Oleh: Indonesian Children | November 28, 2009

PENYAKIT YANG SERING TERJADI : DIABETES MELITUS, BAGAIMANA PENCEGAHAN DAN PENANGANANNYA

DM singkatan dari Diabetes Mel­li­tus atau sering dikenal dengan istilah ken­cing ma­nis. Ini merupakan penyakit menahun yang ditandai adanya kenaikan kadar gula di dalam darah yang dise­bab­kan kerusakan kelenjar pankreas seba­gai penghasil hormon insulin sehingga ter­jadi gangguan meta­bo­lisme karbo­hi­drat, lemak dan protein yang dapat me­nim­bulkan berbagai keluhan dan kom­pli­kasi.

resiko DM

Factor resiko DM berubah dengan ke­ma­juan peradaban. WHO beberapa ta­hun si­lam menyebutkan factor penyebab bagi 80% penderita DM adalah keturu­nan. Namun pa­da penelitian akhir-akhir ini menyebutkan 80% DM bukan karena factor keturunan, te­tapi lebih karena fac­tor peru­bahan pola kon­sumsi makanan dan minuman.

Beberapa faktor resiko DM adalah se­ba­gai berikut:

  1. Pola makan yang tidak seimbang
  2. Riwayat keluarga DM dalam garis ketu­ru­nan
  3. Kurang olah raga
  4. Umur lebih 45 tahun
  5. Berat badan berlebih (kegemukan)
  6. Kadar Kolesterol dan trigliserid yang ting­gi
  7. Hipertensi (darah tinggi)
  8. Infeksi virus
  9. Keracunan
  10. Kehamilan dengan berat bayi lahir > 4Kg
  11. Kehamilan dengan kadar gula yang me­ningkat.
  12. Gangguan toleransi glukosa, lemak da­lam darah
  13. Riwayat keguguran berulang, keracu­nan kehamilan, bayi lahir mati.

Gejala DM

Gejala-gejala kencing manis dianta­ra­nya:

  1. Sering kencing, terutama malam hari ken­cing > 3 kali atau terbangun ha­nya ka­rena ingin kencing.
  2. Sering minum dan sering makan
  3. Penurunan berat badan yang tidak je­las penyebabnya
  4. Keluhan lain: lemas, kesemutan, rasa ba­al (tebal), gatal-gatal anggota ba­dan, ma­ta kabur, gangguan seksual pada pria, ga­tal-gatal pada alat ke­la­min wani­ta/ke­putihan, bisul hilang tim­bul.
  5. luka sulit sembuh

Bagaimana memastikan DM

Penegakan diagnosa kencing manis ada­lah melalui pemeriksaan laborato­ri­um de­ngan hasil sebagai berikut:

Table pemeriksaan gula darah

 

Bukan DM Belum Pasti DM
Sewaktu (mg/dl) Vena<110

Kapiler<90

110-199

90-199

>200

>200

Puasa (mg/dl) Vena<110

Kapiler<90

110-125

90-109

>126

>110

Selain melalui pemeriksaan darah da­pat pula melalui pemeriksaan urin (air ken­cing). Tetapi hal ini tidak dianjurkan karena kurang peka. Namun untuk ke­pen­­­ti­ngan pen­jaringan penderita dapat dilakukan teru­ta­ma di daerah yang jauh dari laboratorium klinik.

Komplikasi DM

Komplikasi akibat DM adalah:

  •  Keracunan tubuh karena DM
  • Hipoglikemi (kadar gula kurang dari nor­mal).
  • Kematian saraf otak
  • Kemunduran fungsi penglihatan
  • Kemunduran fungsi saraf
  • Kemunduran fungsi seksual pada pria. 

Bagaimana menanganinya

Apabila kita mengalami kencing ma­nis, ada beberapa hal yang dapat kita laku­kan. Yang perlu kita ketahui bahwa kencing manis sulit disembuhkan namun dapat di­ken­dalikan. Pengendalian dapat dilakukan de­ngan obat maupun tanpa obat.

  • Tanpa Obat
  • Menghindari/mengendalikan factor re­siko
  • Pengendalian makan (diet), yaitu:
  • Dengan menghindari: Gula murni: gula pasir, gula ja­wa. Makanan dan minuman yang dibuat dari gula murni: abon, den­deng, sarden, mani­san, do­dol, cake, tart, sirup, jel­ly, susu ken­tal manis, coklat, soft drink, es krim, dll.
  • Dengan membatasi:- makanan yang mengandung kar­bohi­drat: nasi, ubi, singkong, roti, mie, kentang, jagung, – ma­kanan yang diolah dari te­pung-tepungan
  • Apabila setelah tiga bulan kadar gu­­la masih tinggi perlu dilakukan pe­ngendalian dengan obat.
  • Dengan Obat : Obat oral (ditelan)
  • Apabila gula darah tidak dapat diturunkan sampai tingkat hampir nor­mal dengan diet, maka perlu dila­kukan dengan obat oral (pil, kaplet, kapsul). Untuk obat-obat pil ini kon­sultasikan de­ngan dokter anda. Obat apa yang cocok bagi anda dan berapa dosis yang di­per­lukan.
  • Obat injeksi
  • Apabila dengan pengobatan o­ral (pil) belum juga dapat diatasi dan pen­derita menjadi kurus, atau timbul luka yang sulit untuk disembuhkan, maka ken­cing manis yang demikian perlu de­ngan pengobatan injeksi.
  • Apabila terjadi komplikasi seba­ik­nya dirujuk ke Rumah Sakit.

Pencegahan  DM

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terkena DM adalah:

  1. Pola makan yang seimbang (karbohi­drat 60-70%, protein 10-15%, lemak 20-25%, yang disesuaikan dengan pro­­ses pertum­buhan, status gizi, u­mur, stress akut dan kegiatan jas­ma­ni).
  2. Olah raga teratur: 3-4 kali seminggu se­lama 30 menit, sifat kontinyu (terus me­nerus), ritmik (berulang), interval (diberi selang waktu), progresif, en­duran, target mencapai sasaran se­be­sar 75-85% dari nadi maksimal yaitu 220 dikurangi umur.
  3. Jaga Berat badan jangan sampai ber­lebih (kegemukan).
  4. Jangan banyak makan yang banyak me­ngandung Kolesterol dan trigli­se­rid yang tinggi. Seperti makanan ber­le­­mak, Otak, ginjal, lidah, keju, jero­han, dll. Margarin dan mentega biasa. Bum­bu-bumbu; ga­ram dapur, ba­­king powder, soda kue, vet­sin, ke­cap, te­rasi, magi, tomato ke­cap, pe­tis, tao­co, dll.
  5. Apabila mempunyai Hipertensi (da­rah tinggi) seringlah kontrol jangan sampai menimbulkan komplikasi ter­ma­suk DM.
  6. Apabila anda mempunyai riwayat: Ke­­hamilan dengan berat bayi lahir > 4Kg
  7. Kehamilan dengan kadar gula yang me­ningkat
  8. Riwayat keguguran berulang,
  9. Keracu­nan kahamilan (e­klam­si/pre­eklamsi, yaitu kehamilan dengan teka­nan darah meningkat)

Berhati-hatilah dan waspada ba­ik da­ri segi pola makanan maupun pola hi­dup.

YANG PERLU DIPERHATIKAN

Apabila anda menderita DM, hal yang perlu anda perhatikan adalah:

  1. Anda harus tahu gejala hipoglikemi (gu­la darah rendah), karena pen­de­ri­ta DM cenderung mudah menga­la­mi hipogli­ke­mi dan hipoglikemi lebih berba­haya da­ripada hiperglikemi (DM). Adapun geja­lanya adalah banyak ke­­luar keringat dingin, berdebar-debar, na­fas ce­pat, mendadak lemas.
  2. Apabila anda mengalami hipoglikemi se­ge­ralah minum atau makan yang ba­nyak mengandung gula seperti pi­sang, teh yang manis, snack dll.
  3. Minuman yang manis dan makanan ri­ngan harus anda sediakan dima­na­pun an­da berada, sehingga apabila an­­da me­ngalami hipoglikemi dapat langsung dia­tasi.
  4. Jangan terlalu lama tidak makan se­dang anda masih beraktivitas, apalagi aktivitas berat.
  5. Jangan minum obat apabila anda mau puasa. Jangan tidak makan dalam jangka waktu lama bila habis minum obat.
  6. Kontrolkan secara rutin kadar gula darah anda minimal 1 bulan sekali. Sehingga tidak terjadi komplikasi.

 

 

 

 

AUDI YUDHASMARA

 

 

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: