Oleh: Indonesian Children | Mei 22, 2010

Sekali Lagi, DHA Tidak Ada Hubungannya dengan Kecerdasan Otak

 Sekali Lagi, DHA Tidak Ada Hubungannya dengan Kecerdasan Otak

 

Selama ini masyarakat Indonesia terutama para orang tua masih sering terbius oleh promosi produsen susu formula dan makanan anak bahwa DHA meningkatkan kecerdasan anak. Namun berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa DHA tidak terbukti untuk meningkatkan kecerdasan anak. Penelitian itu telah menghancurkan mitos bahwa DHA membuat anak-anak lebih pintar. Namun, justru lingkungan keluarga dan stimulasi bayi adalah kunci untuk kecerdasan yang baik.

 

Hal ini dipaparkan ilmuwan University of Southampton. Para peneliti mengikuti anak-anak sejak lahir sampai empat tahun untuk menyelidiki hubungan antara menyusui dengan penggunaan susu formula yang mengandung asam docosahexaenoic (DHA) pada masa bayi, dan kinerjanya dalam tes kecerdasan. Para peneliti menemukan bahwa setelah mereka memperhitungkan pengaruh kecerdasan ibu dan tingkat pendidikan ternyata tidak ditemukan hubungan antara perkiraan total asupan DHA pada masa bayi dan IQ anak-anak.

Dr Catharine Gale, yang memimpin studi, mengatakan: “Studi ini membantu menghilangkan beberapa mitos seputar DHA. Kita tahu bahwa ada manfaat kesehatan yang jelas untuk menyusui, tapi DHA yang secara alami terdapat dalam ASI dan ditambahkan ke dalam beberapa rumus, bukan bahan rahasia yang akan mengubah anak anda menjadi seorang Einstein.”

“IQ anak tidak ada hubungannya dengan tingkat DHA yang mereka terima sewaktu bayi. Faktor-faktor di rumah, seperti kecerdasan dan kualitas ibu untuk menstimulasi mental anak-anak, adalah pengaruh yang paling penting untuk IQ mereka.”

Asam lemak Omega-3, terutama DHA, yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi di otak dan terakumulasi selama lonjakan pertumbuhan otak, yang terjadi antara trimester terakhir kehamilan dan tahun pertama kehidupan.

Meskipun penelitian ini telah menunjukkan IQ anak tidak dipengaruhi oleh DHA, studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa kurangnya DHA selama periode pertumbuhan otak yang cepat dapat menyebabkan masalah dalam perkembangan otak.

Para Peneliti menggunakan data dari survei perempuan Southampton di sekolah kedokteran, yang mempunyai proyek terbesar mempelajari kesehatan dan gaya hidup perempuan yang dilakukan di Inggris. The Medical Research Council dan Badan Standar Makanan mendanai penelitian.

Berbagai penelitian tersebut tampaknya sulit merybah perilaku orangtua untuk mengejar susu atau makanan DHA sehingga sering mengabaikan hal yang lebih utama yaitu stimulasi pada anak. Promosi berlebihan yang tidak benar dari produsen susu sudah mengacaukan fakta yang ada dalam stimulasi perkembangan dan pertumbuhan anak.

About these ads

Responses

  1. Artikel yg menarik, selama ini saya slalu meminumkan vitamin “prolacta for baby” setiap hari selama +/- 11 bulan untuk anak saya. memang pertumbuhan kecerdasan dan daya tangkapnya lbh baik di bandingkan dg anak seusianya, namun jika memang DHA yg berlebihan juga tdk baik untuk masa pertumbuhan akan saya kurangi asupan vit DHA-nya.
    Trims atas infonya.

  2. .

  3. mungkin pendapat orang beda2, tp aku percaya & yakin klo DHA berperan dalam pembentukan & perkembangan otak.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: