perlindungan terhadap janin.

Rujukan :

  • Pandolfi E, Chiaradia G, Moncada M, Rava L, Tozzi AE. Prevention of congenital rubella and congenital varicella in Europe. Euro Surveill. Mar 5 2009;14(9):16-20. [
  • CDC. Summary of notifiable diseases, United States, 1996. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. Oct 31 1997;45(53):1-87. [
  • Freij BJ, South MA, Sever JL. Maternal rubella and the congenital rubella syndrome. Clin Perinatol. Jun 1988;15(2):247-57.  [
  • Kimberlin DW. Rubella immunization. Pediatr Ann. Jun 1997;26(6):366-70. 
  • Lindegren ML, Fehrs LJ, Hadler SC, Hinman AR. Update: rubella and congenital rubella syndrome, 1980-1990. Epidemiol Rev. 1991;13:341-8. 
  • Morgan-Capner P. Diagnosing rubella. BMJ. Aug 5 1989;299(6695):338-9. 
  • Munoz FM, Englund JA. A step ahead. Infant protection through maternal immunization. Pediatr Clin North Am. Apr 2000;47(2):449-63. 
  • Institute for Clinical Systems Improvement. Immunizations. Bloomington, MN: ICSI; 2008.
  • Dontigny L, Arsenault MY, Martel MJ, et al. Rubella in pregnancy. J Obstet Gynaecol Can. Feb 2008;30(2):152-68. 
  • American Academy of Pediatrics. 2003 Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases. 26th ed. American Academy of Pediatrics; 2003.
  • Bale JF Jr, Murph JR. Congenital infections and the nervous system. Pediatr Clin North Am. Aug 1992;39(4):669-90.
  • Bialecki C, Feder HM Jr, Grant-Kels JM. The six classic childhood exanthems: a review and update. J Am Acad Dermatol. Nov 1989;21(5 Pt 1):891-903. 
  • Bullens D, Smets K, Vanhaesebrouck P. Congenital rubella syndrome after maternal reinfection. Clin Pediatr (Phila). Feb 2000;39(2):113-6. [
  • CDC. Elimination of rubella and congenital rubella syndrome–United States, 1969-2004. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. Mar 25 2005;54(11):279-82.
  • CDC. Progress toward elimination of measles and prevention of congenital rubella infection–European region, 1990-2004. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. Feb 25 2005;54(7):175-8. CDC. Quarterly immunization table. MMWR. July 1997.
  • Cherry JD. Contemporary infectious exanthems. Clin Infect Dis. February 1993;16(2):199-205. Cherry JD. Rubella virus. In: Feigin RD, Cherry JD, eds. Textbook of Pediatric Infectious Diseases. Vol 2. 4th ed. WB Saunders Co; 1998:1922-49.
  • Cherry JD. Viral exanthems. Curr Probl Pediatr. Apr 1983;13(6):1-44.
  • Editorial. TORCH syndrome and TORCH screening. Lancet. Jun 30 1990;335(8705):1559-61. 
  • Englund J, Glezen WP, Piedra PA. Maternal immunization against viral disease. Vaccine. August-September 1998;16(14-15):1456-1463. 
  • Rosa C. Rubella and rubeola. Semin Perinatol. Aug 1998;22(4):318-22. 
  • Wharton M, Cochi SL, Williams WW. Measles, mumps, and rubella vaccines. Infect Dis Clin North Am. Mar 1990;4(1):47-73. 
  • American College of Obstetrician and Gynecologist : Rubella in Pregnancy. Technical Bulletin no 171. Washington DC , ACOG 1992

 

dr Widodo Judarwanto SpA, Children Allergy clinic dan Picky Eaters Clinic Jakarta. Phone 5703646   0817171764 – 70081995.

email : judarwanto@gmail.com,

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: