<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KORAN INDONESIA SEHAT</title>
	<atom:link href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com</link>
	<description>SEHATKAN INDONESIA SECARA FISIK DAN MORAL, Media Informasi Teknologi dan Pengetahuan Kesehatan Masa Kini dan Masa Depan,</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Dec 2010 08:21:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='koranindonesiasehat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KORAN INDONESIA SEHAT</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/osd.xml" title="KORAN INDONESIA SEHAT" />
	<atom:link rel='hub' href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Berbagai Jenis Penyakit Jarang</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/12/07/berbagai-jenis-penyakit-jarang/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/12/07/berbagai-jenis-penyakit-jarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 08:19:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit Jarang]]></category>
		<category><![CDATA[Berbagai Jenis Penyakit Jarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/12/07/berbagai-jenis-penyakit-jarang/</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai Jenis Penyakit Jarang Penyakit langka (rare disorder atau orphan disease) adalah penyakit yang prevalensinya atau jumlah penderitanya sangat sedikit. Uni Eropa mendefinisikan penyakit langka sebagai penyakit yang jumlah penderitanya tidak lebih dari lima orang dari 100.000 orang penduduk, atau tidak lebih dari 0,5% penduduk. Jadi kalau suatu negara berpenduduk 200 juta orang, maka penderita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=934&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Berbagai Jenis Penyakit Jarang <span style="color:#00ff00;"></span></span></h2>
<p>Penyakit langka (rare disorder atau orphan disease) adalah penyakit yang prevalensinya atau jumlah penderitanya sangat sedikit. Uni Eropa mendefinisikan penyakit langka sebagai penyakit yang jumlah penderitanya tidak lebih dari lima orang dari 100.000 orang penduduk, atau tidak lebih dari 0,5% penduduk. Jadi kalau suatu negara berpenduduk 200 juta orang, maka penderita penyakit langka tidak lebih dari 100.000 orang. Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat mendefinisikan penyakit langka sebagai penyakit yang jumlah penderitanya tidak lebih dari 7,5 orang dari 10.000 orang penduduk, atau tidak lebih dari 0,75% penduduk. Sedangkan pemerintah Taiwan mendefinisikan penyakit langka sebagai penyakit yang jumlah penderitanya tidak lebih dari satu orang dari 10.000 orang penduduk, atau tidak lebih dari 0,1% penduduk.</p>
<p>Seiring dengan kemajuan ilmu kedokteran, semakin banyak penyakit langka yang berhasil diidentifikasi. Sebagian di antaranya sudah ditemukan obatnya, namun kebanyakan belum ditemukan obatnya. Kalaupun sudah ditemukan obatnya, harganya sangat mahal dan sulit diperolehnya. Bagi pasien di negara berkembang seperti Indonesia misalnya, obat harus diimpor dari negara lain.</p>
<p>Karena jumlah penderitanya sangat sedikit, perusahaan farmasi enggan memproduksi obat-obatan untuk penderita penyakit langka. Karena dari sisi binis, memproduksi obat-obatan untuk penderita penyakit langka tidaklah menguntungkan, bahkan merugikan. Tetapi demi pertimbangan kemanusiaan dan hak-hak asasi manusia, pemerintah sejumlah negara membuat peraturan atau undang-undang yang mewajibkan perusahaan farmasi untuk memproduksi obat bagi pasien penyakit langka atas tanggungan negara. Undang-undang tersebut telah berlaku di sejumlah negara maju seperti AS dan negara-negara Eropa. Di wilayah Asia, undang-undang serupa diberlakukan di Taiwan</p>
<p>Dalam bahasa Inggris, obat-obatan yang diproduksi khusus untuk penderita penyakit langka disebut orphan drug.</p>
<p>Jenis</p>
<p>Beberapa penyakit langka yang ada di Indonesia adalah:</p>
<p>* Aarskog Syndrome<br />
» Aicardi Syndrome<br />
» Behcet&#8217;s Syndrome<br />
» Botulism<br />
» Bullous Pemphigoid<br />
» Cerebrocostomandibular<br />
» Galactosemia<br />
» Kernicterus<br />
» Mastocytosis<br />
» Narcolepsy<br />
» Retinoblastoma<br />
» Spina Bifida<br />
» Trichothiodystrophy ￼ <br />
» Xeroderma Pigmentosum<br />
* Morquio<br />
* Multiple sclerosis (MS). Salah seorang yang menderita penyakit ini adalah komedian Ferrasta Soebardi alias Pepeng Jari-Jari<br />
* Fabry disease<br />
* Asidosis tubulus renalis<br />
* Citrulinemia<br />
* Phenylketonuria (PKU)</p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/penyakit-jarang/'>Penyakit Jarang</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/berbagai-jenis-penyakit-jarang/'>Berbagai Jenis Penyakit Jarang</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/934/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=934&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/12/07/berbagai-jenis-penyakit-jarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Asidosis Tubulus Renalis</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/12/07/penyakit-asidosis-tubulus-renalis/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/12/07/penyakit-asidosis-tubulus-renalis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 08:06:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Jarang]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Asidosis Tubulus Renalis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/12/07/930/</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Langka : Asidosis Tubulus Renalis Penyakit Asidosis tubulus renalis (ATR) tergolong penyakit yang jarang terjadi, dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis sering terlambat. Meski sangat jarang tetapi kejadian penyakit ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Asidosis tubulus renalis (Renal tubular acidosis, RTA) adalah suatu penyakit ginjal (renal) khususnya pada bagian tubulus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=930&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Penyakit Langka : Asidosis Tubulus Renalis<span style="color:#00ff00;"></span></span></h2>
<p>Penyakit Asidosis tubulus renalis (ATR) tergolong penyakit yang jarang terjadi, dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis sering terlambat. Meski sangat jarang tetapi kejadian penyakit ini semakin meningkat dari tahun ke tahun.</p>
<p>Asidosis tubulus renalis (Renal tubular acidosis, RTA) adalah suatu penyakit ginjal (renal) khususnya pada bagian tubulus renalis-nya. Menurut sejumlah literatur ilmiah bidang kesehatan, penyakit ATR ini memang tergolong penyakit langka, dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis sering terlambat.</p>
<p>Dalam keadaan normal, ginjal menyerap asam sisa metabolisme dari darah dan membuangnya ke dalam urin. Pada penderita penyakit ini, bagian dari ginjal yang bernama tubulus renalis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga hanya sedikit asam yang dibuang ke dalam urin. Akibatnya terjadi penimbunan asam dalam darah, yang mengakibatkan terjadinya asidosis, yakni tingkat keasamannya menjadi di atas ambang normal.</p>
<p>Dalam keadaan normal, ginjal menyerap asam dari darah dan membuangnya ke dalam air kemih. Pada penyakit ini, tubulus renalis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan hanya sedikit asam yang dibuang ke dalam air kemih. </p>
<p>Sebagai akibatnya terjadi penimbunan asam di dalam darah, keadaan ini disebut asidosis metabolik, yang bisa menimbulkan masalah berikut:<br />
- rendahnya kadar kalium dalam darah<br />
- pengendapan kalsium di dalam ginjal<br />
- kecenderungan terjadinya dehidrasi<br />
- perlunakan dan pembengkokan tulang yang menimbulkan rasa nyeri (osteomalasia atau rakitis). </p>
<p>Terdapat 3 jenis asidosis tubulus renalis, yang masing-masing memiliki gejala yang berbeda.<br />
Jika kadar kalium darah rendah, maka terjadi kelainan neurologis seperti kelemahan otot, penurunan refleks dan bahkan kelumpuhan.<br />
Pembentukan batu ginjal bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel ginjal dan gagal ginjal kronis. </p>
<p>Jenis-jenis asidosis tubulus renalis<br />
1. Bisa merupakan penyakit keturunan, bisa dipicu oleh penyakit autoimun atau obat-obat tertentu, Penyebabnya biasanya tidak diketahui, terutama pada wanita. Gejala dan kelainan metabolik yang terjadi : Ketidakmampuan untuk membuang asam ke dalam air kemih, Tingginya keasaman darah, Dehidrasi ringan, Rendahnya kadar kalium darah, menyebabkan kelemahan otot &amp; kelumpuhan, Tulang yg rapuh, Nyeri tulang, Batu ginjal (endapan kalsium), Gagal ginjal<br />
2. Biasanya disebabkan oleh suatu penyakit keturunan seperti sindroma Fanconi, intoleransi fruktosa yg diturunkan, penyakit Wilson atau sindroma Lowe. Bisa juga disebabkan oleh keracunan logam berat atau obat tertentu. Gejala dan kelainan metabolik yang terjadi :Ketidakmampuan untuk menyerap kembali bikarbonat dari air kemih, sehingga bikarbonat terbuang, Tingginya keasaman darah, dehidrasi ringan, Kadar kalium darah yg rendah.<br />
3. Bukan merupakan penyakit keturunan,Penyebabnya adalah diabetes, penyakit autoimun, penyakit sel sabit atau suatu penyumbatan pada saluan kemih. Gejala dan kelainan metabolik yang terjadi : Kekurangan atau ketidakmampuan untuk memberikan respon terhadap aldosterom (hormon yg membantu mengatur pengeluaran kalium &amp; natrium di ginjal. Tingginya keasaman darah &amp; kadar kalium darah yg jarang menimbulkan gejala, kecuali jika kadar kalium sangat tinggi sehingga terjadi gangguan irama jantung &amp; kelumpuhan</p>
<p><b>Tanda dan Gejala</b> :</p>
<p>Tinnitus, mata kabur dan vertigo karena keracunan salisilat<br />
Gangguan Visual, dimming, photophobia, scotomata, and frank blindness<br />
Palpitasi (berdebar-debar)<br />
Myeri dada<br />
Sakit Kepala<br />
Perubahan visual<br />
Perubahan Mental<br />
Mual, muntah<br />
Nyeri perut<br />
Diare<br />
Polyphagia<br />
Kelemahan otot<br />
Nyeri tulang </p>
<p>Neurologi</p>
<p>Kelemahan Saraf kranial karena intoksikasi  ethylene glycol.</p>
<p>Retinal edema </p>
<p>Lethargy, stupor, and coma karena  metabolic acidosis berat ,sebagian dikaitkan dengan toxic ingestion.</p>
<p>Kardiovascular<br />
hipotensi dan dan gagal janting kongestif</p>
<p>Paru</p>
<p>Sesak ( tachypnea n hyperpnea).<br />
Napas Kussmaul (napas cepat  dan dalam)<br />
Hyperventilasi<br />
Musculoskeletal</p>
<p>Malformasi tulang panjang dan fraktur atau patah tulang  (vitamin D resistant, rickets)</p>
<p><b>Diagnosis</b></p>
<p>Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya atau hasil pemeriksaan darah yang menunjukkan tingginya keasaman darah dan rendahnya kadar kalium darah.</p>
<p></b>Komplikasi&lt;/b</p>
<p>Penyakit asidosis jika dibiarkan bisa menimbulkan komplikasi sebagai  berikut:</p>
<p>Pelunakan dan pembengkokan tulang yang menimbulkan rasa nyeri (osteomalasia atau rakitis).</p>
<p>Gangguan motorik tungkai bawah merupakan keluhan utama yang sering ditemukan, sehingga anak mengalami keterlambatan untuk dapat duduk, merangkak, dan berjalan.</p>
<p>Kecenderungan gangguan pencernaan, karena kelebihan asam dalam lambung dan usus, sehingga pasien mengalami gangguan penyerapan zat gizi dari usus ke dalam darah. Akibat selanjutnya pasien mengalami keterlambatan tumbuh kembang (delayed development) dan berat badan kurang</p>
<p>Rendahnya kadar kalium dalam darah. Jika kadar kalium darah rendah, maka terjadi kelainan neurologis seperti kelemahan otot, penurunan refleks dan bahkan kelumpuhan.</p>
<p>Pengendapan kalsium di dalam ginjal yang dapat mengakibatkan pembentukan batu ginjal. Jika itu terjadi maka bisa bisa terjadi kerusakan pada sel-sel ginjal dan gagal ginjal kronis.</p>
<p>Kecenderungan terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan)</p>
<p>Pelunakan dan pembengkokan tulang yang menimbulkan rasa nyeri (osteomalasia atau rakitis).</p>
<p>Gangguan motorik tungkai bawah merupakan keluhan utama yang sering ditemukan, sehingga anak mengalami keterlambatan untuk dapat duduk, merangkak, dan berjalan.</p>
<p>Kecenderungan gangguan pencernaan, karena kelebihan asam dalam lambung dan usus, sehingga pasien mengalami gangguan penyerapan zat gizi dari usus ke dalam darah. Akibat selanjutnya pasien mengalami keterlambatan tumbuh kembang (delayed development) dan berat badan kurang.</p>
<p><b>Penyebab</b></p>
<p>Secara pasti kelainan ini belum diketahui sebabnya, diduga penyakit ini disebabkan faktor auto imun atau penyait autoimun (misalnya lupus eritematosus sistemik atau sindroma Sjögren).</p>
<p>Faktor lain diduga berperanan seperti genetik, keturunan atau bisa timbul akibat obat-obatan atau  keracunan logam berat </p>
<p><b>Penanganan</b></p>
<p>Sejauh ini dunia kedokteran belum menemukan obat atau terapi untuk menyembuhkannya, karena penyakit ini tergolong sebagai kerusakan organ tubuh, seperti penyakit diabetes mellitus (akibat kerusakan kelenjar insulin).</p>
<p>Sementara ini penanganan ATR baru sebatas terapi untuk mengontrol tingkat keasaman darah, yaitu dengan memberikan obat yang mengandung zat bersifat basa (alkalin) secara berkala (periodik), sehingga tercapai tingkat keasaman netral, seperti pada orang normal. Zat basa ini mengandung bahan aktif natrium bikarbonat (bicnat).</p>
<p>Pengobatan tergantung kepada jenis asidosis yang terjadi.<br />
Jenis 1 dan 2 diobati dengan meminum larutan bikarbonat (baking soda) setiap hari untuk menetralkan asam di dalam darah.<br />
Pengobatan ini akan meringankan gejala dan mencegah gagal ginjal serta penyakit tulang atau mencegah memburuknya penyakit.<br />
Juga diperlukan tambahan kalium. </p>
<p>Pada jenis 3, asidosisnya bersifat ringan sehingga tidak diperlukan bikarbonat.<br />
Kadar kalium yang tinggi bisa diatasi dengan minum banyak air putih dan obat diuretik.</p>
<p>Berdasarkan bentuknya terdapat sedikitnya tiga jenis bicnat di pasaran Indonesia: tablet, bubuk, dan cairan.</p>
<p>Jika pasiennya anak-anak, maka kalau menggunakan obat dalam bentuk tablet, tablet tersebut harus digerus terlebih dulu sebelum digunakan. Setelah itu dicampur dengan air matang, lalu diberikan kepada pasien. Sedangkan jika menggunakan bentuk bubuk dan cairan, tinggal dicampur air matang lalu diberikan kepada pasien, sesuai dengan dosis yang ditentukan dokter</p>
<p>Referensi</p>
<p>Charles JC, Heilman RL. Clinical Review Article: Metabolic Acidosis. Hosp Physician. 2005;41:37-42.</p>
<p>Dempsey GA, Lyall HJ, Corke CF, et al. Pyroglutamic acidemia: a cause of high anion gap metabolic acidosis. Crit Care Med. Jun 2000;28(6):1803-7. [Medline].</p>
<p>Kellum JA. Disorders of acid-base balance. Crit Care Med. Nov 2007;35(11):2630-6. [Medline].</p>
<p>Kellum JA. Metabolic acidosis in the critically ill: lessons from physical chemistry. Kidney Int Suppl. May 1998;66:S81-6. [Medline].</p>
<p>Kurtzman NA. Renal tubular acidosis: a constellation of syndromes. Hosp Pract (Off Ed). Nov 15 1987;22(11):173-8, 181, 184 passim. [Medline].</p>
<p>Wiederseiner JM, Muser J, Lutz T, et al. Acute metabolic acidosis: characterization and diagnosis of the disorder and the plasma potassium response. J Am Soc Nephrol. Jun 2004;15(6):1589-96. [Medline]</p>
<p>Supported By :</p>
<p><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"><img class="alignright" title="KORAN ANAK" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#038;h=208&#038;h=208" alt="" width="164" height="208" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><em>“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.</em></p>
<p> <strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>  </strong><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://mediaanakindonesia.wordpress.com/</a></p>
<ul><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright 2010. Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/penyakit-jarang/'>Penyakit Jarang</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/penyakit-asidosis-tubulus-renalis/'>Penyakit Asidosis Tubulus Renalis</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/930/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/930/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=930&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/12/07/penyakit-asidosis-tubulus-renalis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#38;h=208&#38;h=208" medium="image">
			<media:title type="html">KORAN ANAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyakit Infeksi Virus, Sebagai Penyebab Tersering</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/28/penyakit-infeksi-virus-sebagai-penyebab-tersering/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/28/penyakit-infeksi-virus-sebagai-penyebab-tersering/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 01:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[0-PENYAKIT TERSERING]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Infeksi Virus]]></category>
		<category><![CDATA[Sebagai Penyebab Tersering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/28/penyakit-infeksi-virus-sebagai-penyebab-tersering/</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Infeksi Virus, Sebagai Penyebab Tersering Berbagai penyakit yang di alami manusia khususnya infeksi saluran napas dan infeksi saluran diakibatkan sebagian besar oleh virus. Tetapi yang mengherankan justru sebagian besar penyakit tersebut diberi pengobatan antibiotika. Hal ini menunjukkan bahwa ternyata masih banyak yang melakukan kesalahan pengobatan berlebihan dengan antibiotika bahkan bukan orang awam tetapi juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=928&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Penyakit Infeksi Virus, Sebagai Penyebab Tersering</strong></span></h2>
<p><img class="alignright" src="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" alt="" width="236" height="192" /></p>
<p>Berbagai penyakit yang di alami manusia khususnya infeksi saluran napas dan infeksi saluran diakibatkan sebagian besar oleh virus. Tetapi yang mengherankan justru sebagian besar penyakit tersebut diberi pengobatan antibiotika. Hal ini menunjukkan bahwa ternyata masih banyak yang melakukan kesalahan pengobatan berlebihan dengan antibiotika bahkan bukan orang awam tetapi juga oleh dokter.</p>
<p>Virus<br />
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.</p>
<p>Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).</p>
<p>Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV)</p>
<p>Klasifikasi virus</p>
<p>Virus dapat diklasifikasi menurut kandungan jenis asam nukleatnya. Pada virus RNA, dapat berunting tunggal (umpamanya pikornavirus yang menyebabkan polio dan influenza) atau berunting ganda (misalnya revirus penyebab diare); demikian pula virus DNA (misalnya berunting tunggal oada fase φ × 174 dan parvorirus berunting ganda pada adenovirus, herpesvirus dan pokvirus). Virus RNA terdiri atas tiga jenis utama: virus RNA berunting positif (+), yang genomnya bertindak sebagai mRNA dalam sel inang dan bertindak sebagai cetakan untuk intermediat RNA unting minus (-); virus RNA berunting negatif (-) yang tidak dapat secara langsung bertindak sebagai mRNA, tetapi sebagai cetakan untuk sintesis mRNA melalui virion transkriptase; dan retrovirus, yang berunting + dan dapat bertindak sebagai mRNA, tetapi pada waktu infeksi segera bertindak sebagai cetakan sintesis DNA berunting ganda (segera berintegrasi ke dalam kromosom inang ) melalui suatu transkriptase balik yang terkandung atau tersandi. Setiap virus imunodefisiensi manusia (HIV) merupakan bagian dari subkelompok lentivirus dari kelompok retrovirus RNA. Virus ini merupakan penyebab AIDS pada manusia, menginfeksi setiap sel yang mengekspresikan tanda permukaan sel CD4, seperti pembentuk T-sel yang matang.</p>
<p>￼<br />
Penyakit manusia akibat virus</p>
<p>Contoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek (yang bisa saja disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus), cacar, AIDS (yang disebabkan virus HIV), dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes simpleks). Kanker leher rahim juga diduga disebabkan sebagian oleh papilomavirus (yang menyebabkan papiloma, atau kutil), yang memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan hubungan antara kanker dan agen-agen infektan. Juga ada beberapa kontroversi mengenai apakah virus borna, yang sebelumnya diduga sebagai penyebab penyakit saraf pada kuda, juga bertanggung jawab kepada penyakit psikiatris pada manusia.</p>
<p>Potensi virus untuk menyebabkan wabah pada manusia menimbulkan kekhawatiran penggunaan virus sebagai senjata biologis. Kecurigaan meningkat seiring dengan ditemukannya cara penciptaan varian virus baru di laboratorium.</p>
<p>Kekhawatiran juga terjadi terhadap penyebaran kembali virus sejenis cacar, yang telah menyebabkan wabah terbesar dalam sejarah manusia, dan mampu menyebabkan kepunahan suatu bangsa. Beberapa suku bangsa Indian telah punah akibat wabah, terutama penyakit cacar, yang dibawa oleh kolonis Eropa. Meskipun sebenarnya diragukan dalam jumlah pastinya, diyakini kematian telah terjadi dalam jumlah besar. Penyakit ini secara tidak langsung telah membantu dominasi bangsa Eropa di dunia baru Amerika.</p>
<p>Salah satu virus yang dianggap paling berbahaya adalah filovirus. Grup Filovirus terdiri atas Marburg, pertama kali ditemukan tahun 1967 di Marburg, Jerman, dan ebola. Filovirus adalah virus berbentuk panjang seperti cacing, yang dalam jumlah besar tampak seperti sepiring mi. Pada April 2005, virus Marburg menarik perhatian pers dengan terjadinya penyebaran di Angola. Sejak Oktober 2004 hingga 2005, kejadian ini menjadi epidemi terburuk di dalam kehidupan manusia.</p>
<p>Contoh-contoh virus</p>
<p>￼HIV (Human Immunodeficiency Virus)<br />
Termasuk salah satu retrovirus yang secara khusus menyerang sel darah putih (sel T). Retrovirus adalah virus ARN hewan yang mempunyai tahap ADN. Virus tersebut mempunyai suatu enzim, yaitu enzim transkriptase balik yang mengubah rantai tunggal ARN (sebagai cetakan) menjadi rantai ganda kopian ADN (cADN). Selanjutnya, cADN bergabung dengan ADN inang mengikuti replikasi ADN inang. Pada saat ADN inang mengalami replikasi, secara langsung ADN virus ikut mengalami replikasi.</p>
<p>￼Virus herpes<br />
Virus herpes merupakan virus ADN dengan rantai ganda yang kemudian disalin menjadi mARN.</p>
<p>￼Virus influenza<br />
Siklus replikasi virus influenza hampir sama dengan siklus replikasi virus herpes. Hanya saja, pada virus influenza materi genetiknya berupa rantai tunggal ARN yang kemudian mengalami replikasi menjadi mARN.</p>
<p>￼Paramyxovirus</p>
<p>Paramyxovirus adalah semacam virus ARN yang selanjutnya mengalami replikasi menjadi mARN. Paramyxovirus merupakan penyebab penyakit campak dan gondong.</p>
<p>￼Peranan Virus dalam Kehidupan</p>
<p>[sunting]</p>
<p>Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh). Baru-baru ini David Sanders, seorang profesor ­biologi pada Purdue&#8217;s School of Science telah menemukan cara pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan. Dalam temuannva yang dipublikasikan dalam Jurnal Virology, Edisi 15 Desember ­2002, David Sanders berhasil menjinakkan cangkang luar virus Ebola sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembawa gen kepada sel yang sakit (paru-paru). Meskipun demikian, kebanyakan virus bersifat merugikan terhadap kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.</p>
<p>Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus yang menyebabkan selesma menyerang saluran pernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati, dan virus rabies menyerang sel-sel saraf. Begitu juga yang terjadi pada penyakit AIDS (acquired immune deficiency syndrome), yaitu suatu penyakit yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita penyakit tersebut disebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darah putih. Tabel berikut ini memuat beberapa macam penyakit yang disebabkan oleh virus.</p>
<p>Selain manusia, virus juga menyebabkan kesengsaraan bagi hewan dan tumbuhan. Tidak sedikit pula kerugian yang diderita peternak atau petani akibat ternaknya yang sakit atau hasil panennya yang berkurang.</p>
<p>￼Penyakit hewan akibat virus</p>
<p>Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas, terutama ayam. Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV). Penyakit kuku dan mulut, yakni jenis penyakit yang menyerang ternak sapi dan kerbau. Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV). Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing, kucing, dan monyet. Penyebabnya adalah virus rabies.</p>
<p>￼Penyakit tumbuhan akibat virus</p>
<p>Penyakit mosaik, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman tembakau. Penyebabnya adalah tobacco mosaic virus (TMV) Penyakit tungro, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman padi. Penyebabnya adalah virus Tungro. Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk. Penyebabnya adalah virus citrus vein phloem degeneration (CVPD).</p>
<p>￼<br />
￼Diagnosis di laboratorium</p>
<p>Untuk mendeteksi, isolasi, hingga analisis suatu virus biasanya melewati proses yang sulit dan mahal. Pemeriksaan laboratorium hanya pada kasus tertentu dan kasus khusus. Pada kasus infeksi virus ringan biasa mencari penyebab virus tidak terlalu penting kecuali untuk kepentingan penelitian ilmiah. Karena itu, penelitian penyakit akibat virus membutuhkan fasilitas besar dan mahal, termasuk juga peralatan yang mahal dan tenaga ahli dari berbagai bidang, misalnya teknisi, ahli biologi molekular, dan ahli virus. Biasanya proses ini dilakukan oleh lembaga kenegaraan atau dilakukan secara kerjasama dengan bangsa lain melalui lembaga dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).</p>
<p>￼Pencegahan dan pengobatan</p>
<p>Pencegahan terbaik adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada penderita alergi, asthma dan gangguan saluran cerna. Pada kasus tertentu juga mempunyai daya tahan tubuh yang buruk seperti penderita HIV AIDS. Malnutrisi, penderita leukemia, kelainan jantung bawaan biru, gagal ginjal dan gangguan lainnya </p>
<p>Pencegaha lainnya yang dilakukan adalah menghindari penularan dengan memakai masker, cuci tangan yang bersih di air mengalir pakai sabun dan higiena sanitasi lainnya.</p>
<p>Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi, virus sangat sulit untuk dibunuh. Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus.</p>
<p>Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus terjadi dengan penggunaan antibiotik yang tidak pada tempatnya, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus</p>
<p>Sumber : wikipedi dan berbagai sumber lainnya</p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a><br />
                                                            </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-penyakit-tersering/'>0-PENYAKIT TERSERING</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/penyakit-infeksi-virus/'>Penyakit Infeksi Virus</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/sebagai-penyebab-tersering/'>Sebagai Penyebab Tersering</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/928/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/928/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=928&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/28/penyakit-infeksi-virus-sebagai-penyebab-tersering/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Adakah Psikopat Di Keluarga atau Teman Anda</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/27/adakah-psikopat-di-keluarga-atau-teman-anda/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/27/adakah-psikopat-di-keluarga-atau-teman-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 23:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[9H.KESEHATAN JIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Adakah Psikopat Di Keluarga atau Teman Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/27/adakah-psikopat-di-keluarga-atau-teman-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Adakah Psikopat Di Keluarga atau Teman Anda Bila seorang penjahat dalam aksi kriminalnya dilakukan dengan keji, kejam dan tak berperikemanusian maka orang pasti akan memvonis sebagai psikopat. Tetapi sebenarnya tidak semua pembunuh adalah psikopat dan tidak semua psikopat pembunuh. Sebenarnya lebih banyak lagi psikopat yang berkeliaran dan hidup di tengah-tengah masyarakat, bukan sebagai pelaku kriminal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=926&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Adakah Psikopat Di Keluarga atau Teman Anda</strong></span></h2>
<p><img class="alignright" src="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" alt="" width="236" height="192" /></p>
<p>Bila seorang penjahat dalam aksi kriminalnya dilakukan dengan keji, kejam dan tak berperikemanusian maka orang pasti akan memvonis sebagai psikopat. Tetapi sebenarnya tidak semua pembunuh adalah psikopat dan tidak semua psikopat pembunuh. Sebenarnya lebih banyak lagi psikopat yang berkeliaran dan hidup di tengah-tengah masyarakat, bukan sebagai pelaku kriminal. Selama ini mungkin tidak disadari psikopat ada di sekitar kita. Apakah tetangga, teman kerja atau bahkan pasangan serta anggota keluarga mengalaminya. Penyimpangan perilaku itu adalah sikap egois, tidak pernah mengakui kesalahan bahkan selalu mengulangi kesalahan, tidak memiliki empati, dan tidak punya hati nurani. Bila itu semua ada kecurigaan psikopat layak diberikan. </p>
<p>Psikopat adalah suatu gejala kelainan yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Istilah psikopat yang sudah sangat dikenal masyarakat justru tidak ditemukan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV. Artinya, psikopat tidak tercantum dalam daftar penyakit, gangguan atau kelainan jiwa di lingkungan ahli kedokteran jiwa Amerika Serikat. Psikopat dalam kedokteran jiwa masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial. Selain psikopatik, ada gangguan antisosial, asosial, dan amoral yang masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial. </p>
<p>Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan skizofrenia karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut &#8220;orang gila tanpa gangguan mental&#8221;. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopat. Beberapa orang ahli memprediksi tiga dari 10 laki-laki di Amerika Serikat dan satu dari 30 laki-laki di Inggris adalah psikopat. Prediksi ini didasarkan pada penelitiannya, yang sebagian besar respondennya adalah laki-laki. </p>
<p>Psikopat ditemukan di berbagai profesi dan kelas sosial, laki- laki dan perempuan. Karena yang dirugikan oleh kejahatannya tak hanya individu tetapi juga masyarakat luas, Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau dirumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, pemabuk, penjudi, penipu, pelaku kekerasan dalam rumah tangga, pelaku bunuh diri dan koruptor. Namun, kasus kriminal itu hanya terjadi pada sekitar 15-20 persen dari semua penderita psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan. </p>
<p>PENYEBAB<br />
Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab psikopat. Berbagai teori dikemukakan oleh para peneliti. Teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas bagian otak di daerah prefrontal grey matter dan penurunan volume otak di bagian “posterior hippocampal” dan peningkatan intensitas otak bagian “callosal white matter”. Teori lain adalah gangguan metabolisme serotonin, gangguan fungsi otak dan genetik yang diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat. </p>
<p>Mungkin tidak terdapat kerusakan otak sebagai penyebab psikopatik. Tetapi terdapat anomali dalam cara psikopat memproses informasi. Dalam penelitian menggunakan MRI melalui pengenalan gambar-gambar kasus bunuh diri yang tidak menyeramkan. Pada orang non-psikopat terlihat banyak sekali aktivasi di amigdala sedangkan pada psikopat tidak ada perbedaan sama sekali. Namun ada peningkatan aktivitas di area lain pada otak yaitu area ekstra-limbik. Tampaknya psikopat menganalisis materi emosional di area otak tersebut. </p>
<p>Selain ada anomali di otak, faktor genetik dan lingkungan juga berperan besar melahirkan karakter psikopat. Stres atau tekanan hidup yang besar bisa pula merubah perilaku seseorang menjadi brutal. Namun bila sifatnya sementara, karena ada pemicu yang masuk akal, maka tidak bisa dikatakan psikopat. Ciri psikopat sebenarnya bisa dideteksi sejak kanak-kanak melalui berbagai perilaku yang tidak biasa. Perilaku antisosial pada anak-anak ternyata merupakan warisan genetik. Penelitian terhadap anak-anak kembar menunjukkan, anak menunjukkan kecenderungan psikopatik dini. Penelitian tersebut dilakukan terhadap 3.687 pasang anak kembar berusia tujuh tahun. </p>
<p>GEJALA PSIKOPAT<br />
Terdapat tiga ciri utama yang biasanya melakat pada seorang psikopat, yakni egosentris, tidak punya empati, dan tidak pernah menyesal. Terdapat sepuluh karakter spesifik psikopat. Di antaranya adalah tidak memiliki empati, emosi dangkal, manipulatif, pembohong, egosentris, pintar bicara, toleransi yang rendah pada frustasi, membangun relasi yang singkat dan episodik, gaya hidup parasitik, dan melanggar norma sosial yang persisten. Seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. </p>
<p>Sejumlah penelitian menunjukkan, psikopat lebih suka menyiksa pasangan daripada membunuhnya. Dari sekian banyak pembunuhan dalam rumah tangga, hanya 2% yang pelakunya benar-benar seorang psikopat. Para psikopat umumnya tidak menyesal setelah melakukan aksinya. Hanya sedikit psikopat yang menyesal lalu memutuskan bunuh diri. Dari 2% psikopat yang melakukan pembunuhan, seperempatnya melakukan bunuh diri. </p>
<p>Selengkapnya gejala psikopat adalah sebagai berikut : </p>
<p>Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele. </p>
<p>Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta. </p>
<p>Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar &#8212; bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah &#8220;dingin&#8221;. </p>
<p>Egosentris dan menganggap dirinya hebat. </p>
<p>Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. </p>
<p>Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil. </p>
<p>Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya. </p>
<p>Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah. </p>
<p>Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka. </p>
<p>Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya. </p>
<p>Sikap antisosial di usia dewasa. </p>
<p>DIAGNOSIS<br />
Tidak mudah mendiagnosa psikopat. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu. Pemeriksaan elektroensefalogram, , MRI dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial. Dilakukan pengamatan perilaku dan kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan. Pemeriksaan psikotes untuk menilai tingkat kecerdasan. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi. </p>
<p>MMPL (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) adalah metode yag selama ini digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan jiwa secara umum, termasuk psikopat. Namun MMPLmasih mempunyai kelemahan. Tidak sulit bagi seorang psikopat yang cerdas untuk merekayasa laporan dan berbohong. Akhirnya dikembangkan Psychopathy Checklist (PCL) dan versi revisinya Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R), untuk penilaian secara valid dan benar tentang psikopat. PCL-R merupakan metode yang sudah dilengkapi dasar-dasar interview semi-struktural dengan seseorang yang dicurigai sebagai psikopat, bersama-sama diolah dengan berbagai informasi tentang orang tersebut. Penilaian ditentukan dengan skala, mulai dari 0 artinya tidak ada insikasi psikopat hingga 2 yang artinya seseorang positif memiliki karakter psikopat. Total skor adalah 40, dan seseorang didiagnosa psikopat jika dia memiliki skor antara 30 hingga 40. Pada beberapa kasus, skor 25 juga sudah dikategorikan psikopat. </p>
<p>Terdapat sekitar 20 kriteria dalam PCL-R dalam menegakkan diagnosis psikopat. Di antaranya sebagai berikut : persuasif dan memesona di permukaan, menghargai diri yang berlebihan, butuh stimulasi atau gampang bosan, pembohong yang patologis, menipu dan manipulatif, kurang rasa bersalah dan berdosa, emosi dangkal, kasar dan kurang empati, hidup seperti parasit, buruknya pengendalian perilaku, longgarnya perilaku seksual, masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun), tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis, impulsif, tidak bertanggung jawab atas kewajiban, tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri, pernikahan jangka pendek yang berulang, kenakalan remaja, melanggar norma dan keragaman kriminal. </p>
<p>Alat diagnosis lain yang digunakan berdasarkan teori yang sudah eksis (metode deduksi) adalah Primitive Defense Guide, Rorschach, ToM (Theory of Mind), SCT (Sentence Completion Test) dan NEO PIR. </p>
<p>PENANGANAN DAN PENCEGAHAN<br />
Pada dasarnya, psikopat tidak bisa diterapi secara sempurna tetapi hanya bisa terobservasi dan terdeteksi. Untuk tahap pengobatan dan rehabilitasi psikopat saat ini baru dalam tahap kopleksitas pemahaman gejala. Terapi yang paling mungkin adalan non obat seperti konseling. Namun melihat kompleksitas masalahnya, terapi psikopat bisa dikatakan sulit bahkan tidak mungkin. Seorang psikopat tidak merasa ada yang salah dengan dirinya sehingga memintanya datang teratur untuk terapi adalah hal yang mustahil. Yang bisa dilakukan manusia adalah menghindari orang-orang psikopat, memberikan terapi pada korbannya, mencegah timbul korban lebih banyak dan mencegah psikopat jangan berubah menjadi kriminal. </p>
<p>Psikopat salah satu perilaku menyimpang yang banyak ditakuti masyarakat sebenarnya selama ini banyak terdapat disekitar kita. Sekitar 1 dari 100 orang di dalam masyarakat adalah psikopat. Hampir seperlimanya akan berperilaku kriminal seperti pembunuh, pemerkosa, koruptor, pemabuk, atau penjudi. Mungkin salah satunya akan berpotensi menjadi “monster penjagal manusia”. Bila deteksi dini gangguan perilaku pada anak dan pendekatan lingkungan dilakukan dengan baik, maka idealnya psikopat tidak akan berubah menjadi kriminal. </p>
<p>Beberapa penelitian faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Lingkungan tersebut bisa berupa fisik, biologis dan sosial. Tetapi kebanyakan orang-orang beresiko biasanya memasuki lingkungan yang sama yang berpotensi terjadinya kejahatan tersebut. Faktor lingkungan fisik dan sosial yang beresiko berkembangnya seorang psikopat menjadi kriminal adalah tekanan ekonomi yang buruk, perlakuan kasar dan keras sejak usia anak, penelantaran anak, perceraian orang tua, kesibukan orangtua, faktor pemberian nutrisi tertentu, dan kehidupan keluarga yang tidak mematuhi etika hukum, agama dan sosial. Lingkungan yang beresiko lainnya adalah hidup ditengah masyarakat yang dekat dengan perbuatan criminal seperti pembunuhan, penyiksaan, kekerasan dan lain sebagainya. </p>
<p>Sedangkan lingkungan biologis salah satunya yang saat ini banyak diteliti adalah pola makan apakah berpengaruh terhadap tindak kriminal tersebut. Adanya penelitian yang dilakukan Peter C dkk tahun 1997 cukup mengejutkan. Didapatkan kaitan diet, alergi makanan, intoleransi makanan dan perilaku kriminal di usia muda cukup menjadi informasi dan fakta ilmiah yang menarik dan sangat penting, Meskipun demikian masih belum dapat dijelaskan mengapa beberapa faktor tersebut berkaitan.Terdapat beberapa faktor resiko untuk terjadi tindak kekerasan dan kriminal tersebut seperti agresifitas, emosi, impulsifitas, hiperaktif, gangguan tidur dan sebagainya. Ternyata banyak faktor resiko tersebut juga terjadi pada penderita alergi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, impulsifitas hingga memperberat gejala penderita Autism dan ADHD. </p>
<p>Bila faktor genetik, gangguan fungsi otak, dan diikuti oleh lingkungan fisik, biologis dan sosial yang negatif maka tindak kriminal pada penderita psikopat lebih gampang terjadi. Sehingga sangatlah penting untuk mengetahui faktor resiko dan gangguan perilaku pada usia anak untuk dilakukan pencegahan sejak dini. </p>
<p>DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>C. Peter; W. Bennett Jonathan Brostoff. The Health of Criminals Related to Behaviour, Food, Allergy and Nutrition: A Controlled Study of 100 Persistent Young Offenders.Journal of Nutritional &amp; Environmental Medicine, Volume 7, Issue 4 December 1997 , 359 – 366</p>
<p>Fazel S, Danesh J. Serious mental disorder in 23000 prisoners: a systematic review of 62 surveys. Lancet. Feb 16 2002;359(9306):545-50. </p>
<p>Novak B, McDermott BE, Scott CL, Guillory S. Sex offenders and insanity: an examination of 42 individuals found not guilty by reason of insanity. J Am Acad Psychiatry Law. 2007;35(4):444-50. </p>
<p>Stanley B, Molcho A, Stanley M, Winchel R, Gameroff MJ, Parsons B, et al. Association of aggressive behavior with altered serotonergic function in patients who are not suicidal. Am J Psychiatry. Apr 2000;157(4):609-14. </p>
<p>Bloom JD, Wilson WH. Offenders with schizophrenia. In: Hodgins S, Mhuller-Isberner R, Eds. Violence, Crime &amp; Mentally Disordered Offenders: Concepts &amp; Methods in Effective Treatment &amp; Prevention, Series in Forensic Clinical Psychology. New York, NY: John Wiley &amp; Sons; 2000:113-30. </p>
<p>Briken P, Habermann N, Kafka MP, Berner W, Hill A. The paraphilia-related disorders: an investigation of the relevance of the concept in sexual murderers. J Forensic Sci. May 2006;51(3):683-8. </p>
<p>Buckley PF. Pharmacologic options for treating schizophrenia with violent behavior. Supplement to Psychiatric Times. Oct 2004;1-8. </p>
<p>Burke H, Hart SD. Personality disordered offenders: conceptualization, assessment and diagnosis of personality disorder. In: Hodgins S, Mhuller-Isberner R, eds. Violence, Crime &amp; Mentally Disordered Offenders: Concepts &amp; Methods in Effective Treatment &amp; Prevention, Series. New York, NY: John Wiley and Sons; 2000. </p>
<p>Eaves D, Tien G, Wilson D. Offenders with major affective disorders. In: Hodgins S, Muller-Isberner R, eds. Violence, crime and mentally disordered offenders: concepts and methods in effective treatment and prevention, Series in Forensic Clinical Psychology. New York: John Wiley and Sons; 2000:131-52. </p>
<p>Hales RE, Yudofsky SC. Essentials of Clinical Neuropsychiatry. 4th ed. Washington DC: American Psychiatric Press; 2003. </p>
<p>Kendler KS. Reflections on the relationship between psychiatric genetics and psychiatric nosology. Am J Psychiatry. Jul 2006;163(7):1138-46. </p>
<p>Kolko DJ. Efficacy of cognitive-behavioral treatment and fire safety education for children who set fires: initial and follow-up outcomes. J Child Psychol Psychiatry. Mar 2001;42(3):359-69. </p>
<p>Nedopil N. Offenders with brain damage. In: Hodgins S, Muller-Isberner R, eds. Violence, Crime and Mentally Disordered Offenders: Concepts and Methods in Effective Treatment and Prevention. Series in Forensic Clinical Psychology. New York, NY: John Wiley and Sons; 2000:39-62. </p>
<p>Rosenbaum JF, Arena GW, Hyman SE, et al. Handbook of Psychiatric Medication Treatment. 5th ed. Philadelphia: Lippincott, Williams, and Wilkins; 2005. </p>
<p>Tardiff K. Concise Guide to Assessment and Management of Violent Patients. 2nd ed. Washington DC: American Psychiatric</p>
<p>Tiihonen J. Pharmacological treatment for personality disordered offenders. In: Hodgins S, Muller-Isberner R, eds. Violence, Crime and Mentally Disordered Offenders: Concepts and Methods in Effective Treatment and Prevention, Series in Forensic Clinical Psychology. New York, NY: John Wiley and Sons; 2000.<br />
Wong S. Psychopathic offenders. In: Hodgins S, Mhuller-Isberner R, eds. Violence, Crime and Mentally Disordered Offenders: Concepts and Methods in Effective Treatment and Prevention, Series in Forensic Clinical Psychology. New York, NY: John Wiley and Sons; 2000:87-112.</p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9h-kesehatan-jiwa/'>9H.KESEHATAN JIWA</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/adakah-psikopat-di-keluarga-atau-teman-anda/'>Adakah Psikopat Di Keluarga atau Teman Anda</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/926/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=926&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/27/adakah-psikopat-di-keluarga-atau-teman-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenali Penyakit hati dan Penyakit Moral Pada Diri Anda</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/kenali-penyakit-hati-dan-penyakit-moral-pada-diri-anda/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/kenali-penyakit-hati-dan-penyakit-moral-pada-diri-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 01:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan-Penyakit Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Kenali Penyakit hati dan Penyakit Moral Pada Diri Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=918</guid>
		<description><![CDATA[Kenali 10 Penyakit Hati dan Penyakit Moral Pada Diri Anda Seiring dengan kemajuan informsasi dan teknologi  akan semakin maju peradaban dan budaya manusia. Tetapi dibalik itu, tidaklah berarti semakin baik moralnya. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak memberi jaminan moral manusia menjadi bertambah baik. Secara realita, yang dijumpai pada zaman yang disebut era globalisasi memperlihatkan moral [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=918&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Kenali 10 Penyakit Hati dan Penyakit Moral Pada Diri Anda</span></h2>
<p><strong>Seiring dengan kemajuan informsasi dan teknologi  akan semakin maju peradaban dan budaya manusia. Tetapi dibalik itu, tidaklah berarti semakin baik moralnya. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan tidak memberi jaminan moral manusia menjadi bertambah baik. Secara realita, yang dijumpai pada zaman yang disebut era globalisasi memperlihatkan moral manusia bukan semakin bertambah baik, justru pada masa sekarang inilah sebagian manusia telah kembali pada zaman jahiliyah modern.</strong></p>
<p>Penyakit-penyakit hati dan penyakit moral ini lebih mengganggu dan lebih berbahaya, lebih parah dan lebih buruk daripada penyakit-penyakit tubuh ditinjau dan berbagai segi dan arah. Yang paling merugikan dan paling besar bahayanya ialah karena penyakit hati mendatangkan mudarat atas seseorang dalam agamanya, yaitu modal kebahagia­ annya di dunia dan di akhirat; dan bermudarat bagi akhiratnya, yaitu tempat kediaman yang baqa, kekal, dan abadi. Adapun penyakit tubuh tidaklah mendatangkan mudarat atas seseorang kecuali di dunianya yang fana yang segera sima, serta tubuhnya yang menjadi sasaran penyakit akan hancur luluh dalam waktu yang cepat</p>
<h3><span style="color:#800000;"><strong>Kenali 10 Penyakit hati dan Penyakit Moral Pada Manusia</strong></span></h3>
<ol>
<li><strong>Korupsi. K</strong>orupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.  Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar mencakup unsur-unsur sebagai berikut: perbuatan melawan hukum; penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana; memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi; merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.  Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya <em>pemerintahan oleh para pencuri</em>, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali. Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.</li>
<li><strong>Khianat / Hianat<br /></strong>Hianat adalah sikap tidak bertanggungjawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya. Khianat biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Khianat adalah ciri-ciri orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci orang disekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari.</li>
<li><strong>Iri hati</strong><br />Sifat ini membuat kita selalu merasa tidak senang dengan kesenangan, kebahagiaan, keberuntungan, dan kesuksesan orang lain. Kita pun cenderung berusaha menyaingi orang itu dengan berbagai cara. Bahkan, terkadang kita ingin merusak kesenangan itu. Namun, jika rasa iri lebih kepada ke arah kebaikan, seperti ingin sukses agar dapat menyebarkan ilmu di kemudian hari atau iri untuk menyebarkan kebahagiaan kepada orang lain, boleh-boleh saja.</li>
<li><strong>Kebimbangan dalam agama</strong>. Selain itu, lemahnya keimanan kepada Allah, Rasul-Nya, serta kediaman di akhirat. </li>
<li><strong>Sifat riya&#8217; </strong>. Ingin dipuji oleh manusia dalam per­buatan kebajikan. </li>
<li><strong>Angkuh dan sombong.</strong><br />Sombong berarti menolak kebenaran dan melecehkan / merendahkan orang lain, dan memandang dirinya sempurna segala-galanya. Angkuh pada diri manusia yang telah merekat dan menyatu dalam hati manusia akan menciptakan sebuah rasa dan pernyataan lebih dan paling.  SAYA (lebih dan paling) HEBAT, SAYA SAYA (lebih dan paling) NOMOR SATU, SAYA TERBAIK -</li>
<li><strong>Provokatif</strong><br />Sifat ini membuat kita berusaha untuk selalu memengaruhi orang lain melakukan tindakan yang kurang baik. Misalnya, menulari kebencian kita kepada orang lain atau memanas-manasi dengan tujuan menimbulkan permusuhan atau melahirkan kebencian dengan orang itu kepada orang lain.</li>
<li><strong>Menebar fitnah</strong><br />Inilah kegiatan menyebarkan kejelekan orang lain sehingga nama baik orang itu tercemar atau membohongi seseorang agar menimbulkan kebencian.</li>
<li><strong>Berburuk sangka</strong><br />Buruk sangka adalah sifat yang selalu mencurigai atau menyangka orang lain berbuat buruk tanpa disertai bukti yang jelas.</li>
<li><strong>Ingkar janji</strong><br />Penyakit hati ini berupa sikap tidak bertanggung jawab atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan orang lain kepada kita. Biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Orang yang sering ingkar janji berisiko tidak disukai orang di sekitarnya dan kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung jawab di kemudian hari.</li>
</ol>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a>  </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a>  </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/kesehatan-penyakit-moral/'>Kesehatan-Penyakit Moral</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/kenali-penyakit-hati-dan-penyakit-moral-pada-diri-anda/'>Kenali Penyakit hati dan Penyakit Moral Pada Diri Anda</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/918/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=918&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/kenali-penyakit-hati-dan-penyakit-moral-pada-diri-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tahapan Perkembangan Moral</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/tahapan-perkembangan-moral/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/tahapan-perkembangan-moral/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 01:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan-Penyakit Moral]]></category>
		<category><![CDATA[Tahapan Perkembangan Moral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[Tahapan Perkembangan Moral Tahapan perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi rendahnya moral seseorang berdasarkan perkembangan penalaran moralnya seperti yang diungkapkan oleh Lawrence Kohlberg. Tahapan tersebut dibuat saat ia belajar psikologi di University of Chicago berdasarkan teori yang ia buat setelah terinspirasi hasil kerja Jean Piaget dan kekagumannya akan reaksi anak-anak terhadap dilema moral. Ia menulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=916&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Tahapan Perkembangan Moral</strong></span></h2>
<p><strong>Tahapan perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi rendahnya moral seseorang berdasarkan perkembangan penalaran moralnya seperti yang diungkapkan oleh Lawrence Kohlberg. Tahapan tersebut dibuat saat ia belajar psikologi di University of Chicago berdasarkan teori yang ia buat setelah terinspirasi hasil kerja Jean Piaget dan kekagumannya akan reaksi anak-anak terhadap dilema moral. Ia menulis disertasi doktornya pada tahun 1958  yang menjadi awal dari apa yang sekarang disebut tahapan-tahapan perkembangan moral dari Kohlberg.</strong></p>
<p>Teori ini berpandangan bahwa penalaran moral, yang merupakan dasar dari perilaku etis, mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Ia mengikuti perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget, yang menyatakan bahwa logika dan moralitas berkembang melalui tahapan-tahapan konstruktif. Kohlberg memperluas pandangan dasar ini, dengan menentukan bahwa proses perkembangan moral pada prinsipnya berhubungan dengan keadilan dan perkembangannya berlanjut selama kehidupan, walaupun ada dialog yang mempertanyakan implikasi filosofis dari penelitiannya.</p>
<p>Kohlberg menggunakan ceritera-ceritera tentang dilema moral dalam penelitiannya, dan ia tertarik pada bagaimana orang-orang akan menjustifikasi tindakan-tindakan mereka bila mereka berada dalam persoalan moral yang sama. Kohlberg kemudian mengkategorisasi dan mengklasifikasi respon yang dimunculkan ke dalam enam tahap yang berbeda. Keenam tahapan tersebut dibagi ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Teorinya didasarkan pada tahapan perkembangan konstruktif; setiap tahapan dan tingkatan memberi tanggapan yang lebih adekuat terhadap dilema-dilema moral dibanding tahap/tingkat sebelumnya.</p>
<p><strong>Tahapan</strong><strong> Perkembangan Moral</strong></p>
<p>Keenam tahapan perkembangan moral dari Kolhlberg dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Mengikuti persyaratan yang dikemukakan Piaget untuk suatu Teori perkembangan kognitif, adalah sangat jarang terjadi kemunduran dalam tahapan-tahapan ini. Walaupun demikian, tidak ada suatu fungsi yang berada dalam tahapan tertinggi sepanjang waktu. Juga tidak dimungkinkan untuk melompati suatu tahapan; setiap tahap memiliki perspektif yang baru dan diperlukan, dan lebih komprehensif, beragam, dan terintegrasi dibanding tahap sebelumnya.</p>
<p><strong><em>Tingkat 1 (Pra-Konvensional)</em></strong><strong> </strong></p>
<p>1. Orientasi kepatuhan dan hukuman</p>
<p>2. Orientasi minat pribadi</p>
<p>( <em>Apa untungnya buat saya?</em>)</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><em>Tingkat 2 (Konvensional)</em></strong><strong> </strong></p>
<p>3. Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas</p>
<p>( <em>Sikap anak baik</em>)</p>
<p>4. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial</p>
<p>( <em>Moralitas hukum dan aturan</em>)</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em>Tingkat 3 (Pasca-Konvensional)</em></strong><strong> </strong></p>
<p>5. Orientasi kontrak sosial</p>
<p>6. Prinsip etika universal</p>
<p>( <em>Principled conscience</em>)</p>
<p><strong>Pra-Konvensional</strong></p>
<p>Tingkat pra-konvensional dari penalaran moral umumnya ada pada anak-anak, walaupun orang dewasa juga dapat menunjukkan penalaran dalam tahap ini. Seseorang yang berada dalam tingkat pra-konvensional menilai moralitas dari suatu tindakan berdasarkan konsekuensinya langsung. Tingkat pra-konvensional terdiri dari dua tahapan awal dalam perkembangan moral, dan murni melihat diri dalam bentuk egosentris.</p>
<p>Dalam <strong><em>tahap pertama</em></strong>, individu-individu memfokuskan diri pada konsekuensi langsung dari tindakan mereka yang dirasakan sendiri. Sebagai contoh, suatu tindakan dianggap salah secara moral bila orang yang melakukannya dihukum. Semakin keras hukuman diberikan dianggap semakin salah tindakan itu<sup>. </sup>Sebagai tambahan, ia tidak tahu bahwa sudut pandang orang lain berbeda dari sudut pandang dirinya. Tahapan ini bisa dilihat sebagai sejenis otoriterisme.</p>
<p><strong><em>Tahap dua</em></strong> menempati posisi <em>apa untungnya buat saya</em>, perilaku yang benar didefinisikan dengan apa yang paling diminatinya. Penalaran tahap dua kurang menunjukkan perhatian pada kebutuhan orang lain, hanya sampai tahap bila kebutuhan itu juga berpengaruh terhadap kebutuhannya sendiri, seperti “kamu garuk punggungku, dan akan kugaruk juga punggungmu. Dalam tahap dua perhatian kepada oranglain tidak didasari oleh loyalitas atau faktor yang berifat intrinsik. Kekurangan perspektif tentang masyarakat dalam tingkat pra-konvensional, berbeda dengan kontrak sosial (tahap lima), sebab semua tindakan dilakukan untuk melayani kebutuhan diri sendiri saja. Bagi mereka dari tahap dua, perpektif dunia dilihat sebagai sesuatu yang bersifat relatif secara moral.</p>
<p><strong>Konvensional</strong></p>
<p>Tingkat konvensional umumnya ada pada seorang remaja atau orang dewasa. Orang di tahapan ini menilai moralitas dari suatu tindakan dengan membandingkannya dengan pandangan dan harapan masyarakat. Tingkat konvensional terdiri dari tahap ketiga dan keempat dalam perkembangan moral.</p>
<p>Dalam <strong><em>tahap tiga</em></strong>, seseorang memasuki masyarakat dan memiliki peran sosial. Individu mau menerima persetujuan atau ketidaksetujuan dari orang-orang lain karena hal tersebut merefleksikan persetujuan masyarakat terhadap peran yang dimilikinya. Mereka mencoba menjadi seorang <em>anak baik</em> untuk memenuhi harapan tersebut, karena telah mengetahui ada gunanya melakukan hal tersebut. Penalaran tahap tiga menilai moralitas dari suatu tindakan dengan mengevaluasi konsekuensinya dalam bentuk hubungan interpersonal, yang mulai menyertakan hal seperti rasa hormat, rasa terimakasih, dan <em>golden rule</em>. Keinginan untuk mematuhi aturan dan otoritas ada hanya untuk membantu peran sosial yang stereotip ini. Maksud dari suatu tindakan memainkan peran yang lebih signifikan dalam penalaran di tahap ini; ‘mereka bermaksud baik…</p>
<p>Dalam <strong><em>tahap empat</em></strong>, adalah penting untuk mematuhi hukum, keputusan, dan konvensi sosial karena berguna dalam memelihara fungsi dari masyarakat. Penalaran moral dalam tahap empat lebih dari sekedar kebutuhan akan penerimaan individual seperti dalam tahap tiga; kebutuhan masyarakat harus melebihi kebutuhan pribadi. Idealisme utama sering menentukan apa yang benar dan apa yang salah, seperti dalam kasus fundamentalisme. Bila seseorang bisa melanggar hukum, mungkin orang lain juga akan begitu – sehingga ada kewajiban atau tugas untuk mematuhi hukum dan aturan. Bila seseorang melanggar hukum, maka secara ia salah secara moral, sehingga celaan menjadi faktor yang signifikan dalam tahap ini karena memisahkan yang buruk dari yang baik.</p>
<p><strong>Pasca-Konvensional</strong></p>
<p>Tingkatan pasca konvensional, juga dikenal sebagai tingkat berprinsip, terdiri dari tahap lima dan enam dari perkembangan moral. Kenyataan bahwa individu-individu adalah entitas yang terpisah dari masyarakat kini menjadi semakin jelas. Perspektif seseorang harus dilihat sebelum perspektif masyarakat. Akibat ‘hakekat diri mendahului orang lain’ ini membuat tingkatan pasca-konvensional sering tertukar dengan perilaku pra-konvensional.</p>
<p>Dalam <strong><em>tahap lima</em></strong>, individu-individu dipandang sebagai memiliki pendapat-pendapat dan nilai-nilai yang berbeda, dan adalah penting bahwa mereka dihormati dan dihargai tanpa memihak. Permasalahan yang tidak dianggap sebagai relatif seperti kehidupan dan pilihan jangan sampai ditahan atau dihambat. Kenyataannya, tidak ada pilihan yang pasti benar atau absolut – ‘memang anda siapa membuat keputusan kalau yang lain tidak’? Sejalan dengan itu, hukum dilihat sebagai kontrak sosial dan bukannya keputusan kaku. Aturan-aturan yang tidak mengakibatkan kesejahteraan sosial harus diubah bila perlu demi terpenuhinya <em>kebaikan terbanyak untuk sebanyak-banyaknya orang</em>. Hal tersebut diperoleh melalui keputusan mayoritas, dan kompromi. Dalam hal ini, pemerintahan yang demokratis tampak berlandaskan pada penalaran tahap lima.</p>
<p>Dalam <strong><em>tahap enam</em></strong>, penalaran moral berdasar pada penalaran abstrak menggunakan prinsip etika universal. Hukum hanya valid bila berdasar pada keadilan, dan komitmen terhadap keadilan juga menyertakan keharusan untuk tidak mematuhi hukum yang tidak adil. Hak tidak perlu sebagai kontrak sosial dan tidak penting untuk tindakan moral <em>deontis</em>. Keputusan dihasilkan secara kategoris dalam cara yang absolut dan bukannya secara hipotetis secara kondisional (lihat <em>imperatif kategoris</em> dari Immanuel Kant). Hal ini bisa dilakukan dengan membayangkan apa yang akan dilakukan seseorang saat menjadi orang lain, yang juga memikirkan apa yang dilakukan bila berpikiran sama (lihat <em>veil of ignorance</em> dari John Rawls). Tindakan yang diambil adalah hasil konsensus. Dengan cara ini, tindakan tidak pernah menjadi cara tapi selalu menjadi hasil; seseorang bertindak <em>karena</em> hal itu benar, dan bukan karena ada maksud pribadi, sesuai harapan, legal, atau sudah disetujui sebelumnya. Walau Kohlberg yakin bahwa tahapan ini ada, ia merasa kesulitan untuk menemukan seseorang yang menggunakannya secara konsisten. Tampaknya orang sukar, kalaupun ada, yang bisa mencapai tahap enam dari model Kohlberg ini.</p>
<p><strong>Artikel Terkait Lainnya :</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>DETEKSI DINI DAN KENALI BERBAGAI PENYAKIT DAN GANGGUAN PADA ANAK SEJAK DINI </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li><a title="Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/deteksi-dini-tanda-dan-gejala-alergi-pada-bayi/">Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-keterlambatan-bicara-pada-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-autis-sejak-dini-autiskah-anak-anda/">Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini </a></li>
<li><a title="Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/kenali-dan-waspadai-leukemia-pada-anak/">Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/deteksi-dan-pencegahan-alergi-sejak-bayi/">Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/15/waspadai-bahaya-bahan-aditif-makanan/">Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Sinusitis Pada Anak" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/09/20/sinusitis-pada-anak-2/">Kenali Sinusitis Pada Anak Sejak dini</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Monitor Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan : Paling Sering terjadi saat Usia 6 Bulan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/bagaimana-memonitor-pertumbuhan-anak-sejak-bayi/">Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan</a></li>
<li><a title="Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/deteksi-dini-kesulitan-makan-pada-anak/">Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/26/deteksi-dan-stimulasi-kecerdasan-motorik-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan</a></li>
<li><a title="Down Syndrome : Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/24/down-syndrome-deteksi-dini-pencegahan-dan-penatalaksanaan-sindrom-down/">Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down</a></li>
<li><a title="Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/kenali-infeksi-saluran-kencing-pada-anak-sejak-dini-dapat-akibatkan-gangguan-ginjal/">Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal</a></li>
<li><a title="Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/05/kenali-dan-cegah-penyakit-cacing-pada-anak/">Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to HIV MENGANCAM ANAK INDONESIA." rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/hiv-mengancam-anak-indonesia/">Kenali sejak dini penyakit HIV pada anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to GAGAL TUMBUH PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/gagal-tumbuh-pada-anak/">Deteksi Dini Gangguan Gagal Tumbuh Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to TUBERKULOSIS PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/07/31/tuberkulosis-pada-anak/">Deteksi Dini Tuberkulosis Pada Anak</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/kesehatan-penyakit-moral/'>Kesehatan-Penyakit Moral</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/tahapan-perkembangan-moral/'>Tahapan Perkembangan Moral</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/916/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=916&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/tahapan-perkembangan-moral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Bahaya Bahan Aditif Dalam Makanan Sehari-hari</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/waspadai-bahaya-bahan-aditif-dalam-makanan-sehari-hari/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/waspadai-bahaya-bahan-aditif-dalam-makanan-sehari-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 01:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[9D.NUTRISI-DIET]]></category>
		<category><![CDATA[Permasalahan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Waspadai Bahaya Bahan Aditif Dalam Makanan Sehari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=913</guid>
		<description><![CDATA[Waspadai Bahaya Bahan Aditif Dalam Makanan Sehari-hari Dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat juga menyentuh kemajuan industri makanan. Perkembangan industri makanan sangat luar biasa. Saat ini dijumpai sangat banyak variasi dan jenis makanan dan minuman instan yang diproduksi dan menjadi konsumsi masyarakat modern. Teknologi industri makanan tidak terlepas dari penggunaan zat aditif dalam makanan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=913&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Waspadai Bahaya Bahan Aditif Dalam Makanan Sehari-hari</span></h2>
<p><strong>Dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat juga menyentuh kemajuan industri makanan. Perkembangan industri makanan sangat luar biasa. Saat ini dijumpai sangat banyak variasi dan jenis makanan dan minuman instan yang diproduksi dan menjadi konsumsi masyarakat modern. Teknologi industri makanan tidak terlepas dari penggunaan zat aditif dalam makanan dan minuman. Terdapat zat aditif yang aman, beresiko dan berbahaya. Masyarakat harus cermat dalam menmilih makanan dan minuman instan berkaitan dengan penambahan zat aditif tersebut.</strong></p>
<p>Dalam membeli makanan, minuman atau obata-obatan sebaiknya  harus mencermati label yang terdapat dalam makanan tersebut. Isi kandungan komponen bahan-bahan yang tertera dalam label tersebut harus diketahui keamanan dan akibat yang bisa ditimbulkannya Selain kandungan utama makanan, minuman atau obat-obatan akan ditemukan komponen lain yang mengandungi berbagai bahan campuran.  Bahan-bahan campuran ini diberi nama aditif, contohnya, bahan-bahan campuran yang diberi nama huruf awal “E”, seperti E101 (Riboflavin), E123 (Amaranth), E211 (Natrium Benzoate), E249 (Kalium Nitrit), E322 (Lesitin) dan sebagainya.</p>
<p>Dalam industri makanan modern saat ini diperlukan penggunaan teknologi pengawetan pangan  untuk membuat makanan menjadi tahan lama dan tetap berkualitas, Salah satu dari beberapa teknik pengawetan pangan adalah memberikan bahan tambahan pangan (BTP) untuk pengawetan, hal ini dilakukan dengan menambahkan suatu bahan kimia tertentu dengan jumlah tertentu yang diketahui memiliki efek mengawetkan dan aman untuk dikonsumsi manusia.</p>
<p><strong>BAHAN ADITIF MAKANAN</strong><strong> </strong></p>
<p>Aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan yang berguna untuk meningkatkan kualitas, menambahkan kelezatan dan menjaga kesegaran makanan tersebut. Penggunaan aditif sebenarnya bermula sejak ribuan tahun lalu. Nenek moyang kita telah menggunakan garam untuk mengawet daging dan ikan, rempah untuk melezatkan makanan, dan cuka serta gula untuk menyimpan buah-buahan.</p>
<p>Departemen Kesehatan dan BPOM mengistilahkan Bahan aditif Makanan dengan BPT (Bahan Tambahan Pangan ). Bahan Tambahan Pangan adalah bahan tambahan pangan yang dapat mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman atau penguraian dan perusakan lainnya terhadap pangan yang disebabkan oleh mikroorganisme. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh fungi, bakteria dan mikroba lainnya. Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (<em>food borne illness</em>) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan</p>
<p>Aditif yang bertindak sebagai pewarna telah digunakan untuk memberi warna kuning kepada mentega sejak dahulu kala. Penduduk Asia telah menggunakan sejenis sup atau makanan lainnya dengan pemberian bahan  mononatrium glutamat atau MSG, sejak 2.000 tahun lalu.</p>
<p><strong>Manfaat Aditif Makanan</strong></p>
<p>Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan pengawet  adalah untuk menghambat pembusukan dan menjamin mutu awal pangan agar tetap terjaga selama mungkin. Penggunaan pengawet dalam produk pangan dalam prakteknya berperan sebagai antimikroba atau antioksidan atau keduanya. Jamur, bakteri dan enzim selain penyebab pembusukan pangan juga dapat menyebabkan orang menjadi sakit, untuk itu perlu dihambat pertumbuhan maupun aktivitasnya.</p>
<p>Zat aditif makanan juga  untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Beberapa pengawet yang termasuk antioksidan berfungsi mencegah makanan menjadi tengik yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dalam makanan tersebut. eran sebagai antioksidan akan mencegah produk pangan dari ketengikan, pencoklatan, dan perkembangan noda hitam. Antioksidan menekan reaksi yang terjadi saat pangan menyatu dengan oksigen, adanya sinar, panas, dan beberapa logam.</p>
<p><strong>Berbagai manfaat Aditif Makanan diantaranya adalah</strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Untuk mempertahankan kelezatan dan kesehatan (wholesomeness) pangan.</em></strong><br />
Pengawet menahan kerusakan pangan yang disebabkan oleh kapang, bakteria, fungi atau khamir. Kontaminasi bakteria dapat menyebabkan penyakit yang dibawa makanan (<em>food born illness</em>) termasuk botulism yang membahayakan kehidupan.<br />
<em>Antioksidan</em> adalah pengawet yang mencegah terjadinya bau yang tidak sedap. Antioksidan juga mencegah potongan buah segar seperti apel menjadi coklat bila terkena udara.</li>
<li><strong><em>Mengembangkan atau mengatur keasaman/kebasaan pangan.</em></strong><br />
Bahan pengembang yang melepaskan asam bila dipanaskan bereaksi dengan <em>baking soda</em> membantu mengembangkan kue, biskuit dan roti selama proses pemanggangan. Pengatur keasaman/kebasaan membantu memodifiksi keasaman/kebasaan pangan agar diperoleh bau, rasa dan warna yang sesuai</li>
<li><strong><em>Untuk menguatkan rasa atau mendapatkan warna yang diinginkan.</em></strong><br />
Berbagai jenis bumbu dan penguat rasa sintetik atau alami memperkuat rasa pangan. Sebaliknya warna memperindah tampilan pangan tertentu untuk memenuhi ekspektasi konsumen.</li>
<li><strong><em>Untuk mempertahankan konsistensi produk.</em></strong><br />
Emulsifier memberikan tekstur produk berbentuk emulsi atau suspensi yang konsisten dan mencegah pemisahan fasa air dengan fasa lemak suatu emulsi atau pemisahan fasa cair dan fasa padat suatu suspensi. Penstabil dan pengental menghasilkan tekstur yang lembut dan homogen pada pangan tertentu.</li>
<li><strong><em>Untuk meningkatkan atau mempertahankan nilai gizi.</em></strong><br />
Vitamin dan mineral yang ditambahkan ke dalam pangan seperti susu, tepung, serelia lain dan margarin untuk memperbaiki kekurangan zat tersebut dalam diet seseorang atau mengganti kehilangannya selama proses pengolahan pangan. Fortifikasi dan pengayaan pangan semacam ini telah membantu mengurangi malnutrisi dalam populasi masyarakat Amerika. Semua pangan yang mengandung nutrien yang ditambahkan harus diberi label yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku secara internasional atau sesuai ketentuan masing-masing negara.</li>
</ol>
<p><strong>Aditif makanan</strong></p>
<p><strong><em>Aditif Makanan atau Pengawet pangan</em></strong> adalah upaya untuk mencegah, menghambat pertumbuhan mikroba yang terdapat dalam pangan. Pengawetan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu penggunaan suhu rendah, suhu tinggi, iradiasi atau dengan penambahan bahan pengawet (BTP Pengawet). Produk-produk pangan dalam kemasan yang diproses dengan panas atau disebut sterilisasi komersil seperti kornet dalam kaleng atau susu steril dalam kemasan tetrapak tidak menggunakan bahan pengawet karena proses termal sudah cukup untuk memusnahkan mikroba pembusuk dan patogen.<br />
Produk-produk ini akan awet lebih dari setahun meskipun disimpan pada suhu kamar.</p>
<p>Beberapa produk pangan dalam kemasan yang menggunakan bahan pengawet, misalnya kecap, sambal, selai dan jem dalam botol.<br />
Kedua jenis produk ini setelah dibuka biasanya tidak segera habis, sehingga supaya awet terus pada suhu kamar maka produk ini membutuhkan bahan tambahan pangan pengawet. Agen-agen penstabil dan pemekat seperti garam alginat dan gliserin membuat makanan dan tekstur obat-obatan menjadi rata dan lembut. Agen penghalang kerak memastikan makanan yang berbutir seperti garam dan gula sentiasa berberai. Aditif bermanfaat untuk menawetkan dan meningkatkan nilai nutrisi makanan. Contohnya, vitamin dan bahan galian dicampurkan ringan seperti susu, tepung, dan margarin untuk menciptakan sumber makanan yang seimbang. Aditif yang tergolong bahan pengawet digunakan bagi tujuan pengawetan mengawetkan makanan dalam keadaan baik dan tahan lama. Bahan pengawet seperti garam nitrat dan nitrit amat penting bagi melindungi makanan jenis daging agar terhindar dari ulat dan bakteria clostridium, botulidium mikroorganisma penyebab botulisme atau keracunan makanan.</p>
<p>Antioksidan seperti vitamin C dan vitmain E ternyata dapat mencegah lemak dan minyak di dalam sediaan makanan menjadi masam atau tengik. Antioksidan ini juga digunakan untuk membuat warna isi buah-buahan yang siap dipotong menjadi tahan lama. Tanpa agen antioksidan, warna isi buah epal dengan mudah berubah menjadi hitam dan pucat.</p>
<p>Aditif juga digunakan untuk menaikkan bahan makanan yang dimasak seperti cake dan roti. Bahan penyedap seperti rempah ratus (halia dan bunga cengkih) dan bahan kimia sintetik (monosodium glutamat; MSG) digunakan melezatkan makanan. Bahan pewarna juga sering dicampurkan ke dalam makanan, Contoh bahan pewarna ialah FD&amp;C Yellow No.6 yang digunakan di dalam minuman, makanan ringan dan roti. Bahan pemutih digunakan untuk memutihkan makanan seperti agar-agar dan obat-obatan yang mudah berubah warna terutama ketika di dalam penyimpanan.</p>
<p><strong>PENGAWASAN PENGGUNAAN </strong><strong> </strong></p>
<p>Jenis dan jumlah pengawet yang diijinkan untuk digunakan telah dikaji keamanannya. Indonesia menganut  Standarisasi internasional yang ditetapkan Codex Alimentarius Commission (CAC). Forum CAC (Codex Alimentarius Commission) merupakan organisasi perumus standar internasional untuk bidang pangan.</p>
<p>Berbagai produk dan industri makanan yang ada dsi Indonesia harus dibuat berdasarkan CODEX Alimentarius Commission, badan standar makanan internasional. Menurut Permenkes No.722/1988, bahan pengawet yang diizinkan digunakan dalam makanan dalam kadar tertentu adalah Asam Benzoat, Asam Propionat. Asam Sorbat, Belerang Dioksida, Metil p-Hidroksi Benzoat, Kalium Benzoat, Kalium Bisulfit, Kalium Meta Bisulfit, Kalium Nitrat, Kalium Nitrit, Kalium Propionat, Kalium Sorbat, Kalium Sulfit, Kalsium Benzoit, Kalsium Propionat, Kalsium Sorbat, Natrium Benzoat, Metil-p-hidroksi Benzoit, Natrium Bisulfit, Natrium Metabisulfit, Natrium Nitrat, Natrium Nitrit, Natrium Propionat, Natrium Sulfit, Nisin dan Propil-p-hidroksi-benzoit</p>
<p><strong>BAHAN ADITIF ALAMI DAN SINTETIS</strong></p>
<p>Aditif dapat berasal dari sumber alami, contohnya lesitin daripada kacang soya dan jagung atau serbuk pewarna bit daripada lobak bit. Aditif sintetik pula dihasilkan melalui tindak balas kimia. Keaslian aditif sintetik mudah dikenal dalam pembuatan dan pemrosesan bahan makanan tersebut.</p>
<p><strong>BAHAYA BAHAN ADITIF MAKANAN KESEHATAN</strong></p>
<p>Beberapa aditif yang dikaitkan dengan efek samping yang kurang baik adalah pewarna FD&amp;C Yellow No.5 atau tartazin. Tartazin (E102)dilaporkan menyebabkan gatal-gatal kulit yang amat sangat <em>(urticaria)</em> serta pembengkakkan sesetengah tisu lembut seperti kelopak mata, bibir, lidah dan tangan. Namun demikian, gangguan tersebut hanya didapatkan pada 1% dari penggunanya. Oleh sebab itu, penggunaan tartazin tidak dilarang dan maíz diijinkan. Tetapi sebaiknya kandungan zat tersebut seharusnya disertakan dalam label makanan tersebut.</p>
<p>Bahan pemanis berkalori rendah aspartam, pernah dilaporkan membawa kesan camping yang tidak baik bagi penggunanya. Namur sampai saat ini FDA maíz Belem bisa membuktikan bahaya bahan makanan tambahan tersebut. Demikian juga halnya dengan sesetengah aditif makanan yang dicampurkan ke dalam makanan ringan untuk kanak-kanak dan remaja.</p>
<p>Bahan Aditif yang sering mendapat perhatian paling sering adalah monotorium glutamat (MSG). Pada mulanya, bahan ini didapatkan dari sejenis rumput laut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Garam atau NaCl</strong><br />
Telah berabad lampau digunakan hingga saat ini sebagai bahan pengawet terutama untuk daging dan ikan. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan dan mengikat air bebasnya, sehingga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir.<br />
Produk pangan hasil pengawetan dengan garam dapat memiliki daya simpan beberapa minggu hingga bulan dibandingkan produk segarnya yang hanya tahan disimpan selama beberapa jam atau hari pada kondisi lingkungan luar.<br />
Ikan pindang, ikan asin, telur asin dan sebagainya merupakan contoh produk pangan yang diawetkan dengan garam.</li>
<li><strong>Gula atau sukrosa</strong><br />
Gula atau sukrosa merupakan karbohidrat berasa manis yang sering pula digunakan sebagai bahan pengawet khususnya komoditas yang telah mengalami perlakuan panas. Perendaman dalam larutan gula secara bertahap pada konsentrasi yang semakin tinggi merupakan salah satu cara pengawetan pangan dengan gula. Gula seperti halnya garam juga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir.<br />
Dendeng, manisan basah dan atau buah kering merupakan contoh produk awet yang banyak dijual di pasaran bebas.</li>
<li><strong>Cuka buah atau vinegar</strong><br />
Merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mengawetkan daging, asyuran maupun buah-buahan. Acar timun, acar bawang putih, acar kubis (<em>kimchee</em>) merupakan produk pangan yang diawetkan dengan penambahan asam atau cuka buah atau vinegar.<br />
Data pengaturan bahan pengawet dari <em>Codex Alimetarius Commission</em> (CAC), USA (CFR), Australia dan New Zealand (FSANZ) tercatat 58 jenis bahan pengawet yang dapat digunakan dalam produk pangan. Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 722 tahun 1988 telah mengatur sebanyak 26 jenis bahan pengawet.</li>
</ul>
<p><strong>Pengaruh beberapa bahan pengawet terhadap kesehatan</strong></p>
<div>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="502">
<tbody>
<tr>
<td width="25%"><strong>Bahan Pengawet</strong></td>
<td width="33%"><strong>Produk Pangan </strong></td>
<td width="42%"><strong>Pengaruh terhadap Kesehatan </strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Ca-benzoat</td>
<td valign="top">Sari buah, minuman ringan, minuman anggur manis,<br />
ikan asin</td>
<td valign="top">Dapat menyebabkan reaksi merugikan pada asmatis dan yang peka terhadap aspirin</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Sulfur dioksida<br />
(SO<sub>2</sub>)</td>
<td valign="top">Sari buah, <em>cider</em>, buah kering, kacang kering, sirup, acar</td>
<td valign="top">Dapat menyebabkan pelukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker dan<br />
alergi</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">K-nitrit</td>
<td valign="top">Daging kornet, daging kering, daging asin, pikel daging</td>
<td valign="top">Nitrit dapat mempengaruhi kemampuan sel darah untuk membawa oksigen, menyebabkan kesulitan bernafas dan sakit kepala, anemia, radang ginjal,<br />
muntah</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Ca- / Na-propionat</td>
<td valign="top">Produk roti dan tepung</td>
<td valign="top">Migrain, kelelahan, kesulitan tidur</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Na-metasulfat</td>
<td valign="top">Produk roti dan tepung</td>
<td valign="top">Alergi kulit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Asam sorbat</td>
<td valign="top">Produk jeruk, keju, pikel dan salad</td>
<td valign="top">Pelukaan kulit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">Natamysin</td>
<td valign="top">Produk daging dan keju</td>
<td valign="top">Dapat menyebabkan mual, muntah, tidak nafsu makan, diare dan pelukaan kulit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">K-asetat</td>
<td valign="top">Makanan asam</td>
<td valign="top">Merusak fungsi ginjal</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">BHA</td>
<td valign="top">Daging babi segar dan sosisnya, minyak sayur, <em>shortening</em>, kripik kentang, pizza beku, instant teas</td>
<td valign="top">Menyebabkan penyakit hati dan kanker.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p><strong>FDA mensyaratkan kepada produsen pangan untuk membuktikan bahwa pengawet yang digunakan aman bagi konsumen dengan mempertimbangkan :</strong></p>
<ul>
<li>Kemungkinan jumlah paparan bahan pengawet pada konsumen sebagai akibat mengkonsumsi produk pangan yang bersangkutan.</li>
<li>Pengaruh komulatif bahan pengawet dalam diet.</li>
<li>Potensi toksisitas (termasuk penyebab kanker) bahan pengawet ketika tertelan oleh manusia atau binatang.</li>
</ul>
<p><strong>Tips dan Rekomendasi memilih makanan yang aman :</strong></p>
<ul>
<li>Pilih pengawet yang diijinkan untuk dalam pangan serta telah terdaftar di Badan POM RI.</li>
<li>Pilih produsen makanan yang berskala internasional, bila produsennya tidak dikena sebaiknya harus cermat dalam meneliti label yang ada. Seringkali produsen tidak mencantumkan kandungan bahan aditif sebenarnya dalam labelnya.</li>
<li>Bacalah takaran penggunaannya pada label.</li>
<li>Gunakan dengan takaran yang benar sesuai petunjuk pada label.</li>
<li>Membaca dengan cermat label produk pangan yang dibeli serta mengkonsumsinya secara cerdas produk pangan yang menggunakan bahan pengawet.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>50 Bahan Makanan Yang sebaiknya dihindari</strong></p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="0" width="482">
<tbody>
<tr>
<td colspan="4" width="583" valign="top"><strong>FOOD ADDITIVES WHICH MAY CAUSE PROBLEMS</strong></td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="583" valign="top"><strong>COLOURS</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Artificial colours</strong></td>
<td width="226" valign="top">Allura red AC 129Amaranth 123Azorubine, carmoisine 122Brilliant Black BN 151 </p>
<p>Brilliant Blue FCF133</p>
<p>Brown HT, chocolate brown 155</p>
<p>Erythrosine 127</p>
<p>Green S, food green, acid brilliant green 142</p>
<p>Indigotine, indigo carmine 132</p>
<p>Ponceau, brilliant scarlet 4R 124</p>
<p>Quinoline yellow 104</p>
<p>Red 2G 128 *</p>
<p>Sunset yellow FCF 110</p>
<p>Tartrazine 102</p>
<p>Yellow 2G 107</td>
<td width="123" valign="top"><strong>Natural colour</strong></td>
<td width="107" valign="top">Annatto, bixin, norbixin 160b</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="583" valign="top"><strong>PRESERVATIVES</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Sorbic acids</strong></td>
<td width="226" valign="top">Calcium sorbate 203Potassium sorbate 202Sodium sorbate 201Sorbic acid 200</td>
<td width="123" valign="top"><strong>Benzoic acids</strong></td>
<td width="107" valign="top">Benzoic acid 210Calcium benzoate 213Potassium benzoate 212Sodium benzoate 211</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Sulphites</strong><strong>(sulfites)</strong></td>
<td width="226" valign="top">Calcium hydrogen sulphite 227*Calcium sulphite 226*Potassium bisulphite 228Potassium metabisulphite 224 </p>
<p>Potassium sulphite 225</p>
<p>Sodium bisulphite 222</p>
<p>Sodium metabisulphite 223</p>
<p>Sodium sulphite 221</p>
<p>Sulphur dioxide 220</td>
<td width="123" valign="top"><strong>Antioxidants</strong></td>
<td width="107" valign="top">Butylated hydoxyanisole (BHA) 320Butylated hydroxytoluene (BHT) 321Dodecyl gallate 312Octyl gallate 311 </p>
<p>Propyl gallate 310</p>
<p><em>tert</em>-Butylhydroquinone (TBHQ) 319</td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Propionic acids</strong></td>
<td width="226" valign="top">Calcium propionate 282Potassium propionate 283Propionic acid 280Sodium propionate 281</td>
<td width="123" valign="top"><strong>Nitrates &amp; nitrites</strong></td>
<td width="107" valign="top">Potassium nitrate 252Potassium nitrite 249Sodium nitrate 251Sodium nitrite 250</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="4" width="583" valign="top"><strong>FLAVOUR ENHANCERS AND ADDED FLAVOURS</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="123" valign="top"><strong>Glutamates</strong></td>
<td width="226" valign="top">Calcium dihydrogen diLglutamate 623Disodium guanylate 627Disodium inosinate 631L-Glutamic acid 620 </p>
<p>Hydrolysed vegetable protein, vegetable protein, yeast extract</p>
<p>Magnesium di-L-glutamate 625</p>
<p>Monoammonium L-glutamate 624</p>
<p>Monopotassium glutamate 622</p>
<p>Monosodium glutamate (MSG) 621</p>
<p>Sodium 5′ ribonucleotide 635</td>
<td width="123" valign="top"><strong>Added flavours</strong></td>
<td width="107" valign="top">many</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>disadur dari  </em>Clarke, L and others, Dietitians Association of Australia review paper: ‘The dietary management of allergy and food intolerance in adults and children’, Aust J Nutr &amp; Diet (1996) 53:3; Royal Prince Alfred Hospital Allergy Unit, ‘The Simplified Elimination Diet’, available from dietitians; Dengate, S ‘Fed Up’, Random House, 1998; and Swain A and others, ‘Friendly Food’, Murdoch Books, 1991</p>
<p><strong>Bahan Aditif Makanan Brerdasarkan Kode</strong></p>
<p><strong>Pewarna</strong></p>
<ul>
<li>100<strong>     </strong>Turmeric or curcumin, yellow</li>
<li>101     Riboflavin, lactoflavin, vitamin B2, yellow, failsafe</li>
<li><strong>102     Tartrazine, yellow #5 DIHINDARI                                                                       </strong></li>
<li><em>103     Alkanet, pink</em></li>
<li><strong>104     Quinoline yellow DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>107     Yellow 2G DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>110     Sunset yellow DIHINDARI</strong></li>
<li>120     Cochineal or carmines, red</li>
<li><strong>122     Azorubine, carmoisine </strong><strong>DIHINDARI</strong><strong> </strong></li>
<li><strong>123     Amaranth </strong><strong>DIHINDARI</strong><strong> </strong></li>
<li><strong>124     Ponceau 4R, brilliant scarlet </strong><strong>DIHINDARI</strong><strong> </strong></li>
<li><strong>127     Erythrosine DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>128     Red 2G DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>129     Allura red DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>132     Indigotine, indigo carmine DIHINDARI </strong></li>
<li><strong>133     Brilliant blue DIHINDARI</strong></li>
<li>140     Chlorophyll</li>
<li>141     Chlorophyll-copper</li>
<li><strong>142     Food green S, acid brilliant green DIHINDARI</strong></li>
<li><strong><em>150</em></strong><strong>     <em>Caramel </em></strong></li>
<li><strong>151     Brilliant black BN DIHINDARI</strong></li>
<li>153     Carbon black, vegetable carbon</li>
<li><strong>155     Brown HT, chocolate brown DIHINDARI </strong></li>
<li>160a   Beta-carotene (failsafe)</li>
<li><strong>160     Carotene  </strong></li>
<li><strong>160b   Annatto extracts, bixin, norbixin DIHINDARI </strong></li>
<li><strong><em>160e   beta-apo-8′ carotenal (new)</em></strong></li>
<li><strong><em>160f    E-apo-8′ carotenoic acid (new)</em></strong></li>
<li>160e and 160f are too new to have been tested for behavioural toxicity. They might be safe like betacarotene (160a) or harmful like annatto (160b).</li>
<li><strong><em>161     Xanthophylls, yellow </em></strong></li>
<li><strong><em>161g   canthaxanthin </em></strong></li>
<li><strong><em>161I    citranaxanthin </em></strong></li>
<li>162<strong>     </strong>Beet red</li>
<li>mengandung sodium nitrate (preservative 251) lebih  25 mg/kg.</li>
<li>163     Anthocyanins, red, blue, violet (from plants)</li>
<li>170     Calcium carbonate, white (failsafe)</li>
<li>171     Titanium dioxide, white (failsafe)</li>
<li>172     Iron oxide – red, black, yellow (failsafe)</li>
<li>174     Silver</li>
<li>181     Tannic acid, brown</li>
<li><strong>Preservatives – sorbates</strong></li>
<li><strong>200     Sorbic acid DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>201     Sodium sorbate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>202     Potassium sorbate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>203     Calcium sorbate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Pengawet – benzoates</strong></li>
<li><strong>210     Benzoic acid DIHINDARI </strong></li>
<li><strong>211     Sodium benzoate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>212     Potassium benzoate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>213     Calcium benzoate DIHINDARI</strong></li>
<li> 216    Propylparaben</li>
<li>218     Methylparaben</li>
<li><strong>Pengawet – sulphites (aka sulfites)</strong></li>
<li><strong>220     Sulphur dioxide DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>221     Sodium sulphite DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>222     Sodium bisulphite DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>223     Sodium metabisulphite DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>224     Potassium metabisulphite DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>225     Potassium sulphite DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>228     Potassium bisulphite DIHINDARI</strong></li>
<li>234     Nisin</li>
<li>235     Natamycin</li>
<li><em>242     Dimethyl dicarbonate (bahan baru, belum ada pengklajian)</em></li>
<li><strong>Pengawet – nitrates and nitrites             </strong><em> </em></li>
<li><strong>249     Potassium nitrite DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>250     Sodium nitrite DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>251     Sodium nitrate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>252     Potassium nitrate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Food acids</strong></li>
<li>260     Acetic acid</li>
<li>261     Potassium acetate</li>
<li>262     Sodium diacetate</li>
<li>262     Sodium acetate</li>
<li>263     Sodium acetate</li>
<li>264     Ammonium acetate</li>
<li>270     Lactic acid</li>
<li><strong>Pengawet – propionates</strong></li>
<li><strong>280     Propionic acid DIHINDARI </strong></li>
<li><strong>281     Sodium propionate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>282     Calcium propionate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>283     Potassium propionate DIHINDARI</strong></li>
<li>290     Carbon dioxide (propellant)</li>
<li>296     Malic acid (food acid)</li>
<li>297     Fumaric acid (food acid)</li>
<li><strong>Antioxidants </strong></li>
<li>300     Ascorbic acid (vitamin C)</li>
<li>301     Sodium ascorbate</li>
<li>302     Calcium ascorbate</li>
<li>303     Potassium ascorbate</li>
<li>304     Ascorbyl palmitate</li>
<li>306     Mixed tocopherols (vitamin E)</li>
<li>307     dl-a-Tocopherol</li>
<li>308     g-Tocopherol</li>
<li>309     d-Tocopherol</li>
<li><strong>310     Propyl gallate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>311     Octyl gallate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>312     Dodecyl gallate DIHINDARI</strong></li>
<li>315     Erythorbic acid</li>
<li>316     Sodium erythorbate</li>
<li><strong>319     tert-Butylhydroquinone, tBHQ DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>320     Butylated hydroxyanisole, BHA DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>321     Butylated hydroxytoluene, BHT DIHINDARI</strong></li>
<li>322 Lecithin (emulsifier) Gallates and TBHQ, BHA and BHT. Antioxidants 300-309.</li>
<li><strong>PENGASAM MAKANAN</strong></li>
<li>325     Sodium lactate</li>
<li>326     Potassium lactate</li>
<li>327     Calcium lactate</li>
<li>328     Ammonium lactate</li>
<li>329     Magnesium lactate</li>
<li>330     Citric acid</li>
<li>331     Sodium dihydrogen citrate</li>
<li>331     Sodium citrate</li>
<li>331     Sodium acid citrate</li>
<li>332     Potassium citrates</li>
<li>333     Calcium citrate</li>
<li>334     Tartaric acid</li>
<li>335     Sodium tartrate</li>
<li>336     Potassium tartrate</li>
<li>336     Potassium acid tartrate</li>
<li>337     Potassium sodium tartrate</li>
<li>338<strong>     </strong>Phosphoric acid</li>
<li><strong>Garam mineral</strong></li>
<li>339     Sodium phosphates</li>
<li>340     Potassium phosphates</li>
<li>341     Calcium phosphates</li>
<li>342     Ammonium phosphates</li>
<li>343     Magnesium phosphates</li>
<li><strong>Pengasam makanan Lainnya</strong></li>
<li>349<strong>     </strong>Ammonium malate</li>
<li>350<strong>     </strong>DL-Sodium malates</li>
<li>351     Potassium malate</li>
<li>352     DL-Calcium malate</li>
<li>353     Metatartaric acid</li>
<li>354     Calcium tartrate</li>
<li>355     Adipic acid</li>
<li>357     Potassium adipate</li>
<li>365     Sodium fumarate</li>
<li>366     Potassium fumarate</li>
<li>367     Potassium fumarate</li>
<li>368     Ammonium fumarate</li>
<li>375     Nicotinic acid, niacin (B vitamin)</li>
<li>380     Triammonium citrate</li>
<li>380     Ammonium citrate</li>
<li>381     Ferric ammonium citrate</li>
<li>385<strong>     </strong>Calcium disodium EDTA</li>
<li><strong>Vegetables gums and thickeners</strong></li>
<li>400     Alginic acid</li>
<li>401     Sodium alginate</li>
<li>402     Potassium alginate</li>
<li>403     Ammonium alginate</li>
<li>404     Calcium alginate</li>
<li>405     Propylene glycol alginate</li>
<li>406     Agar agar, isinglass</li>
<li><strong><em>407</em></strong><strong>     <em>Carrageenan </em></strong></li>
<li>407a   Processed eucheuma seaweed</li>
<li>409     Arabinogalactan</li>
<li>410     Locust bean gum</li>
<li>412     Guar gum</li>
<li>413     Tragacanth</li>
<li>414     Acacia</li>
<li>415     Xanthan gum</li>
<li>416     Karaya gum</li>
<li>418     Gellan gum</li>
<li><strong>Humectants</strong></li>
<li>420     Sorbitol</li>
<li>421     Mannitol</li>
<li>422<strong>     </strong>Glycerin (glycerol)</li>
<li><strong>Emusifiers</strong></li>
<li>433     Polysorbate 80</li>
<li>435     Polysorbate 60</li>
<li>436     Polysorbate 65</li>
<li>440     Pectin (also a vegetable gum)</li>
<li>442     Ammonium salts of phosphatidic acid</li>
<li>444     Sucrose acetate isobutyrate</li>
<li><strong>GARAM MINERAL LAINNYA</strong></li>
<li>450     Sodium pyrophosphate</li>
<li>450     Sodium acid pyrophosphate</li>
<li>450     Potassium pyrophosphate</li>
<li>451     Sodium tripolyphosphate</li>
<li>451     Potassium tripolyphosphate</li>
<li>452     Sodium polyphosphates, glassy</li>
<li>452     Sodium metaphosphate, insoluble</li>
<li>452     Potassium polymetaphosphate</li>
<li>460     Cellulose microcrystalline and powdered (anti-caking agent)</li>
<li><strong>BAHAN PENGERING</strong></li>
<li>461     Methylcellulose</li>
<li>464     Hydroxypropyl methylcellulose</li>
<li>465     Methyl ethyl cellulose</li>
<li>466     Sodium carboxymethylcellulose</li>
<li><strong>EMULSIFIER</strong></li>
<li>470     Magnesium stearate (emulsifier, stabiliser)</li>
<li>471<strong>     </strong>Mono- and di-glycerides of fatty acids</li>
<li>472a   Acetic and fatty acid esters of glycerol</li>
<li>472b   Lactic and fatty acid esters of glycerol</li>
<li>472c   Citric and fatty acid esters of glycerol</li>
<li>472d   Tartaric and fatty acid esters of glycerol</li>
<li>472e   Diacetyltartaric and fatty acid esters of glycerol</li>
<li>473     Sucrose esters of fatty acids</li>
<li>475     Polyglycerol esters of fatty acids</li>
<li>476     Polyglycerol esters of interesterified ricinoleic acid</li>
<li>477     Propylene glycol mono- and di-esters</li>
<li>480     Dioctyl sodium sulphosuccinate</li>
<li>481     Sodium stearoyl (or oleyl) lactylate</li>
<li>482     Calcium stearoyl (or oleyl) lactylate</li>
<li>491     Sorbitan monostearate</li>
<li>492     Sorbitan tristearate</li>
<li><strong>GARAM MINERAL</strong></li>
<li>500     Sodium carbonate</li>
<li>500     Sodium bicarbonate</li>
<li>501     Potassium carbonates</li>
<li>503     Ammonium carbonate</li>
<li>503     Ammonium bicarbonate</li>
<li>504     Magnesium carbonate (anti-caking agent, mineral salt)</li>
<li>507     Hydrochloric acid (acidity regulator)</li>
<li>508     Potassium chloride</li>
<li>509     Calcium chloride</li>
<li>510     Ammonium chloride</li>
<li>511     Magnesium chloride</li>
<li>512     Stannous chloride (colour retention agent)</li>
<li>514     Sodium sulphate (mineral salt)</li>
<li>515     Potassium sulphate (mineral salt)</li>
<li>516     Calcium sulphate (flour treatment agent, mineral salt)</li>
<li>518     Magnesium sulphate (mineral salt)</li>
<li>519     Cupric sulphate (mineral salt)</li>
<li>526     Calcium hydroxide (mineral salt)</li>
<li>529     Calcium oxide (mineral salt)</li>
<li>535     Sodium ferrocyanide (anti-caking agent)</li>
<li>536     Potassium ferrocyanide (anti-caking agent)</li>
<li>541     Sodium aluminium phosphate, acidic (acidity regulator, emulsifier)</li>
<li>542     Bone phosphate (anti-caking agent)</li>
<li>551     Silicon dioxide (anti-caking agent)</li>
<li>552     Calcium silicate (anti-caking agent)</li>
<li>553     Talc (anti-caking agent)</li>
<li>554     Sodium aluminosilicate (anti-caking agent)</li>
<li>556     Calcium aluminium silicate (anti-caking agent)</li>
<li>558     Bentonite (anti-caking agent)</li>
<li>559     Kaolin (anti-caking agent)</li>
<li>570     Stearic acid (anti-caking agent)</li>
<li>575     Gluconod-lactone (acidity regulator)</li>
<li>577     Potassium gluconate (stabiliser)</li>
<li>578     Calcium gluconate (acidity regulator)</li>
<li>579     Ferrous gluconate (colour retention agent)</li>
<li><strong>BAHAN PENAMBAH RASA</strong></li>
<li><strong>620     L-Glutamic acid DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>621     Monosodium L-glutamate (MSG) DIHINDARI AVOID </strong></li>
<li><strong>622     Monopotassium L-glutamate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>623     Calcium di-L-glutamate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>624     Monoammonium L-glutamate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>625     Magnesium di-L-glutamate DIHINDARI</strong></li>
<li><strong><em>627     Disodium guanylate </em></strong><strong>DIHINDARI</strong><strong> </strong></li>
<li><strong><em>631     Disodium inosinate </em></strong><strong>DIHINDARI</strong><strong> </strong></li>
<li><strong><em>635</em></strong><strong>     <em>Disodium 5′-ribonucleotides </em>DIHINDARI</strong></li>
<li>636     Maltol</li>
<li>637     Ethyl maltol</li>
<li>640     Glycine</li>
<li>641     L-Leucine</li>
<li><strong>BAHAN ADITIF LAINNYA</strong></li>
<li>900     Dimethylpolysiloxane (emulsifier, antifoaming agent, anti- caking agent)</li>
<li>901     Beeswax, white and yellow (glazing agent)</li>
<li>903     Carnauba wax (glazing agent)</li>
<li>904     Shellac, bleached (glazing agent)</li>
<li>905a   Mineral oil, white (glazing agent)</li>
<li>905b   Petrolatum (glazing agent)</li>
<li>914     Oxidised polyethylene (Humectant)</li>
<li>920     L-Cysteine monohydrochloride (flour treatment agent)</li>
<li>925     Chlorine (flour treatment agent)</li>
<li>926     Chlorine dioxide (flour treatment agent)</li>
<li>928     Benzoyl peroxide (flour treatment agent)</li>
<li>941     Nitrogen (propellant)</li>
<li>942     Nitrous oxide (propellant)</li>
<li><strong>PEMANIS BUATAN</strong></li>
<li><strong>950     Acesulphame potassium (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>951     Aspartame (Nutrasweet, Equal) (artificial sweetening substance) DIHINDARI</strong></li>
<li>The safety of aspartame with regard to brain tumours and others is not proven. Aspartame in diet”, “lite” and “no added sugar” products may increase appetite thus failing to assist weight loss. There are reports of addiction. Not recommended. Sugar is a natural alternative. Artificial sweeteners in general are unnecessary, artificial and not recommended.</li>
<li><strong>952     Sodium cyclamate (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>952     Cyclamic acid (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>952     Calcium cyclamate (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>953     Isomalt (humectant)</strong></li>
<li><strong>954     Sodium saccharin (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>954     Saccharin (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>954     Calcium saccharin (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>955     Sucralose (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>956     Alitame (artificial sweetening substance)</strong></li>
<li><strong>957     Thaumatin (flavour enhancer, artificial sweetening substance)</strong></li>
<li>965     Maltitol and maltitol syrup (humectant, stabiliser)</li>
<li>966     Lactitol (humectant)</li>
<li>967     Xylitol (humectant, stabiliser)</li>
<li>1001   Choline salts and esters (emulsifier)</li>
<li>1100   Amylases (flour treatment agent)</li>
<li>1101   Proteases (papain, bromelain, ficin) (flour treatment agent, stabiliser, flavour enhancer)</li>
<li>1102   Glucose oxidase (antioxidant)</li>
<li>1104   Lipases (flavour enchancer)</li>
<li>1105   Lysozyme (preservative)</li>
<li>1200   Polydextrose (Humectant)</li>
<li>1201   Polyvinylpyrrolidone (stabiliser, clarifying agent, dispersing agent)</li>
<li>1202   Polyvinylpolypyrrolidone (colour stabiliser)</li>
<li><strong>Thickeners, vegetable gums</strong></li>
<li>1400   Dextrin roasted starch</li>
<li>1401   Acid treated starch</li>
<li>1402   Alkaline treated starch</li>
<li>1403   Bleached starch</li>
<li>1404   Oxidised starch</li>
<li>1405<strong>   </strong>Enzyme-treated starches</li>
<li>1410   Monostarch phosphate</li>
<li>1412   Distarch phosphate</li>
<li>1413   Phosphated distarch phosphate</li>
<li>1414   Acetylated distarch phosphate</li>
<li>1420   Starch acetate esterified with acetic anhydride</li>
<li>1421   Starch acetate esterified with vinyl acetate</li>
<li>1422   Acetylated distarch adipate</li>
<li>1440   Hydroxypropyl starch</li>
<li>1442   Hydroxypropyl distarch phosphate</li>
<li>1450   Starch sodium octenylsuccinate</li>
<li>1505   Triethyl citrate</li>
<li>1518   Triacetin (humectant)</li>
<li>1520   Propylene glycol (humectant)</li>
<li>1521   Polyethylene glycol 8000 (antifoaming agent)</li>
<li> </li>
<li><strong>Food additives by name</strong></li>
<li><strong>Avoid additives in RED bold. Additives in italics are new and untested, avoid those also.</strong></li>
<li><strong>Name Code Number</strong></li>
<li>Acacia (thickener, vegetable gum) 414</li>
<li>Acesulphame potassium (artificial sweetener) 950</li>
<li>Acetic acid, glacial (food acid) 260</li>
<li>Acetic and fatty acid esters of glycerol (emulsifier) 472a</li>
<li>Acetylated distarch adipate (thickener, vegetable gum) 1422</li>
<li>Acetylated distarch phosphate (thickener, vegetable gum) 1414</li>
<li>Acid treated starch (thickener, vegetable gum) 1401</li>
<li>Activated vegetable carbon (colouring) 153</li>
<li>Adipic acid (food acid) 355</li>
<li>Agar (thickener, vegetable gum) 406</li>
<li>Alginic acid (thickener, vegetable gum) 400</li>
<li>Alitame (artificial sweetening substance) 956</li>
<li>Alkaline treated starch (thickener, vegetable gum) 1402</li>
<li><strong><em>Alkanet (colouring) 103</em></strong></li>
<li><strong>Allura red AC (CI 16035) (colouring) 129 DIHINDARI </strong></li>
<li><strong>Amaranth (colouring) 123 DIHINDARI</strong></li>
<li>Ammonium acetate (food acid) 264</li>
<li>Ammonium alginate (thickener, vegetable gum) 403</li>
<li>Ammonium bicarbonate (mineral salt) 503</li>
<li>Ammonium carbonate (mineral salt) 503</li>
<li>Ammonium chloride (mineral salt) 510</li>
<li>Ammonium citrate (food acid) 380</li>
<li>Ammonium fumarate (food acid) 368</li>
<li>Ammonium lactate (food acid) 328</li>
<li>Ammonium malate (food acid) 349</li>
<li>Ammonium phosphates (mineral salt) 342</li>
<li>Ammonium salts of phosphatidic acid (emulsifier) 442</li>
<li>Amylases (flour treatment agent) 1100</li>
<li><strong>Annatto extracts, bixin, norbixin (colouring) 160b DIHINDARI</strong></li>
<li>Anthocyanins (colouring) 163</li>
<li>Arabinogalactan (thickener, vegetable gum) 409</li>
<li>Ascorbic acid (antioxidant) 300</li>
<li>Ascorbyl palmitate (antioxidant) 304</li>
<li><strong>Aspartame (Nutrasweet, Equal) (artificial sweetening substance) 951 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong> </strong></li>
<li><strong>Azorubine, carmoisine (colouring) 122 DIHINDARI</strong></li>
<li>Beeswax, white and yellow (glazing agent) 901</li>
<li>Beet red (colouring) 162</li>
<li>Bentonite (anti-caking agent) 558</li>
<li><strong>Benzoic acid (preservative) 210 DIHINDARI</strong></li>
<li>Benzoyl peroxide (flour treatment agent) 928</li>
<li>Bleached starch (thickener, vegetable gum) 1403</li>
<li>Bone phosphate (anti-caking agent) 542</li>
<li><strong>Brilliant black BN (colouring) 151 DIHINDARI </strong></li>
<li><strong>Brilliant blue FCF (colouring) 133 DIHINDARI </strong></li>
<li><strong>Brown HT, chocolate brown (colouring) 155 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Butylated hydroxyanisole (antioxidant) 320 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Butylated hydroxytoluene (antioxidant) 321 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>tert-Butylhydroquinone (antioxidant) 319 DIHINDARI</strong></li>
<li>Calcium acetate (food acid) 263</li>
<li>Calcium alginate (thickener, vegetable gum) 404</li>
<li>Calcium aluminium silicate (anti-caking agent) 556</li>
<li>Calcium ascorbate (antioxidant) 302</li>
<li><strong>Calcium benzoate (preservative) 213 DIHINDARI</strong></li>
<li>Calcium carbonate (mineral salt, colouring) 170</li>
<li>Calcium chloride (mineral salt) 509</li>
<li>Calcium citrate (food acid) 333</li>
<li>Calcium cyclamate (artificial sweetening substance) 952</li>
<li>Calcium disodium EDTA (preservative) 385</li>
<li>Calcium fumarate (food acid) 367</li>
<li>Calcium hydroxide (mineral salt) 526</li>
<li>Calcium gluconate (acidity regulator) 578</li>
<li><strong>Calcium di-L-glutamate (flavour enhancer) 623 DIHINDARI</strong></li>
<li>Calcium lactate (food acid) 327</li>
<li>DL-Calcium malate (food acid) 352</li>
<li>Calcium oleyl lactylate (emulsifier) 482</li>
<li>Calcium oxide (mineral salt) 529</li>
<li>Calcium phosphates (mineral salt) 341</li>
<li><strong>Calcium propionate (preservative) 282 DIHINDARI</strong></li>
<li>Calcium saccharin (artificial sweetening substance) 954</li>
<li>Calcium silicate (anti-caking agent) 552</li>
<li><strong>Calcium sorbate (preservative) 203 DIHINDARI</strong></li>
<li>Calcium stearoyl lactylate (emulsifier) 482</li>
<li>Calcium sulphate (flour treatment agent, mineral salt) 516</li>
<li>Calcium tartrate (food acid) 354</li>
<li>Caramel (colouring) 150</li>
<li>Carbon blacks (colouring) 153</li>
<li>Carbon dioxide (propellant) 290</li>
<li>Carmines (colouring) 120</li>
<li>Carnauba wax (glazing agent) 903</li>
<li><strong><em>b-apo-8′ Carotenal (colouring) 160e</em></strong></li>
<li>b-Carotene (colouring) 160a</li>
<li><strong><em>Carotene, others (colouring) 160</em></strong></li>
<li><strong><em>b-apo-8′ Carotenoic acid methyl or ethyl ester (colouring) 160f</em></strong></li>
<li><strong><em>Carrageenan (thickener, vegetable gum) 407</em></strong></li>
<li>Cellulose microcrystalline and powdered (anti-caking agent) 460</li>
<li>Chlorine (flour treatment agent) 925</li>
<li>Chlorine dioxide (flour treatment agency) 926</li>
<li>Chlorophyll (colouring) 140</li>
<li>Chlorophyll-copper complex (colouring) 141</li>
<li>Choline salts and esters (emulsifier) 1001</li>
<li>Citric acid (food acid) 330</li>
<li>Citric and fatty acid esters of glycerol (emulsifier) 472c</li>
<li>Cochineal (CI 75470) (colouring) 120</li>
<li>Cupric sulphate (mineral salt) 519</li>
<li>Curcumin (colouring) 100</li>
<li>Cyclamic acid (artificial sweetening substance) 952</li>
<li>L-Cysteine monohydrochloride (flour treatment agent) 920</li>
<li>Dextrin roasted starch (thickener, vegetable gum) 1400</li>
<li>Diacetyltartaric and fatty acid esters of glycerol (emulsifier) 472e</li>
<li>Dimethyl dicarbonate (preservative) 242</li>
<li>Dimethylpolysiloxane (emulsifier, antifoaming agent, anti-caking agent) 900</li>
<li>Dioctyl sodium sulphosuccinate (emulsifier) 480</li>
<li><strong>Disodium guanylate (flavour enhancer) 627 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Disodium inosinate (flavour enhancer) 631 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Disodium 5′!-ribonucleotides (flavour enhancer) 635 DIHINDARI</strong></li>
<li>Distarch phosphate (thickener, vegetable gum) 1412</li>
<li>Dodecyl gallate (antioxidant) 312</li>
<li>Enzyme-treated starches (thickener, vegetable gum) 1405</li>
<li>Erythorbic acid (antioxidant) 315</li>
<li><strong>Erythrosine (colouring) 127 DIHINDARI</strong></li>
<li>Ethyl maltol (flavour enhancer) 637</li>
<li>Ferric ammonium citrate (food acid) 381</li>
<li>Ferrous gluconate (colour retention agent) 579</li>
<li><strong>Food green S, acid brilliant green (colouring) 142</strong> <strong>DIHINDARI</strong></li>
<li>Fumaric acid (food acid) 297</li>
<li>Gellan gum (thickener, vegetable gum) 418</li>
<li>Glucono G-lactone (acidity regulator) 575</li>
<li>Glucose oxidase (antioxidant) 1102</li>
<li><strong>L-Glutamic acid (flavour enhancer) 620 DIHINDARI</strong></li>
<li>Glycerin (humectant) 422</li>
<li>Glycine (flavour enhancer) 640</li>
<li>Guar gum (thickener, vegetable gum) 412</li>
<li>Hydrochloric acid (acidity regulator) 507</li>
<li><strong>Hydrolysed vegetable protein (HVP), hydrolysed plant protein (HPP), yeast extract contain MSG DIHINDARI</strong></li>
<li>Hydroxypropyl distarch phosphate (thickener, vegetable gum) 1442</li>
<li>Hydroxypropyl methylcellulose (thickener, vegetable gum) 464</li>
<li>Hydroxypropyl starch (thickener, vegetable gum) 1440</li>
<li><strong>Indigotine, indigo carmine (colouring) 132 DIHINDARI</strong></li>
<li>Iron oxide (black, red, yellow) (colouring) 172</li>
<li>Isomalt (humectant) 953</li>
<li>Karaya gum (thickener, vegetable gum) 416</li>
<li>Kaolin (anti-caking agent) 559</li>
<li>Lactic acid (food acid) 270</li>
<li>Lactic and fatty acid esters of glycerol (emulsifier) 472b</li>
<li>Lactitol (humectant) 966</li>
<li>Lecithin (antioxidant, emulsifier) 322</li>
<li>L-Leucine (flavour enhancer) 641</li>
<li>Lipases (flavour enchancer) 1104</li>
<li>Locust bean gum (thickener, vegetable gum) 410</li>
<li>Lysozyme (preservative) 1105</li>
<li>Magnesium carbonate (anti-caking agent, mineral salt) 504</li>
<li>Magnesium chloride (mineral salt) 511</li>
<li><strong>Magnesium di-L-glutamate (flavour enhancer) 625</strong> <strong>DIHINDARI</strong></li>
<li>Magnesium lactate (food acid) 329</li>
<li>Magnesium phosphates (mineral salt) 343</li>
<li>Magnesium stearate (emulsifier, stabiliser) 470</li>
<li>Magnesium sulphate (mineral salt) 518</li>
<li>Malic acid (food acid) 296</li>
<li>Maltitol and maltitol syrup (humectant, stabiliser) 965</li>
<li>Maltol (flavour enhancer) 636</li>
<li>Mannitol (humectant) 421</li>
<li>Metatartaric acid (food acid) 353</li>
<li>Methyl ethyl cellulose (thickener, vegetable gum) 465</li>
<li>Methylcellulose (thickener, vegetable gum) 461</li>
<li>Methylparaben (preservative) 218</li>
<li>Mineral oil, white (glazing agent) 905a</li>
<li>Mono- and di-glycerides of fatty acids (emulsifier) 471</li>
<li><strong>Monoammonium L-glutamate (flavour enhancer) 624 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Monopotassium L-glutamate (flavour enhancer) 622 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Monosodium L-glutamate MSG (also in hydrolysed vegetable protein HVP) (flavour enhancer) 621</strong> <strong>DIHINDARI</strong></li>
<li>Monostarch phosphate (thickener, vegetable gum) 1410</li>
<li>Natamycin (preservative) 235</li>
<li>Niacin (colour retention agent) 375</li>
<li>Nisin (preservative) 234</li>
<li>Nitrogen (propellant) 941</li>
<li>Nitrous oxide (propellant) 942</li>
<li><strong>Octyl gallate (antioxidant) 311 </strong><strong>DIHINDARI</strong></li>
<li>Oxidised polyethylene (Humectant) 914</li>
<li>Oxidised starch (thickener, vegetable gum) 1404</li>
<li>Pectin (vegetable gum) 440</li>
<li>Petrolatum (glazing agent) 905b</li>
<li>Phosphated distarch phosphate (thickener, vegetable gum) 1413</li>
<li>Phosphoric acid (food acid) 338</li>
<li>Polydextrose (Humectant) 1200</li>
<li>Polyethylene glycol 8000 (antifoaming agent) 1521</li>
<li>Polyglycerol esters of fatty acids (emulsifier) 475</li>
<li>Polyglycerol esters of interesterified ricinoleic acid (emulsifier) 476</li>
<li>Polysorbate 60 (emulsifier) 435</li>
<li>Polysorbate 65 (emulsifier) 436</li>
<li>Polysorbate 80 (emulsifier) 433</li>
<li>Polyvinylpolypyrrolidone (colour stabiliser) 1202</li>
<li>Polyvinylpyrrolidone (stabiliser, clarifying agent, dispersing agent) 1201</li>
<li><strong>Ponceau 4R, brilliant scarlet (colouring) 124 </strong><strong>DIHINDARI</strong><strong> </strong></li>
<li>Potassium acetate (food acid) 261</li>
<li>Potassium acid tartrate (food acid) 336</li>
<li>Potassium adipate (food acid) 357</li>
<li>Potassium alginate (thickener, vegetable gum) 402</li>
<li>Potassium ascorbate (antioxidant) 303</li>
<li><strong>Potassium benzoate (preservative) 212 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Potassium bisulphite (preservative) 228 DIHINDARI</strong></li>
<li>Potassium carbonates (mineral salt) 501</li>
<li>Potassium chloride (mineral salt) 508</li>
<li>Potassium citrates (food acid) 332</li>
<li>Potassium ferrocyanide (anti-caking agent) 536</li>
<li>Potassium fumarate (food acid) 366</li>
<li>Potassium gluconate (stabiliser) 577</li>
<li>Potassium lactate (food acid) 326</li>
<li>Potassium malate (food acid) 351</li>
<li><strong>Potassium metabisulphite (preservative) 224</strong> <strong>DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Potassium nitrate (preservative, colour fixative) 252 DIHINDARI </strong></li>
<li><strong>Potassium nitrite (preservative, colour fixative) 249 DIHINDARI</strong></li>
<li>Potassium phosphates (mineral salt) 340</li>
<li>Potassium polymetaphosphate (mineral salts) 452</li>
<li><strong>Potassium propionate (preservative) 283 DIHINDARI</strong></li>
<li>Potassium pyrophosphate (mineral salts) 450</li>
<li>Potassium sodium tartrate (food acid) 337</li>
<li><strong>Potassium sorbate (preservative) 202 DIHINDARI</strong></li>
<li>Potassium sulphate (mineral salt) 515</li>
<li><strong>Potassium sulphite (preservative) 225 DIHINDARI</strong></li>
<li>Potassium tartrate (food acid) 336</li>
<li>Potassium tripolyphosphate (mineral salt) 451</li>
<li>Processed eucheuma seaweed (thickener, vegetable gum) 407a</li>
<li><strong>Propionic acid (preservative) 280 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Propyl gallate (antioxidant) 310 DIHINDARI</strong></li>
<li>Propylene glycol (humectant) 1520</li>
<li>Propylene glycol alginate (thickener, vegetable gum) 405</li>
<li>Propylene glycol mono- and di-esters (emulsifier) 477</li>
<li>Propylparaben (preservative) 216</li>
<li>Proteases (papain, bromelain, ficin) (flour treatment agent, stabiliser, flavour enhancer) 1101</li>
<li><strong>Quinoline yellow (CI 47005) (colouring) 104 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Red 2G (colouring) 128 DIHINDARI</strong></li>
<li>Riboflavin (colouring) 101</li>
<li>Riboflavin 5′!-phosphate sodium (colouring) 101</li>
<li>Saccharin (artificial sweetening substance) 954</li>
<li>Shellac, bleached (glazing agent) 904</li>
<li>Silicon dioxide (anti-caking agent) 551</li>
<li>Silver (colouring) 174</li>
<li>Sodium acetate (food acid) 262</li>
<li>Sodium acid citrate (food acid) 331</li>
<li>Sodium acid pyrophosphate (mineral salt) 450</li>
<li>Sodium alginate (thickener, vegetable gum) 401</li>
<li>Sodium aluminium phosphate, acidic (acidity regulator, emulsifier) 541</li>
<li>Sodium aluminosilicate (anti-caking agent) 554</li>
<li>Sodium ascorbate (antioxidant) 301</li>
<li><strong>Sodium benzoate (Preservative) 211 DIHINDARI</strong></li>
<li>Sodium bicarbonate (mineral salt) 500</li>
<li><strong>Sodium bisulphite (preservative) 222 DIHINDARI</strong></li>
<li>Sodium carbonate (mineral salt) 500</li>
<li>Sodium carboxymethylcellulose (thickener, vegetable gum) 466</li>
<li>Sodium citrate (food acid) 331</li>
<li>Sodium cyclamate (artificial sweetening substance) 952</li>
<li>Sodium diacetate (food acid) 262</li>
<li>Sodium dihydrogen citrate (food acid) 331</li>
<li>Sodium erythorbate (antioxidant) 316</li>
<li>Sodium ferrocyanide (anti-caking agent) 535</li>
<li>Sodium fumarate (food acid) 365</li>
<li>DL-Sodium malates (food acid) 350</li>
<li>Sodium lactate (food acid) 325</li>
<li><strong>Sodium metabisulphite (preservative) 223 DIHINDARI</strong></li>
<li>Sodium metaphosphate, insoluble (mineral salt) 452</li>
<li><strong>Sodium nitrate (preservative, colour fixative) 251 DIHINDARI </strong></li>
<li><strong>Sodium nitrite (preservative, colour fixative) 250 DIHINDARI</strong></li>
<li>Sodium phosphates (mineral salt) 339</li>
<li>Sodium polyphosphates, glassy (mineral salt) 452</li>
<li><strong>Sodium propionate (preservative) 281 DIHINDARI</strong></li>
<li>Sodium pyrophosphate (mineral salt) 450</li>
<li>Sodium saccharin (artificial sweetening substance) 954</li>
<li><strong>Sodium sorbate (preservative) 201 DIHINDARI</strong></li>
<li>Sodium stearoyl lactylate (emulsifier) 481</li>
<li>Sodium sulphate (mineral salt) 514</li>
<li><strong>Sodium sulphite (preservative) 221 DIHINDARI</strong></li>
<li>Sodium tartrate (food acid) 335</li>
<li>Sodium tripolyphosphate (mineral salt) 451</li>
<li><strong>Sorbic acid (preservative) 200 DIHINDARI</strong></li>
<li>Sorbitan monostearate (emulsifier) 491</li>
<li>Sorbitan tristearate (emulsifier) 492</li>
<li>Sorbitol (humectant) 420</li>
<li>Stannous chloride (colour retention agent) 512</li>
<li>Starch acetate esterified with acetic anhydride (thickener, vegetable gum) 1420</li>
<li>Starch acetate esterified with vinyl acetate (thickener, vegetable gum) 1421</li>
<li>Starch sodium octenylsuccinate (thickener, vegetable gum) 1450</li>
<li>Stearic acid (anti-caking agent) 570</li>
<li>Sucralose (artificial sweetening substance) 955</li>
<li>Sucrose acetate isobutyrate (emulsifier, stabiliser) 444</li>
<li>Sucrose esters of fatty acids (emulsifier) 473</li>
<li><strong>Sulphur</strong><strong> dioxide (preservative) 220 DIHINDARI</strong></li>
<li><strong>Sunset yellow FCF (colouring) 110</strong> <strong>DIHINDARI</strong></li>
<li>Talc (anti-caking agent) 553</li>
<li>Tannic acid (colouring) 181</li>
<li>Tartaric acid (food acid) 334</li>
<li>Tartaric and fatty acid esters of glycerol (emulsifier) 472d</li>
<li><strong>Tartrazine (colouring) 102 DIHINDARI</strong></li>
<li>Thaumatin (flavour enhancer, artificial sweetening substance) 957</li>
<li>Titanium dioxide (colouring) 171</li>
<li>dl-a-Tocopherol (antioxidant) 307</li>
<li>d-Tocopherol (antioxidant) 309</li>
<li>g-Tocopherol (antioxidant) 308</li>
<li>Tocopherols concentrate, mixed (antioxidant) 306</li>
<li>Tragacanth (thickener, vegetable gum) 413</li>
<li>Triacetin (humectant) 1518</li>
<li>Triammonium citrate (food acid) 380</li>
<li>Triethyl citrate (thickener, vegetable gum) 1505</li>
<li>Turmeric (colouring) 100</li>
<li>Xanthan gum (thickener, vegetable gum) 415</li>
<li>Xylitol (humectant, stabiliser) 967</li>
<li>Xanthophylls (colouring)</li>
<li> 161</li>
<li><strong>Yellow 2G (colouring) 107 DIHINDARI </strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Artikel Terkait Lainnya :</strong></p>
<table style="width:469px;height:341px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>DETEKSI DINI DAN KENALI BERBAGAI PENYAKIT DAN GANGGUAN PADA ANAK SEJAK DINI </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li><a title="Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/deteksi-dini-tanda-dan-gejala-alergi-pada-bayi/">Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-keterlambatan-bicara-pada-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-autis-sejak-dini-autiskah-anak-anda/">Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini </a></li>
<li><a title="Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/kenali-dan-waspadai-leukemia-pada-anak/">Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/deteksi-dan-pencegahan-alergi-sejak-bayi/">Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/15/waspadai-bahaya-bahan-aditif-makanan/">Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Sinusitis Pada Anak" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/09/20/sinusitis-pada-anak-2/">Kenali Sinusitis Pada Anak Sejak dini</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Monitor Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan : Paling Sering terjadi saat Usia 6 Bulan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/bagaimana-memonitor-pertumbuhan-anak-sejak-bayi/">Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan</a></li>
<li><a title="Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/deteksi-dini-kesulitan-makan-pada-anak/">Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/26/deteksi-dan-stimulasi-kecerdasan-motorik-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan</a></li>
<li><a title="Down Syndrome : Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/24/down-syndrome-deteksi-dini-pencegahan-dan-penatalaksanaan-sindrom-down/">Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down</a></li>
<li><a title="Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/kenali-infeksi-saluran-kencing-pada-anak-sejak-dini-dapat-akibatkan-gangguan-ginjal/">Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal</a></li>
<li><a title="Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/05/kenali-dan-cegah-penyakit-cacing-pada-anak/">Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to HIV MENGANCAM ANAK INDONESIA." rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/hiv-mengancam-anak-indonesia/">Kenali sejak dini penyakit HIV pada anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to GAGAL TUMBUH PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/gagal-tumbuh-pada-anak/">Deteksi Dini Gangguan Gagal Tumbuh Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to TUBERKULOSIS PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/07/31/tuberkulosis-pada-anak/">Deteksi Dini Tuberkulosis Pada Anak</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9d-nutrisi-diet/'>9D.NUTRISI-DIET</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/permasalahan-kesehatan/'>Permasalahan Kesehatan</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/waspadai-bahaya-bahan-aditif-dalam-makanan-sehari-hari/'>Waspadai Bahaya Bahan Aditif Dalam Makanan Sehari-hari</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/913/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/913/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=913&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/waspadai-bahaya-bahan-aditif-dalam-makanan-sehari-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai dan Kenali Leukemia Pada Anak</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/waspadai-dan-kenali-leukemia-pada-anak/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/waspadai-dan-kenali-leukemia-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 01:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2c.Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Waspadai dan Kenali Leukemia Pada Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[Waspadai dan Kenali Leukemia Pada Anak Penyakit kanker darah (leukimia) adalah penyakit yang paling menakutkan bagi manusia. Karena , begitu vonis itu dijatuhkan pada seseorang maka berbagai permasalahan berat dan rumit akan dihadapi di antaranya resiko ancaman jiwa tinggi dan pengobatannya sangat mahal dan efek samping pengobatan yang sangat menyiksa. Leukimia menduduki peringkat tertinggi kanker [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=911&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Waspadai dan Kenali Leukemia Pada Anak</strong></span></h2>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://www.greendiary.com/images/_an_iraqi_child_in_an_advanced_stage_of_leukemia.jpg" alt="" width="257" height="157" /></strong></p>
<p><strong>Penyakit kanker darah (leukimia) adalah penyakit yang paling menakutkan bagi manusia. Karena , begitu vonis itu dijatuhkan pada seseorang maka berbagai permasalahan berat dan rumit akan dihadapi di antaranya resiko ancaman jiwa tinggi dan pengobatannya sangat mahal dan efek samping pengobatan yang sangat menyiksa. Leukimia menduduki peringkat tertinggi kanker pada anak. Namun, penanganan kanker pada anak di Indonesia masih lambat. Itulah sebabnya lebih dari 60% anak penderita kanker yang ditangani secara medis sudah memasuki stadium lanjut. Deteksi dini dan pencegahan adalah langkah awal yang paling agar hal yang lebih berat dapat terjadi</strong></p>
<p>Leukemia atau lebih dikenal sebagai kanker pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih).  Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita. Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.</p>
<p>Kejadian leukemia berbeda dari satu negara dengan negara lainnya, hal ini berkaitan dengan cara diagnosis dan pelaporannya. Kejadian leukemia setiap tahun sekitar 3,5 kasus dari 100.000 anak dibawah 15 tahun. Leukemia akut pada anak mencapai 97% dari semua leukemia pada anak, dan terdiri dari 2 tipe yaitu : Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) 82 % dan Leukemia Mieloblastik (LMA) 18 %. Hal ini berbeda dengan leukemia pada orang dewasa, yaitu LLA 15 % dan LMA 85%. Leukemia kronik mencapai 3% dari seluruh leukemia pada anak.  Puncak kejadian LLA pada usia 2-5 tahun dan meningkat lagi setelah usia 65 tahun, sedang LMA mengenai semua kelompok usia, tetapi kejadiannya meningkat dengan bertambahnya usia. Perbandingan penderita laki-laki dan perempuan adalah 1,3 : 15</p>
<p><strong>Penyebab</strong></p>
<p>Penyebab leukemia belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti:</p>
<ul>
<li><strong>Radiasi </strong>Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung: Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia dan Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang</li>
<li><strong>Faktor leukemogenik </strong>Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia: Racun lingkungan seperti benzena, Bahan kimia industri seperti insektisida, Obat untuk kemoterapi</li>
<li><strong>Penderita sindrom Down </strong>memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.</li>
<li><strong>Virus</strong> dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.</li>
</ul>
<p><strong>Klasifikasi leukemia adalah</strong></p>
<ul>
<li>Leukemia limfositik akut (LLA) merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih</li>
<li>Leukemia mielositik akut (LMA) lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak.Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.</li>
<li>Leukemia limfositik kronis (LLK) sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak</li>
<li>Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit</li>
</ul>
<p>Tipe yang sering diderita orang dewasa adalah LMA dan LLK, sedangkan LLA sering terjadi pada anak-anak.</p>
<h3>Gejala dan Tanda Yang harus dicurigai Leukemia</h3>
<h3><img src="http://hematopoiesis.info/wp-content/uploads/2009/03/leuksuck.jpg" alt="" width="232" height="320" /></h3>
<ol>
<li><strong>Anemia atau pucat</strong><br />
Anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah. Anak-anak leukemia umumnya mengalami anemia dengan ciri-ciri muka pucat, tak bertenaga alias lemas, gampang lelah dan sesak napas.</li>
<li><strong>Demam berkepanjangan dan mudah terkena infeksi</strong><br />
Karena sel darah putihnya abnormal, kuman yang masuk jadi tidak bisa dilawan sel darah putih. Sel darah putih yang harusnya bertugas melindungi tidak berfungsi. Akibatnya anak jadi rentan kena infeksi dan sering demam. Demam dan infeksi adalah tanda awal leukemia. Tidak mudah memang membedakan dengan demam lainnya seperti flu. Tapi demam pada leukemia biasanya lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung beberapa hari dan sering terjadi.</li>
<li><strong>Pembengkakan Kelenjar</strong><br />
Kelenjar getah bening bengkak merupakan salah satu gejala awal sering diamati pada anak leukemia. Bengkak akibat kelenjar bisa terlihat di dada, pangkal paha leher dan ketiak. Kelenjar getah bening bisa membengkak karena akumulasi sel-sel darah putih yang abnormal. Bedanya dengan bengkak kelenjar pada sakit lainnya adalah pada anak leukemia berlangsung selama beberapa hari berbeda dengan bengkak karena sakit flu.</li>
<li><strong>Nyeri tulang</strong><br />
Nyeri tulang ini bukan karena luka atau memar. Nyeri tulang pada anak leukemia biasanya semakin memburuk dari waktu ke waktu karena sumsum tulangnya terakumulasi sel-sel darah putih yang abnormal.</li>
<li><strong>Mudah berdarah dan memar</strong><br />
Anak-anak leukemia gampang sekali berdarah dan memar yang merupakan tanda tingkat pembekuan darahnya rendah. Trombosit adalah fragmen sel atau sel yang membantu darah untuk membeku yang diproduksi oleh sumsum tulang. Rendahnya tingkat trombosit dalam tubuh dapat mengakibatkan keterlambatan dalam pembekuan darah sehingga anak-anak leukemia gampang berdarah untuk periode yang sering.</li>
<li><strong>Gejala lainnya</strong> adalah mimisan, perdarahan gusi, kesulitan bernapas, kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit kepala, hati dan limpa membesar, keringat berlebihan pada malam hari dan munculnya bintik-bintik merah kecil pada kulit, yang dikenal sebagai petechiae. Untuk memastikan anak menderita leukemia harus dilakukan dengan pemeriksaan fisik, tes darah darah lengkap, CT scan, MRI, biopsi sumsum tulang, apusan darah tepi, dan analisis cytogenic dan tekan tulang belakang</li>
</ol>
<p><strong>Penanganan :</strong></p>
<ul>
<li>Penanganan leukemia meliputi kuratif dan suportif. Penanganan suportif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia, komplikasi dan tindakan yang mendukung penyembuhan, termasuk perawatan psikologi. Perawatan suportif tersebut antara lain transfusi darah/ trombosit, pemberian antibiotik pada infeksi/ sepsis, obat anti jamur, pemberian nutrisi yang baik dan pendekatan aspek psikososial.</li>
<li>Sitostatika yang digunakan pada tiap tahap pengobatan leukemia merupakan kombinasi dari berbagai sitostatika. Pengobatan dengan granulocyte-colony stimulating factor (G-CSF) bermanfaat untuk mengatasi penurunan granulosit sebagai efek samping sitistatika, namun tidak mengurangi lama perawatan di rumah sakit.</li>
<li>Permasalahan yang dihadapi pada penanganan pasien leukemia adalah obat yang mahal, ketersediaan obat yang belum tentu langkap, dan adanya efek samping, serta perawatan yang lama. Obat untuk leukemia dirasakan mahal bagi kebanyakan pasien apalagi dimasa krisis sekarang ini, Selain macam obat yang banyak , juga lamanya pengobatan menambah beban biaya untuk pengadaan obat. Efek samping sitostatika bermacam-macam seperti anemia, pedarahan, rambut rontok, granulositopenia (memudahkan terjadinya infeksi), mual/ muntah, stomatitis, miokarditis dan sebagainya. Penderita dengan granulositopenia sebaiknya dirawat di ruang isolasi. Untuk mengatasi kebosanan karena perawatan yang lama perlu disediakan ruang bermain dan pelayanan psikologis. Penderita yang telah remisi dan selesai pengobatan kondisinya akan pulih seperti anak sehat. Problem selama pengobatan adalah terjadinya relap (kambuh). Relaps merupakan pertanda yang kurang baik bagi penyakitnya.</li>
</ul>
<p><strong>Usia penderita leukemia :</strong></p>
<ul>
<li> LLA resiko normal prognosisnya lebih baik dari resiko tinggi</li>
<li>Faktor prognosis yang kurang baik antara lain : usia kurang dari 2 tahun, usia lebih dari 10 tahun, jumlah leukosit (sel darah putih) saat awal lebih dari 50×109/L, jumlah trombosit (keping darah) kurang dari 100×109/L, ada masa mediastinum, ras hitam, laki-laki, ada pembesaran kelenjar limfe, pembesaran hati lebih dari 3 cm, tipe limfoblas L2 atau L3, dan adanya penyakit susunan syaraf pusat saat diagnosisi. </li>
<li>Angka kelangsungan hidup 5 tahun penderita leukemia  sekitar 66-67%.</li>
<li>Pada LMA, jumlah lekosit yang tinggi (&gt;100.000/µL), ras hitam, koagulasi abnormal berprognosis jelek</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Artikel Terkait Lainnya :</strong></span></p>
<table style="width:468px;height:349px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>DETEKSI DINI DAN KENALI BERBAGAI PENYAKIT DAN GANGGUAN PADA ANAK SEJAK DINI </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li><a title="Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/deteksi-dini-tanda-dan-gejala-alergi-pada-bayi/">Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-keterlambatan-bicara-pada-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-autis-sejak-dini-autiskah-anak-anda/">Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini </a></li>
<li><a title="Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/kenali-dan-waspadai-leukemia-pada-anak/">Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/deteksi-dan-pencegahan-alergi-sejak-bayi/">Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/15/waspadai-bahaya-bahan-aditif-makanan/">Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Sinusitis Pada Anak" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/09/20/sinusitis-pada-anak-2/">Kenali Sinusitis Pada Anak Sejak dini</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Monitor Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan : Paling Sering terjadi saat Usia 6 Bulan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/bagaimana-memonitor-pertumbuhan-anak-sejak-bayi/">Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan</a></li>
<li><a title="Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/deteksi-dini-kesulitan-makan-pada-anak/">Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/26/deteksi-dan-stimulasi-kecerdasan-motorik-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan</a></li>
<li><a title="Down Syndrome : Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/24/down-syndrome-deteksi-dini-pencegahan-dan-penatalaksanaan-sindrom-down/">Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down</a></li>
<li><a title="Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/kenali-infeksi-saluran-kencing-pada-anak-sejak-dini-dapat-akibatkan-gangguan-ginjal/">Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal</a></li>
<li><a title="Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/05/kenali-dan-cegah-penyakit-cacing-pada-anak/">Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to HIV MENGANCAM ANAK INDONESIA." rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/hiv-mengancam-anak-indonesia/">Kenali sejak dini penyakit HIV pada anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to GAGAL TUMBUH PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/gagal-tumbuh-pada-anak/">Deteksi Dini Gangguan Gagal Tumbuh Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to TUBERKULOSIS PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/07/31/tuberkulosis-pada-anak/">Deteksi Dini Tuberkulosis Pada Anak</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2c-penyakit-berbahaya/'>2c.Penyakit Berbahaya</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/waspadai-dan-kenali-leukemia-pada-anak/'>Waspadai dan Kenali Leukemia Pada Anak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/911/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=911&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/waspadai-dan-kenali-leukemia-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.greendiary.com/images/_an_iraqi_child_in_an_advanced_stage_of_leukemia.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://hematopoiesis.info/wp-content/uploads/2009/03/leuksuck.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mengetahui Diagnosis Autis Sejak Dini</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/cara-mengetahui-diagnosis-autis-sejak-dini/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/cara-mengetahui-diagnosis-autis-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 01:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-PENYAKIT TERSERING]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Mengetahui Diagnosis Autis Sejak Dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=909</guid>
		<description><![CDATA[Cara Mengetahui Diagnosis Autis Sejak Dini Diagnosis Autis sepertinya mudah tetapi dalam praktek sehari-hari relatif sulit. Sehingga seringkali di antara beberapa ahli pun sering berbeda pendapat tentang dignosis gangguan perkembangan dan perilaku pada anak yang sama. Seringkali pada anak yang sama seorang anak didiagnosis berbeda oleh banyak dokter ahli seperti Autis, Autis ringan, bukan Autis, gejala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=909&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Cara Mengetahui Diagnosis Autis Sejak Dini </strong></span></h2>
<p><strong><img class="alignright" src="http://kska.org/wp-content/uploads/2009/04/autism_awareness_logo.jpg" alt="" width="120" height="227" /></strong></p>
<p><strong>Diagnosis Autis sepertinya mudah tetapi dalam praktek sehari-hari relatif sulit. Sehingga seringkali di antara beberapa ahli pun sering berbeda pendapat tentang dignosis gangguan perkembangan dan perilaku pada anak yang sama. Seringkali pada anak yang sama seorang anak didiagnosis berbeda oleh banyak dokter ahli seperti Autis, Autis ringan, bukan Autis, gejala Autis atau observasi Autis. </strong>Autis adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif.  Gangguan perilaku ini dapat dioptimalkan sejak dini bila dapat dilakukan deteksi dini yang baik dan benar. Seringkali seorang anak didiagnosis sudah terlambat sehingga membuat prognosis dan terapi tidak optimal.</p>
<p><strong>Pedoman Praktis Deteksi Dini Autis</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat</strong></p>
<table style="width:466px;height:182px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong><em>The National Institute of Child Health and Human Development</em> (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ol>
<li>Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan</li>
<li>Anak tidak memperlihatkan kemampuan <a title="Gestural (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gestural&amp;action=edit&amp;redlink=1">gestural</a> (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan</li>
<li>Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan</li>
<li>Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan</li>
<li>Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Dokter saraf abak, dokter tumbuh kembang anak, dokter alergi anak, Psikolog, Terapi Wicara, Paedagog dan profesi lainnya yang memahami persoalan autis.</p>
<p><strong>DETEKSI DINI AUTIS<br />
</strong><br />
Meskipun sulit namun tanda dan gejala autism sebenarnya sudah bisa diamati sejak dini bahkan sejak sebelum usia 6 bulan.</p>
<ul>
<li><strong>DETEKSI DINI SEJAK DALAM KANDUNGAN</strong><br />
Sampai sejauh ini dengan kemajuan tehnologi kesehatan di dunia masih juga belum mampu mendeteksi resiko autism sejak dalam kandungan. Terdapat beberapa pemeriksaan biomolekular pada janin bayi untuk mendeteksi autism sejak dini, namun pemeriksaan ini masih dalam batas kebutuhan untuk penelitian.</li>
<li><strong>DETEKSI DINI SEJAK LAHIR HINGGA USIA 5 TAHUN</strong><br />
Autisma agak sulit di diagnosis pada usia bayi. Tetapi amatlah penting untuk mengetahui gejala dan tanda penyakit ini sejak dini karena penanganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa pakar kesehatanpun meyakini bahwa merupahan hal yang utama bahwa semakin besar kemungkinan kemajuan dan perbaikan apabila kelainan pada anak ditemukan pada usia yang semakin mudaAda beberapa gejala yang harus diwaspadai terlihat sejak bayi atau anak menurut usia :</li>
</ul>
<table style="width:472px;height:693px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 0 – 6 BULAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)</li>
<li>Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik</li>
<li>Gerakan tangan dan kaki berlebihan terutama bila mandi</li>
<li>Tidak “babbling”</li>
<li>Tidak ditemukan senyum sosial diatas 10 minggu</li>
<li>Tidak ada kontak mata diatas umur 3 bulan</li>
<li>Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 6 – 12 BULAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)</li>
<li>Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik</li>
<li>Gerakan tangan dan kaki berlebihan</li>
<li>Sulit bila digendong</li>
<li>Tidak “babbling”</li>
<li>Menggigit tangan dan badan orang lain secara berlebihan</li>
<li>Tidak ditemukan senyum sosial</li>
<li>Tidak ada kontak mata</li>
<li>Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 1 -2 tahun  </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Kaku bila digendong</li>
<li>Tidak mau bermain permainan sederhana (ciluk ba, da-da)</li>
<li>Tidak mengeluarkan kata</li>
<li>Tidak tertarik pada boneka</li>
<li>Memperhatikan tangannya sendiri</li>
<li>Terdapat keterlambatan dalam perkembangan motor kasar/halus</li>
<li>Mungkin tidak dapat menerima makanan cair</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 2 – 3 TAHUN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Tidak tertarik untuk bersosialisasi dengan anak lain<br />
Melihat orang sebagai “benda”<br />
Kontak mata terbatas<br />
Tertarik pada benda tertentu<br />
Kaku bila digendong</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="width:467px;height:165px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 4 – 5 TAHUN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Sering didapatkan ekolalia (membeo)</li>
<li>Mengeluarkan suara yang aneh (nada tinggi atau datar)</li>
<li>Marah bila rutinitas yang seharusnya berubah</li>
<li>Menyakiti diri sendiri (membenturkan kepala)</li>
<li>Temperamen tantrum atau agresif</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>DETEKSI AUTISM DENGAN CHAT (Checklist Autism in Toddlers, di atas usia 18 bulan).</strong></p>
<ul>
<li>Terdapat beberapa perangkat diagnosis untuk screening (uji tapis) pada penderita autism sejak usia 18 bulan yang banyak dipakai di pusat kesehatan anak di dunia yaitu CHAT (Checklist Autism in Toddlers).<br />
CHAT dikembangkan di Inggris dan telah digunakan untuk penjaringan lebih dari 16.000 balita. Pertanyaan berjumlah 14 buah meliputi aspek-aspek : imitation, pretend play, and joint attention.</li>
<li>Menurut American of Pediatrics, Committee on Children With Disabilities. Technical Report : The Pediatrician’s Role in Diagnosis and Management of Autistic Spectrum Disorder in Children. Pediatrics !107 : 5, May 2001)</li>
</ul>
<table style="width:458px;height:780px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> BAGIAN I.</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Alo – anamnesis (keterangan yang ditanyakan dokter dan diberikan oleh orang tua atau orang lain yang biasa mengasuhnya)</li>
<li>Senang diayun-ayun atau diguncang guncang naik-turun (bounced) di lutut ?</li>
<li>Tertarik (memperhatilan) anak lain ?</li>
<li>Suka memanjat benda-benda, seperti mamanjat tangga ?</li>
<li>Bisa bermain cilukba, petak umpet ?</li>
<li>Pernah bermain seolah-olah membuat secangkir teh menggunakan mainan berbentuk cangkir dan teko, atau permainan lain ?</li>
<li>Pernah menunjuk atau menerima sesuatu dengan menunjukkan jari ?</li>
<li>Pernah menggunakan jari untuk menunjuk ke sesuatu agar anda melihat ke sana ?</li>
<li>Dapat bermain dengan mainan yang kecil (mobil mainan atau balok-balok) ?</li>
<li>Pernah memberikan suatu benda untuk menunjukkan sesuatu ?</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Selama pemeriksaan apakah anak menatap (kontak mata dengan) pemeriksa ?</strong><br />
Usahakan menarik perhatian anak, kemudian pemeriksa menunjuk sesuatu di ruangan pemeriksaan sambil mengatakan : “Lihat, itu. Ada bola (atau mainan lain)” Perhatikan mata anak, apakah anak melihat ke benda yang ditunjuk. Bukan melihat tangan pemeriksa<br />
Usahakan menarik perhatian anak, berikan mainan gelas / cangkir dan teko. Katakan pada anak anda : “Apakah kamu bisa membuatkan secangkir susu untuk mama ?” Diharapkan anak seolah-olah membuat minuman, mengaduk, menuang, meminum. Atau anak mampu bermain seolah-olah menghidangkan makanan, minuman, bercocok tanam, menyapu, mengepel dll.<br />
Tanyakan pada anak : ” Coba tunjukkan mana ‘anu’ (nama benda yang dikenal anak dan ada disekitar kita). Apakah anak menunjukkan dengan jarinya ? Atau sambil menatap wajah anda ketika menunjuk ke suatu benda ?<br />
Dapatkah anak anda menyusun kubus / balok menjadi suatu menara ?</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>BAGIAN B. Pengamatan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Interpretasi</strong></p>
<ul>
<li>Risiko tinggi menderita autis : bila tidak bisa melakukan A5, A7, B2, B3, dan B4</li>
<li>Risiko kecil menderita autis : tidak bisa melakukan A7 dan B4</li>
<li>Kemungkinan gangguan perkembangan lain : tidak bisa melakukan &gt;3</li>
<li>Dalam batas normal : tidak bisa melakukan &lt;3</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Keterangan pertanyaan A5, 7 dan B2, 3, 4 paling penting. Anak yang tidak bisa melakukan hal-hal tersebut ketika di uji 2 kali (jarak 1 bulan) semua kemudian terdiagnosis sebagai autis ketika berumur 20 – 42 bulan. Tetapi anak dengan keterlambatan perkembangan yang menyeluruh juga tidak bisa melakukannya. Oleh karena itu perlu menyingkirkan kemungkinan retardasi mental</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Tanda dan gejala Autis</strong></p>
<p>Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.</p>
<table style="width:471px;height:1417px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan dalam komunikasi verbal maupun nonverbal</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Kemampuan berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara. Menggunakan kata kata tanpa menghubungkannya dengan arti yang lazim digunakan.</li>
<li>Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan hanya dapat berkomunikasi dalam waktu singkat.</li>
<li>Kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain (“bahasa planet”)</li>
<li>Tidak mengerti atau tidak menggunakan kata-kata dalam konteks yang sesuai.</li>
<li>Ekolalia (meniru atau membeo), menirukan kata, kalimat atau lagu tanpa tahu artinya.</li>
<li>Bicaranya monoton seperti robot</li>
<li>Bicara tidak digunakan untuk komunikasi</li>
<li>Mimik datar</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan dalam bidang interaksi sosial</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Menolak atau menghindar untuk bertatap muka</li>
<li>Tidak menoleh bila dipanggil, sehingga sering diduga tuli</li>
<li>Merasa tidak senang atau menolak dipeluk</li>
<li>Bila menginginkan sesuatu, menarik tangan tangan orang yang terdekat dan berharap orang tersebut melakukan sesuatu untuknya</li>
<li>Tidak berbagi kesenangan dengan orang lain</li>
<li>Saat bermain bila didekati malah menjauh</li>
<li>Bila menginginkan sesuatu ia menarik tangan orang lain dan mengharapkan tangan tersebut melakukan sesuatu untuknya.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan dalam bermain</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Bermain sangat monoton dan aneh misalnya menderetkan sabun menjadi satu deretan yang panjang, memutar bola pada mainan mobil dan mengamati dengan seksama dalam jangka waktu lama.</li>
<li>Ada kelekatan dengan benda tertentu seperti kertas, gambar, kartu atau guling, terus dipegang dibawa kemana saja dia pergi.</li>
<li>Bila senang satu mainan tidak mau mainan lainnya.</li>
<li>Tidak menyukai boneka, tetapi lebih menyukai benda yang kurang menarik seperti botol, gelang karet, baterai atau benda lainnya</li>
<li>Tidak spontan / reflek dan tidak dapat berimajinasi dalam bermain. Tidak dapat meniru tindakan temannya dan tidak dapat memulai permainan yang bersifat pura pura.</li>
<li>Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar atau angin yang bergerak.</li>
<li>Perilaku yang ritualistik sering terjadi sulit mengubah rutinitas sehari hari, misalnya bila bermain harus melakukan urut-urutan tertentu, bila bepergian harus melalui rute yang sama.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan perilaku</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Sering dianggap sebagai anak yang senang kerapian harus menempatkan barang tertentu pada tempatnya</li>
<li>Anak dapat terlihat hiperaktif misalnya bila masuk dalam rumah yang baru pertama kali ia datang, ia akan membuka semua pintu, berjalan kesana kemari, berlari-lari tak tentu arah.</li>
<li>Mengulang suatu gerakan tertentu (menggerakkan tangannya seperti burung terbang). Ia juga sering menyakiti diri sendiri seperti memukul kepala atau membenturkan kepala di dinding</li>
<li>Dapat menjadi sangat hiperaktif atau sangat pasif (pendiam), duduk diam bengong dengan tatap mata kosong. Marah tanpa alasan yang masuk akal. Amat sangat menaruh perhatian pada satu benda, ide, aktifitas ataupun orang. Tidak dapat menunjukkan akal sehatnya. Dapat sangat agresif ke orang lain atau dirinya sendiri.</li>
<li>Gangguan kognitif tidur, gangguan makan dan gangguan perilaku lainnya.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan perasaan dan emosi</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah tanpa sebab nyata</li>
<li>Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan</li>
<li>Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum)bila keinginannya tidak didapatkannya, bahkan bisa menjadi agresif dan merusak.</li>
<li>Tidak dapat berbagi perasaan (empati) dengan anak lain</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan dalam persepsi sensoris</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Sensitif terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa (lidah) dari mulai ringan sampai berat.</li>
<li>Menggigit, menjilat atau mencium mainan atau benda apa saja</li>
<li>Bila mendengar suara keras, menutup teling</li>
<li>Menangis setiap kali dicuci rambutnya</li>
<li>Meraskan tidak nyaman bila diberi pakaian tertentu</li>
<li>Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan.</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>DIAGNOSIS AUTIS</strong></span></p>
<ul>
<li>Diagnosis Autis adalah dianopsis klinis tidak ada satu pemeriksaan lain berupa laboratorium ataupun tes yang dapat memastikannya. Diagnosis klinis adalah mengamati secara langsng riwayat perkembangan sebelumnya dan pengamatan yang cermat tentang berbagai perkembangan yang ada.  Menegakkan diagnosis autis memang tidaklah mudah karena membutuhkan kecermatan, pengalaman dan mungkin perlu waktu yang tidak sebentar untuk pengamatan. Sejauh ini tidak ditemukan tes klinis yang dapat mendiagnosa langsung autis.</li>
<li>Diagnosa yang paling baik adalah dengan cara seksama mengamati perlilaku anak dalam berkomunikasi, bertingkah laku dan tingkat perkembangannya.</li>
<li>Banyak tanda dan gejala perilaku seperti autism yang disebabkan oleh adanya gangguan selain autis.</li>
<li>Pemeriksaan klinis dan penunjang lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut.</li>
<li>Karena karakteristik dari penyandang autis ini banyak sekali ragamnya sehingga cara diagnosa yang paling ideal adalah dengan memeriksakan anak pada beberapa tim dokter ahli seperti ahli neurologis, ahli psikologi anak, ahli penyakit anak, ahli terapi bahasa, ahli pengajar dan ahli profesional lainnya dibidang autis.</li>
<li>Tes alergi IgG4, tes rambut, tes bioresonansi dan berbagai tes lainnya untuk memastikan penyebab makanan yang mengganggu autis tidak sensitif dan sebaiknya tidak diulakukan. Banyak klinisi yang mengirimkan tes IgG4 yang harus dikirm ke Amerika Serikat). tes ini sendiri tidak direkomendasikan oleh FDA (Food Drug Administration America), hal itu tertulis kecil di bagian bawah hasil pemeriksaan. Untuk memastikan penyebab alergin atau reaksi simpang makanan adalah dengan eliminasi provokasi. (baca : <a title="Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/31/intervensi-diet-sebagai-terapi-dan-diagnosis-berbagai-gangguan-pada-tubuh-manusia/">Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan</a>)</li>
<li>Sedangkan pemeriksaan lain seperti EEG, CT scan, MRI atau tes kultur feses, dan pemeriksaan feses lainnya hanya sebatas untuk kepentingan penelitian. Bukan untuk dilakukan tindakan rutin.</li>
<li>Dokter ahli atau praktisi kesehatan profesional yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan dan wawasan mengenai autis akan mengalami kesulitan dalam mendiagnosa autis. Kadang kadang dokter ahli atau praktisi kesehatan profesional keliru melakukan diagnosa dan tidak melibatkan orang tua sewaktu melakukan diagnosa. Kesulitan dalam pemahaman autis dapat menjurus pada kesalahan dalam memberikan pelayanan kepada penyandang autisme yang secara umum sangat memerlukan perhatian yang khusus dan rumit.<br />
Hasil pengamatan sesaat belumlah dapat disimpulkan sebagai hasil mutlak dari kemampuan dan perilaku seorang anak. Masukkan dari orang tua mengenai kronologi perkembangan anak adalah hal terpenting dalam menentukan keakuratan hasil diagnosa. Secara sekilas, penyandang autis dapat terlihat seperti anak dengan keterbelakangan mental, kelainan perilaku, gangguan pendengaran atau bahkan berperilaku aneh dan nyentrik. Yang lebih menyulitkan lagi adalah semua gejala tersebut diatas dapat timbul secara bersamaan.<br />
Karenanya sangatlah penting untuk membedakan antara autis dengan yang lainnya sehingga diagnosa yang akurat dan penanganan sedini mungkin dapat dilakukan untuk menentukan terapi yang tepat.</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>DIAGNOSIS AUTIS BERDASARKAN DSM IV (Diagnostic and Statistic manual)</strong></span></p>
<p>A. <strong>Interaksi Sosial</strong> (minimal 2):</p>
<dl>
<dd>
<ol>
<li>Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju</li>
<li>Kesulitan bermain dengan teman sebaya</li>
<li>Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat</li>
<li>Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah</li>
</ol>
</dd>
</dl>
<p>B. <strong>Komunikasi Sosial</strong> (minimal 1):</p>
<dl>
<dd>
<ol>
<li>Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal</li>
<li>Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris</li>
<li>Bahasa aneh &amp; diulang-ulang/stereotip</li>
<li>Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi social</li>
</ol>
</dd>
</dl>
<p>C. <strong>Imaginasi, berpikir fleksibel</strong> dan <strong>bermain imaginatif</strong> (minimal 1):</p>
<dl>
<dd>
<ol>
<li>Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya</li>
<li>Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna</li>
<li>Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda</li>
</ol>
</dd>
</dl>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Autistic-sweetiepie-boy-with-ducksinarow.jpg"></a> </div>
<div>Gejala autisme dapat sangat ringan (<em>mild</em>), sedang (<em>moderate</em>) hingga parah (<em>severe</em>), sehingga masyarakat mungkin tidak menyadari seluruh keberadaannya. Parah atau ringannya gangguan autisme sering kemudian di-paralel-kan dengan keberfungsian. Dikatakan oleh para ahli bahwa anak-anak dengan autisme dengan tingkat intelegensi dan kognitif yang rendah, tidak berbicara (nonverbal), memiliki perilaku menyakiti diri sendiri, serta menunjukkan sangat terbatasnya minat dan rutinitas yang dilakukan maka mereka diklasifikasikan sebagai low functioning autism. Sementara mereka yang menunjukkan fungsi kognitif dan intelegensi yang tinggi, mampu menggunakan bahasa dan bicaranya secara efektif serta menunjukkan kemampuan mengikuti rutinitas yang umum diklasifikasikan sebagai high functioning autism. Dua dikotomi dari karakteristik gangguan sesungguhnya akan sangat berpengaruh pada implikasi pendidikan maupun model-model <em>treatment</em> yang diberikan pada para penyandang autis. Kiranya melalui media ini penulis menghimbau kepada para ahli dan paktisi di bidang autis untuk semakin mengembangkan strategi-strategi dan teknik-teknik pengajaran yang tepat bagi mereka. Apalagi mengingat fakta dari hasil-hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa 80% anak dengan autisme memiliki intelegensi yang rendah dan tidak berbicara atau nonverbal. Namun sekali lagi, apapun diagnosa maupun label yang diberikan prioritasnya adalah segera diberikannya intervensi yang tepat dan sungguh-sungguh sesuai dengan kebutuhan mereka.</div>
</div>
<p><strong>Autis sebagai spektrum gangguan maka gejala-gejalanya dapat menjadi bukti dari berbagai kombinasi gangguan perkembangan. Bila tes-tes secara <em>behavioral</em> maupun komunikasi tidak dapat mendeteksi adanya autisme, maka beberapa instrumen <em>screening</em> yang saat ini telah berkembang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme:</strong></p>
<ul>
<li><a title="Childhood Autism Rating Scale (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Childhood_Autism_Rating_Scale&amp;action=edit&amp;redlink=1">Childhood Autism Rating Scale</a> (CARS): skala peringkat autisme masa kanak-kanak yang dibuat oleh Eric Schopler di awal tahun 1970 yang didasarkan pada pengamatan perilaku. Alat menggunakan skala hingga 15; anak dievaluasi berdasarkan hubungannya dengan orang, penggunaan gerakan tubuh, adaptasi terhadap perubahan, kemampuan mendengar dan komunikasi verbal</li>
<li><a title="The Checklis for Autism in Toddlers (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Checklis_for_Autism_in_Toddlers&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Checklis for Autism in Toddlers</a> (CHAT): berupa daftar pemeriksaan autisme pada masa balita yang digunakan untuk mendeteksi anak berumur 18 bulan, dikembangkan oleh Simon Baron Cohen di awal tahun 1990-an.</li>
<li><a title="The Autism Screening Questionare (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Autism_Screening_Questionare&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Autism Screening Questionare</a>: adalah daftar pertanyaan yang terdiri dari 40 skala item yang digunakan pada anak dia atas usia 4 tahun untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi dan sosial mereka</li>
<li><a title="The Screening Test for Autism in Two-Years Old (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Screening_Test_for_Autism_in_Two-Years_Old&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Screening Test for Autism in Two-Years Old</a>: tes <a title="Screening (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Screening&amp;action=edit&amp;redlink=1">screening</a> autisme bagi anak usia 2 tahun yang dikembangkan oleh Wendy Stone di Vanderbilt didasarkan pada 3 bidang kemampuan anak, yaitu; bermain, imitasi motor dan konsentrasi.</li>
</ul>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>DIAGNOSIS BANDING AUTISM (Penyakit yang Mirip Autis)</strong></span></p>
<p><strong><img class="alignright" src="http://www.topnews.in/files/Autism-children.jpg" alt="" width="219" height="170" /></strong></p>
<ul>
<li>Referensi baku yang dipakai untuk menjelaskan jenis autisme adalah standar Amerika DSM revisi keempat (Diagnostic and Statistical Manual) yang memuat kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan diagnosa autisme. Diagnosa ini hanya dapat dilakukan oleh tim dokter atau praktisi ahli bersadarkan pengamatan seksama terhadap perilaku anak autisme dan disertai konsultasi dengan orang tua anak.</li>
<li>Pada kenyataanya, sangat sulit untuk membagi kategori atau jenis autisme mengingat tjarang ditemukan antara satu dan lain penyandang autisme yang mempunyai gejala yang sama. Setiap penyandang autisme mempunyai ke-’khas’-annya sendiri sendiri. Dengan kata lain ada 1001 jenis atau mungkin satu juta satu jenis autisme di dunia ini yang tidak dapat diperinci satu persatu.</li>
<li>Istilah yang lazim dipakai saat ini oleh para ahli adalah ‘kelainan spektrum autisme’ atau ASD (Autism Spectrum Disorder). Anak yang telah didiagnosa dan masuk dalam kategori PDD mempunyai persamaan dalam hal kekurang mampuan bersosialisasi dan berkomunikasi akan tetapi tingkat kelainan-nya (spektrum-nya) berbeda satu dengan lainnya. Terdapat begitu banyaknya jenis atau ciri penyandang autisme, sehingga lebih berupa rangkaian dari kelabu muda sekali hingga kelabu tua sekali (sangat bervariasi).</li>
<li>Penggunaan istilah autisme berat/parah dan autisme ringan dapat menyesatkan karena jika dikatakan berat atau parah orang tua dapat merasa frustasi dan berhenti berusaha karena merasa tidak ada gunanya lagi. Sebaliknya jika dikatakan ringan atau tidak parah maka orang tua merasa senang dan juga dapat berhenti berusaha karena merasa anaknya akan sembuh sendiri. Pada kenyataannya, baik ringan ataupun berat, tanpa penanganan terpadu dan intensif, penyandang autisme sulit mandiri. Meskipun sejauh nini belum ada pembagian tegas untuk menunjukkan derajat autism, apakah ringan, sedang atau berat.</li>
</ul>
<p><strong>Autisme</strong> dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (<em>Pervasive Development Disorder</em>) di luar ADHD (<em>Attention Deficit Hyperactivity Disorder</em>) dan ADD (<em>Attention Deficit Disorder</em>). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (<em>umbrella term</em>) PDD, yaitu:</p>
<ol>
<li>Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.</li>
<li>Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.</li>
<li>Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).</li>
<li>Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.</li>
<li>Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.</li>
</ol>
<p>Diagnosa Pervasive Develompmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD – NOS) umumnya digunakan atau dipakai di Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya beberapa karakteristik autisme pada seseorang (Howlin, 1998: 79). National Information Center for Children and Youth with Disabilities (NICHCY) di Amerika Serikat menyatakan bahwa Autisme dan PDD – NOS adalah gangguan perkembangan yang cenderung memiliki karakteristik serupa dan gejalanya muncul sebelum usia 3 tahun. Keduanya merupakan gangguan yang bersifat neurologis yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, pemahaman bahasa, bermain dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Ketidakmampuan beradaptasi pada perubahan dan adanya respon-respon yang tidak wajar terhadap pengalaman sensoris seringkali juga dihubungkan pada gejala autis.</p>
<table style="width:476px;height:1400px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>SINDROM RETT’S</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Sindrom Rett adalah penyakit degeneratif, ketidakmampuan yang semakin hari semakin parah (progresif). Hanya menimpa anak perempuan. Pertumbuhan normal lalu diikuti dengan kehilangan keahlian yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik- khususnya kehilangan kemampuan menggunakan tangan yang kemudian berganti menjadi pergerakan tangan yang berulang ulang (seperti mencuci tangan) mulai pada umur 1 hingga 4 tahun.<br />
Gejala dapat dimulai usia 6 bulan hingga usia 18 bulan </p>
<ul>
<li>Pertumbuhan kepala lambat</li>
<li>Kehilangan kemampuan menggunakan gerakan tangan</li>
<li>Berkembang seperti gejala khas autism</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>GANGGUAN DISINTEGRATIF PADA KANAK-KANAK (Childhood Disintegrative Disorder /CDD)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Pertumbuhan yang normal pada usia 1 sampai 2 tahun kemudian kehilangan kemampuan yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik.<br />
Anak berkembang normal dalam usia 2 tahun pertama(seperti : kemampuan kominukasi, sosial, bermain dan perilaku), namun secara bermakna kemampuan itu terganggu sebelum usis 10 tahun, yang tergangggu diantaranya adalah kemampuan : </p>
<ul>
<li>Bahasa</li>
<li>Kemampuan sosial</li>
<li>Kemampuan buang air besar dan buang air kecil di toilet</li>
<li>Bermain</li>
<li>Kemampuan motorik</li>
<li>Gejala tambahan, menunjukkan fungus abnormal sedikitnya dua hal dari : Interaksi sosial, KomunikasiCommunication</li>
<li>Pola perilaku terbatas : perhatian dan aktifitas</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>SINDROM ASPERGER’S</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Asperger’s Syndrome gejala khas yang timbul adalah gangguan intteraksi sosial ditambah gejala keterbatasan dan pengulangan perilaku, ketertarikan dan aktifitasis. Mempunyai gangguan kualitatif dalam interaksi sosial, sedikitnya dua gejala dari : </p>
<ul>
<li>Ditandai dengan gangguan penggunaan beberapa komunikasi non verbal (mata, pandangan, ekspresi wajah, sikap bada, gerak isyarat)</li>
<li>Tidak bisa bermain dengan anak sebaya</li>
<li>Gangguan dalam menikmati minat atau keberhasilan</li>
<li>kurangnya hubungan sosial dan emosional</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>GANGGUAN PERKEMBANGAN PERVASIF (Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified / PDD-NOS)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Biasa disebut Autis yang tidak umum dimana diagnosis PDD-NOS dapat dilakukan jika anak tidak memenuhi kriteria diagnosis yang ada (DSM-IV) akan tetapi terdapat ketidakmampuan pada beberapa perilakunya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>MULTISYSTEM DEVELOPMENTAL DISORDERS (MSDD)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Beberapa ahli perkembangan anak menggunakan klarifikasi yang disebut sebagai Zero to three’s Diagnostic Classification of Mental Health and Development Disorders of Infacy and early Childhood. DC-0-3 menggunakan konsep bahwa proses diagnosis adalah proses berkelanjutan dan terus menerus, sehingga dokter yang merawat dalam pertambahan usia dapat mendalami tanda, gejala dan diagnosis pada anak. Diagnosis tidak dapat ditegakkan secara cepat, tapi harus melalui pengamatan yang cermat dan berulang-ulang. Dalam penegakkan diagnosis harus berkerjasama dengan orangtua dengan mengamati perkembangan hubungan anak dengan orangtua dan lingkungannya.<br />
Konsep DC 0-3 tersebut digunakan karena pengalaman kesulitan dalam mendiagnosis Autism di bawah 3 tahun, khususnya yang mempunyai gejala yang belum jelas. Faktor inilah yang menyulitkan apabila anak didiagnosis autism terlalu dini, padahal dalam perkembangannya mungkin saja gangguan perkembangan tersebut ada kecenderungan membaik atau menghilang. Sehingga kalau anaknya didiagnosis Autism adalah sesuatu yang berat bagi orang tua, seolah-olah sudah tidak harapan bagi si anak.<br />
MSDD adalah diagnosis gangguan perkembangan dalam hal kesanggupannya berhubungan, berkomunikasi, bermain dan belajar. Gangguan MSDD tidak menetap seperti gangguan pada Autistis Spectrum Disorders, tetapi sangat mungkin untuk terjadi perubahan dan perbaikkan. Pengertian MSDD meliputi gangguan sensoris multipel dan interaksi sensori motor. Gejala MSDD meliputi :<br />
· Gangguan dalam berhubungan sosial dan emosional dengan orang tua atau pengasuh.<br />
· Gangguan dalam mempertahankan dan mengembangkan komunikai<br />
· Gangguan dalam proses auditory<br />
· Gangguan dalam proses berbagai sensori lain atau koordinasi motorik</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p><strong>PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN</strong></p>
<ul>
<li>Tidak ada satupun pemeriksaan medis yang dapat memastikan suatu diagnosis Autis pada anak. Tetapi terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat menunjang diagnosis yang dapat digunakan sebagai dasar intervensi dan strategi pengobatan. <strong>Tetapi sebaiknya pemeriksaan tersebut dilakukan bila hanya mencurigai adanya gangguan organik pada penderita </strong></li>
<li>PENDENGARAN: Bila terdapat gangguan pendengaran harus dilakukan beberapa pemeriksaan Audio gram and Typanogram.</li>
<li>ELEKTROENSEFALOGRAM (EEG): EEG untuk memeriksa gelombang otak yang mennujukkan gangguan kejang, diindikasikan pada kelainan tumor dan gangguan otak..</li>
<li>SKRENING METABOLIK: Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan darah dan urine untuk melihat metabolisme makanan di dalam tubuh dan pengaruhnya pada tumbuh kembang anak. Beberapa spectrum autism dapat disembuhkan dengan diet khusus.<br />
MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) DAN COMPUTER ASSITED AXIAL TOMOGRAPHY (CAT SCAN): MRI atau CAT Scans sangat menolong untuk mendiagnosis kelainan struktur otak, karena dapat melihat struktur otak secara lebih detail</li>
<li>PEMERIKSAAN GENETIK: Pemeriksaan darah untuk melihat kelainan genetik, yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan. Beberapa penelitian menunjukkkan bahwa penderita autism telah dapat ditemukan pola DNA dalam tubuhnya.</li>
</ul>
<p><strong>OBSERVASI SECARA LANGSUNG</strong><strong><img src="http://static.howstuffworks.com/gif/autism-2.jpg" alt="" width="196" height="215" /></strong><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>OBSERVASI LANGSUNG, INTERAKSI DAN PENILAIAN WAWANCARA :</strong><br />
Informasi tentang emosi anak, sosial, komunikasi, kemampuan kognitif melalui pengamatan l;angsung apada anak secara cermat dan lama dan inteview  kepada orangtua tentang riwayata tahapan perkembangan anak dari sejak usia 0 bulan sampai sekatang</li>
<li><strong>PENILAIAN FUNGSIONAL:</strong><br />
Tujuan untuk mengetahui bagaimana bisa terjadi perubahan perilaku (seperti perilaku motorik yang aneh). Berdasarkan pertimbangan itu bahwa perubahan perilakuj adalah suatu cara untuk berkomunikasi dengan lingkungan. Penilaian fungsional termasuk wawancara, observasi langsung dan interaksi secara langsung untuk mengetahui apakah anak menderita autism atau dikaitkan ketidakmampuan dalam komunikasi melalui perilaku anak.Penilaian secara fungsional ini akan membantu dalam perencanaan intervensi atau terapi okupasi yang harus diberikan.</li>
<li><strong>PENILAIAN DASAR BERMAIN :<br />
</strong>Melibatkan orang tua, guru, pengasuh atau anggota keluarga lainnya untuk mengamati situasi permainan yang dapat memberikan informasi hubungan sosial, eomosional, kognitif dan perkembangan komunikasi. Dengan mengetahui kebiasaan belajar anak dan pola interaksi melalui penilaian permainan, pengobatan secara individual dapat direncanakan.</li>
</ul>
<p><strong>PERANAN ORANG TUA DALAM DETEKSI DINI</strong></p>
<ul>
<li>Dalam perkembangannya menjadi manusia dewasa, seorang anak berkembang melalui tahapan tertentu.</li>
<li>Diantara jenis perkembangan, yang paling penting untuk menentukan kemampuan intelegensi di kemudian hari adalah perkembangan motorik halus dan pemecahan masalah visuo-motor, serta perkembangan berbahasa. Kemudian keduanya berkembang menjadi perkembangan sosial yang merupakan adaptasi terhadap lingkungan.</li>
<li>Walaupun kecepatan perkembangan setiap anak berbeda-beda, kita harus waspada apabila seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan atau penyimpangan perkembangan. Untuk mendeteksi keterlambatan, dapat digunakan 2 pendekatan :</li>
<li>Memberikan peranan kepada orang tua, nenek, guru atau pengasuh untuk melakukan deteksi dini dan melaporkan kepada dokter bila anak mengalami keterlambatan atau gangguan perkembangan dan perilaku. Kerugian cara ini adalah bahwa orang tua sering menganggap bahwa anak akan dapat menyusul keterlambatannya dikemudian hari dan cukup ditunggu saja. Misalnya bila anak mengalami keterlambatan bicara, nenek mengatakan bahwa ayah atau ibu juga terlambat bicara, atau anggapan bahwa anak yang cepat jalan akan lebih lambat bicara. Kadang-kadang disulitkan oleh reaksi menolak dari orang tua yang tidak mengakui bahwa anak mengalami keterlambatan bicara</li>
<li>Pendekatan lainnya adalah dengan deteksi aktif, membandingkan apakah seorang anak dapat melakukan fungsi bahasa yang sesuai dengan baku untuk anak seusianya. Pendekatan kedua juga mempunyai kelemahan yaitu akan terlalu banyak anak yang diidentifikasi sebagai “abnormal” karena bicara terlambat. Sebagian besar diantaranya memang secara alamiah akan menyusul bicara dikemudian hari. Bahkan kadang-kadang masih ditemukan dokter atau dokter anak yang masih menganggap bukan kelainan, dan dikatakan kepada pasien: “Tidak apa-apa, ditunggu saja”.</li>
<li>Peranan orang tua untuk melaporkan kecurigaannya dan peran dokter untuk menanggapi keluhan tersebut sama pentingnya dalam penatalaksanaan anak. Bila dijumpai keterlambatan atau penyimpangan harus dilakukan pemeriksaan atau menentukan apakah hal tersebut merupakan variasi normal atau suatu kelainan yang serius. Jangan berpegang pada pendapat :”Nanti juga akan berkembang sendiri” atau “Anak semata-mata hanya terlambat sedikit” tanpa bukti yang kuat, yang akan mengakibatkan diagnosis yang terlambat dan penatalaksanaan yang semakin sulit.</li>
</ul>
<p> </p>
<p><strong>END POINT :</strong></p>
<ul>
<li>Untuk memastikan diagnosis Autis hanya dengan diagnosis klinis atau dengan mengenali secara cermat riwayat perkembangan anak sejak lahir dan pengamatan perkembangan anak saat sekarang</li>
<li>Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan tambahan lain hanya diperlukan untuk sebatas penelitian atau kalau dicurigai adanya kelainan di susunan saraf pusat atau fungsi organ lainnya. Gangguan fungsi organ yang khas pada Autis jarang terjadi. Sebaiknya beragai pemeriksaan yang tidak perlu tidak dilakukan, karena beban biasya yang sangat besar tetapi tidak terlalu penting manfaatnya berkaitan dengan pengobatan.</li>
<li>Pemeriksaan mencari penyebab alergi atau reaksi simpang makanan lain hanya dengan melakukan eliminasi provokasi makanan <strong>BUKAN DENGAN TES ALERGI</strong> (baca : <a title="Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/31/intervensi-diet-sebagai-terapi-dan-diagnosis-berbagai-gangguan-pada-tubuh-manusia/">Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan</a>)</li>
<li>Ternyata banyak sekali anak yang hanya mengalami sebagian kecil gejala tersebut. Kelompok anak ini bukanlah penderita Autis dan normal tetapi dalam kehidupan sehari hari sangat mengganggu terutama gangguan konsentrasi di sekolah. Jumlah penderita yang masuk area abu-abu ini sangat banyak seperti fenomena gunung es.Pada keadaan tertentu kelompok seperti ini divonis Autis Ringan atau gejala Autis. Sebenarnya tidak ada Diagnosis Autis ringan atau gejala Autis,  biasanya diagnosis ini diberikan oleh dokter yang ragu-ragu dalam diagnosisnya.  Kelompok anak seperti ini sering terjadi pada penderita alergi atau hipersensitifitas makanan.</li>
</ul>
<p><img src="http://www.elainechen.com/illustration/assets/autism.gif" alt="" width="474" height="366" /></p>
<p><img src="http://www.healtharticlecenter.com/wp-content/uploads/autism.gif" alt="" width="483" height="623" /></p>
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-keterlambatan-bicara-pada-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini</a></li>
<li><a title="Permanent Link to ALERGI MAKANAN, DIET DAN AUTISME" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/12/07/alergi-makanan-diet-dan-autisme/">ALERGI MAKANAN, DIET DAN AUTISME</a></li>
<li><a title="Permanent Link to ALERGI MAKANAN DAN GANGGUAN PERILAKU ANAK SEKOLAH" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/12/07/alergi-makanan-dan-gangguan-perilaku-anak-sekolah/">ALERGI MAKANAN DAN GANGGUAN PERILAKU ANAK SEKOLAH</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Perilaku dan Alergi makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/15/180/">Gangguan Perilaku dan Alergi makanan</a></li>
</ul>
<p>Link Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://sleepclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN  SLEEP CLINIC : Informasi gangguan Tidur pada Anak</em></strong></a></li>
<li><a href="http://speechclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN SPEECH CLINIC : Informasi Permasalahan Gangguan Komunikasi dan Bicara Pada Anak</em></strong></a></li>
<li><strong><em><a href="http://hyperactivitiesclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN  HYPERACTIVITY CLINIC : Informasi Gangguan Hiperaktif, gangguan konsentrasi dan gangguan perilaku lainnya</em></strong></a></em></strong></li>
<li><strong><em><strong><em><a href="http://rehabilitationclinic.wordpress.com/"><strong><em>REHABILITATION MEDICINE FOR CHILDREN &amp; ADOLESCENCE</em></strong></a></em></strong></em></strong></li>
<li><strong><em><strong><em><strong><em><a href="http://footclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN FOOT CLINIC : Informasi Gangguan Perkembangan Motorik dan gagguan Kaki pada Anak dan remaja </em></strong></a></em></strong></em></strong></em></strong></li>
</ul>
<p>Artikel Terkait Lainnya :</p>
<table style="width:473px;height:341px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>DETEKSI DINI DAN KENALI BERBAGAI PENYAKIT DAN GANGGUAN PADA ANAK SEJAK DINI </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li><a title="Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/deteksi-dini-tanda-dan-gejala-alergi-pada-bayi/">Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-keterlambatan-bicara-pada-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-autis-sejak-dini-autiskah-anak-anda/">Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini </a></li>
<li><a title="Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/kenali-dan-waspadai-leukemia-pada-anak/">Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/deteksi-dan-pencegahan-alergi-sejak-bayi/">Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/15/waspadai-bahaya-bahan-aditif-makanan/">Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Sinusitis Pada Anak" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/09/20/sinusitis-pada-anak-2/">Kenali Sinusitis Pada Anak Sejak dini</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Monitor Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan : Paling Sering terjadi saat Usia 6 Bulan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/bagaimana-memonitor-pertumbuhan-anak-sejak-bayi/">Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan</a></li>
<li><a title="Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/deteksi-dini-kesulitan-makan-pada-anak/">Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/26/deteksi-dan-stimulasi-kecerdasan-motorik-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan</a></li>
<li><a title="Down Syndrome : Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/24/down-syndrome-deteksi-dini-pencegahan-dan-penatalaksanaan-sindrom-down/">Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down</a></li>
<li><a title="Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/kenali-infeksi-saluran-kencing-pada-anak-sejak-dini-dapat-akibatkan-gangguan-ginjal/">Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal</a></li>
<li><a title="Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/05/kenali-dan-cegah-penyakit-cacing-pada-anak/">Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to HIV MENGANCAM ANAK INDONESIA." rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/hiv-mengancam-anak-indonesia/">Kenali sejak dini penyakit HIV pada anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to GAGAL TUMBUH PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/gagal-tumbuh-pada-anak/">Deteksi Dini Gangguan Gagal Tumbuh Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to TUBERKULOSIS PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/07/31/tuberkulosis-pada-anak/">Deteksi Dini Tuberkulosis Pada Anak</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-penyakit-tersering/'>0-PENYAKIT TERSERING</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/cara-mengetahui-diagnosis-autis-sejak-dini/'>Cara Mengetahui Diagnosis Autis Sejak Dini</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/909/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/909/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=909&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/cara-mengetahui-diagnosis-autis-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kska.org/wp-content/uploads/2009/04/autism_awareness_logo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.topnews.in/files/Autism-children.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.howstuffworks.com/gif/autism-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.elainechen.com/illustration/assets/autism.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.healtharticlecenter.com/wp-content/uploads/autism.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenali Tanda dan Gejala Alergi Sejak Dini Pada Bayi</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/kenali-tanda-dan-gejala-alergi-sejak-dini-pada-bayi/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/kenali-tanda-dan-gejala-alergi-sejak-dini-pada-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 01:04:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2b.Penyakit Tersering]]></category>
		<category><![CDATA[2c.Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Kenali Tanda dan Gejala Alergi Sejak Dini Pada Bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=907</guid>
		<description><![CDATA[Kenali Tanda dan Gejala Alergi Sejak Dini Pada Bayi  Alergi  termasuk gangguan  yang menjadi permasalahan kesehatan penting  pada usia anak. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Meskipun masih kontroversial tetapi banyak penelitian ilmiah dan jurnal yang mengungkapkan bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=907&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Kenali Tanda dan Gejala Alergi Sejak Dini Pada Bayi<strong> </strong></span></h1>
<ul>
<li>Alergi  termasuk gangguan  yang menjadi permasalahan kesehatan penting  pada usia anak. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Meskipun masih kontroversial tetapi banyak penelitian ilmiah dan jurnal yang mengungkapkan bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala penderita Autism dan ADHD.</li>
<li>Melihat demikian luas dan banyaknya pengaruh alergi yang mungkin bisa terjadi, maka deteksi dan pencegahan alergi sejak dini sebaiknya dilakukan. Gejala serta faktor  resiko alergi dapat dideteksi sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Alergi makanan tidak terjadi pada semua orang, tetapi sebagian besar orang mempunyai potensi  menjadi alergi. Tampaknya sebagian besar orang bila dicermati pernah mengalami reaksi alergi. Namun sebagian lainnya tidak pernah mengalami reaksi alergi. Terdapat 3 faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus.</li>
<li>Alergi dapat diturunkan dari orang tua atau kakek dan nenek pada penderita. Bila ada orang tua menderita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. Bila ada salah satu orang tua yang menúerita gejala alergi maka dapat menurunkan resiko pada anak sekitar 20 – 40%, ke dua orang tua alergi resiko meningkat menjadi 40 -  80%. Sedangtkan bila tidak ada riwayat alergi pada kedua orang tua maka resikonya adalah 5 – 15%. Pada kasus terakhir ini bisa saja terjadi bila nenek, kakek atau saudara dekat orang tuanya mengalami alergi. Tetapi bila dicermati sebenarnya banyak orang dewasa tidak menyadari bahwa dirinya selama ini mengalami gejala alergi. Pada penelitian penulis didapatkan bahwa karakteristik alergi seseorang sangat ditentukan atau mempunyai karakteristik yang sama dengan salah satu orang tuanya yang mempunyai fenotip atau wajah yang sama.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>MENGAPA TERJADI ALERGI</strong></p>
<p>Alergi adalah penyakit dengan pola Th2. Pada orang normal yang non atopi, pola sitokin Th1 dan Th2 dalam keadaan seimbang. Sedangkan pada penderita atopi, keseimbangan lebih berat pada pola sitokin Th2 .  Pada masa kehamilan dominasi juga pada pola sitokin Th2. Sawar darah placenta masih transparan terhadap alergen dalam lingkungan ibu. Faktor lingkungan dapat bekerja sebelum dan sesudah lahir. Faktor lingkungan sebelum lahir dapat mempengaruhi diferensiasi sel T yang allergen spesifik menjadi fenotipe Th2, sehingga alergi atopi sudah bekerja sebelum lahir. Kehamilan yang berhasil ditandai dengan pergeseran Th1 ke Th2 di fase antar fetomaternal untuk mengurangi reaktifitas sistem imun maternal terhadap allograft janin. Setelah kelahiran sistem imán menjadi matang, kesimbangan bergeser ke arah Th1, sehingga profil sitokin Th1 daTh2 menjadi seimbang. Pada bayi yang punya bakat atopi keseimbangan ini tidak pernah tercapai sehingga dominasi Th2 terus terjadi, mengakibatkan sensitisasi dan timbulnya gangguan alergi. Dalam perkembangan terakhir ditemukan T regulator, sehingga ada peluang terjadi supresi imun toleran. Fenomena ini dapat digunakan upaya pencegahan primer.</p>
<p><strong>DETEKSI SEJAK DALAM KANDUNGAN</strong></p>
<ul>
<li>Secara teori deteksi dini penderita alergi dapat dilakukan sejak dalam kandungan. Meskipun hingga saat ini belum ada cara yang optimal, praktis, aman dan murah untuk mengetahui resiko alergi sejak dalam kandungan. Sebuah penelitian  mengungkapkan bahwa paparan terhadap aeroalergen pada ibu saat kehamilan dapat meningktakan resiko senjmsitisiasi terhadap janin dan bida terjadi gejala asma pada usia bayi. Pajanan alergi yang merangsang produksi IgE spesifik sudah dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan. Diketahui adanya IgE spesifik pada janin terhadap penisilin, gandum, telur dan susu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa pada darah tali pusat sudah ditemukan monosit yang dapat mengenali epitop alergen makanan atau hirupan dan merespon rangsangan dengan proliferasi.</li>
<li>Hingga saat ini deteksi dini alergi sejak dalam kandungan belum dilakukan secara mendalam dan hanya dilakukan sebatas penelitian.</li>
<li>Penulis telah melakukan pengamatan bahwa  gerakan refluk osephagus atau gerakan hiccups (cegukan) pada janin  dan gerakan janin di dalam perut yang sangat meningkat terutama saat malam hari hingga pagi hari adalah faktor prediktif yang kuat sebagai bayi yang beresiko alergi. Terlalu kuatnya tendangan tersebut, biasanya disertai rasa sakit di ulu hati si Ibu. Dalam penelitian awal yang terbatas  penulis mendapatkan hasil yang cukup penting. Dilakukan pengamatan pada 25 ibu hamil dengan gerakan janin yang berlebihan dan gerakan refluks osephagus (hiccups/cegukan) pada janin saat kehamilan terutama malam hari. Setelah dilakukan eliminasi makanan tertentu tampak secara signifikan gerakan janin tersebut jauh berkurang.</li>
<li>Sensitisasi dalam kandungan sudah terjadi hal ini dapat dilihat bahwa terdapat reaksi alergi susu sapi pada neonatus. IgE ibu tidak dapat melalui sawar plasenta, jadi yang terjadi adalah partikel protein susu sapi yang beredar dalam darah ibu melewati plasenta. Hal ini dapat dibuktikan bahwa terdapat proliferasi lomfosit pada tali pusat neonatus. Bayi baru lahir sudah tersentisisasi  sejak dalam kehamilan bila kadar IgE spesifik tali pusat &gt; 0,35 kU/l.</li>
<li>Resiko dan gejala alergi bisa diketahui dan di deteksi sejak dalam kandungan dan sejak lahir, sehingga pencegahan gejala alergi dapat dilakukan sedini mungkin kalau perlu sejak dalam kandungan. Resiko terjadinya komplikasi, gangguan organ tubuh dan gangguan perilaku pada anak  diharapkan dapat dikurangi atau dihindari.</li>
</ul>
<p><strong>DETEKSI DINI MANIFESTASI KLINIS SEJAK BAYI</strong></p>
<ul>
<li>Alergi adalah suatu proses inflamasi yang tidak hanya berupa reaksi cepat dan lambat tetapi juga merupakan proses inflamasi kronis yang kompleks  dipengaruhi faktor genetik, lingkungan dan pengontrol internal. Berbagai sel mast, basofil, eosinofil, limfosit dan molekul seperti IgE, mediator sitokin, kemokin merupakan komponen yang berperanan inflamasi. Gejala klinis terjadi karena reaksi imunologik melalui pelepasan beberapa mediator tersebut dapat  mengganggu organ tertentu yang disebut organ sasaran.</li>
<li>Ahli alergi modern berpendapat serangan alergi atas dasar <em>target organ </em>(organ sasaran). Organ sasaran tersebut misalnya paru-paru maka manifestasi klinisnya adalah batuk atau asma. Bila sasarannya kulit akan terlihat sebagai gatal dan bercak merah di kulit. Bila organ sasarannya saluran pencernaan maka gejalanya adalah diare dan sebagainya. Sistem Susunan Saraf Pusat atau otak juga dapat sebagai organ sasaran, apalagi otak adalah merupakan organ tubuh yang sensitif dan lemah. Sistem susunan saraf pusat adalah merupakan pusat koordinasi tubuh dan fungsi luhur. Maka bisa dibayangkan kalau otak terganggu maka banyak kemungkinan manifestasi klinik ditimbulkannya termasuk gangguan perilaku pada anak. Apalagi pada alergi sering terjadi proses inflamasi kronis yang kompleks. <strong> </strong>﻿</li>
</ul>
<h2> DETEKSI DINI ALERGI</h2>
<h2><strong>Manifestasi klinis yang sering menyertai pada  penderita alergi pada bayi.</strong></h2>
<ul>
<li><strong>GANGGUAN SALURAN CERNA</strong> : Sering muntah/gumoh, kembung,<em>“cegukan</em>”, sering buang angin, sering<em> “ngeden /mulet”,</em> sering REWEL / GELISAH/COLIK terutama malam hari), Sering buang air besar (&gt; 3 kali perhari), tidak BAB tiap hari, BERAK DARAH. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat.</li>
<li>Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.</li>
<li>Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru).</li>
<li>Napas <em>grok-grok</em>, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (&gt;7hari) dan dahak berlebihan )</li>
<li>Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan &lt; 35 minggu)  Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah.</li>
<li>Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak</li>
<li>Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata <em>(belekan</em>) salah satu sisi/kedua sisi.</li>
<li>Sering berkeringat (berlebihan)</li>
<li>Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur &lt;1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang</li>
<li>Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.</li>
<li>Mempengaruhi gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih </li>
</ul>
<p><strong> <img src="http://www.kidstylefile.com.au/wp-content/uploads/2008/06/the-hip-infant-basics-cutie.jpg" alt="" width="412" height="255" /></strong></p>
<p><strong>PERILAKU MENINGKAT YANG SERING MENYERTAI  PADA PENDERITA ALERGI PADA BAYI </strong></p>
<ul>
<li><strong><em>GANGGUAN NEURO ANATOMIS : </em></strong>Mudah <em>kaget </em>bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku<em>. </em>Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)</li>
<li><em><strong>GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN </strong> </em>Usia &lt; 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.  Usia &lt; 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.<strong>  </strong>Usia &gt; 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.</li>
<li><strong><em>GANGGUAN TIDUR</em>  (biasanya MALAM-PAGI)</strong> gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,  </li>
<li><em><strong>AGRESIF MENINGKAT,</strong> pada usia lebih 6 bulan </em> sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.</li>
<li><em><strong>GANGGUAN KONSENTRASI : </strong>cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan.</em></li>
<li><strong>EMOSI MENINGKAT,</strong> sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran.</li>
<li><em><strong>GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI :</strong> Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN  </em>sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan. <em> </em></li>
<li><em><strong>GANGGUAN ORAL MOTOR : KETERLAMBATAN BICARA:</strong>  T</em>idak mengeluarkan kata umur &lt; 15 bulan, , kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. Bila tidak ada gangguan kontak mata, gangguan pendengaran, dan gangguan intelektual biasanya  usia lebih 2 tahun membaik. <strong>GANGGUAN MENGUNYAH DAN MENELAN</strong> : pada usia 9 bulan sampai 1 tyahun yang seharusmya bisa makan nasi tim kasar belum bisa, Bila ada kandungan dalkam makanan yang berserat sedikit saja dikeluarkan dari mulut.</li>
<li><em><strong>IMPULSIF</strong></em> : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan, lebih dominan berteriak daripada mengoceh.</li>
<li>Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti  ADHD (hiperaktif) dan AUTISME (hiperaktif, keterlambatan bicara, gangguan sosialisasi)</li>
</ul>
<p><strong><img src="http://legacy.co.mohave.az.us/WIC/images/infant1.jpg" alt="" /></strong></p>
<p><strong>PENYEBAB A</strong><strong>LERGI MAKANAN PADA BAYI</strong></p>
<p>Alergi makanan  lebih sering terjadi pada usia bayi atau anak dibandingkan pada usia dewasa. Hal itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna pada anak. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan pertambahan usia, ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik. Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi  sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia membaik.</p>
<p>Gejala dan tanda karena reaksi alergi pada anak dapat ditimbulkan oleh adanya alergen dari beberapa  makanan tertentu yang dikonsumsi bayi. Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein, glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul lebih dari 18.000 dalton, tahan panas dan tahan ensim proteolitik. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein dan berkisar antara 14.000 sampai 40.000 dalton. Molekul-molekul kecil lainnya juga dapat menimbulkan kepekaan (sensitisasi) baik secara langsung atau melalui mekanisme <em>hapten-carrier. </em></p>
<p>Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada bayi yang paling sering. Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi susu. Sekitar 1-7% bayi pada umumnya menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sedangkan sekitar 80% susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Alergi terhadap protein susu sapi atau alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang  memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul.</p>
<p>Pada bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif maka diet yang dikonsumsi ibu sangat berpotensi menimbulkan gangguan alergi. Diet ibu yang sangat berpotensi menimbulkan gangguan pada bayi yang paling sering adalah ikan laut (terutama yang kecil seperti udang, kerang, cumi dan sebagainya), kacang tanah dan buah-buahan (tomat, melon, semangka).</p>
<p>Saat pemberian makanan tambahan usia 4-6 bulan, gejala alergi pada bayi sering timbal. Jenis makanan yang sering diberikan dan menimbulkan gangguan adalah pemberian buah-buahan (jeruk, dan  pisang), bubur susu (kacang hijau), nasi tim (tomat, ayam, telor, ikan laut (udang, cumi,teri), keju,  dan sebagainya. Sehingga penundaan pemberian makanan tertentu dapat mengurangi resiko gangguan alergi pada anak. Menurut beberapa penelitian pemberian multivitamin pada bayi beresiko alergi ternyata meningkatkan gangguan penyakit  alergi di kemudian hari.</p>
<h2><strong>Kontroversi</strong></h2>
<ul>
<li>Beberapa manifestasi klinik tersebut sangat sering dijumpai pada usia bayi, atau mungkin dialami lebih dari 50% anak. Sehingga banyak pendapat baik dari awam bahkan sebagian dokter yang mengatakan bahwa gangguan tersebut adalah normal terjadi pada semua bayi nanti juga juga membaik. Tetapi bila kita cermat mengamati sebenarnya hal ini tidak terjadi pada semua bayi. Tampak jelas bila orang tua mempunyai anak lebih dari satu. Akan terlihat jelas kalau beberapa anaknya berbeda dalam mengalami gangguan-gangguan tersebut.</li>
<li>Gangguan ringan yang terjadi pada bayi ini mungkin dapat dijadikan prediksi untuk gangguan alergi dikemudian hari. Gangguan sesak pada bayi baru lahir atau TRDN beresiko terjadi astma pada usia sebelum sekolah. Gejala hiperreaktifitas i bronkus atau suara napas ”grok-grok” yang terjadi pada usia bayi, ke depan anak seperti ini akan beresiko mengalami gangguan sensitif pada saluran napasnya.  Anak akan beresiko mudah batuk, dan bila terkena Infeksi Saluran napas gejala batuknya lebih berat, sesak dan lebih lama sembuh.  Anak yang mengalami gangguan saluran cerna seperti malam sering rewel atau kolik. Di kemudian hari anak akan beresiko sensitif gangguan mengalami gangguan saluran cerna misalnya sering sakit perut, sulit BAB, sulit makan atau berat badan yang sulit naik. Sedangkan bayi yang mengalami gangguan motorik yang berlebihan dan mudah bosan terhadap mainan dan ruangan sempit maka dikemudian haru beresiko terjadi gangguan konsentrasi. Gangguan ini dapat mengganggu prestasi sekolah anak.</li>
<li>Kontroversi yang terjadi diantara klinisi dalam menyikapi alergi biasanya terjadi hal ini karena dalam menentukan keterkaitan diagnosis dan gejala klinis sering berbeda. Klinisi atau penelitian ilmiah yang sering menganggap bahwa gangguan tersebut tidak berkaitan dengan manifestasi alergi karena memastikan diagnosis alergi berdasarkan pemeriksaan tes alergi. Sedangkan penelitian atau klinisi yang mendukung berbagai gejkala tersebut berkaitan dengan alergi biasanya berdasarkan eliminasi provokasi makanan. Sebenarnya Gold Standar atau Diagnosistik pasti alergi makanan bukan dengan tes alergi tetapi dengan challenge tes atau eliminasi provokasi</li>
<li>Banyak gangguan pada usia bayi tersebut, dikemudian hari akan mengakibatkan resiko terjadinya gangguan alergi dan gangguan perilaku lainnya dikemudian hari. Gangguan yang dapat terjadi di kemudian hari adalah astma, sinusitis, Iritabel Bowel Disease (gangguan saluran cerna), migrain dan sebagainya. Sedangkan gangguan perilaku yang bisa terjadi dikemudian hari adalah keterlambatan bicara, sulit tidur, gangguan konsentrasi,  emosi meningkat, gangguan belajar, gangguan motorik kasar seperti mudah jatuh dan tersandung, gangguan proses mengunyah dan lain sebagainya. Bahkan anak yang mempunyai bakat genetik ADHD dan Autis yang disertai alergi mungkin dapat diminimalkan gangguannnya sejak dini.</li>
<li>Gangguan pada bayi yang sering dianggap normal ini memang ringan dan tampaknya tidak berbahaya. Dalam keadaan seperti ini sebenarnya bisa dilakukan pencegahan dan intervensi sejak dini. Sehingga gangguan organ tubuh dan gangguan perilaku yang terjadi dikemudian hari bisa dicegah atau paling tidak diminimalkan sejak dini. Bila sudah divonis normal dan dianggap biasa maka upaya pencegahan yang seharusnya bisa dilakukan menjadi terabaikan</li>
</ul>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<ol>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&amp;db=pubmed&amp;dopt=Abstract&amp;list_uids=16373958&amp;query_hl=17&amp;itool=pubmed_docsum">Crittenden RG, Bennett LE.</a>.Cow’s milk allergy: a complex disorder. J Am Coll Nutr. 2005 Dec;24(6 Suppl):582S-91S.</li>
<li>Tokodi I, Maj C, Gabor S. Cycle vomiting syndrome as a clinical appearance of eosinophilic gastroenteritis. Orv Hetil. 2005 Oct 30;146(44):2265-9. Hungarian.</li>
<li>Oldak E. The incidence and clinical manifestation of food allergy in unselected Polish infants: follow-up from birth to one year of age. Rocz Akad Med Bialymst. 1997;42(1):196-204.</li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/entrez/query.fcgi%3fcmd=Retrieve&amp;db=pubmed&amp;dopt=Abstract&amp;list_uids=9401511&amp;query_hl=2&amp;itool=pubmed_DocSum">Julge K, Vasar M, Bjorksten B.</a> The development of atopic sensitization in Estonian infants. Acta Paediatr. 1997 Nov;86(11):1188-94.</li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/entrez/query.fcgi%3fcmd=Retrieve&amp;db=pubmed&amp;dopt=Abstract&amp;list_uids=8871739&amp;query_hl=2&amp;itool=pubmed_DocSum">Cantani A, Gagliesi D.</a>.Severe reactions to cow’s milk in very young infants at risk of atopy. Allergy Asthma Proc. 1996 Jul-Aug;17(4):205-8.</li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/entrez/query.fcgi%3fcmd=Retrieve&amp;db=pubmed&amp;dopt=Abstract&amp;list_uids=9720815&amp;query_hl=2&amp;itool=pubmed_DocSum">Iacono G, Cavataio F, Montalto G, Soresi M, Notarbartolo A, Carroccio A.</a>.Persistent cow’s milk protein intolerance in infants: the changing faces of the same disease. Clin Exp Allergy. 1998 Jul;28(7):817-23.</li>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&amp;db=pubmed&amp;dopt=Abstract&amp;list_uids=16332667&amp;query_hl=17&amp;itool=pubmed_docsum">Paajanen L, Korpela R, Tuure T, Honkanen J, Jarvela I, Ilonen J, Knip M, Vaarala O, Kokkonen J.</a>.Cow milk is not responsible for most gastrointestinal immune-like syndromes–evidence from a population-based study. Am J Clin Nutr. 2005 Dec;82(6):1327-35.</li>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&amp;db=pubmed&amp;dopt=Abstract&amp;list_uids=16358982&amp;query_hl=17&amp;itool=pubmed_docsum">Kaczmarski M, Wasilewska J, Lasota M.</a>.Hypersensitivity to hydrolyzed cow’s milk protein formula in infants and young children with atopic eczema/dermatitis syndrome with cow’s milk protein allergy. Rocz Akad Med Bialymst. 2005;50:274-8..</li>
<li>Kim KH, Hwang JH, Park KC.Periauricular eczematization in childhood atopic dermatitis. Pediatr Dermatol. 1996 Jul-Aug;13(4):278-80.</li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/entrez/query.fcgi%3fcmd=Retrieve&amp;db=pubmed&amp;dopt=Abstract&amp;list_uids=9012201&amp;query_hl=2&amp;itool=pubmed_DocSum">Stogmann W, Kurz H.</a> Atopic dermatitis and food allergy in infancy and childhood. Wien Med Wochenschr. 1996;146(15):411-4. Review. German.</li>
<li>Bock SA: Evaluation of IgE-mediated food hypersensitivities. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S20-7.</li>
<li>Carroccio A, Montalto G, Custro N, et al: Evidence of very delayed clinical reactions to cow’s milk in cow’s milk-intolerant patients. Allergy 2000 Jun; 55(6): 574-9..</li>
<li>Dupont C, Heyman M: Food protein-induced enterocolitis syndrome: laboratory perspectives. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S50-7.</li>
<li>Hill DJ, Heine RG, Cameron DJ: The natural history of intolerance to soy and extensively hydrolyzed formula in infants with multiple food protein intolerance. J Pediatr 1999 Jul; 135(1): 118-21.</li>
<li>Host A, Halken S, Jacobsen HP, et al: Clinical course of cow’s milk protein allergy/intolerance and atopic diseases in childhood. Pediatr Allergy Immunol 2002; 13 Suppl 15: 23-8.</li>
<li>Kelly KJ: Eosinophilic gastroenteritis. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S28-35.</li>
<li>Kelly KJ, Lazenby AJ, Rowe PC: Eosinophilic esophagitis attributed to gastroesophageal reflux: improvement with an amino acid-based formula. Gastroenterology 1995 Nov; 109(5): 1503-12.</li>
<li>Lake AM: Food-induced eosinophilic proctocolitis. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S58-60.</li>
<li>Lake AM, Whitington PF, Hamilton SR: Dietary protein-induced colitis in breast-fed infants. J Pediatr 1982 Dec; 101(6): 906-10.</li>
<li>Lindberg T: Infantile colic: aetiology and prognosis. Acta Paediatr 2000 Jan; 89(1): 1-2.</li>
<li>Novembre E, Vierucci A: Milk allergy/intolerance and atopic dermatitis in infancy and childhood. Allergy 2001; 56 Suppl 67: 105-8.</li>
<li>Sampson HA, Anderson JA: Summary and recommendations: Classification of gastrointestinal manifestations due to immunologic reactions to foods in infants and young children. J Pediatr Gastroenterol Nutr 2000; 30 Suppl: S87-94.</li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/entrez/query.fcgi%3fcmd=Retrieve&amp;db=pubmed&amp;dopt=Abstract&amp;list_uids=7671948&amp;query_hl=2&amp;itool=pubmed_DocSum">Vandenplas Y, Hauser B, Van den Borre C, Clybouw C, Mahler T, Hachimi-Idrissi S, Deraeve L, Malfroot A, Dab I.</a>. The long-term effect of a partial whey hydrolysate formula on the prophylaxis of atopic disease.Eur J Pediatr. 1995 Jun;154(6):488-94.</li>
<li>Egger, J et al. Controlled trial of oligoantigenic treatment in the hyperkinetic syndrome. <em>Lancet (1) 1985: 540-5</em></li>
<li>Overview Allergy Hormone. htpp://www.allergycenter/allergy Hormone.</li>
<li>Allergy induced Behaviour Problems in chlidren . htpp://www.allergies/wkm/behaviour.</li>
<li>Brain allergic in Children.htpp://www.allergycenter/UCK/allergy.</li>
<li>William H., Md Philpott, Dwight K., Phd Kalita, Dwight K. Kalita PhD, Linus Pauling PhD, Linus. Pauling, William H. Philpott MD. Brain Allergies: The Psychonutrient and Magnetic Connections.</li>
<li>Ray C, Wunderlich, Susan PPrwscott. Allergy, Brains, and Children Coping. London.2003</li>
<li>Hall K. Allergy of the nervous system : a reviewAnn Allergy 1976 Jan;36(1):49-64.</li>
<li>Goyal RK, Hirano I. The enteric nervous system. N Engl J Med 1996;334:1106-1115.</li>
</ol>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Lihat artikel terkait : </strong></p>
<ul>
<li><strong><a title="Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/31/intervensi-diet-sebagai-terapi-dan-diagnosis-berbagai-gangguan-pada-tubuh-manusia/">Pendekatan Terapi dan Diagnosis pada Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan</a></strong></li>
<li><a title="Gangguan Hormonal, Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/21/gangguan-hormonal-alergi-makanan-dan-hipersensitifitas-makanan/">Gangguan Hormonal, Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Mata dan Alergi Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/25/gangguan-mata-dan-alergi-makanan/">Gangguan Mata dan Alergi Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut dan Alergi Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/21/gangguan-kesehatan-gigi-kesehatan-mulut-dan-alergi-makanan/">Gangguan Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut dan Alergi Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ?" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/28/sakit-kepala-atau-migren-disebabkan-alergi-hipersensitifitas-makanan/">Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ?</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Kulit Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/26/gangguan-kulit-pada-anak-karena-pengaruh-alergi-atau-hipersensitif-makanan/">Gangguan Kulit Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Diare Berkepanjangan dan Berak Darah berulang Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/22/gangguan-diare-berkepanjangan-dan-berak-darah-berulang-pada-anak/">Diare Berkepanjangan dan Berak Darah berulang Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Tidur Pada Anak Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan ?" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/12/gangguan-tidur-pada-anak-karena-alergi-atau-hipersensitif-makanan/">Gangguan Tidur Pada Anak Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan ?</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/12/gastrooesepageal-refluks-ger-atau-sering-muntah-pada-anak-karena-pengaruh-alergi-atau-hipersensitif-makanan/">Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Rheumatoid Arthritis, Food Allergy and Adverse Food Reaction" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/05/11/rheumatoid-arthritis-food-allergy-and-adverse-food-reaction/">Rheumatoid Arthritis, Food Allergy and Adverse Food Reaction</a></li>
<li><a title="Alergi Debu dan “Fobia Alergi Debu”" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/19/alergi-debu-dan-fobia-alergi-debu/">Alergi Debu dan “Fobia Alergi Debu”</a></li>
<li><a title="Alergi Hewan Peliharaan dan “Fobia Alergi Binatang”" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/19/alergi-hewan-peliharaan-dan-fobia-alergi-binatang/">Alergi Hewan Peliharaan dan “Fobia Alergi Binatang”</a><strong>﻿</strong>﻿</li>
</ul>
<p><strong>Berbagai kumpulan Artikel Alergi</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gangguan-perilaku/">Berbagai Kumpulan Artikel Pengaruh Alergi dan Gangguan Perilaku</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-hormonal-obesitas/">Berbagai kumpulan Artikel Allergy Hormone-Obesity</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gangguan-otak/">Berbagai kumpulan Artikel Alergi dan Gangguan Otak dan Sistem Saraf Pusat</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-makanan/">Berbagai Kumpulan Artikel Tentang Alergi Makanan</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-hormonal-obesitas/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi berkaitan dengan Gangguan Hormonal </a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gigi-mulut/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan Gangguan Mulut dan Gigi</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-kehamilan-bayi/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Makanan Berkaitan dengan kehamilan dan Bayi Baru Lahir dan Bayi usia di bawah 1 tahun</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-kulit/">Berbagai Kumpulan  Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan Gangguan kulit</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-batuk-asma-tbc/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan Gangguan saluran napas, Batuk lama, TBC</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-susu-sapi/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Susu Sapi</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-obat/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Obat</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-hidung-tht/">Berbagai Kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Telinga Hidung dan Temnggorok</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-mata/">Berbagai Kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Mata</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-pembuluh-darah-jantung/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-otot-tulang/">Berbagai kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan gangguan Otot dan Tulang</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-thd-organ-tubuh-lain-dan-penyakit-lain/">Berbagai kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Organ tubuh lainnya</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gangguan-tidur/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan denmgan Gangguan Tidur</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-saluran-cerna/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan gangguan saluran cerna</a></li>
<li><a title="Reaksi Simpang Makanan dan Gangguan Neurologi" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/reaksi-simpang-makanan-dan-gangguan-neurologi/">Reaksi Simpang Makanan dan Gangguan Neurologi</a></li>
<li><a title="Waspadai Makanan Penyebab Gangguan Otak dan Perilaku Anak" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/waspadai-makanan-penyebab-gangguan-otak-dan-perilaku-anak/">Waspadai Makanan Penyebab Gangguan Otak dan Perilaku Anak</a></li>
<li><a title="Kejang, Epilepsi, Nonsiezure episode, Nonepilepticseizure, Nonepileptic paraxysmal disorders atau nonepileptic attack disorders dan Alergi-Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/kejang-epilepsi-nonsiezure-episode-nonepilepticseizure-nonepileptic-paraxysmal-disorders-atau-nonepileptic-attack-disorders-dan-alergi-hipersensitifitas-makanan/">Kejang, Epilepsi, Nonsiezure episode, Nonepilepticseizure, Nonepileptic paraxysmal disorders atau nonepileptic attack disorders dan Alergi-Hipersensitifitas Makanan</a></li>
</ul>
<p> </p>
<p>Artikel Terkait Lainnya :</p>
<table style="width:481px;height:318px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>DETEKSI DINI DAN KENALI BERBAGAI PENYAKIT DAN GANGGUAN PADA ANAK SEJAK DINI </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li><a title="Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/deteksi-dini-tanda-dan-gejala-alergi-pada-bayi/">Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-keterlambatan-bicara-pada-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-autis-sejak-dini-autiskah-anak-anda/">Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini </a></li>
<li><a title="Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/kenali-dan-waspadai-leukemia-pada-anak/">Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/deteksi-dan-pencegahan-alergi-sejak-bayi/">Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/15/waspadai-bahaya-bahan-aditif-makanan/">Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Sinusitis Pada Anak" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/09/20/sinusitis-pada-anak-2/">Kenali Sinusitis Pada Anak Sejak dini</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Monitor Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan : Paling Sering terjadi saat Usia 6 Bulan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/bagaimana-memonitor-pertumbuhan-anak-sejak-bayi/">Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan</a></li>
<li><a title="Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/deteksi-dini-kesulitan-makan-pada-anak/">Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/26/deteksi-dan-stimulasi-kecerdasan-motorik-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan</a></li>
<li><a title="Down Syndrome : Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/24/down-syndrome-deteksi-dini-pencegahan-dan-penatalaksanaan-sindrom-down/">Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down</a></li>
<li><a title="Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/kenali-infeksi-saluran-kencing-pada-anak-sejak-dini-dapat-akibatkan-gangguan-ginjal/">Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal</a></li>
<li><a title="Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/05/kenali-dan-cegah-penyakit-cacing-pada-anak/">Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to HIV MENGANCAM ANAK INDONESIA." rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/hiv-mengancam-anak-indonesia/">Kenali sejak dini penyakit HIV pada anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to GAGAL TUMBUH PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/gagal-tumbuh-pada-anak/">Deteksi Dini Gangguan Gagal Tumbuh Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to TUBERKULOSIS PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/07/31/tuberkulosis-pada-anak/">Deteksi Dini Tuberkulosis Pada Anak</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2b-penyakit-tersering/'>2b.Penyakit Tersering</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2c-penyakit-berbahaya/'>2c.Penyakit Berbahaya</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/kenali-tanda-dan-gejala-alergi-sejak-dini-pada-bayi/'>Kenali Tanda dan Gejala Alergi Sejak Dini Pada Bayi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/907/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/907/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=907&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/kenali-tanda-dan-gejala-alergi-sejak-dini-pada-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kidstylefile.com.au/wp-content/uploads/2008/06/the-hip-infant-basics-cutie.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://legacy.co.mohave.az.us/WIC/images/infant1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Cacing Pada Anak</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/deteksi-dini-dan-pencegahan-penyakit-cacing-pada-anak/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/deteksi-dini-dan-pencegahan-penyakit-cacing-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 01:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2b.Penyakit Tersering]]></category>
		<category><![CDATA[Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Cacing Pada Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Cacing Pada Anak Waspadai dan kenali penyakit cacing pada anak. Penyakit yang sering terjadi ini sangat menganggu tumbuh kembang anak. Sehingga sangat penting untuk mengenali dan mencegah penyakit cacing pada anak sejak dini. Gagguan yan ditimbulkan mulai dari yang ringan tanpa gejala hingga sampai yang berat bahkan sampai mengancam jiwa. Secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=903&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Cacing Pada Anak</span></h2>
<p><strong>Waspadai dan kenali penyakit cacing pada anak. Penyakit yang sering terjadi ini sangat menganggu tumbuh kembang anak. Sehingga sangat penting untuk mengenali dan mencegah penyakit cacing pada anak sejak dini. Gagguan yan ditimbulkan mulai dari yang ringan tanpa gejala hingga sampai yang berat bahkan sampai mengancam jiwa. Secara umum gangguan nutrisi atau anmeia dapat terjadi pada penderita. Hal ini secara tidak langsung akan mengakibatkan gangguan kecerdasan pada anak.</strong></p>
<p>Sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing. Kelompok umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun. Angka prevalensi 60 persen itu, 21 persen di antaranya menyerang anak usia SD dan rata-rata kandungan cacing per orang enam ekor. Data tersebut diperoleh melalui survei dan penelitian yang dilakukan di beberapa provinsi pada tahun 2006. Hasil penelitian sebelumnya (2002-2003), pada 40 SD di 10 provinsi menunjukkan prevalensi antara 2,2 persen hingga 96,3 persen. Sekitar 220 juta penduduk Indonesia cacingan, dengan kerugian lebih dari Rp 500 miliar atau setara dengan 20 juta liter darah per tahun. Penderita tersebar di seluruh daerah, baik di pedesaan maupun perkotaan. Karena itu, cacingan masih menjadi masalah kesehatan mendasar di negeri ini.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Cara Penularan</strong></span></p>
<p><strong> </strong><strong><img class="alignright" src="http://www.indonesiaindonesia.com/imagehosting/images/34396/1_mmuy_.JPG" alt="" width="284" height="380" /></strong>Cacing masuk ke dalam tubuh manusia lewat makanan atau minuman yang tercemar telur-telur cacing. Umumnya, cacing perut memilih tinggal di usus halus yang banyak berisi makanan. Meski ada juga yang tinggal di usus besar. Penularan penyakit cacing dapat lewat berbagai cara, telur cacing bisa masuk dan tinggal dalam tubuh manusia. Ia bisa masuk lewat makanan atau minuman yang dimasak menggunakan air yang tercemar. Jika air yang telah tercemar itu dipakai untuk menyirami tanaman, telur-telur itu naik ke darat. Begitu air mengering, mereka menempel pada butiran debu. Telur yang menumpang pada debu itu bisa menempel pada makanan dan minuman yang dijajakan di pinggir jalan atau terbang ke tempat-tempat yang sering dipegang manusia. Mereka juga bisa berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Setelah masuk ke dalam usus manusia, cacing akan berkembang biak, membentuk koloni dan menyerap habis sari-sari makanan. Cacing mencuri zat gizi, termasuk protein untuk membangun otak.</p>
<p>Setiap satu cacing gelang memakan 0,14 gram karbohidrat dan 0,035 protein per hari. Cacing cambuk menghabiskan 0,005 milimeter darah per hari dan cacing tambang minum 0,2 milimeter darah per hari. Kalau jumlahnya ratusan, berapa besar kehilangan zat gizi dan darah yang digeogotinya. Seekor cacing gelang betina dewasa bisa menghasilkan 200.000 telur setiap hari. Bila di dalam perut ada tiga ekor saja, dalam sehari mereka sanggup memproduksi 600.000 telur.<br />
<strong> </strong></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Gejala dan Tanda</strong></span></p>
<p><strong><img class="alignright" src="http://jaller.files.wordpress.com/2009/08/cacing-di-mata-manusia.jpg?w=250&#038;h=345&#038;h=345" alt="" width="250" height="345" /></strong></p>
<ul>
<li>Pada kasus infeksi cacing ringan, tanpa gejala atau kadang tidak menimbulkan gejala nyata. Gejala lan yang harus dikenali adalah lesu, tak bergairah, suka mengantuk, badan kurus meski porsi makan melimpah, serta suka menggaruk-garuk anusnya saat tidur karena bisa jadi itu pertanda cacing kremi sedang beraksi.  Gangguan ini menyebabkan, kurang zat gizi, kurang darah atau anemia. Berkurangnya zat gizi maupun darah, keduanya berdampak pada tingkat kecerdasan, selain berujung anemia.  Anemia akan menurunkan prestasi belajar dan produktivitas. Menurut penelitian, anak yang kehilangan protein akibat cacing tingkat kecerdasannya bisa menurun.  Anemia kronis bisa mengganggu daya tahan tubuh anak usia di bawah lima tahun (balita).</li>
<li>Tetapi pada kasus-kasus infeksi berat bisa berakibat fatal. Ascaris pada cacing dapat bermigrasi ke organ lain yang menyebabkan peritonitis, akibat perforasi usus dan ileus obstruksi akibat bolus yang dapat berakhir dengan kematian.</li>
<li>Infeksi usus akibat cacingan, juga berakibat  menurunnya status gizi penderita yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga memudahkan terjadinya infeksi penyakit lain, termasuk HIV/AIDS, Tuberkulosis dan Malaria. Jenis penyakit parasit ini kecil sekali perhatiannya dari pemerintah bila dibandingkan dengan HIV/AIDS yang menyedot anggaran cukup besar, padahal semua bentuk penyakit sama pentingnya dan sikap masyarakat sendiri juga tak peduli terhadap penyakit jenis ini.</li>
</ul>
<h3><span style="color:#ff0000;">Beberapa Jenis Cacing</span></h3>
<p>Beberapa jenis cacing sangat potensial untuk menimbulkan infeksi pada anak-anak. Dan untuk selanjutnya mereka akan menjadi sumber penularan bagi infeksi berikutnya yang sangat potensial. Keadaan yang demikian inilah yang menyebabkan infeksi akibat parasit cacing sukar diatasi secara tuntas. Penderita yang tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, merupakan sumber penularan bagi orang-orang dekat di sekitarnya</p>
<p><img class="alignright" src="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/02/cacing.jpg?w=272&#038;h=477&#038;h=477" alt="" width="272" height="477" /></p>
<ul>
<li><strong>Cacing gelang.</strong>  Cacing betinanya yang panjangnya kira-¬kira 20-30 cm ini mampu bertelur 200.000 telur per harinya. Dalam waktu lebih kurang 3 minggu telur ini akan berisi larva yang bersifat infektif, yang dapat menjadi sumber penularan jika secara tidak sengaja mencemari makanan/minuman yang kita konsumsi. Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus halus, sehingga akan mengambil nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh kita dan menimbulkan kerusakan pada` lapisan usus tersebut. Akhirnya timbullah diare dan gangguan penyerapan sari-sari makanan tersebut. Bahkan pada keadaan yang berat, larva dapat masuk ke paru sehingga membutuhkan tindakan operatif.</li>
<li><strong>Cacing cambuk (Trichuris trichiura).</strong> Cacing ini juga menghisap sari makanan yang kita makan. Dia menghisap darah dan hidup di dalam usus besar. Cacing betinanya bisa bertelur 5 ribu-10 ribu butir per hari. Biasanya infeksi cacing ini menyerang pada usus besar. Infeksinya sering menimbulkan perlakaan usus, karena kepala cacing dimasukkan ke dalam permukaan usus penderita. Pada infeksi yang ringan biasanya hanya timbul diare saja. Tetapi pada infeksi yang berat, hampir pada sebagian besar permukaan usus besar dapat ditemukan cacing jenis ini. Akibatnya diare yang terjadi juga relatif berat dan dapat berlangsung terus menerus. Karena juga dapat menyebabkan perlukaan usus, maka anemia sebagai komplikasi perdarahan merupakan akibat yang tidak begitu saja dapat dianggap ringan. Inilah sebetulnya akibat-akibat infeksi cacing yang tidak pernah kita perkirakan selama ini dan proses yang merugikan itu berlangsung terus tanpa kita sadari. Infeksi cacing biasanya menimbulkan anemia. </li>
<li><strong>Cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale).</strong> Inilah cacing yang paling ganas, karena ia menghisap darah. Cacing betinanya bisa bertelur 15 ribu-20 ribu butir per hari. Penularannya cepat, karena larva cacing tambang sanggup menembus kulit kaki dan selajutnya terbawa oleh pembuluh darah ke dalam usus. Cacing dewasa bertahan hidup 2-10 tahun. Cacing tambang ini menimbulkan perlukaan pada permu-kaan usus, sehingga perdarahan dapat terjadi secara lebih berat dibanding dengan infeksi cacing jenis lainnya. Perdarahan yang lebih berat ini disebabkan karena mulut (stoma) cacing mengerat permukaan usus. Bahkan satu ekor cacing saja dapat menyebabkan kehilangan darah sebanyak 0,005¬0,34 cc sehari. Mengingat itu semua, maka infeksi cacing tambang merupakan penyebab anemia yang paling sering ditemukan pada anak-anak, sehingga dapat mempengaruhi daya tahan tubuhnya dan menurunkan prestasi belajarnya.<br />
Telur cacing gelang yang masuk ke pencernaan akan menetas menjadi larva. Larva ini menembus dinding usus halus menuju jantung dan paru-paru. Cacing gelang menyebabkan gizi buruk dan membuat anak tidak nafsu makan, karena nutrisinya direbut cacing. Cacing betinanya bisa bertelur mencapai 200 ribu butir per hari. Cacing dewasa dapat bertahan hidup 6-12 bulan.</li>
<li><strong>Cacing kremi</strong>. Cacing ini mirip kelapa parut, kecil-kecil dan berwarna putih. Awalnya, cacing ini akan bersarang di usus besar. Saat dewasa, cacing kremi betina akan pindah ke anus untuk bertelur. Telur-telur ini yang menimbulkan rasa gatal.  Bila balita menggaruk anus yang gatal, telur akan pecah dan larva masuk ke dalam dubur. Saat digaruk, telur-telur ini bersembunyi di jari dan kuku, sebagian lagi menempel di sprei, bantal atau pakaian. Lewat kontak langsung, telur cacing menular ke orang lain. Lalu siklus cacing dimulai lagi.</li>
</ul>
<p><strong> </strong><span style="color:#ff0000;"><strong>Pencegahan Penyakit Cacing Pada Anak</strong></span></p>
<p>Untuk dapat mengatasi infeksi cacing secara tuntas, maka upaya pencegahan dan terapi merupakan usaha yang sangat bijaksana dalam memutus siklus penyebaran infeksinya. Pemberian obat anti cacing secara berkala setiap 6 bulan dapat pula dikerjakan. Menjaga kebersihan diri (Ian lingkungan serta sumber bahan pangan adalah merupakan sebagian dari usaha pencegahan untuk menghindari dari infeksi cacing. Memasyarakatkan cara-cara hidup sehat, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar, dimana usia ini merupakan usia yang sangat peka untuk menanamkan dan memperkenal¬kan kebiasaan-kebiasaan baru. Kebiasaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan salah satu contohnya.</p>
<div>
<div><strong> </strong><strong> </strong><strong></strong><strong></strong><strong></strong><span style="color:#ff0000;"><strong>Beberapa Tips Pencegahan :</strong></span></div>
</div>
<div><strong></strong><strong></strong><strong></strong><strong></strong><strong></strong><strong></strong></div>
<div>
<ul>
<li>Cucilah tangan sebelum makan. </li>
<li>Budayakan kebiasaan dan perilaku pada diri sendiri, anak dan keluarga untuk mencuci tangan sebelum makan. Kebiasaan akan terpupuk dengan baik apabila orangtua meneladani. Dengan mencuci tangan makan akan mengeliminir masuknya telur cacing ke mulut sebagai jalan masuk pertama ke tempat berkembang biak cacing di perut kita.</li>
<li>Pakailah alas kaki jika menginjak tanah. Jenis cacing ada macamnya. Cara masuknya pun beragam macam, salah satunya adalah cacing tambang (Necator americanus ataupun Ankylostoma duodenale). Kedua jenis cacing ini masuk melalui larva cacing yang menembus kulit di kaki, yang kemudian jalan-jalan sampai ke usus melalui trayek saluran getah bening. Kejadian ini sering disebut sebagai Cutaneus Larva Migran (dari namanya ini kita sudah tahu lah apa artinya; cutaneus: kulit, larva: larva, migrant: berpindah). Nah, setelah larva cacing sampai ke usus, larva ini tumbuh dewasa dan terus berkembang biak dan menghisap darah manusia. Oleh sebab itu Anda akan anemia. *Lha wong berbagi darah dan hidup dengan cacing</li>
<li>Gunting dan bersihkan kuku secara teratur. Kadang telur cacing yang terselip di antara kuku Anda dan selamat masuk ke usus Anda dan mendirikan koloni di sana.</li>
<li>Jangan buang air besar sembarangan dan cuci tangan saat membasuh. Setiap kotoran baiknya dikelola dengan baik, termasuk kotoran manusia. Di negara kita masih banyak warga yang memanfaatkan sungai untuk buang hajat. Dengan perilaku ini maka kotoran-kotoran ini akan liar tidak terjaga, sehingga mencemari lingkungannya. Dan, jika lingkungan sudah cemar, penularan sering tidak pandang bulu. Orang yang sudah menjaga diri sebersih mungkin sekalipun masih dapat dihinggapi parasit cacing ini.</li>
<li>Bertanam atau Berkebunlah dengan baik. Ambillah air yang masih baik untuk menyiram tanaman. Agar air ini senantiasa baik maka usahakan lingkungan sebaik mungkin. Menjaga alam ini termasuk bagian dalam merawat kesehatan.⁠</li>
<li>Peduli lah dengan lingkungan, maka akan dapat memanfaatkan hasil yang baik. Jika air yang digunakan terkontaminasi dengan tinja manusia, bukan tidak mungkin telur cacing bertahan pada kelopak-kelopak tanaman yang ditanam dan terbawa hingga ke meja makan.</li>
<li>Cucilah sayur dengan baik sebelum diolah. Cucilah sayur di bawah air yang mengalir. Mengapa demikian? Ya, agar kotoran yang melekat akan terbawa air yang mengalir, di samping itu nilai gizi sayuran tidak hilang jika dicuci di bawah air yang mengalir. Cara mengolah sayuran yang baik dapat Anda lihat di artikel Cerdas mengolah Sayuran : Menjamin Ketersediaan Nutrisi.</li>
<li>Hati-hatilah makan makanan mentah atau setengah matang, terutama di daerah yang sanitasinya buruk. Perlu dicermati juga, makanan mentah tidak selamanya buruk. Yang harus diperhatikan adalah kebersihan bahan makanan agar makanan dapat kita makan sesegar mungkin sehingga enzim yang terkandung dalam makanan dapat kita rasakan manfaatnya. Ulasan saya tentang makanan mentah yang menyehatkan dapat dilihat pada artikel Diet Sunda ini.</li>
<li>Buanglah kotoran hewan hewan peliharaan kesayangan Anda seperti kucing atau anjing pada tempat pembuangan khusus</li>
<li>Pencegahan dengan meminum obat anti cacing setiap 6 bulan, terutama bagi Anda yang risiko tinggi terkena infestasi cacing ini, seperti petani, anak-anak yang sering bermain pasir, pekerja kebun, dan pekerja tambang (orang-orang yang terlalu sering berhubungan dengan tanah.</li>
</ul>
</div>
<p><strong>Pengobatan</strong></p>
<ul>
<li>Penanganan untuk mengatasi infeksi cacing dengan obat-obatan merupakan pilihan yang dianjurkan. Obat anti cacing Golongan Pirantel Pamoat (Combantrin dan lain-lain) merupakan anti cacing yang efektif untuk mengatasi sebagian besar infeksi yang disebabkan parasit cacing.</li>
<li>Intervensi berupa pemberian obat cacing ( obat pirantel pamoat 10 mg / kg BB dan albendazole 10 mg/kg BB ) dosis tunggal diberikan tiap 6 bulan pada anak SD dapay mengurangi angka kejadian infeksi ini pada suatu daerah</li>
<li>Paduan yang serasi antara upaya prevensi dan terapi akan memberikan tingkat keberhasilan yang memuaskan, sehingga infeksi cacing secara perlahan dapat diatasi secara maksimal, tuntas dan paripurna<strong></strong></li>
</ul>
<p> Artikel Terkait Lainnya :</p>
<table style="width:470px;height:350px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><span style="color:#ff0000;"><strong>DETEKSI DINI DAN KENALI BERBAGAI PENYAKIT DAN GANGGUAN PADA ANAK SEJAK DINI </strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li><a title="Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/deteksi-dini-tanda-dan-gejala-alergi-pada-bayi/">Deteksi Dini Tanda dan gejala Alergi Pada Bayi</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-keterlambatan-bicara-pada-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-autis-sejak-dini-autiskah-anak-anda/">Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini </a></li>
<li><a title="Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/kenali-dan-waspadai-leukemia-pada-anak/">Kenali dan Waspadai Leukemia Pada Anak</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/deteksi-dan-pencegahan-alergi-sejak-bayi/">Deteksi dan Pencegahan Alergi Sejak Bayi</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/15/waspadai-bahaya-bahan-aditif-makanan/">Kenali dan Waspadai Bahaya Bahan Aditif Makanan</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Sinusitis Pada Anak" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/09/20/sinusitis-pada-anak-2/">Kenali Sinusitis Pada Anak Sejak dini</a></li>
<li><a title="Tautan Tetap ke Monitor Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan : Paling Sering terjadi saat Usia 6 Bulan" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/bagaimana-memonitor-pertumbuhan-anak-sejak-bayi/">Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan Anak Yang Sering Diabaikan</a></li>
<li><a title="Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/deteksi-dini-kesulitan-makan-pada-anak/">Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak</a></li>
<li><a title="Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/26/deteksi-dan-stimulasi-kecerdasan-motorik-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Untuk Berprestasi Di Masa Depan</a></li>
<li><a title="Down Syndrome : Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/24/down-syndrome-deteksi-dini-pencegahan-dan-penatalaksanaan-sindrom-down/">Deteksi Dini, Pencegahan dan Penatalaksanaan Sindrom Down</a></li>
<li><a title="Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/06/kenali-infeksi-saluran-kencing-pada-anak-sejak-dini-dapat-akibatkan-gangguan-ginjal/">Kenali Infeksi Saluran Kencing Pada Anak Sejak Dini, Dapat Akibatkan Gangguan Ginjal</a></li>
<li><a title="Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/05/kenali-dan-cegah-penyakit-cacing-pada-anak/">Kenali dan Cegah Penyakit Cacing Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to HIV MENGANCAM ANAK INDONESIA." rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/02/hiv-mengancam-anak-indonesia/">Kenali sejak dini penyakit HIV pada anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to GAGAL TUMBUH PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/08/01/gagal-tumbuh-pada-anak/">Deteksi Dini Gangguan Gagal Tumbuh Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent link to TUBERKULOSIS PADA ANAK" rel="bookmark" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2009/07/31/tuberkulosis-pada-anak/">Deteksi Dini Tuberkulosis Pada Anak</a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2b-penyakit-tersering/'>2b.Penyakit Tersering</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/deteksi-dini-dan-pencegahan-penyakit-cacing-pada-anak/'>Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Cacing Pada Anak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/903/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=903&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/deteksi-dini-dan-pencegahan-penyakit-cacing-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.indonesiaindonesia.com/imagehosting/images/34396/1_mmuy_.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://jaller.files.wordpress.com/2009/08/cacing-di-mata-manusia.jpg?w=250&#38;h=345" medium="image" />

		<media:content url="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/02/cacing.jpg?w=272&#38;h=477" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Google</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/google/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/google/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2010 00:29:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita kesehatan Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[“Enables users to search the Web, Usenet, and images. Features include PageRank, caching and translation of results, and an option to find similar pages”  Google, Situs Pencarian Dunia Maya Yang Paling Handal Para pengguna dunia maya pasti tidak akan pernah asing dengan google. Bahkan hampir semua toolbar yang ada di layar monito komputer google menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=897&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>“Enables users to search the Web, Usenet, and images. Features include PageRank, caching and translation of results, and an option to find similar pages”</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong> </strong><span style="color:#ff0000;"><strong>Google, Situs Pencarian Dunia Maya Yang Paling Handal</strong></span></h2>
<p><strong>Para pengguna dunia maya pasti tidak akan pernah asing dengan google. Bahkan hampir semua toolbar yang ada di layar monito komputer google menjadi pilihan utama. Google Inc  merupakan sebuah perusahaan publik Amerika Serikat, berperan dalam pencarian Internet dan iklan online. Perusahaan ini berbasis di Mountain View, California, dan memiliki karyawan berjumlah 19.604 orang.  Filosofi Google meliputi slogan seperti “Don’t be evil”, dan “Kerja harusnya menantang dan tantangan itu harusnya menyenangkan”, menggambarkan budaya perusahaan yang santai.</strong></p>
<p>Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin ketika mereka masih mahasiswa di Universitas Stanford dan perusahaan ini merupakan perusahaan saham pribadi pada 7 September 1998. Penawaran umum perdananya dimulai pada tanggal 19 Agustus 2004, mengumpulkan dana $1,67 milyar, menjadikannya bernilai $23 milyar. Melalui berbagai jenis pengembangan produk baru, pengambil alihan dan mitra, perusahaan ini telah memperluas bisnis pencarian dan iklan awalnya hingga ke area lainnya, termasuk email berbasis web, pemetaan online, produktivitas perusahaan, dan bertukar video.</p>
<p>Google menginginkan web ke depannya akan lebih berpengaruh besar dan persuasif kepada para pengguna.  Jejaring sosial berkembang sangat cepat di internet di seluruh dunia. Selain itu, sangat menarik karena makin maraknya konten yang dibuat sendiri oleh para pengguna. Strategi terbuka Google adalah untuk membuat web makin berpengaruh, misalnya melalui Google Chrome, Chrome OS, dan Android di ponsel,” ungkapnya. Selain itu, lanjutnya, Google juga memperkuat para pengembang web dengan peralatan yang efektif, seperti<em> application engines</em>, GWT, Chrome Tools, Chrome Search, dan Chrome Geo.</p>
<p>Google Chrome yang diklaim sebagai aplikasi yang sangat cepat dan sederhana untuk digunakan. Chrome merupakan platform terbaru untuk aplikasi web, yang memungkinkan kita melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak bisa kita lakukan. Google juga merambah dunia <em>mobile</em> melalui Android. Setelah Android 2.1 atau yang biasa disebut Eclaire, Google sudah merilis versi baru Android yang lebih handal, yaitu Android 2.2 yang dikenal dengan sebutan Froyo.</p>
<p>Android sudah digunakan di sekitar 90 <em>device</em>, 21 manufaktur, 50 <em>carrier</em>, dan di 49 negara. Google juga menyediakan layanan Google Application Engine yang mudah dikembangkan, dijaga, dan diukur. Para pengembang dapat bergabung dalam komunitas para pengembang karena terbukti ide-ide segar lahir dari pertukaran gagasan di komunitas. Para pengembang juga dapat mengunjungi code.google.com untuk bisa memanfaatkan sejumlah aplikasi yang disediakan Google</p>
<p>Saat ini, Google mengklaim layanan Google Apps mengklaim telah digunakan 2 juta pengguna bisnis baik yang menggunakan veris gratis maupun berbayar. Sementara Microsoft maish jauh lebih besar dengan 500 juta pelanggan Microsoft Office.</p>
<h3>Google Maps Indonesia</h3>
<p>Google meluncurkan Google Maps Indonesia, sebuah platform pencarian lokal yang membantu pengguna menemukan informasi geografis seperti peta <em>online</em>, citra satelit, panduan arah berkendara, alamat dan daftar perusahaan, melalui PC dan telepon seluler. Google Maps Indonesia resmi diluncurkan dan siap digunakan untuk memudahkan kehidupan sehari-hari. Pengguna dapat dengan mudah mencari dan menemukan informasi suatu tempat yang diinginkan, kapan pun, dan di mana pun. Pengguna bisa mengaksesnya di alamat maps.google.co.id. Platform ini diharapkan menjadi peta <em>online</em> yang paling kaya konten dan paling relevan di Tanah Air.</p>
<p>Google Maps Indonesia memungkinkan pengguna, perusahaan, dan pengembang lokal untuk memberi sumbangan informasi mengenai Indonesia. Google menggandeng pelaku bisnis yang berniat mempromosikan serta membagi informasi tentang usaha mereka melalui platform ini. Sejumlah perusahaan yang telah menjadi mitra bisnis Google Maps Indonesia, antara lain urbanesia.com, Telkomsel, dan LewatMana.com  Selain lokasi, Google Maps Indonesia juga mampu menyajikan informasi tentang tempat yang dituju. Sebuah rumah makan di Jakarta, misalnya, si pengguna tidak hanya dapat mengetahui lokasi, tetapi juga mendapatkan informasi tentang restoran sushi tersebut.</p>
<p>Meski sudah menyediakan berbagai layananya dalam versi bahasa Indonesia, Google Maps merupakan produk kedua Google yang resmi diluncurkan di Indonesia. Sebelumnya, Google juga meluncurkan secara resmi browser Chrome. Namun, sampai saat ini Google belum membuka kantor perwakilan di Indonesia.</p>
<h3>Produk</h3>
<p><a></a></p>
<p>Google telah membuat layanan dan peralatan untuk lingkungan bisnis dan masyarakat; termasuk aplikasi web, jaringan periklanan dan solusi bagi bisnis.</p>
<h3>Periklanan</h3>
<p>Kebanyakan dari pendapatan Google berasal dari program periklanan. Untuk keuangan tahun 2006, perusahaan ini dilaporkan mendapat jumlah keuntungan periklanan sebesar $10,492 milyar dan hanya $112 juta pada pendapatan lisensi dan lainnya. Google AdWords membolehkan pengiklan web menampilkan iklannya dalam hasil pencarian Google dan Google Content Network, melalui sebuah sistem bayar-per-klik atau bayar-per-lihat. Pemilik website Google AdSense juga dapat menampilkan iklannya di situs mereka sendiri, dan mendapat untung setiap kali iklan diklik.</p>
<p><strong>Aplikasi</strong></p>
<p>Google dilaporkan bakal secara totalitas masuk ke bisnis aplikasi mulai Maret mendatang. Layanan Google Apps yang selama ini hanya menyediakan software-software buatannya, dalam waktu dekat akan berubah menjadi bursa yang menerima aplikasi buatan pihak ketiga yang memanfaatkan layanan-layanan yang telah dikembangkan Google. Menurut  <em>Wall Street Journal</em>,  layanan ini lebih ditujukan untuk konsumen bisnis. Para pengembang dapat menjual aplikasi buatannya dan berbagi keuntungan dengan Google. Selama ini, transaksi bisnis untuk memperoleh aplikasi-aplikasi sejenis dilakukan secara tak langsung melalui layanan Solutions Marketplace.</p>
<p>Google ke depan akan membebeaskan penggunanya untuk langsung mengakses aplikasi yang telah dibelinya melalui menu di atas tampilan layarnya lewat Gmail atau Google Docs. Namun, bagaimana skema penjualannya belum diungkapkan. Tujuan utama bursa aplikasi ini jelas menyaingi cengekaraman bisnis Microsoft. Selama ini, Google telah memperoleh pelanggan besar di layanan aplikasi berbasis cloud computing itu, antara lain dari Motorola dan Genentech Inc. Namun, banyak perusahaan masih memilih solusi offline Microsoft dengan alasan kelengkapan fitur dan keamanan data. Google membanderol seperangkat layanan aplikasi untuk bisnis dengan harga 50 dollar AS per pengguna per tahun.</p>
<p><strong>Aplikasi yang ada dalam Google adalah :</strong></p>
<ul>
<li> Google dikenal luas karena layanan pencarian webnya, yang mana merupakan sebuah faktor besar dari kesuksesan perusahaan ini. Pada Agustus 2007, Google merupakan mesin pencari di web yang paling sering digunakan dengan saham pasaran sebanyak 53,6%, kemudian <a title="Yahoo!" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahoo!">Yahoo!</a> (19,9%) dan Live Search (12,9%).<sup> </sup>Google memiliki milyaran halaman web, sehingga pengguna dapat mencari informasi yang mereka inginkan, melalui penggunaan kata kunci dan operator. Google juga telah menggunakan teknologi Pencarian Web pada layanan pencarian lainnya, termasuk, Pencarian Gambar, Google News, situs perbandingan harga Google Product Search, arsip Usenet interaktif Google Groups, Google Maps dan lainnya.</li>
<li>Tahun 2004, Google meluncurkan layanan email berbasis web gratisnya, disebut sebagai Gmail. Gmail memiliki fitur teknologi penyaringan spam dan kemampuan untuk menggunakan teknologi Google untuk mencari surel. Layanan ini mendatangkan keuntungan dengan menampilkan iklan dari layanan AdWords yang dimasukkan dalam isi pesan email yang ditampilkan di layar.</li>
<li>Pada awal 2006, perusahaan ini meluncurkan Google Video, yang tidak hanya membolehkan pengguna untuk mencari dan melihat video secara gratis, tetapi juga membolehkan pengguna dan penyebar media menyebarkan isinya, termasuk acara-acara televisi CBS, pertandingan basket NBA, dan video musik.<sup> </sup> Bulan Agustus 2007, Google mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan program penyewaan dan penjualan videonya dan menawarkan pengembalian uang dan kredit Google Checkout bagi pengguna yang telah membeli video untuk sendiri.</li>
<li>Google juga telah membuat beberapa aplikasi desktop, termasuk Google Earth, sebuah program pemetaan interaktif yang disediakan oleh satelit dan fotografi udara yang mencakup keseluruhan planet Bumi. Google Earth dianggap sangat akurat dan lebih mendetil. Beberapa kota besar memiliki gambar jelas yang dapat dibesarkan sedekat-dekatnya untuk melihat kendaraan dan pejalan kaki dengan jelas. Akibatnya, terdapat beberapa alasan mengenai keterlibatan dalam keamanan nasional. Secara spesifik, beberapa negara dan militer beranggapan perangkat lunak ini dapat digunakan untuk melihat dengan kejelasan dekat-jelas lokasi fisik infrastruktur yang rusak, bangunan komersial dan penghunian, pangkalan, agensi pemerintah, dan lainnya. Bagaimanapun, gambar satelit jarang diperbarui, dan semuanya tersedia gratis melalui produk lainnya dan bahkan sumber pemerintah (NASA dan National Geospatial-Intelligence Agency, sebagai contoh). Beberapa orang menilai argumen ini dengan menyatakan bahwa Google Earth mudah diakses juga saat mencari lokasi.</li>
<li>Beberapa produk lainnya tersedia melalui Google Labs, yang mana merupakan sebuah koleksi aplikasi yang belum selesai dan masih dalam tahap ujicoba agar dapat digunakan publik.</li>
<li>Google telah mempromosikan produk mereka dalam berbagai cara. Di London, <em>Google Space</em> didirikan di Bandar Udara Heathrow, menampilkan berbagai produk, termasuk Gmail, Google Earth dan Picasa. Juga, sebuah halaman yang sama diluncurkan untuk mahasiswa Amerika, dibawah nama <em>College Life, Powered by Google.</em></li>
<li>Tahun 2007, beberapa laporan menyatakan bahwa Google merencanakan peluncuran telepon genggam milik mereka, kemungkinan sebuah pesaing bagi iPhone Apple.Pada 5 November 2007, Google akhirnya mengumumkan Android, sebuah <em>platform</em>perangkat lunak dan sistem operasi bagi perangkat bergerak yang didukung Open Handset Alliance, sebuah konsorsium yang terdiri dari 34 perusahaan perangkat lunak, perangkat keras, dan telekomunikasi yang bertujuan mengembangkan standar terbuka bagi perangkat bergerak. Pada bulan September 2008, T-Mobile merilis ponsel pertama yang berjalan pada platform Android, yakni G1.</li>
<li>Bulan Oktober 2007, layanan Google SMS diluncurkan di India dan membolehkan pengguna memperoleh daftar bisnis, jadwal pemutaran film dan informasi dengan mengirim pesan singkat.</li>
<li>Google juga meluncurkan Google Chrome yaitu sebuah browser. Browser ini cukup cepat dan tampilannya minimalis. Browser web Chrome buatan Google agresif mengeruk kue di pasar pengguna internet. Hanya dalam waktu kurang dari dua tahun saja, Chrome berhasil menempus peringkat tiga dan mengalahkan browser Safari buatan Apple. Analisis terakhir yang dilakukan StatCounter menunjukkan, Chrome telah menguasai 9,4 persen pasar browser di dunia. Sementara Safari baru meraih 4 persen. Pasar terbesar tetap dipegang Internet Explorer buatan Microsoft dengan 53 persen diikuti Mozilla Firefox sebesar 31 persen. Statistik tersebut diambil dari smapel data 3,6 miliar pagiview di sleuruh dunia. Ini merupakan salah satu prestasi lagi dari Google mengingat mereka tumbuh dari nol. Hal ini juga menjadi pertaruhan baru dalam peta persaingan Google dan Apple yang juga sengit di platform perangkat smartphone antara iPhone dan Android. Google telah menyediakan versi final dari Google Chrome untuk pengguna Microsoft Windows maupun Apple Macintosh. pengguna Linux telah tersedia versi beta. Namun, sampai sekarang Chrome belum tersedia untuk ponsel/smartphone seperti halnya Safari. Chrome selama ini mengandalkan sebagai browser yang ringan. Tampilannya juga sederhana meski penggunanya tetap dapat menghias latar belakangnya dengan tema foto-foto pilihan maupun tambahan aplikasi yang disebut ekstensi. Chrome juga mendukung tab browsing yang tidak akan crash meskipun salah satu tab mengalami masalah. Fitur anti-crash ini belum ada pada browser lainnya.</li>
<li>Dari segala browser beken seperti Internet Explorer 7, Mozilla FireFox 3, Opera, maupun Safari milik Apple, ternyata Chrome lebih mengkilap.  Menurut penilaian skor, Google Chrome adalah rajanya cepat. Chrome meraih 30 poin, di atas FireFox (20), dan Opera (10). <br />
Selain menakar kecepatan, pengukuran yang dilakukan Brandon juga menganalisa bagaimana tiap browser menangani konten flash, javascript, serta kompatibiiltas coding.  Pengukuran tersebut menguji tiap browser berselancar ke situs-situs yang memiliki rich-content, seperti BBC, YouTube, Gamspot, Zoho Writer, dan Fark.com</li>
<li><strong>Google TV.</strong> Untuk memulai membangun website untuk Google TV, Google Code telah menyediakan dokumentasi baru dan Google TV forum web untuk membantu pengembang lebih terlibat dalam proses.Bisnis besar Google ini (selain pengembangan Android) sangat banyak menarik perhatian semua kalangan termasuk pengembang web. Anda bisa melihat situs-situs yang sudah dirilis di Google TV. Selain partner-partner yang sudah diumumkan sebelumnya ada Net-A-Porter : situs video dan shop fashion , Meegenius : situs bacaan buku anak-anak, Tuneln : situs radio TV dan The Onion : situs lawak. Google mengumumkan telah memberikan lebih dari 3000 buah perangkat Google TV bagi peserta konfrensi Adobe Max 2010 dan akan menjangkau ribuan pengembang dalam komunitas Google Code secara gratis. Dan Google berencana akan memberikan total 10,000 perangkat Google TV gratis bagi Web Developer yang beruntung dalam rangka membantu pengembang mulai membangun TV. Hal ini bertujuan untuk menjaring lebih banyak situs yang bisa dinikmati melalui Google TV</li>
<li><strong>Untuk Tuna Netra. </strong>Google kini mengembangkan aplikasi serupa ke dalam Android, sebuah layanan navigasi.<br />
Tidak tanggung-tanggung, dua aplikasi sekaligus digelontorkan oleh Google. Aplikasi-aplikasi tersebut dimaksudkan untuk menolong orang buta agar bisa berkeliling kota dengan lebih mudah.</li>
<li>Tahun 2007, Google meluncurkan Google Apps Premier Edition, sebuah versi lain Google Apps yang difokuskan terutama pada pengguna bisnis. Produk ini memiliki beberapa tambahan seperti ruang disk lebih banyak untuk e-mail, akses API, dan penyokong utama, dengan harga USD50 per pengguna per tahun. Sebuah pertemuan besar Google Apps dengan 38.000 pengguna dilaksanakan di Universitas Lakehead di Thunder Bay, Ontario, Kanada.</li>
<li>Pada 13 Desember 2007, Google mengumumkan peluncuran terbatas Knol sebuah situs web yang ditujukan sebagai sumber referensi pengetahuan. Knol dibuka bebas kepada semua pengguna pada 23 Juli 2008.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>sumber : wikipedia dan berbagai sumber lainnya</p>
<p>Supported by</p>
<p>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>  <a href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/ email">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/ email</a> : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,</p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/berita-kesehatan-terkini/'>Berita kesehatan Terkini</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/google/'>google</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/897/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/897/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=897&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/10/google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>50 Mitos Terbesar Dalam Dunia Psikologi</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/50-mitos-terbesar-dalam-dunia-psikologi/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/50-mitos-terbesar-dalam-dunia-psikologi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 11:41:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[9H.KESEHATAN JIWA]]></category>
		<category><![CDATA[50 Mitos Terbesar Dalam Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/50-mitos-terbesar-dalam-dunia-psikologi/</guid>
		<description><![CDATA[50 Mitos Terbesar Dalam Dunia Psikologi Mitos : Penderita Schizophrenia memiliki Kepribadian Ganda FAKTA : Dalam sebuah survey, 77% mahasiswa psikologi percaya kalau penderita schizophrenia adalah pemilik kepribadian ganda. Fim Me, Myself, and Irene yang diperankan Jim Carrey juga mengeksploitasi mitos ini. Ia didiagnosa menderita schizophrenia, padahal pada kenyataannya ia menderita kepribadian ganda. Pada kenyataannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=894&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>50 Mitos Terbesar Dalam Dunia Psikologi</strong></span></h2>
<p>Mitos : Penderita Schizophrenia memiliki Kepribadian Ganda</p>
<p>FAKTA : Dalam sebuah survey, 77% mahasiswa psikologi percaya kalau penderita schizophrenia adalah pemilik kepribadian ganda. Fim Me, Myself, and Irene yang diperankan Jim Carrey juga mengeksploitasi mitos ini. Ia didiagnosa menderita schizophrenia, padahal pada kenyataannya ia menderita kepribadian ganda. Pada kenyataannya, dua penyakit ini sangat berbeda. Penderita MPD memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya dalam satu waktu. Dan banyak ahli psikologi yang ragu kalau penyakit seperti ini benar-benar ada. Schizophrenia sebaliknya, memiliki fungsi psikologi yang terpisah-pisah, khususnya emosi dan berpikir. Bagi orang normal, apa yang kita rasakan dan pikirkan sekarang akan berhubungan erat dengan apa yang kita rasakan dan pikirkan beberapa saat lagi. Tapi bagi penderita Schizophrenia, pikiran dan emosi tersebut dapat berubah begitu cepat dan ekstrim. Kepribadiannya tetap sama, hanya saja emosi dan pikirannya yang tidak terprediksi. Akibatnya orang skizophrenia justru memiliki resiko rendah melakukan bunuh diri, mengalami depresi, ketakutan, penyalahgunaan narkoba, pengangguran dan tuna wisma. Wajar saja, bila sekarang ia merasa begitu sedih beberapa saat lagi ia menjadi sangat senang. Bagi orang normal, sekarang ia merasa begitu sedih, beberapa saat lagi mungkin ia akan bunuh diri atau depresi. Seperti kata Irving Gottesman, “penyalahgunaan istilah schizophrenia dalam merujuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat, pasar saham atau ketidak sesuaian sesuatu dengan harapan seseorang tidaklah sama dengan masalah kesehatan umum dan penderitaan dengan penyakit paling sulit dipahami dari pikiran manusia ini.”</p>
<p>￼</p>
<p>Mitos : Bulan Purnama Menyebabkan Kegilaan dan Kejahatan</p>
<p>FAKTA : Mitos ini sudah sangat purba. Ia berasal dari masa saat manusia belum memiliki lampu listrik. Akibatnya orang senang saat malam hari terang oleh purnama. Mereka lebih aktif daripada malam biasa yang gelap. Sekarang hal tersebut sudah tidak teramati lagi, karena setiap rumah memiliki listrik dan tidak terlalu banyak orang terlalu memperhatikan bulan. Legenda dari Yunani Kuno dan Abad Pertengahan mengatakan adanya manusia serigala, vampire, dan monster menyeramkan saat bulan purnama. Tapi beberapa pihak mengklaim kalau kebiasaan ini tertanam secara tidak sadar pada diri manusia. Tahun 1985, dua psikolog memeriksa semua bukti penelitian yang ada mengenai pengaruh bulan, dan tidak satupun ada bukti kalau bulan berpengaruh pada kejahatan, kecenderungan bunuh diri, masalah kejiwaan, jumlah orang yang masuk rumah sakit jiwa atau telpon darurat. Penelitian lebih modern juga membantah adanya hubungan antara bulan purnama dengan bunuh diri, orang yang masuk rumah sakit jiwa, orang yang masuk UGD, dan gigitan anjing.</p>
<p>Mitos : Banyak Kriminal Berhasil Membela Diri dengan Mengaku Gila</p>
<p>FAKTA : Setelah memberi pidato tanggal 30 maret, 1981, Presiden Ronald Reagan muncul dari hotel Washington Hilton. Beberapa detik kemudian, enam tembakan terdengar. Satu mengenai agen rahasia, satu polisi, satu sekretaris James Brady dan satu mengenai presiden sendiri. Sang penembak adalah pria berusia 26 tahun bernama John Hinckley, yang jatuh cinta dengan artis Jodie Foster dan yakin kalau dengan membunuh Presiden, Foster akan tergugah dan jatuh cinta padanya. Tahun 1982, saksi ahli psikologi berdebat mengenai apakah Hinckley bersalah atau tidak karena alasan gila. Akhirnya juri memutuskan kalau Hinckley gila. Keputusan juri memicu protes publik. Pooling ABC menunjukkan 76% rakyat tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dan dari sini mulailah mitos kalau dengan alasan gila, banyak penjahat yang berhasil lolos dari penjara. Mitos ini semakin diperkuat oleh film-film action yang menunjukkan antagonis pura-pura gila untuk menghindari hukuman. Namun keyakinan ini sama sekali salah. Data menunjukkan kalau pengajuan alasan gila di pengadilan berada di bawah 1%. Dan dari semua pengajuan ini, hanya 25% saja yang diputuskan memang gila. Lebih parah lagi, orang yang dinyatakan gila di pengadilan akan dikirim ke rumah sakit jiwa dan disana mereka menghabiskan waktu rata-rata 3 tahun sebelum diputuskan apakah ia harus ditahan lebih lama atau dilepaskan. Akibatnya bagi orang normal yang berhasil mengaku gila, tinggal di rumah sakit jiwa bisa jadi hal yang lebih menyiksa dari di penjara. Di penjara ia punya waktu yang jelas untuk bebas dan tidak perlu berpura-pura, di rumah sakit jiwa tidak.</p>
<p>Mitos : Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita</p>
<p>FAKTA : Otak bekerja secara totalitas sehingga tidak ada bagian otak yang tidak bekerja bagi orang yang normal. Mitos ini berasal dari psikolog William James satu abad yang lalu. Saat itu ia menulis kalau ia meragukan kalau rata-rata manusia mencapai sekitar 10% potensi intelektualnya. Dalam sebuah studi, saat ditanya “Sekitar berapa persen kekuatan otak potensial manusia yang menurut kamu dipakai sebagian besar orang?, ” sepertiga mahasiswa psikologi menjawab 10%. Dalam waktu lama, para motivator “berpikir positif” memperbesar mitos ini menjadi seolah sebuah fakta. Sebagai contoh, dalam buku How to be Twice as Smart, Scott Witt menulis “Jika kamu seperti orang kebanyakan, berarti kamu hanya memakai sepuluh persen kekuatan otakmu.” Selain itu terdapat juga daerah korteks diam yang menurut para ahli masa lalu tidak memiliki fungsi namun sekarang telah terbukti berperan penting untuk bahasa dan berpikir abstrak dan diganti namanya menjadi korteks asosiasi. Masyarakat awam juga mengambil pernyataan ilmuan kalau mereka belum mengetahui dengan pasti fungsi dari 90% bagian otak, lalu dijadikan seolah fakta bahwa 90% ini berarti tidak berfungsi. Akhirnya ada juga yang mengklaim kalau Albert Einstein yang bilang bahwa kecerdasannya hanya berasal dari 10% bagian otaknya. Walau begitu, tidak ada bukti kalau Einstein pernah mengatakan demikian.</p>
<p>Mitos : Lebih Baik Marah daripada Ditahan</p>
<p>FAKTA : Dalam sebuah survey, 66% mahasiswa percaya kalau lebih baik membiarkan marah itu lepas (katharsis) ketimbang menahannya, karena dapat mengganggu kesehatan. Film Anger Management tahun 2003 juga menyebarkan keyakinan ini dengan menyarankan seorang tokoh memukul bantal atau tas sebagai penyaluran kemarahan. Bahkan ada juga psikolog yang menyuruh kliennya berteriak atau melemparkan bola ke dinding saat mereka marah. Sayangnya, keyakinan ini sama sekali tidak didukung bukti ilmiah apapun kalau hal tersebut memang dapat meredakan agresi. Malahan hal tersebut justru akan meningkatkan agresi. Lebih jauh lagi, bermain sepakbola juga dapat meningkatkan agresivitas baik pemain maupun suporter.<br />
￼</p>
<p>Mitos : Penyebab utama masalah kejiwaan adalah Kepercayaan Diri yang Rendah</p>
<p>FAKTA : Mitos ini juga dimunculkan oleh para motivator berpikir positif. Sebuah buku, Self-Esteem Games, memuat 300 aktivitas untuk membantu anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, seperti mengulang-ulang afirmasi positif yang menekankan keunikan mereka. Walau demikian, penelitian menunjukkan kalau kepercayaan diri tidak berhubungan kuat dengan kesehatan mental yang lemah. Dalam penelitian komprehensif  oleh Roy Baumeister et al yang meninjau lebih dari 15 ribu studi mengenai kepercayaan diri ke segala jenis variabel psikologi. Mereka menemukan kalau kepercayaan diri kecil sekali hubungannya dengan kesuksesan hubungan antar manusia, dan tidak berhubungan dengan pasti pada penyalahgunaan obat-obatan. Lebih jauh, mereka menemukan kalau kepercayaan diri berhubungan positif dengan prestasi di sekolah, tapi hubungan interaktif ini lebih condong pada prestasi di sekolah. Artinya, pengaruh prestasi sekolah dalam meningkatkan kepercayaan diri lebih kuat daripada pengaruh kepercayaan diri terhadap prestasi di sekolah. Fakta yang paling mengesankan adalah kepercayaan diri yang rendah tidak perlu dan tidak cukup untuk menyebabkan depresi.</p>
<p>Mitos: Ingatan Manusia bekerja Seperti Kamera Video</p>
<p>FAKTA : Sudah jelas hal ini adalah mitos. Terlalu sering anda atau orang lain disekitar anda lupa akan sesuatu. Tapi 36% orang percaya kalau otak dapat merekam pengalaman secara sempurna layaknya kamera video. Hal ini disebabkan terutama kalau seseorang lupa, ia mungkin tidak sadar kalau ia lupa. Pikirannya menjadi kreatif dan menambal ingatan yang hilang tersebut dengan ingatan lain yang entah dari peristiwa apa yang masih ia ingat. Ini menunjukkan kalau sifat ingatan bukanlah reproduktif (menyalin apa yang kita alami) tapi bersifat rekonstruktif (menambal ingatan). Para ilmuan bahkan mampu membuat subjek penelitiannya percaya sepenuh hatinya kalau sebuah kejadian fiktif yang dibuat ilmuan, benar-benar terjadi.</p>
<p>Mitos  : Hipnotis adalah Kondisi Khusus yang berbeda dari kondisi sadar</p>
<p>FAKTA : Keyakinan ini muncul dari film dan dunia hiburan. Tapi penelitian menunjukkan orang yang dihipnotis dapat menolak dan bahkan menentang sugesti penghipnotis terutama dalam melakukan hal-hal yang berlawanan dengan prinsipnya seperti menyakiti orang yang mereka tidak sukai. Orang yang terhipnotis sepenuhnya dalam kondisi sadar. Pindai otak juga tidak menunjukkan adanya pola khusus di otak orang yang dihipnotis. Para ilmuan mampu membuat orang melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang dihipnotis tanpa melakukan hipnotis. Dengan kata lain, hipnotis semata merupakan sebuah prosedur diantara banyak prosedur untuk meningkatkan respon seseorang pada sugesti.</p>
<p>Mitos : Alat Pendeteksi Kebohongan (Poligraf) adalah Alat yang Akurat</p>
<p>FAKTA : Poligraf ditemukan tahun 1920an oleh psikologi William Moulton Marston. Alat ini pada dasarnya alat pengukur tekanan darah sistolik, karena ia percaya kalau saat orang berbohong, tekanan darah sistoliknya meningkat. Mesin ini kemudian disempurnakan dengan menambahkan pengukuran konduktansi kulit dan pernapasan. Selain hal ini belum tentu berhubungan, grafik poligraf yang dihasilkan sulit untuk dianalisa hingga sekarang. Ambil contoh, orang yang jujur tapi berkeringat banyak, dapat disalah sangka sedang berbohong. Belum lagi tidak adanya bukti kalau efek Pinokio (reaksi emosi atau fisiologi yang hanya terjadi saat seseorang berbohong) itu ada. Satu-satunya yang bisa ditunjukkan poligraf saat seseorang memakainya adalah bukti bahwa orang tersebut tegang atau tidak. Dengan kata lain, poligraf bukanlah alat pendeteksi kebohongan tapi alat pendeteksi ketegangan. Bagi para penjahat berdarah dingin dan psikopat, mereka dapat lolos dengan mudah lewat alat deteksi kebohongan ini. Dan sudah banyak orang yang tidak bersalah dihukum gara-gara mesin poligraf.</p>
<p>Mitos : Dua Hal yang Berlawanan Saling Tarik Menarik</p>
<p>FAKTA : Maksud dari mitos ini adalah, dua orang yang memiliki hal yang bertentangan, dapat tertarik satu sama lain. Hal yang bertentangan ini bisa saja kepribadian, keyakinan dan penampilan. Film banyak mengeksploitasi ini. Cinta antara Putri dan Si Buruk Rupa, Cinta antara Ateis dan Pendeta, Percintaan antara jenderal jahat dan peri baik hati. Hal ini diperkuat lagi oleh pendapat Harville Hendrix, Ph.D. kalau hanya mereka yang berlawanan yang dapat saling tertarik. Sebaliknya, penelitian membuktikan Hendrix sepenuhnya salah. Lusinan bukti menunjukkan orang yang sama sifatnya lah yang lebih mungkin berpasangan. Kutu buku dengan kutu buku, anak punk dengan anak emo, anggota grop facebook dengan anggota grup yang sama, dsb. Jauh lebih banyak orang yang tertarik dengan sesama sifat daripada yang berlawanan sifat. Survey juga menunjukkan kalau kesamaan sifat ini penting bagi keharmonisan keluarga. Gampangnya seperti ini, semakin sesuai pendapat seorang tokoh politik dengan pendapat kita, semakin besar kemungkinan kalau kita menyukai tokoh tersebut.<br />
￼</p>
<p>Sumber :<br />
1. Faktailmiah.com<br />
2. Scott O. Lilienfeld, Steven Jay Lynn, John Ruscio, dan Barry L. Beyerstein.50 Great Myths of Popular Psychology: Shattering Widespread Misconceptions About Human Nature.  Wiley-Blackwell, 2009. </p>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Ciptakan Anak Indonesia Yang Suka Membaca</strong></span></h2>
<p><img class="alignright" src="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" alt="" width="236" height="192" /></p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9h-kesehatan-jiwa/'>9H.KESEHATAN JIWA</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/50-mitos-terbesar-dalam-psikologi/'>50 Mitos Terbesar Dalam Psikologi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/894/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=894&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/50-mitos-terbesar-dalam-dunia-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mitos Terbesar Masyarakat Di Indonesia Dalam Kesehatan</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/mitos-terbesar-masyarakat-di-indonesia-dalam-kesehatan/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/mitos-terbesar-masyarakat-di-indonesia-dalam-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 08:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[x.KONTROVERSI KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Mitos Terbesar Di Indonesia Dalam Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/mitos-terbesar-di-indonesia-dalam-kesehatan-2/</guid>
		<description><![CDATA[Mitos Terbesar Masyarakat Di Indonesia Dalam Kesehatan Berbagai Obat penyakit panas Dalam Sangat laris Di Indonesia. Benarkah ada penyakit panas dalam ? MITOS : &#8220;Panas Dalam&#8221; penyebab gangguan tersering dari gangguan tubuh karena makan gorengan, kepanasan atau minum es  FAKTA : Dalam Texbook Kedokteran tidak ada satupun yang mengatakan penyakit &#8220;panas dalam&#8221;. Mungkin yang dimaksud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=884&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;">Mitos Terbesar Masyarakat Di Indonesia Dalam Kesehatan</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><img src="http://indonesianfoodmart.com/catalog/images/products/ademsari.gif" alt="" width="197" height="181" /><img src="http://www.dechacare.com/graphics/drugs/larutan-kaki-tiga.gif" alt="" width="140" height="179" /></span></h2>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Berbagai Obat penyakit panas Dalam Sangat laris Di Indonesia. Benarkah ada penyakit panas dalam ?</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"></p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong>MITOS : &#8220;Panas Dalam&#8221; penyebab gangguan tersering dari gangguan tubuh karena makan gorengan, kepanasan atau minum es</strong></span></li>
<li><span style="color:#800000;"> </span><span style="color:#000000;"><strong>FAKTA :</strong> Dalam Texbook Kedokteran tidak ada satupun yang mengatakan penyakit &#8220;panas dalam&#8221;. Mungkin yang dimaksud panas dalam oleh masyarakat awam adallah setiap gangguan yang terjadi pada saluran cerna mulai dari mulut, perut dan buang air besar. Gangguan itu bisa saja berkaitan dengan gangguan fungsional saluran cerna yang dipicu oleh infeksi virus, alergi makanan atau hipersensitifitas makanan, gangguan endokrin, gangguan metabolik lainnya. Tetapi tidak hubungannya dengan makan goreng-gorengan, makanan berminyak atau minum es. </span></li>
</ul>
<p></span></p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Penyebab flu atau Infeksi saluran napas (batuk, pilek) karena makan gorengan, minum es, kecapekan, kena hujab, cuaca, kena angin, naik sepeda motor, kena kipas angin, kena debu atau renovasi rumah</span></strong></li>
<li>FAKTA : Infeksi saluran napas, flu atau influenza bukan karena penyebab salah satu tersebut dia atas tetapi ditularkan melalui udara atau droplet infection  oleh batuk atau bersin, menciptakan udara di sekitarnya yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kotoran burung, air liur, ingus, kotoran dan darah. Infeksi juga terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita misal ingus penderita dapat berpindah ke orang lain melalui salaman tangan, memegang gelas yang sama atau berenang.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Ingus dan dahak warna hijau atau kuning harus diberi antibiotika</span></strong></li>
<li>FAKTA : Infeksi saluran napas sebagian besar karena virus. Ingus atau dahak hijau adalah juga bagian dari perjalanan penyakit infeksi yang disebabkan karena virus tidak perlu antibiotika. Beberapa puluh tahun lalu di Amerika Serikat telah dilakukan kerjasama CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar kepada masyarakat dan dokter tentang hal itu.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Mi instan (indomi, supermi dll) berbahaya bagi kesehatan</span></strong></li>
<li>FAKTA : Selama ini bahan pengawet yang dipakai dalam mi instan telah diteliti dinyatakan aman oleh BPOM. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration (FDA)  menggolongkan Methylparaben dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Artinya, bahan kimia ini bisa dan aman untuk digunakan pada sebagian besar produk makanan. Sebaliknya masyarakat Indonesia khawatir dengan mi instan tetapi tidak pernah takut dengan mi telor, mi keliling atau mi industri rumahan lainnya yang sebagian besar malah tidak diketahui secara pasti bahan dan jumlah bahan pengawet yang dipakai. Sampai sekarang belum ada penelitian sedikitpun yang membuktikan bahwa mis instan sebagai penyebab kanker, karena gangguan pencrnaan atau bwrbagai gangguan lain yang selama ini dikawatirkan,</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Demam berdarah seringkali disertai Tifus. Widal dan pemeriksaan IgM anti tifus positif pasti kena tifus.</span></strong></li>
<li>FAKTA : Ternyata pemeriksaan widal dan IgM tifus spesifitasnya rendah. Seringkali nilainya meningkat pada infeksi DBD atau infeksi virus lain meski penderita tidak mengalami penyakit tifus. Hal inilah yang menyebabkan overtreatment dan overdiagnosis penyakit tifus tinggi.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Sariawan karena kurang vitamin C</span></strong><br />
FAKTA. : Sariawan dalam dunia medis disebut dengan aphtous stomatitis. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun ada banyak faktor yang diyakini berkaitan dalam memicu terjadinya sariawan. Di antaranya adalah alergi makanan, menurunnya sistem imun (kekebalan tubuh), stress, trauma pada jaringan lunak dalam rongga mulut (seperti tergigit yang berulang-ulang), kurang nutrisi, atau disebabkan karena obat-obatan tertentu. Bila sariawan terjadi berulang-ulang dan hilang timbul, maka disebut recurrent aphtous stomatitis<br />
 </li>
<li><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Berbagai keluhan dalam tubuh sering masyarakat Indonesia mengistilahkan sebagai &#8220;Masuk Angin&#8221;</span></strong></li>
<li>FAKTA : Dalam bidang kedokteran tidak ada satu penyakitpun yang disebut &#8220;masuk angin&#8221;. Mungkin gangguan yang dimaksud dengan &#8220;masuk angin&#8221; itu adalah berbagai gangguan yang timbul dengan gejala sakit kepala, mual, muntah dan nyeri perut. Berbagai gangguan tersebut tidak ada hubungannya dengan terkena angin tetapi disebabkan karena penyakit infeksi virus, alergi makanan atau gangguan lainnya. Kalaupun angin berpengaruh biasanya disebabkan karena gangguan udara dingin biasanya hanya memperberat gangguan yang sudah ada bukan sebagai penyebab utama. Misalnya bila swmua orang kena flu kalau terkena angin atau udara dingin keluahnnya akan semakin berat</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#800000;">MITOS : MSG penyebab kanker, sakit kepala, dan gangguan kesehatan lainnya</span></strong><br />
<strong>FAKTA :</strong> Selama sudah 100 tahun penggunaan MSG oleh manusia tidak satu bukti penelitianpun yang menunjukkan bahwa MSG berbahaya untuk kesehatan. Sampai sekarangpun hampir seluruh badan pengawasan makanan dunia masih menggolongkan MSG sebagai bahan yang “Generally Regarded as Safe” (GRAS) dan tidak menentukan berapa batas asupan hariannya. MSG tersusun Glutamat, Natrium dan air. Di dalam tubuh, glutamat dari MSG dan dari bahan lainnya dapat dimetabolime dengan baik oleh tubuh dan digunakan sebagai sumber energi usus halus.Bahan ini dibuat melalui proses fermentasi tetes tebu oleh bakteri Brevi-bacterium lactofermentum yang menghasilkan asam glutamat.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><strong><span style="color:#800000;">MITOS : MSG jadi penyebab Chinesse Food Syndrome dan sakit kepala</span></strong><br />
<span style="color:#ff0000;"><strong>FAKTA</strong></span> : Istilah ini berasal dari kejadian ketika seorang dokter di Amerika makan di restoran China, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sindrom ini terjadi disinyalir lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Laporan ini kemudian dimuat pada New England Journal of Medicine pada 1968. Berbagai penelitian ilmiah selanjutnya tidak menemukan adanya kaitan antara MSG dengan sindrom restoran China ini. Faktanya, mungkin ada sekelompok kecil orang yang bereaksi negatif terhadap MSG sehingga mengalami hal-hal tersebut. Gejala Chinese Restaurant Syndrome amat mirip dengan gejala serangan jantung. Gejala Chineese Restaurant Syndrome ternyata juga mirip gejala reaksi simpanmg makanan atau gejala alergi. Ternyata alergi makanan dan hipersensitifitas makanan dapat menyebabkan gangguan semua organ tubuh termasuk gangguan pembuluh darah, otak, dan gangguan otot dan tulang</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-kontroversi-kesehatan/'>x.KONTROVERSI KESEHATAN</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/mitos-terbesar-di-indonesia-dalam-kesehatan/'>Mitos Terbesar Di Indonesia Dalam Kesehatan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/884/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=884&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/mitos-terbesar-masyarakat-di-indonesia-dalam-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indonesianfoodmart.com/catalog/images/products/ademsari.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dechacare.com/graphics/drugs/larutan-kaki-tiga.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mitos Terbesar Di Indonesia Dalam Kesehatan</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/mitos-terbesar-di-indonesia-dalam-kesehatan/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/mitos-terbesar-di-indonesia-dalam-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 08:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Mitos Terbesar Di Indonesia Dalam Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/mitos-terbesar-di-indonesia-dalam-kesehatan/</guid>
		<description><![CDATA[Mitos Terbesar Di Indonesia Dalam Kesehatan MITOS : Penyebab flu atau Infeksi saluran napas (batuk, pilek) karena makan gorengan , minum es, kecapekan, naik sepeda motor, kena kipas angin atau renovasi rumah FAKTA : Infeksi saluran napas, flu atau influenza ditularkan melalui udara atau droplet infection  oleh batuk atau bersin, menciptakan udara di sekitarnya yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=883&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Mitos Terbesar Di Indonesia Dalam Kesehatan</p>
<p><b>MITOS : Penyebab flu atau Infeksi saluran napas (batuk, pilek)  karena makan gorengan , minum es, kecapekan, naik sepeda motor, kena kipas angin atau renovasi rumah</p>
<p>FAKTA :  Infeksi saluran napas, flu atau influenza ditularkan melalui udara atau droplet infection  oleh batuk atau bersin, menciptakan udara di sekitarnya yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kotoran burung, air liur, ingus, kotoran dan darah. Infeksi juga terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita muisal ingus penderita dapat berpindah ke orang lain melalui salaman tangan , memegang gelas yang sama atau berenang. . </p>
<p>MITOS : Ingus warna hijau atau kuning harus diberi antibiotika</p>
<p>FAKTA : Infeksi saluran napas sebagian besar karena virus. Ingus atau dahak hijau adalah juga bagian dari perjalanan penyakit infeksi yang disebabkan karena virus tidak perlu antibiotika. Beberapa puluh tahun lalu di Amerika Serikat telah dilakukan kerjasama CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar kepada masyarakat dan dokter tentang hal itu.</p>
<p>MITOS : Mi instan (indo i, supermi dll) berbahaya bagi kesehatan</p>
<p>FAKTA : Selama ini bahan pengawet yang dipakai dalam mi instan telah diteliti dinyatakan aman oleh BPOM. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration (FDA)  menggolongkan Methylparaben dalam kategori Generally Recognized as Safe (GRAS). Artinya, bahan kimia ini bisa dan aman untuk digunakan pada sebagian besar produk makanan. Sebaliknya masyarakat Indonesia khawatir dengan mi instan tetapi tidak pernah takut dengan mi telor, mi keliling atau mi industri rumahan lainnya yang sebagian besar malah tidak diketahui secara pasti bahan dan jumlah bahan pengawet yang dipakai. </p>
<p>Mitos : Demam berdarah seringkali disertai Tifus. Widal dan pemeriksaan IgM anti tifus positif pasti kena tifus.</p>
<p>FAKTA : Ternyata pemeriksaan widal dan IgM tifus spesifitasnya rendah. Seringkali nilainya meningkat pada infeksi virus lain meski penderita tidak mengalami penyakit tifus. Hal inilah yang menyebabkan overtreatment dan overdiagnosis penyakit tifus tinggi.</p>
<p>MITOS : Sariawan karena kurang vitamin C</p>
<p>FAKTA. :  Sariawan dalam dunia medis disebut dengan aphtous stomatitis. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun ada banyak faktor yang diyakini berkaitan dalam memicu terjadinya sariawan. Di antaranya adalah alergi makanan, menurunnya sistem imun (kekebalan tubuh), stress, trauma pada jaringan lunak dalam rongga mulut (seperti tergigit yang berulang-ulang), kurang nutrisi, atau disebabkan karena obat-obatan tertentu. Bila sariawan terjadi berulang-ulang dan hilang timbul, maka disebut recurrent aphtous stomatitis<br />
 </p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/mitos-terbesar-di-indonesia-dalam-kesehatan/'>Mitos Terbesar Di Indonesia Dalam Kesehatan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/883/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/883/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=883&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/mitos-terbesar-di-indonesia-dalam-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Dampak Kesehatan Saat Erupsi Gunung Berapi</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/waspadai-dampak-kesehatan-saat-erupsi-gunung-berapi/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/waspadai-dampak-kesehatan-saat-erupsi-gunung-berapi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Nov 2010 01:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2b.Penyakit Tersering]]></category>
		<category><![CDATA[5.KULIT-KELAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[6.KESEHATAN MATA]]></category>
		<category><![CDATA[7-PENYAKIT DALAM]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada Masalah Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Waspadai Dampak Kesehatan Saat Erupsi Gunung Berapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Waspadai Dampak Kesehatan Saat Erupsi Gunung Berapi Berbagai permasalahan akan timbul paska bencana erupsi gunung berapi. Kadangkala masalah tersebut dapat lebih serius bila tidak direncanakan dan ditangani dengan baik. Bencana tersebut selain mengakibatkan ancaman awan panas juga menimbulkan berbagai permasalahan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat. Dampak lingkungan yang terjadi adalah kekurangan air, debu vulkanik, bangkai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=879&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Waspadai Dampak Kesehatan Saat Erupsi Gunung Berapi </span></h2>
<p><strong>Berbagai permasalahan akan timbul paska bencana erupsi gunung berapi. Kadangkala masalah tersebut dapat lebih serius bila tidak direncanakan dan ditangani dengan baik. Bencana tersebut selain mengakibatkan ancaman awan panas juga menimbulkan berbagai permasalahan menyebabkan lingkungan yang tidak sehat. Dampak lingkungan yang terjadi adalah kekurangan air, debu vulkanik, bangkai manusia, bangkai binatang, sarana higiena sanitasi yang buruk lainnya. </strong></p>
<div><strong><img class="alignleft" src="http://lh6.ggpht.com/_YotD2ndtX6I/SVfJkc0x3QI/AAAAAAAANHA/qPFDQtiihAg/s400/Volcanic-Activity-of-Volcano-Damavand_00.jpg" alt="" width="260" height="170" /></strong></div>
<p> Lingkungan demikian akan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penyediaan air bersih seringkali terganggu, demikian pula masyarakat akan kesulitan mencari sarana kamar mandi dan WC. Buang air besar dan air kecil yang sembarangan dapat mempermudah penularan penyakit. Bila hal ini terjadi maka kebutuhan untuk pola hidup bersih jauh dari sempurna. Keadaan lingkungan akan semakin buruk bila terjadi pada daerah pengungsian. Jumlah manusia yang sangat banyak dan berjejal dalam satu ruangan memudahkan penyebaran penyakit baik lewat penularan melalui udara atau kontak langsung.</p>
<p>Justru penyebab utama infeksi saluran napas yang utama bukan karena debu vulkanik, tetapi karena daya tahan tubuh menurun karena kurang istirahat, stres, dan asupan nustrisi yang kurang. Karena daya tahan tubuh sangat buruk dan padatnya orang di penampungan pengungsi maka sangat mudah sekali terinfeksi penyakit infeksi menular apapun. Terutama yang paling mudah menyebar adalah infeksi Saluran napas Akut, Diare karena virus, campak, cacar air danberbagai infeksi menular lainnya.</p>
<p>Gangguan alam ini bukan hanya mengganggu manusia, binatang juga tak luput dari ancaman. Tidak hanya manusia, tetapi binatang seperti tikus, kucing dan anjing ikut binasa karena tertimbun reruntuhan . Bangkai manusia dan binatang yang belum terselamatkan dapat menimbulkan masalah kesehatan tersendiri. Pasca gempa yang diikuti musim penghujan dapat bersiko masalah kesehatan lainnya. Kasus penyakit demam berdarah bersiko meningkat, karena banyak terjadi genangan air dimana-mana yang menjadi berkembang biak nyamuk aedes aegypti.</p>
<p>Bahaya lain yang dapat mengancam jiwa adalah terkena sengatan aliran listrik. Bangunan dan sarana listrik menjadi berantakan, bila aliran listrik dihidupkan beresiko trauma sengatan Bencana alam tersebut dalam kondisi tertentu akan mengakibatkan harta benda dan nyawa bisa terancam.</p>
<p>Berbagai kondisi ini akan mengganggu ekonomi dan psikologis masyarakat. Post Traumatic Stress Disorders adalah dampak psikologis bagi para korban, terutama pada anak-anak. Mereka akan selalu teringat dengan peristiwa buruk yang telah dialaminya. Gejala yang timbul adalah sering menangis, mudah marah dan berteriak, mimpi buruk, sulit tidur , tidak mau makan, tidak mau bermain. Keadaan ini akan menjadi lebih berat bila ditambah dengan beban psikologis kehilangan orangtua atau saudara. Dalam keadaan berat bisa mengakibatkan perasaan depresi yang lebih berat seperti hendak melakukan bunuh diri dan gangguan kejiwaan lain yang berkepanjanagan. Bila hal ini tidak ditangani segera akan dapat mengganggu kesehatan dan proses tumbuh dan berkembangnya anak. Usia anak daya tahan tubuhnya rentan, ditambah gangguan asupan gizi, trauma panas, hujan dan dingin, serta trauma psikis akan memperburuk keadaan. Berbagai keadaan tersebut akan mengakibatkan daya tahan tubuh menurun dan mudah terserang penyakit dan ancaman jiwa paska bencana erupsi gunung berapi.</p>
<p>Dampak Kesehatan Erupsi Gunung Merapi</p>
<p>Waktu gunung meletus terdapat  gas sulfatara atau belerang yang ikut keluar. Sebenarnya belerang dalam skala yang pas diperlukan tanaman juga. Kalau (sulfatara) banyak lalu menjadi hujan. Akan jadi hujan asam. Kalau hujan asam, tanahnya jadi asam. Tanaman yang tumbuh di tanah yang pH (derajat keasamannya)-nya sekitar 3 atau 4 bisa membuat tanaman tidak tumbuh dengan baik. Tanaman akan keracunan, juga bisa tumbuh kerdil. Tapi kalau tanahnya basa, kena hujan asam bisa mendekati netral. Tanah netral itu mengarah ke pH 7, itu tanah yang bagus. Kalau tanah pH-nya rendah maka unsur aluminium dan besi mudah larut sehingga tanaman akan keracunan atau kerdil. Sebaliknya di tanah yang basa, tanaman juga tidak bisa tumbuh baik karena unsur-unsurnya tidak mudah diserap tanaman.<br />
Awan panas dari erupsi gunung berapi inilah yang paling bahaya dalam ancaman penyakit jiwa. Serangan awan panas yang sangat tinggi suhunya hingga mencapai 600 C dan kecepatannya yang tinggi hingga 100 km perjama ini sangat sulit dihindari bila tidak mengungsi ke saerah aman. Bahkan lokasi yang berdekatan dengan lokasi awan panas saja dapat mengakibatkan luka bakar parah. Apalagi langsung terkena awan panas secara langsung. Luka luka bakar inilah yang paling sering terjadi.</p>
<p><strong>Debu Vulkanik </strong></p>
<div><img title="Penampakan Abu Vulkanik diperbesar" src="http://ruanghati.com/wp-content/plugins/wordpress-mobile-pack/plugins/wpmp_transcoder/c/0ca686a755fb4b564da27b38aeab6dab.124.124.jpg" alt="Penampakan Abu Vulkanik diperbesar" width="158" height="146" /> <img title="Diperbesar lebih besar lagi penampakan abu vulkanik" src="http://ruanghati.com/wp-content/plugins/wordpress-mobile-pack/plugins/wpmp_transcoder/c/50487e6dcd7494db0b9909092a1f0aec.124.85.gif" alt="Diperbesar lebih besar lagi penampakan abu vulkanik" width="161" height="148" /> </div>
<div>Tampakan debu vulkani dengan pembesaran tertentu</div>
<div>Debu vulkanik adalah masalah kesehatan lain dalam erupsi gunung berapi. Biasanya diameter butiran debu-debu yang bertebaran di udara ukurannya sangat kecil atau kurang dari 2 mikron, bisa terhirup oleh manusia dan masuk ke dalam saluran nafas dan paru, dapat menimbulkan gangguan pernafasan.</div>
<p>Menurut The International Volcanic Health Hazard Network, secara umum, abu vulkanik menyebabkan masalah kesehatan. Namun selain kesehatan, ada juga dampak yang yang ditimbulkan oleh abu dari gunung itu. Abu vulkanik yang baru saja jatuh memiliki kandungan lapisan asam yang dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru, kulit dan mata. </p>
<p>Lapisan asam akan mudah tercuci oleh air hujan, sehingga dapat mencemari persediaan air setempat. Abu asam juga dapat merusak tanaman, hal ini mengakibatkan kegagalan panen. Debu vulkanik runcing dan keras karena bahan dasarnya adalah silika. Hal itu hamopir sama sama dengan bahan kaca. Dipecah dari magma. Jadi magma merah dipecah jadi debu itu dan sifatnya menggerus. Debu vulkanik ini pembentukannya langsung karena ada tekanan gas magmatik. Fragmentasinya berbentuk material sejenis kaca (glass). Ketika gunung berapi meluncurkan debu vulkanik, unsur-unsur yang keluar tidak hanya silika, tetapi juga besi, aluminium, serta berbagai macam gas. Debu yang dikeluarkan oleh gunung meletus ini juga  mengandung mineral kwarsa, kristobalit atau tridimit. Mineral ini adalah kristal silika bebas yang diketahui dapat menyebabkan silicosis atau kerusakan saluran nafas kecil di paru sehingga terjadi gangguan pertukaran gas di alveolus paru. Penyakit ini biasanya ditemukan pada pekerja tambang yang terpapar silika bebas dalam jangka panjang.</p>
<p>Beberapa jenis gas yang timbul akiat gunung meletus adalah uap air (H2O), diikuti oleh karbon dioksida (CO2) dan belerang dioksida (SO2). Selain itu, ditemukan juga jenis gas-gas lain dalam jumlah kecil seperti hidrogen sulfida (H2S). hidrogen (H2), karbon monoksida (CO), hidrogen klorida (HCl), hidrogen fluorida (HF) dan helium (He). Gas-gas ini pada konsentrasi tertentu bisa menyebabkan sakit kepala, pusing, diare, bronkhitis (radang saluran nafas)  atau bronchopneumonia (radang jaringan paru), iritasi selaput lendir saluran pernapasan, iritasi kulit serta bisa juga mempengaruhi gigi dan tulang.</p>
<p>Orang-orang yang terpapar oleh debu vulkanik ini biasanya mengalami keluhan pada mata, hidung, kulit dan gejala sakit pada tenggorokannya. Gangguam kesehatan ini bisa akibat paparan akut jangka pendek atau dalam beberapa hari dan jangka panjang dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan. Potensi gangguan pernafasan yang mungkin timbul dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti konsentrasi partikel di udara, ukuran partikel tersebut dalam debu, frekuensi dan lamanya paparan, kondisi meteorologi, kondisi kesehatan dari setiap warga, ada atau tidaknya gas-gas vulkanik yang bercampur dengan abu serta penggunaan alat perlindungan pernafasan.</p>
<p>Gejala pernapasan akut yang sering dilaporkan oleh masyarakat setelah gunung mengeluarkan abu atau debu adalah iritasi selaput lendir dengan keluhan bersin, pilek dan beringus, iritasi dan sakit tenggorokan (kadang disertai batuk kering), batuk dahak, mengi, sesak napas, iritasi pada jalur pernapasan dan juga napas menjadi tidak nyaman. Gangguan ini akan lebih berat bila terkena pada orang atau anak yang sebelumnya mempunyai riwayat alergi saluran napasAn bronkitis kronis, emfisema, atau asma.</p>
<p>Debu vulkanik juga dapat mengiritasi selaput lendir mata, sehingga mengganggu penglihatan dan dapat terjadi infeksi sekunder pada mata. Gangguan ini akan lebih mudah timbul pada orang yang menggunakan lensa kontak. Umumnya gejala yang timbul adalah merasa seolah-olah ada benda asing di mata, mata terasa nyeri, gatal atau merah, mata terasa lengket, kornea mata lecet atau terdapat goresan, adanya peradangan pada kantung conjuctival yang mengelilingi bola mata sehingga mata menjadi merah, terasa seperti terbakar dan sensitif terhadap cahaya.</p>
<p>Kulit tubuh juga bisa terkena dampak abu. Meskipun jarang ditemukan, abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi kulit untuk sebagian orang, terutama ketika abu vulkanik tersebut bersifat asam. Hal ini ditandai dengan iritasi dan kulit yang memerah. Selain itu, infeksi bisa muncul karena garukan ke kulit.</p>
<p>Iritasi kulit merupakan kondisi yang jarang dilaporkan, biasanya masyarakat mengalami gatal-gatal, kulit memerah dan iritasi akibat debu yang ada di udara dan menempel di kulit. Kondisi ini bisa juga diakibatkan oleh perubahan kualitas air yang sudah tercemar debu vulkanik.</p>
<p>Upaya antisipasi  Masyarakat di sekitar gunung berapi sebaiknya segera mengungsi untuk menghindari dampak yang lebih berbahaya lagi, tapi jika masih ingin bertahan sebaiknya gunakan selalu masker wajah untuk mengurangi paparan partikel debu.</p>
<p><img src="http://www.andriewongso.com/otherimage/1masker.jpg" alt="" width="477" height="231" /></p>
<p>Penggunaan Masker sebagai pencegaan utama dari paparan debu vulkanik</p>
<p><strong>Penanganan dan Pencegahan</strong></p>
<ol>
<li>Bila tempat pengungsian sudah ada yang terjangkit penyakit menular seperti campak, maka instansi kesehatan seperti puskesmas atau dinas kesehatan harus segera melakukan imunisasi masal di daerah tersebut. Bagi masyarakat umum dan relawan sebaiknya memberi bantuan makanan dan minuman siap saji, makanan instan, susu bayi, air mineral, baju, selimut, plastik untuk alas dan atap tidur, pakaian layak pakai atau obat-obatan. Bantuan lain yang mungkin juga perlu untuk anak khususnya penanganan trauma pskis adalah berupa mainan, bacaan, alat tulis, alat gambar, alat sekolah, alat tulis, seragam dan baju sekolah. Perlu segera dibentuk bantuan dapur umum, penyediaan air bersih, tempat MCK, pengobatan gratis di sekitar pengungsian.</li>
<li>Dalam menangani gangguan trauma psikologis tersebut karena situasi dan keterbatasan sarana dan tenaga tidak perlu menunggu tenaga psikolog atau psikater. Para relawan harus dapat dapat memberikan terapi kepada anak-anak, seperti misalnya melalui terapi bermain, bernyanyi, bercerita, lomba anak-anak, menggambar, maupun dalam bentuk terapi-terapi lainnya yang tujuannya agar anak-anak lupa dengan peristiwa buruk yang pernah dialaminya.</li>
<li>Gunakanlah pakaian pelindung dan juga masker debu, alat perlindungan ini sebaiknya mudah diakses oleh masyarakat khususnya selama kondisi darurat. Jika ada masker, warga bisa menggunakan sapu tangan, kain atau baju untuk melindungi diri dari debu atau gas.</li>
<li>Anak, orang lanjut usia  atau seseorang yang memiliki alergi atau saluran napas sensitif bronkhitis, sinusitis, emfisema dan asma disarankan untuk tetap tinggal di rumah atau mengungsi ke daerah lain untuk menghindari paparan debu. Jika ingin keluar rumah, sebaiknya gunakan masker, pakaian pelindung dan juga kacamata untuk menghindari iritasi. Bila sehabis keluar rumah sebaiknya mandi atau mencuci segera seluruh anggota tubuh termasuk seluruh bagian  kulit, mata dan rambut</li>
<li>Usahakan untuk meminimalkan paparan debu dengan membersihkan debu sesering mungkin di dalam rumah. Semua lubang ventilasi atau pintiu harus sering ditutup</li>
<li>Bila terjadi luka bakar sekecil apapun sebaiknya harus dibawa ke rumah sakit atau dokter untuk mencegah komplikasi infeksi yang lebih berat</li>
<li>Selain dampak bagi kesehatan, lingkungan juga terkena dampaknya. Untuk transportasi, jarak pandang berkurang akibat abu vulkanik. Ini dapat menyebabkan kecelakaan. Bahaya ini diperparah oleh jalan yang ditutupi oleh abu. Tidak hanya marka jalan yang tertutup oleh abu vulkanik, namun jalanan menjadi sangat licin baik oleh abu basah maupun licin.</li>
<li>Pasokan energi listrik juga dipengaruhi oleh abu. Abu basah memiliki sifat yang konduktif, sehingga sangat penting memastikan pembersihan alat-alat listrik<br />
harus diawali dengan memutus aliran listrik sebagai prosedur operasi yang aman.</li>
<li>Hujan abu juga dapat mengakibatkan terkontaminasinya air bersih, penyumbatan saluran air, serta kerusakan peralatan penyedia air bersih. Pasokan air terbuka seperti tangki air di rumah-rumah sangat rentan terhadap hujan abu. Sedikit saja abu yang masuk ke dalam tandon air dapat mengakibatkan permasalahan kelayakan air minum. Meskipun risiko racun rendah, tingkat keasaman air dapat berkurang atau. Selama dan setelah hujan abu, ada kemungkinan kekurangan air yang diakibatkan oleh kebutuhan air ekstra untuk bersih-bersih.</li>
<li>Untuk air minum yang sudah terkontaminasi, saringlah lebih dahulu sebelum diminum. Cara paling aman adalah dengan mempersiapkan stok air sebelum terjadinya hujan abu. Jika bergantung pada air hujan, tutuplah tangki air dan putus saluran pipa sebelum hujan abu turun.</li>
<li>Sayuran yang tertutup abu vulkanik di ladang aman untuk dikonsumsi asal sebelum dikonsumsi sayuran tersebut harus dicuci dengan air bersih.</li>
<li>Untuk membersihkan abu, berilah sedikit air pada abu vulkanik sebelum diangkat menggunakan sekop. Jangan di sapu. Penyapuan abu vulkanik kering akan menyebabkan abu terbang ke udara</li>
</ol>
<p>Provided</p>
<p><img class="alignright" src="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" alt="" width="140" height="182" /></p>
<p>Clinic For Children Yudhasmara Foundation JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></p>
<p>Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician</p>
<p>Supported By :</p>
<p><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"></a><strong><img class="alignleft" src="http://www.cafemedicine.com/wp-content/uploads/2010/05/medicine.jpg" alt="" width="147" height="168" /> </strong></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p> <strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong>  </strong><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<ul><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong><strong> </strong>  </ul>
<ul>Copyright 2010. Koran Indonesia Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved</ul>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2b-penyakit-tersering/'>2b.Penyakit Tersering</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/5-kulit-kelamin/'>5.KULIT-KELAMIN</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/6-kesehatan-mata/'>6.KESEHATAN MATA</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7-penyakit-dalam/'>7-PENYAKIT DALAM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/waspada-masalah-ini/'>Waspada Masalah Ini</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/waspadai-dampak-kesehatan-saat-erupsi-gunung-berapi/'>Waspadai Dampak Kesehatan Saat Erupsi Gunung Berapi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=879&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/09/waspadai-dampak-kesehatan-saat-erupsi-gunung-berapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_YotD2ndtX6I/SVfJkc0x3QI/AAAAAAAANHA/qPFDQtiihAg/s400/Volcanic-Activity-of-Volcano-Damavand_00.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ruanghati.com/wp-content/plugins/wordpress-mobile-pack/plugins/wpmp_transcoder/c/0ca686a755fb4b564da27b38aeab6dab.124.124.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Penampakan Abu Vulkanik diperbesar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ruanghati.com/wp-content/plugins/wordpress-mobile-pack/plugins/wpmp_transcoder/c/50487e6dcd7494db0b9909092a1f0aec.124.85.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Diperbesar lebih besar lagi penampakan abu vulkanik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.andriewongso.com/otherimage/1masker.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" medium="image" />

		<media:content url="http://www.cafemedicine.com/wp-content/uploads/2010/05/medicine.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>35 Fakta dan Mitos Tentang Kesehatan Gigi</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/07/fakta-dan-motos-tentang-kesehatan-gigi/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/07/fakta-dan-motos-tentang-kesehatan-gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 01:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Gigi mulut]]></category>
		<category><![CDATA[35 Fakta dan Mitos Tentang Kesehatan Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta dan Motos Tentang Kesehatan Gigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/07/fakta-dan-motos-tentang-kesehatan-gigi/</guid>
		<description><![CDATA[35 Fakta dan Mitos Kesehatan Gigi MITOS : Menyikat gigi beberapa kali sehari merugikan enamel.  FAKTA : Mungkin saja sebagian mitos ini benar. Biasanya, itu sudah cukup untuk menyikat gigi dua kali sehari, tapi jika Anda memiliki kesempatan untuk sikat gigi Anda lebih sering (misalnya, sehabis makan), gunakan sikat gigi yang lembut lembut atau tambahan. MITOS : pasta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=875&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;">35 Fakta dan Mitos Kesehatan Gigi</h2>
<p style="text-align:center;"><img src="http://graphics8.nytimes.com/images/2007/10/11/nyregion/11dentist.span.jpg" alt="" width="314" height="137" /></p>
<p><span style="color:#800000;"><strong><img class="alignright" src="http://www.womansday.com/var/ezflow_site/storage/images/media/galleries-slideshows/10-tips-for-whiter-teeth/10-tips-for-whiter-teeth/14969-6-eng-US/10-Tips-for-Whiter-Teeth_slideshow_image.jpg" alt="" width="320" height="400" /></strong></span></p>
<ol>
<li><span style="color:#800000;"><strong>MITOS : Menyikat gigi beberapa kali sehari merugikan enamel.  </strong></span><span style="color:#ff0000;">FAKTA</span> : Mungkin saja sebagian mitos ini benar. Biasanya, itu sudah cukup untuk menyikat gigi dua kali sehari, tapi jika Anda memiliki kesempatan untuk sikat gigi Anda lebih sering (misalnya, sehabis makan), gunakan sikat gigi yang lembut lembut atau tambahan.</li>
<li><span style="color:#800000;"><strong>MITOS :</strong> pasta gigi yang mahal selalu lebih baik daripada yang murah.  </span><span style="color:#ff0000;">FAKTA :</span> Hal ini tidak selalu benar, dan beberapa pasta gigi agak mahal bisa sangat efektif. Tanyakan dokter gigi Anda tentang pasta gigi yang dapat baik untuk situasi tertentu gigi Anda.</li>
<li><span style="color:#800000;">Mitos : Menggunakan permen karet tanpa gula dengan xylitol setelah makan dapat menggantikan menyikat dan memiliki efek yang sama.</span> FAKTA : Tidak juga, tapi jika Anda tidak dapat sikat gigi setiap habis makan, Anda dapat menggunakan permen karet tanpa gula untuk membersihkan gigi dan menyegarkan nafas Anda. Jangan mengunyah selama lebih dari 10 menit.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Saya tidak harus menyikat gigi jika gusi saya berdarah.</span> FAKTA : Pendarahan gusi adalah tanda untuk melihat dokter gigi Anda. Namun, jika Anda tidak dapat melakukan hal ini secepat mungkin, Anda bisa menyikat gigi dengan sikat gigi lembut lembut atau tambahan.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Menempatkan tablet aspirin samping gigi saya sakit dapat mengurangi rasa sakit.  </span>FAKTA : Aspirin tidak bekerja efektif untuk menghilangkan sakit gigi. Selain itu, kerusakan jaringan lunak dalam mulut Anda. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan analgesik alam, seperti minyak semanggi atau minyak pohon teh.</li>
<li><strong>MITOS : Tidak perlu dalam melihat dokter gigi jika tidak ada masalah dengan gigi saya terlihat.</strong>  FAKTA : Anda harus melihat dokter gigi Anda dua kali setahun, tidak peduli dalam kondisi apa gigi Anda saat ini. Kadang-kadang, hanya dokter gigi bisa melihat masalah yang mungkin, dan selalu lebih baik untuk memulai perawatan pada tahap awal.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Jika enamel gigi yang putih, gigi harus dianggap sehat.</span>  FAKTA : ini sama sekali tidak benar! gigi A dapat terlihat sehat dan putih, tetapi, pada saat yang sama, dapat memiliki rongga, masalah dengan root atau kelainan lain yang memerlukan pengobatan.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Setelah gigi busuk diperlakukan, tidak akan ada lagi membusuk di sana.</span>  FAKTA :: Tidak ada jaminan untuk hal ini. Setelah perlakuan, setiap gigi harus benar-benar peduli: teratur disikat, flossed dan sebagainya.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Lebih baik untuk mengobati gigi yang membusuk ketimbang memilih untuk menghapusnya.  </span>FAKTA : Sebelum membuat keputusan apakah akan melanjutkan perawatan atau menghapus gigi yang sakit Anda harus berkonsultasi dengan profesional dan berkualitas gigi, mungkin, mintalah pendapat beberapa pakar. Kadang-kadang, bahkan sama sekali gigi membusuk dapat dikembalikan, dan, pada saat yang sama, ada situasi ketika bahkan gigi terlihat sehat harus diekstrak.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Lebih baik untuk menghapus gigi bungsu karena mereka biasanya menyebabkan masalah.  </span>FAKTA : Jangan ekstrak gigi bungsu Anda sampai Anda telah mulai mengalami masalah nyata dengan mereka.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : kesehatan gigi yang baik dapat diwariskan.</span>  FAKTA :  Faktor tersebut sebagai warisan memainkan peran kecil untuk kesehatan gigi yang baik orang. Aturan utama adalah untuk menjaga kebersihan mulut yang tepat dan mengunjungi dokter gigi Anda secara teratur.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Makan banyak coklat membawa kepada kerusakan gigi.</span>  FAKTA : Tidak, tetapi jika Anda tidak menyikat gigi Anda atau setidaknya berkumur mulut Anda setiap kali setelah makan cokelat, Anda berisiko lebih tinggi untuk mendapatkan kerusakan gigi.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Makan makanan terlalu panas atau terlalu dingin dapat membahayakan gigi saya.</span>  FAKTA : makanan terlalu panas atau terlalu dingin Hanya makan teratur dapat berbahaya untuk gigi dan saraf gigi.</li>
<li><span style="color:#800000;">Mitos : Menggunakan tusuk gigi setelah makan dapat memperlebar kesenjangan antara gigi saya.</span>  FAKTA : Menggunakan tusuk gigi biasa tidak bisa memiliki efek seperti itu, tapi Anda harus sangat berhati-hati ketika menggunakan tusuk gigi karena mereka dapat merusak gusi dan jaringan lunak lainnya di mulut Anda.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Teeth whitening berbahaya karena dapat merusak enamel.</span>  FAKTA : Modern metode pemutihan gigi, termasuk gigi laser whitening atau teknik Air Flow, memiliki efek berbahaya minimal. Namun demikian, kita harus ingat bahwa pemutihan gigi tidak dapat direkomendasikan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang memiliki gigi sensitif, enamel bermasalah, jaringan gigi terbelakang, serta untuk ibu hamil dan menyusui.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Setelah pemutihan gigi prosedur apapun tidak tetap bersinar putih untuk waktu yang lama.</span>  FAKTA : Secara rata-rata, efeknya dapat berlangsung selama sekitar satu tahun atau lebih, tetapi setelah setiap prosedur pemutihan setelah durasi efek biasanya menurun. </li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Hal ini tidak berbahaya untuk memutihkan gigi Anda dengan natrium bikarbonat biasa. </span> FAKTA : Hal ini, sebenarnya, sangat berbahaya, karena natrium bikarbonat kita gunakan untuk memanggang memiliki efek abrasif yang sangat kuat. Jika Anda ingin memutihkan gigi Anda dengan cara yang mudah, gunakan pasta gigi pemutih khusus dengan bikarbonat. pasta gigi tersebut mengandung partikel yang lebih kecil dari bikarbonat dan mereka tidak gigi kerusakan yang banyak.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS :  Tidak perlu dalam mengambil peduli tentang gigi bayi saya karena dalam beberapa tahun mereka akan rontok.  </span>FAKTA : Ini benar-benar salah dari berbagai perspektif. Pertama-tama, jika Anda tidak mengambil peduli tentang gigi dini, mereka mungkin akan jatuh sebelum masalah waktu dan sebab dengan menggigit atau pengembangan yang tidak benar gigi permanen anak Anda. Selain itu, perlu untuk memulai mendidik anak-anak Anda untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut yang baik sejak anak usia dini.</li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS :  Sebaiknya  menghindari wanita hamil, tapi ada beberapa prosedur, seperti sinar-X gigi atau prosedur bedah, yang harus ditunda untuk ibu hamil.</span></li>
<li><span style="color:#800000;">MITOS : Setiap jenis perawatan gigi sangat menyakitkan.</span> FAKTA : Tidak lagi. Advanced teknologi memungkinkan membuat gigi perawatan gigi tidak menyakitkan dengan menggunakan agen anestesi</li>
<li><span style="color:#800000;">Mitos : Obat kumur dapat menghilangkan bau mulut.</span><br />
Fakta : Menurut suatu penelitian yang menguji keefektifan obat kumur yang mengandung essential oil, jumlah bakteri berkurang secara bermakna 12 jam setelah penggunaan. Namun obat kumur hanya efektif dalam jangka waktu yang pendek. Malahan, pemilihan obat kumur harus dilakukan secara hati-hati, karena obat kumur berbahan dasar alkohol justru dapat memperberat bau mulut bila digunakan secara berlebihan, karena kandungan alkohol dapat membuat mulut menjadi kering. Untuk menghilangkan, atau setidaknya mengurangi bau mulut, pembersihan gigi tidak difokuskan ke permukaan gigi saja melainkan ke seluruh permukaan yang ada di dalam rongga mulut. Terutama jaringan lunak seperti lidah dan gusi.</li>
<li><strong><span style="color:#800000;">Mitos : Pencabutan gigi tidak boleh dilakukan pada saat wanita sedang menstruasi.</span><br />
Fakta : </strong>Perubahan hormonal yang dialami wanita turut mempengaruhi keadaan di rongga mulutnya. Saat menstruasi, terjadi perubahan hormonal yaitu peningkatan kadar estrogen dan progesteron yang dapat menyebabkan gusi lebih rentan terhadap peradangan. Meski demikian, pencabutan tetap dapat dilakukan pada saat wanita sedang menstruasi. Untuk menghindari resiko, pencabutan sebaiknya ditunda hingga minggu terakhir siklus menstruasi (hari ke 22-28) di mana kadar estrogen sedang rendah.</li>
<li><strong>Mitos : Bila gigi anak berlubang tidak perlu ditambal karena nanti juga akan digantikan oleh gigi tetap/permanen.</strong><br />
Fakta : Gigi anak yang berlubang tetap harus ditambal, karena gigi yang berlubang dan tidak dirawat dapat menyebabkan infeksi menjalar ke jaringan pendukung gigi. Hal ini akan mempengaruhi gigi permanennya yang sedang dalam tahap tumbuh kembang. Selain itu adanya karies pada gigi anak dapat menyebabkan anak berkurang nafsu makan dan cenderung rewel.</li>
<li>Mitos : Sariawan disebabkan oleh kekurangan vitamin C. <strong>Fakta : Sariawan dalam dunia medis disebut dengan aphtous stomatitis. Penyebab dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun ada banyak faktor yang diyakini berkaitan dalam memicu terjadinya sariawan. Di antaranya adalah alergi makanan, menurunnya sistem imun (kekebalan tubuh), stress, trauma pada jaringan lunak dalam rongga mulut (seperti tergigit yang berulang-ulang), kurang nutrisi, atau disebabkan karena obat-obatan tertentu. Bila sariawan terjadi berulang-ulang dan hilang timbul, maka disebut recurrent aphtous stomatitis (RAS)</strong></li>
<li><strong>Mitos : </strong>Gigi atas yang sakit jika dicabut akan mempengaruhi syaraf mata. Bahkan dapat menyebabkan kebutaan.<br />
Fakta : Syaraf yang mempersyarafi gigi geligi atas berbeda dengan syaraf mata. Bila seseorang sakit gigi karena karies (lubang gigi) pada gigi atas, penjalaran infeksinya memang dapat mencapai pipi hingga mata. Namun pencabutan gigi atas tidak akan menyebabkan kebutaan.</li>
<li><strong>Mitos : Sakit gigi dapat disembuhkan cukup dengan minum obat penghilang rasa sakit (analgesik).</strong><br />
Fakta : Obat “pain killer” hanya membantu untuk menghilangkan rasa sakit sementara, namun infeksi bakteri pada gigi tetap ada dan suatu waktu rasa sakit akan timbul lagi. Maka jika terjadi karies, gigi tersebut harus dirawat. Bila karies belum mencapai jaringan syaraf, gigi masih bisa ditambal. Namun bila jaringan syaraf sudah terekspos, maka gigi sudah tidak bisa langsung ditambal tapi harus dilakukan perawatan saluran akar terlebih dulu.<br />
Tetapi ada juga nyeri gigi yang tidak disebabkan karena infeksi karena rteaksi inflamsi. Gangguan seperti ini mungkin bisa dikurangi dengan pereda nyeri.</li>
<li>Mitos : Gigi tidak perlu dicabut dan boleh dibiarkan saja bila yang tersisa tinggal akarnya saja. Toh, sudah tidak ada keluhan yang dirasakan. <strong>Fakta : </strong>Bila gigi berlubang dibiarkan dan tidak dirawat, lama kelamaan gigi tersebut dapat patah sedikit demi sedikit karena adanya tekanan kunyah. Pada akhirnya, mahkota gigi habis dan yang tersisa tinggal akarnya saja. Biasanya pada gigi tersebut sudah tidak ada keluhan lagi. Namun bukan berati masalah sudah selesai. Akar gigi yang terekspos dengan lingkungan gigi tetap dapat menjadi sumber infeksi. oleh karena itu, biarpun sudah tidak terasa sakit gigi tersebut tetap harus dicabut dan dibuatkan gigi tiruan penggantinya.</li>
<li><strong>Mitos : Anak yang punya kebiasaan menghisap jari giginya bisa maju atau tonggos.</strong><br />
Fakta : Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa kebiasaan thumb sucking pada anak dapat menyebabkan gigi depannya tonggos, tapi bergantung pada beberapa hal. Misalnya, sampai berapa lama anak tersebut terbiasa menghisap jari. Seberapa sering ia menghisap jari dalam sehari dan besarnya tekanan hisap si anak juga dapat mempengaruhi derajat keparahan. Kebiasaan menghisap jari yang bertahan antara 36 dan 48 bulan dapat meningkatkan resiko majunya gigi depan secara signifikan.</li>
<li>Mitos : Bila seseorang sakit gigi lebih baik dicabut daripada ditambal, karena setelah ditambal pun masih bisa sakit lagi. <strong>Fakta : Pencabutan gigi adalah alternatif terakhir, bila perawatan lain sudah tidak mungkin dilakukan. Gigi sebisa mungkin dipertahankan dalam mulut, karena kehilangan satu gigi saja sudah dapat mengurangi efektivitas dalam pengunyahan. Gigi yang hilang sebaiknya diganti dengan gigi tiruan, namun sebaik apapun gigi tiruan masih lebih baik gigi aslinya. Saat ini ilmu dan teknologi di bidang kedokteran gigi telah berkembang pesat. Material kedokteran gigi terus menerus diperbaiki, sehingga hasil tambalan yang baik dan tahan lama dapat dicapai.</strong></li>
<li><strong><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Ibu Hamil Mengkonsumsi Antibiotik</span><br />
FAKATA : Beberapa saran dari dokter untuk kasus-kasus kesehatan tertentu tetap memberikan obat antibiotik dengan dosis rendah yang masih aman bagi kesehatan janin.</strong></strong></li>
<li><strong><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Ibu Hamil Tidak Boleh Merawat Gigi</span><strong><br />
FAKTA : Tidak banyak bukti mendukung pernyataan tersebut. Ibu hamil masih bisa merawat gigi dengan rutin membersihkan gigi dari sisa makanan dan plak di gigi.</strong></strong></strong></li>
<li><strong><strong><span style="color:#800000;"><strong>MITOS : Ibu Hamil Tidak Boleh Memakai Pasta Gigi</strong></span><br />
FAKTA : Justru sangat dianjurkan memakai pasta gigi saat Anda hendak menyikat gigi. Jika ibu hamil ada yang tidak tahan dengan aroma pasta gigi, bisa mengganti dengan pasta gigi lain yang lebih cocok.</strong></strong></li>
<li><strong><strong><span style="color:#800000;">MITOS : Ibu Hamil Tidak Boleh Rontgen Gigi</span><strong><br />
FAKTA : Boleh melakukan rontgen pada bagian mulut saja dan tentu sesuai aturan yang ada dengan jaminan pernyataan yang mendukung sang ibu hamil untuk rontgen gigi. Disarankan menggunakan proteksi atau apron. Untuk ibu hamil sebaiknya tetap menjalankan pemeliharaan gigi secara teratur dan aman. Merawat gigi selama masih dalam keadaan wajar sangat dibutuhkan. Usahakan tidak berlebihan dalam menanggapi mitos-mitos kehamilan yang ada.</strong></strong></strong></li>
<li><strong><strong><span style="color:#800000;"><strong>MITOS : Ibu Hamil Tidak Boleh Cabut Gigi</strong></span><br />
FAKTA : Bagaimana seandainya ibu hamil menderita sakit gigi yang memerlukan penanganan cabut gigi? Apa harus menunggu sampai bayi lahir? Gigi yang rusak dan perlu dicabut, jika mengalami penundaan tindakan akan menjadi peradangan pada mulut. Jika diputuskan dicabut juga akan memicu kontraksi. Sejalan perkembangan dunia medis, tentu sudah ada obat untuk mengatasi kontraksi saat pencabutan gigi.</strong></strong></li>
<li><strong><strong><span style="color:#ff0000;">Mitos : Minuman Olahraga sangat Aman untuk gigi.</span> Fakta : </strong></strong>minuman olahraga bisa merusak gigi. Penelitian menunjukkan bahwa minuman olahraga yang mengandung asam sitrat bisa merusak gigi. Penelitian ini dilakukan dengan merendam gigi selama 90 menit, sebagai simulasi bagi orang yang suka meminum minuman olahraga sepanjang hari. Ternyata lapisan enamel gigi sebagian sudah hilang. Hal ini karena minuman olahraga tersebut bocor hingga ke lapisan bawah enamel, sehingga menyebabkan gigi menjadi lunak dan lemah. Kondisi ini disebut dengan erosi gigi yang bisa mengakibatkan kerusakan dan mudah lepasnya gigi jika tidak segera diobati. Menggosok gigi sesudah mengonsumsi minuman olahraga tidak akan membantu, tapi kemungkinan bisa menyebabkan kerusakan semakin parah. Hal ini karena lapisan enamel gigi menjadi lunak setelah mengonsumsi minuman olahraga, sehingga lebih mudah mengalami abrasi oleh pasta gigi. Untuk mencegah erosi pada gigi, sebaiknya mengonsumsi minuman olahraga secara wajar dan tidak berlebihan. Serta tunggu minimal 30 menit sebelum menggosok gigi, agar lapisan enamel gigi sudah lebih keras. Jika sering mengonsumsi minuman olahraga, berikan penetral asam dan menggunakan pasta gigi yang bisa membantu menguatkan kembali enamel yang lunak tersebut<strong>.</strong></li>
</ol>
<p>Sumber : <a href="http://www.nhs.uk" rel="nofollow">http://www.nhs.uk</a> , Thetruthaboutteeth, <a href="http://www.teethremoval.com/" rel="nofollow">http://www.teethremoval.com/</a>, <a href="http://tips4dentalcare.com" rel="nofollow">http://tips4dentalcare.com</a>, popular myths about dentistry dan berbagai sumber lainnya</p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/kesehatan-gigi-mulut/'>Kesehatan Gigi mulut</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/35-fakta-dan-mitos-tentang-kesehatan-gigi/'>35 Fakta dan Mitos Tentang Kesehatan Gigi</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/fakta-dan-motos-tentang-kesehatan-gigi/'>Fakta dan Motos Tentang Kesehatan Gigi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/875/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/875/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=875&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/07/fakta-dan-motos-tentang-kesehatan-gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://graphics8.nytimes.com/images/2007/10/11/nyregion/11dentist.span.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.womansday.com/var/ezflow_site/storage/images/media/galleries-slideshows/10-tips-for-whiter-teeth/10-tips-for-whiter-teeth/14969-6-eng-US/10-Tips-for-Whiter-Teeth_slideshow_image.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Penatalaksanaan Diabetes Melitus</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/05/penatalaksanaan-diabetes-melitus/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/05/penatalaksanaan-diabetes-melitus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 07:31:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[2b.Penyakit Tersering]]></category>
		<category><![CDATA[2c.Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[7-PENYAKIT DALAM]]></category>
		<category><![CDATA[x.KHUSUS PROFESIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Diabetes Melitus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/05/penatalaksanaan-diabetes-melitus/</guid>
		<description><![CDATA[Penatalaksanaan Diabetes Melitus Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=869&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Penatalaksanaan Diabetes Melitus</strong></span></h2>
<p><img class="alignright" src="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" alt="" width="236" height="192" /></p>
<p>Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. </p>
<p>Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.</p>
<p>Diabetes mellitus oleh masyarakat sering disebut penyakit kencing manis atau penyakit kencing gula adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan gejala berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat dari:</p>
<p>- defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya.<br />
- defisiensi transporter glukosa.<br />
- atau keduanya.</p>
<p>Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.</p>
<p>Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur</p>
<p>Berbagai penyakit, sindrom dan gejala yang dapat terpicu oleh diabetes mellitus, antara lain: Alzheimer, ataxia-telangiectasia, sindrom Down, penyakit Huntington, kelainan mitokondria, distrofi miotonis, penyakit Parkinson, sindrom Prader-Willi, sindrom Werner, sindrom Wolfram, leukoaraiosis, demensia, hipotiroidisme, hipertiroidisme, hipogonadisme, dan lain-lain.</p>
<p>Gejala umum</p>
<p>Gejala hiperglisemia lebih lanjut menginduksi tiga gejala klasik lainnya:</p>
<p>poliuria &#8211; sering buang air kecil<br />
polidipsia &#8211; selalu merasa haus<br />
polifagia &#8211; selalu merasa lapar</p>
<p>Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus</p>
<p>Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 &#8211; 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.</p>
<p>Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :</p>
<p>1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)<br />
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)<br />
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)<br />
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)<br />
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya<br />
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan &amp; kaki<br />
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu<br />
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba<br />
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya<br />
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.</p>
<p>Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.</p>
<p>Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.</p>
<p>penurunan berat badan, seringkali hanya pada diabetes mellitus tipe 1</p>
<p>dan setelah jangka panjang tanpa perawatan memadai, dapat memicu berbagai komplikasi kronis, seperti:</p>
<p>gangguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan,</p>
<p>gangguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal</p>
<p>gangguan kardiovaskular, disertai lesi membran basalis yang dapat diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron, gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom, foot ulcer, amputasi, charcot joint dan disfungsi seksual, dan gejala lain seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria dan hiperosmolar non-ketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma.</p>
<p>rentan terhadap infeksi.</p>
<p>Kata diabetes mellitus itu sendiri mengacu pada gejala yang disebut glikosuria, atau kencing manis, yang terjadi jika penderita tidak segera mendapatkan perawatan.</p>
<p>￼Klasifikasi</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan bentuk diabetes mellitus berdasarkan perawatan dan gejalanya : </p>
<p>Diabetes tipe 1, yang meliputi gejala ketoasidosis hingga rusaknya sel beta di dalam pankreas yang disebabkan atau menyebabkan autoimunitas, dan bersifat idiopatik. Diabetes mellitus dengan patogenesis jelas, seperti fibrosis sistik atau defisiensi mitokondria, tidak termasuk pada penggolongan ini.</p>
<p>Diabetes tipe 2, yang diakibatkan oleh defisiensi sekresi insulin, seringkali disertai dengan sindrom resistansi insulin</p>
<p>Diabetes gestasional, yang meliputi gestational impaired glucose tolerance, GIGT dan gestational diabetes mellitus, GDM. dan menurut tahap klinis tanpa pertimbangan patogenesis, dibuat menjadi:</p>
<p>Insulin requiring for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi peptida-C.</p>
<p>Insulin requiring for control diabetes. Pada tahap ini, sekresi insulin endogenus tidak cukup untuk mencapai gejala normoglicemia, jika tidak disertai dengan tambahan hormon dari luar tubuh.</p>
<p>Not insulin requiring diabetes.</p>
<p>Kelas empat pada tahap klinis serupa dengan klasifikasi IDDM (bahasa Inggris: insulin-dependent diabetes mellitus), sedang tahap kelima dan keenam merupakan anggota klasifikasi NIDDM (bahasa Inggris: non insulin-dependent diabetes mellitus). IDDM dan NIDDM merupakan klasifikasi yang tercantum pada International Nomenclature of Diseases pada tahun 1991 dan revisi ke-10 International Classification of Diseases pada tahun 1992.</p>
<p>Klasifikasi Malnutrion-related diabetes mellitus, MRDM, tidak lagi digunakan oleh karena, walaupun malnutrisi dapat mempengaruhi ekspresi beberapa tipe diabetes, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa malnutrisi atau defisiensi protein dapat menyebabkan diabetes. Subtipe MRDM; Protein-deficient pancreatic diabetes mellitus, PDPDM, PDPD, PDDM, masih dianggap sebagai bentuk malnutrisi yang diinduksi oleh diabetes mellitus dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Sedangkan subtipe lain, Fibrocalculous pancreatic diabetes, FCPD, diklasifikasikan sebagai penyakit pankreas eksokrin pada lintasan fibrocalculous pancreatopathy yang menginduksi diabetes mellitus.</p>
<p>Klasifikasi Impaired Glucose Tolerance, IGT, kini didefinisikan sebagai tahap dari cacat regulasi glukosa, sebagaimana dapat diamati pada seluruh tipe kelainan hiperglisemis. Namun tidak lagi dianggap sebagai diabetes.</p>
<p>Klasifikasi Impaired Fasting Glycaemia, IFG, diperkenalkan sebagai simtoma rasio gula darah puasa yang lebih tinggi dari batas atas rentang normalnya, tetapi masih di bawah rasio yang ditetapkan sebagai dasar diagnosa diabetes.</p>
<p></b>￼Penyebab</p>
<p>Kemungkinan induksi diabetes tipe 2 dari berbagai macam kelainan hormonal, seperti hormon sekresi kelenjar adrenal, hipofisis dan tiroid merupakan studi pengamatan yang sedang laik daun saat ini. Sebagai contoh, timbulnya IGT dan diabetes mellitus sering disebut terkait oleh akromegali dan hiperkortisolisme atau sindrom Cushing.</p>
<p>Hipersekresi hormon GH pada akromegali dan sindrom Cushing sering berakibat pada resistansi insulin, baik pada hati dan organ lain, dengan simtoma hiperinsulinemia dan hiperglisemia, yang berdampak pada penyakit kardiovaskular dan berakibat kematian.</p>
<p>GH memang memiliki peran penting dalam metabolisme glukosa dengan menstimulasi glukogenesis dan lipolisis, dan meningkatkan kadar glukosa darah dan asam lemak. Sebaliknya, insulin-like growth factor 1 (IGF-I) meningkatkan kepekaan terhadap insulin, terutama pada otot lurik. Walaupun demikian, pada akromegali, peningkatan rasio IGF-I tidak dapat menurunkan resistansi insulin, oleh karena berlebihnya GH.</p>
<p>Terapi dengan somatostatin dapat meredam kelebihan GH pada sebagian banyak orang, tetapi karena juga menghambat sekresi insulin dari pankreas, terapi ini akan memicu komplikasi pada toleransi glukosa.</p>
<p>Sedangkan hipersekresi hormon kortisol pada hiperkortisolisme yang menjadi penyebab obesitas viseral, resistansi insulin, dan dislipidemia, mengarah pada hiperglisemia dan turunnya toleransi glukosa, terjadinya resistansi insulin, stimulasi glukoneogenesis dan glikogenolisis. Saat bersinergis dengan kofaktor hipertensi, hiperkoagulasi, dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.</p>
<p>Hipersekresi hormon juga terjadi pada kelenjar tiroid berupa tri-iodotironina dengan hipertiroidisme yang menyebabkan abnormalnya toleransi glukosa.</p>
<p>Pada penderita tumor neuroendokrin, terjadi perubahan toleransi glukosa yang disebabkan oleh hiposekresi insulin, seperti yang terjadi pada pasien bedah pankreas, feokromositoma, glukagonoma dan somatostatinoma.</p>
<p>Hipersekresi hormon ditengarai juga menginduksi diabetes tipe lain, yaitu tipe 1. Sinergi hormon berbentuk sitokina, interferon-gamma dan TNF-α, dijumpai membawa sinyal apoptosis bagi sel beta, baik in vitro maupun in vivo. Apoptosis sel beta juga terjadi akibat mekanisme Fas-FasL, dan/atau hipersekresi molekul sitotoksik, seperti granzim dan perforin; selain hiperaktivitas sel T CD8- dan CD4-.</p>
<p>￼<b>Diabetes mellitus tipe 1</p>
<p>Diabetes mellitus tipe 1, diabetes anak-anak (childhood-onset diabetes, juvenile diabetes, insulin-dependent diabetes mellitus, IDDM) adalah diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.<br />
Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. </p>
<p>Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah/kadar gula dalam darah dan insulin dibutuhkan untuk merubah (memproses) karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi yang diperlukan tubuh manusia. Hormon insulin berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah.</p>
<p>Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus</p>
<p>Tanda awal yang dapat diketahui bahwa seseorang menderita DM atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek peningkatan kadar gula darah, dimana peningkatan kadar gula dalam darah mencapai nilai 160 &#8211; 180 mg/dL dan air seni (urine) penderita kencing manis yang mengandung gula (glucose), sehingga urine sering dilebung atau dikerubuti semut.</p>
<p>Penderita kencing manis umumnya menampakkan tanda dan gejala dibawah ini meskipun tidak semua dialami oleh penderita :</p>
<p>1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)<br />
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)<br />
3. Lapar yang berlebihan atau makan banyak (Polyphagia)<br />
4. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)<br />
5. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya<br />
6. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan &amp; kaki<br />
7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu<br />
8. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba<br />
9. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya<br />
10.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.</p>
<p>Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri bahkan memasuki tahapan koma. Gejala kencing manis dapat berkembang dengan cepat waktu ke waktu dalam hitungan minggu atau bulan, terutama pada seorang anak yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 1.</p>
<p>Lain halnya pada penderita diabetes mellitus tipe 2, umumnya mereka tidak mengalami berbagai gejala diatas. Bahkan mereka mungkin tidak mengetahui telah menderita kencing manis.</p>
<p>Tipe Penyakit Diabetes Mellitus</p>
<p>Diabetes tipe 1 adalah diabetes yang bergantung pada insulin dimana tubuh kekurangan hormon insulin,dikenal dengan istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Hal ini disebabkan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas. Diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada balita, anak-anak dan remaja. </p>
<p>Sampai saat ini, Diabetes Mellitus tipe 1 hanya dapat di obati dengan pemberian therapi insulin yang dilakukan secara terus menerus berkesinambungan. Riwayat keluarga, diet dan faktor lingkungan sangat mempengaruhi perawatan penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diebetes tipe 1 haruslah diperhatikan pengontrolan dan memonitor kadar gula darahnya, sebaiknya menggunakan alat test gula darah. Terutama pada anak-anak atau balita yang mana mereka sangat mudah mengalami dehidrasi, sering muntah dan mudah terserang berbagai penyakit.</p>
<p>Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.</p>
<p>Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.</p>
<p>Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian insulin melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24 jam sehari pada tingkat dosis yang telah ditentukan, juga dimungkinkan pemberian dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui &#8220;inhaled powder&#8221;.</p>
<p>Perawatan diabetes tipe 1 harus berlanjut terus. Perawatan tidak akan mempengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l). </p>
<p>Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l) untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah, seperti &#8220;frequent hypoglycemic events&#8221;.[rujukan?] Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l) seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu sering sehingga menyebabkan dehidrasi. Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis. Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hipoglisemia, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.</p>
<p>￼Diabetes mellitus tipe 2</b></p>
<p>Diabetes mellitus tipe 2 (bahasa Inggris: adult-onset diabetes, obesity-related diabetes, non-insulin-dependent diabetes mellitus, NIDDM) merupakan tipe diabetes mellitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati. Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia.</p>
<p>Pada NIDDM ditemukan ekspresi SGLT1 yang tinggi, rasio RBP4 dan hormon resistin yang tinggi, peningkatan laju metabolisme glikogenolisis dan glukoneogenesis pada hati, penurunan laju reaksi oksidasi dan peningkatan laju reaksi esterifikasi pada hati.</p>
<p>NIDDM juga dapat disebabkan oleh dislipidemia, lipodistrofi,dan sindrom resistansi insulin.</p>
<p>Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.</p>
<p>Hiperglisemia dapat diatasi dengan obat anti diabetes yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulin pun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan.</p>
<p>Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun obesitas sentral diketahui sebagai faktor predisposisi terjadinya resistensi terhadap insulin, dalam kaitan dengan pengeluaran dari adipokines ( nya suatu kelompok hormon) itu merusak toleransi glukosa.</p>
<p>Obesitas ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia dikembangkan diagnosis dengan jenis 2 kencing manis. </p>
<p>Faktor lain meliputi mengeram dan sejarah keluarga, walaupun di dekade yang terakhir telah terus meningkat mulai untuk mempengaruhi anak remaja dan anak-anak.</p>
<p>Diabetes tipe 2 dapat terjadi tanpa ada gejala sebelum hasil diagnosis. </p>
<p>Diabetes tipe 2 adalah dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.</p>
<p>Ada beberapa teori yang mengutarakan sebab terjadinya resisten terhadap insulin, diantaranya faktor kegemukan (obesitas). Pada penderita diabetes tipe 2, pengontrolan kadar gula darah dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti diet, penurunan berat badan, dan pemberian tablet diabetik. Apabila dengan pemberian tablet belum maksimal respon penanganan level gula dalam darah, maka obat suntik mulai dipertimbangkan untuk diberikan</p>
<p>Diabetes tipe 2 biasanya, awalnya, diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (olahraga), diet (umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan. Ini dapat memugar kembali kepekaan hormon insulin, bahkan ketika kerugian berat/beban adalah rendah hati,, sebagai contoh, di sekitar 5 kg ( 10 sampai 15 lb), paling terutama ketika itu ada di deposito abdominal yang gemuk. Langkah yang berikutnya, jika perlu,, perawatan dengan lisan [antidiabetic drugs. Ketika  produksi hormon insulin adalah pengobatan pada awalnya tak terhalang, sering yang digunakan di kombinasi tetap digunakan untuk meningkatkan produksi hormon insulin (sulfonylureas) dan mengatur pelepasan/release yang tidak sesuai tentang glukosa oleh hati ( dan menipis pembalasan hormon insulin sampai taraf tertentu (metformin), dan pada hakekatnya menipis pembalasan hormon insulin (thiazolidinediones). Jika ini gagal, ilmu pengobatan hormon insulin akan jadilah diperlukan untuk memelihara normal atau dekat tingkatan glukosa yang normal. Suatu cara hidup yang tertib tentang cek glukosa darah direkomendasikan dalam banyak kasus, paling terutama sekali dan perlu ketika mengambil kebanyakan pengobatan.</p>
<p>Sebuah zat penghambat dipeptidyl peptidase 4 yang disebut sitagliptin, baru-baru ini diperkenankan untuk digunakan sebagai pengobatan diabetes mellitus tipe 2. Seperti zat penghambat dipeptidyl peptidase 4 yang lain, sitagliptin akan membuka peluang bagi perkembangan sel tumor maupun kanker.</p>
<p>Sebuah fenotipe sangat khas ditunjukkan oleh NIDDM pada manusia adalah defisiensi metabolisme oksidatif di dalam mitokondria pada otot lurik.</p>
<p>Sebaliknya, hormon tri-iodotironina menginduksi biogenesis di dalam mitokondria dan meningkatkan sintesis ATP sintase pada kompleks V, meningkatkan aktivitas sitokrom c oksidase pada kompleks IV, menurunkan spesi oksigen reaktif, menurunkan stres oksidatif, sedang hormon melatonin akan meningkatkan produksi ATP di dalam mitokondria serta meningkatkan aktivitas respiratory chain, terutama pada kompleks I, III dan IV. Bersama dengan insulin, ketiga hormon ini membentuk siklus yang mengatur fosforilasi oksidatif mitokondria di dalam otot lurik. Di sisi lain, metalotionein yang menghambat aktivitas GSK-3beta akan mengurangi risiko defisiensi otot jantung pada penderita diabetes.<br />
Simtoma yang terjadi pada NIDDM dapat berkurang dengan dramatis, diikuti dengan pengurangan berat tubuh, setelah dilakukan bedah bypass usus. Hal ini diketahui sebagai akibat dari peningkatan sekresi hormon inkretin, namun para ahli belum dapat menentukan apakah metoda ini dapat memberikan kesembuhan bagi NIDDM dengan perubahan homeostasis glukosa.</p>
<p>Pada terapi tradisional, flavonoid yang mengandung senyawa hesperidin dan naringin, diketahui menyebabkan:</p>
<p>peningkatan mRNA glukokinase,</p>
<p>peningkatan ekspresi GLUT4 pada hati dan jaringan</p>
<p>peningkatan pencerap gamma proliferator peroksisom</p>
<p>peningkatan rasio plasma hormon insulin, protein C dan leptin</p>
<p>penurunan ekspresi GLUT2 pada hati</p>
<p>penurunan rasio plasma asam lemak dan kadar trigliserida pada hati</p>
<p>penurunan rasio plasma dan kadar kolesterol dalam hati, antara lain dengan menekan 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme reductase, asil-KoA, kolesterol asiltransferase penurunan oksidasi asam lemak di dalam hati dan aktivitas karnitina palmitoil, antara lain dengan mengurangi sintesis glukosa-6 fosfatase dehidrogenase dan fosfatidat fosfohidrolase</p>
<p>meningkatkan laju lintasan glikolisis dan/atau menurunkan laju lintasan glukoneogenesis sedang naringin sendiri, menurunkan transkripsi mRNA fosfoenolpiruvat karboksikinase dan glukosa-6 fosfatase di dalam hati.</p>
<p>Hesperidin merupakan senyawa organik yang banyak ditemukan pada buah jenis jeruk, sedang naringin banyak ditemukan pada buah jenis anggur.</p>
<p>￼<b>Diabetes mellitus tipe 3</p>
<p>Diabetes mellitus gestasional (gestational diabetes, insulin-resistant type 1 diabetes, double diabetes, type 2 diabetes which has progressed to require injected insulin, latent autoimmune diabetes of adults, type 1.5&#8243; diabetes, type 3 diabetes, LADA) atau diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya. GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.</p>
<p>Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan secara penuh bisa perlakukan tetapi, tidak diperlakukan, boleh menyebabkan permasalahan dengan kehamilan, termasuk macrosomia (kelahiran yang tinggi menimbang), janin mengalami kecacatan dan menderita penyakit jantung sejak lahir. Penderita memerlukan pengawasan secara medis sepanjang kehamilan.</p>
<p>Resiko Fetal/Neonatal yang dihubungkan dengan GDM meliputi keanehan sejak lahir seperti berhubungan dengan jantung, sistem nerves yang pusat, dan bentuk cacad otot. Yang ditingkatkan hormon insulin hal-hal janin boleh menghalangi sindrom kesusahan dan produksi surfactant penyebab hal-hal janin yang berhubung pernapasan. Hyperbilirubinemia boleh diakibatkan oleh pembinasaan sel darah yang merah. Di kasus yang menjengkelkan, perinatal kematian boleh terjadi, paling umum sebagai hasil kelimpahan placental yang lemah dalam kaitan dengan perusakan vaskuler. Induksi mungkin ditandai dengan dikurangi placental fungsi. Bagian Cesarean mungkin dilakukan jika ditandai kesusahan hal-hal janin atau suatu ditingkatkan risiko dari kerusakan dihubungkan dengan macrosomia, seperti bahu dystocia.</p>
<p></b><br />
￼Komplikasi</p>
<p>Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.</p>
<p>￼Ketoasidosis diabetikum</p>
<p>Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam. Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakaan atau penyakit yang serius. Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala selama beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering kencing dan haus. Jarang terjadi ketoasidosis.</p>
<p>Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.</p>
<p>￼Hipoglikemi</p>
<p>￼Penanganan<b></p>
<p>Pengobatan dan Penanganan Penyakit Diabetes</p>
<p>Penderita diabetes tipe 1 umumnya menjalani pengobatan therapi insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) yang berkesinambungan, selain itu adalah dengan berolahraga secukupnya serta melakukan pengontrolan menu makanan (diet).</p>
<p>Pada penderita diabetes mellitus tipe 2, penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula dalam darah adalah menjadi kunci program pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Jika hal ini tidak mencapai hasil yang diharapkan, maka pemberian obat tablet akan diperlukan. Bahkan pemberian suntikan insulin turut diperlukan bila tablet tidak mengatasi pengontrolan kadar gula darah.<br />
Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis ganda, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan.</p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2b-penyakit-tersering/'>2b.Penyakit Tersering</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2c-penyakit-berbahaya/'>2c.Penyakit Berbahaya</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7-penyakit-dalam/'>7-PENYAKIT DALAM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-khusus-profesional/'>x.KHUSUS PROFESIONAL</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/penanganan-diabetes-melitus/'>Penanganan Diabetes Melitus</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/869/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/869/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=869&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/05/penatalaksanaan-diabetes-melitus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mitos dan Cara Pendidikan Seks Pada anak dan Remaja</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/mitos-dan-cara-pendidikan-seks-pada-anak-dan-remaja/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/mitos-dan-cara-pendidikan-seks-pada-anak-dan-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 10:11:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[9E.SEXUOLOGI]]></category>
		<category><![CDATA[Mitos dan Cara Pendidikan Seks Pada anak dan Remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/mitos-dan-cara-pendidikan-seks-pada-anak-dan-remaja/</guid>
		<description><![CDATA[Cimm Menghadapi masa depannya pengetahuan dan informasi tentang seks sangat penting diiketahui oleh generasi muda. Tetapi anak-anak dan remaja rentan terhadap kesalahan informasi tentang pengetahuan seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang benar, mereka akan percaya akan mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan dari orangtua, guru atau sumber informasi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=865&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Cimm</strong></span></h2>
<p><img class="alignright" src="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" alt="" width="236" height="192" /></p>
<p>Menghadapi masa depannya pengetahuan dan informasi tentang seks sangat penting diiketahui oleh generasi muda. Tetapi anak-anak dan remaja rentan terhadap kesalahan informasi tentang pengetahuan  seks. Jika tidak mendapatkan pendidikan seks yang benar, mereka akan percaya akan  mitos-mitos tentang seks yang tidak benar. Informasi tentang seks sebaiknya didapatkan dari orangtua, guru atau sumber informasi yang benar.</p>
<p>Pergaulan bebas dan seks bebas saat ini menjadi ancaman generasi muda.  Polusi pornografi tampaknya tengah meracuni generasi digital saat ini melalui HP, Internet dan gadget digital lainnya. Tampaknya faktor pendidikan seks kepada anak dan remaja adalah salah satu faktor penting untuk pencegahannya.</p>
<p>Pendidikan seks adalah suatu istilah digunakan untuk menjelaskan pendidikan mengenai anatomi seksual, pembiakan seksual, perhubungan seks, dan aspek-aspek lain kelakuan seksual manusia. Lebih umum untuk pendidikan seks adalah ibu bapa, guru sekolah, dan petugas kesehatan.</p>
<p>Pendidikan seks bertujuan memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik, mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja. Pendidikan yang tepat akan mengurangi  ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran, tuntutan dan tanggungjawab)<br />
Pendidikan seks yang baik harus memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya.</p>
<p>Pendidikan Seks Sejak Dini<br />
</b></p>
<p>Kontroversi timbul ketika diajukan pertanyaa kapan sebaiknya pendidikan seks diberikan.  Berbagai pendapat pasti akan mengatakan nanti. Tunggu sudah dewasa, sebagian lain mengatakan sebaiknya sejak usia anak. Tampaknya pilihan utama untuk memberikan pendidikan seks adalah sejak dini harus lebih dipertimbangkan.  Pendidikan seks ternyata dapat  dimulai bahkan sejak anak masih balita.</p>
<p>Jika memberikan pendidikan seks pada saat anak mulai memasuki usia remaja, maka itu sudah terlambat. Karena di zaman di mana informasi mudah didapat dari Internet dan teman sebaya, maka saat anak usia remaja mereka telah mengetahui lebih banyak tentang seks dan kemungkinan besar dari sudut pandang yang salah<br />
Penelitian menunjukkan, bahwa pendidikan seks sejak dini akan menghindari kehamilan di luar pernikahan saat anak-anak bertumbuh menjadi remaja dan saat dewasa kelak. Tidak perlu tabu membicarakan seks dalam keluarga. Karena anak Anda perlu mendapatkan informasi yang tepat dari orang tuanya, bukan dari orang lain tentang seks.</p>
<p>Rasa ingin tahu yang besar pada anak dan remaja, akan selalu berusaha mencari hal yang ditabukan pada usianya. Bila  anak tidak dibekali pendidikan seks, maka anak tersebut akan mencari jawaban dari orang lain, dan akan lebih menakutkan jika informasi seks didapatkan dari sumber yang tidak benar  atau Internet yang informasinya bisa jadi salah. Karena itu, lindungi anak-anak Anda sejak dini dengan membekali mereka pendidikan mengenai seks dengan cara yang tepat.</p>
<p><b>Mitos Tentang Pendidikan Seks</p>
<p>Mitos:</b> Mengajarkan tentang alat kontrasepsi akan mendorong para pelajar aktif secara seksual dan meningkatkan angka kehamilan pada remaja.<br />
<b>Fakta: Para ahli yang telah mempelajari isu ini menyimpulkan, pendidikan tentang seks dan HIV/AIDS yang komprehensif, termasuk program ketersediaan kondom, tidak menambah aktivitas seksual, tetapi justru efektif dalam mengurangi perilaku seksual berisiko tinggi di antara para remaja. </p>
<p>Mitos: </b>Kerap terjadi kegagalan alat kontrasepsi, sehingga kita lebih baik mengajari para remaja untuk bersikap menghindarinya.<br />
<b>Fakta: Kontrasepsi modern sangatlah efektif, asalkan memilih jenis yang benar-benar cocok dan digunakan secara benar. Rata-rata kehamilan pada perempuan yang menggunakan suatu jenis pil sekitar 0,03 persen, sementara yang memakai kondom untuk perempuan sekitar 21 persen, dan yang tanpa KB sekitar 85 persen. Bandingkanlah. </p>
<p><b><br />
Mitos: Alat kontrasepsi tidak menangkal HIV dan infeksi menular seksual lainnya.<br />
Fakta:</b> Memang hanya kondom yang dalam memberikan perlindungan yang signifikan terhadap penularan infeksi seksual, termasuk HIV. Itu sebabnya para remaja sebaiknya mendapat pendidikan yang benar mengenai kondom.</p>
<p>Mitos:</b> Kondom memiliki angka rata-rata kegagalan yang tinggi.<br />
<b>Fakta: The National Institutes of Health (TNIH) menjelaskan, kondom sangat efektif untuk menangkal penularan HIV dan mencegah kehamilan. TNIH juga melaporkan, studi laboratorium memperlihatkan bahwa kondom mampu mencegah penyakit akibat infeksi menular seksual yang lain seperti gonorea, klamidia, dan trichomonasiasi. </p>
<p><b>Mitos: Kondom tidak dapat melindungi kita dari HPV (Human papillomavirus).<br />
Fakta:</b> Kondom memang tidak dapat menangkal infeksi virus pada bagian tubuh yang tidak tertutup kondom. Namun, TNIH melaporkan, penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan HPV, misalnya kanker serviks. Penyakit jenis ini dapat dicegah dengan penggunaan kondom secara konsisten dan efektif, serta deteksi dini HPV melalui pemeriksaan pap smear. </p>
<p>Mitos:</b> Kondom tidak efektif untuk mencegah penularan HIV.<br />
<b>Fakta: TNIH mengonfirmasikan bahwa kondom merupakan alat kesehatan masyarakat yang efektif untuk melawan infeksi HIV. Studi lain di Eropa yang disebut pasangan HIV-serodiscordant (pasangan di mana salah satunya sudah terinfeksi HIV dan yang satu sehat), menunjukkan tidak terjadi penularan pada pasangan yang sehat, di antara 124 pasangan yang menggunakan kondom setiap kali mereka berhubungan seks. Pada pasangan yang tidak secara konsisten menggunakan kondom, sekitar 12 persen terjadi penularan pada pasangan yang sebelumnya tidak terinfeksi.</p>
<p>Mitos:</b> Pendidikan seks hanya perlu diberikan pada orang yang mau menikah.<br />
<b>Fakta: Menurut sebuah penelitian, sikap seperti itu tidak bakal menunda aktivitas seksual di kalangan remaja. Justru pemahaman yang sangat sedikit dan keliru tentang seksualitas memudahkan banyak remaja terjerumus ke dalam perilaku seks tidak sehat. </p>
<p>Mitos<b>: Pendidikan seks mendorong para pelajar menjadi aktif secara seksual.<br />
Fakta</b>: Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengevaluasi 47 program di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Dalam 15 studi, pendidikan seks dan HIV/AIDS menambah aktivitas seksual dan tingkat kehamilan serta infeksi menular seksual.  Namun, 17 studi lain menunjukkan, pendidikan seks dan HIV/AIDS menunda aktivitas seksual, mengurangi jumlah pasangan seksual, juga mengurangi tingkat kejadian infeksi menular seksual serta kehamilan yang tak direncanakan. </p>
<p>Beberapa Cara Pendidikan Seks<br />
<b></p>
<p>Kecangguangan dalam pendidikan seks ini akan terjadi apada orang tua dan anak. Hal ini terjadi karena wilayah seks sering dianggap tabu dan tidak layak dibicarakan. Orangtua kadang bersikap canggung dalam menyampaikan. Sedangkan anak terasa malu dalam mendengarnya.<br />
Sehingga dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab, terbuka dari hati ke hati antara orangtua dan anak. Hal ini akan lebih mudah diciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengan anak laki-lakinya, sekalipun tidak ditutup kemungkinan dapat terwujud bila dilakukan antara ibu dengan anak laki-lakinya atau bapak dengan anak perempuannya. Cara menyampaikannya harus wajar dan sederhana, jangan terlihat canggung atau malu.</p>
<p>Jenis dan cara pendidikan seks tergantung usia anak. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun  belum perlu menerangkan secara lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam hubungan kelamin, karena perkembangan dari seluruh aspek kepribadiannya memang belum mencapai tahap kematangan untuk dapat menyerap uraian yang mendalam mengenai masalah tersebut.</p>
<p>Pendidikan seksual harus diberikan secara pribadi dengan lingkungan tersendiri yang memperhatikan kondisi psikologis anak agar tidak malu-malu dalam menerimanya,  Dengan pendekatan pribadi maka cara dan isi uraian dapat disesuaikan dengan keadaan khusus anak.</p>
<p>Lakukan  pendidikan seksual secara bertahap dan berkesinambungan.  Selain itu juga perlu untuk mengetahui seberapa jauh sesuatu pengertian baru dapat diserap oleh anak, juga perlu untuk mengingatkan dan memperkuat apa yang telah diketahui agar benar-benar menjadi bagian dari pengetahuannya</p>
<p></b>Jenis Pendidikan Seks sesuai tahapan usia</p>
<p></b>Balita (1-5 tahun)</p>
<p>Pada usia ini, Anda bisa mulai menanamkan pendidikan seks. Caranya cukup mudah, yaitu dengan mulai memperkenalkan kepada si kecil organ-organ seks miliknya secara singkat. Tidak perlu memberi penjelasan detail karena rentang waktu atensi anak biasanya pendek.</p>
<p>Misalnya saat memandikan si kecil, Anda bisa memberitahu berbagai organ tubuh anak, seperti rambut, kepala, tangan, kaki, perut, dan jangan lupa penis dan vagina atau vulva. Lalu terangkan perbedaan alat kelamin dari lawan jenisnya, misalnya jika si kecil memiliki adik yang berlawanan jenis.</p>
<p>Selain itu, tandaskan juga bahwa alat kelamin tersebut tidak boleh dipertontonkan dengan sembarangan, dan terangkan juga jika ada yang menyentuhnya tanpa diketahui orang tua, maka si kecil harus berteriak keras-keras dan melapor kepada orang tuanya. Dengan demikian, anak-anak Anda bisa dilindungi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual terhadap anak.</p>
<p><b><br />
Usia 3-10 tahun</p>
<p>Pada usia ini, anak biasanya mulai aktif bertanya tentang seks. Misalnya anak akan bertanya dari mana ia berasal. Atau pertanyaan yang umum seperti bagaimana asal-usul bayi. Jawaban-jawaban yang sederhana dan terus terang biasanya efektif.</p>
<p>Contoh 1: &#8220;Bayi berasal dari mana?&#8221; Anda bisa menjawab dari perut ibu. Atau Anda bisa tunjukkan seorang ibu yang sedang hamil dan menunjukkan lokasi bayi di perut ibu tersebut.</p>
<p>Contoh 2 : &#8220;Bagaimana bayi keluar dari perut Ibu?&#8221; Anda bisa menjawab bayi keluar dari lubang vagina atau vulva supaya bisa keluar dari perut ibu.</p>
<p>Contoh 3  &#8220;Mengapa bayi bisa ada di perut?&#8221; Anda bisa menjawab bahwa bayi di perut ibu karena ada benih yang diberikan oleh ayah kepada ibu. Caranya adalah ayah memasukkan benih tersebut menggunakan penis dan melalui vagina dari ibu. Itu yang dinamakan hubungan seks, dan itu hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah menikah.</p>
<p></b>Usia Menjelang Remaja<br />
Saat anak semakin berkembang, mulai saatnya Anda menerangkan mengenai haid, mimpi basah, dan juga perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada seorang remaja. Anda bisa terangkan bahwa si gadis kecil akan mengalami perubahan bentuk payudara, atau terangkan akan adanya tumbuh bulu-bulu di sekitar alat kelaminnya.</p>
<p><b>Usia Remaja<br />
Pada saat ini, seorang remaja akan mengalami banyak perubahan secara seksual. Anda perlu lebih intensif menanamkan nilai moral yang baik kepadanya. Berikan penjelasan mengenai kerugian seks bebas seperti penyakit yang ditularkan dan akibat-akibat secara emosi</p>
<p>dari berbagai sumber</p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                            </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9e-sexuologi/'>9E.SEXUOLOGI</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/mitos-dan-cara-pendidikan-seks-pada-anak-dan-remaja/'>Mitos dan Cara Pendidikan Seks Pada anak dan Remaja</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/865/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/865/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=865&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/mitos-dan-cara-pendidikan-seks-pada-anak-dan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ciptakan Anak Indonesia Yang Suka Membaca</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/ciptakan-anak-indonesia-yang-suka-membaca/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/ciptakan-anak-indonesia-yang-suka-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:42:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[x.Tips Aman dan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Ciptakan Anak Indonesia Yang Suka Membaca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=862</guid>
		<description><![CDATA[Ciptakan Anak Indonesia Yang Suka Membaca Membaca adalah kegiatan yang dapat membuka wawasan, pola pikir, pengetahuan dan informasi yang ada di dalam kehidupan manusia. Namun sayangnya minat baca anak semakin berkurang dengan mulai tergerusnya hal itu dengan adanya kemajuan elektronik seperti handphone, game, internet dan televisi. Sebagian besar aktifitas belajar anak dihabiskan untuk kegiatan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=862&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Ciptakan Anak Indonesia Yang Suka Membaca</strong></span></h2>
<p><img class="alignright" src="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" alt="" width="236" height="192" /></p>
<p><strong>Membaca adalah kegiatan yang dapat membuka wawasan, pola pikir, pengetahuan dan informasi yang ada di dalam kehidupan manusia. Namun sayangnya minat baca anak semakin berkurang dengan mulai tergerusnya hal itu dengan adanya kemajuan elektronik seperti handphone, game, internet dan televisi. Sebagian besar aktifitas belajar anak dihabiskan untuk kegiatan yang tidak menambah edukasi dan wawasan pada anak.</strong></p>
<p>Salah satu penelitian yang mengungkap lemahnya kemampuan siswa<br />
adalah penelitian Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), yaitu studi internasional dalam bidang membaca pada anak-anak di seluruh dunia yg disponsori oleh The International Association for the Evaluation Achievement. Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata anak Indonesia berada pada urutan keempat dari bawah dari 45 negara di dunia.</p>
<p><strong>Proses Membaca</strong><br />
<strong><br />
</strong>Membaca sebetulnya merupakan kegiatan membunyikan kata-kata yang tersaji dalam bentuk teks. Jika seorang anak yang masih sangat muda sudah dapat mengarahkan pandangannya pada bacaan dari kiri ke kanan, berarti ia telah memahami arah membaca, serta mengetahui bahwa teks tersebut memiliki arti atau pesan tersendiri (Byrnes, 2001). Pendapat  ini tentu hanya valid untuk negara-negara yang orientasi membacanya dimulai dari kiri ke kanan, dan tidak valid untuk negara dengan orientasi membaca yang lain, seperti Arab atau Jepang. Adapun definisi membaca secara ilmiah menurut salah satu tokoh yang bernama Snow adalah: suatu proses pemberian makna pada materi yang tercetak, dengan menggunakan pengetahuan tentang huruf-huruf tertulis dan susunan suara dari bahasa oral untuk mendapatkan pengertian.</p>
<p>Dari beberapa definisi di atas, tampak bahwa membaca membutuhkan pemahaman dari apa yang tertulis. Secara lebih rinci, proses membaca merupakan proses yang kompleks, mulai dari melihat bentuk-bentuk alfabet, memaknai, dan mencoba memahaminya melalui berbagai proses berpikir, seperti analisis dan sintesis. Semua kegiatan tersebut melibatkan pengalaman masa lalu dan kerangka berpikir (mindset) yang telah dipelajari agar dapat diperoleh sebuah pemahaman.</p>
<p><strong>Kemampuan Membaca</strong></p>
<p>Kemampuan membaca yang baik dan benar, sangat penting peranannya dalam membantu anak mempelajari berbagai hal. Melalui aktivitas membaca yang baik dan benar, anak akan mampu mengambil intisari dari bahan bacaannya. Dengan demikian, anak bisa mendapatkan sesuatu dari aktivitas membaca yang ia lakukan.</p>
<p>Semakin banyak intisari yang bisa dipahami dari bahan bacaannya, maka semakin banyak pula pengetahuan yang anak peroleh. Banyaknya pengetahuan ini tentu akan sangat membantu si anak dalam menjalani hari-harinya kemudian. Kemampuan nalar (reasoning) anak, juga akan berkembang dengan pesat ketika ia berhasil mendapatkan informasi melalui bahan bacaannya. Pada tingkatan yang lebih luas, tantangan abad ke-21 mensyaratkan individu mampu memilah dan mengkritisi informasi. Generasi muda yang tak mampu membaca dengan baik dan benar, tentunya akan mengakibat lemahnya kualitas SDM yang akan sulit berkompetisi dengan generasi muda dari negara-negara lain.</p>
<p>Sampai di sini jelaslah bahwa peran kemampuan membaca anak sangat penting bagi keberhasilan diri sendiri, bahkan bisa mempengaruhi kemajuan negara. Tidak semua anak mampu melakukan aktivitas membaca dengan baik dan benar. Penelitian yang dilakukan Tim Program of International Student Assessment (PISA) Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional RI menunjukkan bahwa kemahiran membaca anak usia 15 tahun di Indonesia sangat memprihatinkan.</p>
<p>Sekitar 37,6% dari mereka hanya bisa membaca tanpa bisa menangkap maknanya, dan sebanyak 24,8% hanya bisa mengaitkan teks yang dibaca dengan satu informasi pengetahuan</p>
<h2><strong><br />
<span style="color:#ff0000;">Beberapa strategi Agar Anak dapat gemar membaca </span></strong></h2>
<ul>
<li><strong> </strong><strong>Kunjungi Rutin Toko Buku<br />
Bila jalan-jalan ke mall, usahakan selalu ajak anak ke toko buku agar mereka dapat memilih sendiri buku apa yang ingin mereka baca. Berlah target minimal untuk membeli satu buku setiap kunjungan Berilah teladan<br />
Teladan dari orangtua adalah pelajaran berharga bagi anak untuk mengikuti hal positif dari orangtuaBerlangganan Koran dan Majalah<br />
Berlanggananlah koran atau majalah anak, ilmu pengetahuan dan media lain yang memberikan edukasi dan pengetahuan yang baik bagi anak.</strong></li>
<li><strong>Beri Buku Menarik<br />
Coba berikanlah buku menarik kepada anak, bukan tentang kegiatan atau hal-hal yang bisa mereka temui setiap harinya, melainkan cerita dari zaman atau waktu yang berbeda. Bila anak sudah mulai menemukan cerita yang disukai, mereka pun akan merasa penasaran dan akan terus membaca buku itu. </strong></li>
<li><strong>Beri hadiah atau Reward<br />
Anak terkadang tidak menyadari manfaat dari membaca buku. Maka itu, coba berikan “reward” mereka sesuatu sebagi sebuah hadiah. Contohnya membaca selama masa libur, bila mereka bisa membaca beberapa buku selam hari libur, berikanlah mereka hadiah.</strong></li>
<li><strong>Berceritalah<br />
Cobalah bercerita dan membacakan buku cerita bergambar seperti komik kepada anak. Bedakan suara setiap karakternya. Jangan buat anak fokus terhadap gambar, tapi buatlah mereka berpikir apa yang kan terjadi selanjutnya dalan sebuah kisah atau cerita.</strong></li>
<li><strong>Bermain Sandiwara<br />
Setelah Anda membacakan cerita dengan suara Anda, minta anak untuk bermain sandiwara dengan bermain peran salah satu peran dalam cerita. Dengan begitu, anak akan lebih memahami karakter cerita dan motivasi mereka untuk mengetahui cerita tersebut pun lebih besar. </strong></li>
<li><strong>Pilihlah buku yang menarik<br />
Anak akan membaca bila buku tersebut sesuai dengan minat dan bakat anak, sdeperti mobil, pesawat, alat musik, dinosaurus dan lainnya.</strong></li>
</ul>
<p>dari berbagai sumber</p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-tips-aman-dan-sehat/'>x.Tips Aman dan Sehat</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/ciptakan-anak-indonesia-yang-suka-membaca/'>Ciptakan Anak Indonesia Yang Suka Membaca</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/862/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=862&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/ciptakan-anak-indonesia-yang-suka-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.youghalonline.com/wp-content/uploads/2008/10/children-reading-book.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Monitoring Pertumbuhan Anak Sejak Bayi Sering Diabaikan</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/monitoring-pertumbuhan-anak-sejak-bayi-sering-diabaikan/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/monitoring-pertumbuhan-anak-sejak-bayi-sering-diabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Monitoring Pertumbuhan Anak Sejak Bayi Sering Diabaikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[MONITOR PERTUMBUHAN ANAK SEJAK BAYI SERING DIABAIKAN Gangguan Pertumbuhan Paling Sering terjadi saat Usia 6 Bulan Pertumbuhan dan perkembangan anak adalah masalah kesehatan yang sangat penting untuk selalu diperhatikan sejak dini. Selama ini tampaknya monitoring atau deteksi faktor pertumbuhan pada anak sering diabaikan. Hal ini tampak dari sangat jarangnya dokter anak menggambar grafik pertumbuhan berat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=857&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">MONITOR PERTUMBUHAN ANAK SEJAK BAYI SERING DIABAIKAN</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff99cc;">Gangguan Pertumbuhan Paling Sering terjadi saat Usia 6 Bulan</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff99cc;"><img src="http://lh6.ggpht.com/_bRYUDNZ4Cbc/TM1omOCcTCI/AAAAAAAAAzQ/Zwp4SSps1R8/PAPA%20KMS.jpg" alt="" width="422" height="293" /></span></h2>
<p><strong>Pertumbuhan dan perkembangan anak adalah masalah kesehatan yang sangat penting untuk selalu diperhatikan sejak dini. Selama ini tampaknya monitoring atau deteksi faktor pertumbuhan pada anak sering diabaikan. Hal ini tampak dari sangat jarangnya dokter anak menggambar grafik pertumbuhan berat badan pada buku kesehatan yang ada. Seringkali gangguan pertumbuhan terjadi setelah usia 6 bulan tidak terdeteksi dengan baik. Keadaan ini baru disadari setelah usia agak besar. Bila gangguan pertumbuhan terjadi biasanya juga disertai gangguan kekurangan zat gizi nutrisi lainnya, seperti kekurangan zat besi, kekurangan calsium, mineral an vitamin lainnya.</strong></p>
<p><strong>FAKTA MONITORING PERTUMBUHAN PADA ANAK</strong></p>
<ul>
<li>Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dari waktu kewaktu. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya fungsi tubuh seperti pendengaran, penglihatan, kecerdasan, tanggung jawab dan lain-lain.</li>
<li>Setiap anak memiliki garis pertumbuhan yang berbeda-bedah, anak tersebut akan tumbuh mengikuti pola pertumbuhan normalnya.</li>
<li>Demikian pula dengan perkembangan fungsi tubuh, setiap anak memiliki tahapan perkembangan  menujuh ke fungsi  yang lebih baik. Cirinya adalah  dapat diukur secara kuantitatif, mengikuti perjalanan waktu dan dalam keadaan normal (ingat! tidak ada kelainan/sakit) setiap anak memiliki jalur pertumbuhan tertentu</li>
<li>Pemantauan perkembangan status gizi bayi secara berkala setiap bulan dengan cara menimbang berat badan bayi dan mengukur panjang badannya. Idealnya, berat badan bayi berada di garis normal pada grafik pertumbuhan. Ini artinya, pertambahan berat badannya seimbang dengan pertambahan tinggi badan dan usia.</li>
<li>Pemantauan pertumbuhan anak sejak lahir sangat penting. Selain dapat menentukan pola normal pertumbuhan pada anak, juga dapat menentukan permasalahan dan faktor yang mempengaruhi dan mengganggu pertumbuhan pada anak sejak dini</li>
<li>Bila diketahui gangguan pertumbuhan sejk dini maka pencegahan dan penanganan gangguan pertumbuhan tersebut dapat diatasi sejak dini</li>
<li>Sayangnya, hampir 85% lebih buku kesehatan anak yang berobat ke dokter anak atau ke dokter justru tidak pernah digambarkan grafik pertumbuhan berat badan. Justru grafik pertumbuhan berat badan sering digambar oleh kader posyandu bagi bayi yang menimbang di posyandu.</li>
<li>Sehingga banyak kelainan dan gangguan kesehatan sering terjadi keterlambatan deteksi dan penanganannya</li>
<li>50% bayi mengalami gangguan kenaikkan sejak usia 6 bulan yang tidak pernah terdeteksi oleh orangtua dan dokter <strong>HANYA KARENA DALAM BUKU KESEHATANNYA TIDAK PERNAH TERGAMBAR GRAFIK KENAIKAN BERAT BADAN.</strong></li>
<li><strong>Gangguan kenaikkan berat badan sejak usia 6 bulan seringkali terjadi hanya karena timbulnya reaksi simpang makanan (alergi makanan, intoleransi makanan dan seliak) pada bayi yang dapat mengganggu saluran cerna dan mengganggu nafsu makan dan berat badan bayi. Karena, saat usia 6 bula mulai diberi makanan tambahan baru.</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide6.jpg"><img title="slide6" src="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide6.jpg?w=372&#038;h=272&#038;h=272" alt="slide6" width="372" height="272" /></a></p>
<p>Bagaimana  mengetahui pertumbuhan normal anak balita Anda,</p>
<ul>
<li>
<div>ukur berat badan dan tinggi badannya.</div>
</li>
<li>
<div>Pertumbuhan fisik anak, diukur antara lain dengan Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) dan Lingkar Kepala (LK). Salah satu cara untuk memantau pengukuran ke 3 parameter tsb, adalah dengan menggunakan grafik pertumbuhan (growth chart).</div>
</li>
<li>
<div>tentukan berat badan ideal anak, anda juga bisa melihat apakah anak anda tinggi atau pendek, gemuk atau kurus..</div>
</li>
<li>
<div>Isi  berat badam balita anda  tentunya sesuai umur dan tarik garis grafik pertumbuhan.</div>
</li>
</ul>
<p><strong>Pengukuran Yang Akurat</strong></p>
<p>1. BB (berat badan)<br />
 Gunakan teknik yang tepat<br />
 Gunakan selalu timbangan yang sama</p>
<p>2. TB (tinggi badan) dan LK (lingkar kepala)<br />
 Gunakan teknik yang tepat<br />
 Gunakan calibrated length board</p>
<p>Grafik Pertumbuhan (Growth Chart)<br />
Adalah grafik yang menunjukkan pola pertumbuhan seorang anak dengan &gt;7 kurva persentil (5th,10th,25th,50th,75th,90th dan 95th). Ket: persentil 50th adalah rata-rata nilai pada umur tsb.</p>
<p><strong>Cara Menggambar Grafik Pertumbuhan pada Kartu Kesehatan (KMS)</strong></p>
<ul>
<li>Dapatkan data pengukuran BB,TB,LK yang tepat dan akurat</li>
<li>Pilih chart atau gambar grafik pertumbuhan kenaikkan BB dan Tinggi badan  yang sesuai dengan umur dan jenis kelamin</li>
<li>Gunakan alat bantu seperti penggaris segitiga agar akurat, untuk menghubungkan BB, TB, dan LK dengan umur﻿</li>
</ul>
<p><strong>Membaca Grafik Pertumbuhan</strong></p>
<ul>
<li> Persentil menunjukkan persentase nilai pada umur tsb dari suatu populasi. Misalnya, seorang anak memiliki BB di persentil 20th, berarti 80% dari anak-anak sebayanya memiliki berat di atas anak tsb, dan 20% lainnya memiliki berat di bawah anak tsb.</li>
<li>Fokus pada pola atau trend dari grafik yang terbentuk (paling baik jika pola yang terbentuk bergerak ke atas/trendnya naik, tidak stagnan, juga tidak meningkat atau menurun dengan tajam). Bukan terfokus pada angka-angka persentil.</li>
<li>Besar atau rendahnya persentil tidak berarti menunjukkan adanya masalah. Seorang bayi yang memiliki lingkar kepala persentil 90th dapat memiliki BB dan TB di persentil 90th. Ini berarti dia termasuk anak normal yang berperawakan besar. Sebaliknya, anak yang memiliki BB di persentil 20th bisa jadi memiliki orangtua yang tinggi dan beratnya juga di bawah rata-rata. Jadi sangat normal jika sang anak berada pada persentil 20th.</li>
<li>Ada juga pola grafik yang naik tajam atau turun drastis atau grafik berada pada kurva paling ekstrim (di luar dari semua kurva). Sebagai contoh, seorang anak memiliki BB di bawah persentil 5th, maka ia dimasukkan dalam kategori underweight (BB kurang). Sedangkan anak dengan BB di persentil 85th akan dimasukkan dalam kategori overweight (beresiko obesitas) dan mereka yang memiliki BB di persentil di atas 95th digolongkan dalam obesitas.</li>
<li>Grafik pertumbuhan dapat juga memberikan kesan yang salah tentang kondisi pertumbuhan anak kita. Contohnya, seorang anak memiliki TB di persentil 5th. Bukan berarti ia memiliki masalah kesehatan. Apalagi jika pola grafik atau trend kurvanya menunjukkan bahwa ia memang selalu berada di kurva persentil 5th (sejak bayi hingga kini, sang anak selalu berada dalam kurva persentil 5th). Analisanya, bisa jadi sang anak mendapatkan gen „pendek“ dari sang orangtua yang juga pendek.</li>
<li>Pola pertumbuhan berat badan bayi/BB (<em>weight</em>) dan panjang badan/PB (<em>length</em>) bayi digambarkan dalam Kurva Pertumbuhan atau <em>Weight/Length</em> Chart. Rentangnya dari 5% sampai 95%. Apabila bayi berada dalam chart tersebut, maka bayi masih dikatakan normal. Namun, berada di luar chart baik lebih rendah atau lebih tinggi tidak bisa dinilai ada kelainan, harus diperiksa penyebabnya apa. Misalnya faktor genetik. Memeriksakan dan berdiskusi dengan dokter adalah jalan terbaik.</li>
<li>Satu hal yang penting juga adalah pola pertumbuhan berat badan sebenarnya tergantung dari Tinggi Badan dan Proporsi (keseimbangan) Berat Badan dan Tinggi Badan. Polanya akan terlihat pada grafik pertumbuhan status berat badan ideal anak.</li>
</ul>
<p><strong>Intepretasinya  adalah sebagai berikut :</strong></p>
<ul>
<li>
<div><strong>PERTAMA </strong>; Pertumbuhan yang diharapkan pada anak dengan statu awal  Berat Badan Idealnya baik (normal) dengan Tinggi Badanya Normal, akan terlihat proporsi (keseimbangan) berat badan dan tinggi badanya normal, maka pola pertumbuhan berat badan pada anak akan terlihat pada  grafik pertumbuhan adalah  standar seperti terlihat pada gambar dibawah ini.</div>
</li>
</ul>
<p><a href="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide11.jpg"><img title="slide11" src="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide11.jpg?w=300&#038;h=225&#038;h=225" alt="slide11" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Berat badan standar (ideal) pada anak</p>
<ul>
<li>
<div>usia 1-10 tahun secara praktis dapat digunakan rumus = 2n+8, dimana –n- adalah usia dalam tahun koma bulan  misalnya usia 15 bulan ditulis 1,3 (satu koma tiga)</div>
</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>
<div><strong>KEDUA </strong>;  Pertumbuhan yang diharapkan pada anak dengan status Berat Badan awalnya  Kurang dan Tinggi Badannya Pendek, akan terlihat proporsi (keseimbangan) Berat Badan dan Tinggi adalah  Normal,  maka pola pertumbuhan anak  pada KMS  akan berada dibawah standar, pola tersebutlah yang diharapkan, karena  jika mengikuti Pola Pertumbuhan Standar, anak akan terlihat  kegemukan (obesitas). Seperti terlihat pada gambar dibawah ini<br />
<a href="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide21.jpg"><img title="slide21" src="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide21.jpg?w=300&#038;h=225&#038;h=225" alt="slide21" width="300" height="225" /></a></div>
</li>
<li>
<div><strong>KETIGA ;</strong> Jika pertumbuhan pada anak dengan status awal Berat Badannya Kurang, sedangkan Tinggi Badannya normal, akan terlihat proporsi (keseimbangan) Berat Badan dan Tinggi Badan anak adalah kurus, maka pola pertumbuhan anak yang diharapkan  adalah harus berada pada pola standar. Jadi anak harus terus dinaikan berat badannya  sampai berada pada pola standar, tetapi  pola ini tidak boleh dipaksakan bila anak tersebut sejak awal memang sudah mempunyai Tinggi Badan  Pendek. Seperti terlihat pada kedua gamabar dibawah ini<br />
<a href="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide31.jpg"><img title="slide31" src="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide31.jpg?w=300&#038;h=225&#038;h=225" alt="slide31" width="300" height="225" /></a></div>
</li>
</ul>
<p> </p>
<p><a href="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide4.jpg"><img title="slide4" src="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide4.jpg?w=300&#038;h=225&#038;h=225" alt="slide4" width="300" height="225" /></a></p>
<h2> Faktor Penyebab</h2>
<p>Bila berat badan menurun atau grafik pertumbuhan datar, harus dicari segera penyebabnya</p>
<p><strong>PENYEBAB PALING SERING </strong></p>
<ol>
<li>
<div><strong>GANGGUAN SALURAN CERNA (ALERGI MAKANAN, HIPERSENSITIFITAS MAKANAN,  INTOLERANSI MAKANAN ATAU SELIAK). </strong><strong>Gangguan yang terjadi :</strong></div>
</li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Pada usia bayi : Sering muntah/kembung, sering <em>“cegukan</em>”, sering buang angin, sering<em> “ngeden /mulet”,</em> sering REWEL / GELISAH/COLIK terutama malam hari),</strong></li>
<li><strong>Sering buang air besar (&gt; 3 kali perhari) atau susah buang air besar ( ngeden, tidak BAB setiap hari, feses keras hitam atau hijau tua,kecil hitam spt ”tahi” kambing.</strong></li>
<li><strong>Lidah sering kotor (berpulau-pulau), timbul putih, sariawan, bibir kering, air liur berlebihan atau mulut berbau.</strong></li>
<li><strong>Sering muntah, sering nyeri perut ringan dan hilang timbul,  </strong></li>
</ul>
<p><strong><em>GEJALA LAIN YANG MENYERTAI :</em></strong></p>
<ol>
<li><strong>Kulit sensitif, pada bayi sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut. Kulit kering.</strong></li>
<li><strong>Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Sering menggosok mata dan telinga.</strong></li>
<li><strong>Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat.Sering keringat berlebihan.</strong><strong> </strong></li>
<li><strong>Gigi mudah rusak atau berwarna kecoklatan</strong></li>
</ol>
<p><strong>PENYEBAB JARANG : </strong></p>
<ul>
<li>
<div><strong>Infeksi saluran kemih (sering terjadi pada bayi, lebih sering terjadi pada perempuan)</strong></div>
</li>
<li>
<div><strong>TBC (diuji dg beberapa jenis tes, tes mantoux positif bukan berarti ada infeksi TBC) waspadai overdiagnosis TBC (tidak menderita TBC tetapi divonis atau diobati sebagai TBC)</strong></div>
</li>
<li>
<div><strong>Gagal tumbuh (growth failure)</strong></div>
</li>
<li>
<div><strong>Gangguan genetik atau kelainan kromosom</strong></div>
</li>
<li>
<div><strong>Gangguan metabolisme</strong></div>
</li>
<li>
<div><strong>Gangguan jantung bawaan, ata kelainan bawaan lainnya</strong></div>
</li>
<li>
<div><strong>Pengetahuan Orang tua</strong></div>
</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/monitoring-pertumbuhan-anak-sejak-bayi-sering-diabaikan/'>Monitoring Pertumbuhan Anak Sejak Bayi Sering Diabaikan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/857/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/857/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=857&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/monitoring-pertumbuhan-anak-sejak-bayi-sering-diabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh6.ggpht.com/_bRYUDNZ4Cbc/TM1omOCcTCI/AAAAAAAAAzQ/Zwp4SSps1R8/PAPA%20KMS.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide6.jpg?w=372&#38;h=225&#38;h=272" medium="image">
			<media:title type="html">slide6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide11.jpg?w=300&#38;h=225&#38;h=225" medium="image">
			<media:title type="html">slide11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide21.jpg?w=300&#38;h=225&#38;h=225" medium="image">
			<media:title type="html">slide21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide31.jpg?w=300&#38;h=225&#38;h=225" medium="image">
			<media:title type="html">slide31</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arali2008.files.wordpress.com/2009/03/slide4.jpg?w=300&#38;h=225&#38;h=225" medium="image">
			<media:title type="html">slide4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengenali Anak Terlambat Bicara</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/mengenali-anak-terlambat-bicara/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/mengenali-anak-terlambat-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:33:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenali Anak Terlambat Bicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=858</guid>
		<description><![CDATA[Anakku Terlambat Bicara Deteksi dini dan mengenali keterlambatan bicara pada anak sejak dini sangat penting. karena, kemampuan bicara dan bahasa adalah infestasi terbesar anak di masa depan untuk mencapai berbagai prestasi. Keterlambatan bicara sering dialami anak dengan berbagai penyebab. Orangtua harus mewaspadai gangguan bicara bila disebabkan karena gangguan yang berat. Namun sebaliknya jangan meremehkan gangguan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=858&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Anakku Terlambat Bicara</span></h2>
<p><strong>Deteksi dini dan mengenali keterlambatan bicara pada anak sejak dini sangat penting. karena, kemampuan bicara dan bahasa adalah infestasi terbesar anak di masa depan untuk mencapai berbagai prestasi. Keterlambatan bicara sering dialami anak dengan berbagai penyebab. Orangtua harus mewaspadai gangguan bicara bila disebabkan karena gangguan yang berat. Namun sebaliknya jangan meremehkan gangguan keterlambatan bicara yang ringan. Pada gangguan keterlambatan bicara yang ringanpun akan membuat kualitas kemampuan anak dalam berkomunkiasi di masa depan tidak optimal.  Deteksi dini keterlambatan bicara pada anak sangat penting untuk bisa segera dilakukan intervensi dan stimulasi  lebih dini.</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://lh4.ggpht.com/_bRYUDNZ4Cbc/TM1f0yALGtI/AAAAAAAAAxo/DU4kgckSsUg/s512/AUDIDIAZ%20PUNCAK%20KELAPA.jpg" alt="" width="341" height="512" /></p>
<ul>
<li>Bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran dan emosi. Bahasa bisa diekspresikan melalui bicara mengacu pada simbol verbal. Selain itu bahasa dapat juga diekspresikan melalui tulisan, tanda gestural dan musik. Bahasa juga dapat mencakup aspek komunikasi nonverbal seperti gestikulasi, gestural atau pantomim. Gestikulasi adalah ekspresi gerakan tangan dan lengan untuk menekankan makna wicara. Pantomim adalah sebuah cara komunikasi yang mengubah komunikasi verbal dengan aksi yang mencakup beberapa gestural (ekspresi gerakan yang menggunakan setiap bagian tubuh) dengan makna yang berbeda beda.</li>
<li>Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Keterlambatan bicara adalah keluhan utama yang sering dicemaskan dan dikeluhkan orang tua kepada dokter. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 – 10% pada anak sekolah.</li>
<li>Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik.</li>
<li>Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut haruis lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.</li>
<li>Semakin dini mendeteksi keterlambatan bicara, maka semakin baik kemungkinan pemulihan gangguan tersebut Bila keterlambatan bicara tersebut nonfungsional maka harus cepat dilakukan stimulasi dan intervensi dapat dilakukan pada anak tersebut. Deteksi dini keterlambatan bicara harus dilakukan oleh semua individu yang terlibat dalam penanganan anak ini. Kegiatan deteksi dini ini melibatkan orang tua, keluarga, dokter kandungan yang merawat sejak kehamilan dan dokter anak yang merawat anak tersebut. Sehingga dalam deteksi dini tersebut harus bisa mengenali apakah keterlambatan bicara anak kita merupakan sesuatu yang fungsional atau yang nonfungsional<strong>.</strong></li>
</ul>
<p><strong>Faktor Resiko :</strong></p>
<p><strong>Bayi dengan beberapa faktor resiko harus lebih diwaspadai dan dilakukan deteksi dini lebih cermat. Faktor resiko yang harus diwaspadai adalah </strong></p>
<ul>
<li>Bayi prematur terutama dengan kompolikasi sepsis, poerdarahan otak dan komplikasi lainnya</li>
<li>Bayi berat badan lahir rendah</li>
<li>Bayi dengan riwayat sering muntah (GER, diserta riwayat alergi dan hipersensitifitas makanan. Baca : <a href="http://speechclinic.wordpress.com/ADAKAH%20HUBUNGAN%20MUNTAH%20(GER),%20ALERGI%20MAKANAN%20DAN%20KETERLAMBATAN%20BICARA">Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah)  dan Alergi makanan</a> )</li>
<li>Bayi saat paska kelahiran dirawat di NICU dengan kuning sangat tinggi, terapi tranfusi tukar, gangguan kejang, peradarahan otak, lahir tidak menangis (asfiksia), harus lebih diwaspadai beresiko mengalami gangguan keterlambatan bicara</li>
<li>Saudara mengalami gangguan pendengaran</li>
<li>Infeksi kehamilan TORCH pada ibu hamil</li>
</ul>
<p><strong>Deteksi Dini Gejala Keterlambatan Bicara Pada Anak :</strong></p>
<p>Beberapa tanda dan gejala yang harus diwaspadai bila anak mengalami keterlambatan bicara. Bewrbagai gejala tersebut dapat dilakukan sesuai tahapan umur anak.</p>
<ul>
<li>Mendeteksi gangguan perkembangan bicara sesuai tahapan, tetapi secara umum dapat dilihat dari saat  pertambahan usia kemampuan bicaranya menurun (1) bila sebelumnya sering mengoceh kemudian mengocehnya menghilang atau (2)Sebelumnya bisa mengucapkan kata mama dan papa kemudian menghilang harus dicermati ada masalah dalam perkembangan bicara.</li>
<li>Deteksi dini lain adalah keterlambatan sesuai dengan tahapan usia sebagai berikut :</li>
</ul>
<table style="width:457px;height:805px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> 4 – 6 BULAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Tidak menirukan suara yang dikeluarkan orang tuanya;</li>
<li>Pada usia 6 bulan belum tertawa atau berceloteh</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> 8 – 10 BULAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Usia 8 bulan tidak mengeluarkan suara yang menarik perhatian;</li>
<li>Usia 10 bulan, belum bereaksi ketika dipanggil namanya;</li>
<li>9-10 bln, tidak memperlihatkan emosi seperti tertawa atau menangis</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> 12 – 15 BULAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> 12 bulan, belum menunjukkan mimik;</li>
<li>12 bulan, belum mampu mengeluarkan suara;</li>
<li>12 bulan, tidak menunjukkan usaha berkomunikasi bila membutuhkan sesuatu;</li>
<li>15 bulan, belum mampu memahami arti “tidak boleh” atau “daag”;</li>
<li>15 bulan, tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda;</li>
<li>15 bulan, belum dapat mengucapkan 1-3 kata;</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> 18 – 24 BULAN</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> 18 bulan, belum dapat menucapkan 6-10 kata; tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perhatian;</li>
<li>18-20 bulan, tidak dapat menatap mata orang lain dengan baik</li>
<li>21 bulan, belum dapat mengikuti perintah sederhana;</li>
<li>24 bulan, belum mampu merangkai 2 kata menjadi kalimat;</li>
<li>24 bulan, tidak memahami fungsi alat rumah tangga seperti sikat gigi dan telepon;</li>
<li>24 bulan, belum dapat meniru tingkah laku atau kata-kata orang lain;</li>
<li>24 bulan, tidak mampu meunjukkan anggota tubuhnya bila ditanya</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>30 – 36 BULAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> 30 bulan, tidak dapat dipahami oleh anggota keluarga;</li>
<li>36 bulan, tidak menggunakan kalimat sederhana, pertanyaan dan tidak dapat dipahami oleh orang lain selain anggota keluarga;</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> 3 – 4 TAHUN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat, tidak mengerti perintah verbal dan tidak memiliki minat bermain dengan sesamanya;</li>
<li>3,5 tahun, tidak dapat menyelesaikan kata seperti “ayah” diucapkan “aya”;</li>
<li>4 tahun, masih gagap dan tidak dapat dimengerti secara lengkap</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3>Bila terdapat beberapa tanda dan gejala tersebut sebaiknya orangtua harus waspada bahwa memang anak mengalami keterlambatan bicara. Langkah berikutnya adalah menentukan apakah jenis dan penyebab gangguan bicara tersebut. Dalam menentukan tahapan berikut ini memanglah tidak mudah.</h3>
<p><strong>Secara umum jenis dan penyebab  keterlambatan bicara pada anak dibedakan </strong></p>
<ol>
<li><strong>Keterlambatan bicara ringan dan tidak berbahaya sering disebut keterlambatan bicara fungsional). </strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Keterlambatan bicara ini biasanya disebabkan karena keterlambatan gangguan koordinasi oral motor atau gerakan mulut atau ketidakmatangan fungsi organ otak tetapi tanpa disebabkan karena kelainan di otak.</li>
<li>Untuk memastikan status keterlambatan fungsional harus dengan cermat menyingkirkan gejala keterlambatan nonfungsional.</li>
<li>Gejala umum keterlambatan bicara nonfungsional adalah adanya gangguan bahasa reseptif, gangguan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor dan keterlambatan perkembangan,</li>
</ul>
<ol>
<li><strong>Keterlambatan bicara organik atau nonfungsional yang harus diwaspadai.Keterlambatan bicara jenis yang harus diwaspadai ini adalah keterlambatan bicara yang disebabkan karena gangguan organ tubuh terutama adanya kelainan di otak.  </strong>Dicurigai keterlambatan bicara nonfungsional bila disertai</li>
</ol>
<ul>
<li>Kelainan neurologis bawaan atau didapat seperti wajah dismorfik, perawakan pendek, mikrosefali, makrosefali, tumor otak, kelumpuhan umum, infeksi otak, gangguan anatomis telinga, gangguan mata, cerebral palsi dan gangguan neurologis lainnya.</li>
<li>Gangguan pendengaran (bila anak dapat mengikuti perintah, dapat bergoyang saat mendengarkan lagu, dan dapat bersenandung lagu biasanya bukan gangguan pendengaran tidak perlu harus tes BERA (tes gangguan pendengaran). tetapi bila tidak terdapat gangguan tersebut maka perlu diilakukan tes BERA.</li>
<li>Gangguan kecerdasan : (bila dapat mengikuti perintah ringan, dapat melakukan gerakan dada, jabat tangan dan respon non verbal bnaik biasanaya bukan gangguan kecerdasan)</li>
<li>Autis (bila kontak mata atau pandangan mata bisa melihat lawan bicara lama dan baik baik biasanya bukan gangguan autis. (baca : <a title="Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-autis-sejak-dini-autiskah-anak-anda/">Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?</a>)</li>
<li>Ciri lain keterlambatan bicara nonfungsional biasanya termasuk keterlambatan yang berat.</li>
</ul>
<table style="width:454px;height:139px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> Ciri ketelambatan Bicara Berat</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>bayi tidak mau tersenyum sosial sampai 10 minggu</li>
<li>tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia 3 bulan.</li>
<li>Tanda lainnya tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia 8 bulan,</li>
<li>tidak bicara sampai usia 15 bulan</li>
<li>tidak mengucapkan 3-4 kata sampai usia 20 bulan</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p>Karakteristik berbagai keterlambatan Bicara</p>
<table style="width:464px;height:457px;" border="1" cellpadding="0" width="464">
<tbody>
<tr>
<td width="117"><strong>Diagnosis</strong></td>
<td width="114"><strong>Bahasa reseptif</strong><strong> </strong></td>
<td width="115"><strong>Bahasa ekspresif</strong><strong> </strong></td>
<td width="117"><strong>Kemampuan pemecahan masalah visuo-motor</strong><strong> </strong></td>
<td width="120"><strong>Pola perkembangan</strong><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="117"><strong>Keterlambatan fungsional</strong></td>
<td width="114">normal</td>
<td width="115">Kurang normal</td>
<td width="117">Normal</td>
<td width="120">Hanya ekspresif yang terganggu</td>
</tr>
<tr>
<td width="117"><strong>Gangguan pendengaran</strong></td>
<td width="114">Kurang normal</td>
<td width="115">Kurang normal</td>
<td width="117">normal</td>
<td width="120">Disosiasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="117"><strong>Redartasi mental</strong></td>
<td width="114">Kurang normal</td>
<td width="115">Kurang normal</td>
<td width="117">Kurang normal</td>
<td width="120">Keterlambatan global</td>
</tr>
<tr>
<td width="117"><strong>Gangguan komunikasi sentral</strong></td>
<td width="114">Kurang normal</td>
<td width="115">Kurang normal</td>
<td width="117">normal</td>
<td width="120">Disosiasi, deviansi</td>
</tr>
<tr>
<td width="117"><strong>Kesulitan belajar</strong></td>
<td width="114">normal,kurang normal</td>
<td width="115">Normal</td>
<td width="117">normal,kurang normal</td>
<td width="120">Disosiasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="117"><strong>Autis</strong></td>
<td width="114">Kurang normal</td>
<td width="115">normal,kurang normal</td>
<td width="117">Tampaknya normal, normal, selalu lebih baik dari bahasa</td>
<td width="120">Deviansi, disosiasi</td>
</tr>
<tr>
<td width="117"><strong>Mutisme elektif</strong></td>
<td width="114">normal</td>
<td width="115">Normal</td>
<td width="117">normal,kurang normal</td>
<td width="120"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p>Penanganan :</p>
<ul>
<li>Bila tidak terdapat gangguan Autis, gangguan kecerdasan, gangguan pendengaran dan gangguan susunan saraf pusat lainnya maka biasanya masuk golongan keterlambatan bicara fungsional. Biasanya gangguan kelompok ini ringan dan dengan pertambahan usia atau setelah usia 2 tahun membaik dengan cepat. Biasanya gangguan ini bukan masalah karena kurang stimulasi, terlalu banyak melihat televisi  karena yang terjadi adalah gangguan ekspresi atau gangguan koordinasi gerakan mulut. Hal ini terbukti bahwa dalam saudara yang sama faktor stimulasi dan melihat televisi sama tetapi anak yang satu terlambat bicara dan anak l;ain tidak terlambat bicara. Mungkin saja faktor tersebut hanya memperberat bukan penyebab utama. Gangguan kelompok ini sering terjadi pada penderita yang mengalami alergi dan hipersenitifitas makanan. (baca : <a title="Permasalahan Alergi Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/07/permasalahan-alergi-makanan/">Permasalahan Alergi Makanan</a><a title="ALERGI MAKANAN, KOMPLIKASI DAN PERMASALAHANNYA" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/03/25/alergi-makanan-komplikasi-dan-permasalahannya/"> </a>atau baca : <a href="http://speechclinic.wordpress.com/ADAKAH%20HUBUNGAN%20MUNTAH%20(GER),%20ALERGI%20MAKANAN%20DAN%20KETERLAMBATAN%20BICARA">Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah)  dan Alergi makanan</a> )</li>
<li>Pada kelainan non fungsional atau gangguan organik di organ Susunan saraf pusat tampaknya harus segera dilakukan intervensi sejak dini lebih agresif</li>
</ul>
<p><strong>Perlukah terapi bicara ?</strong></p>
<ul>
<li>Meski stimulasi dan intervensi sejak dini paling baik tetapi pada anak dengan gangguan keterlambatan bicara fungsional biasanya terapi bicara secara khusus belum diperlukan. Intervensi dan stimulasi untuk gerakan oral motor dapat dilakukan di rumah dengan penanganan dalam segi neuromotorik dapat melalui pencapaian tingkat kesadaran yang optimal dengan stimulasi sistem multisensoris, stimulasi kontrol gerak oral dan refleks menelan, teknik khusus untuk posisi yang baik. Penggunaan sikat gigi listrik kadang membantu msnstimulasi sensoris otot di daerah mulut. Tindakan yang tampaknya dapat membantu adalah melatih koordinasi gerakan otot mulut adalah dengan membiasakan minum dengan memakai sedotan, latihan senam gerakan otot mulut, latihan meniup  balon atau harmonika. Bila setelah usi 2-3 tahun perkembangan bicara masih belum optimal maka terapi bicara dan terapi sensori integration dapat segera dilakukan.</li>
<li>Terapi bicara dan terapi sensori integration harus segera dan agresif dilakukan pada gangguan keterlambatan bicara non fungsional.</li>
</ul>
<p> </p>
<p><strong>Artikel Terkait :</strong></p>
<ul>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-autis-sejak-dini-autiskah-anak-anda/">Deteksi dan Kenali Autis Sejak Dini : Autiskah Anak Anda ?</a></li>
<li><a title="Permanent Link to ALERGI MAKANAN, DIET DAN AUTISME" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/12/07/alergi-makanan-diet-dan-autisme/">ALERGI MAKANAN, DIET DAN AUTISME</a></li>
<li><a title="Permanent Link to ALERGI MAKANAN DAN GANGGUAN PERILAKU ANAK SEKOLAH" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/12/07/alergi-makanan-dan-gangguan-perilaku-anak-sekolah/">ALERGI MAKANAN DAN GANGGUAN PERILAKU ANAK SEKOLAH</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Perilaku dan Alergi makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/15/180/">Gangguan Perilaku dan Alergi makanan</a><strong>﻿</strong></li>
</ul>
<p><strong>Link Terkait</strong> :</p>
<ul>
<li><a href="http://sleepclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN  SLEEP CLINIC : Informasi gangguan Tidur pada Anak</em></strong></a></li>
<li><a href="http://speechclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN SPEECH CLINIC : Informasi Permasalahan Gangguan Komunikasi dan Bicara Pada Anak</em></strong></a></li>
<li><strong><em><a href="http://hyperactivitiesclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN  HYPERACTIVITY CLINIC : Informasi Gangguan Hiperaktif, gangguan konsentrasi dan gangguan perilaku lainnya</em></strong></a></em></strong></li>
<li><strong><em><strong><em><a href="http://rehabilitationclinic.wordpress.com/"><strong><em>REHABILITATION MEDICINE FOR CHILDREN &amp; ADOLESCENCE</em></strong></a></em></strong></em></strong></li>
<li><strong><em><strong><em><strong><em><a href="http://footclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN FOOT CLINIC : Informasi Gangguan Perkembangan Motorik dan gagguan Kaki pada Anak dan remaja </em></strong></a></em></strong></em></strong></em></strong></li>
</ul>
<p><strong><em><strong><em><strong><em><strong><em> </em></strong><strong><em> </em></strong></em></strong></em></strong></em></strong></p>
<p><strong>Artikel Terkait :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://speechclinic.wordpress.com/2009/04/25/tanda-dan-gejala-gangguan-perkembangan-fungsi-motorik-motorik-oral-dan-gangguan-perilaku-yang-sering-dikaitkan-pada-anak-dengan-gangguan-bicara-dan-bahasa/">Gangguan perkembangan motorik, motorik oral, dan gangguan perilaku berkaitan dengan gangguan bicara dan bahasa </a><strong> </strong></li>
<li><a href="http://speechclinic.wordpress.com/2009/04/25/apakah-keterlambatan-bicara-anak-anda-adalah-autism/">Keterlambatan bicara anak anda merupakan gangguan Autis</a> ?</li>
<li><a title="Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/02/deteksi-dini-kesulitan-makan-pada-anak/">Deteksi Dini Kesulitan Makan Pada Anak</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Hubungan antara gangguan perkembangan bicara-bahasa dan gangguan motorik oral." rel="bookmark" href="http://speechclinic.wordpress.com/2009/06/28/hubungan-antara-gangguan-perkembangan-bicara-bahasa-dan-gangguan-motorik-oral/">Hubungan antara gangguan perkembangan bicara-bahasa dan gangguan motorik oral.</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Hubungan antara gangguan perkembangan bicara-bahasa dan gangguan motorik oral." rel="bookmark" href="http://speechclinic.wordpress.com/2009/06/28/hubungan-antara-gangguan-perkembangan-bicara-bahasa-dan-gangguan-motorik-oral/">Hubungan antara gangguan perkembangan bicara-bahasa dan gangguan motorik oral.</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Pola Motorik Oral" rel="bookmark" href="http://speechclinic.wordpress.com/2009/06/28/pola-motorik-oral/">Pola Motorik Oral</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Oral-Motor Interventions for Speech, Languages and Feedings Problems in Children" rel="bookmark" href="http://speechclinic.wordpress.com/2009/12/06/oral-motor-interventions-for-speech-languages-and-feedings-problems-in-children/">Oral-Motor Interventions for Speech, Languages and Feedings Problems in Children</a></li>
<li><a href="http://speechclinic.wordpress.com/ADAKAH%20HUBUNGAN%20MUNTAH%20(GER),%20ALERGI%20MAKANAN%20DAN%20KETERLAMBATAN%20BICARA">Adakah hubungan keterlambatan bicara, GER (kebiasaan muntah)  dan Alergi makanan</a></li>
</ul>
<p> </p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/mengenali-anak-terlambat-bicara/'>Mengenali Anak Terlambat Bicara</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/858/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=858&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/mengenali-anak-terlambat-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lh4.ggpht.com/_bRYUDNZ4Cbc/TM1f0yALGtI/AAAAAAAAAxo/DU4kgckSsUg/s512/AUDIDIAZ%20PUNCAK%20KELAPA.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Berbagai Cara Mengenali Autis Sejak Dini</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/berbagai-cara-mengenali-autis-sejak-dini/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/berbagai-cara-mengenali-autis-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:28:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Mengenali Autis Sejak Dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=854</guid>
		<description><![CDATA[Berbagai Cara Mengenali Autis Sejak Dini Diagnosis Autis sepertinya mudah tetapi dalam praktek sehari-hari relatif sulit. Sehingga seringkali di antara beberapa ahli pun sering berbeda pendapat tentang dignosis gangguan perkembangan dan perilaku pada anak yang sama. Seringkali pada anak yang sama seorang anak didiagnosis berbeda oleh banyak dokter ahli seperti Autis, Autis ringan, bukan Autis, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=854&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Berbagai Cara Mengenali Autis Sejak Dini</strong></span></h2>
<p><strong><img class="alignright" src="http://kska.org/wp-content/uploads/2009/04/autism_awareness_logo.jpg" alt="" width="120" height="227" /></strong></p>
<p><strong>Diagnosis Autis sepertinya mudah tetapi dalam praktek sehari-hari relatif sulit. Sehingga seringkali di antara beberapa ahli pun sering berbeda pendapat tentang dignosis gangguan perkembangan dan perilaku pada anak yang sama. Seringkali pada anak yang sama seorang anak didiagnosis berbeda oleh banyak dokter ahli seperti Autis, Autis ringan, bukan Autis, gejala Autis atau observasi Autis.  Gangguan perilaku ini dapat dioptimalkan sejak dini bila dapat dilakukan deteksi dini yang baik dan benar. Seringkali seorang anak didiagnosis sudah terlambat sehingga membuat prognosis dan terapi tidak optimal.</strong></p>
<p>Autis adalah suatu kondisi mengenai seseorang sejak lahir ataupun saat masa balita, yang membuat dirinya tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi yang normal. Akibatnya anak tersebut terisolasi dari manusia lain dan masuk dalam dunia repetitive, aktivitas dan minat yang obsesif. </p>
<p><strong>Pedoman Praktis Deteksi Dini Autis</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>Pedoman bagi para orang tua dan para praktisi untuk lebih waspasa dan peduli terhadap gejala-gejala yang terlihat</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong><em>The National Institute of Child Health and Human Development</em> (NICHD) di Amerika Serikat menyebutkan 5 jenis perilaku yang harus diwaspadai dan perlunya evaluasi lebih lanjut :</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ol>
<li>Anak tidak bergumam hingga usia 12 bulan</li>
<li>Anak tidak memperlihatkan kemampuan <a title="Gestural (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gestural&amp;action=edit&amp;redlink=1">gestural</a> (menunjuk, dada, menggenggam) hingga usia 12 bulan</li>
<li>Anak tidak mengucapkan sepatah kata pun hingga usia 16 bulan</li>
<li>Anak tidak mampu menggunakan dua kalimat secara spontan di usia 24 bulan</li>
<li>Anak kehilangan kemampuan berbahasa dan interaksi sosial pada usia tertentu</li>
</ol>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Adanya kelima ‘lampu merah’ di atas tidak berarti bahwa anak tersebut menyandang autisme tetapi karena karakteristik gangguan autisme yang sangat beragam maka seorang anak harus mendapatkan evaluasi secara multidisipliner yang dapat meliputi; Dokter saraf abak, dokter tumbuh kembang anak, dokter alergi anak, Psikolog, Terapi Wicara, Paedagog dan profesi lainnya yang memahami persoalan autis.</p>
<p><strong>DETEKSI DINI AUTIS<br />
</strong><br />
Meskipun sulit namun tanda dan gejala autism sebenarnya sudah bisa diamati sejak dini bahkan sejak sebelum usia 6 bulan.</p>
<ul>
<li><strong>DETEKSI DINI SEJAK DALAM KANDUNGAN</strong><br />
Sampai sejauh ini dengan kemajuan tehnologi kesehatan di dunia masih juga belum mampu mendeteksi resiko autism sejak dalam kandungan. Terdapat beberapa pemeriksaan biomolekular pada janin bayi untuk mendeteksi autism sejak dini, namun pemeriksaan ini masih dalam batas kebutuhan untuk penelitian.</li>
<li><strong>DETEKSI DINI SEJAK LAHIR HINGGA USIA 5 TAHUN</strong><br />
Autisma agak sulit di diagnosis pada usia bayi. Tetapi amatlah penting untuk mengetahui gejala dan tanda penyakit ini sejak dini karena penanganan yang lebih cepat akan memberikan hasil yang lebih baik. Beberapa pakar kesehatanpun meyakini bahwa merupahan hal yang utama bahwa semakin besar kemungkinan kemajuan dan perbaikan apabila kelainan pada anak ditemukan pada usia yang semakin mudaAda beberapa gejala yang harus diwaspadai terlihat sejak bayi atau anak menurut usia :</li>
</ul>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 0 – 6 BULAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)</li>
<li>Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik</li>
<li>Gerakan tangan dan kaki berlebihan terutama bila mandi</li>
<li>Tidak “babbling”</li>
<li>Tidak ditemukan senyum sosial diatas 10 minggu</li>
<li>Tidak ada kontak mata diatas umur 3 bulan</li>
<li>Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 6 – 12 BULAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Bayi tampak terlalu tenang ( jarang menangis)</li>
<li>Terlalu sensitif, cepat terganggu/terusik</li>
<li>Gerakan tangan dan kaki berlebihan</li>
<li>Sulit bila digendong</li>
<li>Tidak “babbling”</li>
<li>Menggigit tangan dan badan orang lain secara berlebihan</li>
<li>Tidak ditemukan senyum sosial</li>
<li>Tidak ada kontak mata</li>
<li>Perkembangan motor kasar/halus sering tampak normal</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 1 -2 tahun  </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Kaku bila digendong</li>
<li>Tidak mau bermain permainan sederhana (ciluk ba, da-da)</li>
<li>Tidak mengeluarkan kata</li>
<li>Tidak tertarik pada boneka</li>
<li>Memperhatikan tangannya sendiri</li>
<li>Terdapat keterlambatan dalam perkembangan motor kasar/halus</li>
<li>Mungkin tidak dapat menerima makanan cair</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 2 – 3 TAHUN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Tidak tertarik untuk bersosialisasi dengan anak lain<br />
Melihat orang sebagai “benda”<br />
Kontak mata terbatas<br />
Tertarik pada benda tertentu<br />
Kaku bila digendong</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>USIA 4 – 5 TAHUN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Sering didapatkan ekolalia (membeo)</li>
<li>Mengeluarkan suara yang aneh (nada tinggi atau datar)</li>
<li>Marah bila rutinitas yang seharusnya berubah</li>
<li>Menyakiti diri sendiri (membenturkan kepala)</li>
<li>Temperamen tantrum atau agresif</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>DETEKSI AUTISM DENGAN CHAT (Checklist Autism in Toddlers, di atas usia 18 bulan).</strong></p>
<ul>
<li>Terdapat beberapa perangkat diagnosis untuk screening (uji tapis) pada penderita autism sejak usia 18 bulan yang banyak dipakai di pusat kesehatan anak di dunia yaitu CHAT (Checklist Autism in Toddlers).<br />
CHAT dikembangkan di Inggris dan telah digunakan untuk penjaringan lebih dari 16.000 balita. Pertanyaan berjumlah 14 buah meliputi aspek-aspek : imitation, pretend play, and joint attention.</li>
<li>Menurut American of Pediatrics, Committee on Children With Disabilities. Technical Report : The Pediatrician’s Role in Diagnosis and Management of Autistic Spectrum Disorder in Children. Pediatrics !107 : 5, May 2001)</li>
</ul>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> BAGIAN I.</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Alo – anamnesis (keterangan yang ditanyakan dokter dan diberikan oleh orang tua atau orang lain yang biasa mengasuhnya)</li>
<li>Senang diayun-ayun atau diguncang guncang naik-turun (bounced) di lutut ?</li>
<li>Tertarik (memperhatilan) anak lain ?</li>
<li>Suka memanjat benda-benda, seperti mamanjat tangga ?</li>
<li>Bisa bermain cilukba, petak umpet ?</li>
<li>Pernah bermain seolah-olah membuat secangkir teh menggunakan mainan berbentuk cangkir dan teko, atau permainan lain ?</li>
<li>Pernah menunjuk atau menerima sesuatu dengan menunjukkan jari ?</li>
<li>Pernah menggunakan jari untuk menunjuk ke sesuatu agar anda melihat ke sana ?</li>
<li>Dapat bermain dengan mainan yang kecil (mobil mainan atau balok-balok) ?</li>
<li>Pernah memberikan suatu benda untuk menunjukkan sesuatu ?</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Selama pemeriksaan apakah anak menatap (kontak mata dengan) pemeriksa ?</strong><br />
Usahakan menarik perhatian anak, kemudian pemeriksa menunjuk sesuatu di ruangan pemeriksaan sambil mengatakan : “Lihat, itu. Ada bola (atau mainan lain)” Perhatikan mata anak, apakah anak melihat ke benda yang ditunjuk. Bukan melihat tangan pemeriksa<br />
Usahakan menarik perhatian anak, berikan mainan gelas / cangkir dan teko. Katakan pada anak anda : “Apakah kamu bisa membuatkan secangkir susu untuk mama ?” Diharapkan anak seolah-olah membuat minuman, mengaduk, menuang, meminum. Atau anak mampu bermain seolah-olah menghidangkan makanan, minuman, bercocok tanam, menyapu, mengepel dll.<br />
Tanyakan pada anak : ” Coba tunjukkan mana ‘anu’ (nama benda yang dikenal anak dan ada disekitar kita). Apakah anak menunjukkan dengan jarinya ? Atau sambil menatap wajah anda ketika menunjuk ke suatu benda ?<br />
Dapatkah anak anda menyusun kubus / balok menjadi suatu menara ?</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>BAGIAN B. Pengamatan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Interpretasi</strong> </p>
<ul>
<li>Risiko tinggi menderita autis : bila tidak bisa melakukan A5, A7, B2, B3, dan B4</li>
<li>Risiko kecil menderita autis : tidak bisa melakukan A7 dan B4</li>
<li>Kemungkinan gangguan perkembangan lain : tidak bisa melakukan &gt;3</li>
<li>Dalam batas normal : tidak bisa melakukan &lt;3</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Keterangan pertanyaan A5, 7 dan B2, 3, 4 paling penting. Anak yang tidak bisa melakukan hal-hal tersebut ketika di uji 2 kali (jarak 1 bulan) semua kemudian terdiagnosis sebagai autis ketika berumur 20 – 42 bulan. Tetapi anak dengan keterlambatan perkembangan yang menyeluruh juga tidak bisa melakukannya. Oleh karena itu perlu menyingkirkan kemungkinan retardasi mental</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Tanda dan gejala Autis</strong></p>
<p>Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan dalam komunikasi verbal maupun nonverbal</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Kemampuan berbahasa mengalami keterlambatan atau sama sekali tidak dapat berbicara. Menggunakan kata kata tanpa menghubungkannya dengan arti yang lazim digunakan.</li>
<li>Berkomunikasi dengan menggunakan bahasa tubuh dan hanya dapat berkomunikasi dalam waktu singkat.</li>
<li>Kata-kata yang tidak dapat dimengerti orang lain (“bahasa planet”)</li>
<li>Tidak mengerti atau tidak menggunakan kata-kata dalam konteks yang sesuai.</li>
<li>Ekolalia (meniru atau membeo), menirukan kata, kalimat atau lagu tanpa tahu artinya.</li>
<li>Bicaranya monoton seperti robot</li>
<li>Bicara tidak digunakan untuk komunikasi</li>
<li>Mimik datar</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan dalam bidang interaksi sosial</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Menolak atau menghindar untuk bertatap muka</li>
<li>Tidak menoleh bila dipanggil, sehingga sering diduga tuli</li>
<li>Merasa tidak senang atau menolak dipeluk</li>
<li>Bila menginginkan sesuatu, menarik tangan tangan orang yang terdekat dan berharap orang tersebut melakukan sesuatu untuknya</li>
<li>Tidak berbagi kesenangan dengan orang lain</li>
<li>Saat bermain bila didekati malah menjauh</li>
<li>Bila menginginkan sesuatu ia menarik tangan orang lain dan mengharapkan tangan tersebut melakukan sesuatu untuknya.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan dalam bermain</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Bermain sangat monoton dan aneh misalnya menderetkan sabun menjadi satu deretan yang panjang, memutar bola pada mainan mobil dan mengamati dengan seksama dalam jangka waktu lama.</li>
<li>Ada kelekatan dengan benda tertentu seperti kertas, gambar, kartu atau guling, terus dipegang dibawa kemana saja dia pergi.</li>
<li>Bila senang satu mainan tidak mau mainan lainnya.</li>
<li>Tidak menyukai boneka, tetapi lebih menyukai benda yang kurang menarik seperti botol, gelang karet, baterai atau benda lainnya</li>
<li>Tidak spontan / reflek dan tidak dapat berimajinasi dalam bermain. Tidak dapat meniru tindakan temannya dan tidak dapat memulai permainan yang bersifat pura pura.</li>
<li>Sering memperhatikan jari-jarinya sendiri, kipas angin yang berputar atau angin yang bergerak.</li>
<li>Perilaku yang ritualistik sering terjadi sulit mengubah rutinitas sehari hari, misalnya bila bermain harus melakukan urut-urutan tertentu, bila bepergian harus melalui rute yang sama.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan perilaku</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li> Sering dianggap sebagai anak yang senang kerapian harus menempatkan barang tertentu pada tempatnya</li>
<li>Anak dapat terlihat hiperaktif misalnya bila masuk dalam rumah yang baru pertama kali ia datang, ia akan membuka semua pintu, berjalan kesana kemari, berlari-lari tak tentu arah.</li>
<li>Mengulang suatu gerakan tertentu (menggerakkan tangannya seperti burung terbang). Ia juga sering menyakiti diri sendiri seperti memukul kepala atau membenturkan kepala di dinding</li>
<li>Dapat menjadi sangat hiperaktif atau sangat pasif (pendiam), duduk diam bengong dengan tatap mata kosong. Marah tanpa alasan yang masuk akal. Amat sangat menaruh perhatian pada satu benda, ide, aktifitas ataupun orang. Tidak dapat menunjukkan akal sehatnya. Dapat sangat agresif ke orang lain atau dirinya sendiri.</li>
<li>Gangguan kognitif tidur, gangguan makan dan gangguan perilaku lainnya.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan perasaan dan emosi</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Tertawa-tawa sendiri, menangis atau marah tanpa sebab nyata</li>
<li>Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum), terutama bila tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan</li>
<li>Sering mengamuk tak terkendali (temper tantrum)bila keinginannya tidak didapatkannya, bahkan bisa menjadi agresif dan merusak.</li>
<li>Tidak dapat berbagi perasaan (empati) dengan anak lain</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Gangguan dalam persepsi sensoris</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Sensitif terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa (lidah) dari mulai ringan sampai berat.</li>
<li>Menggigit, menjilat atau mencium mainan atau benda apa saja</li>
<li>Bila mendengar suara keras, menutup teling</li>
<li>Menangis setiap kali dicuci rambutnya</li>
<li>Meraskan tidak nyaman bila diberi pakaian tertentu</li>
<li>Tidak menyukai rabaan atau pelukan, Bila digendong sering merosot atau melepaskan diri dari pelukan.</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p><strong>DIAGNOSIS AUTIS</strong></p>
<ul>
<li>Diagnosis Autis adalah dianopsis klinis tidak ada satu pemeriksaan lain berupa laboratorium ataupun tes yang dapat memastikannya. Diagnosis klinis adalah mengamati secara langsng riwayat perkembangan sebelumnya dan pengamatan yang cermat tentang berbagai perkembangan yang ada.  Menegakkan diagnosis autis memang tidaklah mudah karena membutuhkan kecermatan, pengalaman dan mungkin perlu waktu yang tidak sebentar untuk pengamatan. Sejauh ini tidak ditemukan tes klinis yang dapat mendiagnosa langsung autis.</li>
<li>Diagnosa yang paling baik adalah dengan cara seksama mengamati perlilaku anak dalam berkomunikasi, bertingkah laku dan tingkat perkembangannya.</li>
<li>Banyak tanda dan gejala perilaku seperti autism yang disebabkan oleh adanya gangguan selain autis.</li>
<li>Pemeriksaan klinis dan penunjang lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut.</li>
<li>Karena karakteristik dari penyandang autis ini banyak sekali ragamnya sehingga cara diagnosa yang paling ideal adalah dengan memeriksakan anak pada beberapa tim dokter ahli seperti ahli neurologis, ahli psikologi anak, ahli penyakit anak, ahli terapi bahasa, ahli pengajar dan ahli profesional lainnya dibidang autis.</li>
<li>Tes alergi IgG4, tes rambut, tes bioresonansi dan berbagai tes lainnya untuk memastikan penyebab makanan yang mengganggu autis tidak sensitif dan sebaiknya tidak diulakukan. Banyak klinisi yang mengirimkan tes IgG4 yang harus dikirm ke Amerika Serikat). tes ini sendiri tidak direkomendasikan oleh FDA (Food Drug Administration America), hal itu tertulis kecil di bagian bawah hasil pemeriksaan. Untuk memastikan penyebab alergin atau reaksi simpang makanan adalah dengan eliminasi provokasi. (baca : <a title="Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/31/intervensi-diet-sebagai-terapi-dan-diagnosis-berbagai-gangguan-pada-tubuh-manusia/">Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan</a>)</li>
<li>Sedangkan pemeriksaan lain seperti EEG, CT scan, MRI atau tes kultur feses, dan pemeriksaan feses lainnya hanya sebatas untuk kepentingan penelitian. Bukan untuk dilakukan tindakan rutin.</li>
<li>Dokter ahli atau praktisi kesehatan profesional yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan dan wawasan mengenai autis akan mengalami kesulitan dalam mendiagnosa autis. Kadang kadang dokter ahli atau praktisi kesehatan profesional keliru melakukan diagnosa dan tidak melibatkan orang tua sewaktu melakukan diagnosa. Kesulitan dalam pemahaman autis dapat menjurus pada kesalahan dalam memberikan pelayanan kepada penyandang autisme yang secara umum sangat memerlukan perhatian yang khusus dan rumit.<br />
Hasil pengamatan sesaat belumlah dapat disimpulkan sebagai hasil mutlak dari kemampuan dan perilaku seorang anak. Masukkan dari orang tua mengenai kronologi perkembangan anak adalah hal terpenting dalam menentukan keakuratan hasil diagnosa. Secara sekilas, penyandang autis dapat terlihat seperti anak dengan keterbelakangan mental, kelainan perilaku, gangguan pendengaran atau bahkan berperilaku aneh dan nyentrik. Yang lebih menyulitkan lagi adalah semua gejala tersebut diatas dapat timbul secara bersamaan.<br />
Karenanya sangatlah penting untuk membedakan antara autis dengan yang lainnya sehingga diagnosa yang akurat dan penanganan sedini mungkin dapat dilakukan untuk menentukan terapi yang tepat.</li>
</ul>
<p><strong>DIAGNOSIS AUTIS BERDASARKAN DSM IV (Diagnostic and Statistic manual)</strong></p>
<p>A. <strong>Interaksi Sosial</strong> (minimal 2):</p>
<dl>
<dd>
<ol>
<li>Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal: kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju</li>
<li>Kesulitan bermain dengan teman sebaya</li>
<li>Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan/minat</li>
<li>Kurang mampu mengadakan hubungan sosial dan emosional 2 arah</li>
</ol>
</dd>
</dl>
<p>B. <strong>Komunikasi Sosial</strong> (minimal 1):</p>
<dl>
<dd>
<ol>
<li>Tidak/terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal</li>
<li>Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi/inisiasi, egosentris</li>
<li>Bahasa aneh &amp; diulang-ulang/stereotip</li>
<li>Cara bermain kurang variatif/imajinatif, kurang imitasi social</li>
</ol>
</dd>
</dl>
<p>C. <strong>Imaginasi, berpikir fleksibel</strong> dan <strong>bermain imaginatif</strong> (minimal 1):</p>
<dl>
<dd>
<ol>
<li>Mempertahankan 1 minat atau lebih dengan cara yang sangat khas dan berlebihan, baik intensitas dan fokusnya</li>
<li>Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik/rutinitas yang tidak berguna</li>
<li>Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda</li>
</ol>
</dd>
</dl>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Autistic-sweetiepie-boy-with-ducksinarow.jpg"></a> </div>
<div>Gejala autisme dapat sangat ringan (<em>mild</em>), sedang (<em>moderate</em>) hingga parah (<em>severe</em>), sehingga masyarakat mungkin tidak menyadari seluruh keberadaannya. Parah atau ringannya gangguan autisme sering kemudian di-paralel-kan dengan keberfungsian. Dikatakan oleh para ahli bahwa anak-anak dengan autisme dengan tingkat intelegensi dan kognitif yang rendah, tidak berbicara (nonverbal), memiliki perilaku menyakiti diri sendiri, serta menunjukkan sangat terbatasnya minat dan rutinitas yang dilakukan maka mereka diklasifikasikan sebagai low functioning autism. Sementara mereka yang menunjukkan fungsi kognitif dan intelegensi yang tinggi, mampu menggunakan bahasa dan bicaranya secara efektif serta menunjukkan kemampuan mengikuti rutinitas yang umum diklasifikasikan sebagai high functioning autism. Dua dikotomi dari karakteristik gangguan sesungguhnya akan sangat berpengaruh pada implikasi pendidikan maupun model-model <em>treatment</em> yang diberikan pada para penyandang autis. Kiranya melalui media ini penulis menghimbau kepada para ahli dan paktisi di bidang autis untuk semakin mengembangkan strategi-strategi dan teknik-teknik pengajaran yang tepat bagi mereka. Apalagi mengingat fakta dari hasil-hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa 80% anak dengan autisme memiliki intelegensi yang rendah dan tidak berbicara atau nonverbal. Namun sekali lagi, apapun diagnosa maupun label yang diberikan prioritasnya adalah segera diberikannya intervensi yang tepat dan sungguh-sungguh sesuai dengan kebutuhan mereka.</div>
</div>
<p><strong>Autis sebagai spektrum gangguan maka gejala-gejalanya dapat menjadi bukti dari berbagai kombinasi gangguan perkembangan. Bila tes-tes secara <em>behavioral</em> maupun komunikasi tidak dapat mendeteksi adanya autisme, maka beberapa instrumen <em>screening</em> yang saat ini telah berkembang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme:</strong></p>
<ul>
<li><a title="Childhood Autism Rating Scale (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Childhood_Autism_Rating_Scale&amp;action=edit&amp;redlink=1">Childhood Autism Rating Scale</a> (CARS): skala peringkat autisme masa kanak-kanak yang dibuat oleh Eric Schopler di awal tahun 1970 yang didasarkan pada pengamatan perilaku. Alat menggunakan skala hingga 15; anak dievaluasi berdasarkan hubungannya dengan orang, penggunaan gerakan tubuh, adaptasi terhadap perubahan, kemampuan mendengar dan komunikasi verbal</li>
<li><a title="The Checklis for Autism in Toddlers (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Checklis_for_Autism_in_Toddlers&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Checklis for Autism in Toddlers</a> (CHAT): berupa daftar pemeriksaan autisme pada masa balita yang digunakan untuk mendeteksi anak berumur 18 bulan, dikembangkan oleh Simon Baron Cohen di awal tahun 1990-an.</li>
<li><a title="The Autism Screening Questionare (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Autism_Screening_Questionare&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Autism Screening Questionare</a>: adalah daftar pertanyaan yang terdiri dari 40 skala item yang digunakan pada anak dia atas usia 4 tahun untuk mengevaluasi kemampuan komunikasi dan sosial mereka</li>
<li><a title="The Screening Test for Autism in Two-Years Old (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=The_Screening_Test_for_Autism_in_Two-Years_Old&amp;action=edit&amp;redlink=1">The Screening Test for Autism in Two-Years Old</a>: tes <a title="Screening (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Screening&amp;action=edit&amp;redlink=1">screening</a> autisme bagi anak usia 2 tahun yang dikembangkan oleh Wendy Stone di Vanderbilt didasarkan pada 3 bidang kemampuan anak, yaitu; bermain, imitasi motor dan konsentrasi.</li>
</ul>
<p><strong>DIAGNOSIS BANDING AUTISM</strong></p>
<p><strong><img src="http://www.topnews.in/files/Autism-children.jpg" alt="" width="219" height="170" /></strong></p>
<ul>
<li>Referensi baku yang dipakai untuk menjelaskan jenis autisme adalah standar Amerika DSM revisi keempat (Diagnostic and Statistical Manual) yang memuat kriteria yang harus dipenuhi dalam melakukan diagnosa autisme. Diagnosa ini hanya dapat dilakukan oleh tim dokter atau praktisi ahli bersadarkan pengamatan seksama terhadap perilaku anak autisme dan disertai konsultasi dengan orang tua anak.</li>
<li>Pada kenyataanya, sangat sulit untuk membagi kategori atau jenis autisme mengingat tjarang ditemukan antara satu dan lain penyandang autisme yang mempunyai gejala yang sama. Setiap penyandang autisme mempunyai ke-’khas’-annya sendiri sendiri. Dengan kata lain ada 1001 jenis atau mungkin satu juta satu jenis autisme di dunia ini yang tidak dapat diperinci satu persatu.</li>
<li>Istilah yang lazim dipakai saat ini oleh para ahli adalah ‘kelainan spektrum autisme’ atau ASD (Autism Spectrum Disorder). Anak yang telah didiagnosa dan masuk dalam kategori PDD mempunyai persamaan dalam hal kekurang mampuan bersosialisasi dan berkomunikasi akan tetapi tingkat kelainan-nya (spektrum-nya) berbeda satu dengan lainnya. Terdapat begitu banyaknya jenis atau ciri penyandang autisme, sehingga lebih berupa rangkaian dari kelabu muda sekali hingga kelabu tua sekali (sangat bervariasi).</li>
<li>Penggunaan istilah autisme berat/parah dan autisme ringan dapat menyesatkan karena jika dikatakan berat atau parah orang tua dapat merasa frustasi dan berhenti berusaha karena merasa tidak ada gunanya lagi. Sebaliknya jika dikatakan ringan atau tidak parah maka orang tua merasa senang dan juga dapat berhenti berusaha karena merasa anaknya akan sembuh sendiri. Pada kenyataannya, baik ringan ataupun berat, tanpa penanganan terpadu dan intensif, penyandang autisme sulit mandiri. Meskipun sejauh nini belum ada pembagian tegas untuk menunjukkan derajat autism, apakah ringan, sedang atau berat.</li>
</ul>
<p><strong>Autisme</strong> dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder R-IV merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung PDD (<em>Pervasive Development Disorder</em>) di luar ADHD (<em>Attention Deficit Hyperactivity Disorder</em>) dan ADD (<em>Attention Deficit Disorder</em>). Gangguan perkembangan perpasiv (PDD) adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan beberapa kelompok gangguan perkembangan di bawah (<em>umbrella term</em>) PDD, yaitu:</p>
<ol>
<li>Autistic Disorder (Autism) Muncul sebelum usia 3 tahun dan ditunjukkan adanya hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi dan kemampuan bermain secara imaginatif serta adanya perilaku stereotip pada minat dan aktivitas.</li>
<li>Asperger’s Syndrome Hambatan perkembangan interaksi sosial dan adanya minat dan aktivitas yang terbatas, secara umum tidak menunjukkan keterlambatan bahasa dan bicara, serta memiliki tingkat intelegensia rata-rata hingga di atas rata-rata.</li>
<li>Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified (PDD-NOS) Merujuk pada istilah atypical autism, diagnosa PDD-NOS berlaku bila seorang anak tidak menunjukkan keseluruhan kriteria pada diagnosa tertentu (Autisme, Asperger atau Rett Syndrome).</li>
<li>Rett’s Syndrome Lebih sering terjadi pada anak perempuan dan jarang terjadi pada anak laki-laki. Sempat mengalami perkembangan yang normal kemudian terjadi kemunduran/kehilangan kemampuan yang dimilikinya; kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan-gerakkan tangan yang berulang-ulang pada rentang usia 1 – 4 tahun.</li>
<li>Childhood Disintegrative Disorder (CDD) Menunjukkan perkembangan yang normal selama 2 tahun pertama usia perkembangan kemudian tiba-tiba kehilangan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai sebelumnya.</li>
</ol>
<p>Diagnosa Pervasive Develompmental Disorder Not Otherwise Specified (PDD – NOS) umumnya digunakan atau dipakai di Amerika Serikat untuk menjelaskan adanya beberapa karakteristik autisme pada seseorang (Howlin, 1998: 79). National Information Center for Children and Youth with Disabilities (NICHCY) di Amerika Serikat menyatakan bahwa Autisme dan PDD – NOS adalah gangguan perkembangan yang cenderung memiliki karakteristik serupa dan gejalanya muncul sebelum usia 3 tahun. Keduanya merupakan gangguan yang bersifat neurologis yang mempengaruhi kemampuan berkomunikasi, pemahaman bahasa, bermain dan kemampuan berhubungan dengan orang lain. Ketidakmampuan beradaptasi pada perubahan dan adanya respon-respon yang tidak wajar terhadap pengalaman sensoris seringkali juga dihubungkan pada gejala autis.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>SINDROM RETT’S</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Sindrom Rett adalah penyakit degeneratif, ketidakmampuan yang semakin hari semakin parah (progresif). Hanya menimpa anak perempuan. Pertumbuhan normal lalu diikuti dengan kehilangan keahlian yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik- khususnya kehilangan kemampuan menggunakan tangan yang kemudian berganti menjadi pergerakan tangan yang berulang ulang (seperti mencuci tangan) mulai pada umur 1 hingga 4 tahun.<br />
Gejala dapat dimulai usia 6 bulan hingga usia 18 bulan </p>
<ul>
<li>Pertumbuhan kepala lambat</li>
<li>Kehilangan kemampuan menggunakan gerakan tangan</li>
<li>Berkembang seperti gejala khas autism</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>GANGGUAN DISINTEGRATIF PADA KANAK-KANAK (Childhood Disintegrative Disorder /CDD)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Pertumbuhan yang normal pada usia 1 sampai 2 tahun kemudian kehilangan kemampuan yang sebelumnya telah dikuasai dengan baik.<br />
Anak berkembang normal dalam usia 2 tahun pertama(seperti : kemampuan kominukasi, sosial, bermain dan perilaku), namun secara bermakna kemampuan itu terganggu sebelum usis 10 tahun, yang tergangggu diantaranya adalah kemampuan : </p>
<ul>
<li>Bahasa</li>
<li>Kemampuan sosial</li>
<li>Kemampuan buang air besar dan buang air kecil di toilet</li>
<li>Bermain</li>
<li>Kemampuan motorik</li>
<li>Gejala tambahan, menunjukkan fungus abnormal sedikitnya dua hal dari : Interaksi sosial, KomunikasiCommunication</li>
<li>Pola perilaku terbatas : perhatian dan aktifitas</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>SINDROM ASPERGER’S</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Asperger’s Syndrome gejala khas yang timbul adalah gangguan intteraksi sosial ditambah gejala keterbatasan dan pengulangan perilaku, ketertarikan dan aktifitasis. Mempunyai gangguan kualitatif dalam interaksi sosial, sedikitnya dua gejala dari : </p>
<ul>
<li>Ditandai dengan gangguan penggunaan beberapa komunikasi non verbal (mata, pandangan, ekspresi wajah, sikap bada, gerak isyarat)</li>
<li>Tidak bisa bermain dengan anak sebaya</li>
<li>Gangguan dalam menikmati minat atau keberhasilan</li>
<li>kurangnya hubungan sosial dan emosional</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>GANGGUAN PERKEMBANGAN PERVASIF (Pervasive Developmental Disorder – Not Otherwise Specified / PDD-NOS)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Biasa disebut Autis yang tidak umum dimana diagnosis PDD-NOS dapat dilakukan jika anak tidak memenuhi kriteria diagnosis yang ada (DSM-IV) akan tetapi terdapat ketidakmampuan pada beberapa perilakunya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>MULTISYSTEM DEVELOPMENTAL DISORDERS (MSDD)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> Beberapa ahli perkembangan anak menggunakan klarifikasi yang disebut sebagai Zero to three’s Diagnostic Classification of Mental Health and Development Disorders of Infacy and early Childhood. DC-0-3 menggunakan konsep bahwa proses diagnosis adalah proses berkelanjutan dan terus menerus, sehingga dokter yang merawat dalam pertambahan usia dapat mendalami tanda, gejala dan diagnosis pada anak. Diagnosis tidak dapat ditegakkan secara cepat, tapi harus melalui pengamatan yang cermat dan berulang-ulang. Dalam penegakkan diagnosis harus berkerjasama dengan orangtua dengan mengamati perkembangan hubungan anak dengan orangtua dan lingkungannya.<br />
Konsep DC 0-3 tersebut digunakan karena pengalaman kesulitan dalam mendiagnosis Autism di bawah 3 tahun, khususnya yang mempunyai gejala yang belum jelas. Faktor inilah yang menyulitkan apabila anak didiagnosis autism terlalu dini, padahal dalam perkembangannya mungkin saja gangguan perkembangan tersebut ada kecenderungan membaik atau menghilang. Sehingga kalau anaknya didiagnosis Autism adalah sesuatu yang berat bagi orang tua, seolah-olah sudah tidak harapan bagi si anak.<br />
MSDD adalah diagnosis gangguan perkembangan dalam hal kesanggupannya berhubungan, berkomunikasi, bermain dan belajar. Gangguan MSDD tidak menetap seperti gangguan pada Autistis Spectrum Disorders, tetapi sangat mungkin untuk terjadi perubahan dan perbaikkan. Pengertian MSDD meliputi gangguan sensoris multipel dan interaksi sensori motor. Gejala MSDD meliputi :<br />
· Gangguan dalam berhubungan sosial dan emosional dengan orang tua atau pengasuh.<br />
· Gangguan dalam mempertahankan dan mengembangkan komunikai<br />
· Gangguan dalam proses auditory<br />
· Gangguan dalam proses berbagai sensori lain atau koordinasi motorik</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p><strong>PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN</strong></p>
<ul>
<li>Tidak ada satupun pemeriksaan medis yang dapat memastikan suatu diagnosis Autis pada anak. Tetapi terdapat beberapa pemeriksaan yang dapat menunjang diagnosis yang dapat digunakan sebagai dasar intervensi dan strategi pengobatan. <strong>Tetapi sebaiknya pemeriksaan tersebut dilakukan bila hanya mencurigai adanya gangguan organik pada penderita </strong></li>
<li>PENDENGARAN: Bila terdapat gangguan pendengaran harus dilakukan beberapa pemeriksaan Audio gram and Typanogram.</li>
<li>ELEKTROENSEFALOGRAM (EEG): EEG untuk memeriksa gelombang otak yang mennujukkan gangguan kejang, diindikasikan pada kelainan tumor dan gangguan otak..</li>
<li>SKRENING METABOLIK: Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan darah dan urine untuk melihat metabolisme makanan di dalam tubuh dan pengaruhnya pada tumbuh kembang anak. Beberapa spectrum autism dapat disembuhkan dengan diet khusus.<br />
MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI) DAN COMPUTER ASSITED AXIAL TOMOGRAPHY (CAT SCAN): MRI atau CAT Scans sangat menolong untuk mendiagnosis kelainan struktur otak, karena dapat melihat struktur otak secara lebih detail</li>
<li>PEMERIKSAAN GENETIK: Pemeriksaan darah untuk melihat kelainan genetik, yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan. Beberapa penelitian menunjukkkan bahwa penderita autism telah dapat ditemukan pola DNA dalam tubuhnya.</li>
</ul>
<p><strong>OBSERVASI SECARA LANGSUNG</strong><strong><img src="http://static.howstuffworks.com/gif/autism-2.jpg" alt="" width="196" height="215" /></strong><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>OBSERVASI LANGSUNG, INTERAKSI DAN PENILAIAN WAWANCARA :</strong><br />
Informasi tentang emosi anak, sosial, komunikasi, kemampuan kognitif melalui pengamatan l;angsung apada anak secara cermat dan lama dan inteview  kepada orangtua tentang riwayata tahapan perkembangan anak dari sejak usia 0 bulan sampai sekatang</li>
<li><strong>PENILAIAN FUNGSIONAL:</strong><br />
Tujuan untuk mengetahui bagaimana bisa terjadi perubahan perilaku (seperti perilaku motorik yang aneh). Berdasarkan pertimbangan itu bahwa perubahan perilakuj adalah suatu cara untuk berkomunikasi dengan lingkungan. Penilaian fungsional termasuk wawancara, observasi langsung dan interaksi secara langsung untuk mengetahui apakah anak menderita autism atau dikaitkan ketidakmampuan dalam komunikasi melalui perilaku anak.Penilaian secara fungsional ini akan membantu dalam perencanaan intervensi atau terapi okupasi yang harus diberikan.</li>
<li><strong>PENILAIAN DASAR BERMAIN :<br />
</strong>Melibatkan orang tua, guru, pengasuh atau anggota keluarga lainnya untuk mengamati situasi permainan yang dapat memberikan informasi hubungan sosial, eomosional, kognitif dan perkembangan komunikasi. Dengan mengetahui kebiasaan belajar anak dan pola interaksi melalui penilaian permainan, pengobatan secara individual dapat direncanakan.</li>
</ul>
<p><strong>PERANAN ORANG TUA DALAM DETEKSI DINI</strong></p>
<ul>
<li>Dalam perkembangannya menjadi manusia dewasa, seorang anak berkembang melalui tahapan tertentu.</li>
<li>Diantara jenis perkembangan, yang paling penting untuk menentukan kemampuan intelegensi di kemudian hari adalah perkembangan motorik halus dan pemecahan masalah visuo-motor, serta perkembangan berbahasa. Kemudian keduanya berkembang menjadi perkembangan sosial yang merupakan adaptasi terhadap lingkungan.</li>
<li>Walaupun kecepatan perkembangan setiap anak berbeda-beda, kita harus waspada apabila seorang anak mengalami keterlambatan perkembangan atau penyimpangan perkembangan. Untuk mendeteksi keterlambatan, dapat digunakan 2 pendekatan :</li>
<li>Memberikan peranan kepada orang tua, nenek, guru atau pengasuh untuk melakukan deteksi dini dan melaporkan kepada dokter bila anak mengalami keterlambatan atau gangguan perkembangan dan perilaku. Kerugian cara ini adalah bahwa orang tua sering menganggap bahwa anak akan dapat menyusul keterlambatannya dikemudian hari dan cukup ditunggu saja. Misalnya bila anak mengalami keterlambatan bicara, nenek mengatakan bahwa ayah atau ibu juga terlambat bicara, atau anggapan bahwa anak yang cepat jalan akan lebih lambat bicara. Kadang-kadang disulitkan oleh reaksi menolak dari orang tua yang tidak mengakui bahwa anak mengalami keterlambatan bicara</li>
<li>Pendekatan lainnya adalah dengan deteksi aktif, membandingkan apakah seorang anak dapat melakukan fungsi bahasa yang sesuai dengan baku untuk anak seusianya. Pendekatan kedua juga mempunyai kelemahan yaitu akan terlalu banyak anak yang diidentifikasi sebagai “abnormal” karena bicara terlambat. Sebagian besar diantaranya memang secara alamiah akan menyusul bicara dikemudian hari. Bahkan kadang-kadang masih ditemukan dokter atau dokter anak yang masih menganggap bukan kelainan, dan dikatakan kepada pasien: “Tidak apa-apa, ditunggu saja”.</li>
<li>Peranan orang tua untuk melaporkan kecurigaannya dan peran dokter untuk menanggapi keluhan tersebut sama pentingnya dalam penatalaksanaan anak. Bila dijumpai keterlambatan atau penyimpangan harus dilakukan pemeriksaan atau menentukan apakah hal tersebut merupakan variasi normal atau suatu kelainan yang serius. Jangan berpegang pada pendapat :”Nanti juga akan berkembang sendiri” atau “Anak semata-mata hanya terlambat sedikit” tanpa bukti yang kuat, yang akan mengakibatkan diagnosis yang terlambat dan penatalaksanaan yang semakin sulit.</li>
</ul>
<p> </p>
<p><strong>END POINT :</strong></p>
<ul>
<li>Untuk memastikan diagnosis Autis hanya dengan diagnosis klinis atau dengan mengenali secara cermat riwayat perkembangan anak sejak lahir dan pengamatan perkembangan anak saat sekarang</li>
<li>Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan tambahan lain hanya diperlukan untuk sebatas penelitian atau kalau dicurigai adanya kelainan di susunan saraf pusat atau fungsi organ lainnya. Gangguan fungsi organ yang khas pada Autis jarang terjadi. Sebaiknya beragai pemeriksaan yang tidak perlu tidak dilakukan, karena beban biasya yang sangat besar tetapi tidak terlalu penting manfaatnya berkaitan dengan pengobatan.</li>
<li>Pemeriksaan mencari penyebab alergi atau reaksi simpang makanan lain hanya dengan melakukan eliminasi provokasi makanan <strong>BUKAN DENGAN TES ALERGI</strong> (baca : <a title="Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/31/intervensi-diet-sebagai-terapi-dan-diagnosis-berbagai-gangguan-pada-tubuh-manusia/">Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan</a>)</li>
<li>Ternyata banyak sekali anak yang hanya mengalami sebagian kecil gejala tersebut. Kelompok anak ini bukanlah penderita Autis dan normal tetapi dalam kehidupan sehari hari sangat mengganggu terutama gangguan konsentrasi di sekolah. Jumlah penderita yang masuk area abu-abu ini sangat banyak seperti fenomena gunung es.Pada keadaan tertentu kelompok seperti ini divonis Autis Ringan atau gejala Autis. Sebenarnya tidak ada Diagnosis Autis ringan atau gejala Autis,  biasanya diagnosis ini diberikan oleh dokter yang ragu-ragu dalam diagnosisnya.  Kelompok anak seperti ini sering terjadi pada penderita alergi atau hipersensitifitas makanan.</li>
</ul>
<p><img src="http://www.elainechen.com/illustration/assets/autism.gif" alt="" width="474" height="366" /></p>
<p><img src="http://www.healtharticlecenter.com/wp-content/uploads/autism.gif" alt="" width="483" height="623" /></p>
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a title="Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini" href="http://childrenclinic.wordpress.com/2010/11/03/deteksi-dan-kenali-keterlambatan-bicara-pada-anak-sejak-dini/">Deteksi dan Kenali Keterlambatan Bicara Pada Anak Sejak Dini</a></li>
<li><a title="Permanent Link to ALERGI MAKANAN, DIET DAN AUTISME" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/12/07/alergi-makanan-diet-dan-autisme/">ALERGI MAKANAN, DIET DAN AUTISME</a></li>
<li><a title="Permanent Link to ALERGI MAKANAN DAN GANGGUAN PERILAKU ANAK SEKOLAH" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/12/07/alergi-makanan-dan-gangguan-perilaku-anak-sekolah/">ALERGI MAKANAN DAN GANGGUAN PERILAKU ANAK SEKOLAH</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Perilaku dan Alergi makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/15/180/">Gangguan Perilaku dan Alergi makanan</a></li>
</ul>
<p>Link Terkait :</p>
<ul>
<li><a href="http://sleepclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN  SLEEP CLINIC : Informasi gangguan Tidur pada Anak</em></strong></a></li>
<li><a href="http://speechclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN SPEECH CLINIC : Informasi Permasalahan Gangguan Komunikasi dan Bicara Pada Anak</em></strong></a></li>
<li><strong><em><a href="http://hyperactivitiesclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN  HYPERACTIVITY CLINIC : Informasi Gangguan Hiperaktif, gangguan konsentrasi dan gangguan perilaku lainnya</em></strong></a></em></strong></li>
<li><strong><em><strong><em><a href="http://rehabilitationclinic.wordpress.com/"><strong><em>REHABILITATION MEDICINE FOR CHILDREN &amp; ADOLESCENCE</em></strong></a></em></strong></em></strong></li>
<li><strong><em><strong><em><strong><em><a href="http://footclinic.wordpress.com/"><strong><em>CHILDREN FOOT CLINIC : Informasi Gangguan Perkembangan Motorik dan gagguan Kaki pada Anak dan remaja </em></strong></a></em></strong></em></strong></em></strong></li>
</ul>
<p> </p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/cara-mengenali-autis-sejak-dini/'>Cara Mengenali Autis Sejak Dini</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/854/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/854/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=854&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/berbagai-cara-mengenali-autis-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kska.org/wp-content/uploads/2009/04/autism_awareness_logo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.topnews.in/files/Autism-children.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://static.howstuffworks.com/gif/autism-2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.elainechen.com/illustration/assets/autism.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.healtharticlecenter.com/wp-content/uploads/autism.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenali Kemampuan Motorik Anak : Dominan Motorik Halus atau Motorik Kasar</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/kenali-kemampuan-motorik-anak-dominan-motorik-halus-atau-motorik-kasar/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/kenali-kemampuan-motorik-anak-dominan-motorik-halus-atau-motorik-kasar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[0-PENYAKIT TERSERING]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Kenali Kemampuan Motorik Anak : Dominan Motorik Halus atau Motorik Kasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=852</guid>
		<description><![CDATA[Kenali Kemampuan Motorik Anak : Dominan Motorik Halus atau Motorik Kasar Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini Kualitas masa depan anak ditentukan oleh perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal. Sehingga deteksi dan stimulasi dan intervensi berbagai penyimpangan pertumbuhan atau perkembangan harus dilakukan sejak dini dini. Kemampuan dan kecerdasan motorik setiap anak berbeda. Terdapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=852&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"><strong>Kenali Kemampuan Motorik Anak : Dominan Motorik Halus atau Motorik Kasar</strong></span></h3>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#800000;"><strong>Deteksi dan Stimulasi Kecerdasan Motorik Anak Sejak Dini </strong></span></h2>
<p><em><strong><img class="alignright" src="http://photos.demandstudios.com/162/65/fotolia_2833957_XS.jpg" alt="" width="268" height="151" /></strong></em></p>
<p><em><strong>Kualitas masa depan anak ditentukan oleh perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal. Sehingga deteksi dan stimulasi dan intervensi berbagai penyimpangan pertumbuhan atau perkembangan harus dilakukan sejak dini dini. Kemampuan dan kecerdasan motorik setiap anak berbeda. Terdapat dua kelompok dengan kemampuan motorik halus lebih dominan dan kemampuan motorik kasar lebih dominan.  Tetapi meski jarang terdapat kelompok anak dengan ke dua hal tersebut sangat baik atau sebaliknya ke dua hal tersebut buruk. Perkembangan motorik sering diabaikan oleh dokter dan orangtua sebagai faktor yang sangat berpengaruh di masa depan. Kecerdasan motorik yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang di masa depan.</strong></em></p>
<p><em><strong>Ilustrasi Kasus</strong></em></p>
<ul>
<li><em>S<strong>andiaz anak usia 8 tahun, duduk termenung dan iri melihat beberapa temannya dengan lincah bermain bola. Padahal keinginan bermain bolanya tinggi tetapi saat berlari sering terjatuh dan selalu terlepas bila menggiring bola. Ternyata saat ditelusuri perkembangan motoriknya sejak bayi seringkali tidak mengikuti tahapan normal. Seperti saat duduk dan merangkak baru bisa saat usia 1 tahun. Bisa berjalan saat usia 17 bulan.Tetapi Sandiaz mempunyai kelebihan lain dalam motorik halus seperti main game, memainkan alat elektronik komputer atau gadget lainnya, menulis dan mengambarnya sangat bagus.</strong></em></li>
<li><em><strong>Sedangkan Audi anak usia 11 tahun, sangat bangga dengan kemampuan bermain sepak bola, tetapi ketika melihat Sandiaz jago main computer, game dan jago melukis dia tampaknya ingin seperti Sandiaz yang punya banyak kelebihan tersebut.</strong></em></li>
<li><strong><em>Anak dengan ketrampilan motorik kasar yang baik akan berprestasi olah raga sehingga lebih bisa diterima dalam perguruan tinggi atau dalam pekerjaan. Demikian pula anak dengan ketrampilan motorik halus akan berprestasi dalam bidang melukis, komputer atau kerajinan tangan.</em></strong></li>
</ul>
<p>Deteksi dini tumbuh kembang anak terdiri dari pemantauan secara cermat pertumbuhan fisik, perkembangan Motorik, perkembangan kognitif, perkembangan psikososial.  Setiap parameter perkembangan tersebut tersebut memiliki tahapan-tahapan sendiri sesuai perkembangan usia. Misalnya perkembangan motorik anak usia 6-8 bulan sudah harus bisa merangkak dan duduk. Masa balita adalah masa emas (golden age) dalam rentang perkembangan seorang individu. Pada masa ini, anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kognitif maupun psikososial. Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang holistik atau menyeluruh. Karena itu pemberian stimulasinya pun perlu berlangsung dalam kegiatan yang holistik.</p>
<p><em>Ternyata perkembangan motorik seorang anak seringkali berbeda dengan anak lainnnya. </em>Perkembangan motorik berbeda tingkatannya pada setiap individu. Anak usia empat tahun bisa dengan mudah menggunakan gunting sementara yang lainnya mungkin akan bisa setelah berusia lima atau enam tahun. Anak tertentu mungkin akan bisa melopmat dan menangkap bola dengan mudah sementara yang lainnya mungkin hanya bisa menangkap bola yang besar atau berguling-guling.</p>
<p>Demikian pula stimulasi lingkungan, status gizi,  ras dan genetik mempunyai pengaruh penting dalam perkembangan motorik. Hal ini dapat dilihat perbedaan kemampuan rata-rata perkembangan motorik anak di berbagai Negara berbeda. Dibandingakan kemampuan motorik anak-anak di negara-negara Amerika dan Eropa Barat, maka perkembangan <em>motorik milestone</em> pada anak Indonesia tergolong rendah. Di Amerika, anak mulai berjalan pada umur 11,4–12,4 bulan11, dan anak-anak di Eropa antara 12,4–13,6 bulan12. Sedangkan di Indonesia, pada sampel yang diteliti adalah rata-rata 14,02 bulan. <em> </em></p>
<p><em>Dalam penelitian yang dilakukan dr Widodo Judarwanto SpA, terdapat kelompok anak tertentu yang mempunyai perkembangan motorik kasar atau kecerdasan olahraganya sangat bagus, tetapi kelompok ini kemampuan motorik halusnya tidak baik. Sedangkan kelompok lain yang mempunyai perkembangan motorik kasar buruk, ternyata mempunyai kemampuan motorik halus sangat baik. Meski jarang terdapat juga kelompok anak yang mempunyai perkembangan motorik keduanya sangat baik. Sebaliknya terdapat kelompok anak yang mempunyai kemampuan motorik kasar dan halus sama buruknya. Hal ini terjadi pada anak dengan gangguan susunan saraf pusat seperti sebral palsi atau kelainan infeksi dan genetik yang mengganggu otak.</em></p>
<p>Pada kelompok anak tertentu sangat lentur dan tertarik pada senam dan olah raga yang teratur. Mereka mengembangkan kemampuan motorik yang lebih baik. Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dilakukan. <em> </em></p>
<p>Pada anak yang memiliki gangguan konsentrasi atau rentang konsentrasi yang relatif pendek, mereka menjadi ahli pemecah masalah dan dapat memusatkan perhatian untuk suatu periode yang cukup lama jika topik yang diajarkan menarik bagi mereka.  Pada kelompok ini, anak mengembangkan keterampilan motorik kasar dan melakukan gerakan fisik yang sangat aktif. Tetapi saat melakukan gerakan motorik halus tidak optimal karena tidak memusatkan perhatian pada aktifitas yang dihadapi, hal ini yang sering dikelirukan anak yang sangat aktif divonis mengalami gangguan motorik halus. Memang saat mewarnai anak tersebut sering acak-acakan selalu keluar dari garis gambar. Tetapi pada anak kelompok ini sat menggambar bisa detil dan tekun atau saat menggerakkan key pad mouse komputer sangat bagus dan tepat. Padahal kemampuan tersebut adalah kemampuan motorik halus yang sangat baik.</p>
<p>Penelitian unik yang telah dilakukan dr Widodo Judarwanto adalah pada penderita yang sering mengalami masalah gangguan saluran cerna terutama saat bayi dengan keluhan utama sering muntah, Gastrooesepageal refluks dan gangguan cerna lainnya seringkali mengalami perkembangan motorik kasar yang tidak baik tetapi mempunyai kemampuan motorik halus yang sangat baik. Biasanya penderita ini juga mengalami gangguan koordinasi  motorik mulut seperti keterlambatan bicara, gangguan berbicara (cadel, mengucapkan kata yang tidak jelas atau hanya ujung-ujungnya) dan mengalami gangguan mengunyah dan menelan. Gangguan mengunyah dan menelan ini diistilahkan dengan picky eaters atau pemilih. Biasanya makanan yang sering dihindari atau tidak disukai adalah sayur tertentu seperti kangkung, sawi, empal daging sapi atau nasi atau makanan lain yang berserat. Makanan yang disukai adalah mi, telor, daging ayam, sayur tertentu seperti wortel, brokoli, bayam, kentang, krupuk, biscuit atau makanan yang remnyah, “kriuk” atau crispy lainnya. Hal ini terjadi bukan karena suka tidak suka tetapi masalah makan yang udah dikunyak atau tidfak. Biasanya kelompok anak seperti ini sering terjadi pada penderita alergi dan intoleransi makanan.</p>
<p><em>Berkaitan dengan hal itu maka orangtua harus mengenali dan mendeteksi sejak dini kelebihan dan kekurang perkembangan motorik anak sehingga dapat dilakukan intervensi dan stimulasi sejak dini. Bila hal ini dilakukan mnaka kelebihan kemampuan motorik anak tersebut dapat dioptimalkan dengan memberikan dorongan kegiatan khusus untuk menciptalkan prestasi. Sedangkan bila terdapat kekurang dalam perkembangan motorik lainnya harus diberikan latihan sejak dini agar keterlambatan tersebut dapat diminimalkan.</em></p>
<p><strong>Perkembangan Motorik </strong></p>
<p>Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Perkembangan motorik beriringan dengan proses pertumbuhan secara genetis atau kematangan fisik anak,<em> </em>Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya.<br />
Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.</p>
<p>Perkembangan motorik pada usia tertentu menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak – anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan – ketrampilan motorik, anak – anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak – anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll.</p>
<p>Pertumbuhan dan perkembangan fisik terbentuk sejak periode prenatal atau dalam kandungan. Perkembangan fisik manusia meliputi berbagai aspek yang dipengaruhi sistem dan fungsi organ tubuh. Sistem syaraf yang sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan emosi. Sistem tulang dan otot-otot yang mempengaruhi perkembangan kekuatan dan kemampuan motorik. Sistem hormonal atau endokrin, yang menyebabkan munculnya pola-pola tingkah laku, emosi dan kepribadian,.</p>
<p>Perkembangan motorik sangat dipengaruhi oleh organ dan fungsi system susunan saraf pusat atau otak. Sistem susunan saraf pusat yang sangat berperanan dalam kemampuan motorik dan mengkoordinasi setiap gerakan yang dilakukan anak. Semakin matangnya perkembangan sistem saraf otak yang mengatur otot memungkinkan berkembangnya kompetensi atau kemampuan motorik anak. Perkembangan motorik anak dibagi menjadi Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, mmelompat, naik turun tangga. Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis, menggambar, memotong, melempar dan menangkap bola serta memainkan benda-benda atau alat-alat mainan  </p>
<p>Perkembangan motorik berbeda dari setiap individu, ada orang yang perkembangan motoriknya sangat baik, seperti para atlit yang mempunyai kemapuan lebih dalam berolahraga, tetapi juga terdapat pelukis yang dapat memainkan kuas diatas kanvas karena kemampuan motorik halusnya yang demikian baik. Jensi kelamin juga pun memiliki pengaruh dalam hal ini,  anak perempuan pada usia <em>sekolah mempunyai </em>kelenturan fisiknya sekitar 5 %- 10 % lebih baik dari pada anak laki-laki, tapi kemampuan fisik atletis seperti lari, melompat dan melempar lebih tinggi pada anak laku-laki dari pada perempuan.</p>
<p>Sistematika motorik anak adalah dijelaskan <em>Dynamic System Theory</em> yang mengungkapkan bahwa untuk membangun kemampuan motorik anak harus mempersepsikan sesuatu di lingkungannya yang memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu dan menggunakan persepsi mereka tersebut untuk bergerak. Kemampuan motorik merepresentasikan keinginan anak. Misalnnya ketika anak melihat mainan dengan beraneka ragam, anak mempersepsikan dalam otaknnya bahwa dia ingin memainkannya. Persepsi tersebut memotivasi anak untuk melakukan sesuatu, yaitu bergerak untuk mengambilnya. Akibat gerakan tersebut, anak berhasil mendapatkan apa yang di tujunya yaitu mengambil mainan yang menarik baginya. Teori tersebut pun menjelaskan bahwa ketika bayi di motivasi untuk melakukan sesuatu, mereka dapat menciptakan kemampuan motorik yang baru, kemampuan baru tersebut merupakan hasil dari banyak faktor, yaitu perkembangan system syaraf, kemampuan fisik yang memungkinkannya untuk bergerak, keinginan anak yang memotivasinya untuk bergerak, dan lingkungan yang mendukung pemerolehan kemampuan motorik. Misalnya, anak akan mulai berjalan jika system syarafnya sudah matang, proposi kaki cukup kuat menopang tubuhnya dan anak sendiri ingin berjalan untuk mengambil mainannya.</p>
<p>Kemampuan motorik anak berkaitan erat dengan self-image anak atau rasa percaya diri. Anak yang memiliki kemampuan motorik yang lebih baik di bidang olah raga akan menyebabkan dia dihargai teman-temannya. Peranan kemampuan motorik pada anak juga berpengaruh terhadap dorongan anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan memainkan komputer, bermain bola bola atau memainkan alat elektorik atau mainan lainnya..</p>
<p>Dengan kemampuan motorik baik, anak lebih dapat beradaptasi dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekolah. Kemampuan beradaptasi tersebut adalah anak dapat lebih dapat berteman dengan sesame saat melakukan aktifitas dengan minat yang sama dengan bermain bola atau menggambar. Sehingga dengan perkembangan motorik yang normal memungkinkan anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya, sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan atau menjadi anak yang terpinggirkan.</p>
<p><strong> Deteksi Dini Kemampuan Motorik Anak</strong></p>
<p>Deteksi dini dan pemantauan perkembangan motorik anak dengan melakukan tes Denver. Tes ini membagi perkembangan anak jadi empat, yaitu perkembangan personal sosial, perkembangan bahasa, serta perkembangan motorik kasar dan motorik halus adaptif. Perkembangan bayi akan diamati setiap 1 bulan sekali. Sedangkan balita, atau tepatnya setelah anak menginjak usia 2 tahun ke atas, cukup 3 bulan sekali. Tes Denver merupakan checklist untuk mempermudah pemantauan akan perkembangan anak, apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat itu atau tidak<strong>. </strong>Apakah anak sesuai dengan perkembangan anak sudah sesuai dengantahapan perkembangan usianya.</p>
<h2><strong>Deteksi Dini kemampuan Motorik Halus dan motorik kasar</strong></h2>
<p><strong>Usia 1-2 tahun</strong></p>
<table style="width:471px;height:177px;" border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Motorik Kasar</strong></td>
<td><strong>Motorik Halus</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>• merangkak<br />
• berdiri dan berjalan beberapa langkah<br />
• berjalan cepat<br />
• cepat-cepat duduk agar tidak jatuh<br />
• merangkak di tangga<br />
• berdiri di kursi tanpa pegangan<br />
• menarik dan mendorong benda-benda berat<br />
• melempar bola</td>
<td>• mengambil benda kecil dengan ibu jari atau telunjuk<br />
• membuka 2-3 halaman buku secara bersamaan<br />
• menyusun menara dari balok<br />
• memindahkan air dari gelas ke gelas lain<br />
• belajar memakai kaus kaki sendiri<br />
• menyalakan TV dan bermain remote<br />
• belajar mengupas pisang</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Usia 2-3 tahun</strong></p>
<table style="width:475px;height:141px;" border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Motorik Kasar</strong></td>
<td width="260"><strong>Motorik Halus</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>• melompat-lompat<br />
• berjalan mundur dan jinjit<br />
• menendang bola<br />
• memanjat meja atau tempat tidur<br />
• naik tangga dan lompat di anak tangga terakhir<br />
• berdiri dengan 1 kaki</td>
<td width="260">• mencoret-coret dengan 1 tangan<br />
• menggambar garis tak beraturan<br />
• memegang pensil<br />
• belajar menggunting<br />
• mengancingkan baju<br />
• memakai baju sendiri</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Usia 3-4 tahun</strong></p>
<table style="width:470px;height:121px;" border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Motorik Kasar</strong></td>
<td width="395"><strong>Motorik Halus</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>• melompat dengan 1 kaki<br />
• berjalan menyusuri papan<br />
• menangkap bola besar<br />
• mengendarai sepeda<br />
• berdiri dengan 1 kaki</td>
<td width="395">• menggambar manusia<br />
• mencuci tangan sendiri<br />
• membentuk benda dari plastisin<br />
• membuat garis lurus dan lingkaran cukup rapi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Usia 4-5 tahun</strong></p>
<table style="width:477px;height:121px;" border="1" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td><strong>Motorik Kasar</strong></td>
<td width="360"><strong>Motorik Halus</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>• menuruni tangga dengan cepat<br />
• seimbang saat berjalan mundur<br />
• melompati rintangan<br />
• melempar dan menangkap bola<br />
• melambungkan bola</td>
<td width="360">• menggunting dengan cukup baik<br />
• melipat amplop<br />
• membawa gelas tanpa menumpahkan isinya<br />
• memasikkan benang ke lubang besar</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p><strong>Tahap Perkembangan Motorik Anak Secara Umum</strong></p>
<table style="width:479px;height:1222px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="136" valign="top"><strong>Usia</strong></td>
<td width="442" valign="top"><strong>Tahap Perkembangan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="136" valign="top">Tiga tahun</td>
<td width="442" valign="top">
<ul>
<li>Berdiri di atas salah satu kaki selama 5-10 detik</li>
<li>Berdiri di atas kaki lainnya selama beberapa saat</li>
<li>Menaiki dan menuruni tangga, dengan berganti-ganti dan berpeganngan pada peganngan tangga</li>
<li>Berlari berputar-putar tanpa kendala</li>
<li>Melompat ke depan dengan dua kaki 4 kali</li>
<li>Melompat dengan salah satu kaki 5 kali</li>
<li>Melompat dengan sebelah kaki lainnya dalam satu lompatan</li>
<li>Menendang bola ke belakang dan ke depan dengan mengayunkan kaki</li>
<li>Menangkap bola yang melambung dengan mendekapnya ke dada</li>
<li>Mendorong, menarik dan mengendarai mainan beroda atau sepeda roda tiga</li>
<li>Mempergunakan papan luncur tanpa bantuan</li>
<li>Membangun menara yang terdiri dari 9 atau 10 kotak</li>
<li>Menjiplak garis vertical, horizontal dan silang</li>
<li>Menjiplak lingkaran</li>
<li>Mempergunakan kedua tangan untuk mengerjakan tugas.</li>
<li>Memegang kertas dengan satu tangan dan memepergunakan gunting untuk memotong selembar kertas berukuran 5 inci persegi menjadi dua bagian.</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="136" valign="top">Empat tahun</td>
<td width="442" valign="top">
<ul>
<li>Berdiri di atas satu kaki selama 10 detik</li>
<li>Berjalan maju dalam satu garis lurus dengan tumit dan ibu jari sejauh 6 kaki</li>
<li>Berjalan mundur dengan ibu jari ke tumit</li>
<li>Lomba lari</li>
<li>Melompat ke depan 10 kali</li>
<li>Melompat kebelakang sekali</li>
<li>Bersalto/ berguling ke depan</li>
<li>Menendang secara terkoordinasi ke belakang dank e depan dengan kaki terayun dan tangan mengayun kea rah berlawanan secara bersamaan.</li>
<li>Dengan dua tangan menangkap bola yang dilemparkan dari jarak 3 kaki</li>
<li>Melempar bola kecil dengan kedua tangan ke pada seseorang yang berjarak 4-6 kaki darinya</li>
<li>Membangun menara setinggi 11 kotak</li>
<li>Menggambar sesuatu yang berarti bagi anak tersebut. Dapat dikenali orang lain</li>
<li>Mempergunakan gerakan-gerakan jemari selama permainan jari</li>
<li>Menjiplak gambar kotak</li>
<li>Menulis beberapa huruf</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="136" valign="top">Lima tahun</td>
<td width="442" valign="top">
<ul>
<li>Berdiri di atas kaki yang lainnya selama 10 detik</li>
<li>Berjalan di atas besi keseimbangan ke depan, ke belakang dan ke samping</li>
<li>Melompat ke belakang dengan dua kali berturut-turut</li>
<li>Melompat dua meter dengan salah satu kaki</li>
<li>Mengambil satu atau dua langkah yang teratur sebelum menendang bola</li>
<li>Menangkap bola tennis dengan kedua tangan</li>
<li>Melempar bola dengan memutar badan dan melangkah ke depan</li>
<li>Mengayun tanpa bantuan</li>
<li>Menangkap dengan mantap</li>
<li>Menulis nama depan</li>
<li>Membangun menara setinggi 12 kotak</li>
<li>Mewarnai dengan garis-garis</li>
<li>Memegang pensil dengan benar antara ibu jari dan 2 jari</li>
<li>Menggambar orang beserta rambut dan hidung</li>
<li>Menjiplak persegi panjang dan segi tiga</li>
<li>Memotong bentuk-bentuk sederhana.</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p>Dalam penelitian yang dilakukan Widodo Judarwanto seringkali seorang anak lebih dominan pada salah satu kemampuan motorik halus atau atau motorik kasar. Dalam peneilitian tersebut didapatkan 2 kelompok besar anak dengan kemampuan dan karakteristik tertentu.Bila seorang mengalami gangguan motorik kasar biasanya seringkali diikuti oleh gangguan keseimbangan atau gangguan vestibularis dan gangguan sensoris.Gangguan sensoris yang terjadi adalah sensitif terhadap rangsangan  suara (frekuensi tinggi) ,  rangsangan cahaya (silau) dan rangsangan raba (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik). Pada gangguan sensoris pada rangsangan raba kaki  anak sering mengalami jalkan jinjit atau kaki tidak dapat menapak dengan baik dapat dilihat pada aloas kali yang dipakai seringkali menipis tidak rata. Kondisi inilah yang sering terjadi anak terlambat jalan atau mempunya kontribusi kelainan kaki berbentuk O atau X. Pada anak yang mengalami gangguan motorik halus biasanya seringkali disertai gangguan konsentrasi tetapi mempunyai kemampuan kecerdasan motorik kasar atau olahtraga yang baik/</p>
<p><strong>1. Karakteristik Anak dengan Kecerdasan Motorik Kasar Baik</strong></p>
<ul>
<li>Kemampuan berjalan cepat mengikuti fase duduk dan merangkak sesuai usia yaitu 6-8 bulan</li>
<li>Sangat senang berolah raga yang berkaitan dengan kaki khususnya sepakbola dan berlari. Biasaya anak dalam kelompok ini menyenangi hampir semua jenis olah raga</li>
<li>Biasanya anak lebih senan bermain di luar rumah tidak senang aktifitas di dalam rumah</li>
<li>Prestasi olahraga sangat bagus</li>
<li>Mempunyai kendala dalam aktifitas motorik halus seperti menulis, menggambar dan kerajinan tangan.</li>
<li>Tidak senang dengan aktifitas membaca dan kerajinan tangan.</li>
<li>Kelebihan semua olahraga akan berprestasi baik kecuali apada beberapa kasus olahraga dengan kemampuan tangan dan senam tidak optimal.</li>
<li>Harus sering dilatih ketrampilan halus seperti melukis , menggambar atau bermain permainan motorik halus</li>
<li>Harus dioptimalkan kemampuan kecerdasan motorik kasarnya seperti olahraga  agar berprestasi</li>
</ul>
<p><strong>2. Karakteristik Anak  dengan Kecerdasan Motorik Halus Baik</strong></p>
<ul>
<li>Kegiatan-kegiatan seperti memakai baju, menggunting, menggambar dan menulis lebih mudah dan lebih baik dilakukan.</li>
<li>Kemampuan berjalan agak terlambat. Demikian pula kemampuan  motorik lainnya terlambat seperti bolak-balik, duduk atau merangkak tidak sesuai usia. Bahkan biasanya anak tidak mengalami fase merangkak.</li>
<li>Sering mengalami gangguan motorik kasar biasanya seringkali diikuti oleh gangguan keseimbangan atau gangguan vestibularis dan gangguan sensoris</li>
<li>Pada usia di bawah 2-3 tahun bila berjalan sering sempoyongan, sering tersandung atau terjatuh dan bila jatuh sering terbentur kepala. Padahal anak lainnya bial jatuh jarang terbentur kepalanya.</li>
<li>Sering mengalami masalah gangguan saluran cerna terutama saat bayi dengan keluhan utama sering muntah, Gastrooesepageal refluks dan gangguan cerna lainnya seringkali.</li>
<li>Biasanya penderita ini juga mengalami gangguan koordinasi  motorik mulut seperti keterlambatan bicara, gangguan berbicara (cadel, mengucapkan kata yang tidak jelas atau hanya ujung-ujungnya) dan mengalami gangguan mengunyah dan menelan. Gangguan mengunyah dan menelan ini diistilahkan dengan picky eaters atau pemilih. Biasanya makanan yang sering dihindari atau tidak disukai adalah sayur tertentu seperti kangkung, sawi, empal daging sapi atau nasi atau makanan lain yang berserat. Makanan yang disukai adalah mi, telor, daging ayam, sayur tertentu seperti wortel, brokoli, bayam, kentang, krupuk, biscuit atau makanan yang remnyah, “kriuk” atau crispy lainnya. Hal ini terjadi bukan karena suka tidak suka tetapi masalah makan yang udah dikunyak atau tidak. Biasanya kelompok anak seperti ini sering terjadi pada penderita alergi dan intoleransi makanan</li>
<li>Gangguan sensoris yang terjadi adalah sensitif terhadap rangsangan  suara (frekuensi tinggi) ,  rangsangan cahaya (silau) dan rangsangan raba (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik). Pada gangguan sensoris pada rangsangan raba kaki  anak sering mengalami jalkan jinjit atau kaki tidak dapat menapak dengan baik dapat dilihat pada aloas kali yang dipakai seringkali menipis tidak rata. Atau posisi kaki tidak baik seperti bentiuk ”O” atau ”X”.</li>
<li>Tidak menyenangi olahraga atau aktifitas berlari. Biasanya anak lebih nyaman bermain dalam rumah tidak senang aktifitas di luar rumah</li>
<li>Senang bermain game atau computer atau membaca</li>
<li>Harus sering dilatih ketrampilan motorik kasar dan keseimbangan seperti bermasin ayunan, renang, bermain luncuran, berjalan di atas balok titian, bermain ayunan. Pada bayi dilakukan dengan senam bayi atau berlatih keseimbangan dengan balon karet dilakukan posisi duduk, tengkurap dan terlentang di atas ba;on karet tersebut dann dilakukan gerakan atau goyangan dalam 5-15 menit secara kontinyu dan bertahap.</li>
<li>Harus dioptimalkan kemampuan kecerdasan motorik kasarnya seperti olahraga  agar berprestasi</li>
<li>Olahraga yang berkaitan dengan ketrampilan tangan berpotensi dapat berkembang seperti basket. tennis, golf, tennis meja atau bulutangkis.</li>
</ul>
<p> <strong><img src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/10/motorskillchildren.jpg?w=640&#038;h=400&#038;h=400" alt="" width="640" height="400" /></strong></p>
<p><strong> Stimulasi dan intervensi Sejak dini</strong></p>
<p> Stimulasi yang bisa diberikan unruk mengoptimalkan <strong>perkembangan motorik anak</strong> adalah:</p>
<ul>
<li>Lakukan stimulasi dan permainan yang bersifat : kemampuan kontrol motorik koordinasi mata dan tangan, kemampuan memecahkan persoalan, emampuan mengikuti petunjuk dan arahan, kemandirian dan kepercayaan diri dan melatih swensitivitas indra peraba.</li>
<li>Keterampilan berolah raga (seperti senam) atau menggunakan alat-alat olah raga. Dan latihlah gerakan-gerakan permainan, seperti meloncat, memanjat dan berlari.</li>
<li>Perkembangan motorik anak akan lebih teroptimalkan jika lingkungan tempat tumbuh kembang anak mendukung mereka untuk bergerak bebas. Kegiatan di luar ruangan bisa menjadi pilihan yang terbaik karena dapat menstimulasi perkembangan otot. Jika kegiatan anak di dalam ruangan, pemaksimalan ruangan bisa dijadikan strategi untuk menyediakan ruang gerak yang bebas bagi anak untuk berlari, berlompat dan menggerakan seluruh tubuhnya dengan cara-cara yang tidak terbatas. Selain itu, penyediaan peralatan bermain di luar ruangan bisa mendorong anak untuk memanjat, koordinasi dan pengembangan kekuatan tubuh bagian atas dan juga bagian bawah. Stimulasi-stimulasi tersebut akan membantu pengoptimalan motorik kasar. Sedangkan kekuatan fisik, koordinasi, keseimbangan dan stamina secara perlahan-lahan dikembangkan dengan latihan sehari-hari. Lingkungan luar ruangan tempat yang baik bagi anak untuk membangun semua keterampilan ini.</li>
<li>Kemampuan motorik halus bisa dikembangkan dengan cara anak-anak menggali pasir dan tanah, menuangkan air, mengambil dan mengumpulkan batu-batu, dedaunan atau benda-benda kecil lainnya dan bermain permainan di luar ruangan seperti kelereng. Pengembangan motorik halus ini merupakan modal dasar anak untuk menulis. Berlatih secara rutin keterampilan untuk menulis dan menggambar.</li>
<li>Latihan ketrampilan motorik kasar dan keseimbangan seperti bermasin ayunan, renang, bermain luncuran, berjalan di atas balok titian, bermain ayunan. Pada bayi dilakukan dengan senam bayi atau berlatih keseimbangan dengan balon karet dilakukan posisi duduk, tengkurap dan terlentang di atas ba;on karet tersebut dann dilakukan gerakan atau goyangan dalam 5-15 menit secara kontinyu dan bertahap.</li>
<li>Status gizi dan asupan nutrisi juga sangat berpengaruh terhadap kemampuan motorik anak. Pada keadaan kurang energi dan potein (KEP), anak menjadi tidak aktif, apatis, pasif, dan tidak mampu berkonsentrasi. Akibatnya, anak dalam melakukan kegiatan eksplorasi lingkungan fisik di sekitarnya hanya mampu sebentar saja dibandingkan dengan anak yang gizinya baik, yang mampu melakukannya dalam waktu yang lebih lama. Untuk melakukan suatu aktivitas motorik, dibutuhkan ketersediaan energi yang cukup banyak. Tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari melibatkan suatu mekanisme yang mengeluarkan energi yang tinggi, sehingga yang menderita KEP (Kurang Energi Protein) biasanya selalu terlambat dalam perkembangan <em>motor milestone. </em>Sebagai contoh, pada anak usia muda, komposisi serat otot yang terlibat dalam pergerakan kontraksi kurang berkembang pada anak yang kurang gizi. Keadaan ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang sehingga terjadi pertumbuhan badan yang terlambat.</li>
<li>Permainan yang sangat membantu mengasah kemampuan motorik halus si kecil, dan yang tak kalah penting mereka menyukainya. Salah satu contohnya adalah memasukkan kunci dalam celah.Caranya<strong> : </strong>Ambil lima kunci yang besarnya hampir sama. Buatlah sebuah celah pada tutup kaleng yang terbuat dari plastik. Celah ini harus cukup besar sehingga kunci akan lebih mudah masuk ke wadah dengan sedikit dorongan. Kemudian minta sikecil untuk memaskkan kunci-kunci ini ke dalam wadah melalui celah tutup. Kunci yang dimasukkan ini akan mengeluarkan bunyi bila terjatuh ke dalam dasar keleng. Tirukan secara verbal bunyi kunci yang jatuh ini. inta sikecil menjatuhkan semua kunci ini sampai semuanya berada dalam kaleng. Selanjutnya buka tutup kaleng, keluarkan semua kunci dan ulangi masukkan lewat celah seperti langkah awal di atas. Sebagai variasi benda-benda lain dapat digunakan. Misalnya kancing, uang logam dan benda-benda lain yang dapat masuk lewat celah. Benda-benda ini tidak hanya memberikan pengalaman baru untuk si kecil.</li>
</ul>
<p><strong>End Point :</strong></p>
<ul>
<li>Kemampuan motorik setiap anak berbeda, pada umumnya anak yang mempunyai kemampuan motorik halus baik mengalami kemampuan motorik kasar yang kurang baik begitu juga sebaliknya. Secara umum terdapat kelompok anak dengan kemampuan motorik halus lebih dominan dan kemampuan motorik kasar lebih dominan</li>
<li>Stimulasi dan intervensi sejak dini untuk meningkatkan kemampuan kecerdasan motorik harus dilakukan sejak dini sesuai dengan kelebihan dan kekurangannya.</li>
<li>Orangtua harus dapat memahami dan mendeteksi kelebihan dan kekurangan kecerdasan motorik anak sehingga dapat meningkatkan prestasi pada kelebihannya tetapi sebaliknya dapat melatih kekurangannya agar tidak lebih tertinggal.</li>
<li>Kelebihan motorik halus dan motorik kasar seorang anak bila terdeteksi sejak dini dan dilakukan stimulasi dan latihan lebih rutin sejak kecil akan menghasilkan prestasi besar sesuai dengan kelebihan tingkat motoriknya. Bila tidak dilakukan stimulasi dan latihan Ssejak dini hanya akan menghasilkan sekedar hobi bagi aktifitas yang digelutinya.</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-penyakit-tersering/'>0-PENYAKIT TERSERING</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/kenali-kemampuan-motorik-anak-dominan-motorik-halus-atau-motorik-kasar/'>Kenali Kemampuan Motorik Anak : Dominan Motorik Halus atau Motorik Kasar</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/852/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/852/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=852&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/kenali-kemampuan-motorik-anak-dominan-motorik-halus-atau-motorik-kasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos.demandstudios.com/162/65/fotolia_2833957_XS.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/10/motorskillchildren.jpg?w=640&#38;h=400" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenali bahwa Makanan Dapat mengganggu Berbagai Gangguan Tubuh Anda dan Anak Anda</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/kenali-bahwa-makanan-dapat-mengganggu-berbagai-gangguan-tubuh-anda-dan-anak-anda/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/kenali-bahwa-makanan-dapat-mengganggu-berbagai-gangguan-tubuh-anda-dan-anak-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2b.Penyakit Tersering]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[6.KESEHATAN MATA]]></category>
		<category><![CDATA[7-PENYAKIT DALAM]]></category>
		<category><![CDATA[7a.Asma-Penyakit Paru]]></category>
		<category><![CDATA[7b.Jantung-Pembuluh darah]]></category>
		<category><![CDATA[7c.alergi-Imunologi]]></category>
		<category><![CDATA[9.F.CANTIK LUAR DALAM]]></category>
		<category><![CDATA[9.PENYAKIT SARAF]]></category>
		<category><![CDATA[9B.KESEHATAN THT]]></category>
		<category><![CDATA[9D.NUTRISI-DIET]]></category>
		<category><![CDATA[9H.KESEHATAN JIWA]]></category>
		<category><![CDATA[x.NEWS-UPDATE]]></category>
		<category><![CDATA[Kenali bahwa Makanan Dapat mengganggu Berbagai Gangguan Tubuh Anda dan Anak Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[Kenali bahwa Makanan Dapat mengganggu Berbagai Gangguan Tubuh Anda dan Anak Anda Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan Meski masih banyak diperdebatkan tetapi berbagai fakta ilmiah berupa laporan kasus dan penelitian ilmiah menunjukkan berbagai gangguan tubuh dan sistem tubuh terutama gangguan fungsional tubuh yang belum dapat dipastikan penyebabnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=844&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Kenali bahwa Makanan Dapat mengganggu Berbagai Gangguan Tubuh Anda dan Anak Anda</span></h2>
<h3>Challenge Tes (Eliminasi Provokasi Makanan) : Diagnosis Pasti Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan</h3>
<p><strong>Meski masih banyak diperdebatkan tetapi berbagai fakta ilmiah berupa laporan kasus dan penelitian ilmiah menunjukkan berbagai gangguan tubuh dan sistem tubuh terutama gangguan fungsional tubuh yang belum dapat dipastikan penyebabnya seringkali berkaitan dengan reaksi akibat  makanan yang dikonsumsi. Diagnosis alergi atau hipersensitif makanan dibuat bukan dengan tes alergi tetapi berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat penyakit penderita) dan pemeriksaan yang cermat tentang riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan gejala alergi makanan sejak bayi hingga dewasa dan dengan eliminasi provokasi makanan. Intervensi diet atau Challenge test adalah untuk mencari penyebab dan memastikan bahwa berbagai gangguan penyakit yang ada berkaitan dengan alergi dan hipersensitifitas makanan sekaligus memperbaiki atau mengurangi gangguan yang ada. </strong></p>
<p> <strong>Latar Belakang :</strong></p>
<ul>
<li>Tidak semua gangguan asma, gangguan kulit adalah alergi makanan. Bila tidak diperantarai oleh Imunoglobulin E biasanya di sebut hipersensitifitas Makanan.</li>
<li>Untuk mendiagnosis dan memastikan makanan penyebab alergi dan hipersensitifitas makanan harus menggunakan Provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. <strong>Tes alergi tidak bisa memastikan penyebab alergi makanan karena meski sensitifitasnya baik tetapi spesifitasnya terhadap alergi makanan rendah.</strong></li>
<li>Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy Clinic Jakarta melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Modifikasi Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka” atau disebut sebagai Intervensi Diet atau challenge Test.</li>
<li>Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa penyebab alergi makanan selama 3 minggu didapatkan perbaikan , maka dapat dipastikan penyebabnya adalah penyebab berbagai gangguan yang ada adalah berkaitan dengan  alergi makanan dan hipersensitifitas makanan.</li>
<li>Gangguan metabolisme tubuh, gangguan endokrin, gangguan autoimun dan berbagai gangguan genetik lainnya (seperti Lupus, rematoid artritis, AUTISM, ADHD, Psoriasi, Vitiligo, dan lain-lain) ternyata menurut penelitian kekambuhan gangguan  diperberat oleh alergi dan hipersensitifitas makanan. Pada gangguan tersebut alergi makanan dan hipersensitifitas makanan bukan sebagai penyebab tetapi hanya sebagai faktor yang memperberat.</li>
<li>Berbagai gangguan fungsional khususnya gangguan saluran cerna dan susunan sataf pusat sering berkaitan dengan gangguan alergi makanan dan hipersensitifitas makanan. Ciri khasnya biasanya terdapat keluhan berulang seringkali dokter mengatakan kedaan tubuhnya normal karena dalam pemeriksaan darah, USG, endoskopi, CT scan, EEG semuanya normal. Karakteristik lainnya adalah penggunaan obat jangka panjang tanpa bisa menjelaskan penyebabnya atau tanpa disertai gangguan organ tubuh.</li>
<li>Banyak kontroversi dan perbedaan pendapat tentang pengaruh makanan dan gangguan fungsi tubuh karena dasar penilaian yang bebeda. Pada penelitian yang menunjang dilakukan dengan intervensi eliminasi provokasi makanan dan pengamatan secara klinis. Tetapi bagi penentangnya biasanya melakukan penelitian dengan penilaian laboratorium atau tes alergi tanpa dilakukan intervensi eliminasi provokasi.</li>
<li>Kontroversi pihak yang tidak sependapat dengan alergi dan hipersensitifitas makanan berkaitan dengan berbagai gangguan tubuh karena hanya mengamati kaitan makanan dengan berbagai riwayat yang ada hanya dengan anamnesa (mengetahui riwayat gangguan penderita), tes alergi ataupun berbagai pemeriksaan alergi lainnya <strong>tanpa melakukan challenge test dengan benar.</strong></li>
<li>Bila anak anda mengalami gangguan alergi dan hipersensitifitas makanan, biasanya salah satu orangtua ada yang mengalami juga (biasanya anak dan orangtua dengan nwajah yang sama). Bila ini terjadi tidak ada salahnya lakukan intervensi diet dengan saat yang sama karena akan mempermudah pelaksaannnya dalam penyajian makanan.﻿</li>
</ul>
<h2><span style="color:#ff0000;"><strong>Program Intervensi Diet atau “Modifikasi Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka” atau Challenge test</strong></span></h2>
<ol>
<li><span style="color:#800000;"><strong>LANGKAH PERTAMA :</strong><strong> identifikasi berbagai gangguan yang ada pada tubuh anda dan anak anda</strong> </span></li>
<li><span style="color:#800000;"><strong>LANGKAH KE DUA : identifikasi minimal satu gejala yang ada dalam gangguan fungsi saluran cerna yang selama ini kadang tidak disadari</strong> </span></li>
<li><span style="color:#800000;"><strong>LANGKAH KE TIGA : Lakukan program intervensi diet atau eliminasi provokasi atau  Challenge test dengan hanya mengkonsumsi makanan yang relatif aman dan menghindari beberapa makanan yang dicurigai sebagai penyebab selama 3 minggu.</strong> </span></li>
<li><span style="color:#800000;"><strong>LANGKAH KE EMPAT : lakukan evaluasi dengan cermat berbagai gangguan yang ada dan cermati berbagai faktor yang berpengaruh , biasanya akan membaik secara bersamaan</strong> </span></li>
<li><span style="color:#800000;"><strong>LANGKAH KE LIMA  : Bila ingin mengetahui penyebabnya lakukan provokasi satu persatu makanan yang dicurigai mulai dari daftar makanan step 2 terus ke high risk intervention. </strong></span></li>
<li><span style="color:#800000;"><strong>LANGKAH KE ENAM : lakukan diet pemeliharaan (maintenance dietary) dengan melakukan tahapan dan jenis khusus tidap harinya</strong> </span><span style="color:#800000;">﻿</span></li>
</ol>
<h2><span style="color:#ff0000;"><strong>LANGKAH PERTAMA :</strong><strong> identifikasi berbagai gangguan yang ada pada tubuh dan sistem organ tubuh</strong></span></h2>
<table style="width:479px;height:2500px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>Berbagai Gangguan Pada Bayi</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">  </p>
<li><strong>KULIT</strong> : sering timbul bintik kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut. Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Kotoran telinga berlebihan &amp; berbau. Bekas suntikan BCG bengkak dan bernanah. Timbul bisul.</li>
<li><strong>SALURAN NAPAS </strong>: Hipereaktifitas Bronkus (Napas bunyi  <em>grok-grok)</em>, kadang disertai batuk ringan. Sesak pada bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)</li>
<li><strong>HIDUNG</strong> : Bersin, hidung berbunyi, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi karena salah satu sisi hidung buntu, sehingga beresiko ”KEPALA PEYANG”.</li>
<li><strong>MATA</strong> : Mata berair atau timbul kotoran mat<em>a (belekan</em>) salah satu sisi.</li>
<li><strong>KELENJAR</strong> : Pembesaran kelenjar di leher dan kepala belakang bawah.</li>
<li><strong>PEMBULUH DARAH</strong> :  telapak tangan dan kaki seperti pucat sesaat (sering dikira anemia atau kurang darah), sering teraba dingin</li>
<li><strong>GANGGUAN HORMONAL</strong> : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok.</li>
<li><strong>PERSARAFAN </strong>: Mudah <em>kaget</em><em> </em>bila ada suara keras. Saat menangis : tangan, kaki dan bibir sering gemetar atau napas tertahan/berhenti sesaat (breath holding spells)</li>
<li><strong>PROBLEM MINUM ASI </strong>: minum berlebihan, berat berlebihan karena bayi sering menangis dianggap haus (haus palsu : sering menangis atau mulut seperti mencari p[uting atau reflek menghisap tinggi bila bibir disentuh seperti minta minum, hal ini  belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. Sering menggigit puting sehingga luka. Minum ASI sering tersedak, karena hidung buntu dan napas dengan mulut. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi,karena satu sisi hidung buntu, jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah.</li>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>BERBAGAI GANGGUAN PADA ANAK DAN DEWASA</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<li><strong>SALURAN NAPAS  </strong>: Batuk lama atau lebih 2 minggu hilang timbul, ASMA, sering batuk kecil atau berdehem, sering menarik napas dalam.</li>
<li><strong>HIDUNG, TELINGA TENGGOROKAN  </strong>: Pilek lama lebih dari 2 minggu hilang timbul, bila pilek lama sering disertai sakit telingasering bersin, hidung buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, SINUSITIS, hidung sering gatal digosok-gosok atau hidung sering digerak-gerakkan "rabbit nose". Kotoran telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna). Telinga sering berdengung atau gemuruk .</li>
<li><strong>KULIT :</strong> Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak putih dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Timbul warna putih pada kulit seperti ”panu”.  Perioral dermatitis timbul bintil kemerahan atau jerawat di sekitar mulut. Dipinggir kuku kulit sering terkelupas, kulit dibawah kuku bengkak bahkan sampai terlepas (paronichia)  Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang alat kelamin karena gatal.</li>
<li><strong>SALURAN CERNA</strong> : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak<em>. MUAL pagi hari. </em>Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT. Kadang nyeri di daerah kantung empedu. Waspadai bila nyeri perut hebat bila divonis usus buntu harus segera second opinion ke dokter lain. Sering salah diagnosis karena gejala mirip.</li>
<li><strong>GIGI DAN MULUT</strong> : Nyeri gigi, gigi berwarna kuning kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah putih &amp; berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.</li>
<li><strong>PEMBULUH DARAH</strong> Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering <em>LEBAM KEBIRUAN</em> pada tulang kering kaki atau pipi atas seperti bekas terbentur. Berdebar-debar, mudah pingsan, tekanan darah rendah.</li>
<li><strong>OTOT DAN TULANG </strong>: nyeri kaki atau kadang  tangan, sering minta dipijat terutama saat malam hari. Kadang nyeri dada. Kadang otot sekitar rahang atas dan rahang bawah kaku bila mengunyah terganggu, bila tidur gigi sering gemeretak, Otot di leher belakang dan punggung sering kaku dan nyeri</li>
<li><strong>SALURAN KENCING </strong>: Sering minta kencing, BED WETTING (semalam  ngompol 2-3 kali)</li>
<li><strong>MATA</strong> : Mata gatal, timbul bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. memakai kaca mata (silindris) sejak usia 6-12 tahun.</li>
<li><strong>HORMONAL </strong>: rambut berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, gangguan pertumbuhan tinggi badan. Gangguan pada dewasa : rambut rontok, Prementrual Syndrome (gangguan saat menstruasi), jerawat,</li>
<li><strong>Mengalami Gizi Ganda </strong>: bisa kurus, sulit naik berat badan atau kegemukan. Pada kesulitan kenaikkan erat badan sering disertai kesulitamn makan dan nafsu makan kurang. Sebaliknya pada kegemukan sering mengalami nafsu makan berlebihan</li>
<li><strong>Kesulitan Makan dan gangguan Makan </strong> : Nafsu makan buruk atau gangguan mengunyah menelan</li>
<li>Kepala,telapak kaki atau tangan sering teraba hangat. Berkeringat berlebihan meski dingin (malam atau ac). Keringat  berbau.</li>
<li><strong>FATIQUE atau KELELAHAN</strong> :  mudah lelah, sering minta gendong, Pada dewasa sering mengeluh "capek"</li>
<li><strong>Daya tahan menurun </strong>sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan sebulan 2 kali<em>. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). </em>Karena sering sakit berakibat Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR), atau sinusitis hindari operasi amandel yang tidak perlu <em> atau mengalami Infeksi Telinga </em>Waspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT ANTIBIOTIKA TERLALU SERING.<em> </em></li>
<li>Mudah mengalami INFEKSI SALURAN KENCING.  Kulit di sekitar kelamin sering kemerahan<em> </em></li>
<li><strong>Sering mengalami <em> OVERDIAGNOSIS TBC</em>  </strong>(MINUM OBAT JANGKA PANJANG PADAHAL BELUM TENTU MENDERITA TBC / ”FLEK ”)  KARENA GEJALA ALERGI MIRIP PENYAKIT TBC. BATUK LAMA BUKAN GEJALA TBC PADA ANAK<em> </em>BILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN DOKTER LAINNYA <em> </em></li>
<li><strong>INFEKSI JAMUR</strong> (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, mulut, selangkangan, di leher, perut atau dada, KEPUTIHAN</li>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>BERBAGAI GANGGUAN PERILAKU, MOTORIK DAN GANGGUAN FUNGSI SUSUNAN SARAF PUSAT LAINNYA</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>SUSUNAN SARAF PUSAT</strong> : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam dan EEG normal). <strong>GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN</strong>  <strong>pada bayi </strong>: Mata sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan kepala. <strong>Pada Anak lebih b</strong>esar :  Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.</p>
<li><strong>GANGGUAN TIDUR :  Pada bayi :</strong> malam sering terbangun sering dikira haus atau sering dikira ASI ibu kurang sehingga minum ASI berlebihan, akibatnya BB anak naik berlebihan karena terlalu banyak minum. <strong>Pada Anak dan dewasa </strong>: Sulit untuk memulai tidur malam atau tidur larut malam , Tidur bolak-balik dari ujung ke ujung tempat tidur, Berbicara,tertawa,berteriak atau berjalan saat tidur, Mendadak terbangun duduk saat tidur kemudian tidur lagi, Mimpi buruk,  “beradu gigi”  atau gigi gemeretak atau bruxism</li>
<li><strong>AGRESIF MENINGKAT Pada Bayi : </strong> sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”). <strong>Pada Anak Lebih besar</strong> : mudah memukul, menggigit, mencubit. <strong>Pada dewasa </strong>: mudah memukul atau menampar orang lain, berlaku kasar terhadap anak , istri atau suami.</li>
<li><strong>GANGGUAN KONSENTRASI:</strong> cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDAS. <strong>Pada dewasa </strong>: mudah lupa (short mempry lost), sering lupa meletakkan kunci, lupa nama teman tetapi memori lama kuat.</li>
<li><strong>EMOSI TINGGI : </strong>mudah marah, sering berteriak, mengamuk, tantrum, keras kepala, negatifisme dan mudah menyangkal (deny) sangat tinggi.</li>
<li><strong>DEPRESI DAN MUDAH CEMAS :  </strong>mudah marah, sedih berlebihan,  mudah tersinggung, sering kesepian, mudah menangis meski masalahnya ringan</li>
<li><strong>GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK </strong>: Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”. </li>
<li><strong>GANGGUAN SENSORIS </strong>: sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif  (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu). Rasa perabaan sensoris kaki sangat sensitif (bila lantai kotor sedikit atau berpasir  sering geli dan harus pakai sandal), biasanya bila berjalan tidak menapak baik sehingga sering jalan tidak sempurna (jalan jinjit, miring, kaki O atau X), sandal atau sepatu seringkali ausnya tidak rata atau tidak seimbang kiri kanan.</li>
<li><strong>GANGGUAN ORAL MOTOR </strong>: TERLAMBAT BICARA, bicara terburu-buru, cadel, gagap. <strong>GANGGUAN MENELAN DAN MENGUNYAH</strong>, seringkali pilih bila makan hanya suka makan krispi, kerupuk atau yang renyah (sayur hanya wortel, brokoli, kentang, bayam). Tidak bisa  makan makanan berserat (daging sapi, sayur tertentu, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi. pada dewaqsa seringkali makan sangt cepat tanpa dikunyah</li>
<li><strong>IMPULSIF </strong>: banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain, bila bicara sangat cepat banyak dan sulit berhenti. Menangis dan tertawa berubah bergantian dengan cepat.</li>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table style="width:479px;height:347px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>BERBAGAI GANGGUAN YANG BELUM DIKETAHUI SEBABNYA ATAU berbagai GANGGUAN AUTO IMUN LAINNYA</strong>. Menurut berbagai penelitian berbagai gangguan ini  dapat diperberat karena alergi dan hipersensitifitas makanan. Tetapi alergi atau hipersensitifitas makanan bukan sebagai penyebabnya.</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li>Lupus</li>
<li>Irritabel Bowel Syndrome</li>
<li>Rematoid Artritis</li>
<li>Henoch Schonlein Syndrome</li>
<li>Prurigo Hebra (gangguan kulit)</li>
<li>Psoriasis</li>
<li>Epilepsi</li>
<li>Autism</li>
<li>ADHD</li>
<li>Gangguan non organik (gangguan fungsional lainnya) seperti migrain, vertigo, kejang tanpa demam dengan pemeriksaan EEG normal,  (SKBE : Serangan kejang Bukan Epilepsi), gangguan konsentras, gangguan perilaku dan gangguan perkembangan lainnya</li>
<li>Berbagai Gangguan Metabolisme dan gangguan genetik lainnya</li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<address> </address>
<address> </address>
<address><strong>Bila anda atau anak anda mengalamai berbagai gangguan tersebut minimal 3 gejala yang ada sangat mungkin dicurigai bahwa alergi makanan dan hipersensitifitas makanan berkaitan dengan gejala yang dialami . Setelah itu lakukan langkah kedua  dengan  melakukan pengamatan adakah gejala gangguan fungsional saluran cerna yang ada seperti di bawah ini </strong></address>
<address><strong> </strong> </address>
<h2><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>LANGKAH KE DUA : Identifikasi minimal satu gejala yang ada dalam gangguan fungsi saluran cerna yang selama ini kadang tidak disadari</strong></strong></span></h2>
<address><strong> </strong> </p>
<table style="width:481px;height:327px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> BERBAGAI GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA PADA ANAK DAN DEWASA</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>PADA DEWASA</strong> : BAB tidak tiap hari, sering sulit bila BAB, BAB lebih dari 2 kali, mudah nyeri perut, Feses : bau tajam, bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam, atau gelap, berlendir (bila menempel dikloset tidak langsung hilang bila diguyur air), daerah anus sering gatal atau keluar cairan kuning berbau, berak darah segar, mulut berbau, bihir kering, lidah kotor berwarna putih, mudah mual atau muntah, sering buang angin, sering burp (gelekan, cegukan), air liur berlebihan. Berbagai keluhan yang ada sering disebut : gejala maag, dispepsia, GER, panas dalam, masuk angin.</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>PADA ANAK</strong> : MUAL terutama pagi hari, bila menangis atau batuk mudah muntah, BAB tidak tiap hari, sering sulit atau ngeden bila BAB, BAB lebih dari 2 kali, mudah NYERI PERUT (Seperti mau BAB tapi tidak jadi), tidur nungging, Feses : bau tajam, bulat (seperti kotoran kambing) warna hitam, hijau atau gelap, berlendir, pernah berdarah (sering danggap disentri atau amuba), mulut berbau, bihir kering, lidah kotor dan berpulau, mudah mual atau muntah, sering buang angin dan berbau tajam</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>PADA BAYI </strong>:  GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS ATAU GER, Sering MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, SERING REWEL ATAU GELISAH MALAM HARI (kolik) sering dianggap haus minta minum, BAB &gt; 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Feses warna hijau,hitam dan berbau.  Sering “ngeden &amp; beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis, tali pusat lama keringnya dan lepasnya lama. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir kering</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</address>
<address> </address>
<address></address>
<address>
<table style="width:482px;height:152px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<h3><strong>Bila anda mengalami minimal 1 gejala tersebut di atas maka anda mengalkami gangguan fungsi saluran pencernaan yang selama ini dianggap normal. </strong><strong>S</strong><strong>angat mungkin berbagai gangguan yang ada pada anda di atas dipengaruhi oleh alergi atau hipersenitifitas makanan. </strong></h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>Bila Langkah Pertama dan Langkah kedua  : <strong>saat identifikasi  awal terdapat gangguan minimal 3 tanda dan gejala dan 1 gejala pada gangguan saluran cerna</strong> <strong>maka selanjutnya masuk ke LANGKAH KETIGA</strong></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</address>
<address> </address>
<address></address>
<address><strong> </strong></address>
<address><strong><strong>LANGKAH KE TIGA : Lakukan program intervensi diet atau eliminasi provokasi atau  Challenge test dengan hanya mengkonsumsi makanan yang relatif aman dan menghindari beberapa makanan yang dicurigai sebagai penyebab selama 3 minggu. Intervensi diet ini bukan dilakukan untuk jangka panjang tetapi hanya dalam 3 minggu. Langkah intervensi diet yang haruis dilakukan adalah :</strong></strong></address>
<table style="width:469px;height:1414px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> KONSUMSILAH SELAMA 3 MINGGU MAKANAN YANG RELATIF AMAN SEPERTI DIBAWAH INI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>Bayi : Neocate, Pepti Junior, Pregestimil, Panenteral, Vitalac BL, bubur instan Nestle Beras Merah(ekonomis),  kentang, Tepung Beras Putih (Rose Brand), NASI, Bubur tepung organik Gasol (beras merah, kentang, ubi, beras putih, beras hitam), Snack : Biscuit Baby Choice rasa original, biskuit merek Modern,  kentang goreng (goreng sendiri dari kentang beku olahan jangan yang di KFC atau McD karena minyaknya mengandung ayam. tahu,  Semua oraan Sapi, Kambing, Babi (non muslim) dagningnya, hati, otak, sumsum, kaki dan sebagainya. Tofu (original,plain)  BUAH : </strong>Apel, pepaya, Alpukat, Pear, Jambu, buah naga.<strong> Agar-agar plaIN, NanHA, Soya(Isomil dll), Susu Sapi : Pediasure biasa, Sustagen, KLIM, CHILMIL non Platinum, SGM atau Ensure, Enercal. Krupuk : kulit, beras, rempeyek kedelai, opak.  Margarin (Blue Band, Palmbom dll, Mentega dihindari karena margarin berbeda dengan mentega), kentang, ubi. BISCUIT BERAS :  Modern, Fantastic, MI : bihun, misoa, Indomie rasa soto mi/bakso tanpa bumbu. Bakso, tempe, Sayur : kacang panjang, bayam, wortel, kedelai, taoge,. bincis,  kedelai, sawi, dll.  Ikan air tawar (Mujair, Lele, Belut, Mas, Patin,Gurame), Madu. Berbagai bumbu dapur herbal : garam, gula, bawang,merah, bawang putih dan lain-lain</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> HINDARILAH SELAMA 3 MINGGU MAKANAN YANG DICURIGAI SEBAGAI PENYEBAB SEPERTI DI BAWAH INI</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top">
<ul>
<li><strong>Untuk bayi : biskuit dan Bubur Bayi Instan( termasuk Goodmil bubur untuk alergi rasa ayam)</strong></li>
<li><strong>Telor ( Mi telor, roti, donat) Gula merah, Sayur Brokoli, bayam merah, Labu, Jagung,  Makaroni,  Ikan Salmon, Tuna,  Bandeng. Buah Jeruk, Pisang,  Kacang hijau, Kecap manis, Ayam, Itik, Burung Dara, Beras Ketan.</strong></li>
<li><strong>COKLAT, Kacang-kacangan : Kacang Tanah/Hijau/Merah/Mente.</strong></li>
<li><strong>Ikan Laut kecil: Cumi, Udang, Kepiting, Kembung,Tenggiri, Teri (termasuk kerupuk ikan, kerupuk udang atau sambel erasi). </strong></li>
<li><strong>Buah-buahan terutama Melon, Semangka, Timun Mas, Mangga, Duku, Tomat, Nanas, Durian, Anggur, Nangka, Leci  dan sejenisnya. </strong></li>
<li><strong>KEJU, Mentega atau Butter (margarin boleh karena margarin bukan mentega). Telor Ayam, taoco, saos tiram, saos tomat. Agar-agar berwarna, Yakult, Vitacam, Yoghurt, kerupuk udang dll</strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong> Catatan Penting :</strong></p>
<ol>
<li><strong><strong>Harus dilakukan secara disiplin dan ketat.</strong></strong></li>
<li><strong><strong>Bila anak masih menyusui ibu hamil sebaiknya menghindari makanan laut udang, cumi, ikan teri , sambel terasi, kerupuk udang dll (kecuali salmon, bandeng, asarden dan ikan tuna boleh), hindari kacang tanah, kacanghijau, kacang merah (diganti kacang kedelai boleh), hindari Coklat, Keju (susu sapi boleh)</strong></strong></li>
<li><strong><strong>Pemberian diet pada anak dan ibu hamil tidak akan kurang gizi karena makanan yang dihindari memang bergizi tetapi ada penggantinya yang juga tidak kalah bergizi dan hal ini hanya dilakukan dalam 3 minggu  Misalnya tomat diganti wortel, kacang tanah diganti kacang kedelai dll.</strong></strong></li>
<li><strong>Amati dengan cermat berbagai tanda dan gejala yang ada sebelum dilakukan dan setelah intervensi. Kalau perlu dengan memakai buku harian dengan mencatat pola makanan dan gejala yang menyertai setiap hari.</strong></li>
<li><strong>Pemberian makanan tertentu yang terkandung dalam makanan lain  juga dihindari, seperti makan nasi goreng di chinesse food dihindari karena ada saos tiram, minyaknya bekas udang,</strong></li>
<li><strong>Cermati kemungkinan pelanggaran pemberian makanan seperti pemberian makanan oleh orang lain tanpa sepengetahuan orangtua : misalnya disuapi sedikit makanan ke mulut oleh neneknya, Makan di sekolah dengan makanan pemberian pihak sekolah atau ulang tahun, sebaiknya stop makan di sekolah dengan membawa makanan bekal dari rumah.</strong></li>
<li><strong>Pemilihan susu :</strong></li>
</ol>
<ul>
<li><strong><strong><strong>Pada bayi dengan alergi berat bisa menggunakan sementara susu hidrolisat ekstensif (neocate, pregestimil atau peptijunior).</strong></strong></strong></li>
<li><strong><strong><strong>Pada bayi dan anak dengan gangguan BAB tidak tiap hari, atau sulit BAB atau berat badan yang kurus pemilihan awal susu menggunakan susu hidrolisat parsial VITALAC BL.</strong></strong></strong></li>
<li><strong><strong><strong>Pada anak atau bayi dengan riwayat sesak sebaiknya sementara menggunakan soya, kecuali terdapat gangguan sulit BAB gunakan Vitalac BL.</strong></strong></strong></li>
<li><strong><strong><strong>Pada penderita kecurigaan intoleransi gluten sebaiknya menghindari tepung terigu (roti, biskuti dll), khususnya pada penderita celiac, dicurigai Autism, ADHD,  atau BB sangat kurus tidak pernah gemuk.</strong></strong></strong></li>
<li><strong><strong><strong>Pada orang dewasa bila ada riwayat tidak cocok susu sebaiknya menggunakan susu panenteral</strong></strong></strong></li>
<li><strong><strong><strong>Pada penderita alergi yang berat (multipel allergy) atau pada bayi bisa menggunakan basic diet elminasi hanya  Susu </strong></strong></strong><strong>Neocate, </strong><strong>Pepaya (hawai), </strong><strong>kentang, </strong><strong>Tepung Beras Putih (Rose Brand), </strong><strong>Tofu (original), Buncis, Nasi, Daging Kambing</strong></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>LANGKAH KE EMPAT : lakukan evaluasi dengan cermat berbagai gangguan yang ada dan cermati berbagai faktor yang berpengaruh , biasanya akan membaik secara bersamaan</strong></span></p>
<table style="width:465px;height:726px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="590" valign="top"> <strong>EVALUASI DAN MONITORING YANG HARUS DILAKUKAN</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>1. Identifikasi Keberhasilan atau ketidak berhasilannya</strong></p>
<ul>
<li>
<div><span style="color:#800000;"><strong>BERHASIL</strong></span> : Bila berbagai gejala gangguan saluran cerna yang ada akan membaik dan berbagai gangguan tubuh lainnya tanda dan gejalanya berkurang atau bahkan hilang.</div>
</li>
<li>
<div><span style="color:#800000;"><strong>TIDAK BERHASIL</strong></span> : Bila berbagai gejala gangguan saluran cerna yang ada akan membaik sementara atau tidak membaik dan berbagai gangguan tubuh lainnya tanda dan gejalanya tidak berkurang</div>
</li>
</ul>
<p> 2. <strong>Cari penyebab ketidak berhasilannya, biasanya karena :</strong></p>
<ul>
<li>
<div>Tidak disiplin dan tidak ketat dalam penghindaran makanan,</div>
</li>
<li>
<div>Terdapat kesalahan yang tersembunyi yang tidak disadari : ada beberapa jenis makanan yang masih dikonsumsi meski hanya sedikit. Kesalahan tersembunyi ini di antaranya adalah : orang lain (nenek atau orang lain) menyodorkan makanan sedikit ke mulut meski sedikit tetap berpengaruh, makan di sekolah, makan di restoran masakan cina, kandungan dalam makanan yang tidak disadari terdapat jenis yang seharusnya dihindari.</div>
</li>
<li>
<div>Mengalami infeksi virus terkena infeksi seperti demam, atau tidak demam tetapi hanya hangat teraba di tagan atau kepala bila diperiksa suhu niormal, batuk, pilek atau muntah dan infeksi lainnya. Pada orang dewasa gejalanya infeksi virus kadang hanya pegal, linu sering dianggap kecapekan.  (baca : <a title="Infeksi Virus Memicu Terjadinya Manifestasi Alergi" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/21/infeksi-memicu-terjadinya-manifestasi-alergi/">Infeksi Virus Memicu Terjadinya Manifestasi Alergi</a>). Ciri khas yang terjadi bila gangguan alergi tidak ringan seperti : nyeri perut hebat, gangguan maag kambuh berat, asma kambuh, mata bengkak, biduran, mulut bengkak, bintik merah kecil luas, atau gangguan kulit yang luas biasanya penyebabnya dipicu oleh infeksi virus, flu atau infeksi virus  saluran napas lainnya.</div>
</li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><span style="color:#800000;"><strong>BILA BERHASIL MAKA BISA DIPASTIKAN BAHWA BERBAGAI GEJALA YANG ADA SELAMA INI SANGAT DIPENGARUHI OLEH ALERGI MAKANAN DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN</strong>. atau  <strong>ANDA DAN ANAK ANDA MENGALAMI GANGGUAN ALERGI MAKANAN ATAU HIPERSENSITIFITAS MAKANAN YANG SELAMA INI TIDAK ANDA SADARI MENGANGGU BERBAGAI ORGAN TUBUH LAINNYA</strong>. <strong>Selanjutanya ikuti LANGKAH KELIMA</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>BILA TIDAK BERHASIL</strong>  dengan berbagai kesalahan danm penyebab yang ada tersebut di atas maka program intervensi diet ini harus ada ulangi lagi mulai awal dan lakukan lagi selama 3 minggu.</td>
</tr>
<tr>
<td width="590" valign="top"><strong>BILA TIDAK BERHASIL </strong>tanpa disertai kesalahan atau faktor penyebab yang ada maka ALERGI MAKANAN DAN HIPERSENSITIFITS MAKANAN TIDAK BERPENGARUH TERHADAP BRBAGAI GANGGUAN YANG ADA, Sebaiknya anda atau anak anda berkonsultasi dengan dokter  lebih jauh sangat mungkin terdapat gangguan organ atau gangguan non fungsional dalam tubuh.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>LANGKAH KE LIMA  : Bila ingin mengetahui penyebabnya lakukan provokasi satu persatu makanan yang dicurigai mulai dari daftar makanan step 2 terus ke high risk intervention. </strong></span></p>
<ul>
<li>Dilakukan trial and error satu persatu makanan dan diamati gejala yang timbul sambil diamati berbagi faktor yang berpengaruh</li>
<li>Melakukan provokasi makanan harus dilakukan dalam keadaan sehat tidak rewel malam, nafsu makan baik, berat badan naik, tidak panas, batuk, pilek dan tidak ada gangguan saluran cerna atau gangguan alergi dan hipersensitifitas lainnya.</li>
</ul>
<h2><span style="color:#ff0000;"><strong>LANGKAH KE ENAM : lakukan diet pemeliharaan (maintenance dietary) dengan melakukan tahapan dan jenis khusus tiap harinya</strong></span></h2>
<p> Bila dalam keadaan sehat seperti  tidak rewel malam, nafsu makan baik, berat badan naik, tidak panas, batuk, pilek dan tidak ada gangguan lainnya pada usia tertentu atau orang dewasa boleh dicopba konsumsi makanan beresiko.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="470">
<tbody>
<tr>
<td width="470" valign="top"><strong>DIETARY  INTERVENTION : STEP TWO</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="470" valign="top"><strong>Bubur Bayi Instan( termasuk Goodmil rasa ayam),Telor itik, </strong><strong>Gula merah,Sayur Brokoli, bayam merah, Labu, Jagung,  </strong><strong>Makaroni, Mi telor, Ikan Salmon, Tuna,  Bandeng. </strong><strong>Buah Jeruk, Pisang,  </strong><strong>Kacang hijau, Kecap manis, Ayam, Itik, Burung Dara, Beras Ketan</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="470" valign="top"><strong>HIGH RISK DIETARY  INTERVENTION</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="470" valign="top"><strong>COKLAT, Kacang-kacangan : Kacang Tanah/Hijau/Merah/Mente  </strong><strong>Ikan Laut kecil: Cumi, Udang, Kepiting, Kembung,Tenggiri, Teri, </strong><strong>Buah-buahan terutama Melon, Semangka, Timun Mas, Mangga, Duku, Tomat, Nanas, Durian, Anggur, Nangka, Leci  dan sejenisnya. </strong><strong>KEJU, Mentega (Butter). Telor Ayam, taoco, saos tiram, saos tomat. </strong><strong>Agar-agar berwarna, Yakult, Vitacam, Yoghurt, kerupuk udang dll</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ul>
<li>Pada anak usia di atas 1 tahun daftar makanan  DIETARY  INTERVENTION : STEP TWO boleh dikonsumsi 1 -2 kali perminggu, di atas usia 3-5 tahun boleh dikonsumsi 2-3 kali perminggu.  Pada usia di atas usia 2-5 tahun daftar makanan HIGH RISK DIETARY  INTERVENTION boleh dikonsumsi 1-2 kali per bulan. Dengan semakin bertambahnya usia permasalahan alergi berkurang dapat dikonsumsi lebih sering.</li>
<li>Pada saat sakit , ujian sekolah (berkaitan dengan mengganggu konsentrasi), batuk lama, makan minum kurang, berat badan sulit naik,  sulit makan dan timbul gejala alergi lainya sebaiknya harus kembali ke diet eliminasi awal selama 2-3 minggu dan makanan yang beresiko ditunda lagi.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<h2><strong> <span style="color:#ff0000;">End Point :</span></strong></h2>
<ul>
<li><strong>Intervensi Diet/Challenge Tes atau Eliminasi Provokasi adalalah diagnosis pasti untuk mengetahui seseorang mengalami alergi makanan dan hipersensitifitas makanan. Tes alergi dan pemeriksaan lainnya belum memastikan penyebab alergi atau hipersensitifitas makanan.</strong></li>
<li>Penderita yang harus dicurigai mengalami gangguan alergi makanan dan hipersensitifitas makanan adalah yang mengalami gangguan fungsi saluran cerna</li>
<li><strong>Ketidakberhasilan intervensi diet ini tidak disiplin dan tidak ketat dalam menghindari makanan pantangan atau karena terganggu Infeksi saluran napas atau infeksi virus lain yang tidak disadari</strong></li>
<li>Berdasarkan berbagai penelitian selain mengakibatkan gangguan fungsional organ tubuh ternyata juga memperberat berbagai gangguan organik dan gangguan auto imun, gangguan endokrin dan metabolisme dan berbagai gangguan genetik lainnya.</li>
<li><strong>Kekawatiran tentang kekurangan gizi saat melakukan tes eliminasi ini sebenarnya tidak berdasar, karena setiap makanan yang sementara dihindari selalu ada makanan pengganti yang tidak kalah gizinya. Justru setelah dilakukan intervensi diet bila dilakukan secara benar dan tanpa dipengaruhi faktor infeksi maka keberhasilannya ditandai dengan berat badan yang meningkat. bila BB tidak meningkat sebagai faktor penentu ketidak berhasilan program intervensi diet.</strong></li>
<li>Bila dalam melakukan Intervensi Diet/Challenge Tes atau Eliminasi Provokasi dengan benar dan berhasil maka<strong> penderita harus percaya faktanya bahwa selama ini berbagai gangguan yang ada disebabkan karena reaksi simpang makanan</strong>. Meski berbagai pendapat menentang atau tidak mempercayainya. Pihak yang tidak sependapat ini harus dimaklumi karena untuk memastikan penyebab alergi dan hipersensitifitas makanan tidak mudah.</li>
<li><strong>Intervensi Diet/Challenge Tes atau Eliminasi Provokasi hanya dilakukan selama 3 minggu bukan selamanya setelah itu dilakukan provokasi makanan atau mantenance diet.</strong></li>
</ul>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<ul>
<li>Fleischer DM, Bock SA, Spears GC, Wilson CG, Miyazawa NK, Gleason MC, Gyorkos EA, Murphy JR, Atkins D, Leung DY. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21030035">Oral Food Challenges in Children with a Diagnosis of Food Allergy.</a> J Pediatr. 2010 Oct 27.</li>
<li>Lins MG, Horowitz MR, da Silva GA, Motta ME. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20508909">Oral food challenge test to confirm the diagnosis of cow's milk allergy.</a> J Pediatr (Rio J). 2010 Jul-Aug;86(4):285-9. Epub 2010 May 27. English, Portuguese.</li>
<li>Pestana S, Moreira M, Olej B. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20106580">Safety of ingestion of yellow tartrazine by double-blind placebo controlled challenge in 26 atopic adults.</a> Allergol Immunopathol (Madr). 2010 May-Jun;38(3):142-6. Epub 2010 Jan 27.</li>
<li>Rincón de Arellano IR, Vázquez-Cortés S, Sinaniotis AC, Fernández-Rivas M. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19610272">False positive placebo reaction in a double-blind placebo-controlled food challenge.</a> J Investig Allergol Clin Immunol. 2009;19(3):241-2. No abstract available.</li>
<li>Asero R, Fernandez-Rivas M, Knulst AC, Bruijnzeel-Koomen CA. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19483616">Double-blind, placebo-controlled food challenge in adults in everyday clinical practice: a reappraisal of their limitations and real indications.</a> Curr Opin Allergy Clin Immunol. 2009 Aug;9(4):379-85. Review.</li>
<li>Vlieg-Boerstra BJ, Duiverman EJ, van der Heide S, Bijleveld CM, Kukler J, Dubois AE. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18771485">Should children with a history of anaphylaxis to foods undergo challenge testing?</a>  Clin Exp Allergy. 2008 Dec;38(12):1935-42. Epub 2008 Sep 3.</li>
<li>Lieberman JA, Sicherer SH. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20922509">Diagnosis of Food Allergy: Epicutaneous Skin Tests, In Vitro Tests, and Oral Food Challenge.</a> Curr Allergy Asthma Rep. 2010 Oct 5.</li>
<li>Pestana S, Moreira M, Olej B. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20106580">Safety of ingestion of yellow tartrazine by double-blind placebo controlled challenge in 26 atopic adults.</a> Allergol Immunopathol (Madr). 2010 May-Jun;38(3):142-6. Epub 2010 Jan 27.</li>
<li>Patriarca G, Schiavino D, Pecora V, Lombardo C, Pollastrini E, Aruanno A, Sabato V, Colagiovanni A, Rizzi A, De Pasquale T, Roncallo C, Decinti M, Musumeci S, Gasbarrini G, Buonomo A, Nucera E. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18709496">Food allergy and food intolerance: diagnosis and treatment.</a> Intern Emerg Med. 2009 Feb;4(1):11-24. Epub 2008 Aug 16. Review.</li>
<li>Scibilia J, Pastorello EA, Zisa G, Ottolenghi A, Ballmer-Weber B, Pravettoni V, Scovena E, Robino A, Ortolani C. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18778272">Maize food allergy: a double-blind placebo-controlled study.</a> Clin Exp Allergy. 2008 Dec;38(12):1943-9. Epub 2008 Sep 4</li>
<li>Reese I, Zuberbier T, Bunselmeyer B, Erdmann S, Henzgen M, Fuchs T, Jäger L, Kleine-Tebbe J, Lepp U, Niggemann B, Raithel M, Saloga J, Vieths S, Werfel T. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19054425">Diagnostic approach for suspected pseudoallergic reaction to food ingredients.</a> J Dtsch Dermatol Ges. 2009 Jan;7(1):70-7. Epub 2008 Nov 24. Review.</li>
<li>Rancé F, Deschildre A, Villard-Truc F, Gomez SA, Paty E, Santos C, Couderc L, Fauquert JL, De Blic J, Bidat E, Dupont C, Eigenmann P, Lack G, Scheinmann P; SFAIC and SP2A Workgroup on OFC in Children. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19585859">Oral food challenge in children: an expert review.</a> Eur Ann Allergy Clin Immunol. 2009 Apr;41(2):35-49.</li>
<li>Lee S, Noh GW, Lee KY. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11410686">Clinical application of histamine prick test for food challenge in atopic dermatitis.</a> J Korean Med Sci. 2001 Jun;16(3):276-82.</li>
<li>Vatn MH, Grimstad IA, Thorsen L, Kittang E, Refnin I, Malt U, Løvik A, Langeland T, Naalsund A. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8549887">Adverse reaction to food: assessment by double-blind placebo-controlled food challenge and clinical, psychosomatic and immunologic analysis.</a> Digestion. 1995;56(5):421-8.</li>
<li>Asero R, Fernandez-Rivas M, Knulst AC, Bruijnzeel-Koomen CA. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19483616">Double-blind, placebo-controlled food challenge in adults in everyday clinical practice: a reappraisal of their limitations and real indications.</a> Curr Opin Allergy Clin Immunol. 2009 Aug;9(4):379-85. Review.</li>
<li>Fleischer DM, Bock SA, Spears GC, Wilson CG, Miyazawa NK, Gleason MC, Gyorkos EA, Murphy JR, Atkins D, Leung DY. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21030035">Oral Food Challenges in Children with a Diagnosis of Food Allergy.</a> J Pediatr. 2010 Oct 27. [Epub ahead of print]</li>
<li>Pastorello EA, Pravettoni V, Stocchi L, Bigi A, Schilke ML, Zanussi C. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1959769">Are double-blind food challenges necessary before starting an elimination diet?</a> Allergy Proc. 1991 Sep-Oct;12(5):319-25.</li>
<li><a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Vatn%20MH%22%5BAuthor%5D">Vatn MH</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Grimstad%20IA%22%5BAuthor%5D">Grimstad IA</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Thorsen%20L%22%5BAuthor%5D">Thorsen L</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Kittang%20E%22%5BAuthor%5D">Kittang E</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Refnin%20I%22%5BAuthor%5D">Refnin I</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Malt%20U%22%5BAuthor%5D">Malt U</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22L%C3%B8vik%20A%22%5BAuthor%5D">Løvik A</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Langeland%20T%22%5BAuthor%5D">Langeland T</a>, <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed?term=%22Naalsund%20A%22%5BAuthor%5D">Naalsund A</a>.  Adverse reaction to food: assessment by double-blind placebo-controlled food challenge and clinical, psychosomatic and immunologic analysis. <a title="Digestion." href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/31/intervensi-diet-sebagai-terapi-dan-diagnosis-berbagai-gangguan-pada-tubuh-manusia/AL_get(this,%20'jour',%20'Digestion.');">Digestion.</a> 1995;56(5):421-8.</li>
<li> Wüthrich B. <a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19340768">[Food allergy, food intolerance or functional disorder?]</a> Praxis (Bern 1994). 2009 Apr 1;98(7):375-87. German.</li>
</ul>
<address><strong>Artikel Terkait lainnya :</strong></address>
<ul>
<li><a title="Gangguan Hormonal, Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/21/gangguan-hormonal-alergi-makanan-dan-hipersensitifitas-makanan/">Gangguan Hormonal, Alergi Makanan dan Hipersensitifitas Makanan</a></li>
<li><a title="Kontroversi tentang Alergi dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/25/kontroversi-tentang-alergi-dan-hipersensitifitas-makanan/">Benarkah Aku Tidak alergi makanan ? Kontroversi tentang Alergi dan Hipersensitifitas Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Mata dan Alergi Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/25/gangguan-mata-dan-alergi-makanan/">Gangguan Mata dan Alergi Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut dan Alergi Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/21/gangguan-kesehatan-gigi-kesehatan-mulut-dan-alergi-makanan/">Gangguan Kesehatan Gigi, Kesehatan Mulut dan Alergi Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ?" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/28/sakit-kepala-atau-migren-disebabkan-alergi-hipersensitifitas-makanan/">Sakit Kepala atau Migren Disebabkan Alergi -Hipersensitifitas Makanan ?</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Kulit Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/26/gangguan-kulit-pada-anak-karena-pengaruh-alergi-atau-hipersensitif-makanan/">Gangguan Kulit Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Diare Berkepanjangan dan Berak Darah berulang Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/22/gangguan-diare-berkepanjangan-dan-berak-darah-berulang-pada-anak/">Diare Berkepanjangan dan Berak Darah berulang Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gangguan Tidur Pada Anak Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan ?" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/12/gangguan-tidur-pada-anak-karena-alergi-atau-hipersensitif-makanan/">Gangguan Tidur Pada Anak Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan ?</a></li>
<li><a title="Permanent Link to Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/12/gastrooesepageal-refluks-ger-atau-sering-muntah-pada-anak-karena-pengaruh-alergi-atau-hipersensitif-makanan/">Gastrooesepageal Refluks (GER) atau Sering Muntah Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/08/12/gangguan-buang-air-besar-konstipasi-pada-anak-karena-pengaruh-alergi-atau-hipersensitif-makanan/">Gangguan Buang Air Besar (Konstipasi) Pada Anak, Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan </a></li>
<li><a title="Permanent Link to Rheumatoid Arthritis, Food Allergy and Adverse Food Reaction" rel="bookmark" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/05/11/rheumatoid-arthritis-food-allergy-and-adverse-food-reaction/">Rheumatoid Arthritis, Food Allergy and Adverse Food Reaction</a></li>
<li><a title="Alergi Debu dan “Fobia Alergi Debu”" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/19/alergi-debu-dan-fobia-alergi-debu/">Alergi Debu dan “Fobia Alergi Debu”</a></li>
<li><a title="Alergi Hewan Peliharaan dan “Fobia Alergi Binatang”" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/19/alergi-hewan-peliharaan-dan-fobia-alergi-binatang/">Alergi Hewan Peliharaan dan “Fobia Alergi Binatang”</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/08/17/sulitnya-mencari-penyebab-alergi-makanan/">Sulitnya Mencari Penyebab Alergi </a></li>
<li><a title="Kontroversi tentang Alergi dan Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/25/kontroversi-tentang-alergi-dan-hipersensitifitas-makanan/">Benarkah aku tidak alergi makanan ? Kontroversi tentang Alergi dan Hipersensitifitas Makanan</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/10/alergi-debu-atau-alergi-dingin-atau-alergi-makanan-mana-yang-benar/">Benarkah Debu sebagai Penyebab Alergi yang Utama </a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/06/tbc-flek-asma-atau-batuk-alergi/">Waspadai Diagnosis TBC (“Fleks”) yang tidak benar pada penderita Alergi</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/04/02/operasi-amandel-tonsilektomi-kapan-harus-dilakukan-dan-bahaya-komplikasi-operasi/">Waspadai bahaya dan Komplikasi operasi amandel dan Kontroversi Kapan sebaiknya Harus Dilakukan operasi Amandel </a></li>
<li><a title="Irritable Bowel Syndrome Berkaitan dengan Alergi Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/10/18/irritable-bowel-syndrome-berkaitan-dengan-alergi-makanan/">Kenali dan Cermati Irritable Bowel Syndrome (Gangguan Pencernaan Jangka Panjang) Berkaitan dengan Alergi Makanan</a></li>
</ul>
<p><strong>Berbagai kumpulan Artikel Alergi</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gangguan-perilaku/">Berbagai Kumpulan Artikel Pengaruh Alergi dan Gangguan Perilaku</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-hormonal-obesitas/">Berbagai kumpulan Artikel Allergy Hormone-Obesity</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gangguan-otak/">Berbagai kumpulan Artikel Alergi dan Gangguan Otak dan Sistem Saraf Pusat</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-makanan/">Berbagai Kumpulan Artikel Tentang Alergi Makanan</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-hormonal-obesitas/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi berkaitan dengan Gangguan Hormonal </a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gigi-mulut/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan Gangguan Mulut dan Gigi</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-kehamilan-bayi/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Makanan Berkaitan dengan kehamilan dan Bayi Baru Lahir dan Bayi usia di bawah 1 tahun</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-kulit/">Berbagai Kumpulan  Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan Gangguan kulit</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-batuk-asma-tbc/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan Gangguan saluran napas, Batuk lama, TBC</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-susu-sapi/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Susu Sapi</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-obat/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Obat</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-hidung-tht/">Berbagai Kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Telinga Hidung dan Temnggorok</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-mata/">Berbagai Kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Mata</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-pembuluh-darah-jantung/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-otot-tulang/">Berbagai kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan gangguan Otot dan Tulang</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-thd-organ-tubuh-lain-dan-penyakit-lain/">Berbagai kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Organ tubuh lainnya</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gangguan-tidur/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan denmgan Gangguan Tidur</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-saluran-cerna/">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan gangguan saluran cerna</a></li>
<li><a title="Reaksi Simpang Makanan dan Gangguan Neurologi" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/reaksi-simpang-makanan-dan-gangguan-neurologi/">Reaksi Simpang Makanan dan Gangguan Neurologi</a></li>
<li><a title="Waspadai Makanan Penyebab Gangguan Otak dan Perilaku Anak" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/waspadai-makanan-penyebab-gangguan-otak-dan-perilaku-anak/">Waspadai Makanan Penyebab Gangguan Otak dan Perilaku Anak</a></li>
<li><a title="Kejang, Epilepsi, Nonsiezure episode, Nonepilepticseizure, Nonepileptic paraxysmal disorders atau nonepileptic attack disorders dan Alergi-Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/kejang-epilepsi-nonsiezure-episode-nonepilepticseizure-nonepileptic-paraxysmal-disorders-atau-nonepileptic-attack-disorders-dan-alergi-hipersensitifitas-makanan/">Kejang, Epilepsi, Nonsiezure episode, Nonepilepticseizure, Nonepileptic paraxysmal disorders atau nonepileptic attack disorders dan Alergi-Hipersensitifitas Makanan</a></li>
</ul>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2b-penyakit-tersering/'>2b.Penyakit Tersering</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/6-kesehatan-mata/'>6.KESEHATAN MATA</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7-penyakit-dalam/'>7-PENYAKIT DALAM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7a-asma-penyakit-paru/'>7a.Asma-Penyakit Paru</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7b-jantung-pembuluh-darah/'>7b.Jantung-Pembuluh darah</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7c-alergi-imunologi/'>7c.alergi-Imunologi</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9-f-cantik-luar-dalam/'>9.F.CANTIK LUAR DALAM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9-penyakit-saraf/'>9.PENYAKIT SARAF</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9b-kesehatan-tht/'>9B.KESEHATAN THT</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9d-nutrisi-diet/'>9D.NUTRISI-DIET</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9h-kesehatan-jiwa/'>9H.KESEHATAN JIWA</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-news-update/'>x.NEWS-UPDATE</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/kenali-bahwa-makanan-dapat-mengganggu-berbagai-gangguan-tubuh-anda-dan-anak-anda/'>Kenali bahwa Makanan Dapat mengganggu Berbagai Gangguan Tubuh Anda dan Anak Anda</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/844/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/844/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=844&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/kenali-bahwa-makanan-dapat-mengganggu-berbagai-gangguan-tubuh-anda-dan-anak-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>10 Mitos Kesehatan Paling Terkenal</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/10-mitos-kesehatan-paling-terkenal/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/10-mitos-kesehatan-paling-terkenal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[x.KONTROVERSI KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[10 Mitos Kesehatan Terkenal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[10 Mitos Kesehatan Terkenal   MITOS  : vasektomi adalah prosedur yang berlarut-larut dan menyakitkan yang dapat merusak kehidupan seks Anda. FAKTA : Menurut amal Stopes Marie, vasektomi adalah tindakan operasi sederhana dan tidak menyakitkan prosedur yang relatif yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk melakukan.   MITOS: Jerawat disebabkan oleh tidak mencuci dengan benar. FAKTA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=837&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">10 Mitos Kesehatan Terkenal</span></h2>
<div> <img class="alignright" src="http://www.newswithviews.com/HNB/images/HealthMyths%20Exposed160.gif" alt="" width="202" height="361" /></div>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong>MITOS  </strong><strong>:</strong> vasektomi adalah prosedur yang berlarut-larut dan menyakitkan yang dapat merusak kehidupan seks Anda.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>FAKTA </strong></strong></span><strong>:</strong> Menurut amal Stopes Marie, vasektomi adalah tindakan operasi sederhana dan tidak menyakitkan prosedur yang relatif yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk melakukan.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong><strong>MITOS</strong></strong><strong>:</strong> Jerawat disebabkan oleh tidak mencuci dengan benar.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>FAKTA </strong></strong></span><strong>:</strong> Jerawat disebabkan oleh pengaruh hormon pada kelenjar sebaceous.  Inilah sebabnya mengapa sangat mempengaruhi remaja dan juga dapat ditingkatkan oleh stres.  Membersihkan wajah Anda terlalu sering benar-benar dapat meningkatkan jerawat sebagai tubuh kompensasi untuk menggantikan minyak tubuh dibersihkan. Fakta ilmiah lain ternuyata makanan selain hormonal makanan sangat berpengaruh dengan timbulnya jerawat, terutama pada penderita alergi dan hipersensitif.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong><strong>MITOS</strong></strong><strong>:</strong> orang Tertekan perlu &#8216;menarik diri mereka sendiri bersama-sama&#8217; dan kemudian mereka akan baik-baik.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>FAKTA </strong></strong></span><strong>:</strong> Depresi adalah suatu penyakit yang melibatkan ketidakseimbangan kimia otak yang disebut neurotransmiter.  Ini bukan sebuah cacat karakter atau tanda kelemahan pribadi.. Anda tidak dapat membuat diri dengan baik dengan mencoba &#8216;untuk snap&#8217; keluar dari sana. Konseling dan pengobatan mungkin diperlukan untuk mengobati depresi, dan dokter harus dikonsultasikan.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong>MITOS</strong> : Anda harus selalu beristirahat selama waktu tertentu.</span></li>
<li><strong><strong><span style="color:#ff0000;">FAKTA </span>: </strong></strong>Anda harus melakukan apapun yang membuat Anda merasa nyaman, tetapi jangan takut untuk berolahraga.  Ini adalah cara yang baik untuk mengontrol PMS oleh endorfin meningkat, &#8216;bahagia&#8217; hormon, dan membantu kram dengan meningkatkan pasokan oksigen ke otot.  Berenang adalah baik-baik saja asalkan Anda mengenakan tampon.</li>
</ul>
<p><strong><strong> </strong></strong></p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong><strong>MITOS</strong></strong><strong>:</strong> Sebuah benjolan di payudara Anda berarti Anda terkena kanker payudara.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>FAKTA </strong></strong></span><strong>:</strong> Sekitar 80 persen benjolan payudara yang jinak (non-kanker).  Kadang-kadang bisa ada kista, melepaskan puting dan kalsifikasi (deposito garam kalsium dalam jaringan payudara) akibat cedera atau memar, perubahan hormonal atau infeksi.  Namun, jika Anda menemukan benjolan Anda harus menghubungi kesehatan segera profesional &#8211; kanker penangkapan dini secara signifikan meningkatkan kemungkinan pemulihan.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong><strong>MITOS : </strong></strong> Kolesterol buruk bagi Anda.</span></li>
<li><strong><strong><span style="color:#ff0000;">FAKTA </span>: </strong></strong> Kita semua membutuhkan beberapa kolesterol darah seperti itu digunakan untuk membangun sel-sel dan membuat hormon penting &#8211; dan ada kolesterol baik dan kolesterol jahat. Lemak jenuh ditemukan dalam makanan seperti daging, keju, krim, mentega dan kue kering diproses cenderung meningkatkan low density lipoprotein &#8211; atau &#8216;buruk&#8217; kolesterol &#8211; dan ini memberikan kolesterol ke arteri.  Namun lemak tak jenuh seperti kacang, biji-bijian dan ikan berminyak cenderung meningkatkan high density lipoprotein &#8211; atau &#8216;baik&#8217; kolesterol &#8211; mengangkut kolesterol dari arteri, kembali ke. hati yang ini dapat ditingkatkan dengan latihan.</li>
</ul>
<p><strong><strong> </strong></strong></p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong><strong>MITOS</strong></strong><strong>:</strong> Pisang adalah penggemukan.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>FAKTA</strong></strong> </span>Mereka sebenarnya rendah lemak. There is only half a gram of fat and 95 calories in a banana. Hanya ada setengah gram lemak dan 95 kalori dalam pisang.  Bukan hanya itu tetapi mereka dikemas dengan kalium, datang dalam kemasan mereka sendiri, yang bersih dan sangat berguna sebagai snack!</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong><strong>MITOS : </strong></strong>Tidak masalah Menunda sarapan pagi.</span></li>
<li><strong><strong><span style="color:#ff0000;">FAKTA </span>: </strong></strong>Sangat penting untuk sarapan pagi.  Ketika kita tidur, kita juga &#8216;puasa&#8217; untuk rata-rata sekitar delapan jam, sehingga penting untuk sarapan pagi  secepat ini. Walaupun orang-orang yang melewatkan sarapan mengejar pada kebutuhan energi mereka di kemudian hari, mereka tidak mungkin untuk mendapatkan semua vitamin dan mineral yang sarapan sederhana dapat menyediakan. Cobalah bubur dengan madu untuk makanan sehat tapi mengisi.</li>
</ul>
<p><strong><strong> </strong></strong></p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong><strong>MITOS</strong></strong><strong>:</strong> Tidak perlu khawatir tentang infeksi menular seksual (IMS).  Hanya membutuhkan antibiotik dan Anda baik-baik!</span></li>
<li><strong><strong><span style="color:#ff0000;">FAKTA</span> : </strong></strong> Memang benar bahwa sebagian besar infeksi menular seksual (IMS) dapat disembuhkan secara total jika mereka tertangkap pada tahap awal, dan perawatan dapat sederhana seperti antibiotik. Namun, jika tidak ditangani, PMS dapat menimbulkan risiko jangka panjang untuk kesehatan Anda dan kesuburan. Para klamidia infeksi dan gonore dapat keduanya menyebabkan penyakit radang panggul (PID) jika mereka tidak diperlakukan. Pada gilirannya menyebabkan nyeri panggul jangka-panjang, diblokir tabung Fallopii, infertilitas dan kehamilan ektopik pada wanita, dan rasa sakit dan peradangan pada testis dan kelenjar prostat pada pria. Kutil genitalia (kelamin) dan herpes genital adalah dua infeksi virus umum, sehingga antibiotik tidak akan memperlakukan mereka. Mereka dapat diobati dengan obat antivirus, namun kedua kondisi bisa kambuh.</li>
</ul>
<p><strong><strong> </strong></strong></p>
<ul>
<li><span style="color:#800000;"><strong><strong>MITOS</strong></strong><strong>:</strong> Orang yang kelebihan berat badan karena mereka memiliki metabolisme lambat.</span></li>
<li><span style="color:#ff0000;"><strong><strong>FAKTA</strong></strong></span> Sayangnya, metabolisme yang lambat ada alasan untuk kelebihan berat badan. studi terbaru menunjukkan bahwa orang gemuk memiliki metabolisme lebih cepat dan membakar energi lebih dari orang langsing hanya untuk menjaga tubuh mereka pergi.</li>
</ul>
<p><em>sumber  : </em></p>
<ul>
<li><em>BUPA, eatwell.gov.uk, netdoctor.co.uk, Marie Stopes charity and Cancer Research</em></li>
</ul>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignright" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong>Koran Indonesia Sehat Yudhasmara Foundation</strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-kontroversi-kesehatan/'>x.KONTROVERSI KESEHATAN</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/10-mitos-kesehatan-terkenal/'>10 Mitos Kesehatan Terkenal</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/837/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/837/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=837&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/10-mitos-kesehatan-paling-terkenal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.newswithviews.com/HNB/images/HealthMyths%20Exposed160.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Inilah 11 Merek Air Mineral Kemasan Yang Mengandung Bakteri</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/inilah-11-merek-air-mineral-kemasan-yang-mengandung-bakteri/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/inilah-11-merek-air-mineral-kemasan-yang-mengandung-bakteri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 00:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[9D.NUTRISI-DIET]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada Masalah Ini]]></category>
		<category><![CDATA[x.NEWS-UPDATE]]></category>
		<category><![CDATA[Inilah 11 Merek Air Mineral Kemasan Yang Mengandung Bakteri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Inilah 11 Merek Air Mineral Kemasan Yang Mengandung Bakteri Manusia tidak akan terlepas dari ancaman dari lingkungannya. Paparan makanan dan minuman tidak disadari banyak mengandung kuman, bakteri, zat perwarna ataupun bahan pengawet yang berbahaya. Demikian juga dengan ancaman kualitas Air Mineral Dalam kemasan (AMDK) dalam kemasan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat termasuk anak-anak. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia melakukan penelitian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=832&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Inilah 11 Merek Air Mineral Kemasan Yang Mengandung Bakteri</span></h2>
<p><img class="alignleft" src="http://mediapalu.com/wp-content/uploads/2010/07/air-mineral1.jpg" alt="" width="247" height="177" /></p>
<p><strong>Manusia tidak akan terlepas dari ancaman dari lingkungannya. Paparan makanan dan minuman tidak disadari banyak mengandung kuman, bakteri, zat perwarna ataupun bahan pengawet yang berbahaya. Demikian juga dengan ancaman kualitas Air Mineral Dalam kemasan (AMDK) dalam kemasan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat termasuk anak-anak. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia melakukan penelitian untuk meneliti kadar bakteri yang terkandung dalam minuman kemasan tersebut. Dari 21 merk minuman kemasan gelas yang diuji, 11 di antaranya ditemukan nilai ambang batas bakteri yang bermasalah.</strong></p>
<p>Produk air minuman kemasan yang diteliti YLKI, tidak hanya pada produk yang terkenal masyarakat saja, tetapi  juga diperiksa merk-merk yang tidak terkenal dan jarang terdengar di pasaran. Penelitian tersebut dilakukan YLKI pada sejak bulan Maret hingga Mei 2010. Sampel produk-produk air minuman itu mereka dapatkan dari pasar tradisional, swalayan, dan juga mal-mal.</p>
<p>Dari 11 merk air minum kemasan yang bermasalah tersebut, ditemukan total bakteri mencapai 10 ribu sampai 100 ribu koloni/mL. Padahal, menurut Standar SNI 01-3553-2006 kandungan mikrobiologi untuk air minum itu mulai dari 100 sampai dengan 100 ribu koloni/mL.</p>
<ul>
<li><strong>Dari 11 merk tersebut , ditemukan 9 yang mendekati ambang batas yang ditoleransi adalah Pretige, Top Aqua, Air Max, Caspian, Club, Pasti Air,Vit, Prima, De As.  </strong></li>
<li><strong>Sedangkan 2  AMDK yang  yang memiliki kadar bakteri diatas ambang batas adalah  Ron88 dan Sega. AMDK bermerek  <em>Sega </em>dikeluarkan PT.Indotirta Jaya Abadi, sedangkan  bermerek <em>Ron 88 </em>dikeluarkan PT Panfila Indosari.</strong></li>
</ul>
<p>Dengan tanggal kadaluarsa yang beragam. Ada yang Januari 2011 sampai Oktober 2011. Bahkan air mineral yang terkandung bakteri itu  tanggal kadaluarsanya masih jauh.</p>
<p>Terhadap 11 merk ini, YLKI sudah mencoba meminta klarifikasi. Tapi hanya merk yang mempunyai alamat langkap dan memberikan tanggapan.Anehnya dua produsennya tidak punya alamat padahal mereka punya nomer registrasi. Dari berbagai tanggapan yang diterima YLKI banyak yang positif terhadap penelitian yang dilakukan YLKI ini. Namun sayangnya, pihak produsen umumnya lebih menyalahkan nilai bakteri yang berkembang itu bertambah setelah usai masa produksi. Banyak yang positif, tapi ada juga yang negatif, kalau negatifnya, mereka umumnya menyalahkan pada saat proses distribusi dan proses penyimpanan dan penempatan pada saat prosuk tersebut sampaik ke penjual. Penjual yang membiarkan terkena matahari pasti bakteri akan berkembang.</p>
<p>YLKI berharap dengan penelitian ini, pihak produsen lebih bertanggung jawab. Karena sistem pengawasan produk mutlak sampai ke tangan konsumen. YLKI juga berpesan pada masyarakat untuk lebih mempertimbangkan pemilihan produk air minum kemasan. Produsen bertanggung jawab memenuhi standar keamanan dan keselataman. Masyarakat juga jangan karena memilih yang murak tapi tidak mempertimbangkan aspek kandungannya. Bagi instansi yang terkait seperti Departemen kesehatan, BPOM dan  penegak hukum jika ada produsen nakal yang tidak memperbaiki dan bertanggung jawabdiharapkan diproses secara hukum dan diberikan sanksi yang menjerakan. Bila hal ini tidak dilakukan maka kesehatan banyak masuyarakat dipertaruhkan.</p>
<p><strong>Batas kadaluarsa Tidak Ada</strong></p>
<p>Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dalam penelitiannya juga menemukan air minum kemasan gelas yang tidak mencantumkan batas waktu kadaluwarsanya. Padahal, setiap produk apapun harus mencatumkannya sesuai dengan Standar SNI  Tanggal hanya ada di kotak, padahal harusnya di setiap kemasan.<br />
Hal ganjil lain yang ditemukan YLKI adalah nomor registrasi yang tercantum dalam kotak air minum tidak sesuai dengan yang ada di kemasan. Bahkan di satu kota itu ada tiga nomer registrasi. Kemasan air minum yang diteliti, lanjut Ida, juga banyak yang sudah tidak layak lagi. Bahkan ada yang sudah bocor. Sebagian berwarna sudah kusam.</p>
<p>Sebenarnya masalah lain dalam kualitas air minum kemasan juga harus lebih diperhatikan pada air minum kemasan isi ulang. Seringkali air minum golongan ini lepas dari pengamatan YLKI dan BPOM.</p>
<p><strong>Pencemaran Air Minum</strong></p>
<p>Umumnya pencemaran dalam air minum dapat terjadi karena : pencemaran mikrobiologi, pencemaran organik, pencemaran anorganik, dan  pencemaran lainnya yaitu kaporit atau klorin, detergen, bau-bauan dan lain-lain. Pencemaran Mikrobiologi, ini adalah jenis pencemar yang paling dikenal masyarakat pada umumnya. Yaitu pencemaran yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit. Bakteri yang paling sering ditemukan dalam air minum yaitu bakteri E. coli (Escherichia coli ). Pencemaran Organik, pencemaran yang disebabkan oleh racun  kimia organik seperti pestisida, herbisida. Pencemaran Anorganik, pencemaran yang disebabkan zat padat yang tidak terlarut dalam air (TDS-Total Dissolved Solids) seperti Aluminium, Sulfat, Mangnesium; logam berat seperti tembaga, besi, arsen, timah hitam; Kapur, Asbestos dan Bahan Radio Aktif seperti Radium.  Pencemaran lainnya yaitu kaporit atau klorin, detergen, bau-bauan dan lain-lain.</p>
<p><strong>Bakteri Koliform</strong></p>
<p>Bakteri koliform merupakan golongan mikroorganisme yang lazim digunakan sebagai indikator, di mana bakteri ini dapat menjadi sinyal untuk menentukan suatu sumber air telah terkontaminasi oleh patogen atau tidak. Berdasarkan penelitian, bakteri koliform ini menghasilkan zat etionin yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, bakteri pembusuk ini juga memproduksi bermacam-macam racun seperti indol dan skatol yang dapat menimbulkan penyakit bila jumlahnya berlebih di dalam tubuh.<sup> </sup>Bakteri koliform dapat digunakan sebagai indikator karena densitasnya berbanding lurus dengan tingkat pencemaran air. Bakteri ini dapat mendeteksi patogen pada air seperti virus, protozoa, dan parasit.<sup> </sup>Selain itu, bakteri ini juga memiliki daya tahan yang lebih tinggi daripada patogen serta lebih mudah diisolasi dan ditumbuhkan.</p>
<p>Penyakit yang ditularkan melalui air biasanya diakibatkan oleh bakteri coliform. Mereka biasa ditemukan di saluran sistem pengolahan air. Bakteri ini merupakan organisme yang biasanya tidak berbahaya, coliform hidup di lingkungan sekitar kita dan dalam kotoran hewan berdarah panas dan manusia. Patogen dalam air kebanyakan berasal dari kotoran manusia atau hewan. Beberapa patogen yang telah dikenal sejak beberapa dekade lalu adalah giardia lamblia (<em>giardiasis</em>), cryptosporidium (<em>cryptosporidiosis</em>), hepatitis A (penyakit terkait hati), dan helminths (cacing parasit).</p>
<p>Bakteri coliform dalam air minum dikategorikan menjadi tiga golongan, yaitu coliform total, fecal coliform, dan E. coli. Masing-masing memiliki tingkat risiko yang berbeda. Coliform total kemungkinan bersumber dari lingkungan dan tidak mungkin berasal dari pencemaran tinja. Sementara itu, fecal coliform dan E. coli terindikasi kuat diakibatkan oleh pencemaran tinja, keduanya memiliki risiko lebih besar menjadi patogen di dalam air. Bakteri fecal coliform atau E. coli yang mencemari air memiliki risiko yang langsung dapat dirasakan oleh manusia yang mengonsumsinya. Kondisi seperti ini mengharuskan pemerintah bertindak melalui penyuluhan kesehatan, investigasi, dan memberikan solusi untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air.</p>
<p>Ciri-ciri bakteri koliform antara lain bersifat anaerob, termasuk ke dalam bakteri gram negatif[[, tidak membentuk spora, dan dapat memfermentasi laktosa untuk menghasilkan asam dan gas pada suhu 35 °C-37 °C.<sup> </sup>Contoh bakteri koliform antara lain Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll. Gangguan yang ditimbulkan pada manusia sehat adalah mual, nyeri perut , muntah, diare, berak darah, demam tinggi bahkan pada beberapa kasus bisakejang dan kekurangan cairan atau dehidrasi.</p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignleft" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Koran Indonesia Sehat</span> <span style="color:#ff99cc;">Yudhasmara Foundation</span></strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9d-nutrisi-diet/'>9D.NUTRISI-DIET</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/waspada-masalah-ini/'>Waspada Masalah Ini</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-news-update/'>x.NEWS-UPDATE</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/inilah-11-merek-air-mineral-kemasan-yang-mengandung-bakteri/'>Inilah 11 Merek Air Mineral Kemasan Yang Mengandung Bakteri</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/832/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/832/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=832&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/inilah-11-merek-air-mineral-kemasan-yang-mengandung-bakteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mediapalu.com/wp-content/uploads/2010/07/air-mineral1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Musik Klasik Tidak Mencerdaskan Anak ?</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/musik-klasik-tidak-mencerdaskan-anak/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/musik-klasik-tidak-mencerdaskan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 00:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[x.KONTROVERSI KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Musik Klasik Tidak Mencerdaskan Anak ?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[Musik Klasik Tidak Mencerdaskan Anak ? Musik klasik selama ini didewakan untuk mencerdaskan kecerdasan anak sejak bayi. Berdasarkan riset terbaru, tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung apa yang disebut “efek Mozart”, yang menghubungkan musik klasik Mozart dengan kemampuan kognitif.   Penelitian terbaru telah mematahkan hasil riset terdahulu yang memperlihatkan hubungan antara mendengarkan musik Mozart dan peningkatan kemampuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=830&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Musik Klasik Tidak Mencerdaskan Anak ?</span></h2>
<p><strong><img class="alignright" src="http://melototbanget.files.wordpress.com/2009/03/clasic.jpg?w=254&#038;h=298&#038;h=298" alt="" width="254" height="298" /></strong></p>
<p><strong>Musik klasik selama ini didewakan untuk mencerdaskan kecerdasan anak sejak bayi. Berdasarkan riset terbaru, tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung apa yang disebut “efek Mozart”, yang menghubungkan musik klasik Mozart dengan kemampuan kognitif.   Penelitian terbaru telah mematahkan hasil riset terdahulu yang memperlihatkan hubungan antara mendengarkan musik Mozart dan peningkatan kemampuan otak.  Bahkan  Lilienfeld seorang penulis mengatakan dalam bukunya yang berjudul 50 Mitos Paling Popular, Lilienfeld menempatkan Mozart Effect pada peringkat keenam.</strong></p>
<p><strong><em>Kehebatan Musik Klasik</em></strong></p>
<p><em>Musik klasik</em> merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21. Musik klasik Eropa dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi musiknya, yang sudah digunakan sejak sekitar abad ke-16. Notasi musik barat digunakan oleh komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik. Hal ini membatasi adanya praktek-praktek seperti improvisasi dan ornamentasi <em>ad libitum</em> yang sering didengar pada musik non-Eropa.<br /><img class="alignleft" src="http://www.chrismasto.com/delicious/images/361" alt="" width="257" height="313" /></p>
<p>Hasil studi pada 1993 yang diterbitkan di jurnal <em>Nature</em> menunjukkan bahwa mendengarkan musik Mozart akan meningkatkan kemampuan kognitif. Alhasil, riset ini lalu memicu para orangtua untuk memperkenalkan bayi dan anak kecilnya pada musik klasik, serta pengusaha berlomba menjualnya ke berbagai sekolah, pusat perawatan siang hari dan orangtua. </p>
<p>Kala itu, penelitian mereka, mengemukakan, bahwa, setelah diperdengarkan musik Mozart 1781 sonata yang dimainkan dengan dua piano dalam tangga nama D mayor (KV 448) terhadap beberapa siswa, ternyata dapat meningkatkan kemampuan mengerjakan soal-soal mengenai spasial (ruang).  Riset itu menyebar ke seluruh dunia, setelah surat kabar New York Times melansir, dengan mendengarkan musik Mozart sudah menjadi jaminan bagi anak-anak untuk memiliki bekal ilmu untuk studi di sekolah mereka. Terlebih ilmuwan lain juga mendukung temuan tersebut dengan menyatakan, musik Mozart mampu meningkatkan intelegensi anak-anak. Sejak itulah musik Mozart menjadi referensi bagi orangtua yang menginginkan anak mereka cerdas.</p>
<p>Bukan hanya itu yang ”mengultuskan” musik Mozart. Pada tahun 1998, Gubernur Georgia, Zell Miller juga ikut-ikutan mempublikasikan yang membuat heboh, karena setiap ibu yang baru melahirkan anak, akan menerima satu paket CD musik klasik. Pada tahun yang sama pemerintah Florida juga mewajibkan setiap pusat pendidikan anak untuk melantunkan musik klasik minimal satu jam dalam sehari.</p>
<p><strong>Penelitian Terbaru</strong></p>
<p>Namun, hasil kajian terbaru para ilmuwan Austria tidak menemukan bukti signifikan kalau mendengarkan musik Mozart memberi pengaruh pada kemampuan kognitif seseorang. Penelitian tersebut salah satunya dilakukan oleh  Jakob Pietschnig, ahli ilmu jiwa di University of Vienna. Penelitian terbaru itu telah mematahkan penelitian psikolog Frances H Rauscher dan rekan-rekannya dari University of California yang dipublikasikan di Journal Nature pada tahun 1993 tersebut.</p>
<p>Jakob Pietschnig, Martin Voracek dan Anton K. Formann seperti dilansir sciencedaily.com, menamakan riset mereka dengan judul Mozart Effect. Penelitian mereka sengaja difokuskan untuk meneliti dampak musik klasik karya Mozart terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Penelitian tersebut sudah dipublikasikan di US Journal Intelligence. Namun pujian yang berlebihan untuk musik Mozart sudah berakhir. Sebelum melakukan penelitian, Jakob Pietschnig dan timnya, mengumpulkan semua pendapat dan temuan para ahli terkait dampak musik Mozart terhadap tingkat intelegensia seseorang. Pendapat dan temuan itu kemudian mereka uji ulang dengan membuat riset terhadap 3.000 subyek penelitian.  Berdasarkan penelitian terhadap ribuan obyek penelitian  itu, Pietschnig dan timnya menyimpulkan tidak ada stimulus atau sesuatu yang mendorong peningkatan kemampuan spesial seseorang setelah mendengarkan musik Mozart. </p>
<p>Dalam studi paling mutakhir itu, para peneliti di University of Vienna mengadakan penelitian meta analisis yaitu meneliti berbagai peneilitan lainnya. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 40 studi dan penelitian yang tak disiarkan yang meliputi lebih dari 3.000 subyek. Kesimpulan mereka adalah tidak ada riset yang mendukung pendapat bahwa musik Mozart meningkatkan kemampuan otak anak. Secara khusus, temuan itu membantah mitos mengenai dampak peningkatan kemampuan otak di antara pendengar musik Mozart.  Para peneliti melaporkan bahwa mereka tak dapat mengonfirmasi dampak menguntungkan dari mendengarkan musik Mozart. Namun peneliti tetap menyarankan mendengarkan musik Mozart kepada setiap orang, tetapi ini tak memenuhi harapan akan peningkatan kemampuan kognitif.</p>
<p>Sumber :</p>
<ul>
<li>Mozart’s Music Does Not Make You Smarter, Study Finds, ScienceDaily (May 10, 2010) </li>
<li><a href="http://www.amazon.com/s/ref=ntt_athr_dp_sr_1?_encoding=UTF8&amp;sort=relevancerank&amp;search-alias=books&amp;field-author=Scott%20O.%20Lilienfeld">Scott O. Lilienfeld</a> (Author), <a href="http://www.amazon.com/s/ref=ntt_athr_dp_sr_2?_encoding=UTF8&amp;sort=relevancerank&amp;search-alias=books&amp;field-author=Steven%20Jay%20Lynn">Steven Jay Lynn</a> (Author), <a href="http://www.amazon.com/s/ref=ntt_athr_dp_sr_3?_encoding=UTF8&amp;sort=relevancerank&amp;search-alias=books&amp;field-author=John%20Ruscio">John Ruscio</a> (Author), <a href="http://www.amazon.com/s/ref=ntt_athr_dp_sr_4?_encoding=UTF8&amp;sort=relevancerank&amp;search-alias=books&amp;field-author=Barry%20L.%20Beyerstein">Barry L. Beyerstein</a> (Author). 50 Great Myths of Popular Psychology: Shattering Widespread Misconceptions about Human Behavior [Paperback] </li>
</ul>
<p> </p>
<p>Supported  by</p>
<p><img class="alignleft" src="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#038;h=156&#038;h=156" alt="" width="131" height="156" /></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Koran Indonesia Sehat </span><span style="color:#ff99cc;">Yudhasmara Foundation</span></strong></p>
<ul>
<li>Clinic For Children  <a href="http://childrenclinic.wordpress.com/">http://childrenclinic.wordpress.com/</a></li>
<li>Children Allergy Clinic  <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://childrenallergyclinic.wordpress.com/</a> </li>
<li>Picky eaters Clinic (Klinik Kesulitan Makan Pada Anak) <a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">http://mypickyeaters.wordpress.com/</a> </li>
</ul>
<p>JL Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone :62 (021) 70081995 – 5703646   </p>
<p>Clinical and Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA, pediatrician.  email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>,            </p>
<p>For Free Newsletter join with this twitter :     <a href="https://twitter.com/WidoJudarwanto">https://twitter.com/WidoJudarwanto</a>                                                                                                 </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider. </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-kontroversi-kesehatan/'>x.KONTROVERSI KESEHATAN</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/musik-klasik-tidak-mencerdaskan-anak/'>Musik Klasik Tidak Mencerdaskan Anak ?</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/830/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/830/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=830&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/11/04/musik-klasik-tidak-mencerdaskan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://melototbanget.files.wordpress.com/2009/03/clasic.jpg?w=254&#38;h=300&#38;h=298" medium="image" />

		<media:content url="http://www.chrismasto.com/delicious/images/361" medium="image" />

		<media:content url="http://childrenclinic.files.wordpress.com/2010/09/img_6331.jpg?w=131&#38;h=156&#38;h=156" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Biduran, Giduan, Urtikaria Bukan Sekedar Alergi Makanan Biasa</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/10/14/biduran-giduan-urtikaria-bukan-sekedar-alergi-makanan-biasa/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/10/14/biduran-giduan-urtikaria-bukan-sekedar-alergi-makanan-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 22:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[2b.Penyakit Tersering]]></category>
		<category><![CDATA[5.KULIT-KELAMIN]]></category>
		<category><![CDATA[Biduran]]></category>
		<category><![CDATA[Giduan]]></category>
		<category><![CDATA[Urtikaria Bukan Sekedar Alergi Makanan Biasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=827</guid>
		<description><![CDATA[URTIKARIA Biduran, Giduan, Urtikaria Bukan Sekedar Alergi Makanan Biasa  Widodo Judarwanto. Children Allergy Center Jakarta Indonesia. Urtikaria atau biduran adalah penyakit alergi yang sangat mengganggu dan membuat penderita atau dokter kadang frustasi. Frustasi karena pada keadaan tertentu gangguan ini sering hilang timbul tanpa dapat diketahui secara pasti penyebabnya. Kesulitan mencari penyebab ini terjadi karena faktor yang berpengaruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=827&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 0 12pt;"><span style="color:#ff0000;"><strong>URTIKARIA</strong></span></h2>
<h2 class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 0 12pt;"><span style="color:#ff00ff;"><strong>Biduran, Giduan, Urtikaria Bukan Sekedar Alergi Makanan Biasa</strong></span></h2>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0 0 12pt;"><strong><img class="aligncenter" src="http://ewake.wfubmc.edu:88/library/faid/images/imgpedderm2001.jpg" alt="" width="256" height="65" /></strong> <strong>Widodo Judarwanto. </strong>Children Allergy Center Jakarta Indonesia.</p>
<p style="text-align:left;"><span style="font-size:small;"><strong>Urtikaria atau biduran adalah penyakit alergi yang sangat mengganggu dan membuat penderita atau dokter kadang frustasi. Frustasi karena pada keadaan tertentu gangguan ini sering hilang timbul tanpa dapat diketahui secara pasti penyebabnya. Kesulitan mencari penyebab ini terjadi karena faktor yang berpengaruh sangat banyak dan sulit dipastikan. Secara umum yang mendasari utama biasanya adalah penderita memang punya bakat alergi kulit yang didasari oleh alergi makanan dan dipicu oleh hilang timbulnya infeksi virus dalam tubuh (gejalanya demam, sumeng atau tanpa demam, pilek, badan pegal  (sering dikira kecapekan), batuk atau gangguian saluran cerna). Bila dalam keadaan sehat pengaruh alergi makanan sangat ringan atau bila tidak cermat seperti tanpa gejala. Tetapi hal yang ringan bila tidak dikenali bila terjadi infeksi virus maka urtikaria baru akan timbul. Sayangnya alergi makanan tidak bisa dipastikan dengan tes alergi, karena tes alergi sensitifitasnya rendah bila untuk mencari penyebab alergi makanan. Hal inilah yang membuat penanganan urtikaria lebih sulit lagi, khususnya dalam mencari penyebabnya. Pemberian obat jangka panjang adalah bentuk kegagalan mencari penyebabnya.</strong></span> </p>
<ul>
<li><span style="font-size:small;">Urtikaria merupakan penyakit yang sering ditemukan, diperkirakan 3,2-12,8% dari populasi pernah mengalami urtikaria.  </span></li>
<li><span style="font-size:small;"> </span><span style="font-size:small;">Urtikaria adalah erupsi pada kulit yang berbatas tegas dan menimbul (bentol), berwarna merah, memutih bila ditekan, dan disertai rasa gatal. Urtikaria dapat berlangsung secara akut, kronik, atau berulang.  </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;">Urtikaria akut biasanya berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari (kurang dari 6 minggu) dan umumnya penyebabnya dapat diketahui. Urtikaria kronik, yaitu urtikaria yang berlangsung lebih dari 6 minggu, dan urtikaria berulang biasanya tidak diketahui pencetusnya dan dapat berlangsung sampai beberapa tahun. Urtikaria kronik umumnya ditemukan pada orang dewasa.  </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;">Urtikaria juga dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologi, yaitu imunologi, anafilaktoid dan penyebab fisik. Reaksi imunologi dapat diperantarai melalui reaksi hipersensitivitas tipe I, tipe II atau III. Sedangkan reaksi anafilaktoid dapat disebabkan oleh angioedema herediter, aspirin, zat yang menyebabkan lepasnya histamin seperti zat kontras, opiat, pelemas otot, obat vasoaktif dan makanan (putih telur, tomat, lobster). Secara fisik, urtikaria dapat berupa dermatografia, cold urticaria, heat urticaria, solar urticaria, pressure urticaria, vibratory angioedema, urtikaria akuagenik dan urtikaria kolinergik.</span></li>
</ul>
<p><img src="http://ewake.wfubmc.edu:88/library/faid/images/imgpedderm2004.jpg" alt="" width="149" height="211" /><img src="http://ewake.wfubmc.edu:88/library/faid/images/imgpedderm2006.jpg" alt="" width="249" height="213" /> </p>
<p>Urticaria pada penderita dengan infeksi virus </p>
<p>Urticaria </p>
<p><img src="http://www.urticaria.com/app/images/causes.gif" alt="" /> </p>
<p><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;">MEKANISME TERJADINYA PENYAKIT</span></strong><span style="color:black;"> </span></span> </p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Pada gangguan urtikaria menunjukkan adanya dilatasi pembuluh darah dermal di bawah kulit dan edema (pembengkakan) dengan sedikit infiltrasi sel perivaskular, di antaranya yang paling dominan adalah eosinofil. Kelainan ini disebabkan oleh mediator yang lepas, terutama histamin, akibat degranulasi sel mast kutan atau subkutan, dan juga leukotrien dapat berperan. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Histamin akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah di bawah kulit sehingga kulit berwarna merah (eritema). Histamin juga menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah sehingga cairan dan sel, terutama eosinofil, keluar dari pembuluh darah dan mengakibatkan pembengkakan kulit lokal. Cairan serta sel yang keluar akan merangsang ujung saraf perifer kulit sehingga timbul rasa gatal. Terjadilah bentol merah yang gatal. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:small;">Bila pembuluh darah yang terangsang adalah pembuluh darah jaringan subkutan, biasanya jaringan subkutan longgar, maka edema yang terjadi tidak berbatas tegas dan tidak gatal karena jaringan subkutan mengandung sedikit ujung saraf perifer, dinamakan angioedema. Daerah yang terkena biasanya muka (periorbita dan perioral).</span></strong><strong><br />
<strong><span style="font-size:small;">Urtikaria disebabkan karena adanya degranulasi sel mast yang dapat terjadi melalui mekanisme imun atau nonimun. </span></strong></strong></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Degranulasi sel mast dikatakan melalui mekanisme imun bila terdapat antigen (alergen) dengan pembentukan antibodi atau sel yang tersensitisasi. Degranulasi sel mast melalui mekanisme imun dapat melalui reaksi hipersensitivitas tipe I atau melalui aktivasi komplemen jalur klasik. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Faktor infeksi pada tubuh diantaranya infeksi viru (demam, batuk dan pilek) merupakan faktor pemicu pada urtikaria yang paling sering terjadi namun sering diabaikan</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Beberapa macam obat, makanan, atau zat kimia dapat langsung menginduksi degranulasi sel mast. Zat ini dinamakan liberator histamin, contohnya kodein, morfin, polimiksin, zat kimia, tiamin, buah murbei, tomat, dan lain-lain. Masih belum jelas mengapa zat tersebut hanya merangsang degranulasi sel mast pada sebagian orang saja, tidak pada semua orang. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Faktor fisik seperti cahaya (urtikaria solar), dingin (urtikaria dingin), gesekan atau tekanan (dermografisme), panas (urtikaria panas), dan getaran (vibrasi) dapat langsung menginduksi degranulasi sel mast. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Latihan jasmani (exercise) pada seseorang dapat pula menimbulkan urtikaria yang dinamakan juga urtikaria kolinergik. Bentuknya khas, kecil-kecil dengan diameter 1-3 mm dan sekitarnya berwarna merah, terdapat di tempat yang berkeringat. Diperkirakan yang memegang peranan adalah asetilkolin yang terbentuk, yang bersifat langsung dapat menginduksi degranulasi sel mast. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Faktor psikis atau stres pada seseorang dapat juga menimbulkan urtikaria. Bagaimana mekanismenya belum jelas.</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;">MANIFESTASI KLINIS</span></strong></span> </p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Klinis tampak bentol (plaques edemateus) multipel yang berbatas tegas, berwarna merah dan gatal. Bentol dapat pula berwarna putih di tengah yang dikelilingi warna merah. Warna merah bila ditekan akan memutih. Ukuran tiap lesi bervariasi dari diameter beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter, berbentuk sirkular atau serpiginosa (merambat).</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Tiap lesi akan menghilang setelah 1 sampai 48 jam, tetapi dapat timbul lesi baru. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Pada dermografisme lesi sering berbentuk linear, pada urtikaria solar lesi terdapat pada bagian tubuh yang terbuka. Pada urtikaria dingin dan panas lesi akan terlihat pada daerah yang terkena dingin atau panas. Lesi urtikaria kolinergik adalah kecil-kecil dengan diameter 1-3 milimeter dikelilingi daerah warna merah dan terdapat di daerah yang berkeringat. Secara klinis urtikaria kadang-kadang disertai angioedema yaitu pembengkakan difus yang tidak gatal dan tidak pitting dengan predileksi di muka, daerah periorbita dan perioral, kadang-kadang di genitalia. Kadang-kadang pembengkakan dapat juga terjadi di faring atau laring sehingga dapat mengancam jiwa.</strong></span></li>
</ul>
<p><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;">DIAGNOSIS</span></strong></span> </p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:small;">Diagnosis ditegakkan secara klinis berdasarkan inspeksi kulit yaitu adanya lesi khas berupa bentol berwarna merah, berbatas tegas, gatal, memutih bila ditekan. Yang sulit adalah mencari etiologinya.</span></strong><strong><br />
<span style="font-size:small;"><strong>Untuk menemukan etiologi perlu dilakukan anamnesis yang teliti dan terinci serta pemeriksaan fisis lengkap. Anamnesis terhadap faktor lingkungan seperti debu, tungau debu rumah, binatang peliharaan, tumbuh-tumbuhan, karpet, sengatan binatang, serta faktor makanan termasuk zat warna, zat pengawet, obat-obatan, faktor fisik seperti dingin, panas, cahaya dan sebagainya perlu ditelusuri.</strong><br />
<strong>Pemeriksaan fisis yang menunjukkan bentuk khas dapat diduga penyebabnya seperti lesi linear, lesi kecil-kecil di daerah berkeringat, dan lesi hanya pada bagian tubuh yang terbuka. Bila dari anamnesis dan pemeriksaan fisis belum dapat ditegakkan etiologinya, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang.</strong></span></strong></li>
</ul>
<p><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;">DIAGNOSIS BANDING</span></strong></span> </p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Angioedema herediter Kelainan ini merupakan kelainan yang jarang tidak disertai urtikaria. Pada kelainan ini terdapat edema subkutan atau submukosa periodik disertai rasa sakit dan terkadang disertai edema laring. Edema biasanya mengenai ekstremitas dan mukosa gastrointestinalis yang sembuh setelah 1 sampai 4 hari. Pada keluarga terdapat riwayat penyakit yang serupa. Diagnosis ditegakkan dengan menemukan kadar komplemen C4 dan C2 yang menurun dan tidak adanya inhibitor C1-esterase dalam serum. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Sengatan serangga multipel Pada sengatan serangga akan terlihat titik di tengah bentol, yang merupakan bekas sengatan serangga.</strong></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong> </strong><img src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/pediatrics_general/884940-888806-470.jpg" alt="" width="187" height="106" /></span> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:small;">Pressure <strong>urticaria</strong></span> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><img src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1096183-1938.jpg" alt="" width="299" height="294" /></span> </p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><span style="color:#ff0000;">Urticaria pigmentosa (Darier sign).</span></span> </p>
<div>
<blockquote><p><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/09/biduran-giduan-urtikaria-bukan-sekedar-alergi-makanan-biasa/showcontent('active','hiddenlayerd26e1393');"><img src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1096183-1937tn.jpg" alt="Urticaria pigmentosa." /></a> </p>
<h4>Urticaria pigmentosa.</h4>
</blockquote>
</div>
<div id="hiddenlayerd26e1393">
<div>
<blockquote><p><img src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1096183-1937.jpg" border="1" alt="Urticaria pigmentosa." width="195" height="187" /><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/01/09/biduran-giduan-urtikaria-bukan-sekedar-alergi-makanan-biasa/showcontent('active','hiddenlayerd26e1408');"><img src="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1096183-1936tn.jpg" alt="Urticaria pigmentosa." width="200" height="185" /></a> </p></blockquote>
</div>
</div>
<div>
<blockquote>
<h4>Urticaria pigmentosa. </h4>
</blockquote>
</div>
<p><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;">PENGOBATAN</span></strong></span> </p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Pengobatan yang palin utama adalah ditujukan pada penghindaran faktor penyebab dan pengobatan simtomatik. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Pada urtikaria akut generalisata dan disertai gejala distres pernafasan, asma atau edema laring, mula-mula diberi larutan adrenalin 1% dengan dosis 0,01 ml/kgBB subkutan (maksimum 0,3 ml), dilanjutkan dengan pemberian antihistamin penghambat H1 (lihat bab tentang medikamentosa). Bila belum memadai dapat ditambahkan kortikosteroid.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Pada urtikaria akut lokalisata cukup dengan antihistamin penghambat H1. </strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Urtikaria kronik biasanya lebih sukar diatasi. Idealnya adalah tetap identifikasi dan menghilangkan faktor penyebab, namun hal ini juga sulit dilakukan. Untuk ini selain antihistamin penghambat H1 dapat dicoba menambahkan antihistamin penghambat H2. Kombinasi lain yang dapat diberikan adalah antihistamin penghambat H1 non sedasi dan sedasi (pada malam hari) atau antihistamin penghambat H1 dengan antidepresan trisiklik. Pada kasus berat dapat diberikan antihistamin penghambat H1 dengan kortikosteroid jangka pendek.</strong></span></li>
</ul>
<div><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:black;">PROGNOSIS</span></strong></span> </div>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;"><strong>Pada umumnya prognosis urtikaria adalah baik, dapat sembuh spontan atau dengan obat.</strong></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:small;">Tetapi karena urtikaria merupakan bentuk kutan anafilaksis sistemik, dapat saja terjadi obstruksi jalan nafas karena adanya edema laring atau jaringan sekitarnya, atau anafilaksis sistemik yang dapat mengancam jiwa.</span></strong></li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:small;"> </span></strong><strong><strong><span style="font-size:small;">DAFTAR PUSTAKA</span></strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Zuberbier T, Maurer M. Urticaria: current opinions about etiology, diagnosis and therapy. Acta Derm Venereol. 2007;87(3):196-205. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Irinyi B, Szeles G, Gyimesi E, Tumpek J, Heredi E, Dimitrios G, et al. Clinical and laboratory examinations in the subgroups of chronic urticaria. Int Arch Allergy Immunol. 2007;144(3):217-25. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Chang S, Carr W. Urticarial vasculitis. Allergy Asthma Proc. Jan-Feb 2007;28(1):97-100. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Guldbakke KK, Khachemoune A. Etiology, classification, and treatment of urticaria. Cutis. Jan 2007;79(1):41-9. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Smith PF, Corelli RL. Doxepin in the management of pruritus associated with allergic cutaneous reactions. Ann Pharmacother. May 1997;31(5):633-5. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Beltrani VS. Urticaria: reassessed. Allergy Asthma Proc. May-Jun 2004;25(3):143-9. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Pollack CV Jr, Romano TJ. Outpatient management of acute urticaria: the role of prednisone. Ann Emerg Med. Nov 1995;26(5):547-51. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Powell RJ, Du Toit GL, Siddique N, Leech SC, Dixon TA, Clark AT, et al. BSACI guidelines for the management of chronic urticaria and angio-oedema. Clin Exp Allergy. May 2007;37(5):631-50. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Kulthanan K, Jiamton S, Thumpimukvatana N, Pinkaew S. Chronic idiopathic urticaria: prevalence and clinical course. J Dermatol. May 2007;34(5):294-301. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Brown NA, Carter JD. Urticarial vasculitis. Curr Rheumatol Rep. Aug 2007;9(4):312-9. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Zuberbier T, Bindslev-Jensen C, Canonica W, Grattan CE, Greaves MW, Henz BM, et al. EAACI/GA2LEN/EDF guideline: management of urticaria. Allergy. Mar 2006;61(3):321-31. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Lin RY, Curry A, Pesola GR, Knight RJ, Lee HS, Bakalchuk L, et al. Improved outcomes in patients with acute allergic syndromes who are treated with combined H1 and H2 antagonists. Ann Emerg Med. Nov 2000;36(5):462-8. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;">Jáuregui I, Ferrer M, Montoro J, Dávila I, Bartra J, del Cuvillo A, et al. Antihistamines in the treatment of chronic urticaria. J Investig Allergol Clin Immunol. 2007;17 Suppl 2:41-52.<br />
</span></li>
</ul>
<div><span style="font-size:10pt;"> <span style="color:#ff0000;"><strong>KUMPULAN ARTIKEL PENTING TENTANG ALERGI MAKANAN</strong></span></span> </div>
<div><span style="font-size:10pt;"> </span></div>
<ul>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/tes-alergi-diagnosis/"><span style="color:#0000ff;">Tes Alergi, Menentukan Penyebab Alergi atau Menentukan Diagnosis</span></a></li>
<li>
<div class="textwidget">
<p><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gangguan-otak/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai kumpulan artikel alergi makan berkaitan dengan Gangguan Otak dan Sistem Saraf Pusat</span></a></p>
</div>
</li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-makanan/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Tentang Alergi Makanan</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-hormonal-obesitas/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi berkaitan dengan Gangguan Hormonal </span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gigi-mulut/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan Gangguan Mulut dan Gigi</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-kehamilan-bayi/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Makanan Berkaitan dengan kehamilan dan Bayi Baru Lahir dan Bayi usia di bawah 1 tahun</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-kulit/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan  Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan Gangguan kulit</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-batuk-asma-tbc/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan Gangguan saluran napas, Batuk lama, TBC</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-susu-sapi/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Susu Sapi</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-obat/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi Obat</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-hidung-tht/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Telinga Hidung dan Temnggorok</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-mata/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Mata</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-pembuluh-darah-jantung/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan Gangguan Jantung dan Pembuluh Darah</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-otot-tulang/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan dengan gangguan Otot dan Tulang</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-thd-organ-tubuh-lain-dan-penyakit-lain/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai kumpulan Artikel Berkaitan dengan Gangguan Organ tubuh lainnya</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-gangguan-tidur/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan berkaitan denmgan Gangguan Tidur</span></a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/category/alergi-saluran-cerna/"><span style="color:#0000ff;">Berbagai Kumpulan Artikel Alergi makanan Berkaitan dengan gangguan saluran cerna</span></a></li>
<li><a title="Reaksi Simpang Makanan dan Gangguan Neurologi" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/reaksi-simpang-makanan-dan-gangguan-neurologi/"><span style="color:#0000ff;">Reaksi Simpang Makanan dan Gangguan Neurologi</span></a></li>
<li><a title="Waspadai Makanan Penyebab Gangguan Otak dan Perilaku Anak" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/waspadai-makanan-penyebab-gangguan-otak-dan-perilaku-anak/"><span style="color:#0000ff;">Waspadai Makanan Penyebab Gangguan Otak dan Perilaku Anak</span></a></li>
<li><a title="Kejang, Epilepsi, Nonsiezure episode, Nonepilepticseizure, Nonepileptic paraxysmal disorders atau nonepileptic attack disorders dan Alergi-Hipersensitifitas Makanan" href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/2010/09/22/kejang-epilepsi-nonsiezure-episode-nonepilepticseizure-nonepileptic-paraxysmal-disorders-atau-nonepileptic-attack-disorders-dan-alergi-hipersensitifitas-makanan/"><span style="color:#0000ff;">Kejang, Epilepsi, Nonsiezure episode, Nonepilepticseizure, Nonepileptic paraxysmal disorders atau nonepileptic attack disorders dan Alergi-Hipersensitifitas Makanan</span></a></li>
</ul>
<p> </p>
<div><span style="font-size:10pt;"> </span></div>
<div><span style="font-size:10pt;"> </span></div>
<p><span style="font-size:10pt;"> </span> </p>
<div><span style="font-size:10pt;"> </span></div>
<p><span style="font-size:10pt;"><br />
</span></p>
<address>Provided by </address>
<address><img class="alignleft" src="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" alt="" width="130" height="173" /></address>
<address>dr Widodo judarwanto SpA, pediatrician<br />
Children’s Allergy Center Online</address>
<address>Picky Eaters Clinic, Klinik Kesulitan makan Pada Anak</address>
<p>Office : JL Taman Bendungan Asahan 5  Jakarta Pusat  Phone : (021) 70081995 – 5703646email :  <a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><span style="color:#7f1d1d;">judarwanto@gmail.com</span></a>, <a href="http://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/"><span style="color:#7f1d1d;">www.childrenallergyclinic.wordpress.com/</span></a>   </p>
<p>Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.   </p>
<p><em> </em>  </p>
<p><em> </em>  </p>
<p><em> </em>  </p>
<p style="text-align:left;"><em>Copyright © 2010, Children Allergy Center  Information Education Network. All rights reserved</em> </p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2b-penyakit-tersering/'>2b.Penyakit Tersering</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/5-kulit-kelamin/'>5.KULIT-KELAMIN</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/biduran/'>Biduran</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/giduan/'>Giduan</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/urtikaria-bukan-sekedar-alergi-makanan-biasa/'>Urtikaria Bukan Sekedar Alergi Makanan Biasa</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/827/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=827&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/10/14/biduran-giduan-urtikaria-bukan-sekedar-alergi-makanan-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ewake.wfubmc.edu:88/library/faid/images/imgpedderm2001.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ewake.wfubmc.edu:88/library/faid/images/imgpedderm2004.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ewake.wfubmc.edu:88/library/faid/images/imgpedderm2006.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.urticaria.com/app/images/causes.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/pediatrics_general/884940-888806-470.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1096183-1938.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1096183-1937tn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Urticaria pigmentosa.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1096183-1937.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Urticaria pigmentosa.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.medscape.com/pi/emed/ckb/dermatology/1048885-1096183-1936tn.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Urticaria pigmentosa.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sakit Yang Tidak Diperbolehkan Puasa</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/sakit-yang-tidak-diperbolehkan-puasa/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/sakit-yang-tidak-diperbolehkan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 15:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[9A.KESEHATAN LANJUT USIA]]></category>
		<category><![CDATA[9D.NUTRISI-DIET]]></category>
		<category><![CDATA[Menentukan Puasa Dalam Keadaan Sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Sakit Yang Tidak Diperbolehkan Puasa Setiap orang muslim yang sehat dan akil baliq diwajibkan untuk berpuasa penuh di bulan ramadhan. Berdasarkan berbagai penelitian, puasa adalah ibadah puasa sangat bemanfaat bagi kesehatan manusia. Tetapi sebaliknya puasa akan mengganggu kesehatan manusia bila dilakukan dalam keadaan penyakit yang tidak ringan. Sehingga dalam surah al-Baqarah, Allah SWT berfirman, &#8220;Dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=825&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Sakit Yang Tidak Diperbolehkan Puasa</span></h2>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://arthazone.com/photos/news/Jul2008/users/fajarfatahillah/fluG_468x356.jpg" alt="" width="274" height="169" /></strong></p>
<p><strong>Setiap orang muslim yang sehat dan akil baliq diwajibkan untuk berpuasa penuh di bulan ramadhan. Berdasarkan berbagai penelitian, puasa adalah ibadah puasa sangat bemanfaat bagi kesehatan manusia. Tetapi sebaliknya puasa akan mengganggu kesehatan manusia bila dilakukan dalam keadaan penyakit yang tidak ringan. Sehingga dalam surah al-Baqarah, Allah SWT berfirman, &#8220;Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.&#8221; (QS 2:185)</strong></p>
<p>Sayangnya dalam menentukan kondisi sakit atau tidak bagi orang awam sangatlah tidak mudah. Jangankan masyarakat awam dokterpun akan sering berbeda pendapat dalam menentukan kondisi tidak boleh berpuasa bila keadaan umum penderita masih baik. Bila meragukan sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter ahli di bidangnya untuk mendapat rekomendasi boleh tidaknya berpuasa. Bila dokter ahli sesuai kompetensinya berkata, bahwa puasa membahayakan kesehatan maka sebaiknya menghentikan puasa adalah jalan yang paling tepat.</p>
<p>Kadangkala sulit untuk memastikan dalam kondisi sakit yang bagaimana sebaiknya tidak berpuasa atau diharamkan berpuasa. Apalagi dalam keadaan kondisi sakit yang hanya dimakruhkan berpuasa. Keadaan ini sangat ringan dan justru dalam keadaan ini masih sering diperdebatkan. Sedangkan dalam penyakit ringan seseorang biasa saja diperbolehkan puasa. Pada umumnya penyakit kronis dengan komplikasi biasanya masuk kriteria yang tidak diperbolehkan puasa.</p>
<p>Dalam gangguan kesehatan ringan tanpa penyakit kronis atau keadaan tertentu lainnya bisa saja seseorang tidak harus berkonsultasi ke dokter, tetapi paling tidak harus mempertimbangkan kondisi kesehatannya secara cermat.</p>
<p>Bila penderita mempunyai penyakit kronis atau penyakit jangka panjang maka sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter sebelum berpuasa. Pada umumnya penderita penyakit dengan komplikasi penyakit lain juga harus berkonsultasi dengan dokter ahli. Harus berkonsultasi dengan dokter ahli bila mempunyai penyakit kronis yang harus minum obat jangka panjang yang dikawatirkan puasa mengganggu pemberian minum obat yang akan memperberat penyakitnya.</p>
<p><strong>Kondisi kesehatan yang harus melakukan konsultasi kepada dokter ahli yang berkompeten adalah :</strong></p>
<ol>
<li>Penyakit darah tinggi dengan komplikasi stroke, ginjal, jantung koroner atau diabetes.</li>
<li>Penyakit Ginjal Kronis seperti gagal ginjal kronis serangan akut.</li>
<li>Ibu hamil dengan komplikasi hiperemesis gravidarum (sering muntah), hipertensi, pertumbuhan janin terganggu dan kondisi lainnya</li>
<li>Penyakit diabetes tipe tertentu dengan komplikasi</li>
<li>Penyakit paska stroke dengan komplikasi diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung</li>
<li>Penyakit jantung koroner dengan komolikasi</li>
<li>Penyakit asma berat atau PPOM (Penyakit Paru Obstruktif Menahun) yang sering kambuh serangan akut.</li>
<li>Penyakit lever kronis seperti hepatitis B atau Hepatitis C dengan komplikasi perdarahan saluran cerna dan lainnya</li>
<li>Penyakit SLE dengan komplikasi</li>
<li>Dan berbagai kondisi penyakit kronis lainnya</li>
</ol>
<p>Untuk membantu menentukan kondisi sakit yang bagaimana seseorang tidak diperbolehkan puasa, dapat digolongkan dalam beberapa kondisi</p>
<p><strong>Dalam menentukan kondisi sakit yang dikaitkan dengan diperbolehkan tidaknya puasa ada tiga kondisi</strong>:</p>
<ol>
<li><strong>Apabila sakitnya ringan dan tidak berpengaruh apa-apa jika tetap berpuasa.</strong> Keadaan seperti ini biasanya keadaan umum penderita baik, nafsu makan minum baik, masih aktif seperti sebelumnya, dapat beraktifitas dengan baik. Contohnya adalah pilek, pusing, sakit kepala yang ringan, dan mual, diare ringan (1-3 kali). Untuk kondisi pertama ini tetap diharuskan untuk berpuasa.</li>
<li><strong>Apabila sakitnya bisa bertambah parah atau akan menjadi lama sembuhnya dan menjadi berat yang akan mudah menimbulkan komplikasi jika berpuasa, namun hal ini tidak membahayakan</strong>. Keadaan seperti ini biasa sakit dengan keluhan batuk, pilek disertai demam ringan atau sesak ringan. Diare dan muntah yang tidak ringan (muntah atau diare lebih 3 kali). Sakit disertai badan semakin lemas tidak mampu berjalan dengan baik. Dalam usia yang renta bila dalam kondisi badan lemah, makan dan minum sulit dan sedikit, berjalan pelan dan lemah. Dalam kelompok ini juga termasuk penderita dengan penyakit kronis yang harus minum obat jangka panjang. Bila puasa menganggu pemberian minum obat yang mengakibatkan penyakitnya semakin berat. Untuk kondisi ini dianjurkan untuk tidak berpuasa dan dimakruhkan jika tetap ingin berpuasa.</li>
<li><strong>Kondisi penyakit yang berat apabila tetap berpuasa akan menimbulkan komplikasi semakin berat bahkan dapat mengancam jiwa.</strong> Untuk kondisi ini diharamkan untuk berpuasa. Muntah atau diare yang berat. Demam yang sangat tinggi, seperti demam berdarah dengue. Penyyakit dengan gangguan. Batuk, pilek dan sesak yang berat. Pada orang dengan usia renta bila tidak bsa berjalan sama sekali bukan karena kelumpuhan, makan dan minum sangat sedikit atau tidak mau makan minum sama sekali. Pada penderita yang harus minum obat jangka panjang bila menghentikan obatnya bisa mengakibatkan komplkasi penyakit lebih berat dan mengancam jiwa</li>
</ol>
<p><strong><span style="color:#008000;">Quran, Hadist dan Puasa dalam Keadaan Sakit</span></strong></p>
<p>Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,</p>
<p>Boleh untuk tidak berpuasa bagi orang yang dalam kondisi sehat yang ditakutkan akan menderita sakit jika dia berpuasa. Karena orang ini dianggap seperti orang sakit yang jika berpuasa sakitnya akan bertambah parah atau akan bertambah lama sembuhnya.</p>
<p>وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ</p>
<p>“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)</p>
<p>وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ</p>
<p>“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. An Nisa’: 29)</p>
<p>Apakah orang yang dalam kondisi sehat boleh tidak berpuasa karena jika berpuasa dia ditakutkan sakit?</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ</p>
<p>“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. An Nisa’: 29)</p>
<p>يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ</p>
<p>“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al Baqarah: 185)</p>
<p>وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ</p>
<p>“Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al Hajj: 78)</p>
<p>وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ</p>
<p>“Jika aku memerintahkan kalian untuk melakukan suatu perkara, maka lakukanlah semampu kalian.”</p>
<p>Daftar Pustaka</p>
<ol>
<li>Quran</li>
<li>HR. Bukhari no. 7288 dan Muslim no. 1337, dari Abu Hurairah.</li>
<li>Shahih Fiqh Sunnah, 2/118-120.</li>
<li>Berbagai sumber lainnya</li>
</ol>
<p>Artikel Puasa dan kesehatan Yang terkait :</p>
<ul>
<li><a title="Tautan Tetap ke Muhjizat Puasa Dalam Tinjauan Perspektif Medis Modern" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/01/muhjizat-puasa-dalam-tinjauan-perspektif-medis-modern/">Muhjizat Puasa Dalam Tinjauan Perspektif Medis Modern</a></li>
<li><a title="12 Mitos yang Salah dalam Ibadah Puasa" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/17/12-mitos-yang-salah-dalam-ibadah-puasa/">12 Mitos yang Salah dalam Ibadah Puasa</a></li>
<li><a title="Sejuta Manfaat Puasa Ramadhan, dari Segi Psikologis, Sosial dan Kesehatan." href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/09/sejuta-manfaat-puasa-ramadhan/">Sejuta Manfaat Puasa Ramadhan, dari Segi Psikologis, Sosial dan Kesehatan.</a></li>
<li><a title="20 Kehebatan Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Manusia" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/09/20-kehebatan-manfaat-puasa-ramadhan-bagi-kesehatan-manusia/">20 Kehebatan Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Manusia</a></li>
<li><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/03/ajari-anak-puasa-tanpa-ganggu-tumbuh-kembangnya/">Ajari Anak Puasa, Tanpa Ganggu Tumbuh Kembangnya</a></li>
<li><a title="Permanent link to Aspek Medis Ibu Menyusui Berpuasa" rel="bookmark" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/08/03/aspek-medis-ibu-menyusui-berpuasa/">Aspek Medis Ibu Menyusui Berpuasa</a></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://chelseanovak.files.wordpress.com/2009/08/internethealthcheck.jpg?w=201&#038;h=177&#038;h=177" alt="" width="201" height="177" /></strong></p>
<p><strong>dr Widodo Judarwanto SpA</strong></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong></p>
<p><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><a href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9a-kesehatan-lanjut-usia/'>9A.KESEHATAN LANJUT USIA</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9d-nutrisi-diet/'>9D.NUTRISI-DIET</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/menentukan-puasa-dalam-keadaan-sakit/'>Menentukan Puasa Dalam Keadaan Sakit</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/825/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/825/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=825&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/sakit-yang-tidak-diperbolehkan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://arthazone.com/photos/news/Jul2008/users/fajarfatahillah/fluG_468x356.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://chelseanovak.files.wordpress.com/2009/08/internethealthcheck.jpg?w=201&#38;h=177&#38;h=177" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>10 Kesalahan Umum Cara Sikat Gigi</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/10-kesalahan-umum-cara-sikat-gigi/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/10-kesalahan-umum-cara-sikat-gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 15:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan Gigi mulut]]></category>
		<category><![CDATA[10 Kesalahan Cara Sikat Gigi Pada Anak dan Remaja Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[10 Kesalahan Umum Cara Sikat Gigi Tidak Menggunakan Sikat Gigi yang TepatRichard H Price, DMD, penasihat American Dental Association (ADA) mengatakan, &#8220;Jika Anda harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar untuk Anda. Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat Anda memegang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=823&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">10 Kesalahan Umum Cara Sikat Gigi </span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><img src="http://z.about.com/d/dentistry/1/5/L/-/-/-/brush6.jpg" alt="" width="219" height="125" /></h2>
<ol>
<li><strong>Tidak Menggunakan Sikat Gigi yang Tepat</strong><br />Richard H Price, DMD, penasihat American Dental Association (ADA) mengatakan, &#8220;Jika Anda harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar untuk Anda. Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat Anda memegang garpu saat makan. Semakin nyaman sikat gigi Anda, makin sering Anda akan menggunakannya dengan benar.&#8221;<br /><strong> </strong></li>
<li><strong>Memilih Bulu Sikat yang Salah</strong><br />Menurut para dokter gigi di WebMD, jenis bulu sikat tidak terlalu penting dan tak ada pengaruh lebih. Tampaknya, yang lebih penting adalah teknik membersihkannya ketimbang bentuk sikatnya. Para dokter gigi ADA menyarankan agar memilih sikat yang lembut, jangan yang kasar atau kaku karena bisa merusak/menyakiti gusi. Carilah bulu sikat yang cukup kaku untuk mengangkat plak, tetapi tidak cukup kuat untuk merusak gigi. <br /><strong> </strong></li>
<li><strong>Kurang Sering atau Kurang Lama</strong><br />Menurut ahli kesehatan gigi di WebMD, frekwensi sikat gigi tiga kali dalam sehari adalah yang terbaik. Ketika jarak waktu menyikat gigi terlalu jauh, plak bakteri akan menumpuk, bisa membuat radang gusi dan masalah lain pada mulut. Disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 menit setiap kali, akan lebih baik lagi jika dilakukan selama 3 menit. Angka waktu tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, namun dipatok agar kita bisa mempunyai waktu yang cukup untuk membersihkan permukaan gigi.<br /><strong> </strong></li>
<li><strong>Menyikat Gigi  Terlalu Sering atau Terlalu Keras </strong><br />Terlalu sering menyikat gigi, misal 4 kali dalam sehari, bisa membuat akar gigi teriritasi dan menyakiti gusi. Menyikat terlalu keras juga bisa merusak enamel (lapisan teratas gigi). Cara terbaik adalah menyikat gigi secara perlahan dan lembut selama 2-3 menit. <br /> </li>
<li><strong>Tidak Menyikat dengan Cara yang Benar</strong><br />Buat sudut 45 derajat dari garis gusi dan buat gerakan pendek-pendek saat menyikat. Gerakan menyikat panjang di sepanjang garis gusi bisa menyebabkan abrasi pada gusi. Sikatlah perlahan ke arah atas dan bawah dari gigi, jangan dengan gerakan menyamping pada gigi. Buat gerakan sirkular vertikal, jangan horizontal. Lakukan pada bagian permukaan gigi bagian depan, belakang, atas dan bawah serta pada lidah.<br /><strong></strong></li>
<li><strong>Selalu Memulai Pada tempat  yang Sama</strong><br />Kebanyakan orang akan memulai pada titik yang sama setiap kali akan mulai menyikat gigi. &#8220;Mulailah di tempat-tempat yang berbeda supaya Anda tidak menjadi &#8216;malas&#8217; untuk membersihkan titik yang lainnya. Jika Anda memulai di titik yang sama, Anda cenderung semangat di titik tersebut, kemudian malas membersihkan di titik yang terakhir,&#8221; jelas Price.<br /><strong></strong></li>
<li><strong>Mengabaikan Bagian Dalam Gigi</strong><br />Kebanyakan orang ternyata sering kali lupa membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah. Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat. Titik yang paling sering dilupakan untuk dibersihkan adalah pada bagian dalam gigi depan.<br /><strong></strong></li>
<li><strong>Kurang Bersih Membilas</strong><br />Bakteri bisa tumbuh pada sikat gigi yang lupa dibersihkan. Jika ini terjadi, bakteri tersebut bisa tumbuh dan kembali hinggap pada mulut Anda di sesi penyikatan berikutnya. Bersihkan sikat gigi setelah Anda menggunakannya dan pastikan tak ada yang menyangkut atau pasta gigi yang tersisa.<br /><strong></strong></li>
<li><strong>Membiarkan Sikat Gigi dalam Keadaan Basah</strong><br />Sikat gigi yang basah dan lembab pun akan menjadi tempat favorit bakteri. Tak hanya itu, sikat gigi yang lembab akan merusak bulu sikatnya jika dibiarkan begitu saja. Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering. Biarkan kering, baru tutup dengan tutupnya.<br /><strong></strong></li>
<li><strong>Tidak Mengganti Sikat Gigi Cukup Sering</strong><br />Rekoomendasi ADA  untuk mengganti sikat gigi setelah 3-4 bulan pemakaian atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak. Ketimbang Anda mematok waktu, perhatikan sikat gigi Anda. Saat ini sudah ada sikat gigi yang bulunya diberikan penanda warna. Saat warna memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti. Atau ketika Anda menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segera ganti.</li>
</ol>
<p>sumber :   <a href="http://www.webmd.com/oral-health/healthy-teeth-10/brushing-teeth-mistakes?page=1">10 Toothbrushing Mistakes webmd</a></p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/cH27PiYX6gI?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/kesehatan-gigi-mulut/'>Kesehatan Gigi mulut</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/10-kesalahan-cara-sikat-gigi-pada-anak-dan-remaja-indonesia/'>10 Kesalahan Cara Sikat Gigi Pada Anak dan Remaja Indonesia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=823&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/10-kesalahan-umum-cara-sikat-gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://z.about.com/d/dentistry/1/5/L/-/-/-/brush6.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>10 Makanan Paling Baik Untuk Kesehatan Jantung</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/10-makanan-paling-sehat-untuk-kesehatan-jantung/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/10-makanan-paling-sehat-untuk-kesehatan-jantung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 15:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[7b.Jantung-Pembuluh darah]]></category>
		<category><![CDATA[9D.NUTRISI-DIET]]></category>
		<category><![CDATA[10 makanan Paling Sehat Untuk Kesehatan Jantung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=817</guid>
		<description><![CDATA[10 Makanan Paling Baik Untuk Kesehatan Jantung Havermut Havermout atau Oatmeal  yang penuh dengan asam lemak omega-3, folat, dan potasium. Ini superfood kaya serat dapat menurunkan tingkat LDL (atau buruk) kolesterol dan membantu menjaga kesehatan pembuluh darah  arteri . Ikan salmon Sangat kaya asam lemak omega-3, salmon secara efektif dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga pembekuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=817&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">10 Makanan Paling Baik Untuk Kesehatan Jantung</span></h2>
<ol>
<li><strong>Havermut</strong><br />
Havermout atau Oatmeal  yang penuh dengan asam lemak omega-3, folat, dan potasium. Ini superfood kaya serat dapat menurunkan tingkat LDL (atau buruk) kolesterol dan membantu menjaga kesehatan pembuluh darah  arteri .</li>
<li><strong>Ikan salmon</strong><br />
Sangat kaya asam lemak omega-3, salmon secara efektif dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga pembekuan darah.  Salmon mengandung  astaxanthin karotenoid, yang merupakan antioksidan yang sangat kuat. Tetapi pastikan untuk memilih salmon liar di peternakan-mengangkat ikan, yang dikemas tanpa  insektisida, pestisida, dan logam berat. Bila tidak suka salmon  minyak ikan lain seperti makarel, tuna, herring, dan sarden akan memberikan manfaat yang sama.</li>
<li><strong>Alpukat</strong><br />
Tambahkan sedikit alpukat untuk sandwich atau salad bayam untuk sampai jumlah lemak jantung sehat dalam diet Anda. Dikemas dengan lemak tak jenuh tunggal, alpukat dapat membantu menurunkan kadar LDL sekaligus meningkatkan jumlah kolesterol HDL dalam tubuh Anda. Alpukat are awesome memungkinkan penyerapan karotenoid lain-terutama beta karoten dan lycopene-yang penting untuk kesehatan jantung.</li>
<li><strong>Minyak zaitun<br />
</strong>Penuh lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun menurunkan kolesterol jahat LDL dan mengurangi risiko penyakit jantung. Hasil dari studi Tujuh Negara, yang tampak pada insiden penyakit kardiovaskular di seluruh dunia, menunjukkan bahwa sementara orang-orang di Kreta memiliki kecenderungan untuk tingkat kolesterol tinggi, relatif sedikit meninggal karena penyakit jantung karena diet mereka terfokus pada lemak jantung-sehat yang ditemukan dalam minyak zaitun . Gunakan minyak ini sebagai  pengganti mentega saat memasak.</li>
<li><strong>Kacang-kacangan</strong><br />
Kenari penuh dengan asam omega-3 lemak dan, bersama dengan almond dan kacang macadamia, dimuat dengan mono dan polyunsaturated fat.  Kacang juga meningkatkan serat dalam makanan. Dan seperti minyak zaitun, mereka adalah sumber lemak sehat.</li>
<li><strong>Berries</strong><br />
Blueberry, raspberry, strawberry-berry apa yang paling Anda sukai-yang penuh dengan anti-inflamasi, yang mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker. Blackberry dan blueberry sangat besar atau i semua berry yang besar sangat baik  untuk kesehatan pembuluh darah Anda.</li>
<li><strong>Kacang-kacangan</strong><br />
Kacang, buncis, dan kacang hitam dan ginjal. Mereka dikemas dengan asam omega-3 lemak, kalsium, dan serat larut.</li>
<li><strong>Benih lenan</strong><br />
Penuh serat dan omega-3 dan asam lemak omega-6, sedikit taburan biji rami dapat pergi jauh bagi jantung Anda. Top semangkuk oatmeal atau sereal gandum dengan sedikit tanah biji rami untuk sarapan jantung-sehat utama.</li>
<li><strong>Bayam<br />
</strong>Bayam  mengandung  lutein, folat, kalium, dan serat. Daro penelitian pada 15.000 orang tanpa penyakit jantung untuk jangka waktu 12 tahun. Mereka yang makan paling tidak dua dan setengah porsi sayuran setiap hari mengurangi risiko penyakit jantung sekitar 25%, dibandingkan dengan mereka yang tidak makan sayuran.</li>
<li><strong>Kedelai<br />
</strong>Kedelai dapat menurunkan kolesterol, dan karena rendah lemak jenuh, itu masih merupakan sumber besar protein dalam diet jantung-sehat. Mencari sumber alami kedelai, seperti edamame, tempe, atau tahu sutra organik. Dan susu kedelai adalah tambahan yang bagus untuk semangkuk oatmeal atau sereal gandum. Tapi menonton jumlah garam dalam kedelai Anda: beberapa varietas diproses seperti anjing kedelai dapat berisi ditambahkan natrium, yang meningkatkan tekanan darah.</li>
</ol>
<p> </p>
<p>sumber : health.com</p>
<p><span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/UAgD7yyOqYg?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span><br />
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/Xfy2LnhQZOo?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span></p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://chelseanovak.files.wordpress.com/2009/08/internethealthcheck.jpg?w=201&#038;h=177&#038;h=177" alt="" width="201" height="177" /></strong></p>
<p><strong>dr Widodo Judarwanto SpA</strong></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT</strong></p>
<p><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong></p>
<p><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><a href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7b-jantung-pembuluh-darah/'>7b.Jantung-Pembuluh darah</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9d-nutrisi-diet/'>9D.NUTRISI-DIET</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/10-makanan-paling-sehat-untuk-kesehatan-jantung/'>10 makanan Paling Sehat Untuk Kesehatan Jantung</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/817/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=817&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/22/10-makanan-paling-sehat-untuk-kesehatan-jantung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chelseanovak.files.wordpress.com/2009/08/internethealthcheck.jpg?w=201&#38;h=177&#38;h=177" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bakteri Baru Superbug NDM-1 Mengancam Dunia, Tanpa Ada Obatnya</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/15/bakteri-baru-superbug-ndm-1-mengancam-dunia-tanpa-ada-obatnya/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/15/bakteri-baru-superbug-ndm-1-mengancam-dunia-tanpa-ada-obatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 10:07:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[0-PENYAKIT MEMATIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[0.PENYAKIT MENULAR]]></category>
		<category><![CDATA[2c.Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[x.NEWS-UPDATE]]></category>
		<category><![CDATA[Bakteri Baru Superbug NDM-1 Mengancam Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Tanpa Ada Obatnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[Bakteri Baru Superbug NDM-1 Mengancam Dunia, Tanpa Ada Obatnya Pemberian antibiotika yang berlebihan dan tidak terkendali saat ini membuahkan akibatnya. Beberapa ahli kesehatan di penjuru dunia mulai menemukan sebuah bakteri superbug atau bakteri yang kebal terhadap antibiotika. Berbeda dengan berbagai temuan berbagai virus baru ganas seperti flu burung, SARS atau flu babi yang  dapat sembuh sendiri. Bakteri ganas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=813&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Bakteri Baru Superbug NDM-1 Mengancam Dunia, Tanpa Ada Obatnya</span></h2>
<p><img class="alignleft" src="http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2008/05/18/mrsa460.jpg" alt="" width="263" height="200" /></p>
<p><strong>Pemberian antibiotika yang berlebihan dan tidak terkendali saat ini membuahkan akibatnya. Beberapa ahli kesehatan di penjuru dunia mulai menemukan sebuah bakteri superbug atau bakteri yang kebal terhadap antibiotika. Berbeda dengan berbagai temuan berbagai virus baru ganas seperti flu burung, SARS atau flu babi yang  dapat sembuh sendiri. Bakteri ganas ini bila menjangkiti seseorang, maka orang tersebut akan terancam nyawanya tanpa ada obat atau antibiotika yang melawannya.</strong></p>
<p>Sebuah bakteri “super” atau superbug yang bernama NDM-1 (New Delhi Metallo-beta-laktamase-1)  telah muncul di India, Pakistan, Inggris, Amerika  dan berbagai belahan dunia lainnya. Bakteri ini telah menyebar di rumah sakit Inggris, para ahli kesehatan dunia memperingatkan bakteri “super” ini bisa menjadi masalah besar di seluruh dunia.</p>
<p>Selain terdeteksi di Inggris, bakteri ini juga sudah ditemukan di Amerika Serikat,Kanada, Australia, Belanda dan Swedia. Ilmuwan Inggris menyebut bakteri ini tersebar akibat ulah para “wisatawan” medis yang kerap melakukan operasi plastik untuk kecantikan di Negara tersebut.</p>
<p><img class="alignright" src="http://www.abc.net.au/reslib/200804/r238013_960858.jpg" alt="" width="229" height="168" /></p>
<p>Para ilmuwan takut bakteri bernama NDM-1 (New Delhi Metallo-beta-laktamase-1) bisa dengan mudah di dalam bakteri seperti E.coli. Bila sampai terjadi bakteri ini bisa menyebar dengan cepat dan hampir mustahil untuk bisa diobati. Sebab,menurut para ilmuwan NDM-1 bisa mengubah bakteri, kebal terhadap antibiotik yang paling kuat  carbapenems. &#8220;Ada sejumlah kasus di Inggris, namun sejauh ini sejumlah besar kasus tampaknya terkait dengan perjalanan dan perawatan rumah sakit di India,&#8221; kata Dr David Livermore, peneliti Inggris Health Protection Agency kepada BBC. &#8221;Jenis resistensi ini telah menyebar sangat luas di sana.&#8221; Di Amerika Serikat kasus NDM-1 juga telah diidentifikasi antara bulan Januari dan Juni lalu, Wall Street Journal menuliskan soal ini.Menurut  Pusat pengawasan pencengahan penyakit Amerika (Centers for Disease Control and Prevention) para pasien ini telah menjalani perawatan medis di India.</p>
<p><strong>New Delhi Metallo-beta-laktamase atau NDM-1</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQiLWx9MtwE51qdH8PC6NrDyvz1UVY2nIvTHOIFv6lEzpeM3FQ&amp;t=1&amp;usg=__PCOWl4Gv571qQ5bxiofQHJBFsUw=" alt="" width="194" height="259" /></p>
<p>New Delhi Metallo-beta-laktamase, atau NDM-1 adalah sebuah enzim yang jika ditemukan dalam bakteri umum seperti E. coli, salmonella dan k. pneumonia. Bakteri ini adalah yang paling resisten terhadap antibiotik. Koeadaan ini merupakan ancaman NDM-1 sangat serius bagi umat manusia di dunia. Keadaan ini secara pasti akan mengancam nyawa jutaan umat manusia bila tidak temuan antibiotika untuk menangkalnya. antibiotik yang dapat berdiri melawan super ini. Sebuah jalan terakhir dan sering harapan terakhir antibiotik, carbapenem. Sayangnya hingga saat ini bakteri supperbug NDM-1 ini benar-benar resisten terhadap antibiotik secanggih carbapenem. Hal itu membuat ilmuwan jadi kelabakan dan terus mengadakan [penelitian guna melawan bakteri ganas tanpa obat ini.</p>
<p><strong>Pencegahannya</strong></p>
<p>Sebaiknya saat ini bila tidak penting benar harus mempertimbangkan lebih dalam bila harus berpergian ke daerah yang telah dijangkiti bakteri superbug NDM-1 ini. Higiena sanitasi di lingkungan yang baik dengan menjaga kebersihan sangat diperlukan. menjaga da tahan tubuh dengan makan makanan bergizi , olahraga dan istirahat yang cukup adalah kunci utama menangkal penyakit ini.</p>
<p>Yang paling penting penggunaan antibiotika yang berlebihan harus segera dihentikan agar bakteri superbug lainnya tidak lahir lagi. Pemakaian antibiotika berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut <em>&#8220;superinfection&#8221;. </em>Pemberian antibiotika yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut <em>&#8220;superbugs&#8221;.</em></p>
<p>Pemberian antibiotika irasional atau berlebihan pada anak dan orang dewasa  tampaknya memang semakin meningkat dan semakin mengkawatirkan. Pemberian antibiotika berlebihan atau pemberian irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya. Sebenarnya permasalahan ini dahulu juga dihadapi oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut penelitian US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989, setiap tahun sekitar 84% setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil lainnya didapatkan 47,9% resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotika. Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut.</p>
<p>Di Indonesia belum ada data resmi tentang pemberian antibiotika ini. Sehingga semua pihak saat ini tidak terusik atau tidak khawatir dan sepertinya tidak bermasalah. Berdasarkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian antibiotika berlebihan di Indonesia baik jauh lebih banyak dan lebih mencemaskan.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>sumber : guardian.co.uk dan sumber lainnya</p>
<p><img src="http://www.positive-healthy-living.com/images/bacteria.jpg" alt="" width="497" height="334" /></p>
<h3><img class="alignleft" src="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" alt="" width="195" height="208" /></h3>
<p>dr Widodo Judarwanto SpA</p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-penyakit-mematikan/'>0-PENYAKIT MEMATIKAN</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-penyakit-menular/'>0.PENYAKIT MENULAR</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2c-penyakit-berbahaya/'>2c.Penyakit Berbahaya</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-news-update/'>x.NEWS-UPDATE</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/bakteri-baru-superbug-ndm-1-mengancam-dunia/'>Bakteri Baru Superbug NDM-1 Mengancam Dunia</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/tanpa-ada-obatnya/'>Tanpa Ada Obatnya</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/813/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/813/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=813&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/15/bakteri-baru-superbug-ndm-1-mengancam-dunia-tanpa-ada-obatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2008/05/18/mrsa460.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.abc.net.au/reslib/200804/r238013_960858.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQiLWx9MtwE51qdH8PC6NrDyvz1UVY2nIvTHOIFv6lEzpeM3FQ&#38;t=1&#38;usg=__PCOWl4Gv571qQ5bxiofQHJBFsUw=" medium="image" />

		<media:content url="http://www.positive-healthy-living.com/images/bacteria.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/inilah-video-proses-terjadinya-manusia-dalam-kandungan/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/inilah-video-proses-terjadinya-manusia-dalam-kandungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 10:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[1.KEHAMILAN-PERSALINAN]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan Beberapa tahapan pertumbuhan janin di dalam kandungan , yakni Tahap blastogenesis Tahap pertumbuhan embrio Tahap pertumbuhan janin. Rincian Tahapan pertumbuhan janin dalam kandungan adalah : Tahapan blastogenesis terjadi pada dua minggu pertama setelah sel telur dibuahi. Sel telur akan berkembang untuk memulai pembentukan embrio dan plasenta. Pembentukan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=803&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#ff0000;">Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan</span></strong></h2>
<p><strong>Beberapa tahapan pertumbuhan janin di dalam kandungan , yakni </strong></p>
<ol>
<li><strong>Tahap blastogenesis</strong></li>
<li><strong>Tahap pertumbuhan embrio</strong></li>
<li><strong>Tahap pertumbuhan janin.</strong></li>
</ol>
<p><strong>Rincian Tahapan pertumbuhan janin dalam kandungan adalah :</strong></p>
<ul>
<li>Tahapan blastogenesis terjadi pada dua minggu pertama setelah sel telur dibuahi. Sel telur akan berkembang untuk memulai pembentukan embrio dan plasenta. Pembentukan ini akan sempurna dalam 60 hari (2 bulan).</li>
<li>Tahapan pertumbuhan embrio, yaitu adanya proses hyperplasia (memperbanyak sel untuk membentuk organ). Pada tahap ini, kebutuhan akan oksigen dan zat gizi meningkat dimulai dari peningkatan yang kecil sesuai dengan pertambahan ukuran embrio. Jika terjadi defisiensi (kekurangan) zat gizi maka berdampak terhadap keterlambatan pertumbuhan dan atau pembentukan yang tidak sempurna dan ini bersifat menetap atau permanen.</li>
<li>Tahapan pertumbuhan janin adalah saat terjadi kematangan organ utama dan jaringan. Peristiwa hyperplasia (perbanyakan sel) terjadi sampai minggu ke 25 kehamilan. Setelah itu, minggu-minggU berikutnya terjadi persitiwa hyperplasia dan hipertropik (perbanyakan dan pembesaran sel).</li>
<li>Pada usia kehamilan 12 minggu, pertAmbahan panjang bayi mencapai 10 cm.</li>
<li>Pada kehamilan 20 minggu, panjang bayi mencapai 25 cm dan 53 cm pada kehamilan 40 minggu.</li>
<li>Organ lain yang mencapai kematangan pada tahap ini adalah tulang (kalsium dan fosfor akan terakumulasi dalam tulang janin pada 2-3 bulan terakhir kehamilan dan setiap bulannya akan bertambah setengahnya). Selain itu, janin akan menerima simpanan zat besi dari ibunya pada 2 bulan terakhir kehamilan.</li>
</ul>
<p> </p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#008000;">Inilah Video Perkembangan pertumbuhan janin mulai dari pembuahan sampai lahirnya seorang bayi mungil yang cantik dan sehat</span></strong></p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/RS1ti23SUSw?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/jvanNDQhlYI?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p> </p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Artikel Terkait lainnya </span>:</strong></p>
<ul>
<li><a title="Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/inilah-video-proses-terjadinya-manusia-dalam-kandungan/">Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan</a></li>
<li><a title="Persalinan Dengan hipnosis, Bagaimana Cara dan manfaatnya" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-dengan-hipnosis-bagaimana-cara-dan-manfaatnya/">Persalinan Dengan hipnosis, Bagaimana Cara dan manfaatnya</a></li>
<li><a title="Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-di-air-water-birth-manfaat-cara-persalinan-dan-resikonya/">Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya</a></li>
<li><a title="Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya." href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-operasi-caesaria-indikasi-cara-persalinan-dan-resikonya/">Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya.</a></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" alt="" width="173" height="189" /></strong></p>
<p><strong>dr Widodo judarwanto SpA</strong></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/1-kehamilan-persalinan/'>1.KEHAMILAN-PERSALINAN</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/inilah-video-proses-terjadinya-manusia-dalam-kandungan/'>Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=803&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/inilah-video-proses-terjadinya-manusia-dalam-kandungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Persalinan Dengan Hipnosis, Bagaimana Cara dan Manfaatnya</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-dengan-hipnosis-bagaimana-cara-dan-manfaatnya/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-dengan-hipnosis-bagaimana-cara-dan-manfaatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 09:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[1.KEHAMILAN-PERSALINAN]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[Bagaimana Cara dan manfaatnya]]></category>
		<category><![CDATA[Persalinan Dengan hipnosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=799</guid>
		<description><![CDATA[Persalinan Dengan Hipnosis, Bagaimana Cara dan Manfaatnya     Persalinan dengan hipnosis atau dalam bahasa Inggris Hypno birthing berasal dari kata hypno dari hipnosis dan birthing atau melahirkan yang berarti keterampilan untuk meningkatkan ketenangan pikiran guna mempersiapkan dan menjalani kehamilan hingga menghadapi persalinan dengan nyaman. Metode relaksasi dalam menjalani masa kehamilan sebenarnya bukan metode yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=799&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 id="firstHeading" style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Persalinan Dengan Hipnosis, Bagaimana Cara dan Manfaatnya</span></h2>
<div id="bodyContent"><!-- start content --><strong> </strong><strong><img class="alignleft" src="http://www.hypno-birthing.web.id/content/wp-content/uploads/2008/06/hypnobirthing-mongan_cover1.jpg" alt="" width="246" height="338" /></strong></div>
<div><strong> </strong></div>
<div><strong>Persalinan dengan hipnosis</strong> atau dalam bahasa Inggris <em>Hypno birthing</em> berasal dari kata <em>hypno</em> dari hipnosis dan <em>birthing</em> atau melahirkan yang berarti keterampilan untuk meningkatkan ketenangan pikiran guna mempersiapkan dan menjalani kehamilan hingga menghadapi persalinan dengan nyaman.</div>
<p>Metode relaksasi dalam menjalani masa kehamilan sebenarnya bukan metode yang baru, namun telah digunakan sejak tahun 50-an di Amerika Serikat. Hanya saja akhir &#8211; akhir ini, banyak nama yang muncul dan dijadikan sebagai merk dagang baru untuk metode relaksasi kehamilan ini seperti <em>HypnoBirthing</em>, <em>HypnoBabies</em>, <em>HypBirth</em> dan sebagainya. Teknik relaksasi semacam ini dapat banyak membantu dalam mengurangi rasa sakit dan tekanan emosi selama berlangsungnya proses kelahiran tanpa perlu menggunakan obat bius.</p>
<p>Semua nama baru tersebut menggunakan dasar kata hipnosis, bukan berarti ibu hamil akan tertidur atau tidak sadarkan dirinya saat praktek.Namun hipnosis yang digunakan adalah metode penanaman sugesti saat otak telah berada dalam kondisi rileks. Persalinan dengan hipnotis merupakan salah satu merk dagang yang paling dikenal saat ini, berada dibawah naungan HypnoBirthing Institute, USA. Pelopornya adalah salah satu tokoh yang menyebar-luaskan metode relaksasi kehamilan, yaitu seorang ahli hipnoterapi dari Amerika Serikat bernama Marie F.Mongan.</p>
<p>Di Indonesia, metode ini mulai disebar-luaskan pada tahun 2003 oleh Lanny Kuswandi, yang mempelajari metode <em>HypnoBirthing</em> Marie Mongan di Australia. Ia adalah seorang bidan yang kemudian mendalami ilmu hipnoterapi spesifik pada bidang kehamilan.</p>
<h2>Manfaat</h2>
<ol>
<li>Memperpendek tahap awal persalinan.</li>
<li>Proses menyusui dapat dengan cepat dilakukan karena bayi umumnya lebih tenang dan waspada saat lahir.</li>
<li>Mengurangi atau menghilangkan kebutuhan akan obat penghilang rasa sakit dalam persalinan.</li>
<li>Memungkinkan otot-otot syaraf dan badan di tubuh ibu bekerja secara selaras dan alamiah selama proses kelahiran terjadi.</li>
<li>Mendapatkan pengalaman melahirkan yang positif (menyenangkan) karena terjadinya ikatan yang baik antara ibu dengan bayi dan suami (pasangan hidup).</li>
<li>Memberikan peran penting bagi pendamping (aktif) selama proses kelahiran.</li>
<li>Membantu ibu untuk melahirkan bayinya dengan caranya sendiri.</li>
</ol>
<p> </p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/OA7Y_DnC_kA?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Artikel Terkait lainnya :</span></strong></p>
<ul>
<li><a title="Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/inilah-video-proses-terjadinya-manusia-dalam-kandungan/">Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan</a></li>
<li><a title="Persalinan Dengan hipnosis, Bagaimana Cara dan manfaatnya" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-dengan-hipnosis-bagaimana-cara-dan-manfaatnya/">Persalinan Dengan hipnosis, Bagaimana Cara dan manfaatnya</a></li>
<li><a title="Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-di-air-water-birth-manfaat-cara-persalinan-dan-resikonya/">Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya</a></li>
<li><a title="Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya." href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-operasi-caesaria-indikasi-cara-persalinan-dan-resikonya/">Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya.</a></li>
</ul>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" alt="" width="173" height="189" /></strong></p>
<p><strong>dr Widodo judarwanto SpA</strong></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/1-kehamilan-persalinan/'>1.KEHAMILAN-PERSALINAN</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/bagaimana-cara-dan-manfaatnya/'>Bagaimana Cara dan manfaatnya</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/persalinan-dengan-hipnosis/'>Persalinan Dengan hipnosis</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/799/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/799/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=799&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-dengan-hipnosis-bagaimana-cara-dan-manfaatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hypno-birthing.web.id/content/wp-content/uploads/2008/06/hypnobirthing-mongan_cover1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-di-air-water-birth-manfaat-cara-persalinan-dan-resikonya/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-di-air-water-birth-manfaat-cara-persalinan-dan-resikonya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 09:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[1.KEHAMILAN-PERSALINAN]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Persalinan dan Resikonya]]></category>
		<category><![CDATA[Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Persalinan di Air (Water Birth) Manfaat, cara Persalinan dan Resikonyanya Metode melahirkan di dalam air atau water birth semakin populer dan menjadi tren persalinan. Banyak yang merasakan manfaatnya. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan.  Seperti dikutip dari Modernmom.com, beberapa penelitian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=794&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Persalinan di Air (Water Birth) </span></h2>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Manfaat, cara Persalinan dan Resikonyanya</span></h4>
<h2><img src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/04/waterbirthpictures.jpg?w=472&#038;h=385" alt="" width="472" height="385" /></h2>
<p>Metode melahirkan di dalam air atau water birth semakin populer dan menjadi tren persalinan. Banyak yang merasakan manfaatnya. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan.  Seperti dikutip dari Modernmom.com, beberapa penelitian bahkan mengklaim bahwa metode melahirkan dalam air juga bermanfaat bagi bayi yang akan dilahirkan. Berdasar laporan Waterbirth Internasional, metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Sangat disarankan menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil, karena sulit akan mempertahankan suhu yang tepat. Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang water birth.</p>
<p>Persalinan di air (Inggris: waterbirth) adalah proses persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam air hangat.</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p>Persalinan di air merupakan perkembangan yang relatif baru yang diperkenalkan di Eropa, Perancis pada tahun 1803. Pada 1970-an, beberapa bidan dan dokter di Rusia dan Prancis menjadi tertarik dengan cara-cara membantu bayi melakukan transisi dari dalam kehidupan di dalam rahim dengan kehidupan di luar sehalus mungkin.</p>
<p>Keprihatinan mereka bahwa perawatan bersalin modern, dengan banyak intervensi, membuat bayi menjadi traumatis. Beberapa dokter, termasuk dokter kandungan Perancis Frederic Leboyer (1983), berpikir bayi dapat terkena dampak seumur hidup karena cara mereka lahir ke dunia.</p>
<p><strong><img src="http://farm2.static.flickr.com/1332/1430525192_c5544f4773.jpg" alt="" width="499" height="333" /></strong></p>
<p><strong>Manfaat</strong></p>
<p>Melahirkan di dalam air membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi. Melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Pendukung teknik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir.</p>
<p><strong>Bagi ibu</strong></p>
<ul>
<li>Ibu akan merasa lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi elastis.</li>
<li>Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.</li>
<li>Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat</li>
</ul>
<p><strong>Bagi bayi</strong></p>
<ul>
<li>Menurunkan risiko cedera kepala bayi.</li>
<li>Meskipun belum dilakukan penelitian mendalam, namun pakar kesehatan meyakini bahwa lahir dengan metode ini memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dengan metode lain.</li>
<li>Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.</li>
</ul>
<p><strong>Resiko dan prasyarat</strong></p>
<ul>
<li>Kemungkinan air kolam tertelan oleh bayi sangat besar. Kondisi ini menyebabkan proses membutuhkan bantuan dokter kebidanan dan kandungan, juga spesialis anak yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi lahir. Sehingga jika ada gangguan bisa langsung terdeteksi dan diatasi.</li>
<li>Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan dialami ibu jika proses melahirkan berlangsung lebih lama dari perperkiraan.</li>
<li>Bayi berisiko mengalami temperature shock jika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu saat melahirkan yaitu 37 derajat celcius.</li>
<li>Tidak dapat dilakukan oleh ibu yang memiliki panggul kecil , sehingga harus melahirkan dengan bedah caesar.</li>
<li>Bila bayi beresiko sungsang lebih baik hindari melakukan persalinan di air.</li>
<li>Bila si ibu memiliki penyakit herpes, bisa beresiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lendir dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan diair.</li>
<li>Kolam plastik yang digunakan harus benar benar steril agar tidak rentan terinfeksi kuman dan virus lainnya.</li>
</ul>
<p><strong>Tahapan persalinan</strong></p>
<p>Proses persalinan di air memiliki tahapan yang sama seperti melahirkan normal. Hanya saja dengan ibu berendam dalam air hangat, membuat sirkulasi pembuluh darah jadi lebih baik. Akibatnya akan berpengaruh pula pada kontraksi rahim yang jadi lebih efektif dan lebih baik. Sehingga waktu tempuh dalam proses persalinan ini lebih singkat daripada proses melahirkan normal biasa.</p>
<p><strong>Berikut tahapannya:</strong></p>
<ul>
<li>Ibu masuk ke dalam air ketika akan melahirkan, ibu mengalami fase pembukaan laten dan aktif. Saat fase aktif pembukaan sudah mencapai 5cm, ibu baru bisa masuk ke kolam air. Pada fase ini biasanya dibutuhkan waktu sebentar saja, sekitar 1-2 jam untuk menunggu kelahiran sang bayi.</li>
<li>Sikap rileks, biasanya begitu ibu masuk ke dalam kolam air akan terasa nyaman dan hilang rasa sakitnya. Ibu dapat duduk dengan relaks dan bisa lebih fokus melahirkan. Dapat juga posisi lain seperti menungging.</li>
<li>Mengedan seiring kontraksi. Di dalam air, mengedan akan lebih ringan, tidak menggunakan tenaga kuat yang biasanya membuat terasa lebih sakit. Air akan memblok rangsang-rangsang rasa sakit. Jadi, rasa sakit yang ada tidak diteruskan, melainkan akan hilang dengan sendirinya. Ditambah lagi kemampuan daya apung dari air yang akan meringankan saat mengedan. Mengedan mengikuti irama datangnya kontraksi. Bayi yang keluar juga tak perlu bantuan manipulasi tangan atau lainnya, kecuali terlihat agak seret keluarnya. Kontraksi yang baik akan mempercepat pembukaan rahim dan mempercepat proses persalinan. Apalagi dengan ibu berendam dalam air, dinding vagina akan lebih rileks, lebih elastis, sehingga lebih mudah dan cepat membukanya. Hal ini pula yang menyebabkan tak perlunya jahitan setelah melahirkan, kecuali bila memang ada robekan.</li>
<li>Pengangkatan bayi. Setelah keluar kaki bayi dan tubuh seluruhnya, barulah bayi diangkat. Darah yang keluar tidak berceceran ke mana-mana, melainkan mengendap di dasar kolam, demikian pula dengan ari-ari bayi.Kontraksi rahim yang baik menyebabkan perdarahan yang terjadi pun sedikit.</li>
<li>Ketika bayi keluar dalam air, mungkin orang khawatir bayi akan tersedak, namun, sebetulnya bila diingat prinsipnya, bayi hidup sembilan bulan dalam air ketuban ibu. Jadi, begitu dia lahir keluar ke dalam kolam, sebetulnya dia lahir ke lingkungan dengan kondisi yang hampir mirip dalam kandungan, yaitu ke dalam air dengan suhu yang sama seperti halnya ketika dalam rahim. Ketika bayi keluar dalam air, saat itu bayi belum ada rangsang untuk bernapas. Setelah diangkat ke permukaan barulah terjadi perubahan, timbul rangsangan untuk bernapas dan biarkan ia menangis. Setelah stabil kondisi pernapasannya, barulah digunting tali pusarnya. Mengingat melahirkan di air membuat sirkulasi oksigen ke bayi lebih baik, maka ketika bayi lahir tampak kulit yang lebih kemerahan.</li>
<li>Artinya, oksigenisasi ke bayi lebih baik dan membuat paru-parunya pun jadi lebih baik. Bayi juga tampak bersih tak banyak lemak di tubuhnya. Kemudian bayi dibersihkan dengan disedot sedikit dan dibersihkan tali pusarnya.</li>
</ul>
<p><strong>Metode</strong></p>
<p>Ada dua metode persalinan di air</p>
<ul>
<li>Persalinan di air murni. Ibu masuk ke kolam persalinan setelah mengalami pembukaan 6 (enam) sampai proses melahirkan terjadi.</li>
<li>Persalinan di air emulsion. Ibu hanya berada di dalam kolam hingga masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan di tempat tidur</li>
</ul>
<p><strong>Kelemahan</strong></p>
<p>Sebuah penelitian mengungkap kekhawatiran bahwa medium air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi, sehingga bayi kemungkinan akanterengah-engah dan menghisap air ke dalam paru-paru mereka. Studi tahun 2002 yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Pediatrics juga menyimpulkan bahwa persalinan dalam air meningkatkan risiko bayi tenggelam.Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran dalam air tidak direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists sebagai pilihan proses melahirkan yang layak. Persalinan dalam air dikhawatirkan memicu risiko pneumonia atau infeksi pada otak, dan serangan kekuarangan oksigen.</p>
<p><strong>Risiko</strong></p>
<p>Wanita dengan kondisi medis tertentu atau kehamilan rumit harus menghindari melakukan proses melahirkan di dalam air. Termasuk wanita dengan herpes, tekanan darah tinggi, wanita yang telah mengalami pendarahan tak terduga selama perjalanan kehamilan, wanita yang mengandung bayi kembar, dan ketika bayi dalam posisi sungsang. Melahirkan di dalam air juga tidak direkomendasikan untuk wanita yang masuk ke persalinan prematur.</p>
<p><img src="http://s1.hubimg.com/u/163920_f520.jpg" alt="" width="520" height="390" /></p>
<p><img src="http://www.askamum.co.uk/upload/8821/images/10000273.jpg" alt="" width="522" height="320" /></p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/XKB9enu0qpk?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/YGv_9XsIjE4?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">Artikel Terkait lainnya :</span></strong></p>
<ul>
<li><a title="Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/inilah-video-proses-terjadinya-manusia-dalam-kandungan/">Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan</a></li>
<li><a title="Persalinan Dengan hipnosis, Bagaimana Cara dan manfaatnya" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-dengan-hipnosis-bagaimana-cara-dan-manfaatnya/">Persalinan Dengan hipnosis, Bagaimana Cara dan manfaatnya</a></li>
<li><a title="Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-di-air-water-birth-manfaat-cara-persalinan-dan-resikonya/">Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya</a></li>
<li><a title="Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya." href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-operasi-caesaria-indikasi-cara-persalinan-dan-resikonya/">Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya.</a></li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><img class="alignleft" src="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" alt="" width="163" height="169" /></strong></p>
<p><strong><span style="color:#800000;">dr Widodo judarwanto SpA</span></strong></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/1-kehamilan-persalinan/'>1.KEHAMILAN-PERSALINAN</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/cara-persalinan-dan-resikonya/'>Cara Persalinan dan Resikonya</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/persalinan-di-air-water-birth-manfaat/'>Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/794/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/794/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=794&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-di-air-water-birth-manfaat-cara-persalinan-dan-resikonya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/04/waterbirthpictures.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://farm2.static.flickr.com/1332/1430525192_c5544f4773.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://s1.hubimg.com/u/163920_f520.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.askamum.co.uk/upload/8821/images/10000273.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://proxy.caw2.com/index.php?vit=uggc%3A%2F%2F2.oc.oybtfcbg.pbz%2F_GdMfE17op7x%2FFkgOi-2g2lV%2FNNNNNNNNOep%2Foq4uhGdGGmZ%2Ff400%2FVZT_6331.wct" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya.</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-operasi-caesaria-indikasi-cara-persalinan-dan-resikonya/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-operasi-caesaria-indikasi-cara-persalinan-dan-resikonya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 09:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[1.KEHAMILAN-PERSALINAN]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Persalinan dan Resikonya]]></category>
		<category><![CDATA[Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Video Lengkap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya Kelahiran adalah sebuah proses dalam hewan di mana anak dikeluarkan dari badan ibunya. Bentuk berbeda dari kelahiran adalah ovipari, vivipari atau ovovivipari. Dalam manusia, anak yang belum dilahirkan disebut fetus setelah masa embryo. Kelahiran anak adalah proses akhir dari kehamilan yang sukses manusia yang menghasilkan bayi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=788&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria </span></h2>
<h4 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya</span></h4>
<p>Kelahiran adalah sebuah proses dalam hewan di mana anak dikeluarkan dari badan ibunya. Bentuk berbeda dari kelahiran adalah ovipari, vivipari atau ovovivipari. Dalam manusia, anak yang belum dilahirkan disebut fetus setelah masa embryo.</p>
<ul>
<li>Kelahiran anak adalah proses akhir dari kehamilan yang sukses manusia yang menghasilkan bayi dilahirkan. Kelahiran anak alami adalah sebuah teknik kelahiran dengan penggunaan bantuan medis minimal, terutama anaesthetics. Defect kelahiran adalah sebuah ketidaknormalan fisik atau mental yang hadir pada saat kelahiran. Kelahiran banyak adalah kelahiran dua (kembar) atau tiga (triplet) atau empat (quadruplet), dst; bayi dalam masa kehamilan tunggal.</li>
</ul>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Operasi Sectio Caesaria</strong></p>
<p><strong>Bedah caesar</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://oknurse.files.wordpress.com/2009/08/sectio.jpeg?w=181&#038;h=194" alt="" width="181" height="194" /></p>
<p>Bedah caesar (bahasa Inggris: caesarean section atau cesarean section dalam Inggris-Amerika), disebut juga dengan c-section (disingkat dengan cs) adalah proses persalinan dengan melalui pembedahan dimana irisan dilakukan di perut ibu (laparatomi) dan rahim (histerotomi) untuk mengeluarkan bayi. Bedah caesar umumnya dilakukan ketika proses persalinan normal melalui vagina tidak memungkinkan karena berisiko kepada komplikasi medis lainnya. Sebuah prosedur persalinan dengan pembedahan umumnya dilakukan oleh tim dokter yang beranggotakan spesialis kandungan, spesialis anak, spesialis anastesi serta bidan.</p>
<p><strong>Ada beberapa unsur yang dapat menjelaskan asal kata &#8220;caesar&#8221;.</strong></p>
<ul>
<li>Istilah dapat diambil dari kata kerja bahasa Latin caedere yang berarti &#8220;membedah&#8221;. Dengan demikian &#8220;bedah caesar&#8221; menjadi gaya bahasa retoris.</li>
<li>Istilah yang mungkin diambil dari pemimpin Romawi kuno Julius Caesar yang disebut-sebut dilahirkan dengan metode tersebut. Dalam sejarah, hal ini sangat tidak memungkinkan karena ibunya masih hidup ketika ia mencapai usia dewasa (bedah caesar tidak mungkin dilakukan pada masa tersebut terkait dengan teknologi yang tidak mendukung), tetapi legenda tersebut telah bertahan sejak abad ke-2 SM.</li>
<li>Hukum Romawi yang menjelaskan bahwa prosedur tersebut perlu dilakukan pada ibu hamil yang meninggal untuk menyelamatkan nyawa sang bayi. Hal ini dikenal dengan istilah lex caesarea, sehingga hukum Romawi mungkin menjadi asal usul istilah ini.</li>
<li>Secara umum, istilah &#8220;bedah caesar&#8221; merupakan gabungan dari hal-hal tersebut di atas. Kata kerja caedo dalam kalimat a matre caesus (&#8220;membedah ibunya&#8221;) digunakan pada masa Romawi untuk mendeskripsikan operasi tersebut.</li>
</ul>
<p><strong>Jenis</strong></p>
<p><strong>Ada beberapa jenis &#8220;caesarean sections&#8221; (CS):</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://findmeacure.com/wp-content/uploads/2008/06/caesareansection.jpg" alt="" width="293" height="183" /></p>
<ul>
<li>Jenis klasik yaitu dengan melakukan sayatan vertikal sehingga memungkinkan ruangan yang lebih besar untuk jalan keluar bayi. Akan tetapi jenis ini sudah sangat jarang dilakukan hari ini karena sangat berisiko terhadap terjadinya komplikasi.</li>
<li>Sayatan mendatar di bagian atas dari kandung kemih sangat umum dilakukan pada masa sekarang ini. Metode ini meminimalkan risiko terjadinya pendarahan dan cepat penyembuhannya.</li>
<li>Histerektomi caesar yaitu bedah caesar diikuti dengan pengangkatan rahim. Hal ini dilakukan dalam kasus-kasus dimana pendarahan yang sulit tertangani atau ketika plasenta tidak dapat dipisahkan dari rahim.</li>
<li>Bentuk lain dari bedah caesar seperti extraperitoneal CS atau Porro CS.</li>
</ul>
<p>Bedah caesar berulang dilakukan ketika pasien sebelumnya telah pernah menjalan bedah caesar. Umumnya sayatan dilakukan pada bekas luka operasi sebelumnya. Di berbagai rumah sakit, khususnya di Amerika Serikat, Britania Raya, Australia dan Selandia Baru, sang suami disarankan untuk turut serta pada proses pembedahan untuk mendukung sang ibu. Dokter spesialis anastesis umumnya akan menurunkan kain penghalang ketika si bayi dilahirkan agar orang tua si bayi dapat melihat bayinya. Rumah sakit di Indonesia umumnya tidak memperbolehkan adanya orang lain turut serta waktu persalinan dengan bedah caesar termasuk sang suami.</p>
<p><strong>Indikasi</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/99/Caesarian_section_-_Pull_out.jpg" alt="" width="304" height="220" /></p>
<ul>
<li>Dokter spesialis kebidanan akan menyarankan bedah caesar ketika proses kelahiran melalui vagina kemungkinan akan menyebabkan risiko kepada sang ibu atau si bayi. Hal-hal lainnya yang dapat menjadi pertimbangan disarankannya bedah caesar antara lain:</li>
<li>proses persalinan normal yang lama atau kegagalan proses persalinan normal (dystosia)</li>
<li>detak jantung janin melambat (fetal distress)</li>
<li>adanya kelelahan persalinan</li>
<li>komplikasi pre-eklampsia</li>
<li>sang ibu menderita herpes</li>
<li>putusnya tali pusar</li>
<li>risiko luka parah pada rahim</li>
<li>persalinan kembar (masih dalam kontroversi)</li>
<li>sang bayi dalam posisi sungsang atau menyamping</li>
<li>kegagalan persalinan dengan induksi</li>
<li>kegagalan persalinan dengan alat bantu (forceps atau ventouse)</li>
<li>bayi besar (makrosomia &#8211; berat badan lahir lebih dari 4,2 kg)</li>
<li>masalah plasenta seperti plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir), placental abruption atau placenta accreta)</li>
<li>kontraksi pada pinggul</li>
<li>sebelumnya pernah menjalani bedah caesar (masih dalam kontroversi)</li>
<li>sebelumnya pernah mengalami masalah pada penyembuhan perineum (oleh proses persalinan sebelumnya atau penyakit Crohn)</li>
<li>angka d-dimer tinggi bagi ibu hamil yang menderita sindrom antibodi antifosfolipid</li>
<li>CPD atau cephalo pelvic disproportion (proporsi panggul dan kepala bayi yang tidak pas, sehingga persalinan terhambat)</li>
<li>Kepala bayi jauh lebih besar dari ukuran normal (hidrosefalus)</li>
<li>Ibu menderita hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi)</li>
</ul>
<p>Harap diingat bahwa institusi yang berbeda dapat memiliki pendapat yang berbeda pula mengenai kapan suatu bedah caesar dibutuhkan. Di Britania Raya, hukum menyatakan bahwa ibu hamil mempunyai hak untuk menolak tindakan medis apapun termasuk bedah caesar walaupun keputusan tersebut berisiko terhadap kematiannya atau nyawa sang bayi. Negara lain memiliki hukum yang berbeda mengenai hal ini. Lihat pula mengenai bedah caesar berdasarkan permintaan.</p>
<p><strong>Risiko</strong></p>
<p>Data statistik dari 1990-an menyebutkan bahwa kurang dari 1 kematian dari 2.500 yang menjalani bedah caesar, dibandingkan dengan 1 dari 10.000 untuk persalinan normal. Akan tetapi angka kematian untuk kedua proses persalinan tersebut terus menurun sekarang ini. Badan kesehatan Britania Raya menyebutkan risiko kematian ibu yang menjalani bedah caesar adalah tiga kali risiko kematian ketika menjalani persalinan normal. Akan tetapi, adalah tidak mungkin untuk membandingkan secara langsung tingkat kematian proses persalinan normal dan proses persalinan dengan bedah caesar karena ibu yang menjalani pembedahan adalah mereka yang memang sudah berisiko dalam kehamilan.</p>
<p>Bayi yang lahir dengan persalinan bedah caesar seringkali mengalami masalah bernafas untuk pertama kalinya. Sering pula sang bayi menjadi ngantuk dikarenakan obat penangkal nyeri yang diberikan kepada sang ibu.</p>
<p><strong>Prevalensi</strong></p>
<p>Badan Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa angka persalinan dengan bedah caesar adalah sekitar 10% sampai 15% dari semua proses persalinan di negara-negara berkembang dibandingkan dengan 20% di Britania Raya dan 23% di Amerika Serikat. Kanada pada 2003 memiliki angka 21%.</p>
<p>Berbagai pertimbangan mengemuka akhir-akhir ini mengingat proses bedah caesar yang seringkali dilakukan bukan karena alasan medis. Berbagai kritik pula mengemuka karena bedah caesar yang disebut-sebut lebih menguntungkan rumah sakit atau karena bedah caesar lebih mudah dan lebih singkat waktu prosesnya oleh dokter spesialis kandungan. Kritik lainnya diberikan terhadap mereka yang meminta proser bedah caesar karena tidak ingin mengalami nyeri waktu persalinan normal.</p>
<p><strong>Anestesia</strong></p>
<ul>
<li>Sang ibu umumnya akan diberikan anastesi lokal (spinal atau epidural), yang memungkinkan sang ibu untuk tetap sadar selama proses pembedahan dan untuk menghindari si bayi dari pembiusan.</li>
<li>Pada masa sekarang ini, anastesi umum untuk bedah caesar menjadi semakin jarang dilakukan karena pembiusan lokal lebih menguntungkan bagi sang ibu dan si bayi. Pembiusan umum dilakukan apabila terjadi kasus-kasus berisiko tinggi atau kasus darurat.</li>
</ul>
<p><strong>Persalinan normal setelah bedah caesar</strong></p>
<p>Persalinan normal setelah bedah caesar adalah umum dilakukan pada masa sekarang ini. Di waktu lalu, bedah caesar dilakukan dengan sayatan vertikal sehingga memotong otot-otot rahim. Bedah caesar sekarang ini umumnya melalui sayatan mendatar pada otot rahim sehingga rahim lebih terjaga kekuatannya dan dapat menghadapi kontraksi kuat pada persalinan normal berikutnya. Luka bekas sayatan pada bedah caesar sekarang ini adalah terletak di bawah &#8220;garis bikini&#8221;.</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p>Pada 1316, Robert II dari Skotlandia dilahirkan dengan bedah caesar, ibunya Marjorie Bruce, kemudian meninggal. Bukti pertama mengenai ibu yang selamat dari bedah caesar adalah di Siegershausen, Swiss tahun 1500: Jacob Nufer, seorang pedagang babi, harus membedah istrinya setelah proses persalinan yang lama. Prosedur bedah caesar di waktu lampau mempunyai angka kematian yang tinggi. Di Britania Raya dan Irlandia, angka kematian akibat bedah caesar pada 1865 adalah 85%.</p>
<p>Beberapa penemuan yang membantu menurunkan angka kematian antara lain:</p>
<ul>
<li>Pengembangan prinsip-prinsip asepsis.</li>
<li>Pengenalan prosedur penjahitan rahim oleh Max Sänger pada 1882.</li>
<li>Extraperitoneal CS dilanjutkan dengan sayatan mendatar rendah (Krönig, 1912).</li>
<li>Perkembangan teknik anestesi.</li>
<li>Transfusi darah.</li>
<li>Antibiotik.</li>
</ul>
<p>Pada 5 Maret 2000, Inés Ramírez melakukan bedah caesar pada dirinya sendiri dan berhasil mempertahankan nyawanya dan juga bayinya, Orlando Ruiz Ramírez. Ia dipercaya sebagai satu-satunya wanita yang melakukan bedah caesar pada dirinya sendiri.</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/uk1EeU3_7-o?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/0x4-brGs0jU?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/A3g5Icaw94g?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/H_gX8l1X1Zs?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/cvLVNVOojl0?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/Ob9aqglU3Eo?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/vjgxKcjnimY?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/xyN48VnRYUY?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Artikel Terkait lainnya :</strong></span></p>
<ul>
<li><a title="Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/inilah-video-proses-terjadinya-manusia-dalam-kandungan/">Inilah Video Proses Terjadinya Manusia Dalam Kandungan</a></li>
<li><a title="Persalinan Dengan hipnosis, Bagaimana Cara dan manfaatnya" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-dengan-hipnosis-bagaimana-cara-dan-manfaatnya/">Persalinan Dengan hipnosis, Bagaimana Cara dan manfaatnya</a></li>
<li><a title="Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya" href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-di-air-water-birth-manfaat-cara-persalinan-dan-resikonya/">Persalinan di Air (Water Birth) : Manfaat, cara Persalinan dan Resikonya</a></li>
<li><a title="Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya." href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-operasi-caesaria-indikasi-cara-persalinan-dan-resikonya/">Video Lengkap Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi, Cara Persalinan dan Resikonya.</a></li>
</ul>
<p><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"><strong><img class="alignleft" title="KORAN ANAK" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#038;h=208&#038;h=208" alt="" width="164" height="208" /></strong></a><strong>dr Widodo judarwanto SpA</strong></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/1-kehamilan-persalinan/'>1.KEHAMILAN-PERSALINAN</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/cara-persalinan-dan-resikonya/'>Cara Persalinan dan Resikonya</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/persalinan-operasi-caesaria-indikasi/'>Persalinan Operasi Caesaria : Indikasi</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/video-lengkap/'>Video Lengkap</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/788/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/788/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=788&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/10/persalinan-operasi-caesaria-indikasi-cara-persalinan-dan-resikonya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oknurse.files.wordpress.com/2009/08/sectio.jpeg" medium="image" />

		<media:content url="http://findmeacure.com/wp-content/uploads/2008/06/caesareansection.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/99/Caesarian_section_-_Pull_out.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#38;h=208&#38;h=208" medium="image">
			<media:title type="html">KORAN ANAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Impact Food Allergy on Asthma</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/03/impact-food-allergy-on-asthma/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/03/impact-food-allergy-on-asthma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 02:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[The impact of food allergy on asthma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/03/impact-food-allergy-on-asthma/</guid>
		<description><![CDATA[The impact of food allergy on asthma Authors: Anupama Kewalramani, Mary E Bollinger Published Date July 2010 , Volume 2010:3 Pages 65 &#8211; 74 Anupama Kewalramani, Mary E Bollinger Department of Pediatrics, Division of Pediatric Allergy/Pulmonology, University of Maryland School of Medicine, Baltimore, MD, USA Abstract: Food allergy is a potentially severe immune response to [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=777&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>The impact of food allergy on asthma</p>
<p>Authors: Anupama Kewalramani, Mary E Bollinger</p>
<p>Published Date July 2010 , Volume 2010:3 Pages 65 &#8211; 74 </p>
<p>Anupama Kewalramani, Mary E Bollinger</p>
<p>Department of Pediatrics, Division of Pediatric Allergy/Pulmonology, University of Maryland School of Medicine, Baltimore, MD, USA</p>
<p>Abstract: Food allergy is a potentially severe immune response to a food or food additive. Although a majority of children will outgrow their food allergies, some may have lifelong issues. Food allergies and other atopic conditions, such as asthma, are increasing in prevalence in Western countries. As such, it is not uncommon to note the co-existence of food allergy and asthma in the same patient. As part of the atopic march, many food allergic patients may develop asthma later in life. Each can adversely affect the other. Food allergic patients with asthma have a higher risk of developing life-threatening food-induced reactions. Although food allergy is not typically an etiology of asthma, an asthmatic patient with food allergy may have higher rates of morbidity and mortality associated with the asthma. Asthma is rarely a manifestation of food allergy alone, but the symptoms can be seen with allergic reactions to foods. There may be evidence to suggest that early childhood environmental factors, such as the mother’s and child’s diets, factor in the development of asthma; however, the evidence continues to be conflicting. All food allergic patients and their families should be counseled on the management of food allergy and the risk of developing co-morbid asthma.</p>
<p>Keywords: food allergy, diagnosis, treatment, asthma</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/the-impact-of-food-allergy-on-asthma/'>The impact of food allergy on asthma</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=777&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/03/impact-food-allergy-on-asthma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mitos Salah Tentang MSG, Fakta Ilmiah MSG Aman</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/01/mitos-salah-tentang-msg-fakta-ilmiah-msg-aman/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/01/mitos-salah-tentang-msg-fakta-ilmiah-msg-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Aug 2010 17:55:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[9D.NUTRISI-DIET]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Ilmiah MSG Aman]]></category>
		<category><![CDATA[Mitos Salah Tentang MSG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=773</guid>
		<description><![CDATA[Mitos Salah Tentang MSG, Fakta Ilmiah MSG Aman Mitos yang selama ini dianut oleh masyarakat awam dan sebagian klinisi atau dokter bahwa MSG berbahaya adalah salah. Ternyata MSG atau vetsin aman untuk digunakan atau dikonsumsi dalam makanan sehari-hari. Berbagai mitos tentang efek samping MSG tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat, sehingga seluruh badan pengawasan makanan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=773&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Mitos Salah Tentang MSG, Fakta Ilmiah MSG Aman</span></h2>
<div><img class="alignleft" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:bEhLt4Rke1XZzM::&amp;t=1&amp;usg=__9BJvzU1J1SawL0-rtwGA3SR9RxU=" alt="" width="186" height="160" /></div>
<p><strong>Mitos yang selama ini dianut oleh masyarakat awam dan sebagian klinisi atau dokter bahwa MSG berbahaya adalah salah. Ternyata MSG atau vetsin aman untuk digunakan atau dikonsumsi dalam makanan sehari-hari. Berbagai mitos tentang efek samping MSG tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat, sehingga seluruh badan pengawasan makanan dunia masih menggolongkan MSG sebagai bahan yang “Generally Regarded as Safe” (GRAS) dan tidak menentukan berapa batas asupan hariannya</strong></p>
<p>MSG atau vetsin atau sering disebut micin bukanlah bumbu masak yang sering dipakai sebagai penyedap.  Manfaatnya sebagai sumber rasa gurih, memang tidak terbantahkan. Namun bukan berartisecara terbuka diterima dan bebas dari isu-isu negatif terutama bila dikaitkan dengan kesehatan.</p>
<p>MSG yang kita kenal Mono Sdium Glutamat pertama kali di Jepang pada tahun 1909. Perusahaan pertama yang memproduksi secara massal adalah Ajinomoto. Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan masakan dari masyarakat yang terus meninggkat, kemudian muncullah merk-merk dagang MSG lainnya.</p>
<p>MSG berawal dari penelitian Prof. Kikunae Ikeda (1908) yang menemukan bahwa Glutamat sumber rasa gurih (dalam bahasa jepang disebut umami) saat itu berhasil mengisolasi glutamat dari kaldu rumput laut dari jenis Kombu. Setahun kemudian Saburosuke Suzuki mengkomersialkan glutamat yang diisolasi oleh Ikeda.</p>
<div> </div>
<div><strong>Kandungan MSG</strong></div>
<div><strong> </strong></div>
<div><img src="http://blogs.menupages.com/southflorida/msg.JPG" alt="" width="294" height="240" /></div>
<div> MSG tersusun atas 78% Glutamat, 12% Natrium dan 10% air. Kandungan glutamat yang tinggi itulah yang menyebabkan rasa gurih dalam segala macam masakan. Glutamat itu sendiri termasuk dalam kelompok asam amino non esensial penyusun protein yang terdap[at juga dalam bahan makanan lain seperti daging, susu, keju, ASI dan dalam tubuh kita pun mengandung glutamat. Di dalam tubuh, glutamat dari MSG dan dari bahan lainnyadapat dimetabolime dengan baik oleh tubuh dan digunakan sebagai sumber energi usus halus.</div>
<div>Senyawa ini adalah gabungan dari sodium/natrium (garam), asam amino glutamate dan air. Penegas cita rasa gurih ini dibuat melalui proses fermentasi tetes tebu oleh bakteri <em>Brevi-bacterium lactofermentum </em>yang menghasilkan asam glutamat. Kemudian, dilakukan penambahan garam sehingga mengkristal. Itu sebabnya, MSG sering ditemukan dalam bentuk kristal putih.</div>
<p>Di Indonesia penggunaan MSG terbuat dari tetes tebu dan singkong melalui proses fermentasi. Jika dirunut dari sejasrahnya, pada awalnya MSG diambil dari rumput laut, kemudian diubah menggunakan sumberl lain karena mengingat keterbatasan rumput laut ap[abila dip[akai terus menerus akan menyebabkan kerusakan ekosistem laut.</p>
<p>Fakta bahwa MSG aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan sayangnya tidak diketahui oleh banyak masyarakat. Hal ini dikemukakan oleh sang Penemu MSG, pada dasarnya MSG diciptakan untuk membantu penyerapan nutrisi makanan secara maksimal oleh tubuh.</p>
<p>Badan-badan kesehatan dunia saat ini seperti JEFCA (FAO+WHO khusus bahan pangan), Komunitas Kesehatan Eropa, US FDA dan BPOM pun mengamini hal tersebut, karena menyatakan aspek keamanan nya dan memberikan batas asupan harian dalam penggunaan MSG adalah NOT SPECIFIED atau secukupnya. Tidak ada penetapan angka dalam penggunaanyadalam mengkonsumsi MSG. Di Amerika, pengunaan MSG dimasukan dalam kategori GRAS (Generally Recognized as Safe) sama seperti penggunaan garam, gula dan soda kue dalam pengguaanya.</p>
<p>Isu-isu negatif yang beredar tidak didasari oleh kajian-kajian ilmiah yang diakui kredibilitasnya. Ada beberapa penelitian memvonis MSG sebagai sumber penyakit ternyata menggunakan metode penelitian yang rancu dan tidak relevan dalam pengguaan MSG dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Penemuan terbaru pada tahun 2007, menunjukan bahwa lidah dan lambung memiliki reseptor glutamat. keberadaan resewptor ini membantu dalam proses pencernaan dalam memperlancar proses pencernaan itu.</p>
<p>Penggunaan MSG dalam makanan pun dapat mengurangi konsumsi garam dapur 20-40% dengantetap mempertahankan rasa enak dan lezat makanan tersebut. Hal ini dapat membantu pengurangan resiko hip[ertensi dan jantung dengan tetap memberikan rasa yang enak dalam masakan tersebut.</p>
<p>Hal yang menyebabkan hal negatif dalam penggunaan MSG karena ada beberapa orang memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu, hal ini sama seperti alergi-alergi beberapa orang terhadap suatu hal tertentu tertentu (alergi seafood, alergi susu, alergi debu, alergi serbuk bunga, alergi bulu kucing-anjing dll). Oleh karena itu MSG mendapatkan cap negatif bagi masyarakat, padahal pada dasarnya MSG sangat membantu manusia dalam proses mencerna makanan secar maksimal. Perkembangan yang lain yang perlu di catat adalah rasa gurih (umami-jepang versi) telah diakui sebagai rasa dasar kelima selain manis, asin, asam dan pahit.</p>
<p><strong>Mitos Salah Yang Terlanjur Dipercayai</strong></p>
<p>Dalam laporannya pada FDA, FASEB mengemukakan fakta-fakta ilmiah sebagai berikut di bawah ini:</p>
<ul>
<li><strong>MSG bukan menyebabkan timbulnya Chinese Restaurant Syndrome</strong></li>
<li>MSG dituduh sebagai biang keladi penyebab berbagai keluhan, yang disebut dengan istilah Chinese Restaurant Syndrome. Istilah ini berasal dari kejadian ketika seorang dokter di Amerika makan di restoran China, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sindrom ini terjadi disinyalir lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Laporan ini kemudian dimuat pada New England Journal of Medicine pada 1968.</li>
<li>Secara lengkap, sindrom atau kumpulan gejala itu terdiri atas:<br />
* Rasa terbakar di bagian belakang leher, lengan atas, dan dada<br />
* Rasa penuh di wajah<br />
* Nyeri dada<br />
* Sakit kepala<br />
* Mual<br />
* Berdebar-debar<br />
* Rasa kebas di belakang leher menjalar ke lengan dan punggung<br />
* Rasa kesemutan di wajah, pelipis, punggung bagian atas, leher, dan lengan<br />
* Mengantuk<br />
* Lemah</li>
<li>Berbagai penelitian ilmiah selanjutnya tidak menemukan adanya kaitan antara MSG dengan sindrom restoran China ini. Faktanya, mungkin ada sekelompok kecil orang yang bereaksi negatif terhadap MSG sehingga mengalami hal-hal tersebut. Gejala Chinese Restaurant Syndrome amat mirip dengan gejala serangan jantung.</li>
<li>Gejala Chineese Restaurant Syndrome ternyata juga mirip gejala reaksi simpanmg makanan atau gejala alergi. Ternyata alergi makanan dan hipersensitifitas makanan dapat menyebabkan gangguan semua organ tubuh termasuk gangguan pembuluh darah, otak, dan gangguan otot dan tulang.</li>
</ul>
<p> </p>
<ul>
<li>Penderita penyakit jantung yang  mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG bisa terkecoh oleh  gejala ini. Mereka bisa menyangka telah terkena CRS padahal  sebenarnya sedang terkena serangan jantung. Peringatan bagi<br />
penderita penyakit jantung!  Namun belum jelas berapa persen dari penduduk yang mengalami hal ini. Selain itu, reaksi negatif MSG ini baru muncul bila orang tersebut makan sedikitnya 3 gram MSG tanpa makanan (dalam kondisi perut kosong). Keadaan ini bisa dikatakan sangat jarang terjadi, karena MSG biasanya dicampurkan ke dalam masakan. Selain itu, terdapat juga bahan makanan lain, terutama karbohidrat, yang dimakan bersamaan dengan MSG.</li>
<li>Apakah benar MSG menimbulkan sesak nafas pada penderita asma?<br />
Sesak nafas pada penderita asma setelah mengonsumsi MSG mungkin terjadi bila penyakit asmanya tidak terkontrol atau tidak diobati sebagaimana mestinya. Sampai saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan MSG sebagai peneyebab alergi.</li>
<li>Sementara untuk dugaan antara konsumsi MSG dengan timbulnya lesi (luka) pada otak, munculnya penyakit Alzheimer, Huntington Disease, amyotopic lateral sclerosis, dan penyakit kronis lainnya, FDA telah mengambil tindakan. Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat ini telah meminta FASEB untuk menelaah ulang semua penelitian tentang efek kesehatan MSG.</li>
<li>Laporan final FASEB diterbitkan dalam buku setebal 350 halaman untuk FDA pada tanggal 31 Juli 1995. Berdasarkan laporan ini, FDA berpendapat bahwa tidak ada bukti ilmiah apa pun yang membuktikan bahwa MSG atau glutamat menyebabkan lesi otak dan penyakit kronis.</li>
</ul>
<p> <br />
<strong>Aman dikonsumsi</strong></p>
<p>Tahun 1987, <em>Joint Expert Committee on Food Additives </em>(JECFA) dari Badan Pangan Dunia milik PBB serta WHO, menempatkan MSG dalam kategori bahan penyedap masakan yang aman dokonsumsi dan tidak berpengaruh pada kesehatan tubuh. Pernyataan ini diperkuat oleh <em>European Communities Scientific Committee for foods</em> pada tahun 1991. Selanjutnya, Badan Penagwas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 1995 menyatakan bahwa MSG termasuk sebagai bahan bumbu masakan, seperti halnya garam, merica, dan gula, sehingga aman bagi tubuh.<br />
<strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Untuk ibu hamil</strong>.</li>
<li>Bukti klinis memang belum ada. Namun FDA mengganggap MSG aman-aman saja buat ibu hamil. Belum terbukti ibu hamil yang mengonsumsi makanan mengandung MSG akan melahirkan bayi yang mengalami gangguan kesehatan. Penelitian baru dilakukan terhadap tikus hamil yang diberi MSG bubuk dalam dosis tinggi, 4 mg/hari, yang hasilnya menunjukkan MSG mampu menembus plasenta dan otak janin menyerap MSG dua kali lipat daripada otak induknya. Sepuluh hari setelah lahir, anak-anak tikus ini lebih rentan mengalami kejang dibanding dari induk yang tidak mengonsumsi MSG.  jadi mengingat apa pun yang masuk ke ibu akan diaslurkan oleh plasenta ke janin, sebaiknya ibu hamil mengurangi konsumsi MSG.<br />
<strong> </strong></li>
<li><strong>Untuk balita.</strong></li>
<li>Sama halnya dengan ibu hamil, seberapa gram persisnya MSG dapat membahayakan kesehatan anak belum bias dibuktikan secara klinis. Namun, melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 69/1999, Badan Pengawas Obat dan MAkanan Indonesia melarang tegas penambahan MSG pada makanan pendamping ASI maupun susu formula untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin timbul, karena pencernaan anak-anak yang belum kuat.<br />
<strong> </strong></li>
<li><strong>Batas ambang konsumsi.</strong></li>
<li>Belum ada peraturan baku dunia, termasuk yang dikeluarkan oleh lembaga pangan dan kesehatan dunia (FAO dan WHO). Yang sudah bisa diketahui adalah titik optimal rasa gurih yang bisa dirasakan seseorang, yaitu maksimal 5 gram/hari. Dalam peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88, penggunaan MSG dibatasi secukupnya, tidak boleh berlebihan. Sayangnya, tidak dijelaskan secara detail berapa gram/hari yang dianjurkan.</li>
</ul>
<div><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/800px-msg.png"><img src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/800px-msg.png?w=300" border="0" alt="" /></a></div>
<p> Prof Dr Ir H Hardinsyah MS, pakar nutrisi dari Institut Pertanian Bogor memastikan bahwa masyarakat tak perlu takut menggunakan MSG sebagai penyedap masakan. Berdasarkan penelitian dan pengujian, produk ini terbukti aman dikonsumsi. MSG tersusun dari sodium (natrium), glutamat, dan air yang merupakan unsur nutrisi bagi tubuh. ”Untuk membuat MSG harus memakai gula. Glutamat, naturium, air, 3 komponen pembuat MSG.  Secara sains, tidak ada bukti alergi karena glutamat. Glutamat ada banyak di tomat, keju, daging, atau ASI,” jelas Taro Komura selaku President Director PT AJINOMOTO Sales Indonesia saat berbincang dengan okezone di pabrik AJINOMOTO yang berlokasi di Mojokerto.</p>
<p>Menurut Taro, BPOM Indonesia sendiri juga menentukan batas penggunaan MSG secukupnya. Sesuai dengan fungsinya sebagai bumbu masak yang menyedapkan rasa. Batasan ini sama dengan penggunaan garam dan gula dalam masakan. Ada tiga tempat produksi Ajimonomoto yang diperlihatkan. Diawali dari Ajinex, di mana para tamu dapat melihat panel kontrol pengendali proses MSG. Dilanjutkan dengan area penerimaan tetes tebu yang merupakan bahan baku MSG. Lokasi berikutnya, MASAKO yang memperlihatkan bahwa bumbu ini dibuat dari daging ayam dan daging sapi asli, bukan hanya dari perasa daging. Tampak dari ruang kaca bagaimana daging ayam dan daging sapi diterima setelah sebelumnya melalui proses pengecekan kualitas oleh bagian QC. Selanjutnya daging sapi tersebut digiling dan daging ayam direbus kemudian dipisahkan dari tulang-tulangnya dan diolah menjadi bentuk butiran.</p>
<p><strong>Artikel Terkait lainnnya</strong></p>
<ul>
<li><a title="Mitos Salah Tentang MSG, Fakta Ilmiah MSG Aman" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/29/mitos-salah-tentang-msg-faktanya-tak-seperti-yang-ditakutkan/">Mitos Salah Tentang MSG, Fakta Ilmiah MSG Aman</a></li>
<li><a title="Chinese Restaurant Syndrome, Bukan Disebabkan MSG. Karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/29/chinese-restaurant-syndrome-bukan-disebabkan-msg-apakah-karena-alergi-makanan-atau-hipersensitifitas-makanan/">Chinese Restaurant Syndrome, Bukan Disebabkan MSG. Karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?</a></li>
<li><a href="http://childrenallergyclinic.wordpress.com/">Children Allergy Clinic</a></li>
</ul>
<p> </p>
<p><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"><img class="alignleft" title="KORAN ANAK" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#038;h=208&#038;h=208" alt="" width="164" height="208" /></a><strong> </strong>dr Widodo Judarwanto SpA </p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong> </p>
<p>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646 </p>
<p>email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>  </p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a> </p>
<p><strong> </strong> </p>
<p><strong> </strong> </p>
<p><strong> </strong> </p>
<p><strong> </strong> </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9d-nutrisi-diet/'>9D.NUTRISI-DIET</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/fakta-ilmiah-msg-aman/'>Fakta Ilmiah MSG Aman</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/mitos-salah-tentang-msg/'>Mitos Salah Tentang MSG</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/773/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/773/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=773&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/08/01/mitos-salah-tentang-msg-fakta-ilmiah-msg-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:bEhLt4Rke1XZzM::&#38;t=1&#38;usg=__9BJvzU1J1SawL0-rtwGA3SR9RxU=" medium="image" />

		<media:content url="http://blogs.menupages.com/southflorida/msg.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/800px-msg.png?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#38;h=208&#38;h=208" medium="image">
			<media:title type="html">KORAN ANAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Chinese Restaurant Syndrome, Bukan Disebabkan MSG. Karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/29/chinese-restaurant-syndrome-bukan-disebabkan-msg-karena-alergi-makanan-atau-hipersensitifitas-makanan/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/29/chinese-restaurant-syndrome-bukan-disebabkan-msg-karena-alergi-makanan-atau-hipersensitifitas-makanan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 17:21:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[x.KONTROVERSI KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[x.NEWS-UPDATE]]></category>
		<category><![CDATA[Bukan Disebabkan MSG. Karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?]]></category>
		<category><![CDATA[Chinese Restaurant Syndrome]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[Chinese Restaurant Syndrome, Bukan Disebabkan MSG. Apakah karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?    MSG dituduh sebagai biang keladi penyebab berbagai keluhan, yang disebut dengan istilah Chinese Restaurant Syndrome. Istilah ini berasal dari kejadian pada tahun 1968 ketika seorang dokter di Amerika makan di restoran China, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Ternyata dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=768&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Chinese Restaurant Syndrome, Bukan Disebabkan MSG.</span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Apakah karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?</span></h3>
<p><strong> <img src="http://www.supplierlist.com/photo_images/118015/Monosodium_Glutamate_Monosodium_GlutamateMSG_seasoning.jpg" alt="" width="498" height="322" /></strong> </p>
<p><strong>MSG dituduh sebagai biang keladi penyebab berbagai keluhan, yang disebut dengan istilah Chinese Restaurant Syndrome. Istilah ini berasal dari kejadian pada tahun 1968 ketika seorang dokter di Amerika makan di restoran China, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Ternyata dalam penelitian ilmiah selanjutnya tidak bukti ilmiah yang menguatkan hal tersebut. Meski tidak terbukti secara ilmiah, tetapi sampai saat ini hal tersebut masih banyak diyakini masyarakat dan sebagian dokter. Ternyata berbagai tanda dan gejala Chinese Restaurant Syndrome tersebut mirip dengan gejala hipersensitifitas makanan atau alergi makanan.</strong></p>
<p>MSG adalah bahan aditif makanan yang selama ini dianggap sebagai momok bagi masyarakat. Bila mendengar tidak ada MSG di dalam makanan maka orang akan merasa aman untuk menyantapnya, tetapi bila ada kandungan sedikit saja MSG orang sudah berpikir 1001 macam terhadap resiko yang ditimbulkannya terutama terhadap anak-anak.</p>
<p>Menurut beberapa penelitian sebenarnya MSG sangat aman dalam dosis tertentu yang direkomendasikan. Sangat berbeda yang selama ini dianut masyarakat bahwa MSG adalah setan yang bergentayangan di dalam makanan.</p>
<p>Monosodium glutamat atau MSG adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusun protein). MSG diperdagangkan sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur. MSG tidak mempunyai rasa, tetapi mempunyai fungsi sebagai penegas citarasa (flavor enhancer) makanan. Sebagian besar peneliti meyakini bahwa MSG menstimulir reseptor glutamat yang terdapat pada lidah untuk menegaskan citarasa daging (meat-like flavor). Akan tetapi yang berperan dalam hal itu adalah glutamat dalam bentuk bebas (asam glutamat), bukan sebagai garam natrium (MSG). Reaksinya dengan ion Na+ yang memiliki elektronegativitas tinggi, menjadikan MSG garam yang ikatannya kuat, tidak terurai selama proses pemasakan, dan aroma serta citarasanya sudah mulai terdeteksi pada konsentrasi 0,03%. Buruknya penambahan MSG pada makanan saat ini masih diyakini banyak orang. Sebagian besar orang cenderung sangat percaya bahwa MSG itu buruk dan ingin hidup MSG-free sebisa mungkin.</p>
<p> MSG dibuat dari molasses tebu atau dari tepung jagung, singkong, beras, atau sagu. Melalui proses fermentasi oleh mikroba, unsur karbohidrat dari bahan-bahan tersebut diolah menjadi glutamat. Glutamat yang dihasilkan bakteri ini lalu melalui berbagai proses lagi, seperti netralisasi, dekolorisasi (membuang warna sehingga menjadi putih), pengkristalan, pengeringan, pengayakan, dan terakhir pengepakan, hingga siap untuk dipasarkan. MSG, sesuai namanya, adalah natrium dan glutamat. MSG mengandung natrium sekitar 12% dari berat MSG, dan 78% glutamat, sedangkan sisanya adalah air sebanyak 10%. Natrium adalah mineral yang juga merupakan komponen utama garam. Glutamat adalah salah satu jenis protein yang merupakan komponen alamiah berbagai jenis makanan seperti daging, ayam, makanan laut, sayuran, dan juga bumbu masak, seperti terasi. </p>
<p>Monosodium glutamat atau MSG adalah garam natrium (sodium) dari asam glutamat (salah satu asam amino non-esensial penyusun protein). MSG diperdagangkan sebagai kristal halus berwarna putih, dan penampakannya mirip gula pasir atau garam dapur. MSG tidak mempunyai rasa, tetapi mempunyai fungsi sebagai penegas citarasa (flavor enhancer) makanan. Sebagian besar peneliti meyakini bahwa MSG menstimulir reseptor glutamat yang terdapat pada lidah untuk menegaskan citarasa daging (meat-like flavor). Akan tetapi yang berperan dalam hal itu adalah glutamat dalam bentuk bebas (asam glutamat), bukan sebagai garam natrium (MSG). Reaksinya dengan ion Na+ yang memiliki elektronegativitas tinggi, menjadikan MSG garam yang ikatannya kuat, tidak terurai selama proses pemasakan, dan aroma serta citarasanya sudah mulai terdeteksi pada konsentrasi 0,03%.</p>
<p>Selain itu sebagai flavor enhancement, MSG banyak menghemat ongkos produksi para menyedia makanan (baik makanan jadi maupun bahan makanan.) Semakin banyak MSg yang ditambahkan, semakin sedikit “actual food” yang harus digunakan oleh produser untuk membuat produksinya menjadi lezat. Contohnya, untuk membuat soto betawi yang rasanya ”mak nyus”, mungkin diperlukan 1,5 kg daging sapi untuk 4 gelas kaldu. Dengan MSG, 1,5 kg daging sapi bisa membuat 2 atau 3 kali lipat kaldu sapi. Ini berpengaruh besar terhadap gizi makanan masyarakat. Ternyata bukan sekedar aman tidaknya MSG digunakan, tetapi juga berpotensi mengurangi nilai gizi makanan itu sendiri.</p>
<p>Berbagai mitos tentang buruknya penambahan MSG pada makanan saat ini masih diyakini bukan hanya masyarakat awam bahkan dokter pun masih trauma tentang bahaya MSG. Sebagian besar orang cenderung sangat percaya bahwa MSG itu buruk dan ingin hidup MSG-free sebisa mungkin. MSG ini dapat menembus plasenta pada saat kehamilan, menembus jaringan penyaring antara darah dan otak (blood brain barrier), menyusup ke lima organ circumventricular. Pelindung darah otak yang terkontaminasi, dapat mengakibatkan kelainan hati, trauma, hipertensi, stres, demam tinggi dan proses penuaan. Penelitian FDA (Food and Drug Administration) tahun 1970 mendapati MSG dapat memicu reaksi-reaksi seperti, gatal dan bintik-bintik merah pada kulit, mual dan muntah, sakit kepala migren (berat pada sebelah kepala), asma, gangguan hati, ketidakmampuan belajar serta depresi.</p>
<p>Saat ini, asupan harian MSG di negara maju berkisar antara 0,3 â€“ 1,0 gram per hari. Angka asupan ini mungkin lebih tinggi di negara-negara Asia. Pada tahun 1995 FASEB menjawab permintaan dari badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat FDA (Food and Drug Administration) untuk meneliti keamanan MSG terkait dengan banyaknya isu negatif tentang MSG. FASEB adalah singkatan dari Federation of American Societies for Experimental Biology, lembaga di Amerika Serikat yang mendedikasikan diri untuk penelitian seputar ilmu biologi dan biomedis.</p>
<p><strong>Kontroversi Penelitian</strong></p>
<p>Penelitian FDA (Food and Drug Administration) tahun 1970 mendapati MSG dapat memicu reaksi-reaksi seperti, gatal dan bintik-bintik merah pada kulit, mual dan muntah, sakit kepala migren (berat pada sebelah kepala), asma, gangguan hati, ketidakmampuan belajar serta depresi.</p>
<p>FASEB (the Federation of American Societies for Experimental Biology) menyampaikan laporan tentang aman tidaknya penggunaan MSG dalam makanan. Dalam laporannya, membuktikan bahwa makanan yang mengandung MSG, minimum 5 gram, dapat memicu penyakit asma.</p>
<p>Sementara itu, Truth in Labeling Campaign – sebuah lembaga untuk kampanye labelisasi AS –membuktikan bahwa reaksi MSG lebih berisiko pada bayi dan anak-anak .Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan batas aman penggunaan MSG adalah 2 gram. Namun demikian banyak food scientist yang setuju bahwa monosodium glutamate sendiri tidak berbahaya pada kesehatan. Secara lebih luas, MSG memegang peranan penting dalam industri makanan. Sebagai flavor enhancement, MSG banyak menghemat production cost para menyedia makanan (baik makanan jadi maupun bahan makanan.) Semakin banyak MSG yang ditambahkan, semakin sedikit “actual food” yang harus digunakan oleh produser untuk membuat produksinya menjadi lezat.</p>
<p>Berbagai lembaga yang sangat kompeten baik di Amerika Serikat maupun di Eropa dan bahkan badan-badan dunia seperti FAO dan WHO, mengklasifikasikan MSG sebagai bahan tambahan pangan yang aman untuk dikonsumsi.</p>
<p>Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) of the UN-FAO dan WHO, menempatkan MSG dalam kategori ingredient pangan yang paling aman (the safest category of food ingredients). Laporan dari European Communiities (EC) Scientific Committee for Foods, pada tahun 1991, memperkuat pernyataan tentang keamanan MSG dan mengklasifikasikan “acceptable daily intake” (ADI) MSG sebagai “not specified”. Istilah “not specified” untuk ADI menunjukkan bahwa MSG sebagai ingredient pangan benar-benar aman bagi tubuh (the most favorable designation for a food ingredient).</p>
<p>EC Committee menyebutkan bahwa ternyata bayi juga dapat memetabolisasi glutamat seefisien seperti halnya orang dewasa. Laporan dari the Council on Scientific Affairs of the American Medical Association pada tahun 1992, menyebutkan bahwa glutamat dalam bentuk bebas atau dalam bentuk garam atau MSG tidak menunjukkan sesuatu yang membahayakan kesehatan secara bermakna.</p>
<p>Laporan dari the Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) pada tahun 1995, antara lain menyebutkan bahwa :</p>
<ul>
<li>(1) sejumlah orang tertentu (an unknown percentage of the population) dapat bereaksi terhadap MSG dan menimbulkan gejala seperti sakit kepala, mual-mual, jantung berdebar dan lain-lain. Akan tetapi gejala tersebut terutama terjadi pada orang yang mengkonsumsi MSG dalam jumlah banyak (3 g atau lebih) dengan kondisi perut kosong (tanpa disertai makanan lain). Untuk diketahui, secara normal satu sajian makanan diberi tambahan MSG kurang dari 0,5 g; dan</li>
<li>(2) MSG tidak terbukti berkontribusi pada timbulnya penyakit Alzheimer’s dan penyakit kronis lainnya.</li>
</ul>
<p>Kesepakatan JECFA yang meniadakan ambang batas aman penggunaan MSG mengundang polemik. Dosis maksimal yang ditetapkan WHO 120 mg/kgBB/hr sudah terlalu tinggi, apalagi kalau dosis itu ditiadakan. Begitu pula nilai ambang batas aman tersebut masih dipakai untuk pembandingan dengan penggunaan keseharian.</p>
<p><strong>MSG Bukan Penyebab Chinese Restaurant Syndrome</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.sufferingfrommigraine.com/images/good-news-migraine-sufferers-01-af.jpg" alt="" width="215" height="113" /></p>
<p>MSG dituduh sebagai biang keladi penyebab berbagai keluhan, yang disebut dengan istilah Chinese Restaurant Syndrome. Istilah ini berasal dari kejadian ketika seorang dokter di Amerika makan di restoran China, kemudian mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sindrom ini terjadi disinyalir lantaran makanan China mengandung banyak MSG. Laporan ini kemudian dimuat pada New England Journal of Medicine pada 1968.</p>
<p><strong>Secara lengkap, sindrom atau kumpulan gejala itu terdiri atas:</strong></p>
<ul>
<li>Rasa terbakar di bagian belakang leher, lengan atas, dan dada</li>
<li>Rasa penuh di wajah</li>
<li>Nyeri dada</li>
<li>Sakit kepala</li>
<li>Mual</li>
<li>Berdebar-debar</li>
<li>Rasa kebas di belakang leher menjalar ke lengan dan punggung</li>
<li>Rasa kesemutan di wajah, pelipis, punggung bagian atas, leher, dan lengan</li>
<li>Mengantuk</li>
<li>Lemah</li>
</ul>
<p><img src="http://imghost.indiamart.com/data/N/4/MY-949497/Anti_Migrain_250x250.jpg" alt="" width="250" height="250" /></p>
<p>Namun dari berbagai penelitian ilmiah selanjutnya tidak menemukan adanya kaitan antara MSG dengan sindrom restoran China ini. Faktanya, mungkin ada sekelompok kecil orang yang bereaksi negatif terhadap MSG sehingga mengalami hal-hal tersebut. Tetapi hal inipun tidak bisa dibedakan apakah juga dipengaruhi oleh reaksi simpang makanan lain yang ada dalam Chinesse Fod tersebut.</p>
<p>Tetapi bila dicermati reaksi alergi makanan dalam kandungan masakan Cina juga memberikan tanda dan gejala yang sama. Seringkali sulit membedakan antara reaksi MSG dan reaksi alergi makanan. Karena bagi orang tertentu pengidap alergi makanan reaksi simpang makanan karena sea food, ikan teri, terasi, kerupuk udang reaksinya juga berupa mual, sakit kepala, nyeri perut, pilek dan kadangkala muntah. Karena ternyata keluhan itu hanya dialami oleh segelintir manusia. Sayangnya selama ini banyak orang tidak merasa bahwa dirinya adalah pengidap alergi makanan. Hal ini wajar karena di Inggris terdapat penelitian bahwa ternyata 15% penderita alergi di Inggris baru mengetahui setelah usia 25 tahun pindah berganti-ganti dokter ternyata gejala yang dialaminya itu selama ini adalah gejala alergi. Bayangkan di negara yang super maju tehnologi kedokterannya saja seperti itu, apalagi di Indonesia. Bila tidak semua bereaksi dengan MSG maka sangat mungkin bahwa Chines Restaurant Syndrome adalah reaksi alergi makanan</p>
<p>Tetapi bila dicermati reaksi alergi makanan dalam kandungan masakan Cina juga memberikan tanda dan gejala yang sama. Seringkali sulit membedakan antara reaksi MSG dan reaksi alergi makanan atau hipersensitifitas makanan yang vtekandung dalam Chinesse Food tersebut. Seperti diketahui Chinesse food kaya akan ikan laut, udang, saos tiram atau cumi. Ternyata jenis makanan seperti itu adalah makanan yang paling sering sebagai penyebab alergi makanan pada penderita alergi.</p>
<p>Karena bagi orang tertentu pengidap alergi makanan reaksi simpang makanan karena sea food, ikan teri, terasi, kerupuk udang reaksinya juga berupa mual, sakit kepala, nyeri perut, pilek dan kadangkala muntah. Karena ternyata keluhan itu hanya dialami oleh segelintir manusia. Sayangnya selama ini banyak orang tidak merasa bahwa dirinya adalah pengidap alergi makanan atau hipersensitif makanan.</p>
<p>Dalam Penelitian dr Widodo Judarwanto SpA dari Children Allergy Center  penderita Chinese Restaurant Syndrome, ternyata sebagian besar mempunyai riwayat reaksi hipersensitifitas makan dan alergi makanan. Dari 25 penderita  Chinese Restaurant Syndrome ternyata 10 (40%) penderita alergi makanan dan 15(60%) adalah penderita hipersensitifitas makanan. Dari penderita tersebut 22 (88%) penderita mempunyai riwayat gangguan hipersensitifitas saluran cerna. Gangguan hipersensitifitas saluran cerna adalah sering mual, nyeri perut, kembung, sulit BAB, Mudah diare atau sering buang air besar. 14 (56%) penderita pernah mempunyai riwayat migrain, sakit kepala dan chrinic Fatique Syndrome sebelumnya. Sedangkan 16(64%) penderita mengalami gangguan kulit yang sensitif, 18(73%) rinitis alergi dan 48% adalah penderita asma. Namun untuk memastikan sebagai faktor sebab akibat antara  Chinese Restaurant Syndrome dan alergi hipersensitifitas makanan perlu penelitian yamg lebih mendalam lagi.</p>
<p><strong>TANDA DAN GEJALA ALERGI MAKANAN DAN HIPERSENSITIFITAS MAKANAN PADA ORANG DEWASA YANG BEBERAPA DI ANTARANYA MIRIP CHINESSE RESTAURANT SYNDROME</strong></p>
<ul>
<li><strong>Sistem Pernapasan<br />
</strong>Batuk (terutama malam hari dan pagi hari) lama dan berulang, BRONKITIS KRONIS, sesak(astma). Sering berdehem (batuk kecil)</li>
</ul>
<ul>
<li><strong> Sistem Telinga Hidung Tenggorok</strong><br />
Sering nyeri tenggorokkan, sering berdahak, pilek, bersin, hidung buntu, sinusitis, polip, “hidung bengkok”. Telinga gatal, nyeri atau berair.</li>
<li><strong>Sistem Pembuluh Darah dan jantung</strong><br />
Palpitasi (berdebar-debar), flushing (muka ke merahan), nyeri dada HEART ATTACK LIKE SYMPTOMS, colaps (jatuh), pingsan, tekanan darah rendah, arhitmia (denyut jantung tidak teratur)</li>
<li><strong>Sistem Pencernaan</strong><br />
Nyeri perut, sering diare, kembung, muntah, sulit berak (tidak berak setiap hari), sering buang angin , sariawan, mulut berbau,</li>
<li><strong>Kulit</strong><br />
Sering gatal, dermatitis, urticaria, bengkak di bibir, lebam biru kehitaman, bekas hitam seperti digigit nyamuk, kulit timbul bercak putih (seperti panu), pernah alergi obat.</li>
<li><strong>Sistem Saluran Kemih dan Genitalia<br />
</strong>Sering kencing terutama malam hari, nyeri kencing, vagina: keluar cairan, bengkak, kemerahan, nyeri, sakit bila berhubungan, KEPUTIHAN</li>
<li><strong>Sistem Susunan Saraf Pusat<br />
</strong>Sering sakit kepala, migrain, short lost memory (sering lupa hanya sesaat ), floating (melayang), Gangguan Tidur (sulit tidur / insomnia, sering mimpi buruk (terutama bertemu binatang (ular, yang seram2), malam sering terbangun), susah konsentrasi, claustrophobia (takut ketinggian), depresi, sering merasa terasing atau sendiri<br />
Perilaku : impulsif (bicara berlebihan), sering terburu-buru,sering marah, mood swings</li>
<li><strong>Sistem Hormonal</strong><br />
Kulit berminyak (atas leher), kulit kering (bawah leher), jerawat, endometriosis, Premenstrual Syndrome, kemampuan sex menurun, Chronic Fatique Symptom (sering lemas seperti tak bertenaga), Hipoglycemia like syndrome (sering lemas tak bergairah/seperti kurang gula darah), Gampang marah, Mood swing, sering terasa kesepian, rambut rontok</li>
<li><strong>Jaringan otot dan tulang<br />
</strong>Nyeri tulang, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri dada (heart attack like synptoms/gejala seperti sakit jantung), nyeri pinggang belakang, otot leher/bahu kaku, gerakan jalan terbatas/seperti pincang.</li>
<li><strong>Gigi dan Mulut</strong><br />
Sering nyeri gigi dan gusi terutama gigi belakang (tanpa gigi berlubang/sering dikira karena gigi geraham yang tumbuhnya miring), sering sariawan luka dimulut..</li>
<li><strong>Mata</strong><br />
Sering mata gatal (sering menggosok mata), sering bintilan di mata, timbul warna hitam di bawah kelopak mata.</li>
</ul>
<p> Bagi orang yang alergi atau tidak tahan MSG, maka makanan yang dikonsumsi mengandung MSG dianggap dapat menyebabkan penyakit “Restoran Cina” (Chines Restaurant Syndrome). Gejala penyakit ini adalah 20-30 menit setelah makan makanan yang dibubuhi MSG yang berlebihan, maka akan timbul rasa mual, haus, pegal-pegal pada tengkuk, sakit dada dan sesak napas. Padahal selama ini belum ada penelitian yang sahih yang menunjang pendapat umum tersebut.</p>
<p>Hal ini wajar karena di Inggris terdapat penelitian bahwa ternyata 15% penderita alergi di Inggris baru mengetahui setelah usia 25 tahun pindah berganti-ganti dokter ternyata gejala yang dialaminya itu selama ini adalah gejala alergi. Bayangkan di negara yang super maju tehnologi kedokterannya saja seperti itu, apalagi di Indonesia. Bila tidak semua bereaksi dengan MSG maka sangat mungkin bahwa Chines Restaurant Syndrome adalah reaksi alergi makanan.</p>
<p><strong>END POINTS<br />
</strong></p>
<ul>
<li>SEJAUH INI DALAM DOSIS TERTENTU, DALAM BERBAGAI PENELITIAN TERNYATA MSG MASIH BISA DIKATAKAN AMAN, TIDAK SEPERTI FOBIA YANG BANYAK DITAKUTKAN MASYARAKAT. BAHKAN BELUM ADA PENELITIAN YANG MENYEBUTKAN MSG BERBAHAYA DALAM DOSIS TERTENTU. MESKIPUN DEMIKIAN LEBIH BIJAKSANA BILA KITA LEBIH MEWASPADAI AKIBAT DARI KELEBIHAN PENGGUNAAN YANG DITIMBULKANNYA</li>
<li><em>SELAMA INI BILA TIDAK CERMAT EFEK SAMPING YANG DIAKIBATKAN OLEH MSG SULIT DIBEDAKAN DENGAN REAKSI SIMPANG DARI BAHAN MAKANAN LAIN YANG TERKANDUNG DALAM SAJIAN MAKANAN TERSEBUT, ATAU SERING DISEBUT HIPERSENSITIFITAS ATAU ALERGI MAKANAN.</em></li>
</ul>
<p> </p>
<p><strong>Artikel Terkait lainnnya</strong></p>
<ul>
<li><a title="Mitos Salah Tentang MSG, Fakta Ilmiah MSG Aman" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/29/mitos-salah-tentang-msg-faktanya-tak-seperti-yang-ditakutkan/">Mitos Salah Tentang MSG, Fakta Ilmiah MSG Aman</a></li>
<li><a title="Chinese Restaurant Syndrome, Bukan Disebabkan MSG. Karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/29/chinese-restaurant-syndrome-bukan-disebabkan-msg-apakah-karena-alergi-makanan-atau-hipersensitifitas-makanan/">Chinese Restaurant Syndrome, Bukan Disebabkan MSG. Karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?</a></li>
</ul>
<p><a title="Mitos Salah Tentang MSG, Fakta Ilmiah MSG Aman" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/29/mitos-salah-tentang-msg-faktanya-tak-seperti-yang-ditakutkan/"></a></p>
<p><a title="ASAL USUL MIE INSTAN. Mamofuku Ando, Penemu Mie Instan" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/29/asal-usul-mie-instan-mamofuku-ando-penemu-mie-instan/"></a></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"><img title="KORAN ANAK" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#038;h=208&#038;h=208" alt="" width="164" height="208" /></a><strong> </strong>dr Widodo Judarwanto SpA </p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong> </p>
<p>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646 </p>
<p>email : <a href="mailto:judarwanto@gmail.com">judarwanto@gmail.com</a>  </p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a> </p>
<p><strong> </strong> </p>
<p><strong> </strong> </p>
<p><strong> </strong> </p>
<p><strong> </strong> </p>
<p>Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-kontroversi-kesehatan/'>x.KONTROVERSI KESEHATAN</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-news-update/'>x.NEWS-UPDATE</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/bukan-disebabkan-msg-karena-alergi-makanan-atau-hipersensitifitas-makanan/'>Bukan Disebabkan MSG. Karena Alergi Makanan atau Hipersensitifitas Makanan ?</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/chinese-restaurant-syndrome/'>Chinese Restaurant Syndrome</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/768/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/768/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=768&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/29/chinese-restaurant-syndrome-bukan-disebabkan-msg-karena-alergi-makanan-atau-hipersensitifitas-makanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.supplierlist.com/photo_images/118015/Monosodium_Glutamate_Monosodium_GlutamateMSG_seasoning.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.sufferingfrommigraine.com/images/good-news-migraine-sufferers-01-af.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://imghost.indiamart.com/data/N/4/MY-949497/Anti_Migrain_250x250.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#38;h=208&#38;h=208" medium="image">
			<media:title type="html">KORAN ANAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta Salah Tentang Kesehatan Yang Masih Banyak Dianut Sebagian Dokter</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/fakta-salah-tentang-kesehatan-yang-masih-banyak-dianut-sebagian-dokter/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/fakta-salah-tentang-kesehatan-yang-masih-banyak-dianut-sebagian-dokter/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 18:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[9C.FARMASI-OBAT OBATAN]]></category>
		<category><![CDATA[x.KONTROVERSI KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Salah Tentang Kesehatan Yang Masih Banyak Dianut Sebagian Dokter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[Fakta Salah Tentang Kesehatan Yang Masih Banyak Dianut Sebagian Dokter Kemajuan teknologi dan pengetahuan di bidang ilmu kedokteran ternyata menyisakan sesuatu hal yang mendasar yang masih sering dilupakan. Sehingga seringkali timbul berbagai perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat ilmiah di dalam bidang kedokteran adalah hal yang biasa. Namun sebaiknya perbedaan pendapat tersebut ditengahi dan  harus mengacu pada hasil rekomendasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=761&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Fakta Salah Tentang Kesehatan Yang Masih Banyak Dianut Sebagian Dokter</span></h2>
<p>Kemajuan teknologi dan pengetahuan di bidang ilmu kedokteran ternyata menyisakan sesuatu hal yang mendasar yang masih sering dilupakan. Sehingga seringkali timbul berbagai perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat ilmiah di dalam bidang kedokteran adalah hal yang biasa. Namun sebaiknya perbedaan pendapat tersebut ditengahi dan  harus mengacu pada hasil rekomendasi berbagai institusi yang kredibel yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Karena rekomendasi institusi tersebut selalu berdasarkan kajian ilmiah yang berbasis bukti penelitian. Berbagai kecenderungan menunjukkan bahwa terjadi penggunaan antibiotika yang berlebihan pada masyarakat awam dan masyarakat kedokterean di Indonesia. Sebaiknya masyarakat awam dan dokter harus segera mengkaji kebiasaannya dalam pemberian antibiotika yang tidak benar selama ini. Berbagai mitos dan fakta yang ada tentang pemberian antibiotika yang benar pada anak harus segera diketahui dengan cermat.</p>
<h2><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6d/CDC_Get_Smart_poster_healthy_adult.png" alt="" width="370" height="480" /></h2>
<ul>
<li>
<h2><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">MITOS :</span> Ingus dan Dahak Berwarna Kuning dan Hijau Harus diberi Antibiotika</span></h2>
</li>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Fakta Yang Benar</span> : <span style="color:#0000ff;">Ingus berwarna kuning dan hijau bisa disebabkan karena virus dan tidak perlu antibiotika.</span></strong></li>
<li>Rekomendasi dan kampanye penyuluhan ke orangtua dan dokter yang telah dilakukan oleh kerjasama CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika. Pilek, panas dan batuk adalah gejala dari Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang disebabkan virus. Perubahan warna dahak dan ingus berubah menjadi kental kuning, berlendir dan kehijauan adalah merupakan perjalanan klinis Infeksi Saluran Napas Atas karena virus, bukan merupakan indikasi antibiotika. Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit dan mencegah infeksi tumpangan bakteri. Upaya ini seharusnya menjadi contoh yang baik terhadap intitusi yang berwenang di Indonesia dalam mengatasi permasalahan pemberian antibiotika ini. Melihat rumitnya permasalahan pemberian antibiotika yang irasional di Indonesia tampaknya sangat sulit dipecahkan. Tetapi kita harus yakin dengan kemauan keras, niat yang tulus dan keterlibatan semua pihak maka permasalahan ini dapat diatasi. Jangan sampai terjadi, kita baru tersadar saat masalah sudah dalam keadaan yang sangat serius.</li>
</ul>
<p><img src="http://www.cdc.gov/getsmart/images/poster-antibiotics_aa.jpg" alt="" width="260" height="273" /></p>
<ul>
<li>
<h2><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">MITOS : </span>Sakit demam, batuk dan pilek tidak diberi antibiotik akan lama sembuh</span></h2>
</li>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Fakta Yang Benar</span> : <span style="color:#800000;">Sebagian besar infeksi saluran napas atas disebabkan karena infeksi virus. Infeksi virus akan </span><span style="color:#800000;">sembuh sendiri. Bila penyebab infeksi bakteri tertentu bila tidak diberi antibiotik tidak akan pernah sembuh bukan sembuhnya lama.</span></strong></li>
</ul>
<h2> </h2>
<p><img src="http://www.oregon.gov/DHS/ph/antibiotics/pdfs/gsposter1.jpg" alt="" width="296" height="282" /></p>
<ul>
<li>
<h2><span style="color:#ff0000;">MITOS :</span>  <span style="color:#800000;">Pemberian antibiotika akan mengobati infeksi sekunder atau infeksi tumpangan pada penyakit virus.</span></h2>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#800000;">Fakta Yang Benar :</span>  Pencegahan infeksi sekunder mungkin hanya diberikan terhadap penyakit dengan kekebalan tubuh yang sangat menurun seperti penderita AIDS atau kanker.</span></h4>
</li>
<li>Rekomendasi dan kampanye penyuluhan ke orangtua dan dokter yang telah dilakukan oleh kerjasama CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika. <strong> Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit dan mencegah infeksi tumpangan bakteri </strong><strong> </strong></li>
</ul>
<h2><img src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/getsmart_logo_4c.jpg?w=240&#038;h=155&#038;h=155" alt="" width="240" height="155" /></h2>
<ul>
<li>
<h2><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">MITOS : </span> Pemberian antibiotika di Indonesia Sangat jarang</span></h2>
</li>
<li>
<h4><span style="color:#ff0000;">Fakta Yang Benar</span> :  <em>Penderita yang sering berobat di </em><em>Indonesia</em><em> bila berobat di luar negeri (terutama di negara maju) sering khawatir, karena bila sakit jarang diberi antibiotika. Sebaliknya pasien yang sering berobat di luar negeri juga sering khawatir bila berobat di Indonesia, setiap sakit selalu mendapatkan antibiotika. </em>Hal ini bukan sekedar pameo belaka. Tampaknya banyak fakta yang mengatakan bahwa memang di Indonesia, dokter lebih gampang memberikan antibiotika.</h4>
<p>Pemberian antibiotika irasional atau berlebihan pada penderita khususnya anak tampaknya memang semakin meningkat dan semakin mengkawatirkan. Pemberian antibiotika berlebihan atau pemberian irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya. Sebenarnya permasalahan ini dahulu juga dihadapi oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut penelitian US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989, setiap tahun sekitar 84% setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil lainnya didapatkan 47,9% resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotika. Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut. Memang hingga saat ini di  Indonesia belum ada data resmi tentang pemberian antibiotika ini.  Namun berdasarkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian antibiotika berlebihan di Indonesia baik jauh lebih banyak dan lebih mencemaskan.</li>
</ul>
<h2><img src="http://www2c.cdc.gov/ecards/cards/Antibiotics/NoAntibioticsPlease.jpg" alt="" width="334" height="214" /></h2>
<ul>
<li>
<h2><span style="color:#ff0000;">MITOS : <span style="color:#800000;">Sinusitis harus diberi antibiotika</span></span></h2>
</li>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Fakta Yang benar :</span>  <span style="color:#800000;">Pemberian antibiotik jangka pada sinus terbukti tidak bermanfaat.</span></strong></li>
<li>Menurut penelitian baru, yang diterbitkan dalam The Lancet, dokter harus mengurangi antibiotik resep untuk obat sinus karena tidak bermanfaat.  Analisisa terhadap  sekelompok kasus penderita sinusitis menunjukkan obat-obatan tidak ada bedanya bahkan jika pasien telah sakit selama lebih dari tujuh hari.  Dalam penelitian tersebut dilakukan pada  2.600 pasien sakit sebelum mereka menerima pengobatan, ditemukan lama sakit bukan merupakan indikator yang baik apakah antibiotik akan efektif.  Karena efek samping, biaya, dan risiko resistensi, antibiotik tidak dibenarkan bahkan jika pasien telah sakit selama lebih dari seminggu, demikian para peneliti tersebut menyimpulkan. Jika seorang pasien datang ke dokter dan mengatakan mereka telah memiliki keluhan selama tujuh hingga 10 hari itu bukan alasan yang cukup baik untuk memberi mereka antibiotik, demikian pendapat ketua tim peneliti Dr Jim Young dari Basel Institute for Clinical Epidemiology di Swiss. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) penderita sinusitis hanya diberikan antibiotika  bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas &gt; 39 C dengan cairan hidung purulen, nyeri, pembengkakan sekitar mata dan wajah.  Indikasi yang tepat dan benar dalam pemberian antibiotika pada anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri.</li>
</ul>
<p><img src="http://i88.photobucket.com/albums/k171/Circleline/Pills.jpg" alt="" width="304" height="272" /></p>
<ul>
<li>
<h2><span style="color:#800000;"><span style="color:#ff0000;">MITOS :</span> Anak-anak lebih sering diberi antibiotika daripada dewasa</span></h2>
</li>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Fakta Yang benar :</span>  <span style="color:#0000ff;">Justru yang lebih sering diberi antibiotika adalah orang dewasa, anak relatif jarang karena orang tua sangat takut pemberian antibiotika pada anak.</span></strong></li>
<li>Karena, seringkali saat diberi antibiotika oleh dokter orangtua tidak memberikannya pada anaknya. Sedangkan pada umumnya dokter atau masyarakat awam tidak terlalu takut pemberian antibiotika apada dewasa. Bahkan setiap kali sakit tenggorokan banyak orang awam yang langsung mebeli antibiotika di toko obat.</li>
</ul>
<p><img src="http://www.saglik.im/wp-content/uploads/2008/12/havale.jpg" alt="" width="244" height="273" /></p>
<ul>
<li>
<h2><span style="color:#ff0000;">MITOS :</span> <span style="color:#800000;">Bila ada demam atau demam tinggi harus diberi antibiotika</span></h2>
</li>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">Fakta Yang benar </span>: <span style="color:#0000ff;"> Demam dapat disebabkan karena infeksi virus. Atau, tidak semua infeksi virus ringan.</span></strong></li>
<li>Ada beberapa infeksi virus sapat menyebabkan demam tinggi seperti demam berdarah atau pada kondisi beberapa anak yang pernah mempunyai riwayat sering demam tinggi saat sakit. Karakteristik infeksi virus yang disertai demam biasanya demam hanya tinggi saat hari pertama dfan ke dua. Atau, infeksi virus lainnya hanya demam ringan yang akan terjadi dalam 5 hari. Sebaiknya bila demam semakin tinggi pada hari ke 3 hingga ke lima harus segera ke dokter.</li>
</ul>
<p> Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a title="Jangan Cekoki Anda dan Anak Anda Dengan Antibiotika" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/25/jangan-cekoki-anda-dan-anak-anda-dengan-antibiotika/"><strong>Jangan Cekoki Anda dan Anak Anda Dengan Antibiotika</strong></a></li>
</ul>
<p><strong></strong> </p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.shockmd.com/wp-content/istock_000004056998xsmall.jpg" alt="" width="191" height="193" /></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9c-farmasi-obat-obatan/'>9C.FARMASI-OBAT OBATAN</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-kontroversi-kesehatan/'>x.KONTROVERSI KESEHATAN</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/fakta-salah-tentang-kesehatan-yang-masih-banyak-dianut-sebagian-dokter/'>Fakta Salah Tentang Kesehatan Yang Masih Banyak Dianut Sebagian Dokter</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=761&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/fakta-salah-tentang-kesehatan-yang-masih-banyak-dianut-sebagian-dokter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6d/CDC_Get_Smart_poster_healthy_adult.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.cdc.gov/getsmart/images/poster-antibiotics_aa.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.oregon.gov/DHS/ph/antibiotics/pdfs/gsposter1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/getsmart_logo_4c.jpg?w=240&#38;h=155" medium="image" />

		<media:content url="http://www2c.cdc.gov/ecards/cards/Antibiotics/NoAntibioticsPlease.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i88.photobucket.com/albums/k171/Circleline/Pills.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.saglik.im/wp-content/uploads/2008/12/havale.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.shockmd.com/wp-content/istock_000004056998xsmall.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Pemberian Antibiotika Berlebihan Pada Anak</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/waspadai-pemberian-antibiotika-berlebihan-pada-anak/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/waspadai-pemberian-antibiotika-berlebihan-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 18:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[9C.FARMASI-OBAT OBATAN]]></category>
		<category><![CDATA[Waspadai Pemberian Antibiotika Berlebihan Pada Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[Waspadai Pemberian Antibiotika Berlebihan Pada Anak Sebenarnya lebih banyak penyakit diobati tanpa antibiotika, Tetapi Faktanya lebih banyak penyakit diobati dengan antibiotika “Penderita yang sering berobat di Indonesia bila berobat di luar negeri (terutama di negara maju) sering khawatir, karena bila sakit jarang diberi antibiotika. Sebaliknya pasien yang sering berobat di luar negeri juga sering khawatir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=759&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Waspadai Pemberian Antibiotika Berlebihan Pada Anak</span></h2>
<address><span style="color:#ff00ff;">S<strong>ebenarnya lebih banyak penyakit diobati tanpa antibiotika, Tetapi Faktanya lebih banyak penyakit diobati dengan antibiotika</strong></span></address>
<address><img src="http://www.cdc.gov/getsmart/images/poster-antibiotics_aa.jpg" alt="" width="260" height="273" /></address>
</div>
<p><strong><em>“Penderita yang sering berobat di </em><em>Indonesia</em><em> bila berobat di luar negeri (terutama di negara maju) sering khawatir, karena bila sakit jarang diberi antibiotika. Sebaliknya pasien yang sering berobat di luar negeri juga sering khawatir bila berobat di Indonesia, setiap sakit selalu mendapatkan antibiotika”. </em>Hal ini bukan sekedar pameo belaka. Tampaknya banyak fakta yang mengatakan bahwa memang di Indonesia, dokter lebih gampang memberikan antibiotika.</strong></p>
<p>Pemberian antibiotika irasional atau berlebihan pada anak tampaknya memang semakin meningkat dan semakin mengkawatirkan. Pemberian antibiotika berlebihan atau pemberian irasional artinya penggunaan tidak benar, tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi penyakitnya. Sebenarnya permasalahan ini dahulu juga dihadapi oleh negara maju seperti Amerika Serikat. Menurut penelitian US National Ambulatory Medical Care Survey pada tahun 1989, setiap tahun sekitar 84% setiap tahun setiap anak mendapatkan antibiotika. Hasil lainnya didapatkan 47,9% resep pada anak usia 0-4 tahun terdapat antibiotika. Angka tersebut menurut perhitungan banyak ahli sebenarnya sudah cukup mencemaskan. Dalam tahun yang sama, juga ditemukan resistensi kuman yang cukup tinggi karena pemakaian antibiotika berlebihan tersebut.</p>
<p>Di Indonesia belum ada data resmi tentang pemberian antibiotika ini. Sehingga semua pihak saat ini tidak terusik atau tidak khawatir dan sepertinya tidak bermasalah. Berdasarkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat serta fakta yang ditemui sehari-hari, tampaknya pemakaian antibiotika berlebihan di Indonesia baik jauh lebih banyak dan lebih mencemaskan.</p>
<p><strong>BAHAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA ANAK</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/getsmart_logo_4c.jpg?w=281&#038;h=155&#038;h=155" alt="" width="281" height="155" /></p>
<p>Sebenarnya penggunaan antibiotika secara benar dan sesuai indikasi memang harus diberikan. Meskipun terdapat pertimbangan bahaya efek samping dan mahalnya biaya. Tetapi menjadi masalah yang mengkawatirkan, bila penggunaannnya berlebihan. Banyak kerugian yang terjadi bila pemberian antibiotika berlebihan tersebut tidak dikendalikan secara cepat dan tuntas. Kerugian yang dihadapi adalah meningkatnya resistensi terhadap bakteri. Belum lagi perilaku tersebut berpotensi untuk meningkatkan biaya berobat. Harga obat antibiotika sangat mahal dan merupakan bagian terbesar dari biaya pengobatan.</p>
<p>Efek samping yang sering terjadi pada penggunaan antibiotika adalah gangguan beberapa organ tubuh. Apalagi bila diberikan kepada bayi dan anak-anak, karena sistem tubuh dan fungsi organ pada bayi dan anak-anak masih belum tumbuh sempurna. Apalagi anak beresiko paling sering mendapatkan antibiotika, karena lebih sering sakit akibat daya tahan tubuh lebih rentan. Bila dalam setahun anak mengalami 9 kali sakit, maka 9 kali 7 hari atau 64 hari anak mendapatkan antibiotika. Gangguan organ tubuh yang bisa terjadi adalah gangguan saluran cerna, gangguan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan sumsum tulang, gangguan darah dan sebagainya. Akibat lainnya adalah reaksi alergi karena obat. Gangguan tersebut mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir atau kelopak mata, sesak, hingga dapat mengancam jiwa (reaksi anafilaksis).</p>
<p>Pemakaian antibiotika berlebihan atau irasional juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada didalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur atau disebut <em>“superinfection”. </em>Pemberian antibiotika yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten atau disebut <em>“superbugs”.</em></p>
<p><strong>INDIKASI PEMAKAIAN ANTIBIOTIKA</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://i88.photobucket.com/albums/k171/Circleline/Pills.jpg" alt="" width="304" height="272" /></p>
<p>Indikasi yang tepat dan benar dalam penggunaan antibiotika pada anak adalah bila penyebab infeksi tersebut adalah bakteri. Infeksi bakteri tersebut adalah infeksi saluran kencing dan tifus. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) indikasi pemberian antibiotika adalah bila batuk dan pilek berkelanjutan selama lebih 10 – 14 hari.yang terjadi sepanjang hari (bukan hanya pada malam hari dan pagi hari). Batuk malam dan pagi hari biasanya berkaitan dengan alergi atau bukan lagi dalam fase infeksi dan tidak perlu antibiotika Indikasi lain bila terdapat gejala infeksi sinusitis akut yang berat seperti panas &gt; 39 C dengan cairan hidung purulen, nyeri, pembengkakan sekitar mata dan wajah. Pilihan pertama pengobatan antibiotika untuk kasus ini cukup dengan pemberian Amoxicillin, Amoxicillinm atau Clavulanate.</p>
<p>Sebagian besar kasus penyakit infeksi pada anak penyebabnya adalah virus. Dengan kata lain seharusnya kemungkinan penggunaan antibiotika yang benar tidak besar atau mungkin hanya sekitar 10 – 15% penderita anak. Penyakit virus adalah penyakit yang termasuk “self limiting disease” atau penyakit yang sembuh sendiri dalam waktu 5 – 7 hari. Sebagian besar penyakit infeksi diare, batuk, pilek dan panas penyebabnya adalah virus. Secara umum setiap anak akan mengalami 2 hingga 9 kali penyakit saluran napas karena virus. Sebaiknya tidak terlalu mudah mendiagnosis (overdiagnosis) sinusitis pada anak. Bila tidak terdapat komplikasi lainnya secara alamiah pilek, batuk dan pengeluaran cairan hidung akan menetap paling lama sampai 14 hari setelah gejala lainnya membaik. Sebuah penelitian terhadap gejala pada 139 anak penderita pilek(flu) karena virus didapatkan bahwa pemberian antibiotik pada kelompok kontrol tidak memperbaiki cairan mucopurulent dari hidung. Antibiotika tidak efektif mengobati Infeksi saluran napas Atas dan tidak mencegah infeksi bakteri tumpangan. Sebagian besar infeksi Saluran napas Atas termasuk sinus paranasalis sangat jarang sekali terjadi komplikasi bakteri.</p>
<p> <img src="http://www.oregon.gov/DHS/ph/antibiotics/pdfs/gsposter1.jpg" alt="" width="493" height="599" /></p>
<p><strong>SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://www.lapublichealth.org/acd/images/GetSmartEng.jpg" alt="" width="254" height="296" /></p>
<p>Dalam permasalahan penggunaan antibiotika yang berlebihan ini, pihak manakah yang bertanggung jawab untuk mengatasinya. Permasalahan ini tidak sesederhana seperti yang kita lihat. Banyak pihak yang berperanan dan terlibat dalam penggunaan antibiotika berlebihan ini. Pihak yang terlibat mulai dari penderita (orang tua penderita), dokter, rumah sakit, apotik, medical sales representatif, perusahaan farmasi dan pabrik obat.</p>
<p>Orangtua juga sering sebagai faktor terjadinya penggunaan antibiotika yang berlebihan. Pendapat umum tidak benar yang terus berkembang, bahwa kalau tidak memakai antibiotika maka penyakitnya akan lama sembuh. Tidak jarang penggunaan antibiótika adalah permintaan dari orang tua. Yang lebih mengkawatirkan saat ini beberapa orang tua dengan tanpa beban membeli sendiri antibiotika tersebut tanpa pertimbangan dokter. Antibiotika yang merupakan golongan obat terbatas, obat yang harus diresepkan oleh dokter. Tetapi runyamnya ternyata obat antibiotika tersebut mudah didapatkan di apotik atau di toko obat meskipun tanpa resep dokter.</p>
<p>Persoalan menjadi lebih rumit karena ternyata bisnis perdagangan antibiotika sangat menggiurkan. Pabrik obat, perusahaan farmasi, medical sales representative, toko obat dan apotik sebagai pihak penyedia obat mempunyai banyak kepentingan. Antibiotika merupakan bisnis utama mereka, sehingga banyak strategi dan cara dilakukan. Dokter sebagai penentu penggunaan antibiotika ini, harus lebih bijak dan harus lebih mempertimbangkan latar belakang ke ilmuannya. Sesuai sumpah dokter yang pernah diucapkan, apapun pertimbangan pengobatan semuanya adalah demi kepentingan penderita, bukan keperntingan lainnya. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan secara berkala dan berkelanjutan dokter juga ikut berperanan dalam mengurangi perilaku penggunaan antibiótika yang berlebihan ini.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6d/CDC_Get_Smart_poster_healthy_adult.png" alt="" width="278" height="419" /></p>
<p>Departemen Kesehatan (Depkes), Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Ikatan dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) dan beberapa intitusi terkait lainnya harus bekerjasama dalam penanganannya. Pendidikan tentang bahaya dan indikasi pemakaian antibiotika yang benar terhadap masyarakat harus terus dilakukan melalui berbagai media yang ada. Penertiban penjualan obat antibiotika oleh apotik dan lebih khusus lagi toko obat harus terus dilakukan tanpa henti. Organisasi profesi kedokteran harus terus berupaya mengevaluasi dan melakukan pemantauan lebih ketat tentang perilaku penggunaan antibiótika yang berlebihan ini terhadap anggotanya. Kalau perlu secara berkala dilakukan penelitian secara menyeluruh terhadap penggunaan antibitioka yang berlebihan ini. Sebaiknya praktek dan strategi promosi obat antibiotika yang tidak sehat juga harus menjadi perhatian. Bukan malah dimanfaatkan untuk kepentingan dokter, meskipun hanya demi kepentingan kegiatan ilmiah. PERSI sebagai wadah organisasi rumah sakit, juga berwenang memberikan pengawasan kepada anggotanya untuk terus melakukan evaluasi yang ketat terhadap formularium obat yang digunakan.</p>
<p>Di Amerika Serikat, karena upaya kampanye dan pendidikan terus menerus terhadap masyarakat dan dokter ternyata dapat menurunkan penggunaan antibiotika secara drastis. Proporsi anak usia 0 – 4 tahun yang mendapatkan antibiotika menuirun dari 47,9% tahun 1996 menjadi 38,1% tahun 2000. Jumlah rata-rata antibiótika yang diresepkan menurun, dari 47.9 1.42 peresepan per anak tahun 1996 menjadi 0.78 peresepan per anak tahun 2000. Rata-rata pengeluaran biaya juga dapat ditekan cukup banyak, padfa tahun 1996 sebesar $31.45 US menjadi $21.04 per anak tahun 2000.</p>
<p>Rekomendasi dan kampanye penyuluhan ke orangtua dan dokter yang telah dilakukan oleh kerjasama CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan AAP (American Academy of Pediatrics) memberikan pengertian yang benar tentang penggunaan antibiotika. <strong>Pilek, panas dan batuk adalah gejala dari Infeksi Pernapasan Atas yang disebabkan virus. Perubahan warna dahak dan ingus berubah menjadi kental kuning, berlendir dan kehijauan adalah merupakan perjalanan klinis Infeksi Saluran Napas Atas karena virus, bukan merupakan indikasi antibiotika. Pemberian antibiotika tidak akan memperpendek perjalanan penyakit dan mencegah infeksi tumpangan bakteri </strong><strong> </strong></p>
<p>Upaya ini seharusnya menjadi contoh yang baik terhadap intitusi yang berwenang di Indonesia dalam mengatasi permasalahan pemberian antibiotika ini. Melihat rumitnya permasalahan pemberian antibiotika yang irasional di Indonesia tampaknya sangat sulit dipecahkan. Tetapi kita harus yakin dengan kemauan keras, niat yang tulus dan keterlibatan semua pihak maka permasalahan ini akan dapat terpecahkan. Jangan sampai terjadi, kita semua baru tersadar saat masalah sudah dalam keadaan yang sangat serus.</p>
<p>Artikel Terkait :</p>
<ul>
<li><a title="Fakta Salah Tentang Kesehatan Yang Masih Banyak Dianut Masyarakat dan Sebagian Dokter" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/25/fakta-salah-tentang-kesehatan-yang-masih-banyak-dianut-masyarakat-dan-sebagian-dokter/">Fakta Salah Tentang Kesehatan Yang Masih Banyak Dianut Masyarakat dan Sebagian Dokter</a></li>
<li><a title="Daftar Nama Penyakit Saluran Pernapasan dan Penyebabnya" href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/07/25/daftar-nama-penyakit-saluran-pernapasan-dan-penyebabnya/">Daftar Nama Penyakit Saluran Pernapasan dan Penyebabnya</a></li>
</ul>
<p> </p>
<p><img class="alignleft" src="http://mypickyeaters.files.wordpress.com/2009/01/img_6331.jpg?w=171&#038;h=191&#038;h=191" alt="" width="171" height="191" /></p>
<p>dr vWidodo Judarwanto SpA<strong> </strong></p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9c-farmasi-obat-obatan/'>9C.FARMASI-OBAT OBATAN</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/waspadai-pemberian-antibiotika-berlebihan-pada-anak/'>Waspadai Pemberian Antibiotika Berlebihan Pada Anak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=759&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/waspadai-pemberian-antibiotika-berlebihan-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.cdc.gov/getsmart/images/poster-antibiotics_aa.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/getsmart_logo_4c.jpg?w=281&#38;h=155&#38;h=155" medium="image" />

		<media:content url="http://i88.photobucket.com/albums/k171/Circleline/Pills.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.oregon.gov/DHS/ph/antibiotics/pdfs/gsposter1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.lapublichealth.org/acd/images/GetSmartEng.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6d/CDC_Get_Smart_poster_healthy_adult.png" medium="image" />

		<media:content url="http://mypickyeaters.files.wordpress.com/2009/01/img_6331.jpg?w=171&#38;h=191&#38;h=191" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Penyakit Spiritual Yang Menular di antara Manusia</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/waspadai-penyakit-spiritual-yang-menular-di-antara-manusia/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/waspadai-penyakit-spiritual-yang-menular-di-antara-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 17:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[9H.KESEHATAN JIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Waspadai Penyakit Spiritual Yang Menular di antara Manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit Spiritual Yang Menular di antara Manusia 3 penyakit spiritual yang bisa menular. Berbagai penyakit pada tubuh manusia paling sering disebabkan karena virus atau bakteri. Infeksi itu ditularkan orang satu ke orang lainnya yang bisa menganggu sistem tubuh manusia. Ternyata terdapat penyakit spiritual yang mengganggu tubuh manusia. Seperti dikutip dari HuffingtonPost, terdapat penyakit yang bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=757&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Penyakit Spiritual Yang Menular di antara Manusia</span></h2>
<p><strong>3 penyakit spiritual yang bisa menular</strong>.</p>
<p>Berbagai penyakit pada tubuh manusia paling sering disebabkan karena virus atau bakteri. Infeksi itu ditularkan orang satu ke orang lainnya yang bisa menganggu sistem tubuh manusia. Ternyata terdapat penyakit spiritual yang mengganggu tubuh manusia.</p>
<p>Seperti dikutip dari HuffingtonPost, terdapat penyakit yang bisa disadari sebagai penyakit spiritual menular yang umum, yaitu:</p>
<p>Spiritual imitasi<br />
Kondisi ini adalah kecenderungan untuk berbicara, berpakaian dan berindak seperti yang dibayangkan orang tersebut terhadap spiritual seseorang. Jadi orang dengan kondisi ini hanya berusaha mengikuti orang lain saja.</p>
<p>Karena pengalaman spiritual<br />
Pada penyakit ini, ego seseorang diidentifikasi berdasarkan pengalaman rohani yang dialaminya. Kondisi ini terkadang bisa mempengaruhi pemikiran orang lain. Dalam kebanyakan kasus kondisi ini tidak berlangsung selamanya, tapi terkadang berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.</p>
<p><strong>Ego spiritual<br />
</strong>Penyakit ini terjadi ketika struktur dan ego kepribadian seseorang menjadi sangat tertanam dengan konsep spiritual mendalam. Ketika ego menjadi spiritual, maka seseorang menjadi tidak bisa dipahami dan semua ini atas nama spiritualitas.</p>
<p>Penyakit spiritual menular ini berasal dari ego seseorang dan merupakan suatu kondisi yang menipu dirinya sendiri. Karena sebagian besar kondisi ini tidak berasal dari dirinya tapi akibat pengaruh dari orang atau lingkungan di sekitarnya.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.shockmd.com/wp-content/istock_000004056998xsmall.jpg" alt="" width="191" height="193" /></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/9h-kesehatan-jiwa/'>9H.KESEHATAN JIWA</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/waspadai-penyakit-spiritual-yang-menular-di-antara-manusia/'>Waspadai Penyakit Spiritual Yang Menular di antara Manusia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/757/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/757/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=757&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/waspadai-penyakit-spiritual-yang-menular-di-antara-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.shockmd.com/wp-content/istock_000004056998xsmall.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pencegahan Terhadap Bahaya Plastik Bagi Kesehatan</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/pencegahan-terhadap-bahaya-plastik-bagi-kesehatan/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/pencegahan-terhadap-bahaya-plastik-bagi-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 17:56:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[0-PENYAKIT TERSERING]]></category>
		<category><![CDATA[x.NEWS-UPDATE]]></category>
		<category><![CDATA[x.Tips Aman dan Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Terhadap Bahaya Plastik Bagi Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[Pencegahan Terhadap Bahaya Plastik Bagi Kesehatan Secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastik, yang mungkin bagi kita yang awam sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=755&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Pencegahan Terhadap Bahaya Plastik Bagi Kesehatan</span></h2>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/tujbaujl1mineral_water.jpg?w=276&#038;h=228&#038;h=228" alt="" width="276" height="228" /></p>
<p>Secara internasional telah diatur kode untuk kemasan plastik, yang mungkin bagi kita yang awam sangat perlu untuk diketahui, karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak pemanfaatannya bagi manusia. Kode ini dikeluarkan oleh <em>The Society of Plastic Industry </em>pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (<em>International Organization for Standardization</em>).</p>
<p><strong>Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:</strong></p>
<p><img class="alignright" src="http://tropiz.com/wp-content/uploads/2010/02/logo-dibawah-botol.jpg" alt="" width="300" height="407" /></p>
<p><strong>1. <em>PET — Polyethylene Terephthalate</em></strong></p>
<p>Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (<em>polyethylene terephthalate</em>) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.</p>
<p>Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? Dijawab oleh artikel ini: <em>Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)</em></p>
<p>Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut. Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi kulit dan saluran pernafasan. Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan yang lambat hingga usia 12 bulan.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong><img class="alignright" src="http://safir78.files.wordpress.com/2009/03/kode-botol-plastik-02-hdpe.jpg?w=320&#038;h=147&#038;h=147" alt="" width="320" height="147" /></strong></p>
<p><strong>2. <em>HDPE — High</em></strong><em><strong> Density Polyethylene</strong></em></p>
<ul>
<li>Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (<em>high density polyethylene</em>) di bawah segitiga.</li>
<li>Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, <em>tupperware</em>, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain.</li>
<li>HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.</li>
<li>HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi.</li>
<li>Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu</li>
</ul>
<p><strong><img class="alignright" src="http://haisistha.files.wordpress.com/2009/01/plastic-recycling-symbols-3-lg.jpg?w=240&#038;h=223&#038;h=223" alt="" width="240" height="223" /></strong></p>
<p><strong>3. <em>V — Polyvinyl Chloride</em></strong><br />
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V — V itu berarti PVC (<em>polyvinyl chloride</em>), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang.</p>
<ul>
<li>Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (<em>cling wrap</em>), dan botol-botol.</li>
<li>PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.</li>
<li>Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.</li>
<li>Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari <em>polietilena </em>atau bahan alami (daun pisang misalnya).</li>
</ul>
<p><strong><img class="alignright" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/plastic-4ldpe_main.jpg?w=303&#038;h=196&#038;h=196" alt="" width="303" height="196" /></strong></p>
<p><strong>4. <em>LDPE — Low Density Polyethylene</em></strong><br />
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE<br />
– LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (<em>thermoplastic</em>/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.</p>
<ul>
<li>Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.</li>
<li>Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.</li>
<li>Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.</li>
</ul>
<p><strong>5. <em>PP — Polypropyle</em></strong><strong><em>ne</em></strong></p>
<p>Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP<br />
– PP (<em>polypropylene</em>) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.</p>
<ul>
<li>Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. <em>Polipropilen </em>lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap</li>
<li>Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.</li>
</ul>
<p><strong><img class="alignright" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/plastic-6ps_main.jpg?w=289&#038;h=185&#038;h=185" alt="" width="289" height="185" /></strong></p>
<p><strong>6 . </strong><strong><em>PS — Polystyrene</em></strong></p>
<p>Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS<br />
– PS (<em>polystyrene</em>) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja.</p>
<ul>
<li>PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan<em> styrofoam</em>, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain.</li>
<li><em>Polystyrene </em>merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan <em>styrene </em>ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.</li>
<li>Selain tempat makanan,<em> styrene</em> juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.</li>
<li>Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.</li>
<li>Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.</li>
</ul>
<p><strong><img class="alignright" src="http://dustbowl.files.wordpress.com/2008/06/plastic-7other_main.jpg?w=296&#038;h=194&#038;h=194" alt="" width="296" height="194" /></strong></p>
<p><strong>7. <em>OTHER</em></strong><br />
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER<br />
– Other (SAN ? <em>styrene acrylonitrile</em>, ABS – <em>acrylonitrile butadiene styrene</em>, PC – <em>polycarbonate, Nylon</em>)</p>
<ul>
<li>Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan.</li>
<li>PC – <em>Polycarbonate</em> dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (<em>sippy cup</em>), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.</li>
<li>Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.</li>
<li>Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan <em>microwave</em>, atau dituangi air mendidih atau air panas.</li>
<li>SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan.</li>
<li>Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.</li>
<li>SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan.</li>
</ul>
<p><em><strong>Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut?</strong></em></p>
<p>Kita harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya plastik dengan kode 1, 3, 6, dan 7 (khususnya <em>polycarbonate</em>), seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Ini tidah berarti bahwa plastik dengan kode yang lain secara utuh aman, namun perlu dipelajari lebih jauh lagi. Maka, jika kita harus menggunakan plastik, akan lebih aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (kecuali <em>polycarbonate</em>) bila memungkinkan. Bila tidak ada kode plastik pada kemasan tersebut, atau bila tipe plastik tidak jelas (misalnya pada kode 7, di mana tidak selamanya berupa <em>polycarbonate</em>), cara terbaik yang paling aman adalah menghubungi produsennya dan menanyakan mereka tentang tipe plastik yang digunakan untuk membuat produk tersebut.<br />
<strong>Tips</strong></p>
<ol>
<li>Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan <em>polycarbonate</em>, cobalah pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca,<em> polyethylene</em>, atau <em>polypropylene</em>. Gunakanlah cangkir bayi berbahan <em>stainless steel</em>, <em>polypropylene</em>, atau <em>polyethylene</em>. Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan <em>latex</em>.</li>
<li>Jika penggunaan plastik berbahan <em>polycarbonate</em> tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas.</li>
<li>Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum. Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan karena pelepasan senyawa <em>antimoni trioksida</em> terus meningkat seiring waktu. Bahan alternatif yang dapat digunakan adalah botol <em>stainless stee</em>l atau kaca.</li>
<li>Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada <em>microwave o</em>ven, yang dapat mengakibatkan zat kimia yang terdapat pada plastik tersebut terlepas dan bereaksi dengan makanan lebih cepat. Hal ini pun dapat terjadi bila kemasan plastik digunakan untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak.</li>
<li>Bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di <em>microwave oven</em>.</li>
<li>Cobalah untuk menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan dan gunakanlah kemasan berbahan <em>stainless steel </em>atau kaca untuk menyimpan makanan atau minuman</li>
<li>Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.</li>
<li>Terapkan, sebarkan dan ajaklah setiap orang di lingkungan rumah, kantor, sekolah, kampus, dan di manapun untuk mengetahui informasi ini dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.</li>
<li>Ajukan kepada pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan berkenaan dengan plastik ini, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bupati Wakatobi, Ir Hugua, dalam rangka penyelamatan ekosistem laut di Kepulauan Wakatobi. Sebagaimana diketahui, Kepulauan Wakatobi memiliki ekosistem terumbu karang terbanyak dan terbaik di dunia pada saat ini.</li>
</ol>
<p><strong><em>Apakah Plastik Itu?</em></strong></p>
<p>Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu, kita hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A.</p>
<p>Bisphenol A adalah perusak hormone. Berbagai penelitian telah menghubungkan Bisphenol-A dengan dosis rendah dengan beberapa dampak terhadap kesehatan, seperti perubahan permanen pada organ kemaluan, meningkatkan kadar prostat, penurunan kandungan hormon testoteron, memungkinkan terjadinya kanker payudara, sel prostat menjadi lebih sensitif terhadap hormon dan kanker, dan membuat seseorang menjadi hiperaktif.</p>
<p>Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi. University of Missouri telah melakukan tes laboratorium mengenai penggunaan Bisphenol-A pada botol susu bayi dan menemukan bahwa Bisphenol-A pada produk botol susu bayi plastik dari 5 merek terkemuka di Amerika, sangat berpotensi untuk ikut larut dalam cairan. Menurut laporan ini, kelima merk botol susu bayi yang masih dipersoalkan adalah Avent, Dr. Brown’s, Evenflo, Gerber dan Playtex.</p>
<p>Plastik sendiri dikonsumsi sekitar 100 juta ton/tahun di seluruh dunia. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.</p>
<p>Plastik dibagikan menjadi dua macam berdasarkan sifatnya bila dipanaskan, yaitu tipe cokelat (nama ilmiahnya: <em>thermoplastic</em>) dan tipe biskuit (nama ilmiahnya: <em>thermosetting</em>). Maksud dari tipe cokelat adalah plastik yang melunak bila dipanaskan, sedangkan tipe biskuit adalah plastik yang apabila telah mengeras akan tetap keras walaupun terus dipanaskan. Plastik yang berbahan baku minyak termasuk dalam golongan plastik tipe cokelat.<br />
<strong><em>Bagaimana Dampak Penggunaan Plastik terhadap Kesehatan?</em></strong><br />
Kebanyakan plastik seperti PVC, agar tidak bersifat kaku dan rapuh ditambahkan dengan suatu bahan pelembut (<em>plasticizers</em>). Beberapa contoh pelembut adalah <em>epoxidized soybean oil</em> (ESBO), di(<em>2-ethylhexyl</em>)adipate (DEHA), dan <em>bifenil poliklorin </em>(PCB) yang digunakan dalam industri pengepakan dan pemrosesan makanan.<br />
Bahan pelembut seperti PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.<br />
Bahan pelembut lain yang dapat menimbulkan masalah adalah DEHA. DEHA mempunyai aktivitas mirip dengan hormon estrogen (hormon kewanitaan pada manusia). Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati. Untuk menghindari bahaya yang mungkin terjadi jika setiap hari kita terkontaminasi oleh DEHA, maka sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari <em>polietilena</em> atau bahan alami (daun pisang misalnya).</p>
<p>Bahaya lain yang dapat mengancam kesehatan kita adalah jika kita membakar bahan yang terbuat dari plastik. Pembakaran plastik ini dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi kita. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.</p>
<p>Bahan pelembut ESBO (<em>epoxidized soybean oil</em>) juga biasa digunakan sebagai insektisida. Sejauh ini, bahaya bahan pelembut ini bagi kesehatan manusia belum ada/dalam penelitian. Sedangkan bagi lingkungan, ESBO mampu membunuh <em>zooplankton</em>, dan hal ini berakibat pada terganggunya rantai makanan hewan-hewan laut. Hal tersebut pun akan berdampak pada terganggunya sumber protein, khususnya ikan, bagi manusia.</p>
<p><strong></strong> </p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.shockmd.com/wp-content/istock_000004056998xsmall.jpg" alt="" width="191" height="193" /></p>
<p><strong>KORAN INDONESIA SEHAT, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto SpA</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://koranindonesiasehat.wordpress.com/">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-penyakit-tersering/'>0-PENYAKIT TERSERING</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-news-update/'>x.NEWS-UPDATE</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-tips-aman-dan-sehat/'>x.Tips Aman dan Sehat</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/pencegahan-terhadap-bahaya-plastik-bagi-kesehatan/'>Pencegahan Terhadap Bahaya Plastik Bagi Kesehatan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/755/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/755/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=755&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/28/pencegahan-terhadap-bahaya-plastik-bagi-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/tujbaujl1mineral_water.jpg?w=276&#38;h=228" medium="image" />

		<media:content url="http://tropiz.com/wp-content/uploads/2010/02/logo-dibawah-botol.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://safir78.files.wordpress.com/2009/03/kode-botol-plastik-02-hdpe.jpg?w=320&#38;h=147" medium="image" />

		<media:content url="http://haisistha.files.wordpress.com/2009/01/plastic-recycling-symbols-3-lg.jpg?w=240&#38;h=223" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/plastic-4ldpe_main.jpg?w=303&#38;h=196" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/07/plastic-6ps_main.jpg?w=289&#38;h=185" medium="image" />

		<media:content url="http://dustbowl.files.wordpress.com/2008/06/plastic-7other_main.jpg?w=296&#38;h=194" medium="image" />

		<media:content url="http://www.shockmd.com/wp-content/istock_000004056998xsmall.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Resep Tradisional Turun Temurun Yang Ada Di Seluruh Dunia</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/22/resep-tradisional-turun-temurun-yang-ada-di-seluruh-dunia/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/22/resep-tradisional-turun-temurun-yang-ada-di-seluruh-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 09:02:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[X.TERAPI HERBAL]]></category>
		<category><![CDATA[Resep Tradisional Turun Temurun Yang Ada Di Seluruh Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Resep Tradisional Turun Temurun Yang Ada Di Seluruh Dunia Semangkuk sup ayam pengusir flu Mengonsumsi makanan berkuah hangat selagi udara dingin, bisa membantu menghangatkan tubuh. Pakar kesehatan dari Universitas Nebraska pun menyatakan, sup Ayam menghambat pergerakan sel darah putih 75 persen, yang dapat mengurangi gejala infeksi saluran pernafasan atas. Bawang putih untuk sengatan lebah Cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=749&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">Resep Tradisional Turun Temurun Yang Ada Di Seluruh Dunia</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><img src="http://www.biojobblog.com/uploads/image/chicken%20soup(1).jpg" alt="" width="300" height="299" /></h2>
<ul>
<li><strong>Semangkuk sup ayam pengusir flu</strong></li>
<li>Mengonsumsi makanan berkuah hangat selagi udara dingin, bisa membantu menghangatkan tubuh. Pakar kesehatan dari Universitas Nebraska pun menyatakan, sup Ayam menghambat pergerakan sel darah putih 75 persen, yang dapat mengurangi gejala infeksi saluran pernafasan atas.</li>
</ul>
<p><img src="http://www.indonesiaindonesia.com/imagehosting/images/2821/1_Bawang_Putih.jpg" alt="" width="368" height="343" /></p>
<ul>
<li><strong>Bawang putih untuk sengatan lebah</strong></li>
<li>Cara mengaplikasikannya mudah. Umbi bawang putih dibungkus dengan kain lalu digosokkan pada bagian tubuh yang terkena sengatan. &#8220;Sengatan lebah mengandung racun asam, dan komponen alami dari bawang putih akan menetralisir rasa sakit,&#8221; kata Ranella Hirsch, MD, asisten klinis profesor di Boston University School of Medicine di Massachusetts.</li>
</ul>
<p><img src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/01/29/64298_teh_herbal_300_225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<ul>
<li><strong>Teh Herbal Chamomile untuk mengatasi gejala flu</strong></li>
<li>Resep ini merupakan resep turun temurun para ibu di Yunani. Cara membuatnya, isi panci dengan dua cangkir air mendidih, tambahkan satu sendok teh chamomile, satu tongkat kayu manis, cengkeh dan bisa juga ditambah dengan tiga irisan jeruk atau kulit lemon. Biarkan bercampur selama lima menit. Sebagai penambah rasa, sajikan teh dengan tambahan satu sendok teh madu.</li>
<li>Kathi Kemper, MD, Direktur Pusat Pengobatan Integratif di Wake Forest University School of Medicine di North Carolina mengungkapkan, chamomile bisa memberikan efek relaksasi, madu dapat membantu meredakan batuk, dan jeruk atau lemon untuk mengusir kuman.</li>
</ul>
<p><img src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ZKGOOXD2orQ52M::&amp;t=1&amp;usg=__E-ztQMZKyG4D5oak63jdK2OqCmY=" alt="" width="362" height="223" /></p>
<ul>
<li><strong>Teh Jahe peredam flu</strong></li>
<li>Campur dua pertiga cangkir air mendidih dengan dua sendok teh jahe parut dan dua sendok teh gula. Tambahkan beberapa iris jahe segar dan air teh. Jahe dikenal sebagai salah satu herbal yang dapat merangsang sirkulasi yang akan membantu tubuh membuang hawa dingin lebih cepat. “Jahe juga telah terbukti dapat mengurangi mual,” kata Dr Kemper.</li>
</ul>
<p><img src="http://koranindonesiasehat.files.wordpress.com/2010/07/telur-rebus.jpg?w=321&#038;h=293" alt="" width="321" height="293" /></p>
<ul>
<li><strong>Telur Rebus untuk meringankan sakit kepala</strong></li>
<li>Resep dari Cina ini percaya bahwa telur rebus bisa meredakan nyeri sakit kepala. Caranya, rebus tiga telur dan kupas cangkangnya dengan cepat. Bungkus satu dalam saputangan katun, lalu usapkan di bagian kepala, wajah, leher dan punggung.</li>
<li>Lakukan hingga telur dingin, setelah ulangi buang dan ulangi dengan telur hangat lainnya. Setelah itu, disarankan jangan mandi selama 24 jam. “Tidak seorang pun dari ahli di Cina bisa mengetahui efek positif dari obat ini. Tapi, tampaknya ramuan ini mujarab bagi masyarakan Cina,&#8221; kata Judy Fulop, MS, ND, spesialis kedokteran integratif di Northwestern Memorial Hospital di Chicago, Amerika.</li>
</ul>
<p><img src="http://batufresh.com/wp-content/uploads/2009/10/SA_fermentasi.jpg" alt="" width="376" height="245" /></p>
<ul>
<li><strong>Cuka sari apel untuk luka bakar</strong></li>
<li>Orang Jerman sering menggunakan cuka apel untuk menyembuhkan luka bakar. Caranya, oleskan cuka sari apel pada bagian tubuh yang terbakar. Jika luka bakar meliputi seluruh tubuh, tuangkan dua atau tiga cangkir cuka ke dalam bathub dan berendam dalam air.</li>
<li>Tak hanya itu, lidah buaya juga akan bekerja lebih baik pada kulit terbakar, tetapi ketika semuanya gagal, hanya sari cuka apel yang bisa membantu, karena sifat alkalin cuka bisa mengurangi rasa sakit.</li>
</ul>
<p><img src="http://ksupointer.com/wp-content/uploads/2010/03/madu-kayu-manis.jpg" alt="" width="406" height="449" /></p>
<ul>
<li><strong>Madu dan kayu manis untuk mengatasi jerawat</strong></li>
<li>Resep dari para ibu di Afrika Selatan ini sering digunakan sebagai facial untuk menyembuhkan jerawat. Caranya, campurkan empat sendok makan madu dengan tiga sendok teh bubuk kayu manis. Sebelum tidur, oleskan ramuan ini ke wajah Anda. Biarkan semalaman. Di pagi hari, bilas dengan air hangat.</li>
<li>&#8220;Kayu manis adalah bagian paling penting dari campuran ini karena bertindak sebagai anti-inflamasi, dan dapat menurunkan kemerahan dan bengkak,&#8221; kata Dr Hirsch.</li>
</ul>
<p> </p>
<p><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"><img class="alignleft" title="KORAN ANAK" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#038;h=208&#038;h=208" alt="" width="164" height="208" /></a><strong>Audi Yudhasmara</strong></p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/x-terapi-herbal/'>X.TERAPI HERBAL</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/resep-tradisional-turun-temurun-yang-ada-di-seluruh-dunia/'>Resep Tradisional Turun Temurun Yang Ada Di Seluruh Dunia</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/749/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=749&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/07/22/resep-tradisional-turun-temurun-yang-ada-di-seluruh-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.biojobblog.com/uploads/image/chicken%20soup(1).jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.indonesiaindonesia.com/imagehosting/images/2821/1_Bawang_Putih.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/01/29/64298_teh_herbal_300_225.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ZKGOOXD2orQ52M::&#38;t=1&#38;usg=__E-ztQMZKyG4D5oak63jdK2OqCmY=" medium="image" />

		<media:content url="http://koranindonesiasehat.files.wordpress.com/2010/07/telur-rebus.jpg?w=200" medium="image" />

		<media:content url="http://batufresh.com/wp-content/uploads/2009/10/SA_fermentasi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://ksupointer.com/wp-content/uploads/2010/03/madu-kayu-manis.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#38;h=208&#38;h=208" medium="image">
			<media:title type="html">KORAN ANAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi, DHA Tidak Ada Hubungannya dengan Kecerdasan Otak</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/05/22/sekali-lagi-dha-tidak-ada-hubungannya-dengan-kecerdasan-otak/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/05/22/sekali-lagi-dha-tidak-ada-hubungannya-dengan-kecerdasan-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 01:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-KESEHATAN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[2a.Imunisasi-Pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[2b.Penyakit Tersering]]></category>
		<category><![CDATA[2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[DHA Tidak Ada Hubungannya dengan Kecerdasan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Sekali Lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koranindonesiasehat.wordpress.com/?p=740</guid>
		<description><![CDATA[ Sekali Lagi, DHA Tidak Ada Hubungannya dengan Kecerdasan Otak   Selama ini masyarakat Indonesia terutama para orang tua masih sering terbius oleh promosi produsen susu formula dan makanan anak bahwa DHA meningkatkan kecerdasan anak. Namun berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa DHA tidak terbukti untuk meningkatkan kecerdasan anak. Penelitian itu telah menghancurkan mitos bahwa DHA membuat anak-anak lebih pintar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=740&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div>
<div>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;"> Sekali Lagi, DHA Tidak Ada Hubungannya dengan Kecerdasan Otak</span></h2>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.physicianformulas.com/store/ProdImages/ChildrensDHA180.jpg" alt="" width="300" height="464" /></p>
<p> </p>
<h3><strong><span style="color:#666666;">Selama ini masyarakat Indonesia terutama para orang tua masih sering terbius oleh promosi produsen susu formula dan makanan anak bahwa DHA meningkatkan kecerdasan anak. Namun berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa DHA tidak terbukti untuk meningkatkan kecerdasan anak. Penelitian itu</span> telah menghancurkan mitos bahwa DHA membuat anak-anak lebih pintar. Namun, justru lingkungan keluarga dan stimulasi bayi adalah kunci untuk kecerdasan yang baik.</strong></h3>
<h3><strong><img class="alignleft" src="http://www.mensa.org.uk/download/2741/MM-photo-Make-Me-Smart-websize.jpg" alt="" width="249" height="189" /></strong></h3>
<p> </p>
<p>Hal ini dipaparkan ilmuwan University of Southampton. Para peneliti mengikuti anak-anak sejak lahir sampai empat tahun untuk menyelidiki hubungan antara menyusui dengan penggunaan susu formula yang mengandung asam docosahexaenoic (DHA) pada masa bayi, dan kinerjanya dalam tes kecerdasan. Para peneliti menemukan bahwa setelah mereka memperhitungkan pengaruh kecerdasan ibu dan tingkat pendidikan ternyata tidak ditemukan hubungan antara perkiraan total asupan DHA pada masa bayi dan IQ anak-anak.</p>
<p>Dr Catharine Gale, yang memimpin studi, mengatakan: &#8220;Studi ini membantu menghilangkan beberapa mitos seputar DHA. Kita tahu bahwa ada manfaat kesehatan yang jelas untuk menyusui, tapi DHA yang secara alami terdapat dalam ASI dan ditambahkan ke dalam beberapa rumus, bukan bahan rahasia yang akan mengubah anak anda menjadi seorang Einstein.”</p>
<p>&#8220;IQ anak tidak ada hubungannya dengan tingkat DHA yang mereka terima sewaktu bayi. Faktor-faktor di rumah, seperti kecerdasan dan kualitas ibu untuk menstimulasi mental anak-anak, adalah pengaruh yang paling penting untuk IQ mereka.&#8221;</p>
<p>Asam lemak Omega-3, terutama DHA, yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi di otak dan terakumulasi selama lonjakan pertumbuhan otak, yang terjadi antara trimester terakhir kehamilan dan tahun pertama kehidupan.</p>
<p>Meskipun penelitian ini telah menunjukkan IQ anak tidak dipengaruhi oleh DHA, studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa kurangnya DHA selama periode pertumbuhan otak yang cepat dapat menyebabkan masalah dalam perkembangan otak.</p>
<p>Para Peneliti menggunakan data dari survei perempuan Southampton di sekolah kedokteran, yang mempunyai proyek terbesar mempelajari kesehatan dan gaya hidup perempuan yang dilakukan di Inggris. The Medical Research Council dan Badan Standar Makanan mendanai penelitian.</p>
<p>Berbagai penelitian tersebut tampaknya sulit merybah perilaku orangtua untuk mengejar susu atau makanan DHA sehingga sering mengabaikan hal yang lebih utama yaitu stimulasi pada anak. Promosi berlebihan yang tidak benar dari produsen susu sudah mengacaukan fakta yang ada dalam stimulasi perkembangan dan pertumbuhan anak.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-kesehatan-umum/'>0-KESEHATAN UMUM</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2a-imunisasi-pencegahan/'>2a.Imunisasi-Pencegahan</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2b-penyakit-tersering/'>2b.Penyakit Tersering</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2d-gangguan-perkembangan-perilaku/'>2d.Gangguan Perkembangan-Perilaku</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/dha-tidak-ada-hubungannya-dengan-kecerdasan-otak/'>DHA Tidak Ada Hubungannya dengan Kecerdasan Otak</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/sekali-lagi/'>Sekali Lagi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/740/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=740&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/05/22/sekali-lagi-dha-tidak-ada-hubungannya-dengan-kecerdasan-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.physicianformulas.com/store/ProdImages/ChildrensDHA180.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.mensa.org.uk/download/2741/MM-photo-Make-Me-Smart-websize.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Polusi Meningkatkan Resiko Alergi</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/polusi-meningkatkan-resiko-alergi/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/polusi-meningkatkan-resiko-alergi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 09:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[0-PENYAKIT TERSERING]]></category>
		<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[7a.Asma-Penyakit Paru]]></category>
		<category><![CDATA[7c.alergi-Imunologi]]></category>
		<category><![CDATA[Polusi Meningkatkan Resiko Alergi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/polusi-meningkatkan-resiko-alergi/</guid>
		<description><![CDATA[Polusi Meningkatkan Resiko Alergi Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine edisi Juni lalu mengatakan bahwa risiko anak-anak terkena alergi meningkat hingga 50 persen akibat polusi lalu lintas. Peneliti memeriksa kadar kontak terhadap polusi lalu lintas pada hampir 6.000 anak, yang berusia 4 dan 6 tahun, berdasarkan jarak antara rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=738&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#008000;">Polusi Meningkatkan  <span style="color:#00ff00;">Resiko Alergi </span></span></h2>
<p>Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine edisi Juni lalu mengatakan bahwa risiko anak-anak terkena alergi meningkat hingga 50 persen akibat polusi lalu lintas. </p>
<p>Peneliti memeriksa kadar kontak terhadap polusi lalu lintas pada hampir 6.000 anak, yang berusia 4 dan 6 tahun, berdasarkan jarak antara rumah dengan jalan raya pada waktu berbeda selama masa kehidupan mereka. Pengamatan yang dilakukan pada anak-anak itu meliputi asma, sesak napas, bersin-bersin, eskema dan alergi makanan. </p>
<p>Makin dekat anak-anak tumbuh dan berkembang di lingkungan dekat jalan raya risikonya pun semakin tinggi.</p>
<p>“Anak-anak yang tinggal sangat dekat dengan jalan raya kemungkinan tidak hanya terkena sejumlah besar partikel debu dan gas, namun juga radiasi aerosol yang dipancarkan mungkin lebih beracun,” kata Joachim Heinrich, peneliti dari German Research Center for Environment and Health di Institute of Epidemiology di Munich.</p>
<p><a href="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg"><img class="alignleft" title="KORAN ANAK" src="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#038;h=208&#038;h=208" alt="" width="164" height="208" /></a><strong>Audi Yudhasmara</strong></p>
<p><strong>KORAN ANAK INDONESIA, </strong><strong>Yudhasmara Publisher</strong></p>
<p><strong>Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat</strong><strong>Phone : (021) 70081995 – 5703646</strong></p>
<p><strong>email : </strong><a href="mailto:judarwanto@gmail.com"><strong>judarwanto@gmail.com</strong></a><strong> </strong></p>
<p><a href="http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/03/01/">http://korananakindonesia.wordpress.com/</a></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;">Copyright © 2010, Koran Anak Indonesia  Network  Information Education Network. All rights reserved</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/0-penyakit-tersering/'>0-PENYAKIT TERSERING</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7a-asma-penyakit-paru/'>7a.Asma-Penyakit Paru</a>, <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/7c-alergi-imunologi/'>7c.alergi-Imunologi</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/polusi-meningkatkan-resiko-alergi/'>Polusi Meningkatkan Resiko Alergi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/738/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/738/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=738&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/polusi-meningkatkan-resiko-alergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://korananakindonesia.files.wordpress.com/2010/02/koran-anak2.jpg?w=164&#38;h=208&#38;h=208" medium="image">
			<media:title type="html">KORAN ANAK</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk-2/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 08:13:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk-2/</guid>
		<description><![CDATA[Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk Bayi lahir prematur sering mengalami ketidakmatangan beberapa fungsi organ tubuhnya. Namun bayi yang lahir prematur di usia kandungan 33 minggu atau 2 bulan sebelum waktunya, dapat membedakan objek melalui tangannya. Normalnya bayi lahir saat usia kandungan mencapai 40 minggu, tapi bayi yang lahir prematur saat usia 33 minggu memiliki kemampuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=734&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><Strong>Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk</strong></p>
<p>Bayi lahir prematur sering mengalami ketidakmatangan  beberapa fungsi organ tubuhnya. Namun bayi yang lahir prematur di usia kandungan 33 minggu atau 2 bulan sebelum waktunya, dapat membedakan objek melalui tangannya.</p>
<p>Normalnya bayi lahir saat usia kandungan mencapai 40 minggu, tapi bayi yang lahir prematur saat usia 33 minggu memiliki kemampuan untuk mengenali dan membedakan dua objek berbeda bentuk (prisma dan silinder) dengan menggunakan tangan kanan dan kirinya.</p>
<p>Fenomena ini ditemukan oleh para peneliti di dua laboratorium yaitu Laboratoire de psychologie et neurocognition (CNRS/University of Grenoble 2/University of Chambery) dan Laboratoire de psychologie de la perception (CNRS/ University of Paris Descartes) yang bekerja sama dengan tim dari Departemen Neonatologi Grenoble University Hospitals.</p>
<p>Seperti dikutip dari ScienceDaily, Senin (1/3/2010) sejak menit pertama setelah kelahiran, bayi sudah menerima berbagai stimulasi yaitu ketika bayi mendapat rangsangan, diraba saat dibersihkan dan diletakkan di dada sang ibu. Saat itu tubuh bayi akan mengalami kontak langsung dengan kulit, seprai dan puting susu dengan tekstur dan bentuk yang berbeda.</p>
<p>Untuk mengetahuinya, para peneliti melakukan percobaan dengan 24 bayi prematur yang lahir di usia 33-34 minggu yang diamati kira-kira setelah 2 minggu kelahiran. Rata-rata bayi prematur ini lahir saat usia kehamilan 7 bulan dengan berat rata-rata sebesar 1.500 gram (1,5 kg). Tim peneliti menggunakan metode eksperimental yang didasarkan pada kebiasaan di tahap pertama dan reaksi terhadap hal baru di fase kedua.</p>
<p>Metode ini bergantung pada prinsip universal yang sederhana yaitu merangsang objek dan perhatiannya yang diperoleh dari benda asing. Pada tahap pertama, peneliti menempatkan benda kecil berbentuk setengah prisma dan setengah bentuk silinder dimasing-masing tangan.</p>
<p>Setelah bayi melepaskan objek tersebut, peneliti meletakkan kembali di tangan yang sama dan mengukur berapa lama bayi memegang benda tersebut. Peneliti mendapatkan bahwa waktu memegang benda semakin lama semakin menurun, hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah mulai terbiasa dengan objek tersebut.</p>
<p>Setelah bayi terbiasa dengan objek pertama, tim memberikan benda yang berlawanan dengan tahap pertama tadi. Ternyata dibutuhkan waktu lebih lama bagi bayi untuk mengenali objek baru tersebut. Hasil ini menandakan penurunan waktu pada tahap pertama bukan disebabkan oleh bayi sudah lelah memegang, tapi karena bayi sudah terbiasa dan lebih tertarik dengan objek yang baru.</p>
<p>Percobaan ini menunjukkan bahwa bayi prematur mampu mengenali suatu objek melalui tangan untuk pertama kalinya serta cenderung lebih tertarik dengan objek baru. Hal ini berarti bayi prematur dapat membedakan dua objek berbeda berdasarkan bentuknya dengan cara menyimpan memori tersebut dan membandingkannya dnegan objek baru yang dirabanya</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk/'>Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/734/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=734&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 08:13:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk/</guid>
		<description><![CDATA[Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk Bayi lahir prematur sering mengalami ketidakmatangan beberapa fungsi organ tubuhnya. Namun bayi yang lahir prematur di usia kandungan 33 minggu atau 2 bulan sebelum waktunya, dapat membedakan objek melalui tangannya. Normalnya bayi lahir saat usia kandungan mencapai 40 minggu, tapi bayi yang lahir prematur saat usia 33 minggu memiliki kemampuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=733&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><Strong>Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk</strong></p>
<p>Bayi lahir prematur sering mengalami ketidakmatangan  beberapa fungsi organ tubuhnya. Namun bayi yang lahir prematur di usia kandungan 33 minggu atau 2 bulan sebelum waktunya, dapat membedakan objek melalui tangannya.</p>
<p>Normalnya bayi lahir saat usia kandungan mencapai 40 minggu, tapi bayi yang lahir prematur saat usia 33 minggu memiliki kemampuan untuk mengenali dan membedakan dua objek berbeda bentuk (prisma dan silinder) dengan menggunakan tangan kanan dan kirinya.</p>
<p>Fenomena ini ditemukan oleh para peneliti di dua laboratorium yaitu Laboratoire de psychologie et neurocognition (CNRS/University of Grenoble 2/University of Chambery) dan Laboratoire de psychologie de la perception (CNRS/ University of Paris Descartes) yang bekerja sama dengan tim dari Departemen Neonatologi Grenoble University Hospitals.</p>
<p>Seperti dikutip dari ScienceDaily, Senin (1/3/2010) sejak menit pertama setelah kelahiran, bayi sudah menerima berbagai stimulasi yaitu ketika bayi mendapat rangsangan, diraba saat dibersihkan dan diletakkan di dada sang ibu. Saat itu tubuh bayi akan mengalami kontak langsung dengan kulit, seprai dan puting susu dengan tekstur dan bentuk yang berbeda.</p>
<p>Untuk mengetahuinya, para peneliti melakukan percobaan dengan 24 bayi prematur yang lahir di usia 33-34 minggu yang diamati kira-kira setelah 2 minggu kelahiran. Rata-rata bayi prematur ini lahir saat usia kehamilan 7 bulan dengan berat rata-rata sebesar 1.500 gram (1,5 kg). Tim peneliti menggunakan metode eksperimental yang didasarkan pada kebiasaan di tahap pertama dan reaksi terhadap hal baru di fase kedua.</p>
<p>Metode ini bergantung pada prinsip universal yang sederhana yaitu merangsang objek dan perhatiannya yang diperoleh dari benda asing. Pada tahap pertama, peneliti menempatkan benda kecil berbentuk setengah prisma dan setengah bentuk silinder dimasing-masing tangan.</p>
<p>Setelah bayi melepaskan objek tersebut, peneliti meletakkan kembali di tangan yang sama dan mengukur berapa lama bayi memegang benda tersebut. Peneliti mendapatkan bahwa waktu memegang benda semakin lama semakin menurun, hal ini menunjukkan bahwa bayi sudah mulai terbiasa dengan objek tersebut.</p>
<p>Setelah bayi terbiasa dengan objek pertama, tim memberikan benda yang berlawanan dengan tahap pertama tadi. Ternyata dibutuhkan waktu lebih lama bagi bayi untuk mengenali objek baru tersebut. Hasil ini menandakan penurunan waktu pada tahap pertama bukan disebabkan oleh bayi sudah lelah memegang, tapi karena bayi sudah terbiasa dan lebih tertarik dengan objek yang baru.</p>
<p>Percobaan ini menunjukkan bahwa bayi prematur mampu mengenali suatu objek melalui tangan untuk pertama kalinya serta cenderung lebih tertarik dengan objek baru. Hal ini berarti bayi prematur dapat membedakan dua objek berbeda berdasarkan bentuknya dengan cara menyimpan memori tersebut dan membandingkannya dnegan objek baru yang dirabanya</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk/'>Bayi Prematur Bisa Mengenali Bentuk</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/733/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=733&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-prematur-bisa-mengenali-bentuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayi Sering Digendong Lebih Cerdas</title>
		<link>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-sering-digendong-lebih-cerdas/</link>
		<comments>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-sering-digendong-lebih-cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 07:52:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indonesian Children</dc:creator>
				<category><![CDATA[2-KESEHATAN ANAK]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi Sering Digendong Lebih Cerdas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-sering-digendong-lebih-cerdas/</guid>
		<description><![CDATA[Bayi Sering Digendong Lebih Cerdas Saat si kecil menangis atau sedang rewel orangtua biasanya langsung menggendongnya. Ternyata banyak keuntungan yang didapat jika bayi sering digendong, salah satunya bayi akan terdorong untuk belajar dan menjadi lebih pintar. Bayi yang sering digendong akan menghabiskan waktu lebih sedikit untuk menangis atau rewel, sehingga si kecil memiliki banyak waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=731&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bayi Sering Digendong Lebih Cerdas</p>
<p>Saat si kecil menangis atau sedang rewel orangtua biasanya langsung menggendongnya. Ternyata banyak keuntungan yang didapat jika bayi sering digendong, salah satunya bayi akan terdorong untuk belajar dan menjadi lebih pintar.</p>
<p>Bayi yang sering digendong akan menghabiskan waktu lebih sedikit untuk menangis atau rewel, sehingga si kecil memiliki banyak waktu dan energi untuk membantunya tumbuh dan berkembang secara fisik serta mampu berinteraksi dengan lingkungannya.</p>
<p>Jika bayi diposisikan dalam gendongan, maka ia bisa melihat sekelilingnya dan mencoba untuk memilih serta mengambil apa yang diinginkannya. Kemampuan untuk membuat pilihan ini dapat meningkatkan kemampuannya untuk belajar.</p>
<p>Selain itu bayi juga terlibat langsung dalam dunia orang yang menggendongnya, seperti bayi melihat apa yang orangtuanya lihat, mendengar apa yang orangtuanya dengar serta turut merasakan yang orang lain rasakan.</p>
<p>Seperti dikutip dari The Baby Book karangan William and Martha Sears MD, Senin (1/3/2010) bayi yang digendong akan menjadi lebih sadar serta dapat memahami wajah, ritme langkah dan juga aroma orangtuanya seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, naik turunnya suara serta pola pernapasan dan emosi dari orang yang menggendongnya. Hal lainnya adalah orangtua menjadi lebih sering berinteraksi dengan bayinya sehingga membantu bayi belajar menjadi manusia.</p>
<p>Pengalaman-pengalaman yang didapat si kecil dari lingkungannya bisa menstimulasi saraf-saraf untuk berkembang dan berhubungan dengan saraf lainnya di dalam tubuh, hal ini turut berperan dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan otaknya serta membentuk koneksi yang baik.</p>
<p>Karena berbagai stimulasi yang diterimanya tersebut bayi akan dirangsang untuk belajar sehingga kemungkinan meningkatkan kemampuan kognitifnya. Kemampuan yang dapat ditingkatkan dengan menggendong bayi salah satunya peningkatan perkembangannya berbicara dan mendengar.</p>
<p>Suara-suara normal yang didengarnya seperti suara aktivitas sehari-hari bisa memiliki nilai belajar bagi bayi atau justru dapat mengganggunya. Jika bayi sedang sendiri maka suara tersebut bisa membuatnya takut, tapi jika bayi dalam posisi digendong maka memiliki arti pembelajaran buat si kecil.</p>
<p>Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan seringnya menggendong bayi adalah ikatan yang kuat antara orangtua dan bayinya. Serta memberikan cara pengasuhan yang tepat karena keduanya saling memberi dan membentuk interaksi dua arah.</p>
<p>Ada berbagai gaya dalam menggendong bayi seperti:</p>
<p>Gendongan buaian yang sangat bermanfaat bagi bayi baru lahir hingga berusia 1 tahun.</p>
<p>Gendongan posisi meringkuk yang berguna untuk bayi baru lahir hingga usia 6 bulan.</p>
<p>Gendongan model kanguru yang bisa dimulai saat bayi berusia 3 hingga 6 bulan.</p>
<p>Digendong dengan kaki mengangkang yang dimulai saat bayi berusia 3-6 bulan atau sudah bisa duduk tanpa bantuan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/category/2-kesehatan-anak/'>2-KESEHATAN ANAK</a> Tagged: <a href='http://koranindonesiasehat.wordpress.com/tag/bayi-sering-digendong-lebih-cerdas/'>Bayi Sering Digendong Lebih Cerdas</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/koranindonesiasehat.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/koranindonesiasehat.wordpress.com/731/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=koranindonesiasehat.wordpress.com&#038;blog=10695204&#038;post=731&#038;subd=koranindonesiasehat&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://koranindonesiasehat.wordpress.com/2010/04/30/bayi-sering-digendong-lebih-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/47c1351b7b36e39f038342f773c87fd1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">INDONESIA CHILDREN</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
