Oleh: Indonesian Children | November 28, 2009

Penyakit jantung dan pembuluh darah kardiovaskular (CVD) penyebab utama kematian di dunia.

Penyakit jantung dan pembuluh darah yang biasa disebut kardiovaskular (CVD) menjadi ancaman utama kehidupan manusia dan menempati urutan pertama penyebab terbanyak kematian di belahan dunia.  Sebagaian besar menimpa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.  Sebagian besar kematian tersebut disebabkan oleh stroke dan penyakit jantung koroner (CHD). Pada penyakit CHD dalam arteri koroner yang menyuplai darah ke jantung mengalami penyempitan dan beberapa kasus aliran darah tersumbat.
    
Hal ini menyebabkan darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung. Apabila oksigen tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung, jantung akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan darah ke seluruh bagian tubuh, akibatnya orang tersebut akan meninggal.
     
Terdapat beberapa faktor resiko penyebab penyakit jantung koroner yang tidak dapat diubah, seperti faktor usia, jenis kelamin, ras, dan riwayat keluarga.
     
Namun, ada juga faktor resiko yang dapat diubah, seperti tingginya kolesterol, perilaku merokok, dan tekanan darah tinggi. Ketiganya ditengarai ikut menyumbang kematian akibat CVD dan tidak boleh diremehkan, katanya.
     
Banyak penelitian menyebutkan, merokok dapat meningkatkan resiko CVD 1,6 kali, hipertensi dengan tekanan darah sistolik menyumbang tiga kali resiko dan kolesterol sebesar empat kali. Apabila ketiga faktor resiko tersebut terdapat pada satu orang, maka peluang resikonya membengkak menjadi 16 kali.
     
Kolesterol memberikan sumbangan yang sangat signifikan pada terjadinya aterosklerosis. Terdapat dua jenis kolesterol yang harus diketahui, yaitu LDL (low density lipoprotein) dan high density lipoprotein (HDL), LDL disebut juga kolesterol jahat karena mudah melekat pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan penumpukan lemak sehingga memicu aterosklerosis (pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah).
     
HDL, adalah kolesterol baik karena mempunyai sifat antianterogenik (mencegah aterosklerosis), yaitu mengangkut kolesterol dari pembuluh darah atau jaringan lain menuju hati untuk dikeluarkan sebagai asam empedu.
     
Bila keseimbangan terganggu, kadar LDL cenderung meningkat dan kadar HDL cenderung makin rendah sehingga aterosklrerosis lebih mudah terjadi.
     
Kadar kolesterol dalam darah dikatakan tinggi bila kadar kolesterol total lebih besar 240mg/dl. Kadar triliserida darah tinggi bila lebih besar dari 200 mg/dl. Kadar kolesterol LDL tinggi bila lebih besar dai 160 mg/dl. Kadar kolesterol HDL rendah bila kurang dari 40 mg/dl.
     
Tingginya faktor resiko akibat dari tingginya kadar kolesterol LDL tersebut telah mendorong sejumlah peneliti untuk mencari berbagai cara mengurangi faktor-faktor resiko itu untuk menurunkan angka kematian akibat serangan jantung koroner, salah satunya menggunakan obat-obatan yang tersedia.
     
      
    

Audi Yudhasmara

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com 

https://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: