Oleh: Indonesian Children | Desember 15, 2009

Mengetahui Jenis kelamin Bayi di dalam Kandungan hanya dengan alat tes diagnostik di rumah

Alat Tes diagnostik di Rumah untuk Mengetahui Jenis kelamin Bayi di dalam Kandungan

Mengharapkan seorang anak adalah hal paling menyenangkan dalm hidup seseorang, dan  sering  calon orang tua ingin tahu apa jenis kelamin bayinya sesegera mungkin. Sekarang hal itu akan mungkin diketahui apakah mereka mengandung bayi perempuan atau laki-laki 10 minggu sejak terjadi pembuahan, menurut pembuat alat tes  prediksi jenis kelamin.

intelliGender, kreator tes prediksi jenis kelamin, mengatakan bahwa para ilmuwan telah mampu mengisolasi hormon yang jika dikombinasikan dengan suatu “proprietary mix of chemicals” bereaksi berbeda tergantung pada apakah ibu mengandung bayi perempuan atau laki-laki. Tes baru ini mengklaim bahwa dalam 10 menit, tes yang menggunakan urin ini dapat mengetahui gender bayi. Spesimen urin akan berubah menjadi hijau jika laki-laki dan akan menjadi orange jika perempuan. Namun, IntelliGender tidak mau mengatakan apa zat kimia itu atau hormon apa yang digunakan dalam test tersebut karena hak paten masih dalam proses.

intelligender-imageinline

Pendiri IntelliGender, Rebecca Griffin, menyatakan, “kebanyakan orang tua mempunyai tingkat penasaran yang tinggi untuk mengetahui apakah anak yang dikandungnya laki-laki atau perempuan, dan mungkin cukup menyiksa untuk menunggu sampai 20 minggu sampai sonogram (USG) mengetahuinya. Tetapi tes ini tidak dimaksudkan menjadi alat diagnostik. Kami tidak mengklaim akurasinya 100%.” Faktanya, pada situs perusahaan  secara spesifik menyatakan tidak akan mengecat ruangan menjadi biru atau pink sampai ibu mengkonfirmasinya dengan hasil dari dokter. Perusahaan mengatakan,” kami secara spesifik menyatakan kepada semua konsumen kami bahwa sebaiknya tidak membuat langkah emosional atau finansial sampai hasilnya dikonfirmasi dengan USG.” Berdasarkan laporan terakhir IntelliGender, alat pemprediksi gender mempunyai akurasi 70%-80%.

Jadi  mengapa semua orang tua yang menunggu kelahiran bayinya begitu ingin sekali mengetahui apakah mereka mempunyai anak laki-laki atau perempuan sedikit lebih awal? Menurut Jennifer Parks, co-director of Loyola University Chicago’s Programs di Health Care Ethics, mengatakan “jika orang tua dapat memvisualisasikan jenis kelamin bayinya dan menegaskan mereka mempunyai orang kecil itu di dalam kandungannya, itu menjadi tiba-tiba nyata bagi mereka. Mereka sering merasakan ikatan yang lebih kuat. Jadi, bukan orang tua yang terkejut akan menginginkan tes ini. “Namun, beberapa orang mengatakan bahwa hal ini dapat menjadi tidak pasti jika hasil tes ini menyebabkan keputusan apakah perlu untuk melanjutkan kehamilan. Misalnya, katakan seorang ibu telah mempunyai 3 anak perempuan dan ingin hamil untuk terakhir kalinya supaya mendapatkan bayi laki-laki. Jika dia melakukan tes ini pada minggu ke 10, dan ternyata hasilnya menunjukkan gender yang tidak seperti yang diinginkan, dia mungkin memutuskan untuk mengakhiri kehamilannya dan mencoba lagi. Tidak semua orang di Amerika pro-choice atau pro-life. Banyak orang Amerika sekarang ini cenderung memilih posisi netral, di tengah-tengah. Jika seorang ibu yang sedang menunggu kelahiran anaknya pada posisi hamil 10 minggu, kebanyakan orang Amerika cenderung melihatnya sebagai embrio yang masih sangat baru yang sangat berbeda dengan janin yang sudah lebih berkembang.

Pembuat tes prediksi gender baru ini mengatakan bahwa mereka “termasuk kategori yang tidak setuju” dengan ide bahwa tes mereka akan menyebabkan peningkatan tipe aborsi sex-selection. Griffin menyatakan, ” Saya  sangat tidak bisa memahami seseorang membuat keputusan tentang apakah akan menghentikan kehamilannya berdasarkan tes yang menginformasikan kepada mereka bahwa mereka akan mempunyai anak laki-laki atau perempuan.”

IntelliGender menyatakan bahwa  dari  banyaknya email pertanyaan yang mereka terima, hanya ada dua email yang menanyakan tentang tes ini sebagai alat untuk proses sex-selection. Kelompok anti aborsi, yang  sedang menghadapi masalah  wanita yang memilih untuk  mempertahankan janinnya berdasarkan warna mata dan rambutnya, sekarang khawatir dengan gender-selection juga.

Anthony Lauinger, vice president of National Right to Life, menyatakan bahwa ada masalah di beberapa negara dimana bayi laki-laki lebih disukai untuk alasan kultural dan mengaborsi bayi perempuan menjadi praktek yang umum dilakukan. Sementara sekarang ini tes tersebut tersedia dan dijual di 11 negara, IntellGender tidak membolehkan tes tersebut dijual di China atau India.

Griffin menyatakan, ” semua pengecer kami harus benar-benar mengikuti kebijakan tersebut. Jika  tidak, kami akan menarik segera produk kami dari rak-rak mereka. “Sejak  tahun 2006, lebih dari 50.000 tes telah terjual secara online di Amerika Serikat saja. Bulan lalu, toko-toko obat di Amerika,  Walgreens dan CVS, mulai menjual tes pemprediksi gender di toko mereka dengan harga $34.95.

Sumber: http://healthnews.com

Audi Yudhasmara

KORAN INDONESIA SEHAT

Yudhasmara Publisher

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat

Phone : (021) 70081995 – 5703646

http://koranindonesiasehat.wordpress.com/

 

 

 

 

Copyright © 2009, Koran Indonesia  Sehat  Network  Information Education Network. All rights reserved.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 46 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: