Oleh: Indonesian Children | November 28, 2009

PENYAKIT TERSERING : HIPERTENSI, BAGAIMANA MENANGANINYA

Hipertensi atau darah tinggi sebe­tul­nya bukanlah suatu penyakit, tetapi suatu ge­jala dari penyakit tertentu yang ditandai dengan pe­ningkatan tekanan darah dalam jangka pan­jang yang dapat mengganggu sampai merusak fungsi organ-organ target tertentu seperti otak, ginjal, hati, jantung dan mata.

PENYEBAB HIPERTENSI

Penyebab darah tinggi dibedakan men­ja­di 2, yaitu:

  • Primer, ini apabila hipertensi tersebut tidak diketahui penyebabnya.
  • Sekunder, apabila penyebabnya diketa­hui mi­salnya penyakit ginjal kronis, kon­trasepsi oral atau yang lainnya.

MENGAPA TERJADI HIPERTENSI?

Darah tinggi terjadi karena 2 faktor utama, yaitu jantung dan pembuluh darah.

Terjadinya hipertensi disebabkan hal-hal se­ba­gai berikut:

  1. Tekanan Jantung meningkat. Ini biasa­nya terjadi karena pengaruh hormonal seperti pemakaian kontrasepsi yang me­ngandung hormon (KB suntik, pil dan su­­suk), factor psi­kis (kejiwaan) dan juga obat-obat tertentu yang memacu jantung.
  2. Pembuluh darah mengalami penyempi­tan. Hal ini terjadi karena memang otot-otot pem­buluh darah kontraksi sehing­ga me­nyem­pit atau terjadi penimbunan zat ter­tentu di dinding pembuluh da­rah. Pe­nyem­pitan bisa terjadi karena fac­tor psi­kis, me­ningkatnya hormon adre­nalin, mi­­num kopi dan juga dapat terjadi ka­rena terjepitnya pembuluh da­rah oleh otot-otot tubuh atau lemak aki­bat kege­mukan. Adapun penim­bu­nan da­pat be­ru­pa pengkapuran, perle­ma­kan dan lain sebagainya.
  3. Kekakuan pembuluh darah. Ini sering ter­ja­di karena factor usia.
  4. kepekatan (kekentalan) darah yang ting­gi. Ini dise­bab­kan karena lemak yang ba­nyak atau juga pengkapuran dan lain se­bagainya. Iba­rat se­lokan banyak pasir­nya, sehing­ga untuk mengalirkan perlu te­kanan air yang tinggi.
  5. Volume darah yang meningkat. Ini ka­re­na ba­­nyaknya cairan yang masuk ke da­lam pem­buluh darah. Hal ini disebabkan os­mo­la­ritas pembuluh darah yang tinggi, misalnya dengan banyak mengkonsum­si garam.
  6. Darah tinggi biasanya terjadi bukan ha­­­nya salah satu sebab diatas, tetapi meru­pa­kan kom­binasi dari beberapa sebab di­atas. Atau sa­tu sebab dapat menyebabkan sebab yang lain.

RESIKO TERKE­NA HIPERTENSI

Beberapa factor resiko terkena hiper­ten­ten­si adalah hal-hal sebagai berikut:

  • Umur : > 40 tahun
  • Ras : Kulit hitam > Putih
  • Genetic
  • Berat badan lahir rendah
  • Urban/rural: kota > desa
  • Geografis : Pantai > Pegunungan
  • Jenis Kelamin: wanita > laki-laki
  • Kegemukan : Gemuk > Kurus
  • Stress
  • Makanan : tingi garam, tinggi lemak
  • Minuman : Minuman yang me­ngan­­dung alcohol atau sodium
  • Kopi : belum terbukti
  • Rokok : Perokok (termasuk perokok pasif) > tidak merokok.
  • Diabetes mellitus (kencing manis).
  • Kontrasepsi hormonal : resiko meninggi dengan lamanya pakai (± 12 tahun ber­turut-turut).
  • Obat-obatan.

GEJALA HIPERTENSI

Sebetulnya keluhan yang ditimbulkan hi­per­tensi tidaklah khas, tiap individu ber­be­da bah­kan ada yang tanpa keluhan. Adapun ke­lu­han yang sering muncul adalah:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Migren atau sakit kepala sebelah
  • Rasa berat/kaku di tengkuk
  • Susah tidur
  • Berkunang-kunang
  • Mudah marah
  • Rasa cepat lelah
  • Sering berdebar-debar
  • Sering kencing
  • Mimisan
  • Gelisah
  • Muka merah
  • Keluhan lain sesuai organ yang terkena atau komplikasi yang menimbulkan ge­ja­la.

KAPAN DISEBUT HIPERTENSI?

Untuk menjawab hal ini, berikut kami be­rikan tabel criteria tekanan darah. Hal ini jika dilakukan pengukuran sebanyak 2 kali dengan interval 1-2 minggu.

Klasifi­kasi

Sistol

 

Diastole

Perub. Ga­ya hidup

Normal

<120

dan

<80

Pertahan­kan

Pre Hipertensi

120-139

atau

80-89

+

Hipertensi Tk I

140-159

atau

90-99

++

Hipertensi Tk II

³160

atau

³100

+++

KOMPLIKASI

Komplikasi yang dapat ditimbulkan da­­ri darah tinggi diantaranya:

  • Otak : TIA atau stroke
  • Mata : Retinopati (dapat berakibat kebutaan).
  • Jantung : Hipertrofi ventrikel kiri (pembesaran jantung).
  • Pembuluh darah jantung: gagal jantung
  • Ginjal : gagal ginjal kronik.

 

Penanganan

Yang harus dilakukan apabila menga­la­mi hiper­ten­si ada­lah mengendalikan te­ka­nan darah untuk men­cegah terjadinya kom­plikasi. Ca­ra pengen­da­lian ini ada dua ma­cam, yaitu de­ngan obat dan tanpa obat.

Pengendalian tanpa obat

Pengendalian factor resiko

Semaksimal mungkin factor resiko  untuk dikurangi. Promosi factor kesehatan dalam rang­ka pengendalian factor resiko

  1. Turunkan berat badan pada obe­si­­tas.
  2. Pembatsan konsumsi garam da­pur (kecuali mendapat obat HCT/fu­ro­se­mid)
  3. Hentikan konsumsi alcohol
  4. Hentikan merokok
  5. Olah raga teratur
  6. Pola makan yang sehat
  7. Istirahat yang cukup dan hindari stress
  8. Pemberian kalium dalam bentuk makanan (sayuran dan buah)
  9. Diet hipertensi

Bagi penderita atau yang mempu­nyai ri­wayat keluarga dengan hiper­tensi hen­daknya hati-hati terhadap makanan yang memicu timbulnya hi­pertensi, an­ta­ra lain dengan cara:

  1. Semua makanan termasuk buah dan sayur yang diolah dengan meng­gunakan garam dapur/so­da, bis­cuit, daging asap, ham ba­con, dendeng, abon, ikan asin, sa­­yur da­lam kaleng, ikan kaleng, kornet, ebi, telur asin, telur pin­dang, sawi asin, asinan, acar dan la­in-lain.
  2. Otak, ginjal, lidah, keju, dll.
  3. Margarin dan mentega biasa.
  4. Bumbu-bumbu; garam dapur, ba­­king powder, soda kue, vetsin, ke­cap, terasi, magi, tomato ke­cap, pe­tis, taoco, dll.

Pengendalian dengan obat

  1. Hipertensi ringan sampai sedang, di­co­ba dulu diatasi dengan pengobatan tan­pa obat selama 2-4 minggu
  2. Setelah dicoba tidak ada perubahan ba­ru menggunakan obat. Untuk obat ini coba berkonsultasilah dengan dok­­­ter an­da. Karena ada aturan-atu­ran terten­tu dan obat-obat tersebut si­fatnya indi­vidual.
  3. Apabila dalam pengobatan tidak ada pe­rubahan, konsultasikan kepada dok­­ter untuk dievaluasi pengo­ba­tan­nya. Ka­rena pengobatan hiper­ten­si ber­­sifat individual, sehingga ha­rus di­cari obat yang paling sesuai de­ngan diri anda.
  4. Sebaiknya pengobatan dimulai de­ngan dosis terendah, dengan die­va­lu­asi ber­kala dinaikkan sesuai res­pon dari pen­derita terhadap obat ter­se­but. Lebih tua penderita peng­guna­kan obat harus le­bih hati-hati.
  5. Apabila anda mempunyai penyakit lain selain menderita hipertensi sam­paikan­lah hal tersebut pada dokter an­da. Ka­re­na penyakit tersebut da­pat mendasari munculnya hiper­tensi. Ju­ga penting un­tuk menen­tu­kan obat yang perlu diper­hatikan ka­rena obat hipertensi ada yang ber­pengaruh ter­hadap penyakit terten­tu. Misalnya pada asma, maka pen­de­ri­ta hiper­tensi tidak boleh dibe­ri­kan obat yang termasuk beta blockers.
  6. Periksakan tekanan darah anda se­ca­ra berkala, minimal 1 bulan sekali. Ini untuk menghindari komplikasi yang bisa terjadi, Karena seringkali te­ka­nan darah naik tetapi tidak ada ke­lu­han.

 

AUDI YUDHASMARA

 

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: