Oleh: Indonesian Children | November 29, 2009

MIGRAIN, GANGGUAN NYERI KEPALA YANG MENYENGSARAKAN

Migrain dapat digambarkan sebagai berdenyut-denyut atau nyeri berdenyut pada satu sisi kepala (unilateral sakit kepala) disertai dengan gejala-gejala seperti mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, suara dan bau, tidur yang terganggu dan depresi. Migrain terutama disebabkan karena vasodilatasi pembuluh darah dan pelepasan utusan kimia yang mengelilingi serabut saraf otak. Sekitar 28 juta orang Amerika setiap tahun terkena serangan migrain. Insiden migrain telah dilaporkan lebih pada wanita dibandingkan pada laki-laki.

Migrain adalah nyeri kepala berdenyut yang kerapkali disertai mual, muntah. Penderita biasanya sensitif terhadap cahaya, suara, bahkan bau-bauan. Sakit kepala ini paling sering hanya mengenai satu sisi kepala saja, kadang-kadang berpindah ke sisi sebelahnya, tetapi dapat mengenai kedua sisi kepala sekaligus.

Migrain kadang kala agak sulit dibedakan dengan sakit kepala jenis lain. Sakit kepala akibat gangguan pada sinus atau akibat ketegangan otot leher mempunyai gejala yang hampir sama dengan gejala migrain.

Migrain dapat timbul bersama penyakit lain misalnya asma dan depresi. Penyakit yang sangat berat, misalnya tumor atau infeksi, dapat juga menimbulkan gejala yang mirip migrain. Namun kejadian ini sangat jarang.

Ada berapa macam migrain?

Migrain dibagi dalam dua golongon besar yaitu :

  • Migrain Biasa (migrain tanpa aura) : Kebanyakan penderita migrain masuk ke dalam jenis ini. Migrain biasa ditandai dengan nyeri kepala berdenyut di salah satu sisi dengan intensitas yang sedang sampai berat dan semakin parah pada saat melakukan aktifitas. Migrain ini juga disertai mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, suara, dan bau. Sakit kepala akan sembuh dalam 4 sampai 72 jam, sekalipun tidak diobati.
  • Migrain Klasik (migrain dengan aura ) : Pada jenis klasik, migrain biasanya didahului oleh suatu gejala yang dinamakan aura, yang terjadi dalam 30 menit sebelum timbul migrain. Migrain klasik merupakan 30% dari semua migrain.

Tipe migrain yang lain meliputi : Migrain Haid, yaitu migrain yang terjadi beberapa hari sebelum haid, selama haid, atau sesudah haid. Biasanya wanita yang mengalami migrain ini mengetahui bahwa migrain yang dideritanya berhubungan dengan siklus haidnya. Migrain haid dapat berbentuk migrain biasa atau pun migrain klasik. Migrain Komplikasi, yaitu migrain yang disertai gejala gangguan sistem saraf, misalnya rasa baal dan geli, kesulitan berbicara atau mengerti pembicaraan, ketidakmampuan menggerakkan lengan atau kaki. Pada migrain komplikasi, gejala syaraf tetap bertahan walaupun migrain telah sembuh.

Apa penyebab migrain?

Penyebab pasti migrain masih belum begitu jelas. Diperkirakan, adanya hiperaktiftas impuls listrik otak meningkatkan aliran darah di otak, akibatnya terjadi pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi. Pelebaran dan inflamasi ini menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala yang lain, misalnya mual. Semakin berat inflamasi yang terjadi, semakin berat pula migrain yang diderita. Telah diketahui bahwa faktor genetik berperan terhadap timbulnya migrain.

Apa saja gejala migrain?

Gejala Awal
Satu atau dua hari sebelum timbul migrain, penderita biasanya mengalami gejala awal seperti lemah, menguap berlebih, sangat menginginkan suatu jensi makanan (mislanya coklat), gampang tersinggung, dan gelisah.

Aura
Aura hanya didapati pada migrain klasik. Biasanya terjadi dalam 30 menit sebelum timbulnya migrain. Aura dapat berbentuk gangguan penglihatan seperti melihat garis yang bergelombang, cahaya terang, bintik gelap, atau tidak dapat melihat benda dengan jelas. Gejala aura yang lain yaitu rasa geli atau rasa kesemutan di tangan. Sebagian penderita tidak dapat mengucapkan kata-kata dengan baik, merasa kebas di tangan, pundak, atau wajah, atau merasa lemah pada satu sisi tubuhnya, atau merasa bingung. Penderita dapat mengalami hanya satu gejala saja atau beberapa macam gejala, tetapi gejala ini tidak timbul bersamaan melainkan bergantian. Suatu gejala aura biasanya menghilang saat nyeri kepala atau gejala aura yang lain timbul. Namun kadang-kadang gejala aura tetap bertahan pada permulaan sakit kepala.

Sakit kepala dan gejala penyerta
Penderita merasakan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala, sering terasa dibelakang mata. Nyeri dapat berpindah pada sisi sebelahnya pada serangan berikutnya, atau mengenai kedua belah sisi. Rasa nyeri berkisar antara sedang sampai berat. Gejala lain yang sering menyertai nyeri kepala antara lain :

  • Kepekaan berlebihan terhadap sinar, suara, dan bau
  • Mual dan muntah
  • Gejala semakin berat jika beraktifitas fisik

Tanpa pengobatan, sakit kepala biasanya sembuh sendiri dalam 4 sampai 72 jam.

Gejala Akhir
Setelah nyeri kepala sembuh, penderita mungkin merasa nyeri pada ototnya, lemas, atau bahkan merasakan kegembiraan yang singkat. Gejala-gejala ini menghilang dalam 24 jam setelah hilangnya sakit kepala.

Apa yang dapat mencetuskan migrain?

Migrain dapat dicetuskan oleh makanan, stres, dan perubahan aktivitas rutin harian, walaupun tidak jelas bagaimana dan mengapa hal tersebut dapat menyebabkan migrain. Pencetus migrain antara lain :

  • Konsumsi makanan tertentu seperti coklat, MSG, dan kopi
  • Tidur berlebihan atau kurang tidur
  • Tidak makan
  • Perubahan cuaca atau tekanan udara
  • Stres atau tekanan emosi
  • Bau yang sangat menyengat atau asap rokok
  • Sinar yang sangat terang atau pantulan sinar matahari.

Siapa saja yang menderita migrain?

Sekitar 28 juta orang di AS menderita migrain. Di seluruh dunia, migrain mengenai 25% wanita dan 10% pria.
Wanita dua sampai tiga kali lebih sering terkena migrain dibanding laki-laki. Migrain paling sering mengenai orang dewasa (umur antara 20 sampai 5o tahun), tetapi seiring bertambahnya umur, tingkat keparahan dan keseringan semakin menurun. Migrain biasanya banyak mengenai remaja. Bahkan, anak-anak pun dapat mengalami migrain, baik dengan atau tanpa aura. Resiko mengalami migrain semakin besar pada orang yang mempunyai riwayat keluarga penderita migrain.

Bagaimana mendiagnosis migrain?

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gaya hidup penderita dan melakukan pemeriksaan fisis. Tidak ada tes laboratorium yang dapat mendukung penegakan diagnosis migrain. Migrain kadangkala sulit untuk didiagnosis karena gejalanya dapat menyerupai gejala sakit kepala lainnya. Sebagai contoh, beberapa orang didiagnosis dengan sakit kepala akibat gangguan sinus, padahal sebenarnya mereka menderita migrain.

Dokter anda mungkin menggunakan kriteria International Headache Society untuk mendiagnosis migrain. Anda didiagnosis migrain jika anda mengalami 5 atau lebih serangan sakit kepala tanpa aura (atau 2 serangan dengan aura) yang sembuh dalam 4 sampai 72 jam tanpa pengobatan dan diikuti dengan gejala mual, muntah, atau sensitif terhadap sinar dan suara.

Dokter anda akan memeriksa gejala yang anda alami dan memutuskan apakah anda perlu menjalani pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang menyebabkan sakit kepala anda. Tes tersebut antara lain :

  • MRI atau CT Scan, yang dapat digunakan untuk menyingkirkan tumor dan perdarahan otak.
  • Punksi Lumbal, dilakukan jika diperkirakan ada meningitis atau perdarahan otak.

Bagaimana pengobatan migrain?

Pada tahap awal anda dapat menggunakan antinyeri yang dapat dibeli bebas tanpa resep, seperti parasetamol, atau obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen, atau natrium naproxen, untuk mengurangi gejala migrain.

Dokter biasanya menganjurkan untuk lebih dahulu menggunakan NSAID untuk melihat apakah obat ini mampu mengurangi nyeri sebelum memberikan obat anti migrain golongan lain yang harus dibeli dengan resep, yang mempunyai banyak efek samping.

Anda juga dapat mencoba mengurangi frekuensi timbulnya migrain dengan mengenali dan menghindari pencetus yang dapat menyebabkan migrain.

Jenis-jenis obat migrain antara lain :
Anti Migrain – digunakan untuk menghentikan serangan migrain, meliputi :

  • Anti-Inflamasi Non Steroid (NSAID), misalnya aspirin, ibuprofen, yang merupakan obat lini pertama untuk mengurangi gejala migrain.
  • Triptan (agonis reseptor serotonin). Obat ini diberikan untuk menghentikan serangan migrain akut secara cepat. Triptan juga digunakan untk mencegah migrain haid.
  • Ergotamin, misalnya Cafegot, obat ini tidak seefektif triptan dalam mengobati migrain.
  • Midrin, merupakan obat yang terdiri dari isometheptana, asetaminofen, dan dikloralfenazon. Kalau di Indonesia dijumpai kombinasi antara asetaminofen (parasetamol) dan profenazon.

Pencegah Migrain – digunakan untuk mencegah serangan migrain, meliputi :

  • Beta bloker, misalnya propanolol
  • Penghambat Kanal Kalsium, yang mengurangi jumlah penyempitan pembuluh (konstriksi) darah
  • Antidepresan, misalnya amitriptilin, antidepresan trisiklik, yang terbukti efektif untuk mencegah timbulnya migrain.
  • Antikonvulsan

Jika migrain yang anda derita ringan sampai sedang, anda hanya perlu antinyeri yang dijual bebas untuk menghilangkan gejala. Jika migrain anda sedang sampai berat, anda perlu antimigrain yang dibeli dengan resep. Jika anda sering mengalami serangan migrain, dokter mungkin menyarankan untuk meminum obat pencegah migrain.

Beberapa obat pencegah migrain dapat menimbulkan efek samping ringan sampai berat pada beberapa penderita. Penderita yang mempunyai gangguan jantung atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol sebaiknya tidak mengkonsumsi obat ini. Pasien yang berumur lebih dari 65 tahun, obat pencegah migrain tidak dianjurkan.

Biasanya anda perlu mencoba beberapa jenis obat sebelum anda menemukan salah satu yang paling cocok dengan anda.

Jika anda mengalami mual atau muntah sebagai efek samping pengobatan antimigrain, dokter anda juga biasanya meresepkan obat anti mual muntah seperti proklorperazin atau metoklopramid, untuk mengurangi gejala tersebut.

Walaupun obat-obatan biasanya merupakan pengobatan utama migrain, terapi pelengkap biasanya dapat membantu mengurangi gejala dan frekuensi serangan migrain. Terapi pelengkap antara lain :

  • Akupuntur, yaitu dengan menusukkan jarum yang sangat halus ke kulit pada titik tertentu untuk menimbulkan aliran energi di sekujur tubuh. Tindakan ini dapat membantu relaksasi otot dan mengurangi nyeri kepala.
  • Teknik Relaksasi, yang dapat membantu mengurangi stres dalam kehidupan sehari-hari.

Apa yang dilakukan jika terapi tidak membawa hasil?

Jika migrain tidak sembuh walaupun sudah mendapat pengobatan, perlu untuk merubah jenis obat. Jika belum sembuh juga, tes tambahan seperti MRI atau CT Scan perlu dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain.

Perawatan Di rumah

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan di rumah untuk mengurangi frekuensi serangan dan mengurangi gejala, misalnya mengurangi stres dan mengenali pencetus migrain, kemudian menghindarinya.

  • Atasi stres yang anda alami, karena migrain lebih sering terjadi pada masa-masa stres.
  • Mengikuti latihan relaksasi untuk mengunragi ketegangan otot.
  • Menyediakan obat antinyeri yang dapat dibeli bebas di toko obat.
  • Buatlah catatan harian mengenai sakit kepala anda. Hal ini dapat membantu anda untuk mengenali pencetus, kemudian menghindarinya. Dari catatan ini juga dapat diketahui apakah migrain anda semakin sering atau bertambah berat.
  • Jika anda memperkirakan bahwa migrain yang anda alami mempunyai hubungan depresi atau kecemasan, cobalah minta pertolongan untuk mengatasi depresi dan kecemasan ini. Berkurangnya depresi dan kecemasan terkait dengan berkurangnya frekuensi serangan migrain.

Pencegahan migrain

Cara terbaik untuk mengatasi migrain adalah dengan menghindarinya. Dengan mengenali dan menghindari pencetus, jumlah serangan dan tingkat keparahan migrain dapat dikurangi. Memang, beberapa pencetus di luar kemampuan kita untuk mengontrolnya, tetapi ada beberapa diantaranya yang dapat kita hindari. Hal-hal berikut dapat membantu anda untuk mencegah migrain :

  • Mengenali pencetus migrain dengan membuat buku harian
  • Tidur dan beraktifitas secara teratur
  • Makan teratur, dan menghindari makanan yang dapat mencetuskan migrain
  • Mengatasi stres
  • Menghindari asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif

Pencegahan dapat pula dilakukan dengan obat-obatan, walaupun dapat terjadi efek samping dari ringan sampai sedang. Obat ini juga biasanya agak mahal. Tetapi, obat ini kadangkala efektif untuk mencegah dan mengurangi keparahan migrain, sehingga memperbaiki kualitas hidup.

Resiko tinggi

  • Mempunyai keluarga yang menderita migrain
  • Wanita, tiga kali lebih sering dibanding pria.
  • Remaja atau dewasa muda
  • Menderita depresi, gangguan cemas, asma, atau epilepsi.

Kapan Menghubungi Dokter

  • Sakit kepala anda tidak membaik dalam 1 atau 2 hari, atau anda sering terbangun pada malam hari.
  • Sakit kepala anda semakin hebat atau menjadi lebih sering
  • Timbul gejala baru
  • Ada masalah dengan pengobatan anda
  • Anda mengalami sakit kepala setelah aktifitas fisik, aktifitas seksual, batuk, atau bersin
  • Aktifitas anda terganggu oleh sakit kepala anda (misalnya, anda seringkali harus absen dari pekerjaan atau sekolah).

Kapan Harus segera ke Rumah sakit

  1. Anda mengalami sakit kepala sangat hebat yang terjadi tiba-tiba yang tampaknya tidak seperti sakit kepala yang pernah anda alami.
  2. Anda mengalami demam dan kaku leher
  3. Anda mengalami mual dan muntah yang hebat sehingga tidak bisa makan atau minum.
  4. Anda mengalami gejala strok, antara lain :
  • Kebas, paralisis, atau kelemahan pada wajah, lengan atau kaki yang tiba-tiba.
  • Merasa pusing dan oyong
  • Perubahan penglihatan yang mendadak
  • Gangguan berbicara atau memahami kalimat sederhana
  • Gangguan berjalan atau berdiri.

Terapi obat

Obat-obatan berbeda dengan intensitas serangan migrain. Pasien dengan migrain lebih memilih analgesik ringan seperti asetaminofen dan NSAID yang dapat memberikan bantuan jangka pendek. NSAID non-steroid anti-inflammatory drugs yang termasuk aspirin, ibuprofen dan naproxen. Namun, penggunaan analgetika tidak terkendali dapat menyebabkan efek samping yang serius. Sedang sampai parah migren memerlukan obat-obatan yang dapat menggugurkan rasa sakit. Ini termasuk triptans dan Ergots. Triptans melekat pada reseptor serotonin dan menyebabkan efek anti-inflamasi bersama dengan vasokonstriksi. Beberapa contoh triptans termasuk sumatriptan, Zolmitriptan, rizatriptan, Naratriptan, Almotriptan dan Frovatriptan. Batalkan Ergots sakit kepala dengan menyebabkan vasokonstriksi di dalam hati. Beberapa di antaranya adalah Ergomar, Wigraine dan Cafergot. Namun, tidak ergots seaman triptans.

Obat lain yang digunakan untuk mengontrol migrain adalah Midrin. Ini adalah kombinasi dari isometheptene, asetaminofen dan dichloralphenazone. Namun, obat ini tidak boleh digunakan pada pasien yang menderita tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, glaukoma, atherosclerosis dan penyakit hati.

Waspadai Efek samping Obat

Tidak hanya soal terapi terbaru, efek terapi migrain pun tak luput dari sorotan. Meskipun terbilang jarang, pengobatan ini bisa mengurangi nafsu makan dan depresi.  Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan New England Journal of Medicine bulan ini melaporkan bahwa obat-obatan yang umum dipakai dalam terapi migrain dapat menimbulkan sindrom serotonin, kendati kasusnya masih jarang.

Tim peneliti dari Universitas Georgetown dan the U.S. Food and Drug Administration (FDA) meneliti 11 kasus sindrom serotonin yang terkait penggunaan triptans, golongan obat yang umum digunakan untuk terapi migrain.

“Sebelumnya, FDA telah menginformasikan bahwa triptan yang dikombinasikan dengan SSRIs berpotensi menimbulkan sindrom serotonin. Ternyata, temuan baru mendapati bahwa penggunaan triptan saja (tanpa kombinasi) pun bisa menimbulkan sindrom ini,” kata kepala penulis studi, Offie Soldin, yang merupakan profesor bidang onkologi di Georgetown University Medical Center.

Serotonin merupakan hormon yang mengatur perasaan atau mood seseorang. Juga terkait rasa depresi dan nafsu makan. National Institutes of Health (NIH) Amerika mengungkapkan, sindrom serotonin terjadi manakala penghantar saraf (neurotransmitter) serotonin berlebihan akibat penggunaan lebih dari satu obat yang memengaruhi kadar serotonin.

Contohnya, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang kerap dipakai dalam pengobatan depresi. Adapun golongan triptan juga meningkatkan ketersediaan serotonin dalam tubuh. Gejala sindrom serotonin antara lain perubahan mood dan kondisi mental, refleks berlebih, kejang otot, demam, gerakan yang tidak terkontrol, keringat berlebih, mual atau muntah.  Kendati kasus ini jarang terjadi, Dr Soldin dari FDA mengingatkan pasien untuk berhenti mengonsumsi obat migrain tersebut jika terjadi gejala-gejala yang memburuk.

“Jika Anda minum obat ini lalu merasakan adanya keanehan pada otot, gejala perubahan mental atau hiperaktif, segera hubungi dokter,” saran dia.  Sementara itu, ahli saraf dari Providence Hospital and Medical Center di Southfield, Mich, Dr Bruce Silverman, mengemukakan bahwa temuan ini boleh saja diperhatikan. Namun, dia menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah efek kontraindikasi dari triptan.

“Banyak pasien migrain yang hidupnya membaik dengan obat ini. Penyebab timbulnya sindroma mungkin saja berasal dari faktor luar, dan penelitian ini masih dini dengan jumlah temuan yang masih sangat sedikit,” sebutnya

dr Widodo Judarwanto SpA, Children Allergy clinic dan Picky Eaters Clinic Jakarta. Phone 5703646   0817171764 – 70081995.

email : judarwanto@gmail.com,

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: