Oleh: Indonesian Children | Desember 16, 2009

Obat atau Vitamin Untuk Kecerdasan otak

Obat atau Vitamin Untuk Kecerdasan otak

Pencarian tanpa henti terus berjalan untuk menemukan cara baru dalam meningkatkan kekuatan otak kita. Dari dengan mengkonsumsi kafein, meminum pil ginko biloba atau berjuang untuk menelan kapsul minyak ikan dengan asam lemak omega-3, kita melakukan itu semua dengan harapan mendapatkan peningkatan fungsi otak. Tapi apakah kita seharusnya berhenti? Atau apakah seharusnya orang sehat mempunyai hak uintuk meningkatkan otak mereka dengan obat-obatan, seperti apa yang diresepkan bagi anak-anak hiperaktif dan yang digunakan untuk memperbaiki memori pada manula? Menurut satu kelompok peneliti, jawabannya adalah ya.

Henry Greely dari Stanford Law School, California, Barbara Sahakian, seorang profesor psikiatri dari  the University of Cambridge di Inggris, bersama dengan beberapa argumen lain menyatakan bahwa penggunaan obat-obat peningkat kemampuan otak pada orang dewasa sehat adalah metode yang beralasan untuk meningkatkan kekuatan otak dan sama sahnya dengan pendidikan, penggunaan internet dan alat-alat belajar lainnya. Tujuh penulis datang dari USA dan Inggris dan termasuk ahli etika dan ilmuwan, juga editor-in- chief  Nature. Mereka menyuarakan argumentasi mereka dalam komentar yang provokatif yang dipublikasikan dalam journal Nature. Dan, bahkan beberapa ahli kesehatan setuju bahwa isu ini layak diperhatikan

Dalam penjelasan mereka, para ahli menuliskan, “kita seharusnya menerima metode baru dalam meningkatkan fungsi otak kita,” dan menganjurkan bahwa menggunakan pil untuk mencapai ini tidak lagi sesuatu yang tidak dapat diterima secara etik daripada mempraktekkan pola makan sehat atau istirahat cukup. Grup peneliti ini juga menekankan bahwa para mahasiswa yang secara rutin mendapatkan resep stimulan seperti Ritalin secara ilegal untuk membantu mereka memperbaiki kualitas belajar mereka dan bahwa permintaan terhadap tipe obat-obat ini akan terus meningkat di tempat lain. Editorial menyatakan bahwa perlunya riset lebih banyak dan langkah yang lebih luas untuk mendapatkan pemahaman pengelolaan resiko

Satu penulis, ilmuwan otak Martha Farah dari University of Pennsylvania mengatakan bahwa permintaan akan pil peningkat kemampuan otak akan paling mungkin meningkat ketika pil yang lebih efektif dikembangkan, terutama pada orang-orang usia pertengahan yang mencari solusi dalam memperbaiki fungsi memori dan para pekerja yang memerlukan multitugas mereka tetap dapat berjalan dengan baik. Menurut Farah,”hampir semua orang akan menginginkan menggunakannya.”

Penjelasan ini mengutip suatu survey yang dilakukan pada tahun 2001, yang meliputi sekitar 11.000 mahasiswa USA dan hasilnya 7% mahasiswa telah menggunakan resep stimulan dan di beberapa kampus, sebanyak 25% telah menggunakan jenis obat-obatan yang tidak untuk terapi.

Stimulan seperti Adderall dan Ritalin biasa diresepkan untuk orang dengan gangguan hiperaktivitas dengan masalah kurangnya atensi. Namun, penjelasan ini mengatakan bahwa obat-obat tersebut juga dapat membantu orang lain memfokuskan perhatian mereka dan mengolah informasi dalam otak mereka. Editorial menyatakan bahwa meskipun Provigil diterima untuk gangguan tidur, juga diresepkan untuk orang sehat yang perlu untuk tetap terjaga ketika sangat kurang tidur dan penelitian di dalam laboratorium telah menunjukkan bahwa obat ini juga dapat mengembalikan semangat otak pada orang dengan istirahat yang cukup. Selain itu, beberapa obat yang digunakan untuk menerapi penyakit Alzheimer juga dapat memberikan suatu peningkat memori sedang.

Para penulis mengajak para ilmuwan untuk mulai mempelajari efek jangka panjang dari obat-obat ini bagi orang sehat, dan untuk meneliti kemungkinan resiko kecanduan. Selain itu, para penulis mengakui kemungkinan kerugian dari obat-obatan yang telah siap tersedia ini. Salah satunya adalah anak-anak dapat merasa terpaksa untuk meminum obat melalui tekanan teman sebaya. Masalah lainnya mungkin karena mahalnya obat-obat ini dapat membatasi pemakaiannya hanya pada orang-orang yang berpenghasilan tinggi, sehingga meningkatkan kesenjangan sosial.

Para peneliti telah membuat sebuah seruan bagi para dokter dan pendidik juga pembuat peraturan dan pihak lain yang terkaituntuk berperan dalam mengevaluasi resiko dan membuat kebijakan dalam penentuan penggunaan obat-obat ini.

Sumber: http://www.healthnews.com

Audi Yudhasmara

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

http://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: