Oleh: Indonesian Children | Desember 3, 2009

Apakah Bahaya kolesterol bagi tubuh ?

Apakah Bahaya kolesterol bagi tubuh ?

Kolesterol ialah molekul yang ditemukan dalam sel. Merupakan sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya. Kolesterol ialah jenis khusus lipid yang disebut steroid. Steroids ialah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. Struktur ini terdiri atas 4 cincin atom karbon.

Steroid lain termasuk steroid hormon seperti kortisol, estrogen, dan testosteron. Nyatanya, semua hormon steroid terbuat dari perubahan struktur dasar kimia kolesterol. Saat tentang membuat sebuah molekul dari pengubahan molekul yang lebih mudah, para ilmuwan menyebutnya sintesis.

Struktur kimia kolesterol

 

Hiperkolesterolemia berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam darah.

Kolesterol dapat dibuat secara sintetik. Kolesterol sintetik saat ini mulai diterapkan dalam teknologi layar lebar (billboard) sebagai alternatif LCD.

Tingginya kadar kolestrol dalam tubuh menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit. Pola makan sehat merupakan faktor utama untuk mengghindari hal ini. Akan tetapi, tidak semua kolestrol berdampak buruk bagi tubuh. Hanya kolestrol yang termasuk kategori LDL (Low Density Lipoprotein) saja yang berakibat buruk sedangkan jenis kolestrol HDL (High Density Lipoprotein) merupakan kolestrol yang dapat melarutkan kolestrol jahat daam tubuh. Batas normal kolesterol dalam tubuh adalah 160-200 mg. Kolesterol merupakan bagian dari lemak (lipid) yang sebagian besar diproduksi dalam tubuh tepatnya di hati (sekitar 70%) dan sisanya berasal dari makanan atau diet.

Kolesterol mempunyai peranan penting dalam metabolisme tubuh untuk :

  • Membantu pembentukan hormon atau vitamin D
  • Memecah karbohidrat dan protein dan membangun dinding sel
  • Membentuk hormon seks yang penting untuk perkembangan dan fungsi organ seksual

 Bila kadarnya dalam darah masih dalam batas normal, jelas berdampak positif bagi tubuh kita. Namun bila sudah melewati batas tersebut, maka dampak negatif yang akan timbul, terutama dalam jangka panjang. Tingginya kadar kolesterol dalam darah akan menyebabkan penumpukan kolesterol di dinding pembuluh darah, yang biasa disebut dengan plak ateroma, dan menyebabkan terjadinya pengerasan, penyempitan atau sumbatan aliran darah di bagian pembuluh darah tempat plak tersebut terbentuk. Kondisi inilah yang disebut dengan aterosklerosis. Bila proses aterosklerosis ini terjadi pada pembuluh darah penting yang berfungsi mengalirkan darah dan makanan ke organ vital seperti jantung dan otak, maka fungsi kedua organ itu akan terganggu bahkan bisa berakibat fatal.

Manifestasinya bisa berupa : : nyeri dada (angina pectoris), gangguan irama jantung (arrythmia), serangan jantung akut (acute myocard infarct), bahkan sampai henti jantung (cardiac arrest) Otak : serangan otak (stroke), yang bisa menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Melihat betapa seriusnya dampak yang bisa ditimbulkan oleh kondisi hiperkolesterol dalam jangka panjang, sangat penting dan dianjurkan untuk secara rutin memeriksakan kadar kolesterol kita.

Sebagai patokan, berikut ini batasan nilai normal kadar kolesterol menurut NCEP ATP III (National Cholesterol Educational Panel Adult Treatment Panel III) adalah :

  • Kolesterol total : <200 mg/dl
  •  Kolesterol LDL (low density lipoprotein) : <100 mg/dl
  • Kolesterol HDL (high density lipoprotein) : >40 mg/dl
  • Trigliserida : <150 mg/dl

    Bila hasil pemeriksaan kadar lemak memperlihatkan peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, serta diikuti rendahnya kadar kolesterol HDL, maka kita harus mewaspadai meningkatnya kemungkinan terjadi proses aterosklerosis. Kondisi yang disebut dislipidemia (kadar lipid yang abnormal dalam darah) ini merupakan salah satu faktor resiko terjadinya serangan kardiovaskular.

Untuk mempertahankan kadar kolesterol dalam kondisi normal tentu tidak mudah. Kita dianjurkan menerapkan pola hidup sehat, pola makan sehat dan rutin olahraga. Sedangkan bagi yang sudah dalam kondisi dislipidemia, dianjurkan untuk melakukan perubahan pola hidup sehat (Therapeutic Life-style Changes) serta berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai. Selain itu, dianjurkan melakukan medical check-up rutin, paling tidak setahun sekali, untuk mengetahui kadar kolesterolnya dan mendapatkan informasi medis sejak dini yang berhubungan dengan kolesterol. Pada akhirnya, kembali kepada kita sendiri untuk menjadikan kolesterol sebagai sahabat yang bermanfaat atau menjadi musuh yang harus diperangi.

dr Widodo Judarwanto SpA, Children Allergy clinic dan Picky Eaters Clinic Jakarta. Phone 5703646   0817171764 – 70081995.

email : judarwanto@gmail.com,

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: